You are on page 1of 4

ANALISIS KASUS

Tn. WB berusia 27 tahun datang dengan keluhan nyeri punggung bawah sebelah kiri dan
menjalar ke bokong sebelah kiri. Nyeri punggung bawah merupakan keluhan yang sering
dikeluhkan oleh pasien bahkan seringkali menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari, disabilitas
dan produktivitas penderitanya. Secara umum, nyeri punggung bawah dikategorikan menjadi nyeri
somatik superfisial, nyeri somatik dalam, nyeri radikular, nyeri neurogenik, nyeri viseral, nyeri
sakroiliakal dan nyeri psikogenik.1 Oleh karena itu, karakteristik nyeri sangat penting untuk
mengeksklusi setiap kategori dari nyeri yang ditimbulkan bila ditemukan nyeri punggung bawah.
Pada Tn. WB karakteristik nyeri yang dirasakan beliau adalah tajam seperti ditusuk-tusuk, konstan,
regional, menjalar dengan begitu maka pilihan nyeri akan menjadi nyeri radikular dan nyeri viseral.
Nyeri viseral berasal dari organ berongga dan dapat dirasakan di daerah lumbal akibat persarafan
viseral memiliki kesamaan asal dari segmen medula spinalis tertentu dengan persarafan superfisial
segmen yang sama ke otak sehingga impuls nyeri seolah-olah berasal dari jaringan superfisial
tersebut. Selain itu, impuls nyeri dapat meransang sel saraf kornu anterior medulla spinalis sehingga
menyebabkan spasme otot di segmen yang bersangkutan. Nyeri viseral yang asli bersifat difus,
dalam sedangkan nyeri pindah di daerah lumbosakral akan bersifat tajam, terlokalisir kadang-
kadang disertai hiperalgesia. Nyeri viseral juga dapat berupa kolik. Nyeri punggung bawah yang
berhubungan dengan nyeri viseral seringkali beruhubungan dengan perubahan fungsi atau adanya
gejala yang berhubungan dengan kelainan organ yang bersangkutan.1

Nyeri yang dirasakan oleh Tn. WB diprovokasi oleh postur tubuh duduk dan tidak sedang berdiri .
Berdasarkan etiologi nyeri punggung bawah dikategorikan menjadi mekanikal dan non mekanikal.
Nyeri yang disebabkan oleh non mekanikal adalah nyeri yang spontan, konstan bersifat general dan
tidak memiliki fokus. Nyeri dapat dipengaruhi dengan adanya gerakan minor atau sama saja. Nyeri
yang disebabkan oleh mekanikal memiliki fokus yang konsisten dan diprovokasi oleh gerakan atau
postur tubuh.2 Maka dari itu, nyeri yang dirasakan oleh Tn.WB termasuk pada golongan nyeri
mekanikal karena memiliki fokus yang konsisten dan diprovokasi oleh postur tubuh yaitu duduk.
Nyeri mekanikal dibagi menjadi 5.
Gambar 1. Perbandingan gejala dan tanda pada nyeri punggung bawah mekanikal

Untuk memastikan penyebabnya nyeri maka perlu dilakukan pemeriksaan fisik.


Pada pemeriksaan fisik ditemukan laseque test atau straight leg raising positif.

Gambar 2. Penjelasan tentang pemeriksaan Laseque atau Straight Leg Raising Test

Gambar 3. Alur diagnosis dan tanda serta gejala dari berbagai penyebab Low Back Pain
Maka dari itu kemungkinan diagnosis HNP lebih dipilih dibandingkan diagnosis banding nyeri
punggung bawah et causal kidney disease dan menyebabkan nyeri viseral, tetapi untuk memastikan
bahwa nyeri ini tidak diakibatkan oleh nyeri viseral maka perlu pemeriksaan tambahan yaitu berupa
pemeriksaan penunjang berupa full blood count dan urinalisis. Untuk lebih memastikan diagnosis
yang sudah dieksklusi sebelumnya maka pemeriksaan fisik generalis dan neurologis harus
dilakukan. Pada pemeriksaan status neurologis ditemukan bahwa kekuatan motorik ekstremitas
bawah sebelah kiri 4+ yang menunjukkan adanya sedikit kelemahan akibat nyeri yang dirasakan
pada punggung bawah dan bokong sebelah kiri dan pada pemeriksaan penunjang full blood count
hasil dari creatinine, eGFR dan urinalisis normal sehingga diagnosis penyakit ginjal dapat
dieksklusikan. Pada kasus ini pemeriksaan gold standard untuk Hernia Nucleus Pulposus yaitu
berupa Magnetic Resonance Imaging3 tidak dilakukan maka dari itu kasus ini hanya dapat
didiagnosis sebagai suspek saja.

Manajemen yang tepat bagi pasien ini adalah mengedukasi pasien akan faktor resiko, memberikan
saran untuk tetap aktif karena menurut studi meta analisis yang dilakukan oleh Hagen (2002)
menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan pada outcome yang bermakna antara istirahat tirah
baring terus menerus dibandingkan melakukan aktivitas lebih awal, memberikan saran untuk
menghilangkan faktor resiko, memberikan saran untuk berolahraga berenang untuk mengurangi
gaya gravitasi tetapi meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot memberikan Non Steroidal Anti
Inflammation Drugs serta antidepresan.4,5

Gambar 4. Manajamen pada penderita HNP


akut vs subakut/kronik

DAFTAR PUSTAKA