You are on page 1of 8

PEMBANGUNAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DI CV.

SAMIJAYA

Luthfia Ulva A1, Sufa’atin2


Teknik Informatika – Universitas Komputer Indonesia
Jl. Dipatiukur 112-114 Bandung
Email : luthfia.ulva10@gmail.com1, sufaatin@email.unikom.ac.id

ABSTRAK Bandung. CV.Samijaya menggunakan strategi make


to order dan make to stock. Strategi make to order
CV. Samijaya adalah perusahaan percetakan digunakan untuk pemesanan produk dari pelanggan
di Kota Bandung, Jawa Barat. CV. Samijaya ke perusahaan, sedangkan strategi make to stok
memproduksi digital printing, spanduk, cutting digunakan untuk beberapa bahan baku yang di stok
sticker, print akrilik kaca dan kayu.. Saat ini seperti bahan baku pewarna CMYK dan frontlite
pemesanan produk dari pelanggan setiap bulannya glossy. Perusahaan ini memiliki kerja sama dengan
diketahui tidak menentu, hal ini mengakibatkan beberapa supplier di Bandung, diantaranya toko Visi
bagian gudang kesulitan dalam menentukan bahan Media, toko Nurindo dan toko Printmate . Dan
baku yang harus disediakan sebagai bahan dikarenakan pelanggan yang berada di daerah
pertimbangan untuk menentukan jumlah persediaan Bandung dan luar daerah Bandung, maka diperlukan
untuk produksi dan bagian produksi kesulitan dalam sistem yang berbasis web untuk memudahkan para
menjadwalkan pendistribusian produk ke setiap pelanggan untuk memesan produk.
pelanggan yang telah melakukan pemesanan produk. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak
Tujuannya adalah memudahkan bagian Agi selaku Bagian Gudang di CV Samijaya,
gudang dalam menentukan bahan baku yang harus menyatakan bahwa saat ini kegiatan yang terdapat di
disediakan sebagai bahan pertimbangan untuk hulu yang dilakukan perusahaan yaitu melakukan
menentukan jumlah persediaan untuk produksi dan pengadaan bahan baku kepada supplier untuk
memudahkan bagian produksi dalam menjadwalkan memenuhi kebutuhan produk yang dipesan oleh
pendistribusian produk ke setiap pelanggan yang pelanggan. permintaan jumlah produk dari pelanggan
telah melakukan pemesanan produk. Strategi supply yang tidak pasti menyebabkan proses pengadaan
Chain yang digunakan adalah pull supply Chain, bahan baku dilakukan terkadang tidak dihitung dan
karena didasarkan pada kesesuaian dari rantai pasok diperkirakan dengan benar sehingga bisa menyulitkan
yang terjadi di perusahaan saat ini yaitu bagian gudang dalam menentukan bahan baku ke
menggunakan strategi make-to-order. Sistem rantai supplier. jika ada kesalahan dalam perhitungan
pasok ini dibangun dari bagian hulu (upstream) pengadaan bahan baku bisa mengakibatkan
sampai bagian hilir (downstream). Metode peramalan kekosongan atau kelebihan persediaan bahan baku di
kebutuhan bahan baku yang digunakan adalah single gudang yang berdampak bisa menghambat proses
exponenstial smoothing. Perhitungan prediksi produksi.
ketersedian bahan baku di gudang menggunakan Selain itu, berdasarkan hasil wawancara dengan
metode pengamanan persediaan (Safety Stock). Bapak Arifin selaku Bagian Produksi, menyatakan
Berdasarkan hasil pengujian blackbox dan bahwa kegiatan yang berada di hilir yaitu
beta, dapat disimpulkan bahwa sistem ini telah pendistribusian produk ke pelanggan. Pendistribusian
membantu bagian gudang dalam menentukan jumlah produk dilakukan setiap hari kerja, produk biasanya
kebutuhan bahan baku yang harus dipesan ke supplier diditribusikan ke beberapa daerah di kota Bandung
utnuk memenuhi kebutuhan proses produksi dan dan luar kota Bandung. Keterlambatan dalam
mempermudah bagian produksi dalam menjadwalkan menerima bahan baku dapat menyebabkan
pendistribusian produk ke setiap pelanggan. perencanaan produksi dan proses produksi tidak
berjalan dengan lancar, sehingga bagian produksi
Kata Kunci : Supply Chain Management, single kesulitan dalam menentukan jadwal pendistribusian
exponential smoothing, Safety Stock, pull supply produk ke pelanggan.
chain, make-to-order
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah
1. PENDAHULUAN disampaikan, maka permasalahan yang terjadi di CV.
CV. Samijaya merupakan salah satu Samijaya adalah bagaimana membangun sistem
perusahaan industri yang bergerak dibidang Supply Chain Management (SCM).
percetakan. Perusahaan ini melayani digital printing, Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah
spanduk, cutting sticker, print akrilik kaca dan kayu. :
CV. Samijaya memiliki banyak pelanggan yang 1. Memudahkan Bagian Gudang dalam
tersebar di daerah Bandung dan diluar daerah menentukan bahan baku yang harus
disediakan sebagai bahan pertimbangan
untuk menentukan jumlah persediaan untuk
produksi..
2. Memudahkan Bagian Produksi dalam
menjadwalkan pendistribusian produk ke
setiap pelanggan yang telah melakukan
pemesanan produk.

2. ISI PENELITIAN
Gambar 2.1 Proses Supply Chain
Managemnet
2.1 Pengertian Sistem Informasi
Menurut Yakub “Sistem adalah suatu jaringan
Gambar 2.1 menunjukkan bahwa supply
kerja dari prosedur-prosedur yang berhubungan,
chain management adalah koordinasi dari material,
terkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu
informasi dan finansial diantara perusahaan yang
kegiatan atau tujuan tertentu.”[1]
berpartisipasi.
Sedangkan menurut Jogiyanto HM “Sistem
1. Pertama adalah aliran barang yang mengalir dari
adalah sekumpulan dari elemen–elemen yang
hulu (upstream) ke hilir (downstream).
berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.”[2]
2. Kedua adalah aliran uang dan sejenisnya yang
Sedangkan menurut Kusrini dan Andri Koniyo
mengalir dari hilir ke hulu.
“Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi
3. Ketiga adalah aliran informasi yang bisa terjadi
sebuah bentuk berarti bagi pengguna, yang
dari hulu ke hilir ataupun sebaliknya.
bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini
atau mendukung sumber informasi.” [3]
Berdasarkan definisi Yakub, Jogiyanto, 2.2.1 Komponen Supply Chain Management
Supply Chain Management memiliki 3
Kusrini dan Andri Koniyo penulis menyimpulkan
komponen utama yang mendukung berjalannya suatu
sistem informasi adalah rangkaian aktifitas
proses bisnis sebagai berikut [5]:
mengumpulkan, memproses, menyimpan,
menganalisis, dan menyebarkan informasi kepada
pemakai untuk tujuan tertentu. 1. Upstream Supply Chain
Bagian dari Upstream (hulu), keseluruhan
kegiatan perusahaan manufaktur dengan
2.2 Supply Chain Management
pendistribusiannya atau hubungan distributor dapat
Supply Chain (rantai pengadaan) adalah
diperluas menjadi kepada beberapa tingkatan.
suatu sistem tempat organisasi menyalurkan barang
Kegiatan utama dalam Upstream Supply Chain ini
produksi dan jasanya kepada para pelanggannya.
adalah pengadaan barang.
Rantai ini juga merupakan jaringan atau jejaring dari
berbagai organisasi yang saling berhubungan yang 2. Internal Supply Chain
Bagian dari Internal Supply Chain ini
mempunyai tujuan yang sama, yaitu sebaik mungkin
merupakan proses pengiriman barang ke gudang.
menyelenggarakan pengadaan atau penyaluran
Kegiatan utama dalam Internal Supply Chain adalah
barang tersebut. [4]
manajemen produksi, pabrikasi, dan pengendalian
Sedangkan menurut I Nyoman Pujawan dan
persediaan
Mahendrawati “Supply Chain Management (SCM)
adalah metode atau pendekatan integratif mengelola 3. Downstream Supply Chain
Downstream (hilir) supply chain meliputi
aliran produk, informasi, dan uang secara terintegrasi
semua aktivitas yang melibatkan pengiriman produk
yang melibatkan pihak-pihak mulai dari hulu ke hilir
kepada pelanggan akhir. Di dalam downstream
yang terdiri dari supplier, pabrik, jaringan distribusi
supply chain, perhatian diarahkan pada distribusi,
maupun jasa-jasa logistik.” [5]
pergudangan transportasi dan after-sale service.
Menurut I Nyoman dan Mahendrawati pada
supply chain biasanya ada 3 macam aliran yang harus
dikelola. Tiga macam aliran yang harus dikelola pad 2.2.2 Area Cakupan Supply Chain Management
SCM memiliki prinsip penting yakni SCM
a supply chain adalah sebagai berikut: [5]
bersifat transparansi informasi dan adanya kolaborasi
antara fungsi internal yang ada diperusahaan ataupun
yang ada pada pihak-pihak yang ada diluar
perusahaan yang berada pada lingkup supply Chain.
Apabila mengacu pada sebuah perusahaan
manufaktur, kegiatan-kegiatan utama yang masuk
dalam klasifikasi SCM adalah [5]:
1. Kegiatan merancang produk baru (Product
Development)
2. Kegiatan mendapatkan bahan baku
(proceurement, purchasing, control)
3. Kegiatan merencanakan produksi dan tersebut tidak mencukupi karena sering meloncatnya
persediaan (planning & control) persediaan hasil produksi perusahaan atau barang
4. Kegiatan melakukan produksi (production) persediaan tersebut mengalami kerusakan dan tidak
5. Kegiatan melakukan pengiriman / distribusi memenuhi standar untuk memenuhi permintaan
(distribution) konsumen. Rumus persediaan pengaman (safety
Kelima klasifikasi tersebut biasanya tercermin dalam stock) dapat dihitung dengan Persamaan 2.1.
bentuk pembagian department atau divisi dengan Safety Stock = Pemakaian Rata-Rata Periode
kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan. Bentuk Sebelumnya x Lead Time (2.1) Dimana :
pembagian dan kegiatan yang biasanya ada pada Lead Time = waktu tunggu [8].
perusahaan manufaktur dapat dilihat pada tabel 1 [5].

Tabel 2.1 Lima Bagian Utama Area Cakupan 2.3 Peramalan


SCM Peramalan adalah pemikiran terhadap suatu
besaran, misalnya permintaan terhadap satu atau
beberapa produk pada periode yang akan datang
Bagian Cakupan Kegiatan
Pada hakekatnya peramalan hanya merupakan suatu
Pengembangan Melakukan riset pasar, perkiraan (guess), tetapi dengan menggunakan
produk merancang produk baru, teknik-teknik tertentu, maka peramalan menjadi lebih
melibatkan supplier dalam dari sekedar perkiraan. Peramalan dapat dikatakan
perancangan produk baru sebagai perkiraan yang ilmiah (educated guess).
Pengadaan Memilih supplier, mengavaluasi Setiap pengambilan keputusan yang menyangkut
kinerja supplier, melakukan keadaan di masa yang akan datang, maka pasti ada
pembelian bahan baku dan peramalan yang melandasi pengambilan keputusan
komponen, memonitor supply tersebut. Jika dilihat dari segi waktu, tujuan
risk, membina dan memelihara peramalan bisa dilihat sebagai berikut:
hubungan dengan supplier a. Jangka Pendek (Short Term)
Perencanaan dan Demand planning, peramalan Menentukan kuantitas dan waktu dari item dijadikan
Pengendalian permintaan, perencanaan produksi. Biasanya bersifat harian ataupun mingguan
kapasitas, perancanaan produksi dan ditentukan oleh Low Management.
dan persediaan b. Jangka Menengah (Small Term)
Operasi / Produksi Eksekusi produksi, Menentukan kuantitas dan waktu dari kapasitas
pengendalian kualitas produksi. Biasanya bersifat bulanan ataupun kuartal
dan ditentukan oleh Middle Management.
Pengiriman / Perencanaan jaringan distribusi,
c. Jangka Panjang (Long Term)
Distribusi penjadwalan pengiriman,
Ada beberapa macam tipe peramalan yang
mencari dan memelihara
digunakan. Tipe peramalan yang digunakan antara
hubungan dengan perusahaan
lain sebagai berikut[8]:
jasa pengiriman, memonitor
1. Times Series Model
service level di tiap pusat
Metode time series adalah metode peramalan
distribusi
secara kuantitatif dengan menggunakan waktu
sebagai dasar peramalan.
2. Casual Model
2.2.3 Persediaan Pengamanan (Safety Stock) Metode peramalan yang menggunakan hubungan
Pesanan suatu barang sampai barang tersebut sebab-akibat sebagai asumsi, yaitu bahwa apa
itu datang diperlukan jangka waktu yang bervariasi yang terjadi di masa lalu akan terulang pada saat
dari beberapa jam sampai bulan. Perbedaan waktu ini.
antara saat memesan sampai barang tersebut datang
3. Judgemental Model
dikenal dengan istilah waktu tenggang (Lead Time). Bila time series dan causal model bertumpu pada
Waktu tenggang dipengaruhi oleh ketersediaan kuantitatif, pada judgemental mencakup untuk
barang yang dipesan dan jarak lokasi antara pemesan memasukkan faktor-faktor kuantitatif/ subjektif
dan penyedia barang. Waktu tenggang yang tidak ke dalam metode peramalan. Secara khusus
menentu mengakibatkan terjadinya kekurangan berguna bilamana faktor-faktor subjektif yang
barang misalnya disebabkan penggunaan barang yang diharapkan menjadi sangat penting bilamana data
lebih besar dari perkiraan sebelumnya, maka dari itu kuantitatif yang akurat sudah diperoleh.
dibutuhkan suatu persediaaan pengaman (safety
stock). Apabila Safety Stock ditetapkan terlalu rendah,
2.3.1 Single Exponential Smoothing
persediaan akan habis sebelum persediaan pengganti Peramalan berdasarkan metode penghalusan
diterima sehingga produksi dapat terganggu atau eksponensial (exponential smoothing) pada umumnya
permintaan costumer tidak dapat dipenuhi. digunakan untuk memperkirakan penjualan produk-
Perencanaan persediaan produk baku yang telah produk secara individu. Metode ini sering dianggap
diperhitungkan namun sering persediaan produk baku
lebih baik dari kedua metode sebelumnya yaitu variasi permintaan dari waktu ke waktu tidak terlalu
simple average dan single moving average karena besar. Di lapangan banyak kasus dimana permintaan
kemampuannya menggunakan data masa lalu dengan atau kebutuhan suatu item relatif tetap dari waktu ke
pemberian bobot berdasarkan kekinian data. Data waktu. [9]
yang lebih kini diberi bobot lebih besar dibandingkan
dengan data sebelumnya. Asumsi ialah data yang Model EOQ bisaa digunakan untuk
lebih kini selalu mempunyai pengaruh yang lebih menentukan kuantitas pesanan persediaan yang
kuat terhadap hasil peramalan dibandingkan dengan meminimumkan biaya langsung penyimpanan
data yang lebih usang [8]. persediaan dan biaya kebalikannya (inverse cost)
Rumus untuk single exponential smoothing pemesanan persediaan. [16]
dapat dilihat pada persamaan 2.4. Rumusan EOQ yang bisa digunakan adalah :
Fn+1 = αXn + (1 – α)Fn
(2.4) EOQ =
dimana :
Fn+1 = hasil peramalan pada (2.9)
periode n + 1
Fn = hasil peramalan untuk Keterangan :
periode sebelumnya D : Penggunaan atau permintaan yang diperkirakan
α = konstanta penghalusan per periode waktu
di mana 0 ≤ α ≤ 1 S : Biaya Pemesanan (persiapan pesanan) per
Xn = nilai sebenarnya untuk pesanan.
periode sebelumnya H : Biaya penyimpanan per unit per tahun

2.3.2 Mean Squared Error (MSE) Berikut ini adalah cara menentukan jumlah
Mean Squared Error (MSE) yaitu rata-rata pemesanan yang diperkirakan selama tahun (N) dan
dari kesalahan forecasting dikuadratkan dan dapat waktu antara pesanan yang diperkirakan (T), yang
dilihat pada persamaan 2.6. dapat dilihat antara lain :
Jumlah pesanan yang diperkirakan = N =
= (2.10)
(2.6) Waktu antara pesanan yang diperkirakan = T =
Keterangan: (2.11)
MSE = nilai mean squeres error
= Data aktual pada periode t 2.5 Analisis Masalah
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di CV.
= Data Ramalan dari model yang digunakan
Smijaya terdapat beberapa masalah internal yang
pada periode t
terjadi yakni
= Banyak data hasil ramalan
1. Bagian Gudang kesulitan dalam
menentukan bahan baku yang harus
2.4 EOQ (Economic Order Quantity) disediakan sebagai bahan pertimbangan
EOQ (Economic Order Quantity) adalah suatu untuk menentukan jumlah persediaan untuk
model sederhana yang bisa digunakan untuk produksi.
menentukan ukuran pesanan yang ekonomis. Model 2. Bagian Produksi kesulitan dalam
ini mempertimbangkan dua ongkos persediaan yakni menjadwalkan pendistribusian produk ke
ongkos pesan dan ongkos simpan. Ongkos pesan setiap pelanggan yang telah melakukan
yang dimaksud adalah ongkos-ongkos tetap yang pemesanan produk.
keluar setiap kali pemesanan dilakukan dan tidak
tergantung pada ukuran atau volume
2.6 Analisis Supply Chain Managemen(SCM) di
pesanan.Sedangkan ongkos simpan adalah ongkos
CV. Samijaya
yang terjadi akibat perusahaan menyimpan barang
Analisis supply chain dilakukan untuk
tersebut selama satu periode tertentu. Metode EOQ
menggambarkan proses supply chain management
dibuat dengan sejumlah asumsi. Artinya, model ini
yang akan dibangun di CV. Adapun analisis supply
hanya bisa digunakan dengan cukup baik apabila
chain di CV. Samijaya dapat dilihat pada Gambar
sejumlah asumsi tersebut dipenuhi atau setidaknya
2.1.
mendekati.
Asumsi pertama adalah permintaan terhadap
suatu item bersifat kontinyu dengan tingkat yang
seragam. Artinya, item tersebut dibutuhkan dengan
jumlah yang sama dari waktu ke waktu. Dalam
kenyataannya, asumsi ini tidak pernah terpenuhi
namun model ini tetap cukup baik digunakan asalkan
a. Perhitungan persediaan bahan baku pewarna
Analisis Peramalan Penjualan
Produk dengan Metode Single CMYK. Nilai Z= 95% dengan bentuk
Exponential Smoothing invers=1,645
Sd= 10500 gram (Sd= pemakaian
bahan baku pewarna CMYK
sebelumnya)
l = 5 hari (l = Lead time Waktu
Analisis Monitoring Persediaan tunggu kedatangan bahan baku)
Bahan Baku dengan Metode
Safety Stock
Sdl =
Sdl =
Sdl = 23478.71376

Safety Stock = Z x Sdl


Analisis Pengadaan Bahan Baku
Dengan Metode EOQ Safety Stock = 1,645 x 23478.71376
Safety Stock= 38622.48414 gram
(dalam bulan)
Safety Stock= 38622.48414 /30=
1287.416138 gram (dalam hari)
Analisis Pengiriman (distribusi)
Produk
Jadi Safety stock atau persediaan cadangan
bahan baku pewarna CMYK yang harus tersedia
untuk bulan juli 2016 digudang bahan baku sebesar
1287.416138 gram setiap harinya.
Gambar 2.2 Supply Chain Management di CV.
b. Perhitungan persediaan bahan baku frontile
Samijaya
glossy. Dengan nilai Z= 95% dengan bentuk
normal invers = 1,645
2.7 Analisis Peramalan Penjualan Produk
Dalam meramalkan penjualan produk, ada Sd= 11200 gram Sd= Pemakaian
beberapa tahapan yang harus dilakukan, yaitu seperti bahan baku kain bulan sebelumnya
berikut : l= 5 hari l=Lead Time
1. Menyiapkan data penjualan dari periode (waktu tunggu kedatangan bahan baku)
sebelumnya untuk diolah sebagai data
masukan. Sdl =
2. Menghitung nilai ramalan pada data Sdl = 11200
penjualan dengan menggunakan metode atau Sdl = 25043.96135
teknik Single Moving Average, Weight Safety Stock = Z x Sdl
Moving Average dan Single Exponential Safety Stock = 1,645 x 25043.96135
Smoothing. Safety Stock = 41197.31642 gram
3. Mencari nilai MSE dari ketiga teknik (dalam bulan)
peramalan diatas untuk mengetahui hasil Safety Stock = 41197.31642 / 30 =
terkecil. 1373.243881 gram (dalam hari)
4. Nilai MSE terkecil dari ketiga metode Jadi Safety Stock atau persediaan cadangan
tersebut yang akan digunakan sebagai hasil bahan baku frontile glossy yang harus tersedia untuk
peramalan untuk periode berikutnya. bulan juli 2016 di gudang bahan baku sebesar
1373.243881 gram setiap harinya.
2.8 Analisis Monitoring Persediaan Bahan Tabel 2.2 Monitoring persediaan bahan baku
Baku produk spanduk
Setelah melakukan peramalan, bagian produksi Jenis Stok Bahan Safety Stok Status
melakukan monitoring persediaan yang bertujuan Bahan Baku
untuk memantau dan mengendalikan persediaan Baku
produk dan bahan baku yang ada di gudang. Proses Pewarn 45761.2311 38622.4841 Persediaa
monitoring pengendalian persediaan yaitu dengan a 4 4 n Aman
melihat data histori persediaan setiap bulannya. CMYK
Fungsi monitoring agar menghindari terjadinya Frontil 21896.1154 41197.3164 Persediaa
kekurangan atau kekosongan bahan baku yang ada di e 3 2 n Tidak
CV. Samijaya. glossy Aman
2.9 Analisis Pengadaan Bahan Baku Relationship Diagram (ERD). ERD adalah model
data yang dibangun menggunakan beberapa notasi
Berdasarkan monitoring persediaan bahan untuk menggambarkan data dalam konteks entitas
baku pada Tabel 2.2 apabila status tidak aman, dan hubungan yang dideskripsikan oleh data tersebut.
maka perusahaan harus melakukan pengadaan bahan Adapun diagram tersebut digambarkan pada Gambar
baku untuk produk spanduk. maka jumlah bahan 2.3.
baku yang harus dipesan ke supplier dapat dilihat Id_produksi Produksi N memiliki memiliki N Peramalan 1 memiliki

1
pada Tabel 2.3. 1
Id_peamalan N

Gudang 1 memiliki N Produk


Id_produk

Tabel 2.3 Jumlah Bahan baku Yang Harus 1 Detail_peramalan

Dipesan Id_gudang N

kirim memiliki Id_detalPeram


Detail_produk Detail_pemesanan alan

Jumlah N Id_bahanBaku N Id_pemesanan


N
Id_pegawai

Nama Bahan
Stock Safety Id_pembelian Pembelian N Detail_pembelian N Bahan_baku Pemesanan
Bahan Qty Baku
Yang Ada Stock Id_pelanggan
pegawai

Baku Yang N N

Dipesan melakukan memiliki 1 Pelanggan 1 melakukan


1

Pewar 340 38622.484 1 1 Id_user


45761.231
na gra 14 gram -
14 gram Id_supplier Supplier 1 memiliki 1 User 1 memiliki

cmyk m
Frontil 260 41197.316
21896.115 5692.990 Gambar 2.3 Entity Relationship Diagram (ERD)
e gra 42 gram
43 gram 01 Sistem Informasi Supply Chain Management di
glossy m
CV. Samijaya

2.10 Analisis Pengiriman (Distribusi) Produk


Analisis distribusi ini dilakukan berdasarkan 2.12 Diagram Konteks
adanya proses distribusi atau proses pengiriman yang Diagram konteks merupakan suatu model
terdapat pada supply chain. Pendistribusian yang untuk menjelaskan secara global bagaimana data
terjadi dalam lingkupan supply chain ini berupa digunakan dan ditransformasikan untuk proses atau
kegiatan – kegiatan yang terdiri dari kegiatan menggambarkan aliran data ke dalam dan keluar
monitoring pada status pengiriman yang berfungsi sistem. Diagram konteks pada sistem dapat dilihat
untuk mengetahui status dari pengiriman yang telah pada Gambar 2.4.
dilakukan dan mengetahui apakah Produk telah
Supplier Pimpinan Bag. Produksi Pemesanan

sampai kepada pelanggan atau masih dalam proses Info Login


Info Lupa Password Data Login

pengiriman. Kegiatan penjadwalan terhadap Data Login Info Produk Data Lupa Password
Data Login Info Login Data Lupa Password Info Komposisi Produk Data Produk Data Login
Data Lupa Password Info Lupa Password Info Login
Info Login Data Laporan Info Pemantauan Produksi Data Komposisi Produk Data Lupa Password
Data bahan aku Info pembelian Bahan Baku Info Lupa Password
Info Lupa Password Data pembelian Bahan Baku Info Peramalan Kebutuhan Bahan Baku Data Pemantauan Produksi Data Pemesanan Produk
Data Pengiriman bahan baku Info Pelanggan
Info bahan baku Info Bahan Baku Data Peramalan Kebutuhan Bahan Baku Data pelanggan
Info Produk

pengiriman dilakukan kepada pelanggan dengan Info Pengiriman bahan baku Info Pemesanan Data Bahan Baku Data Produk
Info Pemesanan Produk

jadwal yang sudah disepakati satu sama lain, Sistem Informasi Supply
Chain Management (SCM)
Di CV.Samijaya

penjadwalan pengiriman bisa ditentukan dengan


Info Login

melihat estimasi pengerjaan dalam setiap pesanan Info Lupa Password


Info Bahan Baku
Info Pengajuan Bahan Baku
Info Penerimaan Bahan Baku
Data Login
Data Lupa Password
Data Bahan Baku
Info Penerimaan Produk

yang diproduksi, biasanya perusahaan akan langsung


Data Pengajuan Bahan Baku Info Login Data Login
Info Pengeluaran Bahan Baku Data Penerimaan Bahan Baku Info Lupa Password Data Lupa Password
Info Pengeluran Produk Data Penerimaan Produk Info Pelanggan Data Login
Info Login Data Konfirmasi
Info Produk Data Pengeluaran Bahan Baku Info Detail Pelanggan Data Pelanggan
Info Lupa Password Data Pemberitahuan
Info Peramalan Kebutuhan Bahan Baku Data Pengeluran Produk Info Produk Data Detail Pelanggan
Info Konfirmasi
Info Pemesanan Bahan Baku Data Lupa Password

mengirimkan produk yang telah dipesan oleh


Data Pemesanan Bahan Baku Info Pemesanan Produk Info Pemberitahuan
Info Pemberitahuan Data Pemberitahuan Info Pengiriman Produk Data Pemesanan Produk
Info Pemberitahuan

pelanggan, kemudian perusahaan menentukan Bag. Gudang Pelanggan Administrasi

kendaraan yang akan digunakan pada saat


pengiriman. Gambar 2.4 Diagram Konteks suply chain
management di CV. Samijaya

2.11 Analisi Basis Data 2.13 DFD Level 1


Data Flow Diagram menunjukan bagaimana
Analisis basis data pada sistem informasi aliran data menguraikan proses-proses yang terjadi
supply chain management di CV. Surya Nedika dalam sistem sampai proses lebih detail. Pada
Isabella yang akan dibangun menggunakan Entity diagram konteks seperti Gambar 2.4 dapat diuraikan
Relationship Diagram (ERD). ERD adalah model menjadi beberapa DFD.
data yang dibangun menggunakan beberapa notasi DFD Level 1 Sistem Informasi Supply Chain
untuk menggambarkan data dalam konteks entitas Management CV. Samijaya pada Gambar 2.5
dan hubungan yang dideskripsikan oleh data tersebut. menjelaskan secara umum proses apa saja yang dapat
Adapun diagram tersebut digambarkan pada Gambar dilakukan pada sistem informasi supply chain
2.3. management.
Analisis basis data pada sistem informasi
supply chain management di CV. Surya Nedika
Isabella yang akan dibangun menggunakan Entity
InfoInfo Login
Login

Data Login
Data Login
Data Login
Data Login

Info Login
Info Login 1
Data User
Data User

mengetahui sistem informasi yang dibuat telah


Info Login Login

memenuhi kinerja sesuai dengan tujuan perancangan.


Data Login
Info Login
Data Login
Info Login
Data Login

Data Login
Data Lupa Password Data User
Info Lupa Password Data User

Pengujian yang dipergunakan untuk menguji


Data Lupa Password
Info Lupa Password
Data Lupa Password
Info Lupa Password
Data Lupa Password
Info Lupa Password
Data Lupa Password
Info Lupa Password
Pimpinan users
Info Login
sistem yang baru adalah metode pengujian black box.
Pengujian black box terfokus pada pengujian
2
Data Lupa Password
Info Lupa Password
Lupa Password
persyaratan fungsional sistem informasi.
Data produk
Data pembelian

Data bahan baku


Data Pelanggan
Data pembelian Rencana pengujian yang akan dilakukan
3
Pengolahan
Persediaan
adalah dengan cara menguji sistem yang dibangun
secara Black Box dan beta. Pengujian pembangunan
Sekretaris
Bahab baku pembelian

sistem informasi distribusi porduk di PT. Sherish


Cipta Interindo menggunakan data uji berdasarkan
Kepala Produksi
data yang diberikan dari beberapa data yang telah
Data Karyawan
Data Karyawan
diberikan.
Data bahan baku
Info bahan baku
Data bahan baku 4
Info bahan baku
Pengolahan Data Pemesanan
Pembelian

Bag. Gudang
2.16 Pengujian Black Box
Pengujian sistem merupakan hal terpenting
yang bertujuan untuk menemukan kesalahan-
Data Bahan Baku

Data produk

Data Bahan Baku


Info Bahan Baku

Info produk 5
Pengolahan
Produksi dan
Data Bahan Baku
Data Bahan Baku

Detail _produk
Data Produk
Data Produk

produk
kesalahan atau kekurangan-kekurangan pada sistem
Info Bahan Baku
Data Produk
Info Produk
Distribusi

informasi yang diuji. Pengujian bermaksud untuk


Data Produk
mengetahui sistem informasi yang dibuat telah
Bag. Produksi
Data Pengeluaran Bahan Baku

Data Penerimaan Produk


Info Pengeluaran Bahan Baku

Info Penerimaan Produk


memenuhi kinerja sesuai dengan tujuan perancangan.
Pengujian yang dipergunakan untuk menguji
Data Pengeluaran Produk
Info Pengeluaran Produk Data Bahan Baku

sistem yang baru adalah metode pengujian black box.


Pengolahan pelanggan
pemesanan
Data Pengeluaran Produk
Data Pengeluaran Produk
Bag. Umum Data Penerimaan Produk
Data Penerimaan
DataProduk
Supplier

Pengujian black box terfokus pada pengujian


persyaratan fungsional sistem informasi.
Data pemesanan
Data pelanggan

Data produk
Info produk Data Bahan Baku
Info pemesanan

Bag. Pemesanan
Data pemesanan 7
Laporan
Data Produk
Data pemesanan
2.17 Pengujian Beta
Pengujian beta merupakan pengujian yang
Administrasi
dilakukan secara objektif dimana diuji secara
langsung ke lapangan yaitu perusahaan yang
berkaitan mengenai kepuasan pengguna dengan
Gambar 2.5 DFD level 1 CV.Samijaya
kandungan poin yaitu pemenuhan kebutuhan tujuan
awal dan tampilan antarmuka dari sistem informasi
2.14 Tabel Relasi
Menggambarkan keterhubungan tabel dalam Supply Chain Management tersebut. Pengujian beta
system secara terperinci atau jelas, maka dilakukan melalui sebuah tehnik pengambilan data ,
digunakannya table relasi. Tabel relasi akan yaitu melalui wawancara.
dijelaskan pada gambar 2.6. Wawancara dilakukan terhadap pengujian
beta untuk halaman dari setiap pengguna terdiri dari
Bahan_baku Detail_pemasok pimpinan, bagian produksi, bagian gudang, dan
PK id_bahan_baku FK id_pengadaan

Detail_pemesanan
kode_bahan_baku
nama_bahan_baku
stok
FK id_bahan_baku
jumlah_pengadaan
satuan_pengadaan
bagian pemesanan. Pengujian yang dilakukan pada
PK id_detail_pemesanan
FK
FK
id_pemesanan
id_produk
min_stock FK id_warna
pengujian beta adalah pengujian perangkat lunak
jumlah_pemesanan
jumlah_diterima
tanggal_pengiriman
tanggal_penerimaan Pemesanan produk
PK id_user
User
secara langsung di lingkungan perusahaan atau
nama

Pelanggan
PK id_pemesanan_produk
id_pelanggan
jabatan
level Supplier
tempat penelitian yakni CV. Samijaya. Hal ini
FK id_konsumen email
PK id_konsumen
nama
alamat
FK no_polisi,
tanggal_pemesanan
username
password
status
PK id_supplier
nama
alamat
dilakukan dengan tujuan mengetahui apakah
status_Pengiriman
kontak_konsumen
email
FK id_supplier kontak_supplier
email
username
perangkat lunak yang dibangun dapat memberikan
Kendaraan
PK no_polisi
jenis_kendaraan
password
solusi dari beberapa permasalahan yang dihadapi oleh
kapasitas_kendaraan
supir
status
PK
Peramalan
id_peramalan
perusahan.
Komposisi_produk FK id_produk
nama_peramalan
PK id_komposisi_produk
tanggal_peramalan
jumlah_bahan_baku
data_aktual
Produk FK id_bahanbaku
tanggal
FK id_produk
PK id_produk
kode_produk
nama_produk
harga
FK
hasil
jumlah_produk
id_bom
3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari semua
Gambar 2.6 Tabel Relasi
proses yang telah dilakukan dalam membangun
sistem informasi ini adalah sebagai berikut :
1. Sistem Informasi yang dibangun ini dapat
2.15 Pengujian Sistem
mempermudah Bagian Gudang dalam
Pengujian sistem merupakan hal terpenting
menentukan bahan baku yang harus
yang bertujuan untuk menemukan kesalahan-
disediakan sebagai bahan pertimbangan
kesalahan atau kekurangan-kekurangan pada sistem
untuk menentukan jumlah persediaan untuk
informasi yang diuji. Pengujian bermaksud untuk
produksi.
2. Sistem Informasi yang dibangun ini dapat Kanban.Jurusan Teknik Industri, Universitas
mempermudah Bagian Produksi dalam Brawijaya ,Malang.
menjadwalkan pendistribusian produk ke [10] Janner Simarmata,”Rekayasa Perangkat
setiap pelanggan yang telah melakukan Lunak”, Medan, AndiOFSET, 2009, pp.303-
pemesanan produk. 304.
3.2 Saran

Pembangunan Supply Chain Management di


CV. Samijaya ini masih dapat dikembangkan lebih
lanjut lagi dengan spesifikasi sistem yang lebih tinggi
dan kinerja yang lebih baik lagi.
Berikut beberapa saran yang dapat digunakan
untuk pengembangan terhadap penelitian ini :
:
1. Berdasarkan hasil wawancara tampilan
antarmuka pada penelitian selanjutnya
diharapkan lebih menarik lagi untuk
pengguna sistem pemasaran.
2. Pengintegrasian dengan sistem keuangan
yang sudah berjalan dengan pengelolaan
data anggaran yang ada pada sistem rantai
pasok yang telah dibangun.
3. Perlu adanya pengembangan dan
pemeliharaan yang lebih baik lagi terhadap
sistem yang telah dibangun, sehingga sistem
dapat dipergunakan sesuai dengan
kebutuhan di masa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Yakub. (2012). Pengantar Sistem Informasi.


Yogyakarta: Graha Ilmu.
[2] Jogiyanto. (1989). Analisis dan Desain
Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi.
[3] Kusrini, Andri Kriyono. Membangun Sistem
Informasi Akutansi. Yogyakarta: CV Andi
Offset.
[4] Indrajit, Richardus Eko,. Djokopranoto,
Richardus. (2002). Konsep Manajemen
Supply Chain : Cara Baru Memandang
Mata Rantai Penyediaan Barang. Jakarta:
PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.
[5] Pujawan, I Nyoman. (2005). Supply Chain
Management. Surabaya: Guna Wijaya.
[6] Sunarfrihantono, Bimo. (2002). PHP Dan
MySQL Untuk Web. Yogyakarta: Andi
Yogyakarta.
[7] Kristanto, Andri, 2008, Perancangan Sistem
Informasi dan Aplikasinya, edisi revisi,
Yogyakarta: Gava Media.
[8] Makridakis, Spyros., Wheelwright. Steven
C., McGee, Victor E. (1999). Metode Dan
Aplikasi Peramalan Jilid 1. Jakarta:
Binarupa Aksara.
[9] Mahardika,dkk. (2012) . Analisis
Pengendalian Persediaan Bahan Baku
dengan Pendekatan Metode Economic
Order Quantity (EOQ) dan Metode