You are on page 1of 4

BATERAI MASA DEPAN

Oleh : Eva Julianti

Berbagai jenis energi listrik alternatif telah berkembang diantaranya pemanfaatan energi
listrik dari sel surya. Namun, permasalahan lain muncul bagi masyarakat ekonomi menengah
kebawah. Tidak semua lapisan masyarakat dapat menikmati energi surya ini karena biaya yang
harus dikeluarkan untuk memperolehnya juga tidak sedikit. Keadaan ini tentu saja harus diatasi,
mengingat saat ini hampir semua peralatan menggunakan listrik sebagai sumber energinya.

Bio-baterai adalah salah satu alternatif sekaligus solusi untuk keterbatasan penggunaan
energi listrik saat ini. Dalam bio-baterai, terdapat bagian yang harus diperhatikan yaitu pasta. Pasta
menunjukkan daya tahan sebuah baterai. Permasalahan yang harus diatasi dalam pembuatan bio-
baterai adalah bagaimana membuat pasta untuk sebuah baterai dengan daya tahan yang optimum.

Sebelumnya penelitian telah dilakukan pada proses pembuatan bio-baterai dari bahan baku
seperti kulit pisang, kulit nanas, dan kulit kentang untuk mengatasi permasalahan ini #5. Bio-
baterai tersebut menginspirasi pembuatan biobaterai dari bahan baku lain seperti kulit pepaya,
penelitian ini dilakukan karena mendapatkan inspirasi tentang pemanfaatan limbah kulit buah
ketika buah pepaya sedang diolah menjadi bumbu masak#4. Bio-baterai ini berhasil menyalakan
sebuah remote kontrol televisi dan jam dinding. Ketika baterai tesebut dijatuhkan, nilai tegangan
yang dihasilkan tidak terpengaruh oleh perubahan gaya yang secara tiba-tiba. Sehingga, para
peneliti membuat desain bio-baterai dari limbah kulit pepaya sama dengan model baterai
konvensional.

Pada bio-baterai kulit pepaya, anoda selnya terbuat dari wadah seng yang bersentuhan
dengan mangan dioksida (MnO2) dan sebuah elektrolit natrium klorida (NaCl)#3. Umumnya
pembuatan baterai menggunakan campuran pati/kanji sebagai pengental (pembentuk pasta) akan
tetapi penambahan kanji tidak menghasilkan daya tahan yang optimum dikarenakan kanji
megalami pengeringan sehingga ion-ion dalam baterai tidak bergerak dan tidak mengalirkan
listrik#2.

Sebatang karbon berfungsi sebagai katoda, yang direndam dalam elektroda ini pada bagian
tengah dari sel#1. Reaksi sel nya ialah :
Anoda : Zn(S) Zn2+(aq) + 2e-

Katoda : 2Na+((aq) + MnO2(s) + 4H+ + 2e- 2Na(s) + Mn2+(aq) + 2H2O(l)

Keseluruhan : Zn(S) + 2Na+ + MnO2 + 4H+ Zn2+(aq) + 2Na(s) + Mn2+(aq) + 2H2O(l)

Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan, voltase yang dihasilkan dari bio-baterai kulit
pepaya yaitu 1,2 V dengan perbandingan garam NaCl terhadap kulit pepaya yaitu ( 1:5 ). Hal
ini menarik untuk dikaji lebih lanjut karena voltase baterai pada umumnya yaitu 1,5 V. Melalui uji
coba sederhana tersebut, penulis berkesimpulan bahwa kulit pepaya dapat dijadikan sebagai bahan
baku alternatif pembuatan bio-baterai.

Bio-baterai dari kulit pepaya memiliki keunggulan yaitu bahan baku mudah diperoleh,
ramah lingkungan, dan bernilai ekonomis. Tahapan pembuatan bio-baterai dari kulit pepaya
diawali dari tahap preparasi kulit pepaya, tahap pembuatan pasta hingga uji aplikasi bio-baterai.
Bio-baterai dari kulit pepaya merupakan salah satu baterai sel kering yang menggunakan prinsip
sel galvanik/sel volta#3. Pada prinsipnya, sel volta memanfaatkan reaksi reduksi-oksidasi (redoks)
spontan untuk menghasilkan tegangan listrik#2. Reaksi redoks terjadi pada suatu elektroda (anoda
dan katoda). Anoda merupakan elektroda tempat terjadinya reaksi oksidasi dan katoda merupakan
elektroda tempat terjadinya reaksi reduksi. Pada bio-baterai kulit pepaya, anoda selnya terbuat dari
sebuah wadah seng yang bersentuhan dengan mangan dioksida (MnO2) dan sebuah elektrolit
natrium klorida (NaCl). Bio-baterai dari limbah kulit pepaya meberikan solusi baru untuk
mengembangkan alternatif pengganti energi listrik secara lebih luas. Penulis mengharapkan agar
metode pembuatan bio-baterai dari limbah kulit pepaya ini, dapat diproduksi dengan baik untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat indonesia terhadap energi listrik secara merata dan menjadi
baterai masa depan yang berkualitas.
Skema pembuatan bio-baterai dari limbah kulit pepaya

1. Pembuatan pasta

2. Pembuatan bio-baterai

3. Pengukuran tegangan
Referensi

[1]. A. S. Al-Ghamdi and F. Al Marzouki. 2018. Green Energy : Electric Batteries from food,
Saudi Arabia, Physics Department, Faculty of Science.

[2]. Achmad. H. 2017. Penuntun Belajar Kimia TPB II : Elektro Kimia, Departemen Kimia
FMIPA-ITB, Bandung

[3]. Adityawan, Eki. 2017. Studi Karakteristik Pencatuan Panel Surya Terhadap Kapasitas
Sistem Penyimpanan Energi Baterai, FT UI.

[4]. Suryani, I. 2017. Buah Pepaya, Kandungan Gizinya Mencengangkan dalam


http://helath.indexarticles.com.html, dikses 1 Februari 2017

[5]. Karyani, D. 2017. Buku Pintar Terapi Pepaya. Jakarta : Ladang Pustaka & Intemedia.

Nama : Friti aulia

Nim : 170204003

Tugas : artikel kimia