You are on page 1of 12

BAB II

TINJAUAN KEBIJAKAN
Pada bab ini akan dijelaskan mengenai hubungan hirarki II dari Kecamatan
Delanggu yaitu keterkaitan terhadap Kabupaten Klaten yang mengenai beberapa-
beberapa sektor diantaranya pertanian, perdagangan dan jasa serta ke Kabupaten-
Kabupaten sebelahnya.

2.1 Peraturan Daerah Kabupaten Klaten Nomor 11 Tahun 2011 Tentang


Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Klaten Tahun 2011-2031

Kawasan Kabupaten Klaten adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama


pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan
sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan
sosial, dan kegiatan ekonomi.

Kawasan agropolitan adalah kawasan yang terdiri atas satu atau lebih pusat
kegiatan pada wilayah perdesaan sebagai sistem produksi pertanian dan pengelolaan
sumber daya alam tertentu yang ditunjukkan oleh adanya keterkaitan fungsional dan
hierarki keruangan satuan sistem permukiman dan sistem agrobisnis.

Lahan pertanian pangan berkelanjutan adalah bidang lahan pertanian yang


ditetapkan untuk dilindungi dan dikembangkan secara konsisten guna menghasilkan
pangan pokok bagi kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional.

2.1.1 Kedudukan dan Peran Kecamatan Delanggu dalam Konteks Wilayah


Kabupaten Klaten

Dalam konteks wilayah Kabupaten Klaten. Kecamatan Delanggu merupakan


kota hirarki II yang melayani seluruh bagian wilayah perkotaan di Kabupaten Klaten
dalam luasan konteks pelayanan antar Kecamatan dan hirarki II sebagai pendukung
hirarki sebelumnya.

6
2.1.2 Strukur Ruang Kecamatan Delanggu

Menetapkan Kecamatan Delanggu sebagai struktur ruang pkl dengan


fungsi pengembangan sebagai kawasan perdangan dan jasa, permukiman
perkotaan, pariwisata, pertanian, industri, pelayanan ekonomi dan sosial, untuk
skala regional. Pendidikan, kesehatan, perhubungan dan peribadatan.
Kecamatan Delanggu mempunyai peran yaitu sebagai kawasan perkotaan
dengan pengembangan fungsi utama perdaganan dan permukiman perkotaan.

2.1.3 Rencana Struktur Pemanfaatan Ruang Wilayah

Merupakan rencana pemanfaatan ruang berdasarkan hirarki pusat


pelayanan wilayah Rencana Struktur Ruang Wilayah. Hirarki pusat pelayanan
adalah suatu jejaringan yang menggambarkan sebaran kota-kota yang terkait
dengan pola transportasi dan prasarana wilayah lainnya dalam ruang wilayah
Kabupaten Klaten. Hirarki ini terdiri dari sistem pusat permukiman perdesaan
dan perkotaan.

• Kota Hirarki I : yaitu Kota Klaten yang meliputi wilayah Kecamatan Klaten
Utara, Klaten Tengah, dan Klaten Selatan yang berfungsi sebagai pusat
pelayanan pemerintahan sampai dengan kantor pemerintahan tingkat
kabupaten, pusat pelayanan kesehatan sampai dengan setingkat rumah
sakit umum, pusat pelayanan pendidikan sampai dengan setingkat
pendidikan tinggi, pusat pelayanan perdagangan sampai dengan
setingkat pasar khusus (pasar hewan dan buah), dan pusat pelayanan
jasa keuangan sampai dengan setingkat bank umum dan swasta.

• Kota Hiraki II : yaitu Kota Delanggu yang meliputi wilayah Kecamatan


Prambanan, Jatinom, Cawas, dan Pedan yang berfungsi sebagai pusat
pelayanan pemerintahan sampai dengan kantor pemerintahan tingkat
kecamatan, pusat pelayanan kesehatan sampai dengan setingkat
puskesmas rawat inap, pusat pelayanan pendidikan sampai dengan
setingkat pendidikan sekolah menengah tingkat atas, pusat pelayanan

7
perdagangan sampai dengan setingkat pasar khusus umum, dan pusat
pelayanan jasa keuangan sampai dengan setingkat bank cabang tingkat
kecamatan

• Kota Hirarki III : yaitu Kota Juwiring, Jogonalan, Ceper, Gantiwarno,


Trucuk, Wedi, Wonosari, Karangdowo,ulung, Polanharjo, Kemalang,
Ngawen, Karanganom, Karangnongko, Kebonarum, Bayat,
Manisrenggo, dan Kalikotes, yang berfungsi sebagai : pusat pelayanan
pemerintahan sampai dengan kantor pemerintahan setingkat kecamatan,
pusat pelayanan kesehatan sampai dengan setingkat puskesmas rawat
jalan, pusat pelayanan pendidikan sampai dengan setingkat pendidikan
menengah atas, pusat pelayanan perdagangan sampai dengan setingkat
pasar kecamatan, dan pusat pelayanan jasa keuangan sampai dengan
setingkat bank cabang kecamatan dan badan kredit kecamatan.

2.1.4 Rencana Pola Pemanfaatan Ruang Wilayah

Dalam rencana pola pemanfaatan ruang wilayah digambarkan tentang


daerah persebaran kawasan lindung dan budidaya serta pengembangannya.

1. Kawasan Lindung

Kawasan lindung adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama


melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam,
sumber daya buatan, dan nilai sejarah serta budaya bangsa guna kepentingan
pembangunan yang berkelanjutan. Pengelolaan kawasan lindung diarahkan
dalam upaya mempertahankan kawasan lindung yang masih ada dan
mengoptimalkan fungsinya melalui pengawasan yang lebih baik. Kawasan
lindung di Kabupaten Klaten terdiri dari 4 kawasan, yaitu :

a. Kawasan yang Memberikan Perlindungan Terhadap Kawasan di Bawahnya.

b. Kawasan Perlindungan Setempat.

8
c. Kawasan Pelestarian Alam.

d. Kawasan Rawan Bencana

2. Kawasan Budidaya

Kawasan budidaya adalah kawasan yang dimanfaatkan secara terencana


dan terarah sehingga dapat berdayaguna dan berhasilguna bagi hidup dan
kehidupan manusia yang terdiri dari kawasan budidaya pertanian dan non-
pertanian. Pengelolaan kawasan budidaya diarahkan pada optimalisasi fungsi
kawasan. Kawasan budidaya Kabupaten Klaten terdiri dari:

a. Kawasan Hutan Produksi.

b. Kawasan Pertanian

c. Kawasan Pertambangan.

d. Kawasan Peruntukan Industri

e. Kawasan Pariwisata

f. Kawasan Permukiman

3. Kawasan Prioritas

Kawasan prioritas adalah kawasan yang dianggap perlu diprioritaskan


penanganannya serta memerlukan dukungan penataan ruang segera dalam
kurun waktu perencanaan. Kawasan prioritas pembangunan yang perlu
mendapat perhatian dalam pengembangannya meliputi:

a. Kawasan perbatasan, terletak di Kecamatan Prambanan, Juwiring,


Wonosari, Cawas, Manisrenggo dan Tulung

9
b. Kawasan pertumbuhan cepat, terletak di Klaten Utara, Klaten Tengah,
Klaten Selatan, Pedan, Jogonalan dan Delanggu

c. Kawasan pengembangan sektor-sektor strategis/unggulan pertanian


tanaman pangan, terletak di Kecamatan Delanggu, Wonosari, Juwiring,
Cawas, Karangdowo, Trucuk dan Polanharjo

d. Kawasan kritis yang perlu dipelihara fungsi lindungnya untuk


menghindarkan kerusakan lingkungan, terletak di Kecamatan Gantiwarno,
Bayat, Manisrenggo, Karangnongko, Tulung, Jatinom, Kemalang

e. Kawasan prioritas konservasi lereng gunung merapi terletak di Kecamatan


Kemalang

f. Kawasan pengembangan kawasan tertinggal terletak di Kecamatan


Bayat dan Gantiwarno

2.2 Tujuan, Kebijakan, Dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kabupaten

Dalam Penataan ruang wilayah Kabupaten klaten bertujuan mewujudkan ruang


wilayah Kabupaten yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan dengan
pelaksanaan pembangunan yang berbasis pertanian, industri, dan pariwisata. Dalam
mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah Kabupaten Klaten disusun beberapa
kebijakan diantaranya.
1. Kebijakan pengembangan struktur ruang Kabupaten Klaten meliputi.;
a. Kebijakan pengembangan pola ruang wilayah Kabupaten; dan
b. kebijakan pengembangan kawasan strategis KabupatenKebijakan
pengembangan struktur ruang Kabupaten klaten meliputi.
c. Kebijakan pengembangan pusat-pusat kegiatan sesuai dengan hierarki dan
jangkauan pelayanannya.
d. Kebijakan pengembangan pusat-pusat kegiatan sesuai dengan hierarki dan
jangkauan pelayanannya.
e. Kebijakan pengembangan sistem jaringan prasarana wilayah yang
mendukung pertanian, industri, dan pariwisata yang terpadu dan merata di
wilayah Kabupaten
2. Kebijakan Pengembangan kawasan agropolitan meliputi:

10
a. Mengembangkan sentra-sentra agroproduksi, agroteknologi, agroindustri,
agribisnis, dan agrowisata;
b. Meningkatkan kualitas kelembagaan;
c. Mengembangkan produk usaha pertanian, perikanan, kehutanan, industri,
dan pariwisata;
d. Mengembangkan budidaya pertanian yang ramah lingkungan; dan
e. Mengembangkan sentra-sentra agropolitan
3. Kebijakan pengembangan jalan kolektor meliputi:
a. Jalan lingkar utara melalui Delanggu-Polanharjo-Tulung-Jatinom-
Karangnongko-Kemalang-Manisrenggo-Cangkringan
b. Jalan lingkar selatan melalui Wonosari-Juwiring-Karangdowo-Cawas-
Bayat-Wedi-Gantiwarno-Jogonalan

2.3 Tujuan Pengembangan Wilayah Kabupaten Klaten

Meningkatkan atau menciptakan dayaguna secara berkelanjutan dalam suatu


wilayah kabupaten khususnya untuk kepentingan penduduk melalui aktivitas. Sosial,
ekonomi, budaya, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Dalam mewujudkan
tujuan suatu pengembangan wilayah Kabupaten Klaten disusun beberapa
pengembangan – pengembangan diantaranya pertanian, perdagangan dan jasa.

2.4 Tinjauan Kebijakan RPJMD Kabupaten Klaten Tahun 2016-2021


A. Kebijakan umum untuk pembangunan Kabupaten Klaten Tahun 2016-2021
dikelompokkan sesuai bidang utama pengembangan program pembangunan, yaitu
Bidang Ekonomi. Gambaran kebijakan umum pembangunan di Kabupaten Klaten
Tahun 2016-2021, adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan revitalisasi pertanian yang produktif, unggul dan
kompetitif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Klaten
dan wilayah sekitarnya.
2. Pengembangan dan dukungan terhadap kemajuan pembangunan di sektor
Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Koperasi dan
UMKM), berbasis klaster untuk mengoptimalkan pengembangan potensi

11
unggulan daerah dan pemenuhan kebutuhan pangan dan ketahanan
pangan.
3. Meningkatkan sarana dan prasarana serta layanan perdagangan yang
mampu mendukung kemajuan sektor pariwisata pada khususnya dan
sektor jasa pada umumnya
4. Peningkatan daya saing antar daerah dan kemitraan pemerintah-swasta
dalam upaya pengembangan ekonomi lokal dan daerah.
5. Pengembangan kawasan andalan dan pusat-pusat pertumbuhan wilayah
yang berbasis keunggulan komparatif.
B. Kebijakan umum pembangunan bidang sosial budaya kebijakan umum
pembangunan di bidang sosial budaya berorientasi kepada upaya pembentukan
manusia Klaten yang sehat lahir batin, beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha
Esa, berpendidikan, memiliki keterampilan dan IPTEK, memiliki mentalitas etos
kerja, kreatif, inovatif serta memiliki kepribadian dalam kebudayaan. Adapun
kebijakan pembangunan bidang sosial budaya sebagai berikut :
1. Memperluas akses dan meningkatkan mutu serta relevansi pelayanan
pendidikan sampai tingkat pendidikan menengah (wajib belajar 12 tahun),
termasuk upaya peningkatan kualitas dalam pemerataan pelayanan
pendidikan non formal.
2. Meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat dengan pembangunan
perpustakaan daerah yang modern.
3. Meningkatkan kualitas pengembangan kurikulum, penataan sistem
pembiayaan dan peran serta masyarakat.
4. Meningkatkan potensi dan peran serta pemuda dengan mengembangkan
kesempatan pendidikan ketrampilan, kewirausahaan dan kecakapan
pemuda serta melindungi pemuda dari penyimpangan nilai-nilai moral
C. Kebijakan umum pembangunan di bidang pembangunan bidang fisik
prasarana berorientasi kepada pembangunan fisik – sarana dan prasarana yang
menguasai hajat hidup orang banyak serta membawa citra Kabupaten Klaten,
mengurangi kesenjangan antar wilayah dengan pemerataan pembangunan dan hasil –
hasilnya dengan menitikberatkan pada pengendalian pengawasan dan peningkatan
kualitas. Adapun kebijakan pembangunan bidang fisik dan prasarana sebagai berikut :

12
1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas jaringan transportasi dan sarana dan
prasarana perhubungan.
2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana drainase.
Meningkatkan kualitas dan kuantitas penataan tata ruang, termasuk
peningkatan dalam pengelolaan pertanahan.
3. Peningkatan pengelolaan dan konservasi Sumber Daya Alam dan
Lingkungan Hidup (SDA LH), termasuk upaya dalam pengendalian
dampak lingkungan.
4. Meningkatkan kelembagaan dan koordinasi di bidang lingkungan hidup.
5. Pembangunan fasilitas, sarana, dan prasarana wilayah yang ramah
lingkungan, ramah anak, ramah diffable, ramah investasi, ramah wisata,
mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM-
pendapatan, pendidikan, kesehatan).

2.5 Program Pembangunan Daerah

A. Program pembangunan pemerintah Kabupaten Klaten dalam RPJMD


Kabupaten Klaten Tahun 2016-2021, meliputi :
1. Program satuan kerja perangkat daerah dalam RPJMD Kabupaten Klaten
Tahun 2016-2021, adalah merupakan program-program yang tercantum
dalam Rencana Strategis - SKPD dan merupakan program yang telah
diselaraskan dengan Program RPJMD Kabupaten Klaten Tahun 2016-
2021 atau Program Kabupaten diselaraskan dengan ketentuan
Permendagri Nomor 21 Tahun 2011 tentang tentang pedoman
pengelolaan keuangan daerah.
2. Program lintas satuan kerja perangkat daerah program lintas satuan kerja
perangkat daerah dalam RPJMD Kabupaten Klaten Tahun 2016-2021,
yang dimaksud adalah beberapa program Kabupaten yang telah
diselaraskan dengan visi, misi, tujuan dan sasaran, serta didukung oleh
kegiatan beberapa SKPD.
3. Program kewilayahan program kewilayahan merupakan program kerja
sama dengan Pemerintah Daerah lainnya dalam rangka meningkatkan
pelayanan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

13
B. Program Kewilayahan merupakan program kerja sama dengan Pemerintah
Daerah lainnya dalam rangka meningkatkan pelayanan pemenuhan kebutuhan
masyarakat. sebagai berikut:
1. Perbatasan dengan Kabupaten Gunung Kidul adalah rintisan jalur selatan
Yogya-Sukoharjo-Pacitan, dan mitigasi kawasan rawan bencana tanah
longsor dan banjir.
2. Perbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo adalah yudifikasi batas wilayah,
pengembangan kawasan pemukiman dan IKM, dan mitigasi kawasan
banjir
3. Perbatasan dengan Kabupaten Boyolali adalah antisipasi kebutuhan
kawasan industri cepat tumbuh.
4. Perbatasan dengan Kabupaten Sleman adalah penataan jalur evakuasi
bencana dan pengembangan kepariwisataan

Meningkatkan dan mengembangkan ekonomi daerah yang lebih produktif,


kreatif, inovatif dan berdaya saing berlandaskan ekonomi kerakyatan yang berbasis
potensi lokal
a. Tujuan
- Meningkatkan dan mengembangkan produktifitas nilai tambah dan daya
saing. Sektor pertanian dan ketahanan
- Meningkatkan dan mengembangkan produktifitas, nilai tambah dan daya
saing sektor indakop, UMKM dan PM
- Meningkatkan dan mengembangkan produktifitas, nilai tambah dan daya
saing sektor kepariwisataan
- Meningkatkan dan mengembangkan produktifitas, nilai tambah dan daya
saing sektor ketenagakerjaaan
- Meningkatkan dan mengembangkan produktifitas, nilai tambah dan daya
saing sektor pertanian dan ketahanan pangan.
- Mewujudkan pemenuhan kebutuhan prasarana, sarana dan utilitas umum
bagi masyarakat.
- Memberikan jaminan kepada masyarakat tentang pelayanan yang
berkualitas

14
b. Sasaran
- Peningkatan dan pengembangan produktifitas, nilai tambah dan daya
saing sektor pertanian dan ketahanan pangan
- Peningkatan dan pengembangan produktifitas, nilai tambah dan daya
saing sektor indangkop, UMKM dan PM
- Peningkatan dan pengembangan produktifitas, nilai tambah dan daya
saing sektor kepariwisataan
- Peningkatan dan pengembangan produktifitas, nilai tambah dan daya
saingsektor ketenagakerjaan
- Peningkatan dan pengembangan produktifitas, nilai tambah dan daya
saing pertanian dan ketahanan pangan.
- Strategi terwujudnya pemenuhan kebutuhan prasarana, sarana dan utilitas
umum.
- Terwujudnya pelayanan publik tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran dan
tepat manfaat
c. Strategi
- Peningkatan kapasitas dan tata kelola ekonomi daerah berbasis pertanian
dan ketahanan pangan
- Peningkatan kapasitas dan tata kelola ekonomi daerah berbasis Indagkop,
UMKM dan PM
- Peningkatan kapasitas dan tata kelola ekonomi daerah berbasis
kepariwisataan
- Peningkatan kapasitas dan tata kelola ekonomi daerah untuk menciptakan
kesempatan kerja dan lapangan usaha
- Peningkatan kapasitas dan tata kelola ekonomi daerah berbasis pertanian
dan ketahanan pangan.
- Peningkatan pemenuhan kebutuhan prasarana, sarana dan utilitas umum
jalan, jembatan, irigasi, dan bangunan gedung.
- Penyusunan standar pelayanan publik.
- Penyusunan target standar pelayanan sesuai ketentuan
perundangundangan

15
d. Arah Kebijakan
1. Kapasitas dan tata kelola ekonomi daerah berbasis agropolitan
2. Meningkatkan dan mengembangkan produktifitas modal daerah
3. Meningkatkan pemenuhan kebutuhan prasarana, sarana dan utilitas
umum jalan (hotmik dan rigit/beton), jembatan, irigasi dan bangunan
Gedung pemerintah.
4. Meningkatkan pemenuhan kebutuhan bangunan dan jaringan irigasi
(sungai,bendung, waduk, embung dan saluran).
5. Meningkatkan kualitas dan kuantitas prasarana, sarana dan utilitas
umum jalan (hotmik dan rigit/beton), jembatan, irigasi dan bangunan
gedung pemerintah.
6. Peningkatan kualitas layanan publik.
7. Peningkatan cakupan dan kualitas standar pelayanan minimal sosial
dasar (bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan
ruang, perumahan dan kawasan permukiman, ketentraman ketertiban
umum dan perlindungan masyarakat serta sosial
8. Meningkatkan kapasitas dan tata kelola ekonomi daerah berbasis
agropolitan
9. Meningkatkan dan mengembangkan produktifitas modal daerah
10. Meningkatkan diversifikasi dan ketahanan pangan
11. Meningkatkan kapasitas pemberdayaan dan perlindungan petani
Meningkatkan dan mengembangkan produk unggulan daerah berbasis
potensi lokal
12. Menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif Pengembangan
pusat promosi dan perdagangan
13. Meningkatkan sarana dan prasarana pasar untuk mendukung usaha
ekonomi masyarakat
14. Meningkatkan dan mengembangkan destinasi dan promosi
kepariwisataan

16
15. Meningkatkan dan mengembangkan industri kreaktif dan
kepariwisataan
16. Meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kerja
17. Meningkatkan dan mengembangkan terciptanya lapangan usaha dan
kesempatan kerja

17