Вы находитесь на странице: 1из 9

MODEL KONTROL LAMPU RUANGAN MENGGUNAKAN SENSOR PIR DAN

SENSOR CAHAYA

Achmad Syafaat

E-mail : andijpan06@gmail.com
Program Studi Ilmu Komputer-FMIPA Universitas Pakuan

ABSTRAK

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, saat sekarang banyak muncul
gagasan-gagasan bidang elektronika digital. Sistem digital berkembang dengan adanya
teknologi mikrokontroler. Sistem ini menyederhanakan sistem yang masih konvensional
menjadi otomatis dan lebih ringkas. Tugas akhir ini dimaksudkan mengkaji pemanfaatan
mikrokontroler untuk otomatis lampu Ruangan. Umumnya lampu di dalam Ruangan masih
menggunakan saklar analog, sehingga pemilik rumah harus menyalakan dan mematikan
lampu secara manual. Adanya rangkaian pengontrol perangkat listrik, pemilik rumah dapat
mengontrol lampu dengan pewaktuan menyala dan mati lampu secara otomatis sesuai
kebutuhan. Proses otomatisasi tersebut dikontrol menggunakan program mikrokontroler
sehingga dapat mengerakan relay dan mengontrol lampu. Penyusunan laporan tugas akhir ini
memerlukan metode observasi, metode interview, metode dokumentasi dan metode studi
pustaka. Dari hasil uji coba yang telah dilakukan menunjukkan bahwa rangkaian ini bekerja
dengan baik.

Kata Kunci : Lampu Ruangan & Sensor PIR dan Sensor LDR

Pendahuluan tersebut dapat mengganggu aktifitas dan


Penerangan menjadi salah satu bagian efisiensi kerja kita. Tentu saja hal ini akan
penting dalam sebuah kehidupan manusia, menjadi sebuah masalah nantinya terlebih
banyak dari setiap aktifitas manusia seseorang harus menyalakan terlebih
membutuhkan penerangan terutama dahulu menyalakan secara manual dan
didalam ruangan, hal ini karena akan menyulitkan pengguna dari segi
terbatasnya cahaya yang masuk dari luar operasionalnya.
kedalam sebuah ruangan, oleh karena itu Belum adanya sistem yang secara
sistem penerangan melalui lampu menjadi otomatis mengontrol operasional sebagai
pilihan utama dalam menjalankan aktifitas, pengganti sakelar lampu manual, menjadi
terutama didalam ruangan. Dalam sebuah sebuah permasalahan tersendiri terlebih
ruangan seseorang harus menyalakan dari segi operasional, efektifitas serta
lampu melalui tombol yang biasanya keamananya. Banyak kasus yang sudah
terpasang didinding terlebih dahulu, untuk terjadi seseorang terkena sengatan listrik
kemudian melakukan aktifitasnya setelah karena menyalakan lampu melalui saklar
lampu menyala. Begitu pula apabila manual tetapi orang itu tidak ingin bahwa
seseorang ingin keluar ruangan terlebih tangannya, tangan dari orang yang hendak
dahulu harus mematikan lampu dengan menyalakan lampu tersebut basah terkena
alasan penghematan listrik, padahal air. Hal ini mengakibatkan efek atau
kondisi yang memang tidak pasti, apakah dampak yang sangat fatal terjadi dan
kita sedang membawa banyak barang menimpa orang tersebut. Oleh karena itu
ditangan kita apa tidak. Permasalahan dibutuhkan sebuah sesitem yang sudah
terancang secara otomatis, untuk tersebut.
mengontrol operasional sebagai pengganti
saklar manual, tanpa menyentuh dari alat Tabel 1. Tingkat sensitifitas dan
tersebut, cukup dengan sebuah gerakan AMN 12111 KC7783R
yang diberikan terhadap sebuah sensor
yang sebelumnya telah dirancang a. Jarak Deteksi b. Dapat bekerja
sedemikian rupa. adalah 2 hingga pada suhu
Dari beberapa uraian permasalahan Meter -200°C sampai
diatas penulis bermaksud ingin membuat b. Pemancar 500°C
sebuah prototype saklar lampu menggunaka c. Jarak deteksi 5
menggunakan passive infrared receiver n Meter
(PIR) berbasis mikrokontroler arduino. lensafresneal d. Menggunakan
Alat ini akan bekerja sesuai dengan sebagai bahan plastic
perintah melalui gerakan yang telah pemancarnya berbentuk
dirancang sedemikan rupa, sehingga akan c. Lebih peka setengah bulat
mempermudah pemakaiannya dan lebih dibandingkan sebagai pemancar
aman. jenis sensor sehingga
SistemInstrumentasi KC7783R kurang peka
1. Pasif Infrared Recceiver (PIR) untuk menangkap
Passive Infrared Receiver (PIR) gerakan
merupakan sebuah sensor berbasiskan spesifikasi Komponen PIR
infrared. Akan tetapi, tidak seperti sensor
infrared kebanyakan yang terdiri dari IR 2. Arduino Uno
LED dan fototransistor. Passive Infrared Arduino Uno pengendali mikro
Receiver (PIR) tidak memancarkan apapun single-board yang bersifat open-source,
seperti IR LED. Sesuai dengan namanya diturunkan dari wiring platform, dirancang
„Passive‟, sensor ini hanya merespon untuk memudahkan penggunaan elektronik
energy dari pancaran sinar inframerah dalam berbagai bidang. Mikrokontroler
pasif yang dimiliki oleh setiap benda yang berbasis Uno (datasheet). Memiliki 14 pin
terdetiksi olehnya. Benda yang bisa input dari output digital dimana 6 pin input
dideteksi oleh sensor ini biasanya adalah tersebut dapat digunakan sebagai output
tubuh manusia. Passive Infrared Receiver PWM dan 6 pin input analog, 16 MHz
(PIR) KC7783R merupakan sensor osilator Kristal, koneksi USB, jack power,
pendeteksi yang akan mengeluarkan ICSP header, dan tombol reset. Untuk
output dengan level high antara 5-6 volt. mendukung mikrokontroler agar dapat
Daya peka dari sensor ini tekgolong cukup digunakan, cukup hanya menghubungkan
baik dan mempunyai area jangkauan board arduino Uno ke computer dengan
kurang lebih sampai 5 meter dan dapat menggunakan kabel USB atau listrik
mendeteksi benda yang sampai pada suhu dengan AC yang-ke adaptor-DC atau
500°C. Akan tetapi kepekaan yang baterai untuk menjalankannya. Uno
dimiliki sensor jenis KC7783R ini masih berbeda dengan semua board sebelumya
kurang dibandingkan dengan sensor lain dalam hal koneksi USB-to-serial yaitu
yang serupa salah satunya adalah sensor menggunakan fitur Atmega8U2 yang
pir AMN 12111. Sensor ini lebih baik diprogram sebagai converter USB-to-serial
dibandingkan sensor KC7783R. berikut berbeda dengan board sebelumnya yang
adalah perbandingan dari dua sensor menggunakan chip FTDI drver USB-to-
serial. 1. WaktuDan TempatPenelitian
3. Lampu Penelitian ini dilaksanakan mulai
Lampu adalah sumber cahaya Bulan Agustus 2015 sampai Desember
buatan yang dihasilkan melalui aliran arus 2015. Waktu pelaksanaan dilaksanakan
listrik yang mengalir pada filamen setiap hari senin sampai dengan hari
sehingga terjadilah pemanasan dan pada kamis, mulai dari jam 10.00 sampai jam
akhirnya filamen tersebut mampu 15.00 WIB di Laboratorium Workshop
menghasilkan cahaya. Adapun kaca yang Program Studi Ilmu Komputer FMIPA
terdapat pada lampu berfungsi untuk Universitas Pakuan Bogor.
melindungi filament lampu serta menjaga 2. Urutan Rangkayan Prototype
filamen panas dari kemungkinan Perancangan hardware secara
terjadinya oksidasi dengan udara luar.. umum digambarkan pada Urutan
4. Relay Rangkayan Prototype seperti terlihat
Relay adalah saklar (switch) yang dalam gambar 1 berikut ini.
diopersikan secara listrik dan merupakan
komponen electromechanical
(elektromekanikal) yang terdiri dari 2
bagian utama yakni electromagnet (coil)
dan mekanikal (seperangkat kontak
saklar/switch). relay menggunakan prinsip
elektromagnetik untuk menggerakkan Gambar 2. Urutan Rangkaian Prototype
kontak saklar sehingga dengan arus listrik Apabila seseorang masuk kedalam
yang kecil (low power) dapat sebuah ruangan maka gerakan dari orang
menghantarkan listrik yang bertegangan tersebut akan terdeteksi oleh sensor PIR
tinggi. Sebagai contoh, relay yang akan mendeteksi adanya gerakan yang
menggunakan electromagnet 5v dan 50 dilakukan oleh manusia didalam suatu
mA mampu menggerakan Armature relay ruangan.
(yang berfungsi sebagai saklarnya) untuk 3. AlgoritmaSistem
menghantarkan listrik 220V 2A. Pembuatan perangkat lunak sistem
harus mengutamakan cara kerja yang
efisien berikut flowchart dari desain
software yang digunakan. Flowchart
program utama terdapat pada gambar 2.
MULAI

Baca input
Sensor PIR
dan Sensor
LDR
Gambar 1. Prinsip kerja Relay

Metode Penelitian
N
Model sistem kontrol lampu IF PIR HIGH Lampu Mati

ruangan menggunakan metode penelitian


Y
bidang hardwareprograming. Tahapan
pada metode penelitian ini yaitu Lampu Nyala
perancangan, penelitian, pengetesan
komponen, desain system mekanik, desain
system listrik, desain software, tes
fungsional, integrasi atau perakitan, tes SELESAI

fungsional keseluruhan sistem, Aplikasi Gambar 3. Flowchart Program Utama


sistem.
Dari gambar flowchart diatas
merupakan fungsi dasar dari aplikasi yang 2. Pengujian Fungsional
akan dibuat. Tahap awal adalah menerima Pada tahap ini dilakukan pengujian
gerakan dari manusia. Apabila sensor yang bertujuan untuk mengetahui apakah
menangkap adanya gerakan dari manusi, semua komponen dapat berfungsi dengan
maka selanjutnya secara otomatis sensor baik. Untuk pengujian perangkat keras
mengirim data ke mikrokontroler sebagai yang digunakan adalah multimeter dengan
pusat dari system. Selanjutnya pada satuan daya DC volt, dimana pena
mikrokontroler melakukan tugasnya positif pada multimeter dihubungkan ke
dengan mengaktifkan LDR sebagai control vcc dan pena negative pada multimeter
untuk mengaktifkan lampu. Setelah LDR dihubungkan ke Ground.
bekerja maka system saklar otomatis telah Untuk uji coba sensor dilakukan dengan
aktif. Untuk mematikan dan menyalakan mengetes sensor dihubungkan pada
lampu pengguna cukup dengan menutup mikrokontroler dan dilihat melalui serial
atau membuka LDR yang terpasang. monitor.

Hasil Dan Pembahasan


1. Pengujian Struktural
Tahapan ini dilakukan dengan
tujuan untuk mengetahui apakah system
yang sudah dibuat sesuai dengan
rancangan yang sudah ada. Uji coba ini
dilakukan dengan menguji pin2 hingga
pin12 untuk input dan output digital. Dan
pin analog0 sampai pin analog5 untuk
input berupa analog. Pengujian dilakukan
dengan cara antara lain: Gambar 4. Ujicoba fungsional
1. Pin ground dan vcc dihubungkan mikrokontroler
pada protoboard
2. Pin 2 digital dihubungkan dengan Gambar diatas mengindikasikan bahwa
output dari sensor gerak. mikrokontroler telah bekerja. Hal itu dapat
3. Pin 9 digital dihubungkan dengan dilihat dari lampu indicator mikrokontroler
input Relay yang bekerja. Dengan demikian
4. Pin A0 dihubungkan dengan input
mikrokontroler lolos pengujian fungsional.
analog LDR
3. Sensor Gerak (PIR)
Tabel 2. hasil pengujian structural system
control lampu otomatis

Gambar 5. Ujicoba Fungsional Sensor


Gerak (PIR)
Gambar diatas mengindikasikan bahwa Gambar diatas terdiri dari 2 indikasi.
sensor telah bekerja. Hal itu dapat dilihat Indikasi pertama mengindikasikan aktifasi
dari lampu indicator sensor yang menyala PIR, dan yang kedua mengindikasikan
apabila mendeteksi gerakan. Dengan inputan dari LDR. Dari gambar diatas
demikian sensor gerak ini telah lulus terlihat bahwa LDR bekerja dengan
ujicoba fungsiona sempurna membaca intensitas cahaya
dalam ruangan.
4. Lampu Berikut adalah table hasil dari ujicoba
fungsional yang telah dilakukan secara
keseluruhan alat yang telah diuji seperti
diatas.
Tabel 3. Hasil pengujian fungsional
Komponen Keterangan

PIR Berfungsi

LDR Berfungsi

Gambar 6. Ujicoba fungsional lampu Lampu Berfungsi

Gambar diatas mengindikasikan bahwa Mikrokontroler Berfungsi


lampu telah bekerja. Hal ini dapat dilihat
ketika sensor mendeteksi gerakan yang
menuju LDR maka secara otomatis lampu 6. Pengujian Blok Catu Daya Pada
akan menyala. Sensor
5. LDR Pengujian ini berfungsi untuk
Pengujian LDR dilakukan dengan mengetahui tegangan yang dihasilkan oleh
memasang LDR, dengan tujuan agar ldr rangkaian catu daya, sehingga dapat
dapat bekerja pada siang hari disaat ada dipastikan jika ada kesalahan dalam catu
cahaya, pengetesan ini dilakukan dengan daya. Catu daya menggunakan adaptor dan
dibantu dengan menggunakan rangkaian regulator sehingga arus yang
mikrokontroler arduino dan software masuk pada sensor tepat 5 volt. Catu daya
arduino alfa 1.0.5. jika LDR berfungsi ini berfungsi untuk menyuplai arus ke
dengan baik maka didalam serial monitor positif pada multimeter dihubungkan pada
didalam software akan bekerja seperti pada kabel positif dan pena negative pada
gambar dibawah: multimeter dihubungkan pada kabel
negative. Jika hasil pengukuran berbeda,
dapat saja terjadi karena alat pengukur
yang rusak atau kerusakan pada kabel.
Hasil pengukuran dapat dilihat pada table.

Tabel 4. Pengujian Blok Catu Daya pada


Sensor

Gambar 7.Ujicoba Validasi LDR


Tegangan Tegangan Tegangan
Input Output output
(volt) Adaptor regulator

220 volt 12 volt DC 5 volt DC


AC

Tabel 4. dijelaskan bahwa port


yang digunakan dari keseluruhan Validasi Sistem
komponen hanya beberapa port saja, tidak
semua port pada mikrokontroler Validasi Sistem ini dilakukan
ATMega32 digunakan. Tujuan dari bertujuan untuk mengetahui apakah sistem
pengujian pin-pin tersebut, yaitu untuk yang telah dirancang sudah bekerja dengan
mengetahui apakah masih ada pin-pin dari baik atau belum, dalam hal ini apakah
komponen yang sudah terhubung atau sistem otomatis berjalan sesuai perintah,
belum, karena jika salah satu pin saat seseorang masuk kedalam sebuah
komponen yang tidak sesuai dan tidak ruangan maka gerakan dari orang tersebut
terhubung maka komponen tersebut tidak akan terdeteksi oleh sensor PIR akan
akan berjalan sesuai dengan apa yang kita mendeteksi adanya gerakan yang
inginkan. dilakukan oleh manusia didalam suatu
ruangan
Pengujian Software
1. Pengujian Sensor
Pengujian terhadap software Pada pengujian ini dilakukan
dilakukan untuk mengetahui kemungkinan dengan menghubungkan arduino terhadap
tidak berfungsinya beberapa menu bahkan PC dan dilakukan pengujian menggunakan
lebih, sehingga dapat membuat waktu software arduino IDE. Pada serial monitor
pembuatan (Assembling) akan terganggu, terlihat saat ada gerakan terdeteksi maka
dengan memastikan tidak adanya kendala inputan HIGH jika .tidak ada gerakan.
tersebut diharapkan dalam pembuatan maka inputan LOW.
software yang terkait akan lebih cepat,
tepat dan efisien.

1. Pengujian Program
Pengujian program dilakukan
untuk mengetahui listing program yang
dibuat sudah sesuai dengan yang
diinginkan, termasuk mengetahui masih Gambar 9.pengujian validasi aeduino
ada error atau tidak. Berikut pengujian
Tabel 5. Validasi Sensor
program ditunjukan pada gambar 8.
Validas Kondis Senso Keteranga
Gambar 8. Pengujian Program i i r n
Sensor 1 PIR Tidak Aktif Alat Kondisi
LDR (terang)
Sensor 0 1
Sensor 0 PIR Aktif PIR
LDR (gelap)
LDR 0 1 0

Kondisi NC NC 0 1
1. Ujicoba PIR lampu
Untuk validasi PIR dilakukan setelah
kondisi sensor menangkap adanya gerakan Hasil NC NC 1 0
atau aktifitas dari manusia, kemudian lampu
secara otomatis PIR akan menyala sesuai
dengan validasi yang telah dilakukan Pada table ini dijalaskan jika kondisi
sebelumnya. sensor mempunyai nilai 0 (nol), kondisi
ldr0 (nol) dan kondisi lampu adalah No
Dari validasi yang telah dilakukan pada Change maka status lampu tetap 0 (nol).
LDR maka diperoleh hasil sebagai berikut. Kondisi ini disebabkan karena itu
statusnya adalah 0 (nol).
Tabel 6. Validasi PIR
Pada kondisi sensor mempudnyai nilai
Validasi Kondisi Alat Keterangan 1 (satu) atau bekerja. Jika kondisi sensor
aktif dan LDR statusnya 0 (Nol), maka
PIR 1 Lampu Aktif lampu akan mempunyai status yang tidak
PIR 0 Lampu No Change berubah seperti kondisi awal. Jika pada
kondisi sensor mempunyai status 1,LDR
Lampu akan berganti status apabila statusnya 0 (nol) maka lampu akan
PIR dihalangi karena nilai PIR yang berubah status dari kondisi awal, begitu
sebelumnya adalah 1 (satu) berubah pula sebaliknya, jika kondisi sensor 1
menjadi 0 (Nol). Akan tetapi jika PIR (satu), kondisi LDR 1 (satu), maka kondisi
tidak dihalangi maka PIR akan mendapat lampu akan berubah menjadi tidak aktif.
nilai 1 (satu) yang berarti lampu tidak ada
perubahan pada status lampu kondisi ini 2. Ujicoba Jarak Sensor PIR
dinamakan No Change. Tahap ini dilakukan untuk menguji
Secara keseluruhan system kerja dari jarak dari sensor PIR dan manusia sebagai
rangkaian yang telah dibuat tersaji dalam pendeteksi manusia. Dimana pengujinya
dilakuan dengan cara mengetes alat yang
sebuah table sebagai berikut:
sudah jadi dengan berbeda jarak antara
Tabel 7. Sistem kerja secara Keseluruhan manusia sama sensor PIR
Gambar 11. Kondisi awal sampai
akhir Sistem

5.5 Optimasi Sistem (Optimization)


System yang telah dibuat, masih
dapat dioptimalkan untuk memaksimalkan
performa dari alat yang dibangun.
Optimalisasi dapat dilakukan dengan
meletekan system kontrrol dan interface
pada tempat yang strategis. System control
Gambar 10. Pengujian Jarak Sensor Pir ke hendaknya tersimpan ditempat yang aman
manusia namun terjangkau. Sedangkan system
interface diletakan pada posisi dimana
Tabel 8. Validasi Pergerak Pintu sensor dapat bekerja secara maksimal.
Penempatan pupuk Untuk peletakan sensor gerak, harus
ditempatkan diatas ruangan, sehingga
Jarak Sensor PIR Keterangan sensor dapat menangkap gerakan dengan
ke Manusia sempurna. Sehingga pengoprsian lebih
1 meter PIR Mendeteksi maksimal
pergerakan
Kesimpulan
3 meter PIR Mendeteksi
Pada penelitian kali ini bertujuan
pergerakan
untuk membuat “Model Sistem Kontrol
5 meter PIR Mendeteksi Lampu Ruangan Menggunakan Sensor Pir
pergerakan dan Sensor Cahaya” dirancang dan dibuat
sebagai prototype untuk menampilkan
6 meter PIR Tidak bahwa banyak sekali pengendali lampu
Mendeteksi yang dapat kita gunakan dengan
Pergerakan memanfaatkan konsep pergerakan dari
manusia menggunakan sensor PIR.
Dari table 8. Jarak Sensor PIR
Berdasarkan hasil ujicoba yang
kemanusia, jika 1 meter pir mendeteksi
dilakukan dapat diambil kesimpulan
pergerakan jika 3 meter pir mendeteksi
bahwa system telah dibuat sesuai dengan
pergerakan jika 5 meter pir masih
struktur dan system telah berfungsi dengan
mendeteksi pergerakan jika 6 meter sensor
baik.Lampu dinyalakan dan dimatikan
pir tidak lagi mendeteksi pergerakan.
dengan menggunakan pergerakan manusia
1. Langkah kerja system yang melewati sensor PIR tanpa melalui
saklar sebagaimana mestinya namun
penempatan sensor PIR ini memiliki jarak
maksimal jangkauanhanya 5 meter.
Alat yang dibuat memiliki
kelebihan dan kekurangan. Kelebihan alat
ini mudah untuk digunakan, mudah untuk
membangun / mempelajarI sistemnya serta
komponen-komponen pembangun system
yang mudah ditemukan.Kekurangan dari
system ini adalah hanya dapat membaca
pergerakan manusia.

DAFTAR PUSTAKA

Kristian, Adri. 2012. perancangan saklar


lampu otomatis menggunakan sensor
cahaya ldr (light dependent
resistor) berbasis mikrokontroler
at89s52.
Universitas Gunadarma

Nurzaman, Forzi.2008. rancang bangun


pensaklaran lampu otomatis yang
terhubung dengan hp
menggunakan mikrokontroler atmega8535

Setianto, Kurniawan. 2006. pengendali


lampu taman sistem telepon berbasis
mikrokontroler at89s51.
Universitas Negeri Semarang

Djuandji, Feri. 2011. Pengenalan Arduino

https://sites.google.com/site/informasiterba
rusekali/pengertian-mikrokontroller

http://id.wikipedia.org/wiki/LDR

http://ghavianarduino.blogspot.com/2013/
09/pengertian-arduino.html

http://tarduino.wordpress.com/2011/03/31/
arduino-uno/

http://elektronika-dasar.web.id/teori-
elektronika/lcd-liquid-cristal-display/