You are on page 1of 8

Nurhakim Sunanda

16202030
Artikel Ilmiah

PENGGUNAAN TERMODINAMIKA DALAM PRINSIP KERJA PESAWAT


TERBANG

Abstrak

Pesawat terbang menjadi salah satu alat transportasi praktis yang dapat digunakan
oleh umat manusia. Bukan hanya antar kota atau antar propinsi saja, bahkan antar negara
Anda bisa sampai hanya dengan waktu yang singkat. Pesawat terbang menjadi penemuan
yang sangat berpengaruh pada peradaban umat manusia, lalu bagaimana cara kerja
pesawat terbang itu sendiri? Apakah Anda ingin tahu dengan cara kerjanya. Tentu bukan
hanya untuk digunakan saja, Anda juga perlu untuk mengetahui bagaimana cara kerja dari
pesawat terbang. Cara kerja pesawat terbang sangat dipengaruhi gaya-gaya aerodinamis,
diantaranya gaya angkat, gaya hambat, gaya dorong, dan gaya berat. Berbagai komponen
yang ada pada pesawat memiliki fungsinya masing-masing. Untuk bisa membuat pesawat
terbang yang memegang peran kuncinya adalah komponen sayap pesawatnya. Selama
penerbangan udara mengalir ke atas juga ke bawah. Udara yang mengalir di atas sayap
lebih cepat dari udara yang mengalir dibawah sayap, sehingga tekanan udara di atas
pesawat lebih rendah. Disaat yang sama pula udara di bawah sayap dibelokan ke bagian
bawah, dengan demikian terjadi gaya angkat udara berdasarkan prinsip aksi-reaksi. Gaya
dorong ini yang dibutuhkan pesawat untuk terbang. Untuk bergerak ke depan (baik di
darat maupun di udara), pesawat memerlukan daya dorong yang dihasilkan oleh tenaga
penggerak atau yang biasa di sebut dengan mesin (engine). Daya dorong yang nantinya
di hasilkan oleh engine ini biasa disebut dengan thrust. Terdapat beberapa jenis engine
dari pesawat, diantaranya: Piston Engine,Turbojet Engine,Turboporop Engine,Turbofan
Engine,Turboshaft Engine. Turbo-turbo inilah yang akan kita bahas lebih lanjut mengenai
cara kerjanya berdasarkan prinsip termodinamika. Mesin turbojet sendiri adalah
penerapan dari siklus termodinamika Brayton.

Kata kunci : pesawat, turbo, engine, termodinamika


A. PENDAHULUAN

Pesawat terbang adalah pesawat udara yang lebih berat dari udara, bersayap tetap,
dan dapat terbang dengan tenaga sendiri. Secara umum istilah pesawat terbang sering juga
disebut dengan pesawat udara atau kapal terbang atau cukup pesawat dengan tujuan
pendefenisian yang sama sebagai kendaraan yang mampu terbang di atmosfer atau udara.
Namun dalam dunia penerbangan, istilah pesawat terbang berbeda dengan pesawat udara,
istilah pesawat udara jauh lebih luas pengertiannya karena telah mencakup pesawat
terbang dan helikopter.

Semua jenis pesawat, baik pesawat capung atau pesawat super jumbo memiliki
prinsip dasar atau cara kerja pesawat terbang yang sama untuk bisa terbang. Kemampuan
terbang ini dipengaruhi oleh gaya-gaya aerodinamis, diantaranya gaya angkat, gaya
hambat, gaya dorong, dan gaya berat. Berbagai komponen yang ada pada pesawat
memiliki fungsinya masing-masing. Untuk bisa membuat pesawat terbang yang
memegang peran kuncinya adalah komponen sayap pesawatnya. Selama penerbangan
udara mengalir ke atas juga ke bawah. Udara yang mengalir di atas sayap lebih cepat dari
udara yang mengalir dibawah sayap, sehingga tekanan udara di atas pesawat lebih rendah.
Disaat yang sama pula udara di bawah sayap dibelokan ke bagian bawah, dengan
demikian terjadi gaya angkat udara berdasarkan prinsip aksi-reaksi. Gaya dorong ini yang
dibutuhkan pesawat untuk terbang. Untuk bergerak ke depan (baik di darat maupun di
udara), pesawat memerlukan daya dorong yang dihasilkan oleh tenaga penggerak atau
yang biasa di sebut dengan mesin (engine). Daya dorong yang nantinya di hasilkan
oleh engine ini biasa disebut dengan thrust. Terdapat beberapa jenis engine dari pesawat,
diantaranya: Piston Engine,Turbojet Engine,Turboporop Engine,Turbofan
Engine,Turboshaft Engine.

B. METODE

Turbin adalah mesin penggerak, dimana energy fluida kerja dipergunakan


langsung untuk memutar roda turbin. Jadi, berbeda dengan yang terjadi dengan
mesin torak, pada turbin tidak terdapat bagian mesin yang bergerak translasi. Bagian
turbin yang berputar dinamai rotor atau roda turbin., sedangkan bagian yang tidak
berputar dinamai stator atau rumah turbin. Roda turbin terletak di dalam rumah
turbin dan roda turbin memutar poros daya yang menggerakkan atau memutar bebannya.
Di dalam turbin, fluida kerja mengalami proses ekspansi, yaitu proses penurunan
tekanan dan mengalir secara kontinu. Kerja fluida dapat berupa air, uap air, atau gas.
Secara umum, sistem turbin terdiri dari beberapa komponen, antara lain: kompresor,
pompa, ketel uap (boiler), ruang bakar, kondensor dan turbin.

C. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pesawat mempunyai Powerplant Tenaga Penggerak digunakan untuk bergerak.


Untuk bergerak ke depan (baik di darat maupun di udara), pesawat memerlukan daya
dorong yang dihasilkan oleh tenaga penggerak atau yang biasa di sebut dengan mesin
(engine). Daya dorong yang nantinya di hasilkan oleh engine ini biasa disebut
dengan thrust.

Terdapat beberapa jenis engine dari pesawat, diantaranya:

1. Piston Engine

Piston engine atau biasa di sebut dengan mesin torak, merupakan mesin yang
menggunakan piston (torak) sebagai tenaga penggerak. Piston yang bergerak naik turun
di hubungkan dengan crankshaft melalui connecting rod untuk memutar propeller atau
baling-baling. Piston dapat bergerak naik turun karena adanya pembakaran antara
campuran udara dengan bahan bakar (fuel) di dalam ruang bakar (combustion chamber).
Pembakaran di dalam combustion chamber menghasilkan expansion gas panas yang
dapat menggerakkan piston bergerak naik turun.

Gambar 1. Piston Engine


2. Turbojet Engine

Pada dasarnya, prinsip kerja dari semua engine pesawat sama. Yaitu
memanfaatkan energi pembakaran antara campuran bahan bakar dengan udara yang
menghasilkan expansion gas yang terjadi di dalam ruang bakar cc (combustion chamber).
Dinamakan turbojet engine karena mesin ini menggunakan turbin dalam membangkitkan
tenaga, dan jet yang artinya semburan/ pancaran. Yaitu semburan hasil pembakaran di
dalam cc keluar menuju turbin dan memutar turbin, lalu turbin memutar compressor dan
menggerakkan komponen engine lainnya.

Gambar 2. Turbojet Engine

3. Turboprop Engine

Prinsip kerja dari Turboprop engine sama dengan proses kerja dari turbojet
engine. Yang membedakannya adalah
terdapatpropeller pada engine ini. Propeller terhubung dengan turbin
dan compressor melalui shaft.

Gambar 3. Turboprop Engine

4. Turbofan Engine

Sama dengan turboprop, prinsip kerja turbofan sama dengan turbojet engine.
Perbedaannya adalah pada turbofan engine terdapat fan di depan compressor. Fan
berfungsi untuk menghisap udara masuk ke dalam compressor.
Gambar 4. Turbofan Engine

5. Turboshaft Engine

Prinsip kerja dari turboshaft engine juga hampir sama dengan turbojet engine. Engine ini
di gunakan pada helikopter. Pada turboshaft engine, terdapat shaft yang terhubung dengan
turbin. Shaft ini menghubungkan ke main rotor atau baling-baling pada helikopter. Rotor
pada helikopter mempunyai penampang berbentuk airfoil.

Gambar 5. Turboshaft Engine

Mesin turbojet merupakan penerapan dari siklus termodinamika Brayton. Siklus


Brayton menjadi konsep dasar untuk setiap mesin turbin gas. Siklus termodinamika ini
dikembangkan pertama kali oleh John Barber pada tahun 1791, dan disempurnakan lebih
lanjut oleh George Brayton. Pada awal penerapan siklus ini, Brayton dan ilmuwan lainnya
mengembangkan mesin reciprocating dikombinasikan dengan kompresor. Mesin
tersebut berdampingan dengan mesin Otto diaplikasikan pertama kali ke otomotif roda
empat. Namun mesin Brayton kalah pamor dengan mesin Otto empat silinder yang
dikembangkan oleh Henry Ford. Pada perkembangan selanjutnya, siklus Brayton lebih
diaplikasikan khusus ke mesin-mesin turbojet dan turbin gas.

Siklus Brayton terbagi kedalam empat tahapan proses yakni proses kompresi
isentropik, proses pembakaran isobarik, proses ekspansi isentropik, serta proses
pembuangan panas. Keempat tahapan proses inilah yang menjadi prinsip dasar dari mesin
turbojet.

Prinsip kerja mesin turbojet tidak dapat terlepas dengan komponen-komponen


kerjanya. Komponen utama dari mesin turbojet yaitu kompresor, ruang bakar
(combustion chamber), turbin, dan nozzle. Tiga tahapan awal dari siklus brayton di atas
terjadi pada komponen-komponen mesin turbojet tersebut. Sedangkan proses siklus
brayton yang terakhir yakni proses pembuangan panas, terjadi di udara atmosfer. Mesin
turbojet menggunakan udara atmosfer sebagai fluida kerja. Udara masuk ke dalam sistem
turbojet melalui sisi inlet kompresor. Saat melewati kompresor, udara dikompresi oleh
beberapa tingkatan sudu kompresor yang tersusun secara aksial. Pada ujung akhir
kompresor, penampangcasing berbentuk difuser untuk menambah tekanan keluaran
kompresor. Umumnya, tekanan udara keluaran kompresor turbojet mencapai rasio 15:1.
Selain itu, ada sebagian udara bertekanan yang tidak diteruskan masuk ke ruang bakar.
Sebagian kecil udara bertekanan tersebut diekstraksi untuk berbagai kebutuhan seperti
pendinginan stator turbin, air conditioning, dan untuk sistem pencegah terbentuknya es
di sisi inlet turbin.

Selanjutnya, udara terkompresi keluaran kompresor masuk ke ruang bakar


atau combustor. Bahan bakar (avtur contohnya) diinjeksikan ke dalam ruang bakar ini.
Sistem combustor memiliki desain khusus sehingga aliran udara bertekanan akan
mengkabutkan bahan bakar. Campuran bahan bakar dan udara dipicu untuk terbakar di
dalam ruang bakar ini. Proses pembakaran yang terjadi seolah-olah menghasilkan efek
ledakan yang membuat udara bertekanan memuai dengan sangat cepat. Pemuaian udara
yang terjadi membuat udara panas hasil pembakaran berekspansi secara bebas ke arah
turbin.

Udara panas hasil pembakaran di combustor akan menuju sisi turbin. Turbin
tersusun atas beberapa tingkatan sudu rotor dan stator. Sudu-sudu turbin berfungsi
sebagai nozzle-nozzle kecil yang akan mengkonversikan energi panas di dalam udara
pembakaran menjadi energi kinetik. Sudu pada sisi rotor turbin yang dapat berputar
mengkonversikan energi kinetik ini menjadi energi mekanis putaran poros turbojet.
Karena turbin dan kompresor berada pada satu poros, maka energi putar poros digunakan
untuk memutar kompresor turbojet.
Untuk mengkonversi energi panas udara menjadi daya dorong, pada sisi keluaran
turbin mesin jet terdapat nozzle besar dengan penampang selebar mesin jet itu sendiri.
Nozzle besar ini berfungsi untuk merubah energi panas udara menjadi kecepatan tinggi
sebagai komponen daya dorong.

Sebuah pesawat jet yang mampu mencapai kecepatan supersonik (melebihi


kecepatan suara) pastiexhaust mesin jetnya menggunakan nozzle konvergen-divergen.
Nozzle konvergen-divergen adalah sebuah pipa yang mengalami pencekikan aliran di
tengah-tengahnya, menghasilkan bentuk seperti jam pasir yang tidak simetris antara sisi
inlet dan outlet nozzle. Nozzle ini berfungsi untuk mengakselerasi gas panas dengan
tekanan tinggi sehingga mencapai kecepatan supersonik. Bentuk nozzle yang sedemikian
rupa membuat energi panas yang mendorong aliran udara terkonversi secara maksimal
menjadi energi kinetik.

Penampang cekik dari nozzle pada mesin jet bertujuan untuk menciptakan
restriksi aliran udara panas sehingga tekanan udara meningkat, yang biasanya bahkan
mendekati chocking atau berhentinya aliran udara. Lalu aliran udara panas yang tercekik
ini secara tiba-tiba diekspansikan hingga mencapai atau paling tidak mendekati tekanan
atmosfer. Ekspansi ini diakibatkan oleh bentuk nozzle divergen setelah bagian cekiknya.
Ekspansi cepat hingga mencapai tekanan atmosfer inilah yang mengkonversikan energi
panas udara menjadi daya dorong pesawat.

D. KESIMPULAN

Dapat disimpulkan bahwa energi untuk mendorong pesawat berasal dari


temperatur dan tekanan udara panas hasil pembakaran di dalam combustor. Udara hasil
pembakaran inilah yang mengakselerasi pesawat jet menjadi kecepatan supersonik.
Akselerasi yang diberikan oleh udara panas tersebut tergantung oleh beberapa kondisi
berikut:

 Tekanan dan temperatur udara panas di titik masuk nozzle.


 Tekanan ambien keluaran nozzle.
 Efisiensi dari proses ekspansi. Efisiensi ini meliputi kerugian atas adanya gesekan,
atau adanya kemungkinan kebocoran pada nozzle.
E. DAFTAR PUSTAKA

Suwachid. 2006. Ilmu Turbin. Surakarta : UNS Press

Dixon, S. L. ; penerjemah, Sutanto. 1986. Mekanika Fluida : Termodinamika Mesin


Turbo. Jakarta : UI Press

Cengel, Y.A. dan Boles, M.A. 2000. Thermodynamics: An Engineering Approach 5th
Edition. New York : McGraw-Hill. Inc

Anonymous. 2005. Brayton Cycle (Gas Turbine) for Propulsion Application Analysis.
Kenshington : Engineering-4e

Cumpsty, Nicholas .2003. "3.1". Jet Propulsion (2nd ed.): Cambridge University Press.

Springer, Edwin H. 2001. Constructing A Turbocharger Turbojet Engine: Turbojet


Technologies.

Theodore, Stevens and Henry M. Hobart .1906. Steam Turbine Engineering : MacMillan
Company.

Garrett, Scaife .2000. From Galaxies to Turbines: Science, Technology, and the Parsons
Family: Taylor & Francis Group.