You are on page 1of 6

Klindamisin

Klindamisin adalah obat antiinfeksi yang termasuk dalam kelas antibiotik,


umumnya digunakan sebagai terapi infeksi bakteri anaerob, streptococcal,
staphylococcal, dan pneumococcal. Klindamisin tersedia dalam bentuk sediaan oral,
topikal dan juga injeksi. Beberapa nama dagang klindamisin diantaranya : Albiotin,
Anerocid, Cindala, Clidacor, Climadan, Clindexin, Clinex.[1-3]

Farmakodinamik

Ditemukan pada tahun 1966, klindamisin merupakan antibiotik golongan


linkosamid, derivat dari asam amino trans-L-4-n-propylhgrinic acid.[3,4] Klindamisin,
seperti eritromisin, berikatan dengan subunit 50S pada ribosom bakteri untuk kemudian
menghambat sintesis protein bakteri tersebut. Konsentrasi 0,5-5 mcg/ml dapat
menghambat pertumbuhan streptokokkus, stapilokokkus dan pneumokokkus.
Klindamisin lebih efektif dibanding eritromisin dan klaritromisin untuk terapi bakteri
anaerob, dengan konsentrasi hambat minimun (KHM) <0,1 mcg/ml pada B. Fragilis, 0,1-
1 mcg/ml pada B. melalinogenicus, <0,5 mcg/ml pada Fusobacterium, <0,1-0,5 mcg/ml
pada Peptostreptococcus, 1-100 mcg/ml pada Peptococcus, dan <0,1-8 mcg/ml pada C.
perfringens.[4,5]

Farmakokinetik
Absorpsi
Klindamisin oral langsung diserap hampir seluruhnya setelah pemberian per oral
(absorpsi sekitar 90%), kulit (4-5%), intravaginal (sekitar 5%). Konsentrasi plasma puncak
sebesar 2-3 mcg/ml didapatkan setelah 1 jam pemberian klindamisin 150 mg, adanya
makanan di lambung tidak mempengaruhi absorpsi klindamisin secara signifikan, waktu
paruh klindamisin adalah 2,9 jam, oleh karenanya akumulasi obat yang cukup dalam
darah dapat dicapai dengan pemberian setiap 6 jam sekali.[4]
Klindamisin palpitat, sediaan oral untuk anak memiliki kecepatan absorpsi yang
sama. Bentuk fosfat ester dari klindamisin diberikan secara parenteral, konsentrasi
plasma puncak didapatkan setelah 3 jam pemberian intramuskular pada dewasa dan
setelah 1 jam pemberian pada anak. [4]
Distribusi
Klindamisin didistribusikan dengan baik ke seluruh tubuh kecuali otak dan cairan
serebrospinal, obat ini juga dapat masuk kedalam tulang, abses, dan dapat menembus
sawar plasenta. Sekitar 90% atau lebih klindamisin terikat dengan protein plasma.
Klindamisin terakumulasi di leukosit polimorfonuklear, makrofag alveolus dan abses.[4,5]
Metabolisme
Klindamisin dimetabolisme di hati menjadi bentuk aktif N-dimethyl, metabolit
sulfoksida dan metabolit lainnya.[2]
Ekskresi
Sekitar 10% dari klindamisin yang tidak dimetabolisme diekskresikan melalui urin,
sejumlah kecil juga dapat ditemukan di feses. Namun, aktivitas antimikroba dari
klindamisin masih dapat ditemukan di feses setelah 5 hari pemberian injeksi dihentikan.
Pertumbuhan koloni mikroorganisme yang sensitif klindamisin dapat terhambat selama 2
minggu setelah pemberian.[4,5]

Resistensi obat
Resistensi terhadap klindamisin umumnya terjadi pada kasus resistensi silang
dengan makrolid. Kasus resistensi klindamisin terus meningkat terutama pada bakteri
anaerob gram negatif. Beberapa faktor yang menyebabkan resistensi klindamisin antara
lain adalah :
 Mutasi pada tempat reseptor ribosom
 Modifikasi reseptor oleh produksi metilase
 Inaktifasi enzimatik klindamisin.[5]

Formulasi
Klindamisin oral tersedia dalam bentuk sediaan kapsul 150 mg dan 300 mg.
Klindamisin dapat diminum bersamaan atau tidak bersamaan dengan makanan, diminum
dengan segelas air, dapat diminum sebelum ataupun setelah makan. Petunjuk
penyimpanan klindamisin antara lain sebagai berikut :
 Jauhkan dari jangkauan anak-anak
 Simpan dalam kemasan dan di suhu 20-250C
 Jangan disimpan di kulkas atau freezer
 Perhatikan tanggal kadaluarsa, jangan diminum apabila telah kadaluarsa
 Jangan diminum apabila telah adanya perubahan warna maupun bau.[2,6]

Dosis dan indikasi


Dosis oral klindamisin untuk dewasa adalah 150-300 mg setiap 6 jam, pada infeksi
berat dapat diberikan 300-600 mg setiap 6 jam. Dosis klindamisin palmitat hidroklorida
untuk anak adalah 8-12 mg/kg per hari dibagi dalam 3-4 dosis, untuk infeksi berat dosis
klindamisin anak adalah 13-25 mg/kg per hari, pada anak dengan berat kurang dari 10
kg diberikan ½ sendok klindamisin (37,5 mg) setiap 8 jam. Klindamisin fosfat diberikan
secara intramuskular atau intravena, pada pasien dewasa dengan infeksi berat
direkomendasikan dosis 1200-2400 mg per hari dibagi dalam 3-4 dosis, pada pasien
anak dapat diberikan 15-40 mg/kg dibagi dalam 3-4 dosis.[4]
Infeksi kulit dan jaringan lunak
Efektivitas klindamisin terhadap bakteri aerob dan anaerob gram positif, dengan
bioavailibitas tinggi pada pemberian oral menjadikannya alternatif obat pada infeksi kulit
dan jaringan lunak, terutama pada pasien dengan alergi beta laktam. Klindamisin dapat
digunakan pada kulit yang nekrosis dan infeksi jaringan lunak karena memiliki potensi
untuk mengurangi ekspresi toksin.[4]
Infeksi saluran pernapasan
Berdasarkan satu penelitian klinis klindamisin (600 mg IV setiap 6 jam) terbukti
lebih superior terhadap penisilin (1 juta unit IV setiap 4 jam). klindamisin telah
menggantikan penisilin sebagai drug of choice untuk pengobatan abses paru dan infeksi
rongga pleura. Klindamisin (600 mg IV per 8 jam, atau 300-450 mg PO per 6 jam pada
kasus yang tidak berat) dikombinasikan dengan primakuin (15 mg per hari) dapat
digunakan untuk kasus ringan sampai sedang dari pneumonia P. jiroveci pada penderita
AIDS.[4]
Infeksi lainnya
Klindamisin (600-1200 mg IV per 6 jam) dikombinasikan dengan pyrimethamin
(dosis awal 200 mg PO, dilanjutkan dengan dosis rumatan 75 mg per hari) dan leucovorin
(10 mg per hari) efektif untuk pengobatan ensefalitis yang disebabkan T. Gondii pada
penderita AIDS. Klindamisin tersedia dalam sediaan topikal, gel, lotion, krim, dan efektif
untuk pengobatan akne vulgaris dan bakterial vaginosis. Klindamisin tidak digunakan
untuk terapi abses otak dikarenakan penetrasi yang kurang bagus terhadap cairan
serebrospinal.[4]

Efek Samping
Traktus gastrointestinal
Insidensi diare dilaporkan sekitar 2-10% pada pemberian klindamisin, sejumlah
pasien mengalami kolitis pseudomembran dikarenakan toksin dari bakteri C. diffisile,
kolitis ini ditandai dengan diare air, demam dan peningkatan sel darah putih perifer,
pemeriksaan proktoskopi menunjukkan adanya gambaran plak putih sampai kuning pada
mukosa kolon. Sindrom ini berbahaya dan dapat menyebabkan kematian, penghentian
obat dikombinasikan dengan metronidazol atau vankomisin biasanya dapat
menyembuhkan kondisi diatas. Gangguan fungsi liver dengan atau tanpa adanya jaundis
kadang-kadang dapat ditemukan. [4,5]
Efek samping lainnya
Bercak kulit dapat ditemukan pada sekitar 10% kasus, terutama pada penderita
infeksi HIV. Reaksi lainnya yang jarang ditemukan adalah eritema eksudatif multiform
(sindrom Steven-Johnson), trombositopenia, granulositopenia dan reaksi anafilaktik.
Klindamisin dapat menghambat transmisi obat neuromuskular dan dapat meningkatkan
potensi penghambat neuromuskular yang sedang diberikan.[4]
Interaksi Obat
Klindamisin dapat menghambat efektifitas vaksin BCG dan vaksin hidup tifoid, oleh
karena itu pemberian vaksin dapat ditunda sampai pengobatan dengan klindamisin
selesai. Klindamisin sebaiknya tidak digunakan bersaan dengan obat yang dapat
menghambat transmisi neuromuskular seperti atrakurium, pankuronium, rokuronium dan
lainnya.[7]

Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui


Klindamisin termasuk dalam obat kategori B pada kehamilan menurut FDA; studi
pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko
terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau
studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping
obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada
wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester
berikutnya).[2,7]
Pada studi klinis dengan ibu hamil trimester 2 dan 3, tidak ditemukan adanya
hubungan dengan peningkatan frekuensi kelainan kongenital. Klindamisin boleh
digunakan pada trimester pertama hanya jika betul-betul diperlukan, belum ada peneliian
yang terkontrol pada penggunaan klindamisin di trimester pertama.[7]
Klindamisin ditemukan di air susu ibu (ASI) dengan konsentrasi 0,7-3,8 mcg/ml.
Klindamisin dapat menimbulkan efek pada flora normal traktus gastrointestinal bayi.
Penggunaan klindamisin oral ataupun parenteral bukan alasan bagi ibu untuk tidak
memberikan ASI, antibiotik lain lebih dianjurkan pada ibu menyusui. Apabila tetap
menggunakan klindamisin, monitor efek samping yang dapat muncul pada bayi seperti
diare, kandidiasis dan darah di feses yang menunjukkan timbulnya kolitis.[7]

Kontraindikasi dan Peringatan


Kontraindikasi
pasien dengan hipersensitivitas terhadap klindamisin atau linkomisin.[2]
Peringatan
 Profilaksis endokarditis : hanya digunakan pada pasien dengan resiko tinggi
berdasarkan pedoman AHA terbaru
 Resiko kolitis pseudomembran pada penggunaan jangka panjang, hentikan
penggunaan bila timbul nyeri perut, diare dan adanya darah pada feses
 Gunakan hati-hati pada pasien dengan riwayat penyakit gastrointestinal, terutama
kolitis
 Gunakan hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi hati
 Untuk menghindari timbulnya resistensi, jangan digunakan pada pasien yang
belum terbukti menderita infeksi bakteri
 Hati-hati penggunaan pada pasien dengan riwayat atopik
 Hentikan pemberian apabila timbul reaksi kulit berat.
 Pemberian intravena dalam 10-60 menit, tidak boleh diberikan secara bolus.[7]

Pengawasan Klinis
Monitor pemeriksaan darah lengkap, fungsi hepar dan ginjal pada penggunaan
klindamisin dalam jangka panjang.[2]
Daftar pustaka

1. Kementerian Kesehatan RI. Formularium Nasional. Jakarta : Kemenkes RI. 2015


2. Clindamycin : Indication, dosage, side effect, precaution.
https://www.mims.com/philippines/drug/info/clindamycin?mtype=generic
3. Smieja, Marek. Current indications for the use of clindamycin: A critical review.
Can J Infect Dis. 1998;9(1):22-28.
4. Brunton, Laurence. Chabner, Bruce. Knollman, Bjorn. Goodman & Gillman’s The
Pharmacological Basis of Therapeutic. 12th ed. New York : McGraw-Hill
Companies. 2011.
5. Katzung, Betram G. Basic & Clinical Pharmacology. 14th ed. New York :
McGraw-Hill Education. 2018.
6. Clindamycin 150 mg Capsules. https://www.drugs.com/uk/clindamycin-150mg-
capsules-leaflet.html
7. Clindamycin. https://reference.medscape.com/drug/cleocin-clindesse-
clindamycin-342558