You are on page 1of 2

KEJANG DEMAM

No.
:
Dokumen
No.
:
SOP Revisi
TanggalT
:
erbit
Halaman : 1/1
dr.H.Amir Ali
UPT
NIP.
PUSKESMAS
19760509200604
CIPONDOH
1012

1. Pengertian Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada


kenaikan suhu tubuh (suhu rektal > 38 0 C) akibat dari proses ekstra
kranial dan tidak terbukti adanya infeksi intrakranial atau penyebab
lain.
Klasifikasi kejang demam yaitu: kejang demam sederhana
(bangkitan kejang < 15 menit, tidak berulang dalam 24 jam, dan
berhenti sendiri) dan kejang demam kompleks (bangkitan kejang >
15 menit, berulang/lebih dari satu kali dalam 24 jam).
2. Tujuan Untuk penanganan penderita kejang demam agar tidak terjadi
kerusakan otak lebih lanjut dan tidak terjadi kejang demam
berulang.
3. Kebijakan Langkah-langkah penanganan kejang demam sesuai dengan
langkah-langkah SOP ini.
4. Referensi Perawatan dasar DEPKES RI tahun 2014 atau Panduan Praktik
Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer??
5. Langkah- 1. Petugas menerima pasien dan melakukan anamnesis
2. Petugas melakukan pemeriksaan keadaan umum, kesadaran,
langkah
dan tanda vital (nadi, suhu, dan frekuensi pernafasan) pada
prosedur
pasien.
3. Pemberian farmakoterapi untuk mengatasi kejang, yaitu:
a. Diazepam rekatal (0,5 mg/kgBB/kali), maksimal 2 kali
dengan jarak 5 menit.
b. Jika masih kejang berikan Diazepam 0,25-0,5 mg/kgBB IV
(kecepatan 2 mg/menit), maks. 10 mg.
c. Jika masih kejang berikan Fenitoin 20 mg/kgBB IV (injeksi
20 menit dalam 50 ml NaCl 0.9%).
d. Jika masih kejang persiapan rujuk ke pelayanan yang lebih
baik.
4. Pemberian IV RL sesuai kebutuhan
5. Pemberian Paracetamol dosis 10-15 mg/kgBB/kali (diberikan 4
kali per hari)
6. Pemberian antibiotik jika diperlukan
7. Petugas memberikan informasi mengenai kejang demam dan
edukasi mengenai kejang demam kepada keluarga pasien
6. Unit MTBS
Terkait

7. RekamanHistoris Perubahan
Tgl.Mulai
No Yang Dirubah Isi Perubahan
Diberlakukan