You are on page 1of 5

Epidemiology, Patterns of Care, and Mortality

for Patients With Acute Respiratory Distress Syndrome


in Intensive Care Units in 50 Countries

Nama : Masita Nailal MunaFira

Kelas : 7C

NIM : 14010027

SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN dr. SOEBANDI JEMBER

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN

TAHUN AKADEMIK 2017/2018


ANALISA JURNAL

1. Judul Jurnal
“Epidemiology, Patterns of Care, and Mortality for Patients With Acute Respiratory
Distress Syndrome in Intensive Care Units in 50 Countries”

“Epidemiologi, Pola Perawatan, dan Kematian untuk Pasien dengan Sindrom Distres
Pernapasan Akut di Unit Perawatan Intensif di 50 Negara”
2. Penulis Jurnal
Giacomo Bellani, MD, PhD; John G. Laffey, MD, MA; Tài Pham, MD; Eddy Fan,
MD, PhD; Laurent Brochard, MD, HDR; Andres Esteban, MD, PhD; Luciano
Gattinoni, MD, FRCP; Frank van Haren, MD, PhD; Anders Larsson, MD, PhD;
Daniel F. McAuley, MD, PhD; Marco Ranieri, MD; Gordon Rubenfeld, MD, MSc; B.
Taylor Thompson, MD, PhD; Hermann Wrigge, MD, PhD; Arthur S. Slutsky, MD,
MASc; Antonio Pesenti, MD;
for the LUNG SAFE Investigators and the ESICM Trials Group
3. Latar Belakang
Inflamasi paru merupakan sindrom distres pernafasan yang akut dimana terjadi
peningkatan permeabilitas vaskular paru. penelitian epidemiologi sebelumnya telah
memberikan wawasan yang substansial ARDS, 2-5 masih ada informasi terbatas
tentang epidemiologi, pengakuan, manajemen, dan hasil pasien ARDS, terutama di
era Berlin saat ini. Insiden dan kematian ARDS saat ini dalam kohort internasional
besar tidak diketahui. Perbedaan regional yang besar telah disarankan; misalnya,
kejadian ARDS di Eropa dilaporkan 10 kali lipat lebih rendah dari di Amerika
Serikat. Sejumlah intervensi ventilasi, seperti volume tidal yang lebih rendah,
ekspirasi positif yang lebih tinggi dari tekanan (PEEP), blokade neuromuskular, dan
membran ekstrakorporeal oksigenasi untuk ARDS telah diusulkan. Tidak jelas
bagaimana caranya Intervensi ini diterapkan dalam praktik rutin di konteks
internasional yang lebih luas. Implementasi yang efektif seperti Terapi mungkin
dibatasi oleh kurangnya pengenalan ARDS oleh
klinisi.
4. Metode
Study design
Penelitian ini merupakan studi kohort prospektif multisenter internasional. Jendela
pendaftaran terdiri dari 4 orang berturut-turut pada setiap minggu musim dingin
(Februari-Maret 2014 di belahan bumi utara dan Juni-Agustus 2014 di belahan bumi
selatan), seperti dipilih oleh masing-masing ICU. Semua anggota peserta memperoleh
persetujuan dari komite dan mendapatkan persetujuan dari pasien atau pengabaian
komite etika atas persetujuan. Kami merekrut dokter dari masing - masing negara
peserta sebagai penyelenggara situs utama dan koordinator nasional Penyidik lokasi
(eAppendix 2 di Tambahan) juga bertanggung jawab untuk memastikan integritas
data dan validitas, dan ditawarkan pelatihan berbasis web untuk ditingkatkan X-ray
interpretasi reliabilitas sebagai bagian dari substudy.
5. Hasil Penelitian
Dari 29 144 pasien yang menerima ICU yang berpartisipasi, 3022 (10,4%) memenuhi
kriteria ARDS. Dari jumlah tersebut, 2377 pasien mengembangkan ARDS dalam 48
jam pertama dan yang mengalami kegagalan pernapasan dikelola dengan ventilasi
mekanis invasif. Masa prevalensi ARDS ringan adalah 30,0% (95% CI, 28,2% -
31,9%); ARDS sedang, 46,6% (95% CI, 44,5% -48,6%); dan ARDS berat, 23,4%
(95% CI, 21,7% -25,2%). ARDS mewakili 0,42 kasus per tempat tidur ICU 4 minggu
dan mewakili 10,6% (95% CI, 10,0% -10,7%) penerimaan ICU dan 23,4% dari pasien
yang membutuhkan ventilasi mekanis. Pengenalan klinis ARDS berkisar antara
51,3% (95% CI, 47,5% -55,0%) ringan sampai 78,5% (95% CI, 74,8% -81,8%) pada
ARDS berat. Kurang dari dua pertiga pasien ARDS menerima volume air pasang 8
mL / kg atau kurang dari yang diprediksi berat. Tekanan dataran tinggi diukur pada
40,1% (95% CI, 38,2-42,1), sedangkan 82,6% (CI 95% 81,0% -84,1%) mendapat
tekanan endoskopi positif (PEEP) kurang dari 12 cm H2O. Posisi rawan digunakan
pada 16,3% (95% CI, 13,7% -19,2%) pasien dengan ARDS berat. Pengakuan klinis
ARDS dikaitkan dengan PEEP yang lebih tinggi, penggunaan neuromuskular yang
lebih banyak blokade, dan posisi rawan. Kematian rumah sakit adalah 34,9% (95%
CI, 31,4% -38,5%) untuk mereka yang ringan, 40,3% (95% CI, 37,4% -43,3%) untuk
mereka dengan moderat, dan 46,1% (CI 95% 41,9% -50,4%) untuk pasien dengan
ARDS berat.
6. Kelemahan penelitian yang di dapat pada jurnal ini, yaitu :
1) Penelitian tidak menejlaskan lama waktu / tahapan penelitian yang sedang
dilakukan secara jelas

7. Kelebihan penelitian yang di dapat pada jurnal ini, yaitu :


1) Penulisan jurnal ini teratur dan sesuai dengan kaidah pembuatan penulisan
jurnal
2) Memaparkan secara jelas dan lengkap latar belakang dari permasalahan
3) Penggunaan tata bahasa yang sesuai EYD
8. Implikasi Keperawatan
Berdasarkan temuan pada penelitian ini, maka rekomendasi dari penelitian ini adalah
dengan cara memberikan pengobatan yaitu :
1) Terapi oksigen
Oksigen adalah obat dengan sifat terapeutik yang penting dan secara potensial
mempunyai efek samping toksik.
2) Ventilasi Mekanik
Aspek penting perawatan ARDS adalah ventilasi mekanis. Terapi modalitas ini
bertujuan untuk memmberikan dukungan ventilasi sampai integritas membrane
alveolakapiler kembali membaik.
3) Positif End Expiratory Breathing (PEEB)
Ventilasi dan oksigen adekuat diberikan melaui volume ventilator dengan tekanan
dan kemampuan aliran yang tinggi, di mana PEEB dapat ditambahkan. PEEB di
pertahankan dalam alveoli melalui siklus pernapasan untuk mencegah alveoli
kolaps pada akhir ekspirasi.
4) Memastikan volume cairan yang adekuat
Dukungan nutrisi yang adekuat sangatlah penting dalam mengobati pasien ARDS,
sebab pasien dengan ARDS membutuhkan 35 sampai 45 kkal/kg sehari untuk
memmenuhi kebutuhan normal.
5) Terapi Farmakologi
Penggunaan kortikosteroid dalam pengobatan ARDS adalah controversial, pada
kenyataanya banyak yang percaya bahwa penggunaan kortikosteroid dapat
memperberat penyimpangan dalam fungsi paru dan terjadinya superinfeksi.
Akhirnya kotrikosteroid tidak lagi di gunakan.
6) Pemeliharaan Jalan Napas
Pemeliharaan jalan napas meliputi : mengetahui waktu penghisapan, tehnik
penghisapan, dan pemonitoran konstan terhadap jalan napas bagian atas.
7) Pencegahan Infeksi
Perhatian penting terhadap sekresi pada saluran pernapasan bagian atas dan bawah
serta pencegahan infeksi melalui tehnik penghisapan yang telah di lakukan di
rumah sakit.

9. Kesimpulan
Di antara ICU di 50 negara, periode prevalensi ARDS adalah 10,4% penerimaan ICU.
Sindrom ini tampaknya kurang dikenal dan dikaitkan dengan tingkat kematian yang
tinggi. Temuan ini menunjukkan potensi perbaikan dalam pengelolaan penderita
ARDS.