You are on page 1of 4

Laporan Kasus

Korban diperiksa dalam


keadaan sadar di ruang Instalasi
Gawat Darurat Rumah Sakit Umum
Daerah dr. Zainoel Abidin Banda
Aceh. Korban dirujuk dari Gambar 1. Luka pada daerah
puskesmas Lamteuba dengan luka wajah.
bacok. Kejadian berawal saat korban 2. Lengan
mengalami pembacokan oleh a. Dijumpai luka bacok pada
pamannya dibeberapa bagian tubuh lengan bawah kiri dengan
di depan rumahnya di Lamteuba. bentuk teratur, berwarna
Kejadian tersebut terjadi pada hari kemerahan, berbatas tegas,
Sabtu tanggal 27 Agustus 2016 pada dengan ukuran luka panjang
pukul 19.45 WIB. Setelah itu empat koma tujuh sentimeter,
langsung dibawa ke puskesmas lebar nol koma lima
Lamteuba untuk mendapat sentimeter dan dalam nol
pertolongan sebelum dirujuk ke koma dua sentimeter.
Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit b. Dijumpai luka bacok pada
Umum Daerah dr. Zainoel Abidin. lengan kiri bawah dengan
bentuk teratur, berwarna
Pemeriksaan Luar
kemerahan, berbatas tegas,
1. Wajah dengadan memar pada dada
Dijumpai luka bacok pada kanan bagian atas dengan
pipi sebelah kiri dengan bentuk bentuk tidak teratur, berwarna
teratur, berwarna kemerahan, kemerahan, berbatas tidak
berbatas tegas, dengan ukuran luka tegas, dengan ukuran luka
panjang delapan koma lima panjang empat koma dua
sentimeter, lebar satu koma satu sentimeter, lebar dua
sentimeter dan dalam nol koma sentimeter dan dalamnya nol
lima sentimeter. koma tiga sentimeter.
c. Dijumpai luka bacok lengan
kiri bawah dalam dengan
bentuk teratur, berwarna lima koma satu sentimeter
coklat kemerahan, berbatas dan lebar dua sentimeter.
tidak tegas, dengan ukuran
luka panjang dua koma tujuh
sentimeter, lebar satu koma
delapan sentimeter dan
dalamnya nol koma tiga
sentimeter.
Gambar 3. Luka pada daerah
punggung.

Kesimpulan pada Visum et


Repertum

Dari hasil pemeriksaan fisik


Gambar 2. Luka pada daerah lengan dijumpai luka bacok pada pipi kiri,
bawah kiri. lengan bawah kiri dan punggung,
3. Punggung serta luka sayat pada punggung.
a. Dijumpai luka bacok pada Luka-luka tersebut disebabkan oleh
punggung dengan bentuk benda tajam yang dapat
teratur, berwarna kemerahan, mengakibatkan keterbatasan aktifitas
berbatas tegas, dengan ukuran fisik korban sehari-hari sebagai
luka panjang sebelas swasta.
sentimeter, lebar tiga
Diskusi
sentimeter dan dalamnya nol
koma delapan sentimeter. Aspek Medikolegal
b. Dijumpai luka sayat pada
Penganiayaan di Indonesia
punggung dengan bentuk
terdiri dari tiga tingkatan dengan
teratur, berwarna merah
hukuman yang berbeda yaitu
muda, berbatas tegas, tampak
penganiayaan ringan (pidana
lapisan kulit yang terkelupas
maksimum 3 bulan penjara),
masih bersambung dengan
penganiayaan (pidana maksimum 2
lapisan kulit disekitarnya,
tahun 8 bulan), dan penganiayaan
dengan ukuran luka panjang
yang menimbulkan luka berat sebagaimana diatur dalam pasal 351
(pidana maksimum 5 tahun). Ketiga (1) KUHP tidak menyatakan apapun
tingkatan penganiayaan tersebut tentang penyakit. Sehingga bila kita
diatur dalam pasal 352 (1) KUHP memeriksa seorang korban dan
untuk penganiayaan ringan, pasal didapati “penyakit” akibat kekerasan
351 (1) KUHP untuk penganiayaan, tersebut, maka korban dimasukkan
dan pasal 352 (2) KUHP untuk ke dalam kategori tersebut.
penganiayaan yang menimbulkan Akhirnya, rumusan hukum
luka berat. Setiap kecederaan harus tentang penganiayaan yang
dikaitkan dengan ketiga pasal menimbulkan luka berat diatur dalam
tersebut. Untuk hal tersebut seorang pasal 351 (2) KUHP yang
dokter yang memeriksa cedera harus menyatakan bahwa Jika perbuatan
menyimpulkan dengan menggunakan mengakibatkan luka-luka berat, yang
bahasa awam, termasuk pasal mana bersalah diancam dengan pidana
kecederaan korban yang penjara paling lama lima tahun”.
bersangkutan. Luka berat itu sendiri telah diatur
Rumusan hukum tentang dalam pasal 90 KUHP secara
penganiayaan ringan sebagaimana limitatif. Sehingga bila kita
diatur dalam pasal 352 (1) KUHP memeriksa seorang korban dan
menyatakan bahwa “penganiayaan didapati salah satu luka sebagaimana
yang tidak menimbulkan penyakit dicantumkan dalam pasal 90 KUHP,
atau halangan untuk menjalankan maka korban tersebut dimasukkan
pekerjaan jabatan atau pencarian, dalam kategori tersebut. Luka berat
diancam, sebagai penganiayaan menurut pasal 90 KUHP adalah :
ringan”. Jadi bila luka pada seorang  jatuh sakit atau mendapat luka
korban diharapkan dapat sembuh yang tidak memberi harapan
sempurna dan tidak menimbulkan akan sembuh sama sekali, atau
penyakit atau komplikasinya, maka yang menimbulkan bahaya
luka tersebut dimasukkan ke dalam maut;
kategori tersebut.  tidak mampu terus-menerus
Selanjutnya rumusan hukum untuk menjalankan tugas jabatan
tentang penganiayaan (sedang) atau pekerjaan pencarian;
 kehilangan salah satu panca
indera;
 mendapat cacat berat;
 menderita sakit lumpuh;
 terganggunya daya pikir selama
empat minggu lebih;
 gugur atau matinya kandungan
seorang perempuan.