Вы находитесь на странице: 1из 17

Tugas Paper

PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN 1

DISUSUN OLEH:
ADNAN YANUAR MUHAMMAD – 201521031
JANSEN SINAGA – 20160201109
PRAMONO PUSPITO – 20160201110
VITA SOTAGAMA – 201521048

MATA KULIAH: SISTEM PRODUKSI


DOSEN: Ir. Roesfiansjah Rasjidin, M.T., Ph.D.
KATA PENGANTAR

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, penulis senantiasa
mensyukuri atas segala nikmat dan ridho-Nya, maka penulis dapat menyelesaikan makalah ini
tepat pada waktunya, dengan judul : “ Perencanaan Kebutuhan Bahan”. Makalah ini dibuat
untuk melengkapi nilai tugas dari mata kuliah sistem produksi.
Pada kesempatan kali ini juga, penulis menghanturkan ucapan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu penulis dalam
menyelasaikan makalah ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa pengalaman dan ilmu yang dimiliki masih
terbatas dan terdapat banyak kekurangan, sehingga penulisan makalah ini masih jauh dari
sempurna. Namun penulis tetap bersyukur karena dengan bimbingan dan bantuan semua pihak,
maka makalah ini dapat diselesaikan. Penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang
membangun guna mencapai hasil yang lebih baik. Semoga makalah ini dapat berguna dan
bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Jakarta, 15 Oktober 2017

Tim Penulis

i
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perusahaan mempunyai peranan yang penting dalam perekonomian suatu negara.
Sedangkan perusahaan mempunyai kegiatan yang beragam, mulai perencanaan, proses
produksi, personalia, pembelanjaan dan pendistribusian. Kegiatan-kegiatan tersebut berguna
dalam pencapaian tujuan dari suatu perusahaan.
Pada dasarnya tujuan dari suatu perusahaan adalah keuntungan berupa uang, apapun
bentuk jenis usaha yang dilakukan. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, maka perusahaan
harus melaksanakan aktivitasnya dengan lancar cepat dan hemat biaya, sehingga dapat
memenuhi selera konsumen dan mendapat kepercayaan yang tinggi sebagai salah satu modal
yang sangat vital. Dengan adanya kepercayaan dari konsumen maka dapat dipastikan bahwa
produk yang dibuat akan dimanfaatkan oleh mereka. Untuk menjamin kebutuhan-kebuthan
konsumen akan produk yang diproduksi oleh perusahaan maka perushaan perlu mengontrol
persediaan yang ada agar siap menjawab kebutuhan konsumen setiap saat tepat pada waktunya,
oleh karena itu perusahaan hendaklah menerapkan suatu sistem atau metode yang efektif guna
merespon masalah-masalah yang ada.
Salah satu cara untuk mengendalikan persediaan adalah dengan metode Material
Requierment Planning (MRP). MRP merupakan teknik pendekatan yang bertujuan
meningkatkan produktivitas perusahaan dengan cara menjadwalkan kebutuhan akan material
dan komponen untuk membantu perusahaan dalam mengatasi kebutuhan minimum dari
komponen-komponen yang kebutuhannya dependen dan menjamin tercapainya produksi akhir.
Material Requirement Planning muncul pada tahun 60an oleh Oliver Weight yang berasosiasi
dengan Joseph Oirlicky, yang pertama kali diterapkan di Toyota Company Jepang.
Banyaknya metode dalam manajemen material yang dapat digunakan untuk
menentukan waktu dan volume pengadaan material, mengharuskan para pengambil keputusan
harus menguasai setiap metode pengadaan material dalam manajemen material, mengetahui
kelebihan dan kekurangan setiap metode serta dapat menggunakan metode yang tepat sesuai
dengan keadaan yang dihadapi. Salah satu metode didalam manajemen material adalah
Material Requirement Planning (MRP) yang pada mulanya adalah suatu metode pemesanan
material, maka pada saat ini metode tersebut telah digunakan sebagai alat perencanaan dan
pengawasan terhadap fungsi manajemen. Material requirement planning juga merupakan
konsep dari suatu mekanisme untuk menghitung material yang dibutuhkan, kapan diperlukan
dan berapa banyak.
1
Pada perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan yang menghasilkan barang
jadi, proses produksi merupakan kegiatan inti dari perusahaan tersebut. Produksi bisa berjalan
dengan lancar apabila bahan baku yang merupakan input dari proses produksi tersedia sesuai
dengan kebutuhan. Tersedianya bahan baku tidak lepas dari perencanaan (planning) dan
pengendalian (controlling). Perencanaan bahan baku bermanfaat untuk menjaga kelangsungan
proses produksi yang berdampak pada kelangsungan hidup perusahaan dan untuk
mengantisipasi pada setiap permintaan konsumen yang datang secara tidak terduga. Dengan
adanya persediaan bahan baku maka perusahaan dapat memenuhi permintaan konsumen.
Sistem yang dapat digunakan untuk pengadaan bahan baku adalah MRP (Material Requirement
Planning) atau sistem kebutuhan bahan baku. Sistem MRP dapat digunakan untuk mengetahui
jumlah bahan baku yang akan dipesan sesuai dengan kebutuhan untuk produksi dengan
memperhitungkan juga biaya-biaya yang akan timbul akibat dari persediaan, seperti biaya
pemesanan dan biaya penyimpanan.

B. Rumusan Masalah
Bagaimana Pengendalian persediaan barang bahan baku dengan metode Material
Requirement Planning ?
Apa keuntungan dan kerugian dengan menggunakan metode Material Requirement
Planning ?
Apa tujuan dari penggunaan metode Material Requirement Planning ?

C. Tujuan Penulisan
Mengetahui maksud dari metode Matreial Requirement Planning
Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian menggunakan metode Material
Requirement Planning
Mampu mengontrol persediaan brang bahan baku dnegan menggunakan metode
Material Requirement Planning
Mampu merencanakan bahan baku yang di perlukan dan di rencanakan dengan metode
Material Requirement Planning
Mengetahui cara kerja input, output, dan proses dengan menggunakan metode Material
Requirement Planning

D. Metode Penulisan
Penulisan makalah tugas pada Mata Kuliah Manajemen Operasional I ini di susun
berdasarkan referensi – referensi buku dan informasi dari dunia maya yang sesuai dengan topik

2
penulisan. Berdasarkan penelusuran melalui referensi dan informasi media ini kemudian di
peroleh data primer dan sekunder. Makalah ini juga menggunakkan metode kualitatif dengan
menampilkan data – data yang deskriptif berupa kata – kata yang rasional. Prosedur pemecahan
masalah di lakukan berdasarkan pada masalah yang di dalam suatu perusahaan mengenai
perencanaan untuk penyediaan bahan baku dengan menggunakan metode Material
Requirement Planning, permasalahan yang menjadi dasar pada karya ilmiah ini timbul pada
saat dimana para karyawan tidak dapat mengendalikan barang bahan baku yang harusnya sudah
di renacanakan sebelum waktu di gunakan sehingga saat penggunaan bahan baku tersebut dapat
tepat waktu di gunakan untuk di olah menjadi barang jadi ataupun setengah jadi sehingga dapat
tetap beroperasi pada suatu perusahaan.
Usaha pemecahan masalah di lakukan dengan mempelajari beberapa faktor – faktor
yang berhubungan dengan pokok masalah. Melalui telaah pustaka kemudian di jabarkan
melalui karya tulis ilmiah yang merupakan satu konsep penyelesaian terhadap kondisi dan
situasi yang berkembang saat ini terutama pada perusahaan besar yang mewajibkan memilki
perhitungan untuk dapat menyediakan barang bahan baku yang di rencanakan pada suatu
perusahaan.

E. Sistematika Penulisan
Dengan tujuan untuk memberikan gambaran yang jelas terhadap isi makalah
ini, penulis akan menyusun secara sistematis menurut pembagiannya yaitu:
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis akan menguraikan secara ringkas dan jelas mengenai
latar belakang masalah, indentifikasi dan pembatasan masalah, perumusan
masalah, tujuan penelitian, manfaat / kegunaan penelitian.
BAB II : PEMBAHASAN
Dalam bab ini akan diuraikan teori-teori yang digunakan sebagai dasar acuan
penelitian mengenai perilaku konsumen, proses keputusan pembelian, dan
pengambilan keputusan konsumen sehingga dapat memecahkan masalah yang
akan di bahas seperti kerangka pikiran, hipotesis, dan penelitian.
BAB III : PENUTUP
Pada bab ini sebagai bab terakhir atau penutup yang berisi kesimpulan.

3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Persediaan
Menurut I Nyoman Yudah Astana Dosen Fakultas Teknik Sipil, Universitas Udayana
Denpasar, bahwa Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan, yang akan digunakan
untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya akan digunakan dalam proses produksi (I Nyoman
Y Astana).
Persediaan adalah aktiva yang tersedia untuk dijual dalam proses produksi, dan atau
dalam perjalanan atau dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan
dalam proses produksi (IAI, 1995, 142).
Persediaan juga merupakan sumbar daya mengatur (Idle resources) yang menunggu
proses lebih lanjut berupa kegiatan produksi pada sistem manufaktur, pemasaran distribusi atau
kegiatan konsumsi pangan pada sistem rumah tangga ( Nasution, 1996 : 1). Namun, secara
umum dapat dikatakan, bahwa persediaan adalah suatu istilah yang menunjukkan segala
sesuatu atau sumber daya organisasi yang disimpan dalam rangkan mengantisipasi untuk dapat
memenuhi permintaan baik internal maupun eksternal (Handoko, 1996 : 334)
Persediaan barang sebagai elemen utama dari modal kerja merupakan aktiva yang
selalu dala keadaan berputar, dimana secara terus – menerus mengalami perubahan. Masalah
investasi dalam inventory merupakan masalah pembelanjaan aktiv, seperti halnya investasi
dalam aktiva – aktiva lainnya. Masalah penetuan besarnya persediaan bahan baku mempunyai
efek yang langsung terhadap keuntungan perusahaan dan dapat pula menimbulkan kerugian
yang besar pada perusahaan.

B. Pengertian Material Requirement Planning


Material Requirement Planning adalah suatu metode untuk menentukan apa, kapan
dan berapa jumlah komponen dan material yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dari
suatu perencanaan produksi. Perencanaan material secara detail dilakukan dengan Material
Requirement Planning, yaitu pengabungan aktivitas yang mempengaruhi koordinasi dari suatu
usaha didalam perusahaan.
Untuk menjalankan sistem MRP, ada tiga elemen utama yang harus dimasukkan,
yaitu:
 Jadwal induk produksi (Master Production Schedule/MPS)

 Jumlah kebutuhan Material (Bill of Material/BOM)

2
 Status persediaan (Inventory Status)

Dalam jumlah induk produksi diuraikan bahan jadi yang akan diproduksi, yaitu
meliputi waktu dan jumlah yang diproduksi. Jumlah kebutuhan material berisi jumlah
kebutuhan material-material pembentuk bahan jadi, baik bahan mentah maupun bahan yang
dibeli jadi. Status persediaan berisi informasi tentang persediaan material, order pembelian dan
order pekerjaan.
MRP merupakan teknik pendekatan yang bertujuan meningkatkan produktivitas
perusahaan dengan cara menjadwalkan kebutuhan akan material dan komponen untuk
membantu perusahaan dalam mengatasi kebutuhan minimum dari komponen-komponen yang
kebutuhannya dependen dan menjamin tercapainya produksi akhir.
Salah satu metode didalam manajemen material adalah Material Requirement
Planning (MRP) yang pada mulanya adalah suatu metode pemesanan material, maka pada saat
ini metode tersebut telah digunakan sebagai alat perencanaan dan pengawasan terhadap fungsi
manajemen. Material requirement planning juga merupakan konsep dari suatu mekanisme
untuk menghitung material yang dibutuhkan, kapan diperlukan dan berapa banyak.
Banyaknya metode dalam manajemen material yang dapat digunakan untuk
menentukan waktu dan volume pengadaan material, mengharuskan para pengambil keputusan
harus menguasai setiap metode pengadaan material dalam manajemen material, mengetahui
kelebihan dan kekurangan setiap metode serta dapat menggunakan metode yang tepat sesuai
dengan keadaan yang dihadapi.
Salah satu metode didalam manajemen material adalah Material Requirement
Planning (MRP) yang pada mulanya adalah suatu metode pemesanan material, maka pada saat
ini metode tersebut telah digunakan sebagai alat perencanaan dan pengawasan terhadap fungsi
manajemen. Material requirement planning juga merupakan konsep dari suatu mekanisme
untuk menghitung material yang dibutuhkan, kapan diperlukan dan berapa banyak.
Pada perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan yang menghasilkan barang
jadi, proses produksi merupakan kegiatan inti dari perusahaan tersebut. Produksi bisa berjalan
dengan lancar apabila bahan baku yang merupakan input dari proses produksi tersedia sesuai
dengan kebutuhan. Tersedianya bahan baku tidak lepas dari perencanaan (planning) dan
pengendalian (controlling). Perencanaan bahan baku bermanfaat untuk menjaga kelangsungan
proses produksi yang berdampak pada kelangsungan hidup perusahaan dan untuk
mengantisipasi pada setiap permintaan konsumen yang datang secara tidak terduga. Dengan
adanya persediaan bahan baku maka perusahaan dapat memenuhi permintaan konsumen.

3
Sistem yang dapat digunakan untuk pengadaan bahan baku adalah MRP (Material
Requirement Planning) atau sistem kebutuhan bahan baku. Sistem MRP dapat digunakan untuk
mengetahui jumlah bahan baku yang akan dipesan sesuai dengan kebutuhan untuk produksi
dengan memperhitungkan juga biaya-biaya yang akan timbul akibat dari persediaan, seperti
biaya pemesanan dan biaya penyimpanan.

C. Keuntungan dan Kerugian Metode Material Requirement Planning


Kelebihan MRP
 Kemampuan memberi harga lebih kompetitif

 Mengurangi harga penjualan

 Mengurangi Inventori

 Pelayanan pelanggan yang lebih baik

 Respon terhadap permintaan pasar lebih baik

 Kemampuan mengubah jadwal induk

 Mengurangi biaya setup

 Mengurangi waktu menganggur

 Memberi catatan kemajuan sehingga manager dapat merencanakan order sebelum

pesanan aktual dirilis

 Memberitahu kapan memperlambat akan sebaik mempercepat

 Menunda atau membatalkan pesanan

 Mengubah kuantitas pesanan

 Memajukan atau menunda batas waktu pesanan

 Membantu perencanaan kapasitas

Kelemahan MRP
 Problem utama penggunaan sistem MRP adalah integritas data. Jika terdapat data

salah pada data persediaan, bill material data/master schedule kemudian juga akan

menghasilkan data salah. Problem utama lainnya adalah MRP systems membutuhkan

4
data spesifik berapa lama perusahaan menggunakan berbagai komponen dalam

memproduksi produk tertentu (asumsi semua variable). Desain sistem ini juga

mengasumsikan bahwa "lead time" dalam proses in manufacturing sama untuk setiap

item produk yang dibuat.

 Proses manufaktur yang dimiliki perusahaan mungkin berbeda diberbagai tempat. Hal

ini berakibat terjadinya daftar pesanan yang berbeda karena perbedaaan jarak yang

jauh. The overall ERP system dapat digunakan untuk mengorganisaisi sediaan dan

kebutuhan menurut individu perusaaannya dan memungkinkan terjadinya komunikasi

antar perusahaan sehingga dapat mendistribuskan setiap komponen pada kebutuan

perusahaan.

 Hal ini mengindikasikan bahwa sebuah sistem enterprise perlu diterapkan sebelum

menerapkan sistem MRP. Sistem ERP system dibutuhkan untuk menghitung secara

reguler dengan benar bagaimana kebutuhan item sebenarnya yang harus disediakan

untuk proses produksi.

 MRP tidak mengitung jumlah kapasitas produksi. Meskipun demikian, dalam jumlah

yang besar perlu diterapkan suatu sistem dalam tingkatan lebih lanjut, yaitu MRP II.

MRP II adalah sistem yang mengintegrasikan aspek keuangan. Sistem ini mencakup

perencanaan kapasitas

Kegagalan dalam mengaplikasikan sistem MRP biasanya disebabkan oleh: Kurangnya


komitmen top manajemen, Kesalahan memandang MRP hanyalah software yang hanya butuh
digunakan secara tepat, integrasi MRP JIT yang tidak tepat, Membutuhkan pengoperasian yang
akurat, dan Terlalu kaku.

D. Pengendalian Persediaan Megunakan Metode MRP


Pengendalian persediaan merupakan langkah penting dalam manajemen persediaan
untuk melakukan perhitungan berupa jumlah optimal tingkat persediaan yang harus ada serta
waktu pemesanan kembali. Pengaturan dan pengawasan terhadap material barang dalam proses
dan barang jadi merupakan bagian penting dalam sistem produksi.

5
MRP adalah salah satu terobosan besar bagi dunia industri dalam mengatur bahan-
bahan material yang dibutuhkan untuk proses produksi. Karena dengan MRP perusahaan dapat
mengefisiensikan gudang dan sekaligus mencegah kemungkinan kehabisan bahan material.
Semua proses pengaturan untuk bahan material yang dibutuhkan hanya dengan memasukkan
data yang dibutuhkan dan software MRP yang akan memproses semuanya. Fasilitas yang
disediakan adalah proses pengisian dan pemesanan data dealer penjualan dan supplier material.
Konsep MRP adalah mempermudah pengaturan bahan material. Oleh karena itu direncanakan
software dengan konsep user friendly dan fasilitas yang benar-benar mempermudah dan
mampu meningkatkan efisiensi para pengguna.
Perencanaan kebutuhan material atau sering dikenal dengan Material Requirement
Planning (MRP) adalah suatu sistem informasi yang terkomputerisasi untuk mengatur
persediaan permintaan yang dependent dan mengatur jadwal produksi. Sistem ini bertujuan
untuk mengurangi tingkat persediaan dan meningkatkan produktivitas. Terdapat dua hal
penting dalam MRP yaitu lead time, dan berapa banyaknya jumlah material yang siap dipesan
Dengan metode MRP dapat memesan sejumlah barang atau persediaan sesuai dengan
jadwal produksi, maka tidak akan ada pembelian barang walaupun persediaan telah berada
pada tingkat terendah. MRP dapat mengatasi masalah-masalah kompleks dalam persediaan
yang memproduksi banyak produk. Masalah yang ditimbulkannya antara lain kebingungan
inefisiensi, pelayanan yang tidak memuaskan konsumen, dll.
Penentuan kebutuhan material yang pasti dalam proses produksi akan meminimalkan
kerugian yang timbul dalam kaitannya dengan persediaan.
Dengan menggunakan metode MRP untuk melakukan penjadwalan produksi, maka
perusahaan akan menentukan secara tepat perencanaan tanggal penyelesaian pekerjaan yang
realistik, pekerjaan dapat selesai tepat pada waktunya, janji kepada konsumen dapat ditepati
dan waktu tengang pemesanan dapat dikurangi.

E. Tujuan Metode Material Requirement Planning


Secara umum, sistem MRP dimaksudkan untuk mencapai tujuan sebagai berikut :
1. Meminimalkan Persediaan

MRP menentukan berapa banyak dan kapan suatu komponen diperlukan disesuaikan

dengan Jadwal Induk Produksi (JIP). Dengan menggunakan komponen ini, pengadaan

(pembelian) atas komponen yang diperlukan untuk suatu rencana produksi dapat

6
dilakukan sebatas yang diperlukan saja sehingga dapat meminimalkan biaya

persediaan.

2. Mengurangi resiko karena keterlambatan produksi atau pengriman

MRP mengidentifikasikan banyaknya bahan dan komponen yang diperlukan baik dari

segi jumlah dan waktunya dengan memperhatikan waktu tenggang produksi maupun

pengadaan atau pembelian komponen, sehingga memperkecil resiko tidak tersedianya

bahan yang akan diproses yang mengakibatkan terganggunya rencana produksi.

3. Komitmen yang realistis

Dengan MRP, jadwal produksi diharapkan dapat dipenuhi sesuai dengan rencana,

sehingga komitmen terhadap pengiriman barang dilakukan secara lebih realistis. Hal

ini mendorong meningkatnya kepuasan dan kepercayaan konsumen.

4. Meningkatkan efisiensi

MRP juga mendorong peningkatan efisiensi karena jumlah persediaan, waktu

produksi, dan waktu pengiriman barang dapat direncanakan lebih baik sesuai dengan

Jadwal Induk Produksi (JIP).Dengan demikian terdapat beberapa hal yang dapat

dilakukan MRP (Material Requirements Planning), yaitu :

a) Menentukan kebutuhan pada saat yang tepat

Kapan pekerjaan harus selesai atau material harus tersedia agar Jadwal Induk

Produksi (JIP) dapat terpenuhi.

b) Menentukan kebutuhan minimal setiap item melalui sistem penjadwalan.

c) Menentukan pelaksanaan rencana pemesanaan.

Kapan pemesanan atau pembatalan pemesanan harus dilakukan.

d) Menentukan penjadwalan ulang atau pembatalan atas suatu jadwal yang harus

direncanakan didasarkan pada kapasitas yang ada.

7
F. Input, Output, dan Proses Menggunakan Metode Material Requirement Planning
Input MRP
Input yang dibutuhkan dalam konsep MRP, yaitu sebagai berikut :
1. Jadwal Induk Produksi (Master Production Schedule), merupakan ringkasan skedul

produksi produk jadi untuk periode mendatang yang dirancang berdasarkan pesanan

pelanggan atau peramalan permintaan. JIP berisi perencanaan secara mendetail

mengenai jumlah produksi yang dibutuhkan untuk setiap produk akhir beserta periode

waktunya untuk suatu jangka perencanaan dengan memperhatikan kapasitas yang

tersedia. Sistem MRP mengasumsikan bahwa pesanan yang dicatat dalam JIP adalah

pasti, kendatipun hanya merupakan peramalan

2. Status Persediaan (Inventory Master File atau Inventory Status Record), merupakan

catatan keadaan persediaan yang menggambarkan status semua item yang ada dalam

persediaan yang berkaitan dengan:

a) Jumlah persediaan yang dimiliki pada setiap periode (on hand inventory).

b) Jumlah barang yang sedang dipesan dan kapan pesanan tersebut akan datang

(on order inventory).

c) Lead time dari setiap bahan.

3. Struktur Produk (Bill Of Material), merupakan kaitan antara produk dengan

komponen penyusunnya yang memberikan informasi mengenai daftar komponen,

campuran bahan dan bahan baku yang diperlukan untuk membuat produk. BOM juga

memberikan deskripsi, penjelasan dan kuantitas dari setiap bahan baku yang

diperlukan untuk membuat satu unit produk.

Proses MRP
Langkah–langkah dasar dalam penyusunan MRP, yaitu antara lain:
1. Netting

8
yaitu proses perhitungan jumlah kebutuhan bersih untuk setiap periode selama horison

perencanaan yang besarnya merupakan selisih antara kebutuhan kotor dengan jadwal

penerimaan persediaan dan persediaan awal yang tersedia.

2. Lotting

yaitu penentuan besarnya ukuran jumlah pesanan (lot size) yang optimal untuk sebuah

item berdasarkan kebutuhan bersih yang dihasilkan.

3. Offsetting

yaitu proses yang bertujuan untuk menentukan saat yang tepat melaksanakan rencana
pemesanan dalam pemenuhan kebutuhan bersih. Penentuan rencana saat pemesanan ini
diperoleh dengan cara mengurangkan kebutuhan bersih yang harus tersedia dengan
waktu ancang-ancang (lead time).
4. Exploding

merupakan proses perhitungan dari ketiga langkah sebelumnya yaitu netting, lotting

dan offsetting yang dilakukan untuk komponen atau item yang berada pada level

dibawahnya berdasarkan atas rencana pemesanan

Output MRP
Output MRP sekaligus juga mencerminkan kemampuan dan ciri dari MRP, yaitu :
1. Planned Order Schedule (Jadwal Pesanan Terencana) penentuan jumlah kebutuhan

material serta waktu pemesanannya untuk masa yang akan datang.

2. Order Release Report (Laporan Pengeluaran Pesanan) berguna bagi pembeli yang

akan digunakan untuk bernegoisasi dengan pemasok dan berguna juga bagi manajer

manufaktur yang akan digunakan untuk mengontrol proses produksi

3. Changes to Planning Orders (Perubahan terhadap pesanan yang telah direncanakan)

yang merefleksikan pembatalan pesanan, pengurangan pesanan dan pengubahan

jumlah pesanan.

4. Performance Report (Laporan Penampilan), suatu tampilan yang menunjukkan sejauh

mana sistem bekerja, kaitannya dengan kekosongan stok dan ukuran yang lain.

9
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Munculnya beraneka-ragam definisi tentang sistem MRP ini karena definisi-definisi
tersebut diatas digambarkan atau diuraikan sesuai dengan sudut pandang masing-masing
penulis. Namun dari definisi-definisi tersebut diatas semuanya mempunyai inti yang sama, jadi
dapat disimpulkan bahwa Material Requirement Planning merupakan suatu sistem yang
mengatur bahan-bahan material yang dibutuhkan untuk proses produksi karena dengan MRP
perusahaan dapat mengefisiensikan gudang dan sekaligus mencegah kemungkinan kehabisan
bahan material atau suatu sistem penjadwalan kebutuhan bahan baku berdasarkan tahap waktu
untuk operasi produksi.
Material Requirement Planning merupakan suatu sistem yang mengatur bahan-bahan
material yang dibutuhkan untuk proses produksi karena dengan MRP perusahaan dapat
mengefisiensikan gudang dan sekaligus mencegah kemungkinan kehabisan bahan material
atau suatu sistem penjadwalan kebutuhan bahan baku berdasarkan tahap waktu untuk operasi
produksi.
Secara umum, sistem MRP dimaksudkan untuk mencapai tujuan sebagai berikut :
1. Meminimalkan Persediaan

2. Mengurangi resiko karena keterlambatan produksi atau pengriman

3. Komitmen yang realistis

4. Meningkatkan efisiensi

DAFTAR PUSTAKA

Chandra, Herry P. Material Requirement Planning. 2001.


Herjanto, Eddy. Manajemen Produksi dan Operasi. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana
Indonesia, 1999.
Nasution, Arman Hakim . Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Edisi Kedua. Surabaya:
Prima Printing, 2003.
Yamit, Msi, Drs. Zulian . Manajemen Persediaan. Yogyakarta: Ekonesia Kampus Fakultas
Ekonomi UII, t.thn.

10
11