You are on page 1of 2

Secara geografis kabupaten Lamongan terletak pada

6˚51’54” sampai dengan 7˚23’6” lintang selatan dan diantara garis bujur timur 122˚4’4” sampai
122˚33’12” yang memiliki luas 1.812,8km² atau ± 3.78% dari luas propinsi jawa timur. Dataran
kabupaten lamongan dibelah oleh sungai bengawan solo, dan secara garis besar datarannya
dibedakan menjadi 3 karakteristik yaitu :

1. Bagian tengah selatan merupakan daratan rendah yang relative subur yang
membentang dari kecamatan kedungpring, babat, sukodadi, lamongan, deket, sarirejo,
dan kembangbahu
2. Bagian selatan dan utara merupakan pegunungan kapur berbatu-batu dengan
kesuburan sedang yaitu mantup, sambeng, ngimbang, bluluk, modo, brondong,
paciran, dan solokuro.
3. Bagian tengag utara merupakan daerah bonorowo yakni rawan banjir yang meliputi
kecamatan sekaran, laren, karanggeneng, kalitengah, turi, karanbinangun, dan glagah.

Kondisi tataguna tanah di kabupaten lamongan adalah sebagai berikut : baku sawah
44.08 H, sawah tadah hujan 25.407,80 H, Tegalan 32.844,33H, Pemukiman
12,418,89 H, Tambak 3.497,72 H, Hutan 32.224,00H, Kebun campuran 212,00 H,
Rawa 1.340,00 H, Tanah kritis 889,00 H, Dll 15.092,51 H.

Dalam sruktur perekonomian di Kabupaten Lamongan, sector pertanian tetap menjadi


andalan petani Lamongan yang dikenal ulet dan gemar bekerja keras berhasil menghantarkan
lamongan sebagai lumbung pangan nasional dengan menyandang predikat di mana mampu
memanen jagung hingga 372.000 ton/tahun, tahun ini meningkat menjadi 571.080 ton meningkat
25% disbanding tahun lalu. Potensi jagung bisa dimanfaatkan untuk investasi pabrik pakan
ternak karena memiliki bahan baku yang melimpah.

Di desa Banyubang Kecamatan Solokuro telah berdiri TTP merupakan tempat Taman
Teknologi Pertanian wilayah Lamongan yang berdiri sejak tahun 2015

Pengembangan TTP banyubang yang ada di desa Banyubang, kecamatan solokuro,


kabupaten Lamongan dikatakan berhasil selama 6 tahun terakhir ini adanya TTP berbagai
perubahan yang mengarah pada perbaikan ekonomi petani, tidak hanya dalam hal pembangunan
fisik, tetapi pemberdayaan masyarakat dalam penggunaan teknologi yang direkomendasikan
mengalami peningkatan. Bahkan katannya sudah ada beberapa kawasan di kabupaten lamongan
yang datang dan belajar sekaligus melakukan studi banding.
Pada aspek fisik saat ini sudah dibangun gedung untuk menginisiasi TTP desa
banyubang. Bangunan itu seperti showroom, kandang komunal, rumah produksi pakan, gudang
pupuk, pengolahan kompos serta jalan usaha tani.

Dan kini Mulai dilirik empat korporasi sekaligus yang tergabung dalam asosiasi
perbenihan Indonesia. Ke empat korporasi itu, adalah international food policy research institute
program for biosafety systems (IFPRI-PBS), PT. Branita Sandhini, PT. Dupont pioneer
Indonesia, dan PT. Bayer Indonesia.

Di lamongan akan meningkatkan produktifis jagung menjadi 10 ton perhektare yang


sebelumnya produksi jagung di lamongan masih 5,8 ton perhektar dengan benih Biotek ini
pendapatan petani akan meningkat beberapa kali lipat karena harga jualnya sangat mahal, di
mana lamongan siap menjadi pusat perbenihan jagung dan labelnya tetap menggunakan
lamongan, di mana ingin memberikan kontribusi pada Indonesia, dari lamongan untuk
Indonesia.

Di mana jagung biotek ini sangat cocok di tanam di daerah lamongan dengan metode
tanam jajar legowo diterapkan untuk mendapatkan sinar matahari yang maksimal,
mempermudah perawatan dan juga menghindari adanya perebutan unsure hara tanaman. Salah
satu variasi jajar legowo yakni 100cm x 50cm x 40cm untuk 2 benih perlubang tanaman. Untuk
pengolahan tanah, tanah tempat perbenihan kedalamannya harus 20cm,

Harapan kedepannya adalah kemampuan pada pengembangan perbenihan jagung biotek


sehingga nantinya dapat mendukung pencapaian produksi jagung sehingga mengarah pada
pemenuhan lumbung pangan dunia.