You are on page 1of 4

KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

Maluku merupakan salah satu provinsi di bagian timur Indonesia yang beribukota
di Ambon. Provinsi Maluku memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut :

 Sebelah utara : Provinsi Maluku Utara


 Sebelah timur : Provinsi Papua Barat
 Sebelah selatan : Negara Timor Leste dan Australia
 Sebelah barat : Provinsi Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah

Provinsi Maluku terletak pada 3°LU - 8°30' LS dan 125° - 135°BT. Provinsi Maluku
memiliki area seluas 46.914,03 km². Provinsi Maluku merupakan daerah
kepulauan yang terdiri atas 632 pulau besar dan kecil.

1. Rumah Adat

Rumah adat Baileo Nolloth termasuk salah satu dari baileo tua di pulau Saparua.
Bentuknya masih asli meskipu telah direnovasi pada tahun 1985. Baileo ini didirikan
pada tahun 1653, setelah orang-orang Nolloth turun dari negeri lama Nolloth di
gunung ke tepi pantai pada tahun 1652.
Masyarakat Maluku tengah terbagi atas dua kelompok besar, yaitu pata lima dan
pata siwa. Kelompok pata lima berada di daerah pulau Seram, sedangkan pata siwa
berada di daerah Seram Barat. Untuk dapat mengetahui kelompok masyarakat itu
tergolong dalam kelompok pata lima ataukah pata siwa , maka perlu diperhatikan
jumlah tiang yang terdapat pada sebuah suwane/ baeleo. Kalau jumlah tiang
suwane 5 maka masyarakat pemiliknya tergolong pata lima. Sebaliknya, kalau
jumlahnya 9 berarti tergolong ke dalam kelompok pata siwa.

2. Pakaian Adat
Bicara mengenai keragaman budaya Indonesia memang tidak akan pernah ada
habisnya. Mulai dari acara adat, makanan, tradisi, hingga pakaian adat merupakan
kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Bagi orang awam, satu suku saja memiliki
budaya yang begitu kaya dan cukup rumit untuk dipelajari, terlebih lagi seluruh suku
dan etnis yang jumlahnya bisa ribuan.

Salah satu kebudayaan yang secara jelas dapat langsung dilihat dan menjadi ciri
khusus dari satu suku adalah Pakaian adat.Pakaian adat Maluku adalah salah satu
yang menarik untuk kita telaah lebih jauh lagi. Sebenarnya pakaian adat Maluku
tidak hanya satu jenis karena tiap wilayah di Maluku mempunyai ciri tersendiri.

Pakaian adat Maluku yang dikenal dengan nama baju cele atau kain salele adalah
pakaian adat dengan nilai estetis dan filosofis tinggi. Meski sederhana dan secara
penggunaan tidak serumit pakaian adat dari provinsi lain di Indonesia, pakaian adat
Maluku ini dianggap mewakili karakteristik adat suku-suku di Kepulauan Maluku
yang khas. Baju cele adalah baju berwarna merah terang dengan motif garis-garis
emas atau perak yang geometris. Kainnya tebal tapi tetap nyaman digunakan. Untuk
wanita, baju cele umumnya dipadukan dengan kain sarung tenun atau kebaya
dengan warna yang sama.

Sementara bagi pria, baju cele dibentuk menyerupai jas dan dikenakan bersama
kemeja sebagai dalaman dan celana panjang formal berwarna hitam atau putih
sebagai bawahannya. Adapun untuk alas kaki, baik pria maupun wanita umumnya
menjadikan sepatu vantovel hitam sebagai pilihan utama. Khusus untuk
penggunaan baju cele pada wanita, beberapa aksesoris biasanya akan diterapkan
sebagai penghias dan penambah kecantikan. Beberapa aksesoris pakaian adat
Maluku ini antara lain:

1. Konde - Konde yang digunakan wanita sebagai pelengkap pakaian adat Maluku
sebetulnya tidak berbeda dengan konde pada umumnya. Hanya saja, warna
yang khusus digunakan adalah konde berwarna emas atau perak. Dalam bahasa
Maluku konde ini dikenal dengan nama
2. Haspel - Kak kuping. Konde umumnya dipadukan dengan 4 buah kak kuping
yang bentuknya seperti kembang.
3. Sisir konde - Sisir konde diletakan di tengah konde berfungsi untuk menjaga
konde agar tetap rapi.
4. Bunga Ron - Aksesoris dari bahan gabus atau papeceda ini dilingkar pada
konde.
5. Kain Lenso - Kain lenso adalah kain saputangan yang diletakkan dan direkatkan
di pundak menggunakan temiti. Disebutkan bahwa penggunaan kain lenso pada
pakaian adat Maluku terjadi akibat pengaruh budaya Belanda.

Baju cele umumnya hanya digunakan pada saat-saat tertentu. biasanya masyarakat
adat Maluku hanya menggunakan pakaian adatnya ini pada saat upacara-upacara
adat, seperti upacara Panas Pela, upacara Cuci Negeri, atau Pelantikan Raja. Akan
tetapi, pada saat ini baju cele juga telah sering digunakan sebagai pakain resmi
dalam upacara pernikahan atau saat beribadah ke gereja. Selain baju cele, Maluku
sebetulnya memiliki beberapa pakaian adat lain yang akrab dengan kehidupan dan
budaya masyarakatnya.

3. Tarian tarian Daerah


Tari Lenso

Tarian tradisional ini merupakan tari pergaulan dan sangat identik dengan kaum
muda-mudi. Tarian yang juga sering dipentaskan di Minahasa Sulawesi Utara ini
sering dijadikan media untuk mencari pasangan hidup. Oleh sebab itu, Tari Lenso
(selendang) sering dipentaskan di keramaian seperti acara penikahan atau tahun
baru. Jumlah penarinya biasanya berjumlah 6 sampai 10 orang. Musik pengiringnya
antara lain tambur minahasa, suling, kolintang, dan tetengkoren.

4. Senjata Tradisional
Parang Salawaku

Parang Salawaku adalah sepasang senjata tradisional dari Maluku.Parang


Salawaku terdiri dari Parang (pisau panjang) dan Salawaku (perisai) yang pada
masa lalu adalah senjata yang digunakan untuk berperang. Di lambang pemerintah
kota Ambon, dapat dijumpai pula Parang Salawaku.Bagi masyarakat Maluku,
Parang dan Salawaku adalah simbol kemerdekan rakyat.

Senjata ini dapat disaksikan pada saat menari Cakalele, yaitu tarian yang
menyimbolkan kekuatan kaum pria Maluku. Parang di tangan kanan penari
melambangkan keberanian sementara salawaku di tangan kiri melambangkan
perjuangan untuk mendapatkan keadilan. Parang Salawaku merupakan kerajinan
tangan khas orang Maluku. Parang dibuat dari besi yang ditempa dengan ukuran
bervariasi, biasanya antara 90-100 cm. Pegangan parang terbuat dari kayu besi atau
kayu gapusa. Sementara itu, salawaku dibuat dari kayu keras yang dihiasi kulit
kerang laut.

5. Suku :
Suku dan marga yang terdapat didaerah Maluku adalah : Rana, Alifuru, Togitil, Furu
Aru, dan lain lain.

6. Bahasa Daerah :
Togitil, Furu Aru, dan Ahfuru.

7. Lagu Daerah :
Kole kole, Mande mande, Rasa Sayang Sayange.
Rasa sayange... rasa sayang sayange...
Kulihat dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange... rasa sayang sayange...
Kulihat dari jauh rasa sayang sayange

Jalan jalan kekota paris


Lihat gedung berbaris baris
Anak manis jangan menangis
Kalau menangis malah meringis

Rasa sayange... rasa sayang sayange...


Kulihat dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange... rasa sayang sayange...
Kulihat dari jauh rasa sayang sayange

Sana belang disini belang


Anak kucingku yang manis
Sana senang disini senang
Ayo kita menyanyi lagi

Rasa sayange... rasa sayang sayange...


Kulihat dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange... rasa sayang sayange...
Kulihat dari jauh rasa sayang sayange
**************************************