You are on page 1of 18

ARTIKEL ILMIAH

ENERGI TERBARUKAN UNTUK KEBERLANGSUNGAN HIDUP DI MASA DEPAN

Disusun Oleh :
Gugus Ilham Ramadhan 21601052084

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Memasuki abad yang baru ini manusia dihadapkan pada masalah yang sangat penting
ditinjau dari makin pesatnya perkembangan teknologi di semua bidang, termasuk di antaranya
kebutuhan akan energi. Mengingat adanya kebutuhan akan energi yang makin meningkat ini,
mengakibatkan adanya aspek aspek yang harus diperhatikan, apabila aspekaspek ini tidak
diperhitungkan, maka akan terjadi kerugian yang cukup besar, baik dalam jangka pendek
maupun jangka panjang. Pada kesempatan ini hanya akan dilakukan pembahasan dari segi
tehnis, yaitu mengenai ketersediaan bahan bakar, pengaruh terhadap polusi lingkungan,
kemampuan bertahan untuk jangka waktu yang cukup panjang, kesiapan dari infrastruktur
yang mampu menyediakan kebutuhan-kebutuhan akan sumber daya, maupun perawatan dari
suatu sistem teknologi yang tergolong baru.

Pada tahun 2007, banyak negara telah menyadari pentingnya pemanfaatkan sumber-
sumber Energi Terbarukan sebagai pengganti energi tidak terbarukan seperti minyak bumi,
batubara dan gas yang telah menimbulkan dampak yang sangat merusak terhadap bumi.
Dengan semakin menipisnya cadangan sumber energi tidak terbarukan, maka biaya untuk
penambangannya akan meningkat, yang berdampak pada meningkatnya harga jual ke
masyarakat . Pada saat yang bersamaan, energi tidak terbarukan akan melepaskan emisi
karbon ke atmosfir, yang menjadi penyumbang besar terhadap pemanasan global.

Di banyak daerah pedalaman di Indonesia, solusi energi tidak terbarukan belum


tersedia. Karena akses kepada jaringan PLN belum ada ataupun masih sangat terbatas. Daerah
perdesaan ini sering menjadi tempat-tempat yang terisolasi dan bergantung kepada pemakaian
energi tradisional yang tidak bisa diandalkan, seperti generator yang berbahan bakar minyak,
kayu atau tabung LPG sebagai sumber energi yang digunakan untuk memasak, penerangan,
serta kebutuhan listrik dasar lainnya.

Solusi Energi Terbarukan menjadi jawaban terhadap permintaan kebutuhan


pembangunan desa di Indonesia, serta mempromosikan solusi praktis dan berkelanjutan yang
bisa langsung diadopsi oleh masyarakat pedesaan yang menjadi prioritas bagi bangsa
Indonesia.
1.2 Ruang Lingkup

Artikel ini mencakup beberapa pemikiran dari sumber sumber yang jelas yang
membahas energi alternatif atau energi terbarukan mulai dari pengertian, jenis-jenis, cara
pemanfaatan serta kelebihan dan kekurangannya.

1.3 Tujuan dan Manfaat

1.3.1 Tujuan

Tujuan dari pembuatan artikel ini adalah agar dapat membantu mahasiswa dalam
memperoleh materi energi alternatif atau energi baru terbarukan.

1.3.2 Manfaat

Manfaat pembuatan artikel ini adalah mahasiswa dapat mengetahui atau lebih memahami
tentang energi alternatif atau energi baru terbarukan.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Macam-Macam Energi di Alam

Ada banyak sumber-sumber energi utama dan digolongkan menjadi dua kelompok
besar yang dibahas pada alinea-alinea berikut:

Energi konvensional adalah energi yang diambil dari sumber yang hanya tersedia
dalam jumlah terbatas di bumi dan tidak dapat diregenerasi. Sumber-sumber energi ini akan
berakhir cepat atau lambat dan berbahaya bagi lingkungan. Energi terbarukan adalah energi
yang dihasilkan dari sumber alami seperti matahari, angin, dan air dan dapat dihasilkan lagi
dan lagi. Sumber akan selalu tersedia dan tidak merugikanlingkungan. Sumber-sumber energi
Konvensional dan Terbarukan bisa dikonversikan menjadi sumber-sumber energi sekunder,
seperti listrik. Listrik berbeda dari sumber-sumber energi lainnya dan dinamakan sumber
energi sekunder atau pembawa energi karena dimanfaatkan untuk menyimpan, memindahkan
atau mendistribusikan energi dengan nyaman. Sumber energi primer diperlukan untuk
menghasilkan energi listrik.

Sumber-sumber energi konvensional biasanya terkait dengan polusi terhadap


lingkungan kita. Sumber-sumber energi terbarukan biasanya terkait dengan dampak yang
sangat kecil atau tidak ada sama sekali terhadap lingkungan. Sumber-sumber energi
konvensional primer diambil dari tanah dalam bentuk cair (minyak & petroleum), gas (gas
alam) dan padat (batubara & uranium). Sumber-sumber energi yang ada di indonesia saat ini
terdiri dari sumber minyak yang terbatas, sumber gas alam yang cukup, dan sumber batubara
yang melimpah, serta energi panas bumi. Tenaga nuklir belum digunakan, namun sebagai
sumber energi primer konvensional. Bahan Bakar Fosil merupakan sumber energi tidak
terbarukan tetapi tidak semua sumber energi tidak terbarukan adalah bahan bakar minyak
(contoh: uranium).

Bahan bakar fosil terbentuk dari sisa-sisa organik tanaman dan hewan, yang mati
ribuan tahun lalu dan tetap terkubur dalam pasir dan lumpur. Tahun-tahun berlalu, lapisan
pasir dan lumpur kian menumpuk di atasnya dan berubah bentuk menjadi batuan karena panas
dan tekanan. Sisa tumbuhan dan hewan yang terkubur di dalamnya berubah menjadi bahan
bakar fosil. Bahan bakar fosil harus diekstraksi dari kedalaman bumi di mana mereka
terbentuk.
2.2 Energi Terbarukan

Energi terbarukan adalah sumber-sumber energi yang bisa habis secara alamiah.
Energi terbarukan berasal dari elemen-elemen alam yang tersedia di bumi dalam jumlah besar,
misal: matahari, angin, sungai, tumbuhan dsb. Energi terbarukan merupakan sumber energi
paling bersih yang tersedia di planet ini. Ada beragam jenis energi terbarukan, namun tidak
semuanya bisa digunakan di daerah-daerah terpencil dan perdesaan. Tenaga Surya, Tenaga
Angin, Biomassa dan Tenaga Air adalah teknologi yang paling sesuai untuk menyediakan
energi di daerah-daerah terpencil dan perdesaan. Energi terbarukan lainnya termasuk Panas
Bumi dan Energi Pasang Surut adalah teknologi yang tidak bisa dilakukan di semua tempat.

Indonesia memiliki sumber panas bumi yang melimpah; yakni sekitar 40% dari
sumber total dunia. Akan tetapi sumber-sumber ini berada di tempat-tempat yang spesifik dan
tidak tersebar luas. Teknologi energi terbarukan lainnya adalah tenaga ombak, yang masih
dalam tahap pengembangan. Berbagai energi terbarukan Matahari terletak berjuta-juta
kilometer dari Bumi (149 juta kilometer) akan tetapi menghasilkan jumlah energi yang luar
biasa banyaknya. Energi yang dipancarkan oleh matahari yang mencapai Bumi setiap menit
akan cukup untuk memenuhi kebutuhan energi seluruh penduduk manusia di planet kita
selama satu tahun, jika bisa ditangkap dengan benar.

Setiap hari, kita menggunakan tenaga surya, misal untuk mengeringkan pakaian atau
mengeringkan hasil panen. Tenaga surya bisa dimanfaatkan dengan cara-cara lain: Sel Surya
(yang disebut dengan sel Energi Solar ‘fotovoltaik’ yang mengkonversi cahaya matahari
menjadi listrik secara langsung. Pada waktu memanfaatkan energi matahari untuk
memanaskan air, panas matahari langsung dipakai untuk memanaskan air yang dipompakan
melalui pipa pada panel yang dilapisi cat hitam. Pada saat angin bertiup, angin disertai dengan
energi kinetik (gerakan) yang bisa melakukan suatu pekerjaan.Contoh, perahu layar
memanfaatkan tenaga angin untuk mendorongnya bergerak di air. Tenaga angin juga bisa
dimanfaatkan menggunakan baling-baling yang dipasang di puncak menara, yang disebut
dengan turbin angin yang akan menghasilkan energi mekanik atau listrik.

Biomassa merupakan salah satu sumber energi yang telah digunakan orang sejak dari
jaman dahulu kala: orang telah membakar kayu untuk memasak makanan selama ribuan
tahun. Biomassa adalah semua benda organik (misal: kayu, tanaman pangan, limbah hewan &
manusia) dan bisa digunakan sebagai sumber energi untuk memasak, memanaskan dan
pembangkit listrik. Sumber energi ini bersifat terbarukan karena pohon dan tanaman pangan
akan selalu tumbuh dan akan selalu ada limbah tanaman.

2.3 Macam Energi Alternatif di Dunia

1. Energi Surya

Energi surya atau matahari adalah sumber energi paling kuat dan paling besar
persediaanya. Sinar matahari dapat digunakan untuk pencahayaan, pembangkit listrik,
pemanas air, dan berbagai proses industri. Matahari bisa digunakan untuk
menghasilkan listrik dengan bantuan panel suryayang dapat mengolah energi panas
matahari menjadi listrik. Tapi, energi listrik menjadi tergantung dengan keadaan cuaca.

2. Energi Angin

Angin adalah gerakan udara yang terjadi ketika terdapat udara hangat dan
udara dingin. Energi angin telah digunakan selama berabad-abad untuk kapal layar dan
kincir angin untuk menggiling gandum. Saat ini, energi angin digunakan sebagai
pembangkit listrik dengan turbin angin. Energi angin sangat tergantung dengan
keadaan angin.

3. Hydropower

Air yang mengalir dari hulu ke hilir. Energi hydropower sangat bergantung
dengan curah hujan. Seperti yang kita ketahui, panas matahari menyebabkan air di danau
dan lautan menguap dan membentuk awan. Air kemudian jatuh kembali ke bumi sebagai
hujan atau salju, dan mengalir ke sungai dan sungai yang mengalir kembali ke laut. .
Tenaga air sudah cukup dikembangkan dan ada banyak pembangkit listrik tenaga air
(PLTA) yang menghasilkan listrik di seluruh Indonesia.

Pada umumnya, bendungan dibangun di seberang sungai untuk menampung air di


mana sudah ada danau. Air selanjutnya dialirkan melalui lubang-lubang pada bendungan
untuk menggerakkan baling-baling modern yang disebut dengan turbin untuk
menggerakkan generator dan menghasilkan listrik. Akan tetapi, hampir semua program
PLTA kecil di Indonesia merupakan program yang memanfaatkan aliran sungai dan tidak
mengharuskan mengubah aliran alami air sungai.
4. Energi Panas Bumi

Energi panas bumi adalah energi panas yang berasal dari dalam Bumi. Pusat
Bumi cukup panas untuk melelehkan bebatuan. Tergantung pada lokasinya, maka suhu
Bumi meningkat satu derajat Celsius setiap penurunan 30 hingga 50 m di bawah
permukaan tanah. Suhu Bumi 3000 meter di bawah permukaan cukup panas untuk
merebus air. Kadang-kadang, air Tenaga Air Energi Panas Bumi memanfaatkan sampah
untuk menghasilkan energi disebut pembangkit listrik tenaga sampah. Pembangkit listrik
ini bekerja dengan cara yang sama sebagai pembangkit listrik tenaga batubara, kecuali
bahan bakar tersebut bukan bahan bakar fosil tetapi sampah yang bisa dibakar.
Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB) adalah seperti pembangkit
listrik tenaga batu bara biasa, hanya tidak memerlukan bahan bakar. Uap atau air panas
langsung berasal dari bawah tanah dan menggerakkan turbin yang dihubungkan dengan
generator yang menghasilkan listrik.Lubang-lubang dibor ke dalam tanah dan uap atau air
panas keluar dari pipa-pipa dialirkan ke pembangkit listrik tenaga panas bumi untuk
menghasilkan listrik.

Tenaga panas bumi bersifat terbarukan selama air yang diambil dari Bumi
dimasukkan kembali secara terus-menerus ke dalam tanah setelah didinginkan di
pembangkit listrik. Tidak banyak tempat di mana PLTPB bisa dibangun, karena perlu
menemukan lokasi dengan jenis bebatuan yang sesuai dengan kedalaman di mana
memungkinkan untuk melakukan pemboran ke dalam tanah dan mengakses panas yang
tersimpan.

5. Energi Gelombang Air Laut

Ombak laut yang selalu beralun disebabkan oleh angin yang meniup di atas
laut. Ombak laut memiliki potensi menjadi sumber energi yang hebat jika bisa
dimanfaatkan dengan benar. Ada beberapa metode untuk memanfaatkan energi ombak.
Ombak bisa ditangkap dan dinaikkan ke bilik dan udara dikeluarkan paksa dari bilik
tersebut. Udara yang bergerak menggerakkan turbin (seperti turbin angin) yang
menggerakkan generator untuk menghasilkan listrik.

Lautan menyediakan beberapa bentuk energi terbarukan, dan masing-masing


didorong oleh kekuatan yang berbeda. Energi dari gelombang laut dan pasang surut dapat
dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik, dan energi termal laut dari panas yang
tersimpan dalam air laut dapat juga diubah menjadi listrik. Meskipun pada masa
sekarang, energi laut memerlukan teknologi yang mahal dibandingkan dengan sumber
energi terbarukan lainnya, selain itu energi yang dihasilkan oleh gelombang air laut
hanya bisa digunakan di sekitar daerah laut saja. Tapi laut tetap penting sebagai sumber
energi potensial untuk masa depan.

6. Energi Ethanol

Merupakan bahan bakar yang berbasis alkohol dari fermentasi tanaman, seperti
jagung dan gandum. Bahan bakar ini dapat dicampur dengan bensin untuk meningkatkan
kadar oktan dan kualitas emisi. Namun, ethanol memiliki dampak negatif terhadap harga
pangan dan ketersediannya.

7. Energi Gas Alam

Gas alam sudah banyak digunakan di berbagai negara yang biasanya untuk
bidang yang cukup besar seperti properti dan bisnis. Jika digunakan untuk kendaraan,
polusi yang dikeluarkan akan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan minyak.
Akan tetapi, efek rumah kaca yang dihasilkannya 21 kali lebih buruk, karena metana
yang dihasilkan energi gas alam tersebut.
8. Energi Propana

Propana atau yang biasa dikenal dengan LPG merupakan produk dari pengolahan gas
alam dan minyak mentah. Sumber tenaga ini sudah banyak digunakan sebagai bahan
bakar. Propana menghasilkan polusi lebih sedikit dibandingkan bensin, namun penciptaan
metananya lebih buruk 21 kali lipat yang dapat menyebabkan meningkatnya efek rumah
kaca.

9. Energi Biodiesel

Biodiesel merupakan energi yang berasal dari tumbuhan atau lemak binatang.
Biodesel yang murni atau campuran dapat digunakan sebagai energi untuk menggerakan
kendaraan. Biodiesel mampu mengurangi polusi yang ada, akan tetapi terbatasnya
produk dan infrastruktur menjadi masalah pada sumber energi ini.
10. Energi Methanol

Methanol yang juga dikenal sebagai alkohol kayu dapat menjadi energi
alternatif pada kendaraan. Methanol dapat menjadi energi alternatif yang penting di masa
depan karena hidrogen yang dihasilkan dapat menjadi energi juga. Namun, sayangnya
sekarang ini produsen kendaraan tidak lagi menggunakan methanol sebagai bahan bakar.

11. P-Series
P-series merupakan gabungan dari ethanol, gas alam, dan
metyhltetrahydrofuran (MeTHF). P-series sangat efektif dan efisien karena oktan yang
terkandung cukup tinggi. Penggunaannya pun sangat mudah jika ingin dicampurkan
tanpa ada proses dengan teknologi lain. Akan tetapi, hingga sekarang belum ada produsen
kendaraan yang menciptakan kendaraan dengan bahan bakar fleksibel ini.

12. Energi Piezoelektrik


Piezoelektrik merupakan sistem yang dapat mengubah gaya mekanik,
khususnya gaya tekanan menjadi energi listrik. Piezoelektrik ini biasanya digunakan
untuk menghasilkan listrik di tempat-tempat umum seperti contohnya stasiun kereta di
Jepang dan Disco House di London. Jadi piezoelektrik ini mengunakan gaya tekanan
yang dihasilkan oleh manusia itu sendiri yang dapat digunakan untuk memenuhi
kebutuhan listrik di area tersebut. Namun sayangnya penggunaan energi piezoelektrik
belum sepenuhnya diterapkan di dunia.

13. Energi Pasang Surut

Dua kali sehari, air pasang naik dan turun menggerakkan volume air yang
sangat banyak saat tingkat air laut naik dan turun di sepanjang garis pantai. Energi air
pasang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik seperti halnya listrik tenaga air
tetapi dalam skala yang lebih besar. Pada saat air pasang, air bisa ditahan di belakang
bendungan. Ketika surut, maka tercipta perbedaan ketinggian air antara air pasang yang
ditahan di bendungan dan air laut, dan air laut di belakang bendungan bisa mengalir
melalui turbin yang berputar, untuk menghasilkan listrik. Memang tidak mudah
membangun penahan air pasang ini, karena pantai harus terbentuk secara alami dalam
bentuk kuala, dan hanya 20 lokasi di seluruh dunia yang telah diidentifikasi sebagai
tempat yang berpotensi untuk dimanfaatkan energi pasang surut.

2.4 Potensi Energi Baru Terbarukan di Indonesia

Indonesia memiliki Potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang cukup besar
diantaranya, mini/micro hydro sebesar 450 MW, Biomass 50 GW, energi surya 4,80
kWh/m2/hari, energi angin 3-6 m/det dan energi nuklir 3 GW. Data potensi EBT terbaru
disampaikan Direktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi dalam acara Focus
Group Discussiontentang Supply-Demand Energi Baru Terbarukan yang belum lama ini
diselenggarakan Pusdatin ESDM.

Saat ini pengembangan EBT mengacu kepada Perpres No. 5 tahun 2006 tentang
Kebijakan Energi Nasional. Dalam Perpres disebutkan kontribusi EBT dalam bauran energi
primer nasional pada tahun 2025 adalah sebesar 17% dengan komposisi Bahan Bakar Nabati
sebesar 5%, Panas Bumi 5%, Biomasa, Nuklir, Air, Surya, dan Angin 5%, serta batubara yang
dicairkan sebesar 2%. Untuk itu langkah-langkah yang akan diambil Pemerintah adalah
menambah kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Mikro Hidro menjadi 2,846 MW pada
tahun 2025, kapasitas terpasang Biomasa 180 MW pada tahun 2020, kapasitas terpasang
angin (PLT Bayu) sebesar 0,97 GW pada tahun 2025, surya 0,87 GW pada tahun 2024, dan
nuklir 4,2 GW pada tahun 2024. Total investasi yang diserap pengembangan EBT sampai
tahun 2025 diproyeksikan sebesar 13,197 juta USD.

Upaya yang dilakukan untuk mengembangkan biomasa adalah mendorong


pemanfaatan limbah industri pertanian dan kehutanan sebagai sumber energi secara
terintegrasi dengan industrinya, mengintegrasikan pengembangan biomassa dengan kegiatan
ekonomi masyarakat, mendorong pabrikasi teknologi konversi energi biomassa dan usaha
penunjang, dan meningkatkan penelitian dan pengembangan pemanfaatan limbah termasuk
sampah kota untuk energi. Upaya untuk mengembangkan energi angin mencakup
pengembangan energi angin untuk listrik dan non listrik (pemompaan air untuk irigasi dan air
bersih), pengembangkan teknologi energi angin yang sederhana untuk skala kecil (10 kW) dan
skala menengah (50 - 100 kW) dan mendorong pabrikan memproduksi SKEA skala kecil dan
menengah secara massal.
Pengembangan energi surya mencakup pemanfaatan PLTS di perdesaan dan
perkotaan, mendorong komersialisasi PLTS dengan memaksimalkan keterlibatan swasta,
mengembangkan industri PLTS dalam negeri, dan mendorong terciptanya sistem dan pola
pendanaan yang efisien dengan melibatkan dunia perbankan. Untuk mengembangkan energi
nuklir, langkah-langkah yang dambil pemerintah adalah melakukan sosialisasi untuk
mendapatkan dukungan masyarakat dan melakukan kerjasama dengan berbagai negara untuk
meningkatkan penguasaan teknologi. Sedang langkah-langkah yang dilakukan untuk
pengebangan mikrohidro adalah dengan mengintegrasikan program pengembangan PLTMH
dengan kegiatan ekonomi masyarakat, memaksimalkan potensi saluran irigasi untuk PLTMH,
mendorong industri mikrohidro dalam negeri, dan mengembangkan berbagai pola kemitraan
dan pendanaan yang efektif.
Untuk mendukung upaya dan program pengebangan EBT, pemerintah sudah
menerbitkan serangkaian kebijakan dan regulasi yang mencakup Peraturan Presiden No.
5/2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, Undang-Undang No. 30/2007 tentang Energi,
Undang-undang No. 15/1985 tentang Ketenagalistrikan, PP No. 10/1989 sebagaimana yang
telah diubah dengan PP No. 03/2005 Tentang Perubahan Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun
1989 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik dan PP No. 26/2006 tentang
Penyediaan & Pemanfaatan Tenaga Listrik, Permen ESDM No. 002/2006 tentang
Pengusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Energi Terbarukan Skala Menengah, dan Kepmen
ESDM No.1122K/30/MEM/2002 tentang Pembangkit Skala Kecil tersebar. Saat ini sedang
disusun RPP Energi Baru Terbarukan yang berisi pengaturan kewajiban penyediaan dan
pemanfaatan energi baru dan energi terbarukan dan pemberian kemudahan serta insentif.

2.4 Kelebihan Dan Kekurangan Energi Terbarukan

Kelebihan/keunggulannya:

1. Tersedia secara melimpah


2. Lestari tidak akan habis
3. Ramah lingkungan (rendah atau tidak ada limbah dan polusi)
4. Sumber energi bisa dimanfaatkan secara cuma-cuma dengan investasi teknologi yang
sesuai
5. Tidak memerlukan perawatan yang banyak dibandingkan dengan sumber-sumber
energi konvensional dan mengurangi biaya operasi.
6. Membantu mendorong perekonomian dan menciptakan peluang kerja
7. 'Mandiri' energi, tidak perlu mengimpor bahan bakar fosil dari luar negeri
8. Lebih murah dibandingkan energi konvensional dalam jangka panjang
9. Bebas dari fluktuasi harga pasar terbuka bahan bakar fosil
10. Beberapa teknologi mudah digunakan di tempat-tempat terpencil
11. Distribusi Energi bisa diproduksi di berbagai tempat, tidak tersentralisir.

Kekurangan dari energi terbarukan

 Biaya awal besar.


 Kehandalan pasokan Sebagian besar energi terbarukan tergantung kepada kondisi
cuaca.
 Energi tambahan yang dihasilkan energi terbarukan harus disimpan, karena
infrastruktur belum lengkap agar bisa dengan segera menggunakan energi yang
belum terpakai, dijadikan cadangan di negara lain dalam bentuk akses terhadap
jaringan listrik.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Energi terbarukan adalah sumber-sumber energi yang bisa habis secara alamiah.
Energi terbarukan berasal dari elemen-elemen alam yang tersedia di bumi dalam jumlah besar,
misal: matahari, angin, sungai, tumbuhan dsb. Energi terbarukan merupakan sumber energi
paling bersih yang tersedia di planet ini. Ada beragam jenis energi terbarukan, namun tidak
semuanya bisa digunakan di daerah-daerah terpencil dan perdesaan. Tenaga Surya, Tenaga
Angin, Biomassa dan Tenaga Air adalah teknologi yang paling sesuai untuk menyediakan
energi di daerah-daerah terpencil dan perdesaan. Energi terbarukan lainnya termasuk Panas
Bumi dan Energi Pasang Surut adalah teknologi yang tidak bisa dilakukan di semua tempat.

Indonesia memiliki Potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang cukup besar
diantaranya, mini/micro hydro sebesar 450 MW, Biomass 50 GW, energi surya 4,80
kWh/m2/hari, energi angin 3-6 m/det dan energi nuklir 3 GW. Data potensi EBT terbaru
disampaikan Direktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi dalam acara Focus
Group Discussiontentang Supply-Demand Energi Baru Terbarukan yang belum lama ini
diselenggarakan Pusdatin ESDM
DAFTAR PUSTAKA

http://www.esdm.go.id/berita/energi-baru-dan-terbarukan/323-energi-baru-dan-
terbarukan/8435-sampah-menjadi-energi-potensi-2066-gw-termanfaatkan-176-mw-.html

http://agungadhyaksa.blogspot.co.id/2012/11/14-macam-energi-alternatif-di-dunia.html

http://benergi.com/macam-macam-energi-ramah-lingkungan

http://www.pekalongankab.go.id/fasilitas-web/artikel/teknologi/3115-energi-baru-terbarukan-
dan-pengembangannya.html

http://www.ebtke.esdm.go.id/berita/710-pengembangan-energi-baru-terbarukan-perlu-
perlakuan-khusus.html