You are on page 1of 5

TUGAS TUTORIAL

MANAJEMEN KESUBURAN TANAH

Disusun Oleh :
Nama : Nadia Salsabilah
NIM : 165040201111059
Kelas :C
Asisten : Titin Eka

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UVIVERSITAS BRAWIJAYA
2018
1. Kesuburan Tanah Alami

Kesuburan tanah adalah potensi tanah untuk menyediakan unsur hara dalam
jumlah yang cukup dalam bentuk yang tersedia dan seimbang untuk menjamin
pertumbuhan tanaman yang maksimum. Namun demikian tidak dapat dianggap
bahwa tanah yang subur adalah juga produktif karena status kesuburan tanah tidak
memberikan indikator kecukupan faktor pertumbuhan lainnya (Anna et al, 1985).
Selain itu menurut Yamani (2010) kesuburan tanah adalah keadaan tanah dimana
tata air, udara dan unsur hara dalam keadaan cukup seimbang dan tersedia sesuai
kebutuhan tanaman, baik fisik, kimia dan biologi tanah.

Jadi dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor yang
mempengaruhi tingkat kesuburan tanah yaitu dari pembentuk tanah itu sendiri yang
berhubungan dengan sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang masing masing saling
berkaitan.

 Faktor-faktor kesuburan tanah alami

Nurhajati dkk (1986) menyebutkan bahwa faktor yang mempengaruhi


kesuburan tanah yaitu, ketersediaan unsur hara yang cukup dan berimbang, kondisi
tata air tanah yang optimal, kondisi udara tanah yang optimal dan kondisi
mikrobiatanah yang baik. Tingkatan kesuburan tanah tanah juga berkaitan dengan
sifat fisik tanah yaitu sifat kimia tanah, fisika tanah dan biologi tanah. Ketiganya
berperan penting dalam hal penyediaan unsur hara bagi tanaman.

Banyaknya jenis dan jumlah tanaman diduga juga dapat memberikan banyak
kontribusi bagi kesuburan tanah, baik secara fisik maupun kimia pada tanah
dibawahnya. Meskipun untuk jenis-jenis tanaman kehutanan tidak memerlukan
persyaratan yang tinggi untuk hara tanah, akan tetapi guguran daun maupun batang
dan ranting serta buah dan bunga yang jatuh dan membusuk (terdekomposisi) akan
dapat membantu dalam penyediaan hara tanah secara alami bagi tanaman, sekaligus
dapat memperbaiki sifat fisik tanahnya (Yamani, 2010).

Menurut Nurhajati (1986) terdapat komponen penyusun mutu kesuburan suatu


tanah antara lain:

1. Jeluk mempan perakaran: solum, erosi, konservasi, daerah jelajah akar.


2. Struktur tanah: imbangan air-udara, kemudahan ditembus akar.
3. Reaksi tanah: kelarutan unsur, dominansi mikrobia.
4. Hara cukup dan seimbang: macam, jumlah dan nisbah.
5. Penyimpanan hara dan lengas: KPK, buffering capacity, retensi lengas.
6. Humus: C-organik tanah, khelasi, energi untuk mikrobia.
7. Mikrobia bermanfaat: sinergisme, daur hara dan materi.
8. Bebas bahan meracun: toksin, limbah.

 Contoh

Contoh perkiraan status kesuburan tanah secara kimia menurut Yamani (2015)
dapat diketahui dari sifat-sifat kimia yang meliputi antara lain kapasitas tukar
kation (KTK); kejenuhan basa (KB); P2O5; K2O dan kandungan C organik tanah.
Berikut adalah tabel kunci perkiraan status kesuburan tanah menurut sifat-sifat
kimia tanah.

2. Kesuburan Tanah Buatan

Menurut Handayanto (1998) faktor yang mempengaruhi kesuburan tanah buatan


adalah:

- Genangan air
Jika tanah mengandung air lebih dari kebutuhan normal dan tidak ada upaya
untuk mengalirkan kelebihan iar tersebut maka aerasi menjadi sangat
terganggu. Tidak adanya oksigen akan menyebabkan mikroorganisme aerob
tidak berfungsi dengan baik. Selanjutnya mikroorganisme berbahaya yang
umumnya anaerob mejadi aktif dan membentuk asam tertentu yang berbahaya
dalam tanah. Di tanah yang tergenang air, unsur hara tanaman juga hilang
melalui pencucian sehingga pertumbuhan tanaman menjadi sangat terhambat.
- Status bahan organik tanah
Bahan organik adalah salah satu sumber utama unsur hara di dalam tanah.
Selain itu bahan organik juga berperan dalam meningkatkan kondisi fisik
tanah. Bahan organik berperan memperbaiki agregasi tanah yang pada
gilirannya mempengaruhi infiltrasi, pergerakan dan retensi air tanah, aerasi
tanah, suhu tanah, kekuatan tanah dan penetrasi akar. Bahan organik juga
meningkatkan aktifitas mikroba dalam tanah. Dengan demikian jelas bahwa
tanah mineral yang kaya akan bahan organik adalah tanah yang sangat subur
dan memberikan kuantitas unsur hara yang seimbang dan optimal untuk
pertumbuhan tanaman.
- Bahan kimia beracun
Beberapa bahan kimia pertanian pada pestisida akan mempengaruhi
mikroorganisme tanah. Persitensi pestisida dalam tanah dalam jangka waktu
panjang dapat menurunkan kesuburan tanah baik secara langsung maupun
tidak langsung.
- Sistem atau pola tanam
Di Indonesia dikenal 3 sistem tanam yaitu monokultur, penanaman campuran,
dan rotasi tanaman. Namun sayangnya pada sistem monokultur memiliki
dampak yang kurang baik bagi tanah dikarenakan akar dari setiap tanaman
akan melepaskan beberapa zat beracun yang terus terakumulasi di dalam tanah
dan jika dibiarkan terlalu lama akan menyebabkan datangnya penyakit tanah
dan tanah akan kehilangan kesuburannya. Selain itu jika unsur hara yang
terangkut oleh tanaman tidak dikembalikan maka akan menyebabkan tanah
kurang subur. Makadari itu diperlukan nutrisi dari luar tanah seperti pemberian
pupuk kandang dan pupuk hijau.
DAFTAR PUSTAKA

Anna et al, 1985. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Badan Kerjasama Perguruan Tinggi
Bagian Timur. Ujung Pandang.
Handayanto, Eko. 1998. Pengelolaan Kesuburan Tanah. UB Press. Malang
Nurhajati., M.Y. Nyakpa, A.M. Lubis, S.G. Nugroho, M.R. Saul, M.A.Diha,
G.B.Hong dan H.H.Bailey. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas
Lampung. Lampung. 488.
Yamani, A. 2010. Kajian Tingkat Kesuburan Tanah Pada Hutan Lindung Gunung
Sebatung Di Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan. Jurnal Hutan Tropis.
Diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Unlam, Banjarbaru.
Yamani, A. 2015. Kajian Tingkat Kesuburan Tanah pada Hutan Alam Sekunder di
Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Unlam Mandiangin Kalimantan
Selatan. Diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Unlam, Banjarbaru.