You are on page 1of 4

Sosialisasi Cara Cuci Tangan Yang Benar sebagai Upaya Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih

Dan Sehat Pada Siswa-Siswi SDN 6 Macan Putih


Sayu Larasati Nabila1, Hanif Denta Maulana1, Novitasari Mira Afanda1, Arif
Firmansyah Herliyanto1, Dinar Shifa Nur Imani1, Estiary Wilujeng1, Ardata Tri
Anggara1, Ligata Rahma Pramudita1, Agestin Awalin Kartika Sari1, Lili Putri
Roesanti1
Izzato Millati2, Setya Haksama2
1
Mahasiswa, Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat 2Dosen Pembina Pembangunan Desa
Lembaga Pengabdian Masyarakat, Universitas Airlangga Kampus C UNAIR, Jln Mulyorejo,
Surabaya Jawa Timur, Indonesia, 60115
*Corresponding author: setyahaksama@fkm.unair.ac.id

ABSTRAK

Mencuci tangan adalah proses yang secara mekanis melepaskan kotoran dari kulit tangan dengan menggunakan
sabun dan air yang mengalir. Mencuci tangan merupakan suatu kebiasaan membersihkan tangan dari kotoran
dan berfungsi untuk membunuh kuman penyebab penyakit yang dapat merugikan bagi kesehatan. Tujuan
diadakan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan terkait Cuci Tangan Pakai Sabun
yang benar sebagai upaya meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat siswa-siswi SDN 6 Macan Putih,
Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah
dan demonstrasi atau praktek langsung cara cuci tangan pakai sabun yang baik dan benar. Selain itu mahasiswa
juga menggunakan lagu cuci tangan untuk memudahkan siswa-siswi dalam mengingat caranya. Hasilnya siswa-
siswi antusias dalam mempraktekan cuci tangan yang baik dan benar dan mereka antusias dalam menyanyikan
lagunya.
Kata Kunci: Cuci tangan, PHBS

ABSTRACT

Hand washing is a process that mechanically releases dirt from the skin of the hand using soap and running
water. Hand washing is a habit of cleaning hands from dirt and serves to kill germs that cause disease that can
be detrimental to health. The purpose of this community service was to provide knowledge related to proper
Hand Washing with Soap as an effort to improve the Clean and Healthy Life Behavior of SDN 6 Macan Putih
students, Kabat District, Banyuwangi Regency. The method used in this activity is the method of lecturing and
demonstration or direct practice of how to wash hands with soap properly and correctly. In addition, students
also use handwashing songs to make it easier for students to remember how. The results are students
enthusiastic in practicing good and proper hand washing and they were enthusiastic in singing the song.
keyword : Handwashing, PHBS

PENDAHULUAN
Indonesia merupakan negara berkembang dengan jumlah penduduk sebesar 261,9 juta jiwa(BPS, 2018).
Dengan banyaknya penduduk, tentunya juga membutuhkan sanitasi yang baik pula untuk menunjang perilaku
hidup bersih sehat masyaraka. Sanitasi dan perilaku kebersihan yang buruk serta air minum yang tidak layak dan
aman menjadi penyebab banyaknya kematian anak akibat diare di seluruh dunia. Di Indonesia, pemerintah
dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadikan perbaikan sanitasi dan air bersih menjadi tujuan
pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang harus dicapai (Depkes, 2018). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO) pada 2007 menunjukkan jika setiap anggota keluarga dalam suatu komunitas tersebut melakukan 5
pilar Strategi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) akan dapat menurunkan angka kejadian diare sebesar
94%. Penyakit akibat sanitasi yang buruk seperti gangguan saluran pencernaan membuat energi untuk
pertumbuhan tubuh menjadi teralihkan, sehingga tubuh kurang mampu menghadapi penyakit infeksi. Salah satu
upaya dalam mencegah penyakit akibat sanitasi yang buruk adalah dengan meningkatkan Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat (PHBS).
PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga
dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam
aktivitas masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan menjalani
perilaku sehat yang menjaga kebersihan dan memenuhi standar kesehatan. Upaya awal dalam menjalani PHBS
yakni dengan budaya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Budaya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah
gerakan awal untuk menutup jalur utama kuman yang menyebabkan penyakit. CTPS adalah cara mudah ,
sederhana, murah dan bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit penyebab. Sebab, ada beberapa penyakit
penyebab kematian yang dapat dicegah dngan cuci tangan yang benar seperti penyakit diare, ISPA yang sering
menjadi kematian pada anak-anak (Depkes, 2015) .
Mencuci tangan adalah proses yang secara mekanis melepaskan kotoran dari kulit tangan dengan
menggunakan sabun dan air yang mengalir. Mencuci tangan merupakan suatu kebiasaan membersihkan tangan
dari kotoran dan berfungsi untuk membunuh kuman penyebab penyakit yang dapat merugikan bagi kesehatan.
Maka dari itu budaya Cuci Tangan Pakai Sabun sangatlah penting diterapkan sejak dini. Mencuci tangan yang
baik dan benar memerlukan peralatan seperti sabun, air bersih yang mengalir, dan lap pengering yang bersih
(Wati, 2011). Pemberian pengetahuan mengenai CTPS ini bisa dimulai dari anak-anak pada tingkat sekolah
dasar. Seperti yang kita ketahui bahwa anak-anak pada tingkat sekolah dasar beresiko terhadap kuman penyebab
penyakit karena mereka berada pada usia dimana bermain adalah hal yang paling ingin mereka lakukan
sedangkan tempat bermain adalah salah satu temapt sumber kuman penyakit berada. Seperti di lapangan, kebun,
halaman sekolah, dll. Pemberian edukasi CTPS bisa dilakukan di sekolah. Sekolah merupakan sarana penting
dalam mengedukasi siswa-siswa nya tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan. Anak pada usia
sekolah merupakan kelompok yang sangat peka dalam menerima perubahan termasuk pendidikan kesehatan
salah satunya. Makadari itu tujuan kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Masyarakat (BBM)
Tematik 59 Universitas Airlangga Desa Macan Putih melakukan program kerja yakni sosialisasi Cuci Tangan
Pakai Sabun (CTPS) yang benar sebagai upaya meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) siswa-
siswi SDN 6 Macan Putih, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Sosialisasi CTPS pada anak sekolah
dasar penting dilakukan agar mereka paham dan mengerti caranya dengan baik dan benar dan mempraktekan
secara langsung sebagai langkah awal untuk membuat gerakan CTPS ini sebagai budaya di sekolah. Menurut
Menteri Kesehatan, perilaku mencuci tangan yang benar adalah jika mencuci tangan dengan menggunakan
sabun. Waktu yang tepat untuk cuci tangan adalah 1) sebelum menyiapkan makanan, 20setiap kali tangan terasa
kotor seperti: setelah memegang uang, setelah memegang binatang, setelah berkebun, setelah buang air besar,
3)setelah menggunakan pestisida/pestisida, dan 4)sebelum menyusui bayi (Depkes, 2015).

METODE
Salah satu progam kerja yang diaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas
Airlangga Desa Macan Putih adalah kegiatan sosialisasi cara cuci tangan yang baik dan benar pada siswa-siswi
sekolah dasar. Kegiatan ini berisi dua kegiatan inti yakni pemberian materi dan praktek langsung. Sasaran
kegiatan ini adalah siswa-siswi kelas 1,2 dan 3 SDN 6 Macan Putih. Metode yang digunakan yakni dengan
memberikan sosialisasi dan pelatihan secara langsung mengenai cuci tangan yang baik dan benar pada siswa-
siswi kelas 1,2 dan 3 SDN 6 Macan Putih. Menjaga kebersihan sangatlah penting terutama pada tangan karena
tangan merupakan salah satu jalur masuk kuman, bakteri dan lainnya yang dapat menyebabkan gangguan atau
penyakit pada tubuh, maka dari itu anak-anak perlu mengetahui pentingnya menjaga kebersihan yang salah
satunya dengan rajin mencuci tangan pakai sabun dengan cara yang benar sehingga mereka dapat terhindar dari
kuman penyebab penyakit. Pengetahuan akan hal ini bagus apabila diperkenalkan sejak dini, agar mereka tahu
dan paham akan cara proteksi diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan mereka sakit. Kegiatan ini dilaksanakan
pada hari Sabtu, 12 Januari 2019 di SDN 6 Macan Putih. Kegiatan dimulai pada pukul 06.30 pagi dan diawali
dengan senam bersama sebelum pemberian materi didalam kelas. Siswa-siswi melakukan senam “I Love
Banyuwangi” secara bersama-sama terlebih dahulu di halaman sekolah. Senam ini diikuti oleh seluruh siswa-
siswi SDN 6 Macan Putih, para guru dan kelompok KKN Desa Macan Putih. Setelah melakukan senam, siswa-
siswi masuk kelas dan mendengarkan materi sosialisasi yang dilakukan kelompok KKN Desa Macan Putih.
Dalam pemberian materi siswa-siswi kelas 1,2 dan 3 dijadikan dalam satu kelas, karena keterbatasan dari LCD
dan proyektor. Materi yang disampaikan berisi pengertian cuci tangan secara umum, kapan saja waktu yang
tepat untuk melakukan cuci tangan, cara cuci tangan yang baik dan benar,dan dampak apabila tidak menjaga
kebersihan tangan dan tubuh. Pemberian materi dilakukan dengan metode ceramah, alat bantu yang digunakan
adalah LCD dan proyektor milik sekolah dan laptop milik anggota kelompok KKN. Setelah pemberian materi
dilakukan penayangan video yang bercerita pentingnya cuci tangan sedari dini. Alat bantu yang digunakan
adalah sound pengeras, agar suara dalam video dapat terdengar jelas. Setelah itu dilakukan demontrasi atau
memperagakan cara cuci tangan. Dalam menyampaikan cara cuci tangan selain dipraktekan secara langsung ,
kelompok kami menggunakan sebuah lagu agar lebih mudah dihapalkan anak-anak. Berikut adalah lagu cuci
tangan :
Lagu Cuci Tangan
Satu jari kanan , satu jari kiri digabung jadi satu menjadi jembatan panjang
Dua jari kanan, dua jari kiri digabung jadi satu menjadi kamera cekrik
Tiga jari kanan, tiga jari kiri digabung jadi satu menjadi menara tinggi
Empat jari kanan, empat jari kiri digabung jadi satu menjadi kelinci lompat
Lima jari kanan, lima jari kiri digabung jadi satu ayo cuci tangan
Cuci cuci tangan, jangan lupa sabunnya
Di air mengalir ke seluruh bagian
Mulai dari depan, hingga ke belakang
Sela-sela jari, buku-buku jari
Kuku-kuku jari, jempol pergelangan
Ayo semua mari kita lakukan
Setelah memperagakan cara cuci tangan, siswa-siswa diarahkan untuk keluar kelas untuk melakukan praktek
cuci tangan pakai sabun yang baik dan benar secara langsung. Bahan yang digunakan adalah sabun cuci tangan
dan tisu untuk membasuh tangan agar kering. Karena wastafel di sekolah tersebut hanya ada dua buah, maka
siswa-siswi dibagi menjadi dua kelompok. Setelah itu masuk kembali k kelas dan dilakukan tanya jawab. Hal
ini dilakukan agar siswa-siswi lebih paham lagi mengenai materi yang telah diberikan

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pendidikan kesehatan merupakan suatu proses dimana perubahan perilaku bersifat dinamis memiliki tujuan
yakni mengubah atau mempengaruhi perilaku manusia yang meliputi komponen pengetahuan, sikap, ataupun
praktik yang berhubungan dengan tujuan hidup sehat baik secara individu, kelompok maupun masyarakat, serta
merupakan komponen dari program kesehatan (Notoatmodjo, 2007). Pendidikan kesehatan dapat dilakukan
dengan metode secara individu, kelompok dan massa. Metode yang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswi KKN
dalam memberikan pendidikan keseheatan dalam bentuk sosialisasi adalah metode ceramah dan demonstrasi
dalam sebuah kelompok. Sosialisasi diawali dengan melakukan pre test secara lisan yakni dengan bertanya
apakah ada yang tahu cara mencuci tangan yang baik dan benar, dan beberapa yang menjawab tahu sedangkan
sisanya hanya diam. Setelah itu pemateri menyampaikan materi yang berisikan pengertian cuci tangan secara
umum, kapan saja waktu yang tepat untuk melakukan cuci tangan, cara cuci tangan yang baik dan benar,dan
dampak apabila tidak menjaga kebersihan tangan dan tubuh. Setelah itu untuk mengantisipasi agar siswa-siswi
tidak bosan, dilakukanlah pemutaran video. Video menceritakan tentang pentingnya mencuci tangan. Kemudian
dilakukan demontrasi atau memperagakan. Dalam peragaan cara cuci tangan, mahasiswa KKN menggunakan
media lagu agar mudah diingat oleh siswa-siswi. Hasilnya siswa-siswi SDN 6 Macan Putih sangat antusia
terhadap lagu tersebut. Harapannya dengan menggunakan media lagu, siswa-siswi jadi sering menyanyikan nya
dan menerapkan langsung saat cuci tangan. Setelah dirasa sudah siap dan dirasa sudah cukup mengerti, maka
langkah selanjutnya adalah praktik cuci tangan pakai sabun secara langsung. Mereka dibagi menjadi kelompok,
setengah dari kelompok mengikuti pemateri satu dan setengahnya lagi mengikuti pemateri lain. Agar praktek
berjalan tertib, mahasiswa KKN membariskan siswa terlebih dahulu. setelah itu dimulailah praktek cuci tangan
yang dilakukan satu persatu oleh siswa-siswi SDN 6 Macan Putih. Sembari menunggu antrean untuk praktik,
beberapa siswa dengan antusias menyanyikan lagu cuci tangan secara bersama-sama. Setelah melakukan
praktek langsung , siswa-siswi kembali kedalam kelas. Di dalam kelas dilakukan tanya jawab seputar materi
yang telah disampaikan tadi. Hasilnya beberapa siswa yang ditunjuk berhasil menjawab pertanyaan dengan
benar.

Simpulan

Dari penyuluhan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Desa Macan Putih terhadap siswa-siswi SDN 6 Macan
Putih dapat disimpulkan bahwa siswa-siswi mampu memahami bagaimana langkah langkah cuci tangan pakai
sabun yang baik dan benar. Mereka antusias dalam menyanyikan lagu cuci tangan dengan lantang, secara tidak
langsung dapat dikatakan bahwa mereka sudah mengingat dan mengerti bagaimana langkah-langkah.
Harapannya mereka dapat menerapkan isi lagu tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi budaya di
sekolah sehingga perilaku hidup bersih dan sehat mereka meningkat baik dilingkungan sekolah maupun di
rumah.

Saran

Untuk menunjang tercapainya budaya cuci tangan pakai sabun di sekolah, diharapkan pihak sekolah
menyediakan sabun cuci tangan untuk diletakkan di tiap-tiap wastafel yang ada. Hal itu perlu dilakukan karena
cuci tangan di air mengalir saja tidak cukup, butuh sabun untuk melarutkan kotoran serta kuman-kuman
penyebab penyakit.

Dapus
Badan Pusat Statistika. 2018. Statistik Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik
Departemen Kesehatan RI Departemen Kesehatan RI. (2007). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian
dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI
Departemen Kesehatan RI Departemen Kesehatan RI. (2015). Ayo Biasakan Cuci Tangan pakai Sabun. Jakarta:
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI
Departemen Kesehatan RI Departemen Kesehatan RI. (2018). Pemerintah Utamakan Perbaikan Sanitasi.
Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI
Wati.2011.Pengaruh Pemberian Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tentang Cuci Tangan
Terhadap Pengetahuan dan Sikap Mencuci Tangan pada Siswa Kelas 5 di SD Negeri Bulukantil
Surakarta. Karya .Tulis Ilmiah. Universitas 11 Maret Surakarta.
Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka. Cipta.