Вы находитесь на странице: 1из 25

LAPORAN KELUARGA BINAAN PRAKTEK BELAJAR KOMUNITAS

PADA ANAK Ny.R DENGAN KASUS DEMAM TYPOID


DI DUSUN VII DESA DALU SEPULUH-B
KECAMATAN TANJUNG MORAWA
KABUPATEN DELI SERDANG
TAHUN 2019

D
I
S
U
S
U
N
Oleh :
LEDIA SARI SIREGAR
NIM : 161 4153 3022

Dosen Pembimbing : Farahdhiba SPd,M.Kes

AKADEMI KEBIDANAN HAFSYAH MEDAN


TAHUN 2019
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN KELUARGA BINAAN PRAKTEK BELAJAR KOMUNITAS


PADA ANAK Ny.R DENGAN KASUS DEMAM TYPOID
DI DUSUN VII DESA DALU SEPULUH-B
KECAMATAN TANJUNG MORAWA
KABUPATEN DELI SERDANG
TAHUN 2019

Laporan ini telah disetujui dan diketahui Oleh :

Pembimbing Koordinator PBL

( FarahDhiba,M.Kes ) ( Elvi Sepriani, SST, M.Kes )

NUPN : NUPN : 99 0111 4728

Direktur Akademi Kebidanan Hafsyah

(Elvi Sepriani, SST, M.Kes)

NUPN : 99 0111 4728


KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulilah Penulis Sampaikan Kehadiran Allah SWT Karena berkat rahmat

dan karunianya penulis dapat menyelesaikan Laporan Keluarga Binaan Praktek Klinik

Kebidanan Komunitas di Desa Dalu X-B Dusun VII Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten

Deli Serdang.

Laporan ini merupakan hasil rangkaian dari permasalahan yang ditemukan selama PBL,

pada masa ini penulis menemukan prioritas masalah yang mempengaruhi kesehatan keluarga.

Permasalahan ini dapat ditanggulangi dengan kegiatan yang dilakukan selama tiga minggu

melalui pendidikan kesehatan.

Penulis menyadari dalam penulisan laporan ini masih banyak terdapat kekurangan, untuk

itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kebaikan

dan kesempurnaan laporan ini sehingga dapat bermanfaat untuk masa sekarang dan masa yang

akan datang.

Dalam menyelesaikan laporan ini semua tidak lepas dari kerjasama yang baik antara

Mahasiswa Akbid Hafsyah Medan, Kepala Desa, Kepala Dusun VII, Kepala Keluarga Tn. D Di

Dusun VII Desa Dalu X-B Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada:

1. Ibu Johani Dewita Nasution, SKM, M. Kes Selaku Kepala Yayasan Akademi

Kebidanan Hafsyah Medan.


2. Ibu Elvi Sepriani, SST,M.Kes Selaku Direktur Akademi Kebidanan Hafsyah Medan.
3. Ibu Elvi Sepriani, SST, M.Kes Selaku Koordinator Praktek Klinik Kebidanan

Komunitas.
4. Ibu FarahDhiba,M.Kes selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan

bimbingan, petunjuk, masukan, serta nasehat mulai dari awal sampai akhir, sehingga

proposal penelitian ini dapat diselesaikan.


5. Bapak Wantoro Selaku Kepala Desa beserta Staf Desa dalu X-B Kecamatan Tanjung

Morawa Kabupaten Deli Serdang.


6. Bapak Kepala Dusun VII Desa Dalu X-B Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten

Deli Serdang.
7. Kepala Keluarga Tn. D Di Dusun VII Desa Dalu X-B Kecamatan Tanjung Morawa

Kabupaten Deli Serdang.


Demikian Laporan Keluarga Binaan Ny.R Dengan Kasus Deman Typoid Di

Dusun VII Desa Dalu X-B Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang ini

diperlukan untuk dapat dijadikan bahan masukan kepada para pembaca terutama

mahasiswi Akademi Kebidanan Hafsyah Medan.

Medan, Januari 2019

Penulis

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI.............................................................................................................iii

BAB 1 PENDAHULUAN..................................................................................1
1.1 Latar Belakang.................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah...........................................................................3

1.3 Tujuan...............................................................................................3

1.3.1 Tujuan Umum.........................................................................3

1.3.2 Tujuan Khusus........................................................................4

1.4 Manfaat Penelitian...........................................................................

1.4.1 Bagi Responden.....................................................................

1.4.2 Bagi Peneliti..........................................................................

1.4.3 Bagi Instusi Pendidikan..........................................................

BAB 2 PEMBAHASAN....................................................................................

2.1 Pengertian Demam Typoid...........................................................

2.2 Penyebab Demam Typoid...........................................................

2.3 Gejala Demam Typoid................................................................

BAB 3 PENGKAJIAN DATA.............................................................................

3.1 Format Keluarga Binaan................................................................

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN................................................................

4.1 Analisa Data....................................................................................

4.2 Perumusan Masalah.........................................................................

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN................................................................

5.1 Kesimpulan...................................................................................

5.2 Saran...............................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Demam tipes merupakan suatu penyakit infeksi sismetik yang disebabkan oleh

salmonella thypi yang masih dijumpai secara luas di berbagai Negara berkembang yang
terutama terletak di daerah tropis dan sub tropis. Penyakit ini juga merupakan masalah

kesehatan yang penting karna penyebarannya berkaitan erat dengan urbanisasi, kepadatan

penduduk, kesehatan lingkungan, sumber air dan sanitasi yang buruk serta standar

hygiene industry pengolahan makanan yang masih rendah.besarnya angka pasti demam

tipes di dunia, sangat sulit ditentukan karna penyakit ini dikenal mempunyai Gejala

spektrum klinis yang sangat luas. Data World Health Organization (WHO) tahun 2009,

memperkirakan terdapat sekitar 17 juta kasus demam tipes di seluruh dunia dengan

insidensi 600.000 kasus kematian tiap tahun. Insiden demam tipes di Asia Selatan dan

Tenggara termasuk China pada tahun 2010 rata-rata 1000 per 100.000 penduduk

pertahun. Insiden demam tipes tertinggi di Papua New Guenia sekitar 1.208 per 100.000

penduduk pertahun. Inseden tipes di Indonesia masih tinggi yaitu 358 per 100.000

penduduk pedesaan dan 810 per 100.000 penduduk perkotaan pertahun dengan rata-rata

kasus pertahun 600.000-1.500.000 penderita. Angka kematian demam tipes di Indonesia

masih tinggi sebesar 10%. Berdasarkan laporan Ditjen Pelayanan Medis Depkes RI, pada

tahun 2008, demam tipes menjadi urutan kedua dari 10 penyakit terbanyak pasien rawat

inap di rumah sakit di Indonesia dengan jumlah kasus 81.166 dengan proporsisi 3,15%.
Insiden demam tipes bervariasi di tiap daerah dan biasanya terkait dengan sanitasi

lingkungan. di Sumatra utara, terdapat 157 kasus per 100.000 penduduk pedesaan

sedangkan di daerah perkotaan ditemukan 760-810 per 100.000 penduduk. Perbedaan

insiden diperkotaan berhubungan erat dengan penyediaan air bersih yang belum memadai

serta lingkungan dengan pembuangan sampah yang kurang memenuhi sarat kesehatan

lingkungan. Beberapa faktor demam tipes masih terus menjadi masalah kesehatan

penting di Negara berkembang meliputi pula keterlambatan penegakan diagnosis pasti.


Penegakan diagnosis demam tipes saat ini dilakukan secara klinis dan melalui

pemeriksaan labolatorium.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan Tipes?
2. Bagaimana terjadinya Tipes?
3. Bagaimana cara pengobatan Tipes?
1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan demam Tipes dan gejalanya
1.3.2 Tujuan Khusus
a. Mengetahui penyebab demam tipes
b. Mengetahui gejala tipes

Manfaat Penelitian
1.3.2 Bagi Responden
Sebagai bahan masukan bagi pembaca agar mereka mengetahui cara perawatan pada

penderita demam tipes, sehingga dapat menerapkannya dirumah.


1.3.3 Bagi Peneliti
Menambah pengalaman bagi peneliti dalam menggaplikasikan ilmu yang telah didapat

dan juga berguna untuk pelaksanaan pelayanan kesehatan kepada masyarakat nantinya.

1.3.4 Bagi Instusi Pendidikan


Pendidikan kebidanan secara praktik merupakan aspek penting bagi mahasiswa, sehingga

penelitian ini salah satunya diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan

tentang kebidanan tidak hanyah konsep tuan melainkan secara aplikasi teori yang telah

didapatkan selama pendidikan terutama tentang masalah kesehatan demam Tipes.


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Tipes

Demam tifoid atau biasa dikenal sebagai tipes adalah penyakit yang bisa menyebar
melalui makanan, air, atau ditularkan dari orang yang terinfeksi (melalui fesesnya). Tipes
disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini biasanya ada dalam air yang
terkontaminasi dengan feses dan bisa menempel pada makanan atau minuman yang di konsumsi.
Jika Anda sering jajan sembarangan dan daya tahan tubuh Anda sedang menurun, bisa saja Anda
mengalami demam tifoid. Anak kecil mungkin lebih rentan terkena demam tifoid karena daya
tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa atau bisa jadi karena anak kurang bisa menjaga
kebersihannya saat makan.
Selain dari makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri S. typhi, tipes sesekali
juga bisa disebabkan melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Anda bisa
mengalami infeksi bakteri S. typhi saat Anda mengonsumsi makanan yang ditangani oleh orang
yang sedang demam tifoid.
Bisa saja orang yang terinfeksi itu lupa mencuci tangan setelah menggunakan toilet (terkadang
bakteri S.typhi terdapat dalam urine) dan kemudian orang yang terinfeksi langsung menangani
makanan, sehingga bakteri bisa berpindah ke makanan.
Setelah Anda menelan bakteri S. typhi yang terdapat pada makanan atau minuman yang
terkontaminasi, bakteri kemudian masuk ke dalam aliran darah Anda. Bakteri dibawa oleh sel
darah putih ke hati, limpa, dan sumsum tulang.
Selanjutnya, bakteri berkembang biak pada organ tersebut dan masuk kembali ke aliran darah.
Saat bakteri menyerang aliran darah, Anda mulai mengalami gejala demam. Demam merupakan
respon tubuh saat tahu bahwa ada benda asing masuk ke dalam tubuh dan membahayakan.
Bakteri kemudian masuk ke dalam kantong empedu, saluran empedu, dan jaringan
limfatik usus. Di sinilah kemudian bakteri berkembang biak dalam jumlah banyak. Bakteri
kemudian masuk ke dalam usus. Sehingga, jika dilakukan pemeriksaan pada feses Anda, akan
terlihat apakah di dalam tubuh Anda terdapat bakteri penyebab tipes atau tidak.

2.2 Penyebab demam Tipes

Penyebab terjadinya demam tipes yaitu disebabkan oleh infeksi yang terjadi pada saluran

pencernaan. Hasil yang diserap di usus halus

melalui pembuluh limfe halus masuk ke dalam peredaran darah sampai di organ-organ terutama

hati dan limpa. hasil yang tidak dihancurkan berkembang biak dalam hati dan limpa sehingga

organ organ tersebut

akan membesar disertai nyeri pada perabaan. Kemudian basil masuk kembali kedalam darah

(bakteremia) dan

menyebar keseluruh tubuh terutama kedalam kelenjar limfoid usus halus,menimbulkan tukak

berbentuk lonjong pada mukosa di atas plak Peyeri. Tukak tersebut !apat mengakibatkan per!

arahan !an perforasi usus. gejala demam disebabkan oleh endositoksin sedangkan

gejala pada saluran pencernaan disebabkan oleh kelainan pada usus. Penularan salmonella thypi

dapat ditularkan melalui berbagai cara, yang dikenal dengan 5 F yaitu Food (makanan), Fingers

(jari tangan/kuku), Fomitus (muntah), Fly (lalat), dan melalui Feses.

Feses dan muntah pada penderita typhoid dapat menularkan kuman

salmonella thypi kepada orang lain. Kuman tersebut dapat ditularka

melalui perantara lalat, dimana lalat akan hinggap dimakanan yang akan dikonsumsi oleh

orang yang sehat. Apabila orang tersebut kurang memperhatikan kebersihan dirinya seperti
mencuci tangan dan makanan yang tercemar kuman salmonella thypi masuk ke tubuh orang yang

sehat melalui mulut.

2.3 Gejala

G e j a l a d e m a m t y p o i d b i a s a n y a l e b i h r i n g a n j i k a di
bandingkan dengan penderita dewasa. Masa tunas rata-rata 10-20 hari yang tersingkat 4 hari jika
infeksi terjadi melalui makanan, sedangkan yang terlama sampai 30 hari jika infeksi melalui
minuman. selama masa inkubasi mungkin ditemukan gejala prodromal, yaitu perasaan tidak enak
badan, lesu nyeri kepala, pusing dan tidak bersemangat. Kemudian menyusul gejala klinis yang
biasa ditemukan, yaitu :

1. Demam
Pada kasus-kasus biasanya, demam berlangsung dalam lima minggu dan suhu

tidak begitu tinggi. Selama seminggu pertama suhu tubuh berangsur-angsur meningkat

setiap hari. Biasanya menurun pada pagi hari dan meningkat lagi pada sore dan malam

hari. Dalam minggu kedua penderita selalu berada dalam keadaan demam. Dalam

minggu ketiga suhu tubuh berangsur-angsur turun dan normal kembali pada akhir minggu

ketiga.
2. Gangguan pada sistem pencernaan
Pada mulut terdapat bau tidak sedap. Bibir kering dan pecah-pecah (agaden).

Lidah dilapisi selaput putih kotor (coated tongue) ujung dan tepinya kemerahan, jarang

disertai treimor. Pada abdomen ditemukan keadaan perut kembung (meteorismus).


3. Gangguan kesadaran
Umumnya kesadaran penderita menurun.walaupun tidak seberapa dalam, yaitu

apatis sampai somnolen, Jarang terjadi koma atau gelisah, Pada punggung dan anggota

gerak dapat ditemukan bintik-bintik kemerahan, biasanya ditemukan dalam minggu

pertama demam.
BAB 3

TINJAUAN KASUS

3.1 Format keluarga binaan

A. KEPENDUDUKAN

1. Nama KK : Dedi Suhandi


2. Jumlah Anggota Keluarga
a. Laki-laki :1
b. Perempuan :4
3. Distribusi anggota keluarga menurut kelompok umur dan jenis kelamin

No Kelompok umur L P

1 0 – 6 bulan

2 1 – 4 tahun 1

3 5 – 6 tahun 1

4 7 – 10 tahun 1

5 15 – 49 tahun 2

6 50 – 60 tahun

7 61 tahun ke atas

JUMLAH 1 4

4. Distribusi anggota keluarga menurut tingkat pendidikan


No Tingkat Pendidikan Jumlah

1 Tidak pernah sekolah

2 Belum sekolah 1

3 Tidak tamat SD

4 Belum tamat SD 2

5 Tamat SD 1

6 Tamat SLTP

7 Tamat SLTA 1

8 Tamat PT/AKADEMI 1

JUMLAH 6

5. Distribusi anggota keluarga menurut mata pencarian (17 tahun keatas)

No Mata Pencarian Jumlah

1 Petani

2 Nelayan

3 Peternak

4 Pengusaha industry
5 Pekerja buruh

6 Pengerajin

7 PNS(ABRI/Sipil)

8 Karyawan Swasta 1

9 Pensiunan

Lain-lain 1

10

Jumlah 2

B. STATUS KESEHATAN

1. Kesakitan
a. Anggota keluarga yang sakit : tidak ada
b. Proporsi penyakit
- Bayi : ada/tidak
- Anak balita : ada/tidak
- Ibu : ada/tidak
2. Sarana/tempat berobat : Klinik swasta
3. Kematian anggota keluarga dalam 1 tahun terakhir : ada/tidak

C. PELAYANAN KESEHATAN

1. KIA
a. Kehamilan
1. Umur kehamilan : Tidak Ada
2. Frekuensi pemeriksaan kehamilan alasan periksa : Tidak Ada
3. Imunisasi TT : Tidak Ada
Alasan imunisasi TT belum lengkap : Tidak Ada
4. Pemberian tablet Fe : Tidak Ada
5. PMT bumil : Tidak Ada
6. Vitamin : Tidak Ada
7. Buku KIA/ KMS Bumil : Tidak Ada
8. Bumil mengikuti Tabulin : Tidak Ada
9. Bumil dengan faktor resiko : Tidak Ada
b. Persalinan/bulin (umur bayi maksimal 11 bulan 29 hari): Tidak Ada
c. Ibu Nifas : Tidak Ada
d. Ibu menetek : Tidak Ada
e. Bayi dan balita : 1 Orang
f. Pra sekolah : 1 Orang
g. Usia sekolah : 1 Orang
h. Remaja : 1Orang
i. Dewasa : 2 Orang
j. Menopause : Tidak Ada
k. Lansia : Tidak Ada
l. Imunisasi : Tidak Ada

D. PERILAKU TERHADAP KESEHATAN

1. Perilaku mandi dan gosok gigi

- Frekuensi : 2 kali sehari

- Tempat mandi : Kamar Mandi

- Penggunaan Sabun : 2 kali sehari

- Frekuensi gosok gigi/hari : 3 kali sehari

Jumlah sikat gigi :1

2. Perilaku BAB

BAB di kakus : Ya

3. Kebiasaan mengambil air minum : 8 kali sehari

Di mana, dimasak/tidak : Dimasak

4. Kebiasaan ganti pakaian sehari : 3 kali sehari

5. Kebiasaan membersikan rumah : 3 kali (pagi, siang, sore)

6. Pantangan makan dan minum : Tidak Ada

7. Keluarga sadar gizi (kadarzi) : Ada

a. Hasil Kadarzi : Sadar gizi/tidak

E. LINGKUNGAN
1. Kesehatan lingkungan
a. Pembuangan kotoran : Ada
b. Penyediaan air kotoran : Ada
c. Pembuangan sampah : Ada
d. Pembuangan air limbah : Ada
e. Jendela rumah/ventilasi : Ada
f. Cerobong asap dapur : Ada
g. Ruang Tidur : Ada
h. Bebas jentik : Ada
i. Bebas tikus : Ada
j. Bebas lalat : Ada
k.Pekarangan bersih : Ada
l. Kelayakan rumah : Ada

2. Sosial ekonomi
Rata- rata pengeluaran (belanja) keluarga/bulan : 1.000.000.00/ bulan
3. Sosial budaya
Ibu mengikuti kegiatan arisan RT dan Wiritan : Ya
4. Kebutuhan kesehatan yang dirasakan oleh masyarakat
Penyuluhan PHBS : Ada

S: DATA SUBJEKTIF
Ny. R mengatakan anaknya menderita demam tipes sejak 1bulan yang lalu
O: DATA OBJEKTIF
1. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
b. Tanda Vital
Tekanan Darah : -
Nadi :74 kali/menit
Pernafasan :24 kali/menit
Suhu :36 C
c. Berat Badan :30 Kg
Tinggi Badan :110 cm

A: ANALISA

1. Diagnosa Kebidanan : An.C menderita penyakit tipes

2. Masalah : kurang istirahat, makan makanan yang tidak sehat

3. Kebutuhan ; -Pendidikan kesehatan Tipes


.

P: PENATALAKSANAAN

1. Lakukan pemeriksaan fisik pada An. C

2. Informasikan kepada An. C tentang pentingnya istirahat yang cukup

3. Informasikan kepada An. C tentang makanan yang sehat

4. Lakukan kolaborasi dengan dokter bila ada keluhan serius


BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis Data

Setelah dilakukan pengkajian data subjektif dan objektif pada keluarga Tn.D maka didapatkan

masalah pada An. C dimana anak mengalami demam dan juga masalah pada pencernaannya, demam

tipes dapat terjadi pada usia anak –anak hingga dewasa. Penderita tipes membutuhkan perawatan yang

berbeda-beda tergantung tingkat keparahan penyakit tipes, ada yang bias di rawat dirumah ada juga yang

memang harus dirawat di rumah sakit. Beberapa perawatan dirumah yang dapat kita lakukan yaitu

dengan meminum antibiotic sesuai anjuran Dokter, pastikan anda mendapatkan istirahat yang cukup,

minum banyak cairan agar terhindar dari dehidrasi, penuhi kebutuhan nutrisi dengan makan yang

banyak, jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan.

Tipes merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, siapapun bisa mengalami penyakit ini

jika tidak menjaga kebersihan. Untuk mencegah terjadinya tipes kita bisa melakukan banyak hal yaitu

dengan mencuci tangan sebelum makan atau sesudah dari toilet, menghindari penambahan es pada

minuman dari sumber yang tidak jelas, hindari mengonsumsi buah-buahan atau sayur-sayuran yang

dijual di pinggir jalan, sebaiknya anda membawa bekal jika bepergian keluar, jika terpaksa makan diluar

pilihlah tempat yang memang terjamin kebersihannya, pilih makanan yang baru dimasak atau yang

masih hangat jika makan diluar, waspadalah terhadap makanan apapun yang ditangani oleh orang lain.
4.2 Perumusan Masalah

Dari hasil diatas, An.C menderita tipes disebabkan oleh kurangnya kebersihan, baik dari

makanan, lingkungan ataupun kebiasaan sehari-hari.


BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dalam praktek Belajar Lapangan (PBL) di Desa Dalu X- B Dusun V Kecamatan Tanjung

Morawa Kabupaten Deli Serdang yang dilakukan pada tanggal 22 Februari 2019, kami

melakukan kegiatan membina salah satu keluarga, dari seluruh keluarga yang telah di data,

keluarga yang mempunyai masalah kesehatan, dalam kasus keluarga binaan ini membahas

tentang penyakit “Tipes yang diderita oleh An. C Di Desa Dalu X-B Dusun VII Kecamatan

Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang.”

Dari hasil pembahasan An. C yang berusia 9 tahun. Setelah diberikan konseling dan

penyuluhan, keluarga An. C telah mengerti tentang pentingnya menjaga kebersihan dan ibu

mengatakan akan selalu memperhatikan kebersihannya baik dari segi makanan, lingkungan dan

kebiasaan sehari-hari.

Di bawah ini susunan anggota keluarga yang dibina:

No Nama Umur Hubungan Jenis Pendidikan Pekerjaan

Keluarga Kelamin
1 Tn. D 34 Suami Laki-laki SLTA Wiraswasta
2 Ny. R 30 Istri Perempuan SLTP IRT
3 An. A 13 Anak Perempuan SD
4 An. C 9 Anak Perempuan SD
5 An. T 5 Anak Perempuan
6 An. A 1 thn 3 bln Anak Laki-laki

Pada keluarga binaan ini yang terpenting Keluarga dan An. C dapat mengerti dari

penyuluhan yang diberikan sehingga dapat menjaga kebersihan. Hasil yang diharapkan dari
kunjungan (membina) keluarga tersebut adalah meningkatkan kesehatan. Setelah melakukan

pembinaan terhadap keluarga dengan menggunakan SOAP dapat diketahui masalah pada An. C.

5.2 Saran

Adapun saran bagi pembaca dari makalah ini sebagai berikut:


1 Selalu berhati-hatilah dalam menjaga pola hidup, sering berolahraga dan istirahat

yang cukup
2 Jaga kebersihan anda. konsumsi makanan yang sehat dan bersih karena dengan

begitu anda bisa mencegah datangnya penyakit terutama penyakit tipes.

LEMBAR PERSETUJUAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Dedi Suhandi

Umur : 34 tahun
Alamat : Dusun VII Desa Dalu X-B Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten

Deli Serdang

Menyatakan bersedia menjadi keluarga binaan setelah mendapatkan pejelasan dari :

Nama Mahasiswa : Ledia Sari Siregar

NIM : 161 4153 3022

Mahasiswa program studi D-III Kebidanan Akademi Kebidanan Hafstah Medan tingkat Akhir

semester VI dan surat ini sebagai tanda persetujuan kontrak pasien dengan mahasiswa.

Medan, Februari 2018

Kepala Keluarga Mahasiswa

(Dedi Suhandi) (Ledia Sari Siregar)

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

1. PENGANTAR
Bidang studi : Kebidanan Komunitas
Topik : Tipes
Sasaran : An. C
Hari/ Tanggal : 22 Januari 2018
Jam : 10.00 Wib
Waktu : 30 menit
Tempat : Dusun VII Desa Dalu X-B Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli

Serdang

II. TUJUAN UMUM


Setelah mengikuti kegiatan Penyuluhan tentang Tipes pada An. C Di Dusun VII Dalu

X-B Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang selama 30 menit, diharapkan

Ibu dapat mengetahui tentang penyakit Tipes.


III. TUJUAN KHUSUS
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan tentang Tipes pada An. C Di Dusun VII

Dalu X-B Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang diharapkan Keluarga

dan An.C mampu


1. Untuk Mengetahui Tentang Pentingnya kebersihan
2. Untuk Mengetahui Tentang makanan yang sehat dan tidak sehat
3. Untuk Mengetahui Tentang pemenuhan makanan berserat dan berprotein
Terlampir
IV. METODE
1. Penyuluhan
2. Tanya Jawab
V. MEDIA
1. Leaflet
VI. KEGIATAN PEMBELAJARAN

N WAKTU Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Metode

1. 5 Menir Pembukaan : Menjawab salam Ceramah


1. Mengucapkan salam dan
Mendengarkan
memperkenalkan diri
2. Menjelaskan tujuan umum dan

dan Khusus penyuluhan memperhatikan


3. Menyebutkan materi/ pokok
bahasan yang akan

disampaikan
2. 10 Menit Pelaksanakan Kegiatan Penyuluhan: Mendengar, Ceramah

Menjelaskan materi Penyuluhan melihat dan

secara berurutan dan teratur memperhatikan


Materi:
1. Pengertian Tipes
2. Penyebab Tipes
3. Gejala Tipes
4. Pencegahan Tipes
5. Perawatan Tipes
3. 10 Menit Evaluasi: Mendengar, Ceramah
1. Menyimpulkan inti
memperhatikan, Tanya
penyuluhan
2. Menyampaikan secara bertanya dan Jawab

singkat materi penyuluhan menjawab


3. Memberi Kesempatan

Kepada ibu untuk bertanyak


4. Memberi Kesempatan

Kepada ibu untuk menjawab

pertanyaan yang dilontarkan


4. 5 Menit Penutup: Menyimak. Ceramah
1. Menyimpulkan materi
Mendengar dan
penyuluhan yang telah
menjawab salam
disampaikan
2. Menyampaikan terima Kasih

atas perhatian dan waktu

yang telah di berikan kepada

peserta
3. Mengucapkan Salam

Dokumentasi