You are on page 1of 2

Nama : Rysa Titanika Wati

NIM : 16030204031
Kelas : PBA 2016

KERUNTUHAN TEORI EVOLUSI


BAGIAN 1
Teori Evolusi Abad 19
Pada abad 19 ini ada beberapa teori evolusi menurut para ahli yang berbeda-beda.
Teori evolusi pada abad ke-19 menolak fakta penciptaan spesies di bumi bukan diciptakan
oleh Allah, tetapi terjadi karena peristiwa kebetulan. Sehingga muncul teori Charles Darwin
dalam bukunya yang berjudul “The Origin Of Species” yang mengatakan : spesies dibumi
bukan di ciptakan Allah melainkan muncul akibat proses yang dikendalikan oleh peristiwa
kebetulan dan berasal dari moyang yang sama melalui perubahan sedikit demi sedikit dalam
waktu lama. Akan tetapi teori tersebut tidak dapat di buktikan. Menurut Spontanius
generation Makhluk hidup muncul dari benda tak hidup, contohnya katak yang muncul dari
lumpur, belatung pada daging dapat dijadikan bukti bahwa kehidupan berasal dari benda tak
hidup tapi dikemudian hari belatung itu tak dapat muncul dengan sendirinya melainkan
berasal dari larva yang mikroskopik yang diletakkan oleh lalat pada daging. Hingga akhirnya
teori evolusi Louis Pasteur menggugurkan teori Darwin, yaitu Makhluk-makhluk
mikroskopis telah terbentuk telah terbentuk di bumi tanpa induk yang menyerupai mereka.
Abad 20
Pada abad 20 semua ahli yang meneliti evolusi mengalami kegagalan, yaitu
Alexander Oparin seorang evolusionis pertama yang meneliti tentang asal-usul kehidupan
pada abad ke-20 pada tahun 1953 yang menyatakan sel muncul dari benda tak hidup terjadi
secara kebetulan dan Stanley Miler yang mereaksikan gas-gas yang ia yakini ada pada
atmosfer purba. Kegagalan penelitian ini di karenakan gasyang digunakan gas gas berbeda
dengan gas gas yang berada pada atmosfer purba.
Penemu struktur molekul DNA yaitu James Watson dan Francis Crick pada tahun
1955 menyatakan bahwa penemuan kehidupan lebih kompleks dari pada kehidupan yang
sebelumnya. Ahli biokimia modern (James Watson dan Francis crick) dalam penelitiannya
memperlihatkan desain DNA komplex. Hal ini membuktikan bahwa struktur DNA tidak bisa
muncul secara kebetulan melainkan diciptakan oleh Sang Maha Kuasa ialah Allah SWT yang
menciptakan alam semesta seisinya.
BAGIAN 2
Mekanisme Khayalan Evolusi
Awal mula adanya Makhluk hidup berasal dari materi benda tak hidup secara
kebetulan telah digugurkan oleh ilmu pengetahuan masa kini. Selain itu tidak dijumpai
mekanisme yang bernama evolusi. Darwin mengemukakan teori evolusi yang didasarkan
pada seleksi alam tertuang di dalam bukunya yang berjudul “The Origin Of Species By
Means Of Natural Selection”. Dalam buku tersebut dikatakan bahwa makhluk hidup yang
kuat dapat beradaptasi dengan habitatnya dan bertahan hidup sehingga akan tersisa individu
yang kuat. Namun teori ini dianggap lemah karena tidak ada bukti bahwa makhluk hidup
mengalami evolusi dari makhluk hidup lain. Kemudian Lenmark menguatkan teori ini dengan
memberikan pendapatnya bahwa mahkluk hidup mewarisi difat-sifat dari generasi
sebelumnya. Misalnya jerapah berevolusi dari rusa yang mencari makan dipohon-pohon.
Kemudian Darwin mendukung pendapat Lenmark dengan memberikan contoh yaitu beruang
berevolusi menjadi ikan paus besar.
Keduanya berpendapat bahwa sifat-sifat turunan diwariskan melalui darah sehingga
teori khayalan teori evolusi. Akan tetapi teori tersebut tidak dianggap karena munculnya
hasil penelitian dari ahli botani Austria Gregor Mandel yang menyatakan bahwa diturunkan
pada generasi berikutnya bukan dari sifat-sifat fisik dapatan akan tetapi hanya gen-gennya.
Coun Patterson juga menambahkan bahwa tidak ada seorang pun bisa memunculkan spesies
dari seleksi alam dan tidak ada yang hampir bisa melakukannya. Selain itu teori makhluk
hidup muncul bertahap dari seleksi alam diruntuhkan dengan adanya bukti bahwa semua
bagian makhluk hidup muncul secara bersamaan dalam keadaan utuh.
Pada awalnya mutasi dianggap dapat membuat evolusi pada makhluk hidup namun
penelitian tersebut gagal karena mutasi hanya akan merugikan, hal ini dikarenakan mutasi
hanya akan merusak kode gen dalam diri makhluk hidup sehingga membuat makhluk hidup
tersebut cacat.
BAGIAN 3
Cacatan Fosil
Pada abad 20 Teori Evolusi telah terbantahkan oleh biologi molekuler dan ilmu
paleontologi (fosil) dengan bukti tidak ada fosil yang ditemukaan dipenjuru dunia. Menurut
Derex Ager, ada lapisan kambrium (lapisan tertua bumi yang berumur kurang lebih 500 jt
tahun yang lalu) ditemukan beraneka ragam hewan secara bersamaan dan musnah secara
bersamaan.
Asal mula manusia
Evolusionis mengeklaim bahwa manusia berevolusi dari kera. Ia meneliti
Australopithecus yang dibandingkan dengan simpanse akan tetapi tidak ada perbedaannya,
namun ia menduga bahwa Australopithecus berjalan dengan tegak. Kemudian hal ini
dibantahkan oleh 2 ahli anatomi terkemuka yang menyatakan bahwa Australopithecus
merupakan kera yang sudah punah.
Peneliti Richard Leakey mengakui bahwa anatomi Homo (Erectus, Esgaster, dan
Sapiens) sama dengan manusia modern. Namun banyak evolusioner yang membuat fiksi
yang menyesatkan dengan memadukan kera dengan manusia dan menyebarluaskan melalui
cerita fiksi bahkan melalui film purba. Padahal fiksi ini tidak benar dan menyesatkan
pengetahuan.