Вы находитесь на странице: 1из 11

INTERAKSI OBAT

FENITOIN DAN WARFARIN

BIODATA PENULIS
OLEH
Nurul Hidayah Marjuni lahir di Soroako,28 februari 1998,
Jenjang pendidikan SDN 268 Towuti,MTSN 1 Towuti ,SMA YPS
Soroako, sekarang di jenjang perkuliahan mengambil jurusan DIII
NAMA: NURUL HIDAYAH MARJUNI
farmasi di STIKES BHAKTI PERTIWI LUWU RAYA PALOPO.
NIM : DF.16.03.090
Lembar kerja kerja mahasiswi ini merupakan tugas mata
KELAS : B kuliah Interaksi Obat dalam rangka mengikuti perkuliahan mata
kuliah Interaksi obat.
Lembar kerja ini disajikan dengan sederhana dan semoga
dengan adanya buku ini dapat membantu para pembaca dan jika
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN masih terdapat kekurangan dimohon saran dam kritiknya.

BHAKTI PERTIWI LUWU RAYA PALOPO

PROGRAM STUDI DIII FARMASI


Nurul Hidayah Marjuni

2018
(A).1.URAIAN OBAT FENITOIN 1.2 Dosis

1.1 Rumus struktur Status epileptikus: i.v:


Bayi dan anak: dosis awal 15-20 mg/kg pada dosis tunggal atau
dosis terbagi; dosis pemeliharaan: awal: 5 mg/kg/hari pada 2
dosis terbagi;
Dewasa:dosis awal:15-25 mg/kg; dosis pemeliharaan: 300
mg/hari atau 5-6 mg/kg/hari pada 3 dosis terbagi atau 1-2 dosis
terbagi untuk pelepasan bertahap.
Antikonvulsi:
anak-anak dan dewasa:oral Dosis awal: 15-20 mg/kg;
Nama & Struktur 5,5-Difenilhidantoin
: tergantung pada konsentrasi serum fenitoin dan riwayat dosis
Kimia
sebelumnya. Pemberian dosis awal oral pada 3 dosis terbagi
diberikan setiap 2-4 jam untuk mengurangi efek yang tidak
Fenitoin (diphenylhydantoin) memiliki cincin dinginkan pada saluran pencernaan dan meyakinkan bahwa
hydantoin dan dua substitusi fenil di C5 dari hydantoin. Cincin dosis oral terabsorpsi sepenuhnya.
aromatik kedua yaitu 5-alkil-5-fenil-hydantoins yang juga 1.3 Aturan pakai
memiliki afinitas yang sebanding untuk kanal Na+, dengan
Tablet dapat dikunyah secara menyeluruh sebelum
panjang yang optimal dari rantai alifatik yang sesuai dengan
ditelan atau dapat ditelan secara menyeluruh.Konsumsi obat ini
pentil, heksil, dan heptyl.
biasanya 2 atau 3 kali sehari, atau seperti yang diarahkan oleh
dokter Anda. Produk ini tidak dianjurkan untuk digunakan
sekali sehari. Anda dapat mengonsumsinya dengan makanan
jika terjadi sakit perut. Konsumsi obat ini dengan segelas apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki
penuh (8 ons atau 240 mililiter) air kecuali dokter Anda pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.
mengarahkan Anda sebaliknya.Gunakan obat ini secara teratur
1.4 Efek Samping Obat
untuk mendapatkan manfaat paling banyak. Konsumsi semua
Fenitoin sebagai obat epilepsi dapat menimbulkan
dosis secara tepat waktu untuk menjaga jumlah obat dalam
keracunan, sekalipun relatif paling aman dari kelompoknya.
tubuh Anda pada tingkat yang konstan. Ingatlah untuk
Gejala keracunan ringan biasanya mempengaruhi susunan saraf
menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari. Dosis
pusat, saluran cerna, gusi dan kulit; sedangkan yang lebih berat
didasarkan pada kondisi medis Anda dan respon terhadap
mempengaruhi kulit, hati dan sumsum tulang. Hirsutisme
terapi.Produk yang mengandung kalsium (misalnya antasid,
jarang terjadi, tetapi bagi wanita mida hal ini dapat sangat
suplemen kalsium) dan produk gizi tabung-makanan (enteral)
mengganggu.
dapat menurunkan penyerapan Phenytoin. Jangan
1.5 Mekanisme kerja
menggunakan produk ini pada saat yang sama dengan
konsumsi dosis Phenytoin Anda. Gunakan produk nutrisi Fenitoin adalah obat utama untuk hampir semua jenis
terpisah cair setidaknya 1 jam sebelum dan 1 jam setelah epilepsy, kecuali bangkitan lena, adanya gugus fenil atau
konsumsi dosis Phenytoin Anda, atau seperti yang diarahkan aromatik lainnya pada atom C5 penting untuk efek
oleh dokter Anda.Jangan berhenti minum obat ini tanpa pengendalian bangkitan tonik-klonik, sedangkan gugus alkil
berkonsultasi dengan dokter Anda. Kejang dapat menjadi lebih berkaitan dengan efek sedasinya. Adanya gugus metal pada
buruk ketika penggunaan obat ini tiba-tiba dihentiksn. Dosis atom N3 akan mengubah spectrum aktivitas misalnya
Anda mungkin perlu diturunkan secara bertahap.Informasikan mefenitoin, dan hasil N demetilasi oleh enzim mikrosom hati
dokter Anda jika kondisi Anda tidak membaik atau menghasilkan metabolit yang tidak aktif.
memperburuk.Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau
Fenitoin merupakan obat golongan antiepilepsi. berbagai jaringan, termasuk sistem saraf, sehingga ikatan
Mekanisme kerja utamanya pada korteks motoris yaitu protein dalam plasma berpengaruh penting dalam distribusinya.
menghambat penyebaran aktivitas kejang. Kemungkinan hal Banyak obat-obatan dan toksin yang berikatan dengan albumin
ini disebabkan peningkatan pengeluaran natrium dari neuron serum dan protein serum lainnya, membatasi adanya bentuk
dan fenitoin cenderung menstabilkan ambang rangsang ionisasi. Transformasi obat-obatan dan toksin umumnya
terhadap hipereksitabilitas yang disebabkan perangsangan meliputi proses hidroksilasi, deaminasi, oksidasi dan dealkilasi,
berlebihan atau kemampuan perubahan lingkungan di mana yang meningkatkan solubilitasnya dan eliminasinya melalui
terjadi penurunan bertahap ion natrium melalui membran. Ini ginjal. Proses katalisis paling banyak terjadi di hepar dan
termasuk penurunan potensiasi paska tetanik pada sinaps. menggunakan banyak enzim. Untuk masuk ke dalam ruang
Fenitoin menurunkan aktivitas maksimal pusat batang otak ekstraseluler sistem saraf, obat atau racun harus melewati
yang berhubungan dengan fase tonik dari kejang tonik- endotel kapiler yang rapat (dikenal sebagai Blood Brain Barier)
klonik (grand mal). Waktu paruh plasma setelah pemberian dan sawar antara darah dan cairan serebrospinal. Pemberian
oral rata-rata adalah 22 jam (antara 7-42 jam). dengan injeksi intratekal dapat menghindari sawar tersebut,
namun pemberian dengan intratekal menyebabkan obat-obatan
2. FARMOKOKINETIK cenderung berkonsentrasi di daerah-daerah subpial dan
Sebagian besar obat-obatan dengan aksi pada sistem saraf pusat subependimal. Proses perpindahan dari plasma ke otak dengan
diberikan dengan cara ditelan, sehingga kita harus cara difusi melalui kapiler atau fasilitas transpor.
mempertimbangkan faktor-faktor yang menentukan absorbsi
usus. Molekul-molekul kecil biasanya masuk ke dalam plasma 2.1. Absorbsi
dengan cara difusi, sebagian besar dengan pinositosis. Absorbsi Absorbsi fenitoin tergantung cara pemberiannya apakah peroral
obat dan konsentrasinya dalam darah dipengaruhi oleh atau suntikan. Absorbsi fenitoin di dalam lambung sangat
makanan, obat lain yang diminum, penyakit-penyakit usus dan sedikit karena fenitoin tidak larut dalam lambung yang bersifat
umur pasien.Obat (atau racun) di dalam darah akan sampai ke asam. Absorbsi fenitoin yang diberikan per oral berlangsung
lambat, dan sesekali tidak lengkap. Pemberian 10% dosis yang 2.2. Distribusi dan Biotransformasi
diberikan per oral diekskresi bersama tinja dalam bentuk yang Pengikatan fenitoin oleh protein, terutama oleh albumin plasma
utuh, pada duodenum yang mempunyai PH 7-7,5 fenitoin lebih kira-kira 90%. Orang sehat, termasuk wanita hamil dan wanita
mudah larut. Absorbsi maksimal terjadi di duodenum pemakai obat kontrasepsi oral, fraksi bebasnya kira-kira 10%,
sedangkan di yeyunum dan ileum lebih lambat, lalu dikolon sedangkan diketahui bahwa efek farmakologik fenitoin hanya
sangat sedikit, dan di rektum tidak terjadi absorbsi. Kadar tergantung dari bentuk bebasnya. Pasien dengan penyakit
puncak pemberian peroral dicapai dalam 4-8 jam setelah ginjal, penyakit hati atau penyakit hepatorenal dan pada
pemberian, ada yang menyebutkan 3-12 jam. Bila memerlukan neonatal fraksi bebasnya rata-rata di atas 15%. Pada pasien
pemberian dosis awal dengan bolus, diberikan dosis 600-800 epilepsi, fraksi bebas berkisar antara 5,8%-12,6%. 8,21
mg, dalam dosis terbagi antara 8-12 jam, kadar efektif plasma Distribusi obat keberbagai bagian tubuh ternyata tidak sama,
akan tercapai dalam waktu 24 jam. Pemberian fenitoin secara misalnya konsentrasi fenitoin di otak ternyata 1-3 kali dari
intra muskular menyebabkan fenitoin mengendap di tempat konsentrasi di plasma. Juga diketahui bahwa beberapa obat
suntikan kira-kira 5 hari, dan absorpsinya berlangsung lambat yang mempunyai sifat yang sama dengan fenitoin, yaitu terikat
dari pada pemberian peroral. Hal tersebut disebabkan kelarutan dengan protein plasma, apabila obat tersebut diminum bersama
dalam air sedikit sehingga terbentuk kristal fenitoin didalam fenitoin maka akan menjadi kompetisi untuk mengikat
otot. Fenitoin didistribusi ke berbagai jaringan tubuh dalam albumin, tergantung afinitas terhadap albumin mana yang lebih
kadar yang berbeda-beda, setelah suntikan intra vena, kadar kuat. Keadaan ini akan mengakibatkan peningkatan bentuk
yang terdapat dalam otak, otot skelet dan jaringan lemak lebih bebas dari fenitoin, akibat ikatan dengan albumin diduduki
rendah daripada kadar yang berada di dalam hati, ginjal dan oleh obat lain. Obat obat tersebut antara lain : tiroksin,
kelenjar ludah. triidotironin, asam salisilat, fenilbutason, sulfafurazol, kumarin,
dan azetazolamide. Volume distribusi fenitoin lebih kurang
64% dari berat badan, tapi sekitar 7 (tujuh) kali lebih besar bila
dihitung dengan kadar obat bebas. Waktu paruh pemberian 3. FARMAKODINAMIK
fenitoin peroral 18-24 jam sedangkan untuk mencapai kadar Terdapat dua mekanisme antikonvulsi yang penting yaitu (1)
optimal (steady state) adalah 5-10 hari.Fenitoin terikat kuat Mencegah timbulnya letupan depolarisasi eksesif pada neuron
pada jaringan saraf sehingga kerjanya dapat bertahan lebih epileptik dalam fokus epilepsi; (2) Mencegah terjadinya
lama, tetapi mula kerja lebih lambat daripada fenobarbital. letupan depolarisasi pada neuron normal akibat pengaruh dari
Biotransformasi terutama berlangsung dengan cara hidroksilasi fokus epilepsi.
oleh enzim mikrosom hati. Hasil metabolitnya berupa Mekanisme kerja obat antiepilepsi hanya sedikit yang
parahidrobutanil yang sudah tidak mempunyai kasiat anti dimengerti secara baik. Berbagai obat antiepilepsi diketahui
epilepsi. Fenobarbital mempunyai sifat enzimatic inducer, mempengaruhi berbagai fungsi neurofisiologi otak, terutama
sehingga mengakibatkan penurunan aktivitas fenitoin, dan yang mempengaruhi sistem inhibisi yang melibatkan GABA
inilah salah satu kerugian pemberian poli terapi, demikian juga dalam mekanisme kerja berbagai antiepilepsi. Golongan
dengan karbamazepin dan valproat, dikatakan menurunkan hidantoin dikenal tiga senyawa antikonvulsi: fenitoin
kadar fenitoin. (diphenilhidantoin), mefenitoin dan etotoin dengan fenitoin
sebagai prototipe. Fenitoin adalah obat utama untuk hampir
2.3. Ekskresi
semua jenis epilepsi, kecuali bangkitan lena, adanya gugus
Hampir sebagian besar metabolit fenitoin diekskresi bersama
fenil atau aromatik lainnya pada atom C5 penting untuk efek
empedu, kemudian mengalami reabsorbsi dan biotransformasi
pengendalian bangkitan tonik-klonik, sedangkan gugus alkil
lanjutan dan diekskresi melalui ginjal. Ekskresi di ginjal,
berkaitan dengan efek sedasinya. Adanya gugus metil pada
metabolit utamanya mengalami sekresi oleh tubuli, sedangkan
atom N3 akan mengubah spektrum aktivitas misalnya
bentuk utuhnya mengalami reabsorbsi. Metabolit akhir sifatnya
mefenitoin, dan hasil N demetilasi oleh enzim mikrosom hati
larut dalam air. Eksresi melalui feses hanya sebagian kecil saja.
menghasilkan metabolit yang tidak aktif. Bangkitan tonik-
Eksresi lengkap dari fenitoin terjadi setelah 72-120 jam.
klonik dan beberapa bangkitan parsial dapat pulih secara
sempurna oleh obat fenitoin, sedangkan gejala aura sensorik tidak eksitabel. Fenitoin juga dapat menghambat kanal kalsium
dan gejala prodromal lainnya tidak dapat dihilangkan secara (Ca+) dan menunda aktifasi aliran ion K keluar selama
sempurna oleh fenitoin. Fenitoin dimetabolisir di hepar oleh potensial aksi, sehingga menyebabkan kenaikan periode
enzim mikrosomal. Karena itu biasanya obat yang berpengaruh refractory dan menurunnya cetusan ulangan.
terhadap enzim tersebut dapat merubah kadar fenitoin dalam
plasma, baik secara kompetitif maupun yang dimetabolisir oleh
enzim yang sama, atau justru obat yang memacu enzim
mikrosomal.Adanya malfungsi hepar merupakan predisposisi
untuk terjadinya interaksi obat fenitoin. Dalam kaitan dengan
(B) 1.URAIAN OBAT WARFARIN
ini, faktor renal justru tidak merupakan faktor penting oleh
karena sebagian besar obat dimetabolisir di hepar. Kadar 1.1Rumus Struktur
fenitoin pada penderita uremia kronik menjadi lebih tinggi, dan
waktu paruhnya lebih panjang. Cara kerja utama fenitoin pada
epilepsi adalah memblokade pergerakanion melalui kanal
natrium dengan menurunkan aliran ion Na+ yang tersisa
maupun aliran ion Na+ yang mengalir selama penyebaran
potensial aksi, selain itu fenitoin memblokade dan mencegah
potensiasi pos tetanik, membatasi perkembangan aktivitas
serangan yang maksimal dan mengurangi penyebaran
serangan. Fenitoin berefek sebagai stabilisasi pada semua Nama & Struktur Na-2-oxo-3[(1RS)-3-oxo-1-
membran neuronal, termasuk saraf perifer dan mungkin bekerja Kimia : phenylbutyl]2H-1-benzopiran-4-olate.
pada membran yang eksitabel (mudah terpacu) maupun yang C19H15NaO4
1.2 Dosis 1.3 Aturan pakai

Dosis Dewasa biasa Gunakan warfarin persis seperti yang diinstruksikan oleh
dokter Anda. Ikuti semua petunjuk pada label resep Anda.
Awal: 2-5 mg secara oral atau intravena sekali sehari selama 1
Dokter mungkin sesekali mengubah dosis Anda untuk
sampai 2 hari, kemudian sesuaikan dosis sesuai dengan hasil
memastikan Anda mendapatkan hasil terbaik. Jangan
Ratio International Normalized (INR) atau waktu protrombin
mengambil warfarin dalam dosis yang lebih besar atau lebih
(PT).
kecil atau lebih lama dari apa yang diinstruksikan oleh dokter
Anda.
Pemeliharaan: biasa dosis pemeliharaan berkisar 2-10 mg
secara oral atau intravena sekali sehari.
Konsumsi warfarin pada waktu yang sama setiap hari, dengan
atau tanpa makanan. Jangan pernah mengambil dosis ganda
Jika kardioversi direncanakan, terapi antikoagulan biasanya
dari obat ini.
dimulai dua sampai empat minggu sebelum kardioversi dan
dilanjutkan selama dua sampai empat minggu setelah 1.4 Efek Samping Obat
kardioversi berhasil. Jika kardioversi tidak direncanakan dan
pasien telah mengalami fibrilasi atrium (fibrilasi atrium yang Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-
berhubungan dengan penyakit jantung yang mendasarinya) tanda reaksi alergi berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas,
yang rumit, maka durasi terapi biasanya berlangsung seumur pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.Hentikan
hidup penggunaan obat ini dan segera hubungi dokter Anda jika
Anda mengalami efek samping yang serius, seperti: Rasa sakit,
bengkak, perasaan panas atau dingin, perubahan kulit, atau
perubahan warna di mana saja pada tubuh Anda.
1.5 Mekanisme kerja protrombin sudah memanjang. Tetapi efek anti trombotik baru
mencapai puncak setelah terjadi deplesi keempat faktor
Warfarin bekerja mengurangi produksi protein yang berfungsi
tersebut. Jadi efek anti koagulan dari warfarin membutuhkan
untuk membekukan darah (faktor pembekuan). Tidak semua
waktu beberapa hari karena efeknya terhadap faktor
faktor pembekuan diganggu oleh warfarin, melainkan faktor
pembekuan darah yang baru dibentuk bukan terhadap faktor
pembekuan yang bergantung dengan vitamin K.
yang sudah ada disirkulasi,
Antikoagulan oral merupakan antagonis vitamin K. Vitamin K
adalh kofaktor yang berperan dalam aktivasi factor pembekuan
darah II, VII, IX, X yaitu dalam mengubah residu asm 2. FARMOKOKINETIK
glutamate menjadi residu asam gama karboksiglutamat. Untuk

berfungsi vitamin K mengalami siklus oksidasi dan reduksi di  Absorbsi sempurna secara oral dengan puncak plasma
hati. Antikoagulan oral mencegah reduksi vitamin K selama 4 jam. 31
teroksidasi sehingga aktivasi factor-faktor pembekuan darah  99 % terikat protein plasma.31
terganggu/tidak terjadi.  Terdistribusi kecil (0,4 l/kg) dengan pemberian IV
ataupun IM.31
Warfarin merupakan anti koagulan oral yang mempengaruhi  Proses antikoagulan 24 jam setelah pemberian, kadar
sintesa vitamin K yang berperan dalam pembekuan darah puncak 72-96 jam.31
sehingga terjadi deplesi. Warfarin bekerja di hati dengan  Durasi kerja: 2-5 jam; konsistensi dengan paruh waktu
menghambat karboksilasi vitamin K dari protein prekursornya. vitamin K-dependent clothing factors: F.II (60 jam) ;
Karena waktu paruh dari masing-masing faktor pembekuan VII (4-6 jam) ; IX (24 jam) ; X (48-72 jam) ; protein C
darah tersebut, maka bila terjadi deplesi. dan S (8-30 jam). 31
 Metabolisme: secara aktif oleh enzim sitokrom P- hari untuk warfarin untuk mencapai efek terapi sejak
450.31 faktor koagulasi yang beredar tidak terpengaruh oleh
 Tereliminasi oleh metabolisme hepar dengan kecepatan obat (trombin memiliki waktu paruh hari). Panjang
0,2 l/h/70Kg). 31 paruh warfarin berarti bahwa hal itu tetap efektif selama
 Waktu paruh ± 1 minggu, terjadi 20-60 jam, ±40 jam.31 beberapa hari setelah itu berhenti. Selanjutnya, jika

 92 persen dieksresikan di urin dan feses. diberikan awalnya tanpa penutup antikoagulan

Warfarin terdiri dari rasemat campuran dari tambahan, dapat meningkatkan risiko trombosis. Untuk

dua enansiomer aktif - R - dan S – bentuk masing-masing yang alasan utama, pasien rawat inap biasanya diberikan

dibersihkan oleh jalur yang berbeda. S-warfarin lebih ampuh heparin dengan warfarin pada awalnya, heparin

dibandingkan R-isomer dalam memproduksi respon mencakup periode lag 3-5 hari dan ditarik setelah

antikoagulan.Warfarin lambat bertindak daripada antikoagulan beberapa hari.

umum heparin , meskipun memiliki sejumlah


keunggulan. Heparin harus diberikan melalui suntikan, 3. FARMAKODINAMIK
sedangkan warfarin tersedia secara lisan.Warfarin memiliki
waktu paruh yang panjang dan hanya perlu diberikan sekali
 Menghambat Vit K Epoxide reduktase sehingga
sehari. Heparin juga dapat menyebabkan kondisi
terjadi deplesi faktor koagulasi Vit K-dependent.
protrombotik,heparin-induced trombositopenia(penurunan
 99% terikat pada protein plasma terutama albumin.
antibody)
 Sintesis protrombin dihambat 50% saat konsentrasi
Warfarin mencapai 1,5 mg.32 

i-dimediasi dalam trombosit tingkat), yang  Absorbsinya berkurang bila ada proses digestif.

meningkatkan risiko trombosis. Dibutuhkan beberapa


C.INTERAKSI OBAT FENITOIN DAN WARFARIN sebagai substrat, penginduksi, atau penghambat dari isoenzim
PADA PROSES METABOLISME yang berbeda. Beberapa informasi in-vitro tentang efek obat
terhadap insoenzim telah tersedia, tetapi karena eliminasi obat
Banyak obat dimetabolisme di hati. Induksi terhadap dapat melalui beberapa jalur metabolisme seperti eliminasi
sistem enzim mikrosomal hati oleh salah satu obat dapat oleh ginjal maka efek klinik dari interaksi tidak dapat
menyebabkan perubahan kecepatan metabolisme obat lainnya diprediksi secara tepat berdasarkan data laboratorium tentang
secara bertahap, sehingga menyebabkan rendahnya kadar isoenzim sitokrom P450. IONI hanya menampilkan interaksi
plasma dan mengurangi efek obat. Penghentian obat yang telah dilaporkan pada tenaga kesehatan, kecuali
penginduksi tersebut dapat menyebabkan meningkatnya kadar kombinasi dua obat memang dikontraindikasikan. Pada tiap
plasma obat yang lainnya sehingga terjadi gejala toksisitas. kasus kemungkinan interaksi harus dipertimbangkan jika
Barbiturat, griseofulvin, beberapa antiepilepsi dan rifampisin terjadi efek toksik atau jika aktivitas obat tersebut menjadi
adalah penginduksi enzim yang paling penting. Obat yang hilang.
dipengaruhi antara lain warfarin dan kontrasepsi oral.

Sebaliknya, saat suatu obat menghambat metabolisme


obat lain, akan terjadi peningkatan kadar plasma, sehingga
menghasilkan peningkatan efek secara cepat dan juga
meningkatkan risiko. Beberapa obat yang meningkatkan
potensi warfarin dan fenitoin memiliki mekanisme seperti di
atas.

Isoenzim dari sistem sitokrom hepatik P450


berinteraksi dengan sebagian besar obat. Obat dapat bertindak