You are on page 1of 198

D O K U M E N P E N GA DA A N

Nomor: 01.15/ ULP-LJS/07/2013


Tanggal : 26 Juli 2013

untuk
Pengadaan Pemilihan Langsung dengan pascakualifikasi

Jasa Konstruksi
Pembuatan Gedung Penampungan Blok laki-Laki
Tanjung Pinang Kepulauan Riau

Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan


Direktorat Jenderal perlindungan dan Jaminan Sosial
Kementerian Sosial Republik Indonesia

Tahun Anggaran: 2013


BAB I. UMUM

A. Dokumen Pengadaan ini disusun berdasarkan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010
tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden
No. 70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya serta ketentuan teknis operasional
pengadaan barang/jasa secara elektronik.

B. Dalam dokumen ini dipergunakan pengertian, istilah dan singkatan sebagai berikut:

Pekerjaan : seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi


Konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya;
HPS : Harga Perkiraan Sendiri;
HEA : Harga Evaluasi Akhir;
Kemitraan/ Kerja : kerja sama usaha antar penyedia yang masing-masing pihak mempunyai
Sama Operasi hak, kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian
(KSO) tertulis;
LDP : Lembar Data Pemilihan;
LDK : Lembar Data Kualifikasi;
Pokja ULP : Kelompok Kerja ULP yang berfungsi untuk melaksanakan Pemilihan
Penyedia Barang/Jasa;
PPK : Pejabat Pembuat Komitmen adalah pejabat yang bertanggung jawab atas
pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa;
SPPBJ : Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa;
SPMK : Surat Perintah Mulai Kerja;
TKDN : Tingkat Komponen Dalam Negeri.
PHO : Serah Terima Pertama Pekerjaan/Provisional Hand Over
FHO : Penyerahan Akhir Pekerjaan setelah Masa Pemeliharaan berakhir/Final
Hand Over.
LPSE : Layanan Pengadaan Secara Elektronik adalah unit kerja K/L/D/I yang
dibentuk untuk menyelenggarakan sistem pelayanan Pengadaan
Barang/Jasa secara elektronik.
Aplikasi SPSE : Aplikasi perangkat lunak Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE)
berbasis web yang terpasang di server LPSE yang dapat diakses melalui
website LPSE.
Form Isian : Tampilan/antarmuka pemakai berbentuk
Elektronik grafis berisi komponen isian yang dapat diinput oleh pengguna aplikasi.

Form Isian : Form isian elektronik pada aplikasi SPSE yang


Elektronik Data digunakan penyedia barang/jasa untuk menginputkan dan
Kualifikasi mengirimkan data kualifikasi.

E-Lelang : Proses pelelangan umum/terbatas/pemilihan langsung dengan tahapan


sesuai Perpres 54/2010 dan perubahannya serta petunjuk teknisnya
yang disesuaikan dengan teknis operasional pengadaan secara elektronik
sebagaimana diatur dalam Perka 18/2012. Semua istilah ―pelelangan‖
pada dokumen ini merujuk pada pengertian ―e-lelang‖.

C. Pemilihan Langsung dengan pascakualifikasi ini dibiayai dari sumber pendanaan


sebagaimana tercantum dalam LDP
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
D. Pemilihan Langsung ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta yang berbentuk badan
usaha atau kemitraan/KSO serta perorangan.

E. Pokja ULP mengumumkan pelaksanaan Pemilihan Langsung dengan pascakualifikasi melalui


website Kementerian Sosial RI (http://lpse.kemsos.go.id/eproc/app), papan pengumuman
resmi untuk masyarakat dan Portal Pengadaan Nasional melalui LPSE.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


BAB II.
PENGUMUMAN PEMILIHAN LANGSUNG
DENGAN PASCAKUALIFIKASI
Nomor : 02.15/PENGUMUMAN/ULP-LJS/07/2013

Pokja ULP Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI akan melaksanakan
Pemilihan Langsung dengan pascakualifikasi untuk paket pekerjaan konstruksi secara elektronik sebagai
berikut:

1. Paket Pekerjaan
Nama Paket Pekerjaan Pembuatan Gedung Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki Tanjung
Pinang Kepulauan Riau

Lingkup Pekerjaan : Pembuatan Gedung Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki Tanjung


Pinang Kepulauan Riau, Lokasi : Jl. Sungai Timun Air Raja Tanjung
Pinang Timur, Tanjung Pinang – Kepulauan Riau.

Nilai total HPS : Rp. 2.987.650.000,- (Dua milyar sembilan ratus delapan puluh tujuh
juta enam ratus lima puluh ribu rupiah)

Sumber Pendanaan : DIPA Direktorat Perlindungan Sosial Korban Korban Tindak


Kekerasan dan Pekerja Migran Nomor : 027-05.1.440290/2013
Tanggal 5 Desember 2012 Kode Output / Akun :
2250.010.001.011.533111

2. Persyaratan Peserta : Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK), Surat Badan Usaha (SBU)
Bidang Jasa Pemborongan/Jasa Konstruksi sub bidang bangunan non
perumahan termasuk pemeliharaannya (21005). Sertifikat Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang
dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi,
Sertipikat ISO 9001.

3. Pelaksanaan Pengadaan Pengadaan ini dilaksanakan secara elektronik, dengan mengakses


aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) pada alamat
website LPSE: http://lpse.kemsos.go.id/eproc/app
4. Jadwal Pelaksanaan Dapat dilihat pada website LPSE :
Pengadaan http://lpse.kemsos.go.id/eproc/app

5. Dokumen Pengadaan diambil dalam bentuk softcopy melalui aplikasi SPSE.

Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian.

Jakarta, 26 Juli 2013

Ttd
Ketua Unit Layanan Pengadaan
Ditjen. Perlindungan dan Jaminan Sosial

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP)

A. UMUM

1. Lingkup Pekerjaan 1.1 Pokja ULP mengumumkan kepada para peserta untuk
menyampaikan penawaran atas paket Pekerjaan Konstruksi
sebagaimana tercantum dalam LDP.
1.2 Nama paket dan lingkup pekerjaan sebagaimana tercantum
dalam LDP.
1.3 Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan
pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana tercantum
dalam LDP, berdasarkan syarat umum dan syarat khusus
kontrak dengan mutu sesuai spesifikasi teknis dan harga
sesuai kontrak.

2. Sumber Dana Pengadaan ini dibiayai dari sumber pendanaan sebagaimana


tercantum dalam LDP.

3. Peserta [Pelelangan 3.1 Pemilihan Langsung Pekerjaan Konstruksi ini terbuka dan
Umum/ dapat diikuti oleh semua peserta yang berbentuk badan
Pemilihan Langsung] usaha (perusahaan/koperasi), kemitraan/KSO atau peserta
perorangan yang memenuhi kualifikasi.
3.2 Dalam hal peserta akan atau sedang melakukan
kemitraan/KSO, baik dengan perusahaan nasional maupun
asing maka peserta harus memiliki Perjanjian
Kemitraan/Kerja Sama Operasi yang memuat persentase
kemitraan/KSO dan perusahaan yang mewakili
kemitraan/KSO tersebut.
3.3 Peserta Kemitraan/KSO dilarang untuk mengubah
Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi.

4. Larangan Korupsi, 4.1 Peserta dan pihak yang terkait dengan pengadaan ini
Kolusi, dan berkewajiban untuk mematuhi etika pengadaan dengan
Nepotisme (KKN) tidak melakukan tindakan sebagai berikut:
serta Penipuan a. berusaha mempengaruhi anggota Pokja ULP dalam
bentuk dan cara apapun, untuk memenuhi keinginan
peserta yang bertentangan dengan Dokumen Pengadaan,
dan/atau peraturan perundang-undangan;
b. melakukan persekongkolan dengan peserta lain untuk
mengatur hasil pelelangan sehingga
mengurangi/menghambat/ memperkecil/ meniadakan
persaingan yang sehat dan/atau merugikan pihak lain;
c. membuat dan/atau menyampaikan dokumen dan/atau
keterangan lain yang tidak benar untuk memenuhi
persyaratan dalam Dokumen Pengadaan ini.

4.2 Peserta yang terbukti melakukan tindakan sebagaimana


dimaksud pada angka 4.1 dikenakan sanksi sebagai berikut:
a. sanksi administratif, seperti digugurkan dari proses
pelelangan atau pembatalan penetapan pemenang;
b. sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam;
c. Jaminan Penawaran (apabila dipersyaratkan) dicairkan
dan disetorkan ke kas Negara/Daerah sebagaimana
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
tercantum dalam LDP];gugatan secara perdata; dan/atau
d. pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang.

5. Larangan 5.1 Para pihak dalam melaksanakan tugas, fungsi dan perannya,
Pertentangan menghindari dan mencegah pertentangan kepentingan para
Kepentingan pihak yang terkait, baik secara langsung maupun tidak
langsung.

5.2 Pertentangan kepentingan sebagaimana dimaksud pada


angka 5.1 antara lain meliputi:
a. dalam suatu badan usaha, anggota direksi atau dewan
komisaris merangkap sebagai anggota direksi atau dewan
komisaris pada badan usaha lainnya yang menjadi
peserta pada Pelelangan yang sama;
b. dalam Pekerjaan Konstruksi, konsultan perencana/
pengawas bertindak sebagai pelaksana Pekerjaan
Konstruksi yang direncanakannya/diawasinya, kecuali
dalam pelaksanaan Kontrak Pengadaan Pekerjaan
Terintegrasi;
c. konsultan manajemen konstruksi berperan sebagai
Konsultan Perencana dan/atau Konsultan Pengawas;
d. pengurus koperasi pegawai dalam suatu K/L/D/I atau
anak perusahaan pada BUMN/BUMD yang mengikuti
Pengadaan dan bersaing dengan perusahaan lainnya,
merangkap sebagai anggota Pokja ULP atau pejabat yang
berwenang menetapkan pemenang Pelelangan;
e. PPK dan/atau anggota Pokja ULP, baik langsung maupun
tidak langsung mengendalikan atau menjalankan
perusahaan peserta;
f. hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan,
baik langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang
sama yaitu lebih dari 50% (lima puluh perseratus)
pemegang saham dan/atau salah satu pengurusnya sama.

5.3 Pegawai K/L/D/I dilarang menjadi peserta kecuali cuti


diluar tanggungan K/L/D/I.

6. Pendayagunaan 6.1 Peserta berkewajiban untuk menyampaikan penawaran


Produksi Dalam yang mengutamakan material/ bahan produksi dalam
Negeri negeri dan tenaga kerja Indonesia serta Pekerjaan Konstruksi
yang dilaksanakan di Indonesia.

6.2 Dalam pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi dimungkinkan


menggunakan bahan baku, tenaga ahli, dan perangkat
lunak yang berasal dari luar negeri (impor) dengan
ketentuan:
a. pemilahan atau pembagian komponen harus benar-benar
mencerminkan bagian atau komponen yang telah dapat
diproduksi di dalam negeri dan bagian atau komponen
yang masih harus diimpor;
b. komponen berupa bahan baku belum diproduksi di
dalam negeri dan/atau spesifikasi teknis bahan baku
yang diproduksi di dalam negeri belum memenuhi
persyaratan;
c. pekerjaan pemasangan, pabrikasi, pengujian dan lainnya
sedapat mungkin dilakukan di dalam negeri;

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


d. semaksimal mungkin menggunakan jasa pelayanan yang
ada di dalam negeri, seperti jasa asuransi, angkutan,
ekspedisi, perbankan, dan pemeliharaan;
e. penggunaan tenaga ahli asing dilakukan semata-mata
untuk mencukupi kebutuhan jenis keahlian yang belum
dapat diperoleh di Indonesia, disusun berdasarkan
keperluan yang nyata, dan diusahakan secara terencana
untuk semaksimal mungkin terjadinya alih
pengalaman/keahlian dari tenaga ahli asing tersebut ke
tenaga Indonesia; dan
f. peserta diwajibkan membuat daftar Barang yang diimpor
yang dilengkapi dengan spesifikasi teknis, jumlah dan
harga yang dilampirkan pada Dokumen Penawaran.
6.3 Pengadaan barang/jasa impor dimungkinkan dalam hal:
a. barang/jasa tersebut belum dapat diproduksi/dihasilkan
di dalam negeri;
b. spesifikasi teknis barang yang diproduksi dan/atau
kualifikasi teknis tenaga ahli dalam negeri belum
memenuhi persyaratan; dan/atau
c. volume produksi dalam negeri tidak mampu memenuhi
kebutuhan.
6.4 [Atas penggunaan produksi dalam negeri, penawaran
peserta diberikan preferensi harga, untuk pekerjaan
sebagaimana tercantum dalam LDP yang diwajibkan
menggunakan produksi dalam negeri.]

7. Satu Penawaran Tiap Setiap peserta, baik atas nama sendiri maupun sebagai anggota
Peserta kemitraan/KSO hanya boleh memasukkan satu penawaran untuk
satu paket pekerjaan.

B. DOKUMEN PENGADAAN

8. Isi Dokumen 8.1 Dokumen Pengadaan terdiri dari Dokumen Pemilihan dan
Pengadaan Dokumen Kualifikasi.
8.2 Dokumen Pemilihan terdiri dari:
a. Umum
b. Pengumuman
c. Instruksi Kepada Peserta;
d. Lembar Data Pemilihan;
e. Syarat-Syarat Umum Kontrak;
f. Syarat-Syarat Khusus Kontrak;
g. Bentuk Surat Perjanjian/SPK;
h. Spesifikasi Teknis, KAK dan/atau Gambar;
i. [Daftar Kuantitas dan harga (apabila dipersyaratkan)];
j. Tata Cara Evaluasi Penawaran
k. Bentuk Dokumen Penawaran:
1) [Surat Penawaran untuk e-Lelang 1 File];
2) [Surat Penawaran Administrasi dan Teknis (file 1) dan
Surat Penawaran Harga (file 2) untuk e-Lelang 2
File];
3) [surat perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi
(apabila peserta berbentuk Kemitraan/KSO)]
4) Dokumen Penawaran Teknis;
5) [Formulir Rekapitulasi Perhitungan TKDN (apabila
diberikan preferensi harga)];
6) [Jaminan Penawaran (apabila dipersyaratkan)
l. Bentuk Dokumen Lain:
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
1) SPPBJ;
2) SPMK;
3) Jaminan Sanggahan Banding;
4) Jaminan Pelaksanaan;
5) [Jaminan Uang Muka (apabila dipersyaratkan)];
6) [Jaminan Pemeliharaan (apabila dipersyaratkan)].
8.3 Dokumen Kualifikasi meliputi:
a. Lembar Data Kualifikasi;
b. Pakta Integritas;
c. Isian Data Kualifikasi;
d. Petunjuk Pengisian Data Kualifikasi;
e. Tata Cara Evaluasi Kualifikasi.
8.4 Peserta berkewajiban memeriksa keseluruhan isi Dokumen
Pengadaan ini. Kelalaian menyampaikan Dokumen
Penawaran yang tidak memenuhi persyaratan yang
ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini sepenuhnya
merupakan risiko peserta.

9. Bahasa Dokumen Dokumen Pengadaan beserta seluruh korespondensi tertulis dalam


Pengadaan proses pengadaan menggunakan Bahasa Indonesia.

10. Pemberian 10.1 Pemberian penjelasan dilakukan secara online melalui


Penjelasan aplikasi SPSE sesuai jadwal dalam aplikasi SPSE.
10.2 Ketidakikutsertaan peserta pada saat pemberian penjelasan
tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan
penawaran.
10.3 Apabila diperlukan Pokja ULP dapat memberikan informasi
yang dianggap penting terkait dengan dokumen pengadaan.
10.4 Apabila dipandang perlu, Pokja ULP melalui tim atau tenaga
ahli pemberi penjelasan teknis yang ditunjuk dapat
memberikan penjelasan lanjutan dengan cara melakukan
peninjauan lapangan. Biaya peninjauan lapangan
ditanggung oleh peserta.
10.5 Apabila dipandang perlu, Pokja ULP dapat memberikan
penjelasan (ulang).
10.6 Kumpulan tanya jawab pada saat pemberian penjelasan
dalam aplikasi SPSE merupakan Berita Acara Pemberian
Penjelasan (BAPP).
10.7 Jika dilaksanakan peninjauan lapangan dapat dibuat Berita
Acara Pemberian Penjelasan Lanjutan dan diunggah melalui
aplikasi SPSE.

11. Perubahan 11.1 Apabila pada saat pemberian penjelasan terdapat hal-
Dokumen hal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu
Pengadaan ditampung, maka Pokja ULP menuangkan ke dalam
Adendum Dokumen Pengadaan yang menjadi bagian tidak
terpisahkan dari Dokumen Pengadaan.
11.2 Perubahan rancangan kontrak, spesifikasi teknis, KAK,
gambar dan/atau nilai total HPS, harus mendapatkan
persetujuan PPK sebelum dituangkan dalam Adendum
Dokumen Pemilihan.
11.3 Apabila ketentuan baru atau perubahan penting tersebut
tidak dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan,
maka ketentuan baru atau perubahan tersebut dianggap
tidak ada dan ketentuan yang berlaku adalah Dokumen
Pemilihan awal.
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
11.4 Setelah Pemberian Penjelasan dan sebelum batas akhir
waktu pemasukan penawaran, Pokja ULP dapat menetapkan
Adendum Dokumen Pengadaan, berdasarkan informasi baru
yang mempengaruhi substansi Dokumen Pengadaan.
11.5 Setiap Adendum yang ditetapkan merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan.
11.6 Pokja ULP dapat mengumumkan Adendum Dokumen
Pemilihan dengan cara mengunggah (upload) file adendum
dokumen Pemilihan melalui aplikasi SPSE paling lambat 2
(dua) hari sebelum batas akhir pemasukan penawaran.
Apabila Pokja ULP akan mengunggah (upload) file
Adendum Dokumen Pemilihan kurang dari 2 (dua) hari
sebelum batas akhir pemasukan penawaran, maka Pokja
ULP wajib mengundurkan batas akhir pemasukan
penawaran.
11.7 Peserta dapat mengunduh (download) Adendum Dokumen
Pemilihan yang diunggah (upload) Pokja ULP pada aplikasi
SPSE (apabila ada).

12. Tambahan Waktu Apabila adendum dokumen pengadaan mengakibatkan kebutuhan


Pemasukan penambahan waktu penyiapan dokumen penawaran maka Pokja ULP
Dokumen memperpanjang batas akhir pemasukan penawaran.
Penawaran

C. PENYIAPAN DOKUMEN PENAWARAN

13. Biaya dalam 13.1 Peserta menanggung semua biaya dalam penyiapan dan
Penyiapan penyampaian penawaran.
Penawaran 13.2 Pokja ULP tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun
yang ditanggung oleh peserta.

14. Bahasa Penawaran 14.1 Semua Dokumen Penawaran harus menggunakan


Bahasa Indonesia.
14.2 Dokumen penunjang yang terkait dengan Dokumen
Penawaran dapat menggunakan Bahasa Indonesia atau
bahasa asing.
14.3 Dokumen penunjang yang berbahasa asing perlu disertai
penjelasan dalam Bahasa Indonesia. Dalam hal terjadi
perbedaan penafsiran, maka yang berlaku adalah penjelasan
dalam Bahasa Indonesia.

15. Dokumen 15.1 Metode penyampaian penawaran 1 file, dokumen


Penawaran Penawaran meliputi:
a. surat penawaran yang didalamnya mencantumkan;
1) tanggal;
2) masa berlaku penawaran;
3) total harga penawaran; dan
b. Softcopy hasil pemindaian (scan)Jaminan Penawaran asli;
c. Daftar kuantitas dan harga;
d. surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila
peserta berbentuk Kemitraan/KSO);
e. Dokumen penawaran teknis yang terdiri dari:
1) metode pelaksanaan;
2) jadwal dan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan
sampai dengan serah terima pertama Pekerjaan
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
(PHO);
3) jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah peralatan;
4) spesifikasi teknis (bahan/barang tertentu apabila
ada);
5) daftar personil inti; dan
6) bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan
(apabila ada bagian pekerjaan yang akan
disubkontrakkan;
f. Formulir rekapitulasi perhitungan TKDN;
g. Data Kualifikasi.

16. Harga Penawaran 16.1 Harga penawaran ditulis dengan jelas dalam angka dan
huruf.
16.2 Biaya overhead dan keuntungan serta semua pajak, bea,
retribusi, dan pungutan lain yang sah serta biaya asuransi
yang harus dibayar oleh penyedia untuk pelaksanaan paket
Pekerjaan Konstruksi ini diperhitungkan dalam total harga
penawaran.

17. Mata Uang 17.1 Semua harga dalam penawaran harus dalam bentuk mata
Penawaran dan uang sebagaimana tercantum dalam LDP.
Cara Pembayaran 17.2 Pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai
dengan cara sebagaimana tercantum dalam LDP dan
diuraikan dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak.

18. Masa Berlaku 18.1 Masa berlaku penawaran sesuai sebagaimana tercantum
Penawaran dan dalam LDP.
Jangka Waktu 18.2 Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan
Pelaksanaan tidak melebihi jangka waktu sebagaimana tercantum dalam
LDP.

19. Pengisian Data 19.1 Peserta berkewajiban untuk menyetujui Pakta Integritas dan
Kualifikasi mengisi form isian elektronik data kualifikasi dalam aplikasi
SPSE.
19.2 Pakta Integritas dan Data Kualifikasi dianggap telah disetujui
dan ditandatangani oleh peserta pengadaan, kecuali untuk
penyedia barang/jasa yang melakukan Kemitraan/Kerja
Sama Operasi (KSO) Pakta Integritas dan Data Kualifikasi
ditandatangani oleh pejabat yang menurut perjanjian
Kemitraan/Kerja Sama Operasi berhak mewakili
Kemitraan/KSO.

20. Pakta Integritas 20.1 Pakta Integritas berisi ikrar untuk mencegah dan tidak
melakukan kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN.
20.2 Dengan mendaftar sebagai peserta lelang pada suatu paket
pekerjaan melalui aplikasi SPSE, maka peserta telah
menandatangani Pakta Integritas, kecuali untuk penyedia
barang/jasa yang melakukan Kemitraan/Kerja Sama
Operasi (KSO), badan usaha yang ditunjuk mewakili
Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO) wajib menyampaikan
pakta integritas melalui fasilitas unggahan lainnya pada
form isian elektronik data kualifikasi di aplikasi SPSE.

21. [Surat Jaminan 21.1 Apabila jaminan penawaran dipersyaratkan sebagaimana


Penawaran (apabila tercantum dalam LDP, maka disampaikan dalam bentuk
dipersyaratkan)] softcopy hasil pemindaian (scan) surat jaminan penawran
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
yang dimasukkan dalam dokumen penawaran.
21.2 Jaminan penawaran asli disampaikan kepada Pokja ULP
pada saat pembuktian kualifikasi.
21.3 Jika calon pemenang tidak memberikan jaminan penawaran
asli atau jaminan penawaran tidak dapat dicairkan maka
akun SPSE penyedia barang/jasa tersebut di nonaktifkan dan
dimasukkan dalam daftar hitam.
21.4 Peserta menyerahkan Surat Jaminan Penawaran dalam mata
uang penawaran dengan nilai nominal yang tidak kurang
dari sebagaimana tercantum dalam LDP.
21.5 Surat Jaminan Penawaran memenuhi ketentuan sebagai
berikut:
a. diterbitkan oleh Bank Umum, perusahaan penjaminan
atau perusahaan asuransi yang mempunyai program
asuransi kerugian (suretyship) sebagaimana ditetapkan
oleh Menteri Keuangan;
b. Jaminan Penawaran dimulai sejak tanggal terakhir
pemasukan penawaran dan masa berlakunya tidak
kurang dari waktu sebagaimana tercantum dalam LDP;
c. nama peserta sama dengan nama yang tercantum dalam
Jaminan Penawaran;
d. besaran nilai Jaminan Penawaran tidak kurang dari nilai
nominal jaminan sebagaimana tercantum dalam LDP;
e. besaran nilai Jaminan Penawaran dicantumkan dalam
angka dan huruf;
f. nama Pokja ULP yang menerima Jaminan Penawaran
sama dengan nama Pokja ULP yang mengadakan
pelelangan;
g. paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket
pekerjaan yang dilelangkan;
h. Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan tanpa syarat
(unconditional) sebesar nilai Jaminan dalam waktu paling
lambat 14 (empat belas) hari kerja, setelah surat
pernyataan wanprestasi dari Pokja ULP diterima oleh
Penerbit Jaminan;
i. Jaminan Penawaran atas nama perusahaan kemitraan
(Kerja Sama Operasi/KSO) harus ditulis atas nama
perusahaan kemitraan/KSO.
21.6 Jaminan Penawaran (apabila dipersyaratkan) dicairkan dan
disetorkan ke Kas Negara/Daerah sebagaimana tercantum
dalam LDP apabila:
a. peserta terlibat KKN;
b. calon pemenang, calon pemenang cadangan 1 atau 2
tidak bersedia menambah nilai Jaminan Pelaksanaan
dalam hal harga penawarannya di bawah 80% HPS;
c. calon pemenang, calon pemenang cadangan 1 atau 2
setelah dilakukan evaluasi, tidak hadir dalam klarifikasi
dan/atau verifikasi kualifikasi dengan alasan yang tidak
dapat diterima;
d. calon pemenang, calon pemenang cadangan 1 atau 2
pada saat pembuktian kualifikasi terbukti melakukan
pemalsuan data; atau
e. calon pemenang, calon pemenang cadangan 1 atau 2
mengundurkan diri dengan alasan yang tidak dapat
diterima atau gagal tanda tangan kontrak.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


D. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN

22. Penyampulan dan 22.1 [Untuk metode 1 (satu) file]


Penandaan Sampul 22.1.A) File penawaran yang disampaikan oleh peserta
Penawaran terdiri dari 1 (satu) file penawaran yang telah
disandikan/dienkripsi yang terdiri dari:
a. Penawaranadministrasi;
b. Penawaran teknis;
c. Penawaran harga;
22.1.B) File penawaran disandikan/dienkripsi dengan
Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO).
22.1.C) Peserta mengirimkan file penawaran yang telah
disandikan/dienkripsi melalui aplikasi SPSE.
22.1.D) Data kualifikasi diinput dan dikirimkan melalui
form isian elektronik data kualifikasi pada SPSE.
22.2 [Untuk metode 2 (dua) file]
22.2.A) Penawaran yang disampaikan oleh peserta terdiri dari 2
(dua) file yang memuat Penawaran Administrasi dan
Teknis (File I) dan Penawaran Harga (File II).
22.2.B) File I dan File II masing-masing disandikan dengan
Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO).
22.2.C) Peserta mengirimkan file I dan file II yang telah
disandikan/dienkripsi melalui aplikasi SPSE.
22.2.D) Data kualifikasi diinput dan dikirimkan melalui form
isian elektronik data kualifikasi pada SPSE.
23.1 Peserta menyampaikan Dokumen Penawaran kepada Pokja ULP
dengan ketentuan:
a. Pertama-tama, mengirimkan Data Kualifikasi melalui form
23. Pemasukkan isian elektronik data kualifikasi pada aplikasi SPSE
/Penyampaian b. Dilanjutkan dengan mengunggah file penawaran
Dokumen terenkripsi (*.rhs) hanya melalui aplikasi SPSE sesuai
Penawaran jadwal yang ditetapkan.
c. Peserta dapat mengirimkan data kualifikasi secara
berulang sebelum batas akhir waktu pemasukan Dokumen
Penawaran. Data kualifikasi yang dikirmkan terakhir akan
menggantikan data kualifikasi yang telah terkirim
sebelumnya
23.1.A) [Untuk metode 1 (satu) file (sampul)]:
1) Setelah File penawaran administrasi, teknis dan
harga dienkripsi menggunakan Apendo.
2) peserta mengunggah (upload) file penawaran
administrasi, teknis dan harga yang telah
terenkripsi (*.rhs) melalui aplikasi SPSE sesuai
jadwal yang ditetapkan.
3) Peserta dapat mengunggah file penawaran secara
berulang sebelum batas akhir waktu pemasukan
Dokumen Penawaran. File penawaran terakhir akan
menggantikan file penawaran yang telah terkirim
sebelumnya
23.1.B)[Untuk metode 2 (dua) file ]
1) File penawaran administrasi dan teknis (file I)
dienkripsi menggunakan Apendo, selanjutnya
peserta melakukan enkripsi terhadap file
penawaran harga (file II) menggunakan Apendo.
2) Peserta pertama-tama mengunggah (upload) file I
berupa file penawaran administrasi dan teknis yang
telah terenkripsi (*.rhs) melalui aplikasi SPSE,
kemudian setelah file I berhasil terkirim peserta
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
melanjutkan dengan mengunggah (upload) file II
berupa file penawaran harga yang telah terenkripsi
(*.rhs) melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal yang
telah ditetapkan.
3) File I dan File II yang telah dienkripsi diunggah
(upload) melalui tempat/fasilitas yang telah tersedia
pada aplikasi SPSE.
4) Peserta dapat mengunggah file penawaran (file I
dan file II) secara berulang sebelum batas akhir
waktu pemasukan Dokumen Penawaran. File
penawaran terakhir akan menggantikan file
penawaran yang telah terkirim sebelumnya
24.1 Penawaran harus disampaikan secara elektronik melalui
aplikasi SPSE kepada Pokja ULP paling lambat pada waktu yang
ditentukan oleh Pokja ULP.
24.2 Tidak diperkenankan mengubah tempat dan waktu batas akhir
pemasukan penawaran kecuali keadaan kahar, atau terjadi
24. Batas Akhir Waktu gangguan teknis. Apabila terpaksa dilakukan perubahan waktu
Pemasukan batas akhir pemasukan penawaran maka Pokja ULP harus
Penawaran menginputkan alas an yang sebenarnya dan dapat
dipertanggungjawabkan pada aplikasi SPSE.

Aplikasi SPSE menolak setiap file penawaran yang dikirimkan setelah


batas akhir waktu pemasukan penawaran kirim.

25. Penawaran
Terlambat

E. PEMBUKAAN DAN EVALUASI PENAWARAN

26. Pembukaan 26.1 Pada tahap pembukaan penawaran, Pokja ULP mengunduh
Penawaran (download) dan melakukan dekripsi file penawaran dengan
menggunakan Apendo sesuai waktu yang telah ditetapkan.
26.2 Terhadap file penawaran yang tidak dapat dibuka
(didekripsi), Pokja ULP menyampaikan file penawaran
tersebut kepada LPSE untuk mendapat keterangan bahwa file
yang bersangkutan tidak dapat dibuka dan bila dianggap
perlu LPSE dapat menyampaikan file penawaran tersebut
kepada LKPP.
26.3 Berdasarkan keterangan dari LPSE atau LKPP, apabila file
penawaran tidak dapat dibuka/didekripsi maka Pokja ULP
dapat menetapkan bahwa file penawaran tersebut tidak
memenuhi syarat sebagai penawaran dan penyedia
barang/jasa yang mengirimkan file penawaran tersebut
dianggap tidak memasukkan penawaran. Apabila dapat
dibuka, maka Pokja ULP akan melanjutkan proses atas
penawaran yang bersangkutan
26.4 File yang dianggap sebagai penawaran adalah dokumen
penawaran yang berhasil dibuka dan dapat dievaluasi yang
sekurang-kurangnya memuat:
a. Satu file: harga penawaran, daftar kuantitas dan harga
untuk kontrak harga satuan/gabungan, jangka waktu
penawaran, dan deskripsi/spesifikasi barang/jasa yang
ditawarkan.
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
b. Dua file: daftar kuantitas dan harga untuk kontrak
harga satuan/gabungan, jangka waktu penawaran, dan
deskripsi/spesifikasi barang/jasa yang ditawarkan.
26.5 Apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) peserta
maka pelelangan dinyatakan gagal
27. Evaluasi Penawaran 27.1 [Dalam hal dokumen penawaran dengan 1 (satu) file (sampul)
Sistem Gugur]:
27.1.A) Sebelum evaluasi harga, dilakukan koreksi aritmatik
dengan ketentuan:
a [Untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak
Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada
bagian Harga Satuan:
1) volume dan/atau jenis pekerjaan yang tercantum
dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan
dengan yang tercantum dalam Dokumen
Pemilihan;
2) apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara
volume dengan harga satuan pekerjaan,
dilakukan pembetulan, dengan ketentuan harga
satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh
diubah;
3) jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan
dianggap sudah termasuk dalam harga satuan
pekerjaan yang lain dan harga satuan pada
daftar kuantitas dan harga tetap dibiarkan
kosong;
4) jenis pekerjaan yang tidak tercantum dalam
daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan
jenis pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen
Pemilihan dan harga satuan pekerjaan dimaksud
dianggap nol; dan
5) hasil koreksi aritmatik pada bagian harga satuan
dapat mengubah nilai total harga penawaran
sehingga urutan peringkat dapat menjadi lebih
tinggi atau lebih rendah dari urutan peringkat
semula;]
b [untuk Kontrak Lump Sum atau Kontrak Gabungan
Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian Lump
Sum:
1) volume dan/atau jenis pekerjaan yang tercantum
dalam daftar kuantitas dan harga (apabila ada)
disesuaikan dengan yang tercantum dalam
Dokumen Pemilihan;
2) jenis pekerjaan yang tidak tercantum dalam
daftar kuantitas dan harga (apabila ada)
disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang
tercantum dalam Dokumen Pemilihan;
3) hasil koreksi aritmatik pada bagian Lump Sum
tidak boleh mengubah nilai total harga
penawaran pada bagian Lump Sum.]
27.1.B) Total harga penawaran setelah koreksi aritmatik yang
melebihi nilai total HPS dinyatakan gugur.
27.1.C) [apabila semua total harga penawaran setelah koreksi
aritmatik untuk kontrak harga satuan atau kontrak
gabungan lump sum dan harga satuan di atas nilai total
HPS, pelelangan dinyatakan gagal.]
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
[apabila semua total harga penawaran yang masuk
untuk Kontrak Lump Sum di atas nilai total HPS,
pelelangan dinyatakan gagal.]
27.1.D) Berdasarkan hasil koreksi aritmatik Pokja ULP
menyusun urutan dari penawaran terendah.
Pelaksanaan evaluasi dengan sistem gugur dilakukan
oleh Pokja ULP untuk mendapatkan 3 (tiga) penawaran
yang memenuhi syarat yang dimulai dengan penawaran
terendah setelah koreksi aritmatik.
27.1.E) Apabila setelah koreksi aritmatik terdapat kurang dari 3
(tiga) penawar yang menawar harga kurang dari HPS
maka proses lelang tetap dilanjutkan dengan melakukan
evaluasi penawaran.
27.1.F) Pokja ULP melakukan evaluasi penawaran yang
meliputi:
a. evaluasi administrasi;
b. evaluasi teknis;
c. evaluasi harga; dan
d. evaluasi kualifikasi
27.2 [Dalam hal dokumen penawaran dengan 2 (dua) file (sampul)
SIstem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis]
27.2.A) Pokja ULP melakukan evaluasi penawaran file I yang
meliputi:
a. Evaluasi administrasi;
b. Evaluasi teknis;
c. Evaluasi kualifikasi;
27.2.B) Pokja ULP menginputkan hasil evaluasi dokumen
penawaran file I pada aplikasi SPSE dan menayangkan
hasil evaluasi file I melalui menu pengumuman atau
menu upload informasi lainnya pada aplikasi SPSE.
27.2.C) Selanjutnya Pokja ULP melakukan pembukaan
penawaran file II:
27.2.C.1) Dokumen penawaran file II milik peserta yang
tidak lulus evaluasi administrasi dan teknis, tidak
dibuka.
27.2.C.2) Pokja ULP tidak boleh menggugurkan penawaran
pada waktu pembukaan Dokumen Penawaran file
II, kecuali penawaran file II tersebut berdasarkan
keterangan dari LPSE atau LKPP tidak dapat dibuka
(didekripsi)
27.2.C.3) Pokja ULP melakukan evaluasi harga dengan
ketentuan sebagaimana butir 27.6
27.3 Ketentuan umum dalam melakukan evaluasi
sebagai berikut:
a. Pokja ULP dilarang menambah, mengurangi, mengganti,
dan/atau mengubah kriteria dan persyaratan yang telah
ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini;
b. Pokja ULP dan/atau peserta dilarang menambah,
mengurangi, mengganti, dan/atau mengubah isi Dokumen
Penawaran;
c. penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang
sesuai dengan ketentuan, syarat-syarat, dan spesifikasi teknis
yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan ini, tanpa ada
penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran
bersyarat;
d. penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran
bersyarat adalah:
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
1) penyimpangan dari Dokumen Pemilihan ini yang
mempengaruhi lingkup, kualitas dan hasil/kinerja
pekerjaan; dan/atau
2) penawaran dari peserta dengan persyaratan tambahan
yang akan menimbulkan persaingan usaha tidak sehat
dan/atau tidak adil diantara peserta yang memenuhi
syarat.
e. Pokja ULP dilarang menggugurkan penawaran dengan
alasan:
1) ketidakhadiran dalam pemberian penjelasan dan/atau
pembukaan penawaran; dan/atau
2) kesalahan yang tidak substansial, misalnya kesalahan
pengetikan, penyebutan sebagian nama atau
keterangan, surat penawaran tidak berkop perusahaan .
f. para pihak dilarang mempengaruhi atau melakukan
intervensi kepada Pokja ULP selama proses evaluasi;
g. apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya persaingan
usaha yang tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama
(kolusi/persekongkolan) antara peserta, ULP dan/atau PPK,
dengan tujuan untuk memenangkan salah satu peserta,
maka:
1) peserta yang ditunjuk sebagai calon pemenang dan
peserta lain yang terlibat dimasukkan ke dalam Daftar
Hitam;
2) proses evaluasi tetap dilanjutkan dengan menetapkan
peserta lainnya yang tidak terlibat; dan
3) bagaimana dimaksud pada angka 2), maka pelelangan
dinyatakan gagal.

27.4 Evaluasi Administrasi:


a. evaluasi terhadap data administrasi hanya dilakukan
terhadap hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian
kualifikasi;
b. penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi,
apabila:
1) syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan
Dokumen Pemilihan ini dipenuhi/dilengkapi (khusus
untuk peserta yang tidak menyampaikan formulir
TKDN, maka penawarannya tidak digugurkan dan nilai
TKDN nya dianggap 0 (nol));
2) surat penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a) jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak
kurang dari waktu sebagaimana tercantum dalam
LDP; dan
b) bertanggal
3) [Apabila dipersyaratkan, Surat Jaminan Penawaran
memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a) diterbitkan oleh Bank Umum, perusahaan
penjaminan atau perusahaan asuransi yang
mempunyai program asuransi kerugian (suretyship)
sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan;
b) Jaminan Penawaran dimulai sejak tanggal terakhir
pemasukan penawaran dan masa berlakunya tidak
kurang dari waktu sebagaimana tercantum dalam
LDP;
c) nama peserta sama dengan nama yang tercantum
dalam Jaminan Penawaran;
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
d) besaran nilai Jaminan Penawaran tidak kurang dari
nilai jaminan sebagaimana tercantum dalam LDP;
e) besaran nilai Jaminan Penawaran dicantumkan
dalam angka dan huruf;
f) nama Pokja ULP yang menerima Jaminan Penawaran
sama dengan nama Pokja ULP yang mengadakan
pelelangan; dan
g) paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket
pekerjaan yang dilelangkan.
h) Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan tanpa
syarat (unconditional) sebesar nilai Jaminan dalam
waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja,
setelah surat pernyataan wanprestasi dari Pokja ULP
diterima oleh Penerbit Jaminan;
i) Jaminan Penawaran atas nama perusahaan
kemitraan/KSO harus ditulis atas nama perusahaan
Kemitraan/KSO, dan
j) substansi dan keabsahan/keaslian Jaminan
Penawaran kepada penerbit jaminan telah
dikofirmasi dan diklarifikasi secara tertulis oleh Pokja
ULP kepada penerbit jaminan apabila kurang jelas
dan meragukan.]
c. Pokja ULP dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal
yang kurang jelas dan meragukan;
d. [untuk 1 (satu) file sistem gugur, apabila dari 3 (tiga)
penawaran terendah ada yang tidak memenuhi persyaratan
administrasi maka pokja ULP melakukan evaluasi
administrasi terhadap penawar terendah berikutnya (apabila
ada)]
e. apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang
memenuhi persyaratan administrasi, maka evaluasi tetap
dilanjutkan dengan evaluasi teknis; dan
f. apabila tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan
administrasi, maka pelelangan dinyatakan gagal
27.5 Evaluasi Teknis:
27.5.A) [Dalam hal dokumen penawaran dengan 1 (satu) file
(sampul)Sistem Gugur]
a. evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang
memenuhi persyaratan administrasi;
b. unsur-unsur yang dievaluasi teknis sesuai dengan
yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam LDP;
c. evaluasi teknis dilakukan dengan sistem gugur
dengan ketentuan:
1) Pokja ULP menilai persyaratan teknis monimal
yang harus dipenuhi dengan membandingkan
pemenuhan persyaratan teknis sebagaimana
tercantum dalam LDP;
2) Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan
teknis apabila:
a) metode pelaksanaan pekerjaan yang
ditawarkan menggambarkan penguasaan
dalam penyelesaian pekerjaan;
b) jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sampai
dengan serah terima pertama Pekerjaan
(PHO) yang ditawarkan tidak melebihi
jangka waktu yang ditetapkan dalam LDP;
c) jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
peralatan minimal yang disediakan sesuai
dengan yang ditetapkan dalam LDP;
d) spesifikasi teknis memenuhi persyaratan
yang ditetapkan dalam Bab XII Spesifikasi
Teknis dan Gambar;
e) personil inti yang akan ditempatkan secara
penuh sesuai dengan persyaratan yang
ditetapkan dalam LDP serta posisinya dalam
manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai
dengan organisasi pelaksanaan yang
diajukan;
f) bagian pekerjaan yang akan
disubkontrakkan sesuai dengan persyaratan
yang ditetapkan dalam LDP;
g) [sertifikat garansi khususnya untuk
pekerjaan Enginering Procurement and
Construction/EPC (apabila dipersyaratkan)]
d. [evaluasi teknis dalam sistem gugur menggunakan
sistem ambang batas terhadap unsur teknis yang
dinilai.]
e. [dalam hal evaluasi teknis dengan sistem gugur
menggunakan ambang batas nilai teknis, penawaran
dinyatakan lulus teknis apabila masing-masing unsur
maupun nilai total keseluruhan unsur memenuhi
ambang batas minimal yang ditetapkan dalam LDP;]
f. Pokja ULP (apabila diperlukan) dapat meminta uji
mutu/teknis/fungsi untuk bahan/alat tertentu
sebagaimana tercantum dalam LDP ;
g. apabila dalam evaluasi teknis terdapat hal-hal yang
kurang jelas atau meragukan, Pokja ULP melakukan
klarifikasi dengan peserta. Dalam klarifikasi peserta
tidak diperkenankan mengubah substansi
penawaran. Hasil klarifikasi dapat menggugurkan
penawaran;
h. peserta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis
dilanjutkan ke tahap evaluasi harga; dan
i. apabila dari 3 (tiga) penawaran terendah setelah
koreksi aritmatik ada yang tidak memenuhi
persyartan teknis maka Pokja ULP dapat melakukan
evaluasi terhadap penawaran terendah berikutnya
(apabila ada) dimulai dari evaluasi administrasi;
j. apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang
lulus evaluasi teknis, maka evaluasi tetap dilanjutkan
dengan evaluasi harga; dan
k. apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi Teknis
maka pelelangan dinyatakan gagal
l. Terhadap peserta yang dinyatakan lulus evaluasi
teknis dilanjutkan untuk dilakukan evaluasi
kualifikasi

27.5.B) [Dalam hal dokumen penawaran dengan 2 (dua) file


Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis:]
a. evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang
memenuhi persyaratan administrasi;
b. unsur-unsur yang dievaluasi teknis sesuai dengan
yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam
dokumen pengadaan;
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
c. evaluasi teknis dilakukan dengan:
[Sistem nilai yaitu evaluasi penilaian dengan cara
memberikan nilai angka tertentu pada setiap unsur
yang dinilai berdasarkan kriteria dan bobot
sebagaimana tercantum dalam LDP, serta
membandingkan jumlah perolehan nilai dari para
peserta.
[Sistem nilai dapat dilakukan dengan cara
menggabungkan bobot teknis dan harga. Bobot
teknis, bobot harga dan nilai ambang batas
sebagaimana tercantum dalam LDP.]

[Sistem penilaian biaya selama umur ekonomis yaitu


evaluasi penilaian yang digunakan khusus untuk
mengevaluasi pengadaan dengan memperhitungkan
perkiraan biaya operasi dan pemeliharaan, serta nilai
sisa selama umur ekonomis barang tersebut].
d. Pokja ULP menilai persyaratan teknis minimal yang
harus dipenuhi sebagaimana tercantum dalam LDP.
e. Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan teknis
apabila:
1) metode pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan
memenuhi persyaratan substantif dan diyakini
menggambarkan penguasaan dalam
penyelesaian pekerjaan;
2) jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan sampai
dengan serah terima pertama Pekerjaan (PHO)
yang ditawarkan tidak melampaui batas waktu
sebagaimana tercantum dalam LDP;
3) jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah peralatan
minimal yang disediakan sesuai dengan yang
ditetapkan dalam LDP;
4) spesifikasi teknis memenuhi persyaratan yang
ditetapkan dalam Bab XII Spesifikasi Teknis dan
Gambar;
5) personil inti yang akan ditempatkan secara
penuh sesuai dengan persyaratan yang
ditetapkan dalam LDP serta posisinya dalam
manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai
dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan;
6) bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan
sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
dalam LDP;
7) [sertifikat garansi khususnya untuk pekerjaan
Enginering Procurement and Construction/EPC
(apabila dipersyaratkan)]
f. [evaluasi teknis dalam sistem nilai atau sistem
penilaian biaya selama umur ekonomis dapat
menggunakan sistem ambang batas terhadap unsur
teknis yang dinilai;]
g. [dalam hal evaluasi teknis dengan sistem nilai atau
sistem penilaian biaya selama umur ekonomis
menggunakan ambang batas nilai teknis, penawaran
dinyatakan lulus teknis apabila masing-masing unsur
maupun nilai total keseluruhan unsur memenuhi
ambang batas minimal yang ditetapkan dalam LDP;]
h. Pokja ULP (apabila diperlukan) dapat meminta uji
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
mutu/teknis/fungsi untuk bahan/alat tertentu
sebagaimana tercantum dalam LDP;
i. apabila dalam evaluasi teknis terdapat hal-hal yang
kurang jelas atau meragukan, Pokja ULP melakukan
klarifikasi dengan peserta. Dalam klarifikasi peserta
tidak diperkenankan mengubah substansi
penawaran. Hasil klarifikasi dapat menggugurkan
penawaran
j. Terhadap peserta yang dinyatakan lulus evaluasi
teknis dilanjutkan untuk dilakukan evaluasi
kualifikasi
27.6 Evaluasi Harga [1 file/2 file]:
27.6.A) [Untuk file 2 (dua) file pada saat evaluasi dokumen
penawaran file II:]
27.6.A).1) Sebelum evaluasi harga dilakukan koreksi aritmatik
dengan ketentuan :
a. [untuk kontrak Harga Satuan atau kontrak
Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada
bagian Harga Satuan :
1) volume dan/atau jenis pekerjaan yang
tercantum dalam daftar kuantitas dan harga
(apabila ada) disesuaikan dengan yang
tercantum dalam Dokumen Pemilihan;
2) apabila terjadi kesalahan hasil perkalian
antara volume dengan harga satuan
pekerjaan, maka dilakukan pembetulan,
dengan ketentuan harga satuan pekerjaan
yang ditawarkan tidak boleh diubah;
3) jenis pekerjaan yang tidak diberi harga
satuan dianggap sudah termasuk dalam
harga satuan pekerjaan yang lain dan harga
satuan pada daftar kuantitas dan harga tetap
dibiarkan kosong;
4) Jenis pekerjaan yang tidak tercantum dalam
daftar kuantitas dan harga (apabila ada)
disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang
tercantum dalam dokumen Pemilihan dan
harga satuan pekerjaan dianggap nol; dan
5) Hasil koreksi aritmatik pada bagian harga
satuan dapat mengubah nilai total harga
penawaran sehingga urutan peringkat dapat
menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari
urutan peringkat semula;]
b. [untuk Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga
Satuan pada bagian Lump Sum :
1) volume dan/atau jenis pekerjaan yang
tercantum dalam daftar kuantitas dan harga
(apabila ada) disesuaikan dengan yang
tercantum dalam Dokumen Pemilihan;
2) Jenis pekerjaan yang tidak tercantum dalam
daftar kuantitas dan harga (apabila ada)
disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang
tercantum dalam Dokumen Pemilihan; dan
3) Hasil koreksi aritmatik pada bagian
lumpsump tidak boleh mengubah nilai total
harga penawaran pada bagian lump Sum.]

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


27.6.A.2) Total harga penawaran setelah koreksi aritmatik yang
melebihi nilai total HPS dinyatakan gugur.

27.6.A.3) Apabila semua total harga penawaran atau


penawaran terkoreksi di atas nilai total HPS,
pelelangan dinyatakan gagal.

27.6.A.4) [Untuk evaluasi dengan sistem nilai atau sistem biaya


selama umur ekonomis, pelaksanaan evaluasi
penawaran harga dilakukan oleh Pokja ULP terhadap
semua penawaran setelah koreksi aritmatik.]

27.6.A.5) Apabila setelah koreksi aritmatik terdapat kurang dari


3 (tiga) penawar yang menawar harga kurang dari
nilai total HPS maka proses lelang tetap dilanjutkan
dengan melakukan evaluasi penawaran harga.

27.6.B) Evaluasi Harga


27.6.B).1) unsur-unsur yang perlu dievaluasi adalah hal-hal
yang pokok atau penting, dengan ketentuan:
a. [Untuk kontrak Harga Satuan atau Kontrak
Gabungan Lumpsum dan Harga Satuan pada
bagian harga satuan:]
1) harga satuan penawaran yang nilainya lebih
besar dari 110% (seratus sepuluh perseratus)
dari harga satuan yang tercantum dalam HPS,
dilakukan klarifikasi. Apabila setelah
dilakukan klarifikasi, ternyata harga satuan
tersebut dinyatakan timpang maka harga
satuan timpang hanya berlaku untuk volume
sesuai dengan Daftar Kuantitas dan Harga.
Jika terjadi penambahan volume, harga satuan
yang berlaku sesuai dengan harga dalam HPS;
2) mata pembayaran yang harga satuannya nol
atau tidak ditulis dilakukan klarifikasi dan
kegiatan tersebut harus tetap dilaksanakan.
Harganya dianggap termasuk dalam harga
satuan pekerjaan lainnya;
b. [untuk kontrak lump sum:]
1) apabila ada perbedaan antara penulisan nilai
harga penawaran antara angka dan huruf
maka nilai yang diakui adalah nilai dalam
tulisan huruf;
2) apabila penawaran dalam angka tertulis
dengan jelas sedangkan dalam huruf tidak jelas,
maka nilai yang diakui adalah nilai dalam
tulisan angka; atau
3) apabila penawaran dalam angka dan huruf
tidak jelas, maka penawaran dinyatakan gugur]

27.6.B).2) Dilakukan klarifikasi kewajaran harga dengan


ketentuan sebagai berikut:
1) [untuk sistem gugur dilakukan klarifikasi
terhadap hasil koreksi aritmatik, apabila ada
koreksi/perubahan;]
2) [klarifikasi dalam hal penawaran komponen
dalam negeri berbeda dibandingkan dengan
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
perkiraan Pokja ULP dan/atau Daftar
Inventarisasi Barang/Jasa Produksi Dalam
Negeri;]
3) klarifikasi kewajaran harga apabila harga
penawaran dibawah 80% (delapan puluh
perseratus) HPS dengan ketentuan:
a) apabila peserta tersebut ditunjuk sebagai
pemenang lelang, harus bersedia untuk
menaikkan Jaminan Pelaksanaan menjadi
5% (lima perseratus) dari nilai total HPS; dan
b) apabila peserta yang bersangkutan tidak
bersedia menaikkan nilai Jaminan
Pelaksanaan, maka penawarannya
digugurkan dan Jaminan Penawaran
dicairkan (apabila jaminan penawaran
dipersyaratkan) dan disetorkan ke Kas
Negara/Daerah untuk negara serta
dimasukkan dalam Daftar Hitam.
27.6.B).3) [Memperhitungkan preferensi harga atas penggunaan
produksi dalam negeri dengan ketentuan:
a. rumus penghitungan sebagai berikut:
 1 
HEA     HP
 1  KP 
HEA = Harga Evaluasi Akhir.
KP = Koefisien Preferensi (Tingkat Komponen
Dalam Negeri (TKDN) dikali Preferensi
tertinggi Barang/Jasa).
HP = Harga Penawaran (Harga Penawaran yang
memenuhi persyaratan lelang dan telah
dievaluasi).
b. dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih penawaran
dengan HEA yang sama, penawar dengan TKDN
terbesar adalah sebagai pemenang;
c. pemberian Preferensi Harga tidak mengubah Harga
Penawaran dan hanya digunakan oleh Pokja ULP
untuk keperluan perhitungan HEA guna
menetapkan peringkat pemenang pelelangan.]
27.6.B).4) [Untuk penilaian sistem nilai, dihitung nilai kombinasi
antara nilai penawaran teknis dengan nilai harga
penawaran terkoreksi dilakukan dengan cara :
a. memberikan Nilai Tertimbang (NT) tertinggi 100%
(seratus per seratus) untuk penawaran harga
terendah;
b. menghitung Nilai Tertimbang (NT) penawaran
harga peserta lain dengan membandingkan
penawaran harga terendah dengan harga
penawarannya;
c. menghitung Nilai Evaluasi (NE) masing-masing
peserta lain dengan mengalikan Nilai Tertimbang
(NT) dengan bobot harga yang tercantum dalam
Dokumen Pemilihan; dan
d. menghitung nilai kombinasi antara nilai penawaran
teknis dengan Nilai Evaluasi (NE) harga.
Keterangan :
NTi = harga penawaran terendah
harga penawaran i
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
NEi = NTi x bobot harga
i = peserta]

[Untuk penilaian biaya selama umur ekonomis,


dilakukan dengan cara :
a) menghitung biaya operasional, pemeliharaan,
nilai sisa selama umur ekonomis sebagaimana
ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan;
b) menjumlahkan harga penawaran dengan biaya
operasional dan biaya pemeliharaan;
c) hasil penjumlahan pada huruf b) dikurangi
dengan nilai sisa pada akhir umur ekonomis; dan
d) penetapan pemenang berdasarkan total harga
terendah pada hasil huruf c.]
27.6.B).5) [Untuk 1 (satu) file sistem gugur, apabila dari 3 (tiga)
penawaran terendah setelah koreksi aritmatik ada
yang tidak memenuhi evaluasi harga maka Pokja ULP
dapat melakukan evaluasi terhadap penawar terendah
berikutnya (apabila ada) dimulai dari evaluasi
administrasi];

27.6.B).6) [Untuk 1 (satu) file sistem gugur, apabila hanya ada 1


(satu) atau 2 (dua) peserta yang lulus evaluasi harga,
maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi
kualifikasi; dan

27.6.B).7) [Untuk 1 (satu) file sistem gugur apabila tidak ada


peserta yang lulus evaluasi harga maka pelelangan
dinyatakan gagal.]
27.6.C) Apabila dalam evaluasi ditemukan bukti harga tidak wajar
akibat terjadinya persaingan usaha tidak sehat dan/atau
terjadi pengaturan bersama (kolusi/ persekongkolan),
maka pelelangan dinyatakan gagal dan peserta yang
terlibat dimasukkan dalam Daftar Hitam.
27.6.D) Dalam hal terdapat 2 (dua) calon pemenang memiliki
harga penawaran yang sama, maka Pokja ULP memilih
peserta yang mempunyai kemampuan teknis lebih besar
dan hal ini dicatat dalam Berita Acara Hasil Pelelangan.
27.6.E) Pokja ULP menyusun urutan 3 (tiga) penawaran sebagai calon
pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila
ada), dengan ketentuan:
a. [Untuk sistem gugur dimulai dari penawaran harga
atau penawaran harga terkoreksi yang terendah].
b. [untuk sistem nilai dimulai dari yang mempunyai nilai
kombinasi tertinggi].
c. [untuk sistem penilaian biaya selama umur ekonomis
dimulai dari total harga yang terendah.]

28. Evaluasi Kualifikasi 28.1 [Dalam hal satu file Evaluasi kualifikasi dilakukan terhadap
calon pemenang lelang serta calon pemenang cadangan 1
dan 2 (apabila ada)].
[Dalam hal dua file: Evaluasi kualifikasi dilakukan terhadap
peserta yang memenuhi persyaratan teknis.]
28.2 Evaluasi formulir isian kualifikasi dilakukan dengan
menggunakan metode sistem gugur.
28.3 [Pakta integritas telah diisi dan ditandatangani oleh peserta
sebelum pemasukan penawaran (untuk peserta yang
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
melakukan kemitraan/KSO)].
28.4 Tata cara evaluasi kualifikasi dilakukan sesuai dengan
ketentuan dalam Bab VIII Dokumen Pengadaan ini.
28.5 Peserta dinyatakan memenuhi persyaratan kualifikasi
apabila:
1) Untuk peserta yang melakukan Kemitraan/Kerja Sama
Operasi (KSO) formulir kualifikasi ditandatangani oleh
pejabat yang menurut perjanjian Kemitraan/Kerja
Sama Operasi berhak mewakili Kemitraan/KSO; atau
2) memiliki izin usaha sesuai dengan peraturan
perundang-undangan, kecuali peserta perorangan;
3) perusahaan yang bersangkutan dan manajemennya
tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak bangkrut
dan tidak sedang dihentikan kegiatan usahanya;
4) salah satu dan/atau semua pengurus dan badan
usahanya atau peserta perorangan tidak masuk dalam
Daftar Hitam;
5) memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban
perpajakan tahun pajak terakhir (SPT tahunan) serta
memiliki laporan bulanan PPh Pasal 21, PPh Pasal 23
(bila ada transaksi), PPh Pasal 25/Pasal 29 dan PPN
(bagi Pengusaha Kena Pajak) paling kurang 3 (tiga)
bulan terakhir dalam tahun berjalan. Peserta dapat
mengganti persyaratan ini dengan menyampaikan
Surat Keterangan Fiskal (SKF), atau dokumen sejenis
dari negara asal Penyedia jasa (bila ada);
6) memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai
Penyedia dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir,
baik di lingkungan pemerintah maupun swasta
termasuk pengalaman subkontrak, kecuali bagi
Penyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil
yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun;
7) memiliki kemampuan pada bidang pekerjaan yang
sesuai untuk usaha Mikro, Usaha Kecil serta koperasi
kecil serta kemampuan pada sub bidang pekerjaan yang
sesuai untuk usaha non-kecil;
8) dalam hal peserta akan melakukan Kemitraan/KSO:
(a) peserta wajib mempunyai perjanjian
Kemitraan/Kerja Sama Operasi yang memuat
persentase Kemitraan/KSO dan perusahaan yang
mewakili Kemitraan/KSO tersebut; dan
(b) untuk perusahaan yang melakukan
Kemitraan/KSO, evaluasi persyaratan pada huruf
(1) sampai dengan huruf (7) dilakukan untuk setiap
perusahaan yang melakukan Kemitraan/KSO
9) memiliki Sertifikat Manajemen Mutu ISO, apabila
diperlukan.
28.6 Apabila ditemukan hal-hal dan/atau data yang kurang jelas
maka dilakukan klarifikasi secara tertulis namun tidak boleh
mengubah substansi formulir isian kualifikasi.
28.7 Evaluasi kualifikasi dalam proses pascakualifikasi sudah
merupakan ajang kompetisi, maka data yang kurang tidak
dapat dilengkapi.
28.8 Apabila tidak ada yang lulus evaluasi kualifikasi, pelelangan
dinyatakan gagal.
28.9 [Untuk metode 2 (dua) file, Pokja ULP membuat Berita Acara
Evaluasi Penawaran File I (Penawaran Administrasi dan
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
Teknis, serta Dokumen Kualifikasi) yang paling sedikit
memuat:
a. nama semua peserta;
b. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis
termasuk alasan ketidaklulusan peserta;
c. nilai evaluasi teknis diurutkan mulai dari yang tertinggi;
d. ambang batas nilai teknis;
e. keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu
mengenai pelaksanaan pelelangan;
f. jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap
tahapan evaluasi;
g. tanggal dibuatnya Berita Acara; dan
h. pernyataan bahwa pelelangan gagal apabila tidak ada
penawaran yang memenuhi syarat]

29. Pembuktian 29.1 Pembuktian kualifikasi terhadap calon pemenang serta calon
Kualifikasi pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada).
29.2 Pembuktian kualifikasi dilakukan diluar aplikasi SPSE
(offline).
29.3 Pembuktian kualifikasi dilakukan dengan cara melihat
dokumen asli atau dokumen yang dilegalisir oleh pihak yang
berwenang, dan meminta dokumennya.
29.4 Pokja ULP melakukan klarifikasi dan/atau verifikasi kepada
penerbit dokumen, apabila diperlukan.
29.5 Apabila hasil pembuktian kualifikasi ditemukan pemalsuan
data, peserta digugurkan, badan usaha dan/atau
pengurusnya atau peserta perorangan dimasukkan dalam
Daftar Hitam, Jaminan Penawaran (apabila dipersyaratkan)
yang bersangkutan dicairkan dan disetorkan ke kas
Negara/Daerah serta dilaporkan kepada Kepolisian atas
perbuatan pemalsuan tersebut.
29.6 Pokja ULP tidak perlu meminta seluruh dokumen kualifikasi
apabila penyedia barang/jasa sudah pernah melaksanakan
pekerjaan yang sejenis, sama kompleksitasnya pada instansi
yang bersangkutan.
29.7 Apabila tidak ada penawaran yang lulus pembuktian
kualifikasi, pelelangan dinyatakan gagal.
29.8 Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acara Hasil
Pelelangan (BAHP) yang paling sedikit memuat:
a. Nama seluruh peserta;
b. Harga penawaran atau harga penawaran terkoreksi dari
masing-masing peserta;
c. Metode evaluasi yang digunakan;
d. Unsur-unsur yang dievaluasi;
e. Rumus yang dipergunakan;
f. Keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu hal
ikhwal pelaksanaan pelelangan;
g. Jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap
tahapan evaluasi;
h. Tanggal dibuatnya Berita Acara; dan
i. Pernyataan bahwa pelelangan gagal apabila tidak ada
penawaran yang memenuhi syarat.]

F. PENETAPAN PEMENANG
30. Penetapan 30.1 Pokja ULP melakukan penetapan pemenang melalui aplikasi
Pemenang SPSE setelah melalui pembahasan internal seluruh anggota
Pokja ULP, atau setelah ditetapkan PA secara offline untuk nilai
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
paket di atas Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah).
Pokja ULP dapat menetapkan pemenang lebih dari 1 (satu)
penyedia sesuai ketentuan yang terdapat dalam pada informasi
paket dalam aplikasi SPSE.
30.2 Apabila terjadi keterlambatan dalam menetapkan pemenang
dan akan mengakibatkan Surat Penawaran dan Jaminan
Penawaran (apabila dipersyaratkan) habis masa berlakunya,
maka dilakukan konfirmasi kepada calon pemenang, calon
pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada) untuk
memperpanjang surat penawaran dan jaminan penawaran
(apabila dipersyaratkan) secara tertulis sampai dengan
perkiraan jadwal penandatanganan kontrak.
30.3 Calon pemenang, calon pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila
ada) yang tidak bersedia memperpanjang surat penawaran dan
Jaminan Penawaran (apabila dipersyaratkan) dianggap
mengundurkan diri dan tidak dikenakan sanksi.

31. Pengumuman Pokja ULP mengumumkan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan
Pemenang 2 (apabila ada) melalui aplikasi SPSE, di website sebagaimana
tercantum dalam LDP dan papan pengumuman resmi untuk
masyarakat

32. Sanggahan 32.1 Peserta yang memasukkan penawaran dapat menyampaikan


sanggahan secara elektronik melalui aplikasi SPSE atas
penetapan pemenang kepada Pokja ULP dalam waktu yang
telah ditetapkan dengan disertai bukti terjadinya
penyimpangan dan dapat ditembuskan secara offline (di luar
aplikasi SPSE) kepada PPK, PA/KPA dan APIP sebagaimana
tercantum dalam LDP.
32.2 Sanggahan diajukan oleh peserta apabila terjadi penyimpangan
prosedur meliputi:
a. penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang
diatur dalam Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir diubah
dengan Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta
petunjuk teknisnya dan yang telah ditetapkan dalam
Dokumen Pengadaan;
b. rekayasa tertentu sehingga menghalangi terjadinya
persaingan usaha yang sehat; dan/atau
c. penyalahgunaan wewenang oleh Pokja ULP dan/atau
pejabat yang berwenang lainnya.
32.3 Pokja ULP wajib memberikan jawaban secara elektronik atas
semua sanggahan paling lambat [5 (lima) hari kalender (untuk
pelelangan umum)]/[3 (tiga) hari kalender (untuk pelelangan
sederhana)] setelah menerima surat sanggahan.
32.4 Apabila sanggahan dinyatakan benar maka Pokja ULP
menyatakan pelelangan gagal.
32.5 Sanggahan yang disampaikan disampaikan tidak melalui
aplikasi SPSE (offline) bukan dikarenakan adanya keadaan
kahar atau gangguan teknis atau kepada PA/KPA, PPK, PPK
atau bukan kepada Pokja ULP atau disampaikan diluar masa
sanggah, dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus
ditindaklanjuti.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


33. Sanggahan Banding 33.1 Peserta yang tidak puas dengan jawaban sanggahan dari
Pokja ULP, dapat mengajukan sanggahan banding secara
tertulis kepada [Menteri/Pimpinan Lembaga/Kepala
Daerah/ Pimpinan Institusi/Pejabat yang menerima
penugasan menjawab sanggahan banding] sebagaimana
tercantum dalam LDP, paling lambat [5 (lima) hari kalender
untuk pelelangan umum]/[3 (tiga) hari kalender untuk
pelelangan sederhana] setelah menerima jawaban
sanggahan, dengan tembusan kepada PPK, Pokja ULP, dan
APIP sebagaimana tercantum dalam LDP.
33.2 [Menteri/Pimpinan Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan
Institusi/pejabat yang menerima penugasan menjawab
sanggahan banding] sebagaimana tercantum dalam LDP,
wajib memberikan jawaban secara tertulis atas semua
sanggahan banding paling lambat [15 (lima belas) hari
kalender untuk pelelangan umum]/[5 (lima) hari kalender
untuk pemilihan langsung] setelah surat sanggahan banding
diterima.
33.3 Peserta yang akan melakukan sanggahan banding harus
memberikan Jaminan Sanggahan Banding sebagaimana
tercantum dalam LDP (sebesar 1% (satu perseratus) dari
nilai total HPS) dengan masa berlaku [15 (lima belas) hari
kalender untuk pelelangan umum]/[5 (lima) hari kalender
untuk pelelangan sederhana] sejak tanggal pengajuan
sanggahan banding.
33.4 Penerima Jaminan Sanggahan Banding adalah Pokja ULP.
33.5 Dalam hal substansi sanggahan banding pada pelelangan
dinyatakan salah, Jaminan Sanggahan Banding dicairkan
dan disetorkan ke kas Negara/Daerah, kecuali jawaban
sanggahan banding melampaui batas akhir menjawab
sanggahan banding.
33.6 Sanggahan banding menghentikan proses pelelangan.
33.7 Sanggahan banding yang disampaikan bukan kepada
[Menteri/Pimpinan Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan
Institusi/pejabat yang menerima penugasan menjawab
sanggahan banding] sebagaimana tercantum dalam LDP
atau disampaikan di luar masa sanggah banding, dianggap
sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti.

G. PENUNJUKAN PEMENANG
34. Penunjukan 34.1 Pokja ULP menyampaikan Berita Acara Hasil Pelelangan
Penyedia (BAHP) kepada PPK dengan tembusan kepada Kepala ULP
Barang/Jasa sebagai dasar untuk menerbitkan Surat Penunjukan
Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).
34.2 PPK menerbitkan SPPBJ apabila pernyataan peserta pada
formulir isian kualifikasi masih berlaku, dengan ketentuan:
a. tidak ada sanggahan dari peserta;
b. sanggahan dan/atau sanggahan banding terbukti tidak
benar; atau
c. masa sanggah dan/atau masa sanggah banding berakhir.
34.3 PPK menginputkan data SPPBJ dan mengunggah hasil
pemindaian SPPBJ yang telah diterbitkan pada aplikasi SPSE
dan mengirimkan SPPBJ tersebut melalui aplikasi SPSE
kepada Penyedia yang ditunjuk
34.4 Penyedia yang ditunjuk wajib menerima keputusan tersebut,
dengan ketentuan:
a. apabila yang bersangkutan mengundurkan diri dan masa
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
penawarannya masih berlaku dengan alasan yang dapat
diterima secara obyektif oleh Pokja ULP, maka Jaminan
Penawaran (apabila dipersyaratkan) yang bersangkutan
dicairkan dan disetorkan sebagaimana tercantum dalam
LDP;
b. apabila yang bersangkutan mengundurkan diri dan masa
penawarannya masih berlaku dengan alasan yang tidak
dapat diterima secara obyektif oleh Pokja ULP, maka
Jaminan Penawaran (apabila dipersyaratkan) yang
bersangkutan dicairkan dan disetorkan sebagaimana
tercantum dalam LDP serta dimasukkan dalam Daftar
Hitam; atau
c. apabila yang bersangkutan tidak bersedia ditunjuk karena
masa penawarannya sudah tidak berlaku, maka Jaminan
Penawaran (apabila dipersyaratkan) yang bersangkutan
tidak boleh dicairkan.
34.5 Apabila pemenang yang ditunjuk mengundurkan diri, maka
penunjukan pemenang dapat dilakukan kepada pemenang
cadangan sesuai dengan urutan peringkat, selama masa
surat penawaran dan Jaminan Penawaran (apabila
dipersyaratkan) pemenang cadangan masih berlaku atau
sudah diperpanjang masa berlakunya.
34.6 Apabila semua pemenang yang ditunjuk mengundurkan
diri, maka pelelangan dinyatakan gagal oleh PA/KPA setelah
mendapat laporan dari PPK.
34.7 SPPBJ harus diterbitkan paling lambat [6 (enam) hari kerja
untuk pelelangan umum/4 (empat) hari kerja untuk
pemilihan langsung)] setelah pengumuman penetapan
pemenang, apabila tidak ada sanggahan.
34.8 SPPBJ harus diterbitkan paling lambat 2 (dua) hari kerja
setelah semua sanggahan dan sanggahan banding dijawab.
34.9 Dalam SPPBJ disebutkan bahwa penyedia harus menyiapkan
Jaminan Pelaksanaan sebelum penandatanganan kontrak.
34.10 Dalam hal PPK tidak bersedia menerbitkan SPPBJ karena
tidak sependapat atas penetapan pemenang, maka
diberitahukan kepada PA/KPA untuk diputuskan dengan
ketentuan:
a. apabila PA/KPA sependapat dengan PPK, dilakukan
evaluasi ulang atau pelelangan dinyatakan gagal; atau
b. apabila PA/KPA sependapat dengan Kelompok Kerja
ULP, PA/KPA memutuskan penetapan pemenang oleh
Kelompok Kerja ULP bersifat final, dan PA/KPA
memerintahkan PPK untuk menerbitkan SPPBJ
34.11 Kontrak ditandatangani paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja setelah diterbitkannya SPPBJ.
34.12 PPK menginputkan data kontrak dan mengunggah hasil
pemindaian dokumen kontrak yang telah ditandatangani
pada aplikasi SPSE.

35. BAHP, Berita Acara 35.1 Pokja ULP menuangkan ke dalam BAHP atau Berita Acara
Lainnya, dan tambahan lainnya segala hal terkait proses pemilihan
Kerahasiaan Proses penyedia secara elektronik yang tidak dapat diakomodir atau
difasilitasi aplikasi SPSE
35.2 Berita Acara Tambahan lainnya sebagaimana dimaksud pada
angka 36.1 diunggah (upload) oleh Pokja ULP
menggunakan menu upload informasi lainnya pada aplikasi
SPSE.
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
35.3 Evaluasi penawaran yang disimpulkan dalam Berita Acara
Hasil Pelelangan (BAHP) oleh Pokja ULP bersifat rahasia
sampai dengan saat pengumuman pemenang.

H. PELELANGAN GAGAL
36. Pelelan 36.1 Pokja ULP menyatakan pelelangan gagal, apabila:
gan a. jumlah peserta yang memasukan Dokumen Penawaran kurang dari 3
Gagal (tiga) peserta;
b. tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran;
c. dalam evaluasi penawaran ditemukan bukti/indikasi terjadi
persaingan tidak sehat;
d. [harga penawaran terendah terkoreksi untuk Kontrak Harga Satuan
atau Kontrak gabungan Lump Sum dan Harga Satuan lebih tinggi dari
HPS;]
[seluruh harga penawaran yang masuk untuk Kontrak Lump Sum di
atas HPS;]
e. sanggahan dari peserta yang memasukkan Dokumen Penawaran atas
pelaksanaan pelelangan yang tidak sesuai dengan ketentuan
Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir diubah dengan Peraturan
Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya dan
Dokumen Pengadaan ternyata benar;
f. sanggahan dari peserta yang memasukkan Dokumen Penawaran atas
kesalahan substansi Dokumen Pengadaan ternyata benar; atau
g. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2, setelah
dilakukan evaluasi dengan sengaja tidak hadir dalam klarifikasi
dan/atau pembuktian kualifikasi.
36.2 PA/KPA menyatakan Pelelangan gagal, apabila:
a. PA/KPA sebagaimana tercantum dalam LDP sependapat dengan PPK
yang tidak bersedia menandatangani SPPBJ karena proses Pelelangan
tidak sesuai dengan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir diubah dengan
Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya ;
b. pengaduan masyarakat adanya dugaan KKN yang melibatkan Pokja
ULP dan/atau PPK ternyata benar;
c. dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam
pelaksanaan Pelelangan dinyatakan benar oleh pihak berwenang;
d. sanggahan dari peserta yang memasukan Dokumen Penawaran atas
kesalahan prosedur yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan
Penyedia Barang/Jasa ternyata benar;
e. Dokumen Pengadaan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden No. 54
Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang
terakhir diubah dengan Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012
beserta petunjuk teknisnya;
f. pelaksanaan Pelelangan tidak sesuai atau menyimpang dari Dokumen
Pengadaan;
g. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2
mengundurkan diri; atau
h. pelaksanaan Pelelangan melanggar Peraturan Presiden No. 54 Tahun
2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir
diubah dengan Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta
petunjuk teknisnya.
36.3 [Menteri/ Pimpinan Lembaga/Pimpinan Institusi menyatakan pelelangan
gagal, apabila:
a. Sanggahan banding dari peserta atas terjadinya pelanggaran
prosedur dalam pelaksanaan pelelangan yang melibatkan KPA, PPK
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
dan/atau Pokja ULP, ternyata benar; atau
b. Pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN yang melibatkan KPA,
ternyata benar;
[Kepala Daerah menyatakan pelelangan gagal, apabila:
a. Sanggahan banding dari peserta atas terjadinya pelanggaran
prosedur dalam pelaksanaan pelelangan yang melibatkan PA, KPA,
PPK dan/atau Pokja ULP, ternyata benar; atau
b. Pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN yang melibatkan PA
dan/atau KPA, ternyata benar;
36.4 Setelah pelelangan dinyatakan gagal, maka Pokja ULP memberitahukan
kepada seluruh peserta.
36.5 Setelah pemberitahuan adanya pelelangan gagal, Pokja ULP atau Pokja
ULP pengganti (apabila ada) meneliti dan menganalisis penyebab
terjadinya pelelangan gagal, menentukan langkah selanjutnya, yaitu
melakukan:
a. evaluasi ulang;
b. penyampaian ulang Dokumen Penawaran;
c. pelelangan ulang; atau
d. penghentian proses pelelangan.
36.6 PA/KPA, PPK dan/atau ULP dilarang memberikan ganti rugi kepada
peserta pelelangan apabila penawarannya ditolak atau pelelangan
dinyatakan gagal.
36.7 Apabila dari hasil evaluasi penyebab terjadinya pelelangan gagal,
mengharuskan adanya perubahan Dokumen Pengadaan, maka
dilakukan pelelangan ulang dengan terlebih dahulu memperbaiki
Dokumen Pengadaan.

I. JAMINAN PELAKSANAAN

37. Jaminan 37.1 Jaminan Pelaksanaan diberikan Penyedia setelah diterbitkannya SPPBJ
Pelaksana dan sebelum penandatanganan Kontrak.
an 37.2 Jaminan Pelaksanaan dikembalikan kepada Penyedia setelah:
a. penyerahan seluruh pekerjaan;
b. penyerahan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima perseratus)
dari nilai Kontrak; atau
c. pembayaran termin terakhir/bulan terakhir/sekaligus telah
dikurangi uang retensi sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai
Kontrak (apabila diperlukan).
37.3 Jaminan Pelaksanaan memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a. diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk bank perkreditan
rakyat), perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi yang
mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) yang
sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan;
b. masa berlaku Jaminan Pelaksanaan sejak tanggal penandatanganan
Kontrak sampai dengan serah terima pertama pekerjaan
berdasarkan Kontrak (PHO) sebagaimana tercantum dalam LDP;
c. nama Penyedia sama dengan nama yang tercantum dalam surat
Jaminan Pelaksanaan;
d. besaran nilai Jaminan Pelaksanaan tidak kurang dari nilai jaminan
yang ditetapkan;
e. besaran nilai Jaminan Pelaksanaan dicantumkan dalam angka dan
huruf;
f. nama PPK yang menerima Jaminan Pelaksanaan sama dengan nama
PPK yang menandatangan kontrak;
g. paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang
tercantum dalam SPPBJ;
h. Jaminan Pelaksanaan harus dapat dicairkan tanpa syarat
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
(unconditional) sebesar nilai jaminan dalam jangka waktu paling
lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah surat pernyataan
wanprestasi dari PPK diterima oleh penerbit Jaminan;
i. Jaminan Pelaksanaan atas nama Kemitraan/KSO ditulis atas nama
Kemitraan/KSO atau masing-masing anggota Kemitraan/KSO
(apabila masing-masing mengajukan Jaminan Pelaksanaan secara
terpisah); dan
j. memuat nama, alamat dan tanda tangan pihak penjamin.
37.4 Kegagalan penyedia yang ditunjuk untuk menyerahkan Jaminan
Pelaksanaan dipersamakan dengan penolakan untuk menandatangani
Kontrak.
37.5 Ketentuan lebih lanjut mengenai pencairan Jaminan Pelaksanaan
diatur dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak.

J. PENANDATANGANAN KONTRAK

38. Penanda- 38.1 Sebelum penandatanganan kontrak PPK wajib memeriksa apakah
tanganan pernyataan dalam Formulir Isian Kualifikasi masih berlaku. Apabila
Kontrak salah satu pernyataan tersebut tidak terpenuhi, maka
penandatanganan kontrak tidak dapat dilakukan.
38.2 Penandatanganan kontrak dilakukan paling lambat 14 (empat belas)
hari kerja setelah diterbitkan SPPBJ dan setelah Penyedia menyerahkan
Jaminan Pelaksanaan, dengan ketentuan:
a. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga penawaran atau penawaran
terkoreksi diatas 80% (delapan puluh perseratus) nilai total HPS
adalah sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai penawaran atau
penawaran terkoreksi; atau
b. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga penawaran atau penawaran
terkoreksi dibawah 80% (delapan puluh perseratus) nilai total HPS
adalah sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS; dan
c. masa berlaku Jaminan Pelaksanaan sejak tanggal penandatanganan
Kontrak sampai serah terima pertama Pekerjaan Konstruksi.
38.3 PPK dan penyedia tidak diperkenankan mengubah substansi Dokumen
Pengadaan sampai dengan penandatanganan Kontrak, kecuali
mempersingkat waktu pelaksanaan pekerjaan dikarenakan jadwal
pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan sebelumnya akan melewati
batas tahun anggaran.
38.4 Dalam hal kontrak tahun tunggal perubahan waktu pelaksanaan
pekerjaan melewati batas tahun anggaran, penandatanganan kontrak
dilakukan setelah mendapat persetujuan kontrak tahun jamak.
38.5 PPK dan Penyedia wajib memeriksa konsep Kontrak meliputi substansi,
bahasa, redaksional, angka dan huruf serta membubuhkan paraf pada
setiap lembar Dokumen Kontrak.
38.6 Menetapkan urutan hirarki bagian-bagian Dokumen Kontrak dalam
Surat Perjanjian, dengan maksud apabila terjadi pertentangan
ketentuan antara bagian satu dengan bagian yang lain, maka berlaku
urutan sebagai berikut:
a. adendum Surat Perjanjian;
b. pokok perjanjian;
c. surat penawaran, beserta penawaran harga;
d. syarat-syarat khusus kontrak;
e. syarat-syarat umum kontrak;
f. spesifikasi khusus;
g. spesifikasi umum;
h. gambar-gambar;
i. daftar kuantitas (apabila ada); dan
j. dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan, SPPBJ, BAHP.
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
38.7 Banyaknya rangkap kontrak dibuat sesuai kebutuhan, yaitu:
a. sekurang-kurangnya 2 (dua) Kontrak asli, terdiri dari:
1) kontrak asli pertama untuk PPK dibubuhi materai pada bagian
yang ditandatangani oleh penyedia; dan
2) kontrak asli kedua untuk penyedia dibubuhi materai pada bagian
yang ditandatangani oleh PPK;
b. rangkap kontrak lainnya tanpa dibubuhi materai, apabila
diperlukan.
38.8 Penandatanganan kontrak yang kompleks dan/atau bernilai di atas
Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah) dilakukan setelah draf
kontrak memperoleh pendapat ahli hukum kontrak.]
38.9 Pihak yang berwenang menandatangani kontrak atas nama penyedia
adalah direktur utama/pimpinan perusahaan/pengurus koperasi yang
disebutkan namanya dalam Akta Pendirian/ Anggaran Dasar, yang
telah didaftarkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
38.10 Pihak lain yang bukan direktur utama/pimpinan
perusahaan/pengurus koperasi atau yang namanya tidak disebutkan
dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar, dapat menandatangani
Kontrak, sepanjang pihak tersebut adalah pengurus/karyawan
perusahaan/karyawan koperasi yang berstatus sebagai tenaga kerja
tetap dan mendapat kuasa atau pendelegasian wewenang yang sah
dari direktur utama/pimpinan perusahaan/pengurus atau pihak yang
sah berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar untuk
menandatangani Kontrak.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


BAB IV. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP)
1. Paket Pekerjaan
Nama Paket Pekerjaan Pembuatan Gedung Penampungan Blok laki-Laki Tanjung
Pinang Kepulauan Riau

Lingkup Pekerjaan : Pembuatan Gedung Penampungan Blok laki-Laki Tanjung


Pinang Kepulauan Riau, Lokasi : Jl. Sungai Timun Air Raja
Tanjung Pinang Timur, Tanjung Pinang – Kepulauan Riau.

Nilai total HPS : Rp. 2.987.650.000,- (Dua milyar sembilan ratus delapan puluh
tujuh juta enam ratus lima puluh ribu rupiah)

Sumber Pendanaan : DIPA Direktorat Perlindungan Sosial Korban Korban Tindak


Kekerasan dan Pekerja Migran Nomor : 027-05.1.440290/2013
Tanggal 5 Desember 2012 Kode Output / Akun :
2250.010.001.011.533111

2. Persyaratan Peserta : Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK), Surat Badan Usaha
(SBU) Bidang Jasa Pemborongan/Jasa Konstruksi sub bidang
bangunan non perumahan termasuk pemeliharaannya (21005).

3. Pelaksanaan Pengadaan ini dilaksanakan secara elektronik, dengan


Pengadaan mengakses aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE)
pada alamat website LPSE: http://lpse.kemsos.go.id/eproc/app

4. Jadwal Pelaksanaan Dapat dilihat pada website LPSE :


Pengadaan http://lpse.kemsos.go.id/eproc/app

5. Dokumen Pengadaan diambil dalam bentuk softcopy melalui aplikasi SPSE.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


A. LINGKUP PEKERJAAN 1. Pokja ULP:
Pokja
2. Alamat Pokja ULP: Jl. Salemba Raya 28 Jakarta
3. Website: http://lpse.kemsos.go.id/eproc/app
4. Website LPSE: http://lpse.kemsos.go.id/eproc/app
Nama paket pekerjaan: Pembuatan Gedung Penampungan
5. Blok laki-Laki Tanjung Pinang Kepulauan Riau
Uraian singkat pekerjaan: kegiatan ini adalah
pembangunan gedung penampungan satu unit dan
6. pemagaran keliling gedung yang berlokasi di Jl. Sungai
Timun Air Raja Tanjung Pinang Timur, Tanjung Pinang –
Kepulauan Riau
7. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan: 105 (seratus lima)
hari kalender.
B. SUMBER DANA Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan:
DIPA Direktorat Perlindungan Sosial Korban Korban Tindak
Kekerasan dan Pekerja Migran Nomor : 027-
05.1.440290/2013 Tanggal 5 Desember 2012 Kode Output /
Akun : 2250.010.001.011.533111 Tahun Anggaran 2013
C. JADWAL TAHAPAN Sebagaimana tercantum dalam aplikasi SPSE
PEMILIHAN
D. PENINJAUAN LAPANGAN ULP tidak mengagendakan Peninjauan lapangan.
E. MATA UANG 1. Mata uang yang digunakan Rupiah.
PENAWARAN DAN CARA
PEMBAYARAN 2. Pembayaran dilakukan dengan cara cara angsuran
(termijn).
F. MASA BERLAKUNYA Masa berlaku penawaran selama 60 (enam puluh) hari
PENAWARAN kalender sejak batas akhir pemasukan Dokumen
Penawaran.
G. JAMINAN PENAWARAN 1. Jaminan Penawaran: dipersyaratkan.

2. Besarnya Jaminan Penawaran adalah: Rp. 89.629.500


(Delapan puluh sembilan juta enam ratus dua puluh
sembilan juta lima ratus rupiah) dan ditujukan kepada
Pokja ULP Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan
Sosial Kementerian Sosial RI
Masa berlaku jaminan penawaran 60 (enam puluh) hari
3. kalender sejak batas akhir pemasukan Dokumen
Penawaran.
Dalam hal Jaminan Penawaran dicairkan, maka disetorkan
4. pada Kas Negara.
H. JADWAL PEMASUKAN Lihat jadwal pemilihan dalam aplikasi SPSE
DOKUMEN PENAWARAN
I. BATAS AKHIR WAKTU Lihat jadwal pemilihan dalam aplikasi SPSE
PEMASUKAN
PENAWARAN
J. PEMBUKAAN Lihat jadwal pemilihan dalam aplikasi SPSE
PENAWARAN
K. DOKUMEN PENAWARAN 1. Dokumen Penawaran, meliputi:
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
a. surat penawaran yang didalamnya mencantumkan;
i. tanggal;
ii. masa berlaku penawaran;
iii. harga penawaran;
iv. jangka waktu pelaksanaan pekerjaan; dan
v. ditanda tangani penanggungjawab perusahaan
sesuai dengan akte pendirian perusahaan.
b. hasil pemindaian (scan) Jaminan Penawaran asli;
c. daftar kuantitas dan harga,;
d. hasil pemindaian (scan) surat perjanjian
kemitraan/kerja sama operasi (apabila ada);
e. dokumen penawaran teknis:
i. metode pelaksanaan;
ii. jadwal waktu pelaksanaan
iii. jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah peralatan;
iv. spesifikasi teknis;
v. daftar personil inti;
vi. bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan;
f. formulir rekapitulasi perhitungan TKDN;
g. dokumen isian kualifikasi;
Daftar Personil Inti/tenaga ahli/teknis/terampil minimal
yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan:

2. Project Manager (1 Orang) harus memiliki dan


melampirkan :
i. Pengalaman minimal 10 tahun
ii. Ijasah Sarjana (Strata 1) Tehnik Sipil/Arsitektur.
iii. Sertipikat Keahlian (SKA) dari organisasi profesi
dibawah naungan LPJK untuk pekerjaan gedung.
iv. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
v. Curriculum Vitae (minimal mempunyai pengalaman
pekerjaan pada pekerjaan gedung 4 tahun) disertai
dengan referensi dari pengguna jasa minimal 2 tahun
terakhir, dan ditandatangani oleh yang bersangkutan
serta nomor telepon yang bisa dihubungi
(rumah/kantor/HP).
vi. Surat referensi kerja pada pekerjaan-pekerjaan
sebelumnya.
vii. Tenaga ahli ini harus bekerja untuk waktu penuh di
proyek ini, tidak boleh diusulkan atau bekerja di
proyek lain yang disampaikan dalam bentuk surat
pernyataan.

Site manager (1 org) per lokasi, harus memiliki dan


melampirkan yaitu :
1. Pengalaman minimal 8 tahun
2. Ijasah Sarjana (Strata !) Tehnik Sipil).
3. Sertipikat Keahlian (SKA) dari organisasi profesi
dibawah naungan LPJK untuk pekerjaan gedung.
4. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
5. Curriculum Vitae (minimal mempunyai pengalaman
pekerjaan pada pekerjaan gedung 4 tahun) disertai
dengan referensi dari pengguna jasa minimal 2 tahun
terakhir, dan ditandatangani oleh yang bersangkutan
serta nomor telepon yang bisa dihubungi
(rumah/kantor/HP).
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
6. Surat referensi kerja pada pekerjaan-pekerjaan
sebelumnya.
7. Tenaga ahli ini harus bekerja untuk waktu penuh di
proyek ini, tidak boleh diusulkan atau bekerja di
proyek lain yang disampaikan dalam bentuk surat
pernyataan.

Pelaksana (1 org) per lokasi, harus memiliki dan


melampirkan yaitu :
1. Pengalaman minimal 8 tahun
2. Ijasah Sarjana (Strata !) Tehnik Sipil).
3. Sertipikat Keahlian (SKA) dari organisasi profesi
dibawah naungan LPJK untuk pekerjaan gedung.
4. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
5. Curriculum Vitae (minimal mempunyai pengalaman
pekerjaan pada pekerjaan gedung 4 tahun) disertai
dengan referensi dari pengguna jasa minimal 2 tahun
terakhir, dan ditandatangani oleh yang bersangkutan
serta nomor telepon yang bisa dihubungi
(rumah/kantor/HP).
6. Surat referensi kerja pada pekerjaan-pekerjaan
sebelumnya.
7. Tenaga ahli ini harus bekerja untuk waktu penuh di
proyek ini, tidak boleh diusulkan atau bekerja di
proyek lain yang disampaikan dalam bentuk surat
pernyataan.

Juru Ukur (1 org) per lokasi, harus memiliki dan


melampirkan yaitu :
1. Pengalaman minimal 5 tahun
2. Ijasah STM.
3. Surat Keterangan Terampil (SKT) dari organisasi
profesi dibawah naungan LPJK untuk pekerjaan
gedung.
4. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
5. Curriculum Vitae (minimal mempunyai pengalaman
pekerjaan pada pekerjaan gedung 4 tahun) disertai
dengan referensi dari pengguna jasa minimal 2 tahun
terakhir, dan ditandatangani oleh yang bersangkutan
serta nomor telepon yang bisa dihubungi
(rumah/kantor/HP).
6. Surat referensi kerja pada pekerjaan-pekerjaan
sebelumnya.
7. Tenaga ahli ini harus bekerja untuk waktu penuh di
proyek ini, tidak boleh diusulkan atau bekerja di
proyek lain yang disampaikan dalam bentuk surat
pernyataan.
3. Daftar Peralatan Utama minimal yang diperlukan untuk
pelaksanaan pekerjaan disertai bukti kepemilikan atau
mendapat dukungan dari perusahaan setempat pemilik alat
berat/peralatan utama yang dibutuhkan yang dibuktikan
dengan surat dukungan:
a. Molen
b. Genset
c. Mesin Las
d. Mobil Pick Up
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
e. Escavator
f. Cutting
g. Mesin Bor
Masing-masing peralatan berjumlah 1 unit.
4. Uji mutu/teknis/fungsi diperlukan untuk:
a. Bahan Beton K225
L. [AMBANG BATAS SISTIM Ambang Batas Nilai Teknis : 80
GUGUR]
M. SANGGAHAN, 1. Sanggahan disampaikan melalui aplikasi SPSE.
SANGGAHAN BANDING
DAN PENGADUAN 2. Tembusan sanggahan dapat disampaikan di luar aplikasi
SPSE (offline) ditujukan kepada:
a. PPK Direktorat Perlindungan Sosial Korban Tindak
Kekerasan dan Pekerja Migran Kementerian Sosial RI,
Jalan Salemba Raya No. 28 Jakarta Pusat.
b. PA/KPA Direktorat Perlindungan Sosial Korban Tindak
Kekerasan dan Pekerja Migran Kementerian Sosial RI,
Jalan Salemba Raya No. 28 Jakarta Pusat.
c. Inspektorat Jenderal Kementerian Sosial RI Jalan
Salemba Raya No. 28 Jakarta Pusat.

3. Sanggahan Banding disampaikan di luar aplikasi SPSE


(offline) ditujukan kepada Menteri Sosial RI Jalan Salemba
Raya No. 28 Jakarta Pusat.

4. Tembusan sanggahan banding disampaikan di luar aplikasi


SPSE (offline) ditujukan kepada:
a. PPK Direktorat Perlindungan Sosial Korban Tindak
Kekerasan dan Pekerja Migran Kementerian Sosial RI,
Jalan Salemba Raya No. 28 Jakarta Pusat
b. Pokja ULP Direktorat Jenderal Perlindungan dan
Jaminan Sosial kementerian Sosial RI Jalan Salemba
Raya No. 28 Jakarta Pusat.
d. Inspektorat Jenderal Kementerian Sosial RI Jalan
Salemba Raya No. 28 Jakarta Pusat.
e. Pengaduan disampaikan di luar aplikasi SPSE (offline)
ditujukan kepada Inspektorat Jenderal Kementerian
Sosial RI Jalan Salemba Raya No. 28 Jakarta Pusat.
N. JAMINAN SANGGAHAN 1. Besarnya jaminan sanggahan banding: Rp 29.876.500
BANDING (Dua puluh sembilan juta delapan ratus tujuh puluh enam
ribu lima ratus rupiah)
2. Jaminan Sanggahan Banding ditujukan kepada Pokja ULP
Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial
kementerian Sosial RI Jalan Salemba Raya No. 28 Jakarta
Pusat.
3. Jaminan Sanggahan Banding dicairkan dan disetorkan pada
Kas Negara.
O. JAMINAN PELAKSANAAN 1. Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan selama 104 (Seratus
empat) hari kalender sejak penandatanganan kontrak.

2. Jaminan Pelaksanaan ditujukan kepada PPK PPK Direktorat


Perlindungan Sosial Korban Tindak Kekerasan dan Pekerja
Migran Kementerian Sosial RI, Jalan Salemba Raya No. 28
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
Jakarta Pusat

3. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan pada Kas


Negara.

P. JAMINAN UANG MUKA 1. Nilai Jaminan Uang Muka sebesar 20 % dari nilai kontrak.

Jaminan Uang Muka ditujukan kepada PPK Direktorat


2. Perlindungan Sosial Korban Tindak Kekerasan dan Pekerja
Migran Kementerian Sosial RI, Jalan Salemba Raya No. 28
Jakarta Pusat

Jaminan Uang Muka dicairkan dan disetorkan pada Kas


3. Negara.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


BAB V. LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK)
Lembar Data Kualifikasi (LDK)

A. Lingkup Kualifikasi Nama Pokja ULP : Pokja ULP Direktorat Jenderal Perlindungan
dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI

Alamat Pokja ULP : Jalan Salemba Raya No. 28 jakarta


Website : www.kemsos.go.id
Website LPSE: http://lpse.kemsos.go.id/eproc/app

Nama Paket Pekerjaan : Pembuatan Gedung Penampungan Blok


Laki-Laki Tanjung Pinang Kepulauan Riau

B. Persyaratan Kualifikasi 1. Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK), Surat Badan Usaha
(SBU) Bidang Jasa Pemborongan/Jasa Konstruksi sub bidang
bangunan non perumahan termasuk pemeliharaannya
(21005). Sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (SMK3) yang dikeluarkan oleh Kementerian
Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Sertipikat ISO 9001.
2. Memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan
tahun pajak terakhir (SPT Tahunan) serta memiliki laporan
bulanan PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 (bila ada transaksi), PPh
Pasal 25/Pasal 29 dan PPN (bagi Pengusaha Kena Pajak)
paling kurang 3 (tiga) bulan terakhir dalam tahun berjalan.
Peserta dapat mengganti persyaratan ini dengan
menyampaikan Surat Keterangan Fiskal, yang diterbitkan oleh
Kantor Pelayanan Pajak di masing-masing wilayah,
3. Memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai
Penyedia dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik
di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk
pengalaman subkontrak, kecuali bagi Penyedia Usaha Mikro,
Usaha Kecil dan Koperasi Kecil yang baru berdiri kurang dari
3 (tiga) tahun.
4. Memiliki pengalaman pada pekerjaan sejenis : Konstruksi
Bangunan, dengan nilai Kemampuan Dasar (KD) sebesar
sekurang-kurangnya sama dengan nilai total HPS
(melampirkan tabel pengalaman perusahaan selama 10
(sepuluh) tahun terakhir.
5. Memiliki Tenaga Ahli (sesuai LDP).
6. Memiliki Tenaga Teknis/Terampil (sesuai LDP).
7. memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank
pemerintah/swasta sebesar Rp. 298.765.000 (Dua ratus
sembilan puluh delapan juta tujuh ratus enam puluh lima
ribu);
8. memiliki kemampuan untuk menyediakan
fasilitas/peralatan/perlengkapan melaksanakan Pekerjaan ini
melaksanakan Pekerjaan ini, (sesuai LDP)

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


BAB VI. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN

A. BENTUK SURAT PENAWARAN PESERTA BADAN USAHA/KEMITRAAN (KSO) (UNTUK


1 (SATU) FILE)

CONTOH
[Kop Surat Badan Usaha]

Nomor : _______, _____________ 20___


Lampiran :

Kepada Yth.:
Pokja _______ ULP ____________ [K/L/D/I]
[diisi oleh Pokja ULP]

di
______________________________

Perihal : Penawaran Pekerjaan _______________ [nama pekerjaan diisi oleh Pokja ULP]

Sehubungan dengan pengumuman [Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung] dengan


Pascakualifikasi dan Dokumen Pengadaan nomor: _________________ tanggal ______________
dan setelah kami pelajari dengan saksama Dokumen Pengadaan dan Berita Acara Pemberian
Penjelasan [serta adendum Dokumen Pengadaan], dengan ini kami mengajukan penawaran
untuk pekerjaan _____________________ [diisi oleh Pokja ULP] sebesar Rp_______________
(__________________________).

Penawaran ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam
Dokumen Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.

Penawaran ini berlaku sejak batas akhir pemasukan Dokumen Penawaran sampai
dengan tanggal ____________. [perkiraan tanggal penandatanganan kontrak, diisi oleh Pokja
ULP]

Sesuai dengan persyaratan, bersama Surat Penawaran ini kami lampirkan:


1. [Softcopy Jaminan Penawaran, apabila dipersyaratkan];
2. [Daftar Kuantitas dan Harga, apabila dipersyaratkan];
3. [Surat perjanjian kemitraan/Kerja Sama Operasi, apabila ada];
4. Dokumen penawaran teknis, terdiri dari :
a. Metoda Pelaksanaan;
b. Jadwal Waktu Pelaksanaan;
c. Daftar Personil Inti;
d. Jenis, kapasitas, komposisi, dan jumlah peralatan utama minimal yang dibutuhkan;
e. Spesifikasi teknis (jika diperlukan);
f. [Bagian Pekerjaan yang akan disubkontrakkan, apabila ada].
5. [Formulir rekapitulasi perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), apabila
memenuhi syarat untuk diberikan preferensi harga]; dan
6. Dokumen Kualifikasi

Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan akan
tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


B. BENTUK SURAT PENAWARAN PESERTA PERORANGAN (UNTUK 1 (SATU) FILE)

CONTOH

Nomor : _______, _____________ 20___


Lampiran :

Kepada Yth.:
Pokja _______ ULP ____________ [K/L/D/I]
[diisi oleh Pokja ULP]

di
______________________________

Perihal : Penawaran Pekerjaan _______________ [nama pekerjaan diisi oleh Pokja ULP]

Sehubungan dengan pengumuman [Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung] dengan


Pascakualifikasi dan Dokumen Pengadaan nomor: _________________ tanggal ______________
dan setelah kami pelajari dengan saksama Dokumen Pengadaan dan Berita Acara Pemberian
Penjelasan [serta adendum Dokumen Pengadaan], dengan ini kami mengajukan penawaran
untuk pekerjaan _____________________ [diisi oleh Pokja ULP] sebesar Rp_______________
(__________________________).

Penawaran ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam
Dokumen Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut di atas.

Penawaran ini berlaku sejak batas akhir pemasukan Dokumen Penawaran sampai
dengan tanggal ____________. [perkiraan tanggal penandatanganan kontrak, diisi oleh Pokja
ULP]

Sesuai dengan persyaratan, bersama Surat Penawaran ini kami lampirkan:


1. [Softcopy Jaminan Penawaran, apabila dipersyaratkan];
2. [Daftar Kuantitas dan Harga, apabila dipersyaratkan];
3. Dokumen penawaran teknis, terdiri dari :
a. Metoda Pelaksanaan;
b. Jadwal Waktu Pelaksanaan;
c. Daftar Personil Inti;
d. Jenis, kapasitas, komposisi, dan jumlah peralatan utama minimal yang dibutuhkan;
e. Spesifikasi teknis (jika diperlukan).
4. [Formulir rekapitulasi perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), apabila
memenuhi syarat untuk diberikan preferensi harga]; dan
5. Data kualifikasi;

Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan akan
tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


C. BENTUK PERJANJIAN KEMITRAAN/KERJA SAMA OPERASI (KSO)

CONTOH
SURAT PERJANJIAN KEMITRAAN/
KERJA SAMA OPERASI (KSO)

Sehubungan dengan pelelangan pekerjaan ________________ yang pembukaan penawarannya


akan dilakukan di ________________ pada tanggal ________ 20__, maka kami:
______________________________ [nama peserta 1]
______________________________ [nama peserta 2]
______________________________ [nama peserta 3]
______________________________ [dan seterusnya]
bermaksud untuk mengikuti pelelangan dan pelaksanaan kontrak secara bersama-sama dalam
bentuk kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO).

Kami menyetujui dan memutuskan bahwa:


1. Secara bersama-sama:
a. Membentuk kemitraan/KSO dengan nama kemitraan/KSO adalah ________________
b. Menunjuk ____________________________ [nama peserta 1] sebagai perusahaan utama
(leading firm) untuk kemitraan/KSO dan mewakili serta bertindak untuk dan atas nama
kemitraan/KSO.
c. Menyetujui apabila ditunjuk sebagai pemenang, wajib bertanggung jawab baik secara
bersama-sama atau masing-masing atas semua kewajiban sesuai ketentuan dokumen
kontrak.

2. Keikutsertaan modal (sharing) setiap perusahaan dalam kemitraan/KSO adalah:


_______________ [nama peserta 1] sebesar _____ % (___________ persen)
_______________ [nama peserta 2] sebesar _____ % (___________ persen)
_______________ [nama peserta 3] sebesar _____ % (___________ persen)
_________________________________ [dst]

3. Masing-masing peserta anggota kemitraan/KSO, akan mengambil bagian sesuai sharing


tersebut pada butir 2. dalam hal pengeluaran, keuntungan, dan kerugian dari
kemitraan/KSO.

4. Pembagian sharing dalam kemitraan/KSO ini tidak akan diubah baik selama masa
penawaran maupun sepanjang masa kontrak, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih
dahulu dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan persetujuan bersama secara tertulis dari
masing-masing anggota kemitraan/KSO.

5. Terlepas dari sharing yang ditetapkan di atas, masing-masing anggota kemitraan/KSO akan
melakukan pengawasan penuh terhadap semua aspek pelaksanaan dari perjanjian ini,
termasuk hak untuk memeriksa keuangan, perintah pembelian, tanda terima, daftar
peralatan dan tenaga kerja, perjanjian subkontrak, surat-menyurat, dan lain-lain.

6. Wewenang menandatangani untuk dan atas nama kemitraan/KSO diberikan kepada


_________________________ [nama wakil peserta] dalam kedudukannya sebagai direktur
utama/direktur pelaksana _________________________ [nama peserta 1] berdasarkan
persetujuan tertulis dari seluruh anggota kemitraan/KSO.

7. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditandatangani.

8. Perjanjian ini secara otomatis menjadi batal dan tidak berlaku lagi bila pelelangan tidak
dimenangkan oleh perusahaan kemitraan/KSO.
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
9. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap ____ (_______) yang masing-masing mempunyai
kekuatan hukum yang sama.

DENGAN KESEPAKATAN INI semua anggota kemitraan/KSO membubuhkan tanda tangan di


_________ pada hari __________ tanggal __________ bulan ____________, tahun
________________________

[Peserta 1] [Peserta 2]

(_______________) (________________)

[Peserta 3] [dst

(________________) (________________)]

Catatan:
Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi ini harus dibuat diatas kertas segel/bermaterai

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


D. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS (UNTUK 1 (SATU) FILE)

Dokumen Penawaran Teknis

[Cantumkan dan jelaskan secara rinci hal-hal berikut. Jika diperlukan, keterangan dapat
dicantumkan dalam lembar tersendiri/tambahan]

1. metode pelaksanaan pekerjaan [diyakini menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian


pekerjaan];
2. jadwal dan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan (PHO) [tidak melampaui batas waktu
sebagaimana tercantum dalam LDP];
3. jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah peralatan minimal [sebagaimana tercantum dalam
LDP];
4. spesifikasi teknis, apabila dipersyaratkan untuk bahan/barang tertentu;
5. personil inti yang akan ditempatkan secara penuh [sesuai dengan persyaratan sebagaimana
tercantum dalam LDP, serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai
dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan]; dan
6. bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan [sesuai dengan persyaratan sebagaimana
tercantum dalam LDP];

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


E. BENTUK SURAT PENAWARAN ADMINISTRASI DAN TEKNIS (PENAWARAN FILE I,
METODE 2 FILE)
CONTOH
[Kop Surat Badan Usaha]

Nomor : _______, _____________ 20___


Lampiran :

Kepada Yth.:
Pokja _______ ULP ____________ [K/L/D/I]
[diisi oleh Pokja ULP]

di
______________________________

Perihal : Penawaran Administrasi dan Teknis Pekerjaan _______________ [nama pekerjaan


diisi oleh Pokja ULP]

Sehubungan dengan pengumuman Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi dan


Dokumen Pengadaan nomor: _________________ tanggal ______________ dan setelah kami
pelajari dengan saksama Dokumen Pemilihan dan Berita Acara Pemberian Penjelasan [serta
adendum Dokumen Pemilihan], dengan ini kami mengajukan penawaran Administrasi dan
Teknis untuk pekerjaan _____________________ [diisi oleh Pokja ULP].

Penawaran administrasi dan teknis, serta dokumen kualifikasi ini sudah memperhatikan
ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan untuk melaksanakan
pekerjaan tersebut di atas.

Penawaran ini berlaku sejak batas akhir pemasukan Dokumen Penawaran sampai
dengan tanggal ____________. [perkiraan tanggal penandatanganan kontrak, diisi oleh Pokja
ULP]

Sesuai dengan persyaratan, bersama Surat Penawaran ini kami lampirkan:


1. [Softcopy Jaminan Penawaran, apabila dipersyaratkan];
2. [Surat perjanjian kemitraan/Kerja Sama Operasi, apabila ada];
3. Dokumen penawaran teknis, terdiri dari :
a. Metoda Pelaksanaan;
b. Jadwal Waktu Pelaksanaan;
c. Daftar Personil Inti;
d. Jenis, kapasitas, komposisi, dan jumlah peralatan utama minimal yang dibutuhkan;
e. Spesifikasi teknis (jika diperlukan);
f. [Bagian Pekerjaan yang disubkontrakkan, apabila ada]. ; dan
4. Data Kualifikasi;

Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan akan
tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


F. BENTUK SURAT PENAWARAN PESERTA PERORANGAN (PENAWARAN FILE I,
METODE 2 FILE)

CONTOH

Nomor : _______, _____________ 20___


Lampiran :

Kepada Yth.:
Pokja _______ ULP ____________ [K/L/D/I]
[diisi oleh Pokja ULP]

di
______________________________

Perihal : Penawaran Administrasi dan Teknis _______________ [nama pekerjaan diisi oleh
Pokja ULP]

Sehubungan dengan pengumuman pendaftaran dan pengambilan Dokumen Pengadaan


nomor: _________________ tanggal ______________ dan setelah kami pelajari dengan saksama
Dokumen Pengadaan dan Berita Acara Pemberian Penjelasan [serta adendum Dokumen
Pengadaan], dengan ini kami mengajukan penawaran untuk pekerjaan
_____________________ [diisi oleh Pokja ULP] sebesar Rp_______________
(__________________________).

Penawaran administrasi dan teknis, serta dokumen kualifikasi ini sudah memperhatikan
ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan untuk melaksanakan
pekerjaan tersebut di atas.

Penawaran ini berlaku sejak batas akhir pemasukan Dokumen Penawaran sampai
dengan tanggal ____________. [perkiraan tanggal penandatanganan kontrak, diisi oleh Pokja
ULP]

Sesuai dengan persyaratan, bersama Surat Penawaran ini kami lampirkan:


1. [Softcopy Jaminan Penawaran, apabila dipersyaratkan];
2. Dokumen penawaran teknis, terdiri dari :
a. Metoda Pelaksanaan;
b. Jadwal Waktu Pelaksanaan;
c. Daftar Personil Inti;
d. Jenis, kapasitas, komposisi, dan jumlah peralatan utama minimal yang dibutuhkan;
e. Spesifikasi teknis (jika diperlukan); dan.
3. Data kualifikasi;

Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan akan
tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


G. BENTUK SURAT PENAWARAN HARGA (PENAWARAN FILE II, METODE 2 FILE)

CONTOH
[Kop Surat Badan Usaha]

Nomor : _______, _____________ 20___


Lampiran :

Kepada Yth.:
Pokja _______ ULP ____________ [K/L/D/I]
[diisi oleh Pokja ULP]

di
______________________________

Perihal : Penawaran Harga untuk pekerjaan ______________________ [nama pekerjaan diisi


oleh Pokja ULP]

Sehubungan dengan undangan pengambilan Dokumen Pengadaan nomor:


_________________ tanggal ______________ dan setelah kami pelajari dengan saksama
Dokumen Pemilihan dan Berita Acara Pemberian Penjelasan [serta adendum Dokumen
Pemilihan], dengan ini kami mengajukan penawaran Administrasi dan Teknis untuk pekerjaan
_____________________ [diisi oleh Pokja ULP] sebesar Rp__________________
(__________________________).

Penawaran harga ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang tercantum
dalam Dokumen Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut di atas.

Penawaran ini berlaku sejak batas akhir pemasukan Dokumen Penawaran sampai
dengan tanggal ____________. [perkiraan tanggal penandatanganan kontrak, diisi oleh Pokja
ULP]

Sesuai dengan persyaratan, bersama surat penawaran ini kami lampirkan :


1. [Daftar Kuantitas dan Harga, apabila dipersyaratkan];
2. [Dokumen lain yang dipersyaratkan].

Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan akan
tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


F. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS (METODE 2 FILE)

Dokumen Penawaran Teknis

[Cantumkan dan jelaskan secara rinci hal-hal berikut. Jika diperlukan, keterangan dapat
dicantumkan dalam lembar tersendiri/tambahan]

1. metoda pelaksanaan pekerjaan [diyakini menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian


pekerjaan];
2. jadwal dan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan (PHO) [tidak melampaui batas waktu yang
ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan];
3. jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah peralatan minimal [sesuai dengan yang ditetapkan
dalam Dokumen Pengadaan];
4. spesifikasi teknis, dipersyaratkan untuk bahan/barang tertentu;
5. personil inti yang akan ditempatkan secara penuh [sesuai dengan persyaratan yang
ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan, serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan
pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan]; dan
6. bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan [sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
dalam Dokumen Pengadaan];

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


H. [BENTUK FORMULIR REKAPITULASI PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM
NEGERI (TKDN), apabila diberikan preferensi harga]

FORMULIR REKAPITULASI PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN)


Nilai Gabungan Barang/Jasa (Rp) TKDN
Uraian Pekerjaan Total Barang/
DN LN Gabungan
Ribu Rp % KDN Jasa

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


Barang
I. Material Langsung (Bahan baku) (1A) (1B) (1C) (1D) (1E) (1F)
II. Peralatan (Barang jadi) (2A) (2B) (2C) (2D) (2E) (2F)
A. Sub Total Barang (3A) (3B) (3C) (3D) (3E) (3F)
Jasa
III. Manajemen Proyek dan Perekayasaan (4A) (4B) (4C) (4D) (4E) (4F)
IV. Alat Kerja / Fasilitas Kerja (5A) (5B) (5C) (5D) (5E) (5F)
V. Konstruksi dan Fabrikasi (6A) (6B) (6C) (6D) (6E) (6F)
VI. Jasa Umum (7A) (7B) (7C) (7D) (7E) (7F)
B. Sub Total Jasa (8A) (8B) (8C) (8D) (8E) (8F)

C. TOTAL Biaya (A + B) (9A) (9B) (9C) (9D) (9E) (9F)

Formulasi perhitungan:

Nilai Barang Total (3C) - Nilai Barang Luar Negeri (3B)


Nilai Gabungan Barang dan Jasa (9C)
% TKDN (Gabungan
= +
Barang dan Jasa)
Nilai Jasa Total(8C) - Nilai Jasa Luar Negeri (8B)
Nilai Gabungan Barang dan Jasa (9C)

__________ [tempat], __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [tahun]

[tanda tangan]

[nama wakil sah badan usaha/pemimpin kemitraan (KSO)/perorangan]

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


I. BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI BANK

Contoh

[Kop Bank Penerbit Jaminan]

GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN PENAWARAN
No. ____________________

Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan


selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama
________________________ [nama bank] berkedudukan di
_________________________________________ [alamat]

untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN

dengan ini menyatakan akan membayar kepada:


Nama : __________________________________ [Pokja ULP]
Alamat : ______________________________________________

selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN

sejumlah uang Rp _____________________________________


(terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk
garansi bank sebagai Jaminan Penawaran atas pekerjaan _______________ berdasarkan
Dokumen Pengadaan No. _______________ tanggal__________________, apabila:
Nama : _____________________________ [peserta pelelangan]
Alamat : ______________________________________________

selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN

ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas waktu
berlakunya Garansi Bank ini, lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan
yaitu:
a. Yang Dijamin menarik kembali penawarannya selama dilaksanakannya pelelangan atau
sesudah dinyatakan sebagai pemenang;
b. Yang Dijamin tidak:
1) hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi kualifikasi dalam hal pelelangan dilakukan
dengan pascakualifikasi; atau
2) menyerahkan Jaminan Pelaksanaan setelah ditunjuk sebagai pemenang.
c. Yang Dijamin terlibat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN); atau
d. Yang Dijamin melakukan penipuan/pemalsuan atas informasi yang disampaikan dalam
Dokumen Penawaran.
sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan yang diikuti oleh Yang Dijamin.

Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:


1. Berlaku dari tanggal _____________ s.d._____________ [diisi sesuai yang tercantum
dalam LDP]
2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat
Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari
kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di
atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional)
setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan
Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin
cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya.
4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang
diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
5. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain.
6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini, masing-masing
pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri
________.

Dikeluarkan di : _____________
Pada tanggal : _____________

[Bank]

Materai Rp.6000,00

Untuk keyakinan, pemegang


Garansi Bank disarankan untuk
________________
mengkonfirmasi Garansi ini ke
_____[bank]
[Nama dan Jabatan]

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


J. BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI ASURANSI/PERUSAHAAN PENJAMINAN
Contoh
[Kop Penerbit Jaminan]
JAMINAN PENAWARAN
Nomor Jaminan: ____________________ Nilai: ___________________
1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _____________________ [nama], _____________
[alamat] sebagai Peserta, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan _____________________
[nama penerbit jaminan], _____________ [alamat], sebagai Penjamin, selanjutnya disebut
sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada
____________________ [nama Pokja ULP], _________________________________ [alamat]
sebagai Pelaksana Pelelangan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah
Rp ________________ (terbilang _____________________)
2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan
pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak
memenuhi kewajiban sebagaimana ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan No.
______________ tanggal ______________ untuk pelaksanaan pelelangan pekerjaan
______________________ yang diselenggarakan oleh PENERIMA JAMINAN.
3. Surat Jaminan ini berlaku apabila TERJAMIN:
a. menarik kembali penawarannya selama dilaksanakannya pelelangan atau sesudah
dinyatakan sebagai pemenang;
b. tidak:
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
1) hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi kualifikasi dalam hal pelelangan
dilakukan dengan pascakualifikasi; atau
2) menyerahkan Jaminan Pelaksanaan setelah ditunjuk sebagai pemenang.
c. terlibat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN); atau
d. melakukan penipuan/pemalsuan atas informasi yang disampaikan dalam Dokumen
Penawaran.
4. Surat Jaminan ini berlaku efektif mulai tanggal _____________ s.d._____________ [diisi
sesuai yang tercantum dalam LDP]
5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di
atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional)
setelah menerima tuntutan penagihan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar
Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera
janji/wanprestasi.
6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN
melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu
disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831
KUH Perdata.
7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan
selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa
berlaku Jaminan ini.
Dikeluarkan di _____________
pada tanggal _______________
TERJAMIN PENJAMIN

Materai Rp.6000,00

_____________________ __________________
(Nama & Jabatan) (Nama & Jabatan)

Untuk keyakinan, pemegang


Jaminan disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan ini ke
_____[Penerbit Jaminan]

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


K. BENTUK PAKTA INTEGRITAS

Dengan mendaftar sebagai peserta pemilihan pada aplikasi SPSE maka peserta telah
menyetujui dan menandatangani pakta integritas

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


[Contoh Pakta Integritas Badan Usaha Dengan Kemitraan/KSO]

PAKTA INTEGRITAS
Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Nama : _____________________ [nama wakil sah badan usaha]
No.Identitas : ___________ [diisi dengan no. KTP/SIM/Paspor]
Jabatan : __________________________
Bertindak : PT/CV/Firma/Koperasi ___________________ [pilih yang
untuk dan sesuai dan cantumkan nama]
atas nama
2. Nama : _____________________ [nama wakil sah badan usaha]
No.Identitas : ___________ [diisi dengan no. KTP/SIM/Paspor]
Jabatan : __________________________
Bertindak : PT/CV/Firma/Koperasi ___________________ [pilih yang
untuk dan sesuai dan cantumkan nama]
atas nama
3. ......[dan seterusnya, diisi sesuai dengan jumlah anggota kemitraan/KSO]

dalam rangka pengadaan _________ [isi nama paket] pada ________ [isi sesuai dengan
K/L/D/I] dengan ini menyatakan bahwa:

1. tidak akan melakukan praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN);

2. akan mengikuti proses pengadaan secara bersih, transparan, dan profesional untuk
memberikan hasil kerja terbaik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;

3. apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam PAKTA INTEGRITAS ini, bersedia
menerima sanksi administratif, menerima sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam,
digugat secara perdata dan/atau dilaporkan secara pidana.

__________ [tempat], __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [tahun]

[Nama Penyedia] [Nama Penyedia] [Nama Penyedia]

[tanda tangan], [tanda tangan], [tanda tangan],


[nama lengkap] [nama lengkap] [nama lengkap]

[cantumkan tanda tangan dan nama setiap anggota Kemitraan/KSO]

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


L. DATA ISIAN KUALIFIKASI

Isian Data Kualifikasi bagi Peserta selain anggota Kemitraan/KSO berbentuk Form
Isian Elektronik Data Kualifikasi yang tersedia pada aplikasi SPSE

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


[FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI UNTUK KEMITRAAN/KSO]

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : ___________________ [nama wakil sah badan usaha]


Jabatan : _____________ [diisi sesuai jabatan dalam akta notaris]
Bertindak untuk : PT/CV/Firma/Koperasi _______________________
dan atas nama [pilih yang sesuai dan cantumkan nama badan usaha]
Alamat : ___________________________________
Telepon/Fax : ___________________________________
Email : ___________________________________

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa:

1. saya secara hukum bertindak untuk dan atas nama


perusahaan/koperasi/kemitraan/KSO berdasarkan [akta
_______________
pendirian/anggaran dasar/surat kuasa/Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi,
disebutkan secara jelas nomor dan tanggal akta pendirian/anggaran dasar/surat
kuasa/Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi];
2. saya bukan sebagai pegawai K/L/D/I [bagi pegawai K/L/D/I yang sedang cuti
diluar tanggungan K/L/D/I ditulis sebagai berikut : ―Saya merupakan pegawai
K/L/D/I yang sedang cuti diluar tanggungan K/L/D/I‖] ;
3. saya tidak sedang menjalani sanksi pidana;
4. saya tidak sedang dan tidak akan terlibat pertentangan kepentingan dengan para
pihak yang terkait, langsung maupun tidak langsung dalam proses pengadaan ini;
5. badan usaha yang saya wakili tidak masuk dalam Daftar Hitam, tidak dalam
pengawasan pengadilan, tidak pailit, dan kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan;
6. salah satu dan/atau semua pengurus badan usaha yang saya wakili tidak masuk
dalam Daftar Hitam;
7. data-data badan usaha yang saya wakili adalah sebagai berikut:

A. Data Administrasi
1. Nama Badan Usaha : _____________________
2. Status : Pusat Cabang

Alamat Kantor Pusat : _____________________


_____________________

3. No. Telepon : _____________________


No. Fax : _____________________
E-Mail : _____________________
Alamat Kantor Cabang : _____________________
_____________________
4. No. Telepon : _____________________
No. Fax : _____________________
E-Mail : _____________________

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


B. Landasan Hukum Pendirian Badan Usaha
1. Akta Pendirian Perusahaan/Anggaran Dasar Koperasi
a. Nomor : _______________
b. Tanggal : _______________
c. Nama Notaris : _______________
: _______________
d. Nomor Pengesahan Kementerian
Hukum dan HAM (untuk yang
berbentuk PT)
2. Akta/Anggaran Dasar Perubahan
Terakhir
a. Nomor : _______________
b. Tanggal : _______________
c. Nama Notaris : _______________
C. Pengurus Badan Usaha
No. Nama No. Identitas Jabatan dalam Badan Usaha

D. Izin Usaha
1. No. Surat Izin Usaha ________ : _______Tanggal ______
2. Masa berlaku izin usaha : __________
3. Instansi pemberi izin usaha : __________
4. Kualifikasi Usaha : ___________
5. Klasifikasi Usaha : ___________

E. Izin Lainnya (apabila dipersyaratkan)


1. No. Surat Izin _________ : _____________ Tanggal ________
2. Masa berlaku izin : _______________
3. Instansi pemberi izin : _______________
F. Data Keuangan
1. Susunan Kepemilikan Saham (untuk PT)/Susunan Pesero (untuk CV/Firma)
No. Nama No. Identitas Alamat Persentase

2. Pajak
a. Nomor Pokok Wajib Pajak : _______________
b. Bukti Laporan Pajak Tahun terakhir : No. _______ Tanggal _______
c. Bukti Laporan Bulanan (tiga bulan
terakhir): : No. _______ Tanggal _______
1) PPh Pasal 21 : No. _______ Tanggal _______
2) PPh Pasal 23 : No. _______ Tanggal _______
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
3) PPh Pasal 25/Pasal29 : No. _______ Tanggal _______
4) PPN
d. Surat Keterangan Fiskal (sebagai : No. _______ Tanggal _______
pengganti huruf b dan c)

G. Data Personalia (Tenaga ahli/teknis/terampil badan usaha)

Jabatan Tahun
Tgl/bln/thn Tingkat Pengalaman Profesi/
No Nama dalam Sertifikat/
lahir Pendidikan Kerja (tahun) keahlian
pekerjaan Ijazah
1 2 3 4 5 6 7 8

H. Data Fasilitas/Peralatan/Perlengkapan
[cantumkan jika disyaratkan oleh Pokja ULP]
Kapasit
Mer
Jenis as atau Tahun Kondi Lokasi Status
Jumla k
No. Fasilitas/Peralata output pembuata si Sekaran Kepemilikan/Dukung
h dan
n/ Perlengkapan pada n (%) g an Sewa
tipe
saat ini
1 2 3 4 5 6 7 8 9

I. Data Pengalaman Perusahaan


(nilai paket tertinggi pengalaman sesuai sub bidang yang dipersyaratkan dalam kurun
waktu 10 tahun terakhir)

Pemberi Tugas / Tanggal Selesai


Pejabat Pembuat Kontrak Pekerjaan
Nama Sub Ringkasan Komitmen Berdasarkan
No. Paket Bidang Lingkup Lokasi
Pekerjaan Pekerjaan Pekerjaan BA
Alamat/ No /
Nama Nilai Kontrak Serah
Telepon Tanggal
Terima

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

J. Data Pengalaman Perusahaan Dalam Kurun Waktu 4 Tahun Terakhir


(untuk perusahaan yang telah berdiri 3 tahun atau lebih. Untuk perusahaan yang
baru berdiri kurang dari 3 tahun tidak wajib mengisi tabel ini)

Pemberi Tugas / Tanggal Selesai


Pejabat Pembuat Kontrak Pekerjaan
Ringkasan Komitmen Berdasarkan
Nama Paket
No. Lingkup Lokasi
Pekerjaan BA
Pekerjaan Alamat/ No /
Nama Nilai Kontrak Serah
Telepon Tanggal
Terima

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


K. Data Pekerjaan yang Sedang Dilaksanakan
Pemberi Tugas /
Pejabat Pembuat Kontrak Progres Terakhir
Nama Bidang/Sub Komitmen
No. Paket Bidang Lokasi
Pekerjaan Pekerjaan Kontrak Prestasi
Alamat/ No /
Nama Nilai (rencana) Kerja
Telepon Tanggal
% %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

L. Modal Kerja

Surat dukungan keuangan dari Bank:

Nomor : __________
Tanggal : __________
Nama Bank : __________
Nilai : __________

Demikian Formulir Isian Kualifikasi ini saya buat dengan sebenarnya dan penuh rasa
tanggung jawab. Jika dikemudian hari ditemui bahwa data/dokumen yang saya
sampaikan tidak benar dan ada pemalsuan, maka saya dan badan usaha yang saya wakili
bersedia dikenakan sanksi berupa sanksi administratif, sanksi pencantuman dalam Daftar
Hitam, gugatan secara perdata, dan/atau pelaporan secara pidana kepada pihak
berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

__________ [tempat], __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [tahun]

PT/CV/Firma/Koperasi
__________ [pilih yang sesuai dan cantumkan nama]

[rekatkan meterai Rp 6.000,-


dan tanda tangan]

(nama lengkap wakil sah badan usaha )


[jabatan pada badan usaha]

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


BAB VII. PETUNJUK PENGISIAN DATA KUALIFIKASI

I. Petunjuk Pengisian untuk peserta bukan kemitraan/KSO mengikuti petunjuk dan


penggunaan aplikasi SPSE ( User Guide ).
II. Kemitraan/KSO
Untuk peserta yang berbentuk kemitraan/KSO masing – masing anggota
kemitraan/KSO wajib mengisi formulir isian kualifikasi untuk masing – masing
kualifikasi badan usahanya dengan petunjuk pengisian formulir isian kualifikasi
sebagai berikut:

A. Data Administrasi
1. Diisi dengan nama badan usaha (perusahaan/koperasi) peserta.
2. Pilih status badan usaha (Pusat/Cabang).
3. Diisi dengan alamat, nomor telepon, nomor fax dan email kantor pusat yang
dapat dihubungi.
4. Diisi dengan alamat, nomor telepon, nomor fax dan email kantor cabang yang
dapat dihubungi, apabila peserta berstatus kantor cabang.

B. Landasan Hukum Pendirian Usaha


1. Diisi dengan nomor, tanggal dan nama notaris penerbit akta pendirian
perusahaan/anggaran dasar koperasi serta untuk badan usaha yang berbentuk
Perseroan Terbatas diisi nomor pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM.
2. Diisi dengan nomor, tanggal dan nama notaris penerbit akta perubahan terakhir
badan usaha, apabila ada. Khusus untuk Perseroan Terbatas, jika terdapat
perubahan nama anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris, pada Pembuktian
Kualifikasi peserta diminta menunjukan asli dan memberikan salinan Bukti
Pemberitahuan dari Notaris selaku Kuasa Direksi yang telah diajukan melalui
Sisminbakum atas Akta Perubahan Terakhir.
C. Pengurus Badan Usaha
Diisi dengan nama, nomor KTP/SIM/Paspor, dan jabatan dalam badan usaha.

D. Izin Usaha
(Jenis izin usaha disesuaikan dengan bidang usaha dan peraturan perundang-
undangan, contohnya : Izin Usaha di bidang Konstruksi adalah Izin Usaha Jasa
Kontruksi (IUJK).

Untuk persyaratan perizinan bagi Penyedia Asing disesuaikan dengan praktek bisnis
internasional dan/atau ketentuan negara asal Penyedia)

Tabel izin usaha:


1. Diisi dengan jenis surat izin usaha, nomor dan tanggal penerbitannya.
2. Diisi dengan masa berlaku surat izin usaha.
3. Diisi dengan nama instansi penerbit surat izin usaha.
4. Diisi dengan kualifikasi usaha.
5. Diisi dengan klasifikasi usaha.

E. Izin Lainnya (apabila dipersyaratkan)


1. Diisi dengan jenis surat izin, nomor dan tanggal penerbitannya.
2. Diisi dengan masa berlaku izin.
3. Diisi dengan nama instansi penerbit surat izin.
F. Data Keuangan

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1. Diisi dengan nama, nomor KTP/SIM/Paspor, alamat pemilik saham/pesero, dan
persentase kepemilikan saham/pesero.
2. Pajak:
a. Diisi dengan NPWP badan usaha.
b. Diisi dengan nomor dan tanggal bukti laporan pajak tahun terakhir berupa
SPT Tahunan.
c. Diisi dengan nomor dan tanggal bukti laporan bulanan (tiga bulan terakhir):
1) PPH pasal 21;
2) PPH pasal 23 (apabila ada transaksi);
3) PPH pasal 25/pasal 29 (apabila Pengusaha Kena Pajak);
4) PPN.
d. Persyaratan pemenuhan kewajiban pajak tahun terakhir dengan
penyampaian SPT Tahunan dan SPT Masa dapat diganti oleh peserta dengan
penyampaian Surat Keterangan Fiskal (SKF) yang dikeluarkan oleh Kantor
Pelayanan Pajak dengan tanggal penerbitan paling lama 1 (satu) bulan
sebelum tanggal mulai pemasukan dokumen kualifikasi..
3. [Persyaratan perpajakan sebagaimana dimaksud pada angka 2 dikecualikan
untuk Penyedia Asing (khusus untuk International Competitive Biding)]

G. Data Personalia
Diisi dengan nama, tanggal/bulan/tahun lahir, tingkat pendidikan
(SLTP/SLTA/S1/S2/S3), jabatan dalam pekerjaan yang pernah dilaksanakan, lama
pengalaman kerja, profesi/keahlian sesuai dengan Surat Keterangan Ahli/Surat
Keterangan Terampil dan tahun penerbitan sertifikat/ijazah dari setiap tenaga
ahli/teknis/terampil yang diperlukan.

H. Data Fasilitas/Peralatan/Perlengkapan
Diisi dengan jenis, jumlah, kapasitas atau output yang dapat dicapai pada saat ini,
merek dan tipe, tahun pembuatan, kondisi (dalam persentase), lokasi keberadaan saat
ini dan status kepemilikan (milik sendiri/sewa beli/dukungan sewa) dari masing-
masing fasilitas/peralatan/ perlengkapan yang diperlukan. Bukti status kepemilikan
harus dapat ditunjukkan pada waktu Pembuktian Kualifikasi.

I. Data Pengalaman Perusahaan


Diisi dengan nama paket pekerjaan, sub bidang pekerjaan yang dipersyaratkan,
ringkasan lingkup pekerjaan, lokasi tempat pelaksanaan pekerjaan, nama dan
alamat/telepon dari pemberi tugas/Pejabat Pembuat Komitmen, nomor/tanggal dan
nilai kontrak, tanggal selesai paket pekerjaan berdasarkan kontrak, dan tanggal Berita
Acara serah terima (PHO), untuk masing-masing paket pekerjaan selama 10
(sepuluh) tahun terakhir. Data ini digunakan untuk menghitung Kemampuan Dasar
(KD) pada paket pekerjaan usaha non kecil.

J. Data Pengalaman Perusahaan Dalam Kurun Waktu 4 Tahun Terakhir


Diisi dengan nama paket pekerjaan, ringkasan lingkup pekerjaan, lokasi tempat
pelaksanaan pekerjaan, nama dan alamat/telepon dari pemberi tugas/Pejabat
Pembuat Komitmen, nomor/tanggal dan nilai kontrak, tanggal selesai paket
pekerjaan berdasarkan kontrak, dan tanggal Berita Acara Serah Terima (PHO), untuk
perusahaan yang telah berdiri 3 tahun atau lebih. Untuk perusahaan yang baru
berdiri kurang dari 3 tahun tidak wajib mengisi tabel ini.
K. Data Pekerjaan Yang Sedang Dilaksanakan
Diisi dengan nama paket pekerjaan, bidang/sub bidang pekerjaan dan lokasi tempat
pelaksanaan pekerjaan, nama dan alamat/telepon dari pemberi tugas/Pejabat
Pembuat Komitmen, nomor/tanggal dan nilai kontrak, serta persentase progres
menurut kontrak, dan prestasi kerja terakhir. Data ini digunakan untuk menghitung
Sisa Kemampuan Paket (SKP).
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
L. Modal Kerja
Diisi dengan nomor, tanggal, dan nama bank yang mengeluarkan surat dukungan
keuangan serta nilai dukungan paling kurang 10% (sepuluh perseratus) dari nilai
paket (HPS).

Kemitraan/KSO
Untuk peserta yang berbentuk kemitraan/KSO masing-masing anggota
kemitraan/KSO wajib mengisi formulir isian kualifikasi untuk masing-masing
kualifikasi badan usahanya.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


BAB VIII. TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI

A. Dokumen Kualifikasi yang akan dievaluasi harus memenuhi persyaratan sebagai


berikut:
1. data kualifikasi untuk peserta yang melakukan kemitraan/Kerja Sama Operasi
ditandatangani oleh pejabat yang menurut perjanjian Kemitraan/Kerja Sama
Operasi berhak mewakili Kemitraan/KSO;

2. memiliki izin usaha sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

3. perusahaan yang bersangkutan dan manajemennya tidak dalam pengawasan


pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan/atau
direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan atau peserta
perorangan tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana;

4. salah satu dan/atau semua pengurus dan badan usahanya atau peserta
perorangan tidak masuk dalam Daftar Hitam;

5. memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun pajak


terakhir (SPT Tahunan) serta memiliki laporan bulanan PPh Pasal 21, PPh Pasal
23 (bila ada transaksi), PPh Pasal 25/Pasal 29 dan PPN (bagi Pengusaha Kena
Pajak) paling kurang 3 (tiga) bulan terakhir dalam tahun berjalan. Peserta dapat
mengganti persyaratan ini dengan menyampaikan Surat Keterangan Fiskal (SKF)
yang dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Pajak dengan tanggal penerbitan
paling lama 1 (satu) bulan sebelum tanggal mulai pemasukan Dokumen
Kualifikas.;

6. memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia dalam kurun


waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta
termasuk pengalaman subkontrak, kecuali bagi peserta Usaha Mikro, Usaha
Kecil dan koperasi kecil yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun;

7. memiliki kemampuan pada bidang pekerjaan yang sesuai untuk Usaha Mikro,
Usaha Kecil dan koperasi kecil serta kemampuan pada subbidang pekerjaan
yang sesuai untuk usaha non-kecil;

8. memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang


diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan;

9. menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dikerjakan;

10. memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank pemerintah/swasta


untuk mengikuti pengadaan Pekerjaan Konstruksi paling kurang 10% (sepuluh
perseratus) dari nilai total paket (HPS);

11. dalam hal peserta akan melakukan kemitraan/KSO:


a. peserta wajib mempunyai perjanjian Kerja Sama Operasi/kemitraan yang
memuat persentase kemitraan/KSO dan perusahaan yang mewakili
kemitraan/KSO tersebut;
b. evaluasi persyaratan pada angka 1 sampai dengan angka 10 dilakukan
untuk setiap perusahaan yang melakukan kemitraan/KSO;

12. untuk usaha non-kecil, memiliki Kemampuan Dasar (KD) pada pekerjaan yang
sejenis dan kompleksitas yang setara, dengan ketentuan:
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
a. KD = 3 NPt
NPt = Nilai pengalaman tertinggi pada sub bidang pekerjaan yang
sesuai dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir;
b. dalam hal kemitraan/KSO yang diperhitungkan adalah KD dari perusahaan
yang mewakili kemitraan/KSO;
c. KD sekurang-kurangnya sama dengan nilai total HPS;
d. pengalaman perusahaan dinilai dari sub bidang pekerjaan, nilai kontrak
dan status peserta pada saat menyelesaikan kontrak sebelumnya;
e. nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan
sekarang (present value) menggunakan perhitungan sebagai berikut:

NPs = Nilai pekerjaan sekarang


Npo = Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (apabila ada)
saat serah terima pertama
Io = Indeks dari Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan serah terima
pertama
Is = Indeks dari BPS pada bulan penilaian prakualifikasi (apabila
belum ada, dapat dihitung dengan regresi linier berdasarkan
indeks bulan-bulan sebelumnya)
Indeks BPS yang dipakai adalah indeks yang merupakan komponen
terbesar dari pekerjaan;

13. mempunyai Sisa Kemampuan Paket (SKP), dengan ketentuan:


a. SKP = KP – jumlah paket yang sedang dikerjakan
KP = Kemampuan menangani paket pekerjaan
Untuk usaha kecil:
KP = 5
Untuk usaha non kecil:
KP = 6 atau KP = 1,2 N
N = Jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada
saat bersamaan selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir;
b. dalam hal kemitraan/KSO, yang diperhitungkan adalah SKP dari semua
perusahaan yang bermitra/KSO;

14. memiliki Sertifikat Manajemen Mutu (ISO) dan/atau memiliki Sertifikat


Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), apabila disyaratkan.

B. Pokja ULP memeriksa dan membandingkan persyaratan dan data isian peserta
dalam Dokumen Kualifikasi dengan data kualifikasi peserta yang tercantum pada
aplikasi SPSE dalam hal:
1. kelengkapan Data Kualifikasi; dan
2. pemenuhan persyaratan kualifikasi.
C. Formulir Isian Kualifikasi untuk KSO yang tidak dibubuhi materai tidak digugurkan,
peserta diminta untuk membayar denda materai sesuai ketentuan peraturan
perundangan-perundangan.

D. Apabila ditemukan hal-hal dan/atau data yang kurang jelas maka Pokja ULP dapat
meminta peserta untuk menyampaikan klarifikasi secara tertulis namun tidak boleh
mengubah substansi Data Kualifikasi yang telah dikirmkan melalui aplikasi SPSE.

E. Evaluasi kualifikasi sudah merupakan kompetisi, maka data kualifikasi yang kurang
tidak dapat dilengkapi.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


BAB IX. BENTUK KONTRAK

SURAT PERJANJIAN
untuk melaksanakan
Paket Pekerjaan Konstruksi:
__________
Nomor: __________

―SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut ―Kontrak‖)


dibuat dan ditandatangani di __________ pada hari __________ tanggal __ bulan
__________ tahun ____________ [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf] antara
__________ [nama Pejabat Pembuat Komitmen], selaku Pejabat Pembuat Komitmen, yang
bertindak untuk dan atas nama __________ [nama satuan kerja Pejabat Pembuat
Komitmen], yang berkedudukan di __________ [alamat Pejabat Pembuat Komitmen],
berdasarkan Surat Keputusan _______________ [pejabat yang menandatangani SK
penetapan sebagai PPK] No _________________ [No. SK penetapan sebagai Pejabat
Pembuat Komitmen] selanjutnya disebut ―PPK‖ dan

1. Untuk penyedia perseorangan, maka:


[____________ [nama penyedia], yang berkedudukan di __________ [alamat
penyedia], berdasarkan identitas No. _________ [No. KTP/SIM/ Paspor Penyedia],
selanjurnya disebut ―Penyedia‖]

2. Untuk penyedia badan usaha non KSO, maka:


[__________ [nama wakil Penyedia], ______________[jabatan wakil Penyedia], yang
bertindak untuk dan atas nama __________ [nama Penyedia], yang berkedudukan di
____________ [alamat Penyedia], berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar No.
_______ [No. Akta Pendirian/Anggaran Dasar] tanggal _____________ [tanggal
penerbitan Akta Pendirian/Anggaran Dasar], selanjutnya disebut ―Penyedia‖]
3. Untuk penyedia KSO/Kemitraan, maka:
[Kemitraan/KSO yang beranggotakan sebagai berikut:
1. _________________________[nama Penyedia 1];
2. _________________________[nama Penyedia 2];
_____________dst
yang masing-masing anggotanya bertanggung jawab secara pribadi dan tanggung
renteng atas semua kewajiban terhadap PPK berdasarkan Kontrak ini dan telah menunjuk
__________ [nama anggota kemitraan/KSO yang ditunjuk sebagai wakil kemitraan/KSO]
untuk bertindak atas nama Kemitraan/KSO yang berkedudukan di __________ [alamat
Penyedia wakil kemitraan/KSO], berdasarkan surat Perjanjian kemitraan/KSO No.
___________ tanggal ___________ (selanjutnya disebut ―Penyedia‖).‖]

MENGINGAT BAHWA:

(a) PPK telah meminta Penyedia untuk menyediakan Pekerjaan Konstruksi sebagaimana
diterangkan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak yang terlampir dalam Kontrak ini
(selanjutnya disebut ―Pekerjaan Konstruksi‖);

(b) Penyedia sebagaimana dinyatakan kepada PPK, memiliki keahlian profesional,


personil, dan sumber daya teknis, serta telah menyetujui untuk menyediakan
Pekerjaan Konstruksi sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini;

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


(c) PPK dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan untuk menandatangani Kontrak
ini, dan mengikat pihak yang diwakili;

(d) PPK dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan
penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak:

1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh advokat;


2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut;
3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini;
4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan
mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan
kondisi yang terkait.

MAKA OLEH KARENA ITU, PPK dan Penyedia dengan ini bersepakat dan menyetujui hal-
hal sebagai berikut:

1. [untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum,
ditulis sebagai berikut:
―total harga Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
yang diperoleh berdasarkan kuantitas dan harga satuan pekerjaan sebagaimana
tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah sebesar Rp________________
(_______________________ rupiah);‖]

[untuk kontrak lump sum, ditulis sebagai berikut:


―total harga Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
adalah sebesar Rp________________ (_______________________ rupiah);‖]

2. peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan makna yang
sama seperti yang tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini;

3. dokumen-dokumen berikut merupakan satu-kesatuan dan bagian yang tidak


terpisahkan dari Kontrak ini:

a. adendum Surat Perjanjian (apabila ada);


b. pokok perjanjian;
c. surat penawaran, beserta penawaran harga;
d. syarat-syarat khusus Kontrak;
e. syarat-syarat umum Kontrak;
f. spesifikasi khusus;
g. spesifikasi umum;
h. gambar-gambar;
i. daftar kuantitas dan harga (apabila ada); dan
j. dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan, SPPBJ, BAHP.

4. Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain, dan jika terjadi
pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam
dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih
tinggi berdasarkan urutan hierarki pada angka 3 di atas;

5. Hak dan kewajiban timbal-balik PPK dan Penyedia dinyatakan dalam Kontrak yang
meliputi khususnya:

a. PPK mempunyai hak dan kewajiban untuk:

1) mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia;


Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
2) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan
yang dilakukan oleh Penyedia;
3) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh
Penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak;
4) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam Kontrak
yang telah ditetapkan kepada Penyedia;

b. Penyedia mempunyai hak dan kewajiban untuk:

1) menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga


yang telah ditentukan dalam Kontrak;
2) meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PPK
untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak;
3) melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PPK;
4) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal
pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak;
5) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat dan
penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan,
peralatan, angkutan ke atau dari lapangan, dan segala pekerjaan permanen
maupun sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan, penyelesaian dan
perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam Kontrak;
6) memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan
pelaksanaan yang dilakukan PPK;
7) menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan
yang telah ditetapkan dalam Kontrak;
8) mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk melindungi
lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada
masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan Penyedia.

6. Kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang ditetapkan, dengan
tanggal mulai dan penyelesaian keseluruhan pekerjaan sebagaimana diatur dalam
Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak.

DENGAN DEMIKIAN, PPK dan Penyedia telah bersepakat untuk menandatangani Kontrak
ini pada tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia.

Untuk dan atas nama __________ Untuk dan atas nama Penyedia/Kemitraan
PPK (KSO)
__________

[tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini
untuk Penyedia maka rekatkan materai Rp untuk satuan kerja PPK maka rekatkan
6.000,- )] materai Rp 6.000,- )]

[nama lengkap] [nama lengkap]


[jabatan] [jabatan]

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


BENTUK SURAT PERINTAH KERJA
[kop surat K/L/D/I]

SATUAN KERJA PPK:


SURAT PERINTAH KERJA
(SPK)
NOMOR DAN TANGGAL SPK:

Halaman __ dari __
PAKET PEKERJAAN: __________ NOMOR DAN TANGGAL SURAT PERMINTAAN PENAWARAN:

NOMOR DAN TANGGAL DOKUMEN PENGADAAN:

NOMOR DAN TANGGAL BERITA ACARA HASIL


[NEGOSIASI/PELELANGAN]:

SUMBER DANA: [sebagai contoh, cantumkan ‖dibebankan atas DIPA __________ Tahun Anggaran ____ untuk mata
anggaran kegiatan __________

WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN: ___ (__________) hari kalender/bulan/tahun

NILAI PEKERJAAN

Uraian Satuan Harga Satuan (Rp) Subtotal (Rp)


No. Kuantitas Total (Rp)
Pekerjaan Ukuran Material Upah Material Upah

Jumlah
PPN 10%
NILAI
Terbilang :

INSTRUKSI KEPADA PENYEDIA: Penagihan hanya dapat dilakukan setelah penyelesaian pekerjaan yang diperintahkan
dalam SPK ini dan dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima. Jika pekerjaan tidak dapat diselesaikan dalam
jangka waktu pelaksanaan pekerjaan karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia berkewajiban
untuk membayar denda kepada PPK sebesar 1/1000 (satu per seribu) dari nilai Kontrak atau sisa nilai bagian
Kontrak untuk setiap hari kalender keterlambatan. Selain tunduk kepada ketentuan dalam SPK ini, penyedia
berkewajiban untuk mematuhi Syarat Umum SPK terlampir.

Untuk dan atas nama __________ Untuk dan atas nama penyedia
Pejabat Pembuat Komitmen __________
[tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk penyedia [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk satuan
maka rekatkan materai Rp 6.000,- )] kerja Pejabat Pembuat Komitmen maka rekatkan
materai Rp 6.000,- )]
[nama lengkap]
[jabatan] [nama lengkap]
[jabatan]

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


SYARAT UMUM
SURAT PERINTAH KERJA (SPK)

1. LINGKUP PEKERJAAN
Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu yang ditentukan, sesuai
dengan volume, spesifikasi teknis dan harga yang tercantum dalam SPK.

2. HUKUM YANG BERLAKU


Keabsahan, interpretasi, dan pelaksanaan SPK ini didasarkan kepada hukum Republik Indonesia.

3. ITIKAD BAIK
a. Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam SPK.
b. Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing
pihak.
c. Apabila selama pelaksanaan SPK, salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk
mengatasi keadaan tersebut.

4. PENYEDIA MANDIRI
Penyedia berdasarkan SPK ini bertanggung jawab penuh terhadap personil serta pekerjaan yang dilakukan.

5. HARGA SPK
a. PPK membayar kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam SPK sebesar harga SPK.
b. Harga SPK telah memperhitungkan keuntungan, beban pajak dan biaya overhead serta biaya asuransi.
c. Rincian harga SPK sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (untuk kontrak harga
satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum).
6. HAK KEPEMILIKAN
a. PPK berhak atas kepemilikan semua barang/bahan yang terkait langsung atau disediakan sehubungan dengan
jasa yang diberikan oleh penyedia kepada PPK. Jika diminta oleh PPK maka penyedia berkewajiban untuk
membantu secara optimal pengalihan hak kepemilikan tersebut kepada PPK sesuai dengan hukum yang berlaku.
b. Hak kepemilikan atas peralatan dan barang/bahan yang disediakan oleh PPK tetap pada PPK, dan semua peralatan
tersebut harus dikembalikan kepada PPK pada saat SPK berakhir atau jika tidak diperlukan lagi oleh penyedia.
Semua peralatan tersebut harus dikembalikan dalam kondisi yang sama pada saat diberikan kepada penyedia
dengan pengecualian keausan akibat pemakaian yang wajar.

7. CACAT MUTU
PPK akan memeriksa setiap hasil pekerjaan penyedia dan memberitahukan penyedia secara tertulis atas setiap cacat
mutu yang ditemukan. PPK dapat memerintahkan penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan cacat mutu,
serta menguji pekerjaan yang dianggap oleh PPK mengandung cacat mutu. Penyedia bertanggung jawab atas cacat
mutu selama 6 (enam) bulan setelah serah terima hasil pekerjaan.

8. PERPAJAKAN
Penyedia berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang dibebankan oleh hukum
yang berlaku atas pelaksanaan SPK. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam harga SPK.

9. PENGALIHAN DAN/ATAU SUBKONTRAK


Penyedia dilarang untuk mengalihkan dan/atau mensubkontrakkan sebagian atau seluruh pekerjaan. Pengalihan
seluruh pekerjaan hanya diperbolehkan dalam hal pergantian nama penyedia, baik sebagai akibat peleburan
(merger), konsolidasi, pemisahan atau akibat lainnya.

10. JADWAL
a. SPK ini berlaku efektif pada tanggal penandatanganan oleh para pihak atau pada tanggal yang ditetapkan dalam
SPMK.
b. Waktu pelaksanaan SPK adalah sejak tanggal mulai kerja yang tercantum dalam SPMK.
c. Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan.
d. Apabila penyedia berpendapat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal karena keadaan diluar
pengendaliannya dan penyedia telah melaporkan kejadian tersebut kepada PPK, maka PPK dapat melakukan
penjadwalan kembali pelaksanaan tugas penyedia dengan adendum SPK.

11. ASURANSI
a. Penyedia wajib menyediakan asuransi sejak SPMK sampai dengan tanggal selesainya pemeliharaan untuk:
1) semua barang dan peralatan yang mempunyai risiko tinggi terjadinya kecelakaan, pelaksanaan pekerjaan,
serta pekerja untuk pelaksanaan pekerjaan, atas segala risiko terhadap kecelakaan, kerusakan, kehilangan,
serta risiko lain yang tidak dapat diduga;
2) pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya; dan
3) perlindungan terhadap kegagalan bangunan.
b. Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam penawaran dan termasuk dalam harga SPK.

12. PENANGGUNGAN DAN RISIKO


a. Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan menanggung tanpa batas PPK beserta instansinya
terhadap semua bentuk tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau
tuntutan hukum, proses pemeriksaan hukum, dan biaya yang dikenakan terhadap PPK beserta instansinya
(kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian berat PPK) sehubungan
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
dengan klaim yang timbul dari hal-hal berikut terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal
penandatanganan berita acara penyerahan akhir:
1) kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda penyedia, dan Personil;
2) cidera tubuh, sakit atau kematian Personil;
3) kehilangan atau kerusakan harta benda, dan cidera tubuh, sakit atau kematian pihak ketiga;
b. Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan awal,
semua risiko kehilangan atau kerusakan Hasil Pekerjaan ini, Bahan dan Perlengkapan merupakan risiko penyedia,
kecuali kerugian atau kerusakan tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian PPK.
c. Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi kewajiban penanggungan dalam syarat ini.
d. Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil Pekerjaan atau Bahan yang menyatu dengan Hasil Pekerjaan selama
Tanggal Mulai Kerja dan batas akhir Masa Pemeliharaan harus diganti atau diperbaiki oleh penyedia atas
tanggungannya sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut terjadi akibat tindakan atau kelalaian penyedia.

13. PEMELIHARAAN LINGKUNGAN


Penyedia berkewajiban untuk mengambil langkah-langkah yang memadai untuk melindungi lingkungan baik di
dalam maupun di luar tempat kerja dan membatasi gangguan lingkungan terhadap pihak ketiga dan harta bendanya
sehubungan dengan pelaksanaan SPK ini.

14. PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN


PPK berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh
penyedia. Apabila diperlukan, PPK dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan
pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia.

15. PENGUJIAN
Jika PPK atau Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk melakukan pengujian Cacat Mutu yang tidak
tercantum dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar, dan hasil uji coba menunjukkan adanya Cacat Mutu maka penyedia
berkewajiban untuk menanggung biaya pengujian tersebut. Jika tidak ditemukan adanya Cacat Mutu maka uji coba
tersebut dianggap sebagai Peristiwa Kompensasi.

16. LAPORAN HASIL PEKERJAAN


a. Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan SPK untuk menetapkan volume pekerjaan atau kegiatan
yang telah dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan. Hasil pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam
laporan kemajuan hasil pekerjaan.
b. Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan, seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan di
lokasi pekerjaan dicatat dalam buku harian sebagai bahan laporan harian pekerjaan yang berisi rencana dan
realisasi pekerjaan harian.
c. Laporan harian berisi:
1) jenis dan kuantitas bahan yang berada di lokasi pekerjaan;
2) penempatan tenaga kerja untuk tiap macam tugasnya;
3) jenis, jumlah dan kondisi peralatan;
4) jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan;
5) keadaan cuaca termasuk hujan, banjir dan peristiwa alam lainnya yang berpengaruh terhadap kelancaran
pekerjaan; dan
6) catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan.
d. Laporan harian dibuat oleh penyedia, apabila diperlukan diperiksa oleh konsultan dan disetujui oleh wakil PPK.
e. Laporan mingguan terdiri dari rangkuman laporan harian dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam
periode satu minggu, serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan.
f. Laporan bulanan terdiri dari rangkuman laporan mingguan dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam
periode satu bulan, serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan.
g. Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek, PPK membuat foto-foto dokumentasi pelaksanaan pekerjaan di
lokasi pekerjaan.

17. WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN


a. Kecuali SPK diputuskan lebih awal, penyedia berkewajiban untuk memulai pelaksanaan pekerjaan pada Tanggal
Mulai Kerja, dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program mutu, serta menyelesaikan pekerjaan selambat-
lambatnya pada Tanggal Penyelesaian yang ditetapkan dalam SPMK.
b. Jika pekerjaan tidak selesai pada Tanggal Penyelesaian bukan akibat Keadaan Kahar atau Peristiwa Kompensasi
atau karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia dikenakan denda.
c. Jika keterlambatan tersebut semata-mata disebabkan oleh Peristiwa Kompensasi maka PPK dikenakan kewajiban
pembayaran ganti rugi. Denda atau ganti rugi tidak dikenakan jika Tanggal Penyelesaian disepakati oleh Para
Pihak untuk diperpanjang.
d. Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam ketentuan ini adalah tanggal penyelesaian semua pekerjaan.

18. PENERIMAAN BARANG/JASA


PPK berhak memeriksa barang/jasa setelah serah terima barang/jasa atau menolak penerimaan barang yang tidak
memenuhi spesifikasi dalam SPK ini. Pembayaran atas barang bukan merupakan bukti penerimaan barang tersebut.

19. SERAH TERIMA PEKERJAAN


a. Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus), penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK
untuk penyerahan pekerjaan.
b. Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, PPK menugaskan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
c. Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh
penyedia. Apabila terdapat kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil pekerjaan, penyedia wajib
memperbaiki/menyelesaikannya, atas perintah PPK.
d. PPK menerima penyerahan pertama pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan SPK dan diterima oleh Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
e. Apabila PPHP belum menerima hasil pekerjaan, PPK memerintahkan Penyedia untuk memperbaiki pekerjaan dan
dikenakan denda sesuai dengan ketentuan dalam SPK.
f. Pembayaran dilakukan sebesar 95% (sembilan puluh lima perseratus) dari harga SPK, sedangkan yang 5% (lima
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
perseratus) merupakan retensi selama masa pemeliharaan, atau pembayaran dilakukan sebesar 100% (seratus
perseratus) dari harga SPK dan penyedia harus menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima perseratus)
dari harga SPK.
g. Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga kondisi tetap seperti pada saat
penyerahan pertama pekerjaan.
h. Setelah masa pemeliharaan berakhir, penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK untuk
penyerahan akhir pekerjaan.
i. PPK menerima penyerahan akhir pekerjaan setelah penyedia melaksanakan semua kewajibannya selama masa
pemeliharaan dengan baik. PPK wajib melakukan pembayaran sisa harga SPK yang belum dibayar atau
mengembalikan Jaminan Pemeliharaan.
j. Apabila penyedia tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan sebagaimana mestinya, maka PPK berhak
menggunakan uang retensi untuk membiayai perbaikan/pemeliharaan atau mencairkan Jaminan Pemeliharaan.

20. JAMINAN PEMELIHARAAN


a. Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada PPK setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus).
b. Pengembalian Jaminan Pemeliharan dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah masa
pemeliharaan selesai dan pekerjaan diterima dengan baik sesuai dengan ketentuan SPK.
c. Masa berlakunya Jaminan Pemeliharaan sekurang-kurangnya sejak tanggal serah terima pertama pekerjaan
(PHO) sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan (Final Hand Over/FHO).

21. PERUBAHAN SPK


a. SPK hanya dapat diubah melalui adendum SPK.
b. Perubahan SPK bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak, meliputi:
1) perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam SPK sehingga
mengubah lingkup pekerjaan dalam SPK;
2) perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan;
3) perubahan harga SPK akibat adanya perubahan pekerjaan dan/atau perubahan pelaksanaan pekerjaan.
c. ........................................................................................................................................................ Untuk
kepentingan perubahan SPK, PA/KPA dapat membentuk Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul PPK.
22. PERISTIWA KOMPENSASI
a. Peristiwa Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia dalam hal sebagai berikut:
1) PPK mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan;
2) keterlambatan pembayaran kepada penyedia;
3) PPK tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan;
4) penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal;
5) PPK menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah
dilaksanakan pengujian ternyata tidak ditemukan kerusakan/kegagalan/penyimpangan;
6) PPK memerintahkan kepada pihak penyedia untuk penundaan pelaksanaan pekerjaan;
7) PPK memerintahkan kepada pihak penyedia untuk mengatasi kondisi tertentu yang tidak dapat diduga
sebelumnya dan disebabkan oleh PPK;
8) ketentuan lain dalam SPK.
b. Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan pengeluaran tambahan dan/atau keterlambatan penyelesaian
pekerjaan maka PPK berkewajiban untuk membayar ganti rugi dan/atau memberikan perpanjangan waktu
penyelesaian pekerjaan.
c. Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan
oleh penyedia kepada PPK, dapat dibuktikan kerugian nyata akibat Peristiwa Kompensasi.
d. Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan hanya dapat diberikan jika berdasarkan data penunjang dan
perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada PPK dan dapat dibuktikan perlunya tambahan
waktu akibat Peristiwa Kompensasi.
e. Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/atau perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan jika penyedia gagal
atau lalai untuk memberikan peringatan dini dalam mengantisipasi atau mengatasi dampak Peristiwa
Kompensasi.

23. PERPANJANGAN WAKTU


a. Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka
penyedia berhak untuk meminta perpanjangan Tanggal Penyelesaian berdasarkan data penunjang. PPK
berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak memperpanjang Tanggal
Penyelesaian Pekerjaan secara tertulis. Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan melalui adendum SPK
jika perpanjangan tersebut mengubah Masa SPK.
b. PPK dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan setelah melakukan penelitian terhadap usulan tertulis
yang diajukan oleh penyedia.

24. PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN SPK


a. Penghentian SPK dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan Kahar.
b. Dalam hal SPK dihentikan, maka PPK wajib membayar kepada penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang
telah dicapai, termasuk:
1) biaya langsung pengadaan bahan dan perlengkapan untuk pekerjaan ini. Bahan dan perlengkapan ini harus
diserahkan oleh Penyedia kepada PPK, dan selanjutnya menjadi hak milik PPK;
2) biaya langsung pembongkaran dan demobilisasi hasil pekerjaan sementara dan peralatan;
3) biaya langsung demobilisasi personil.
c. Pemutusan SPK dapat dilakukan oleh pihak PPK atau pihak penyedia.
d. Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, pemutusan SPK melalui
pemberitahuan tertulis dapat dilakukan apabila:
1) penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam
jangka waktu yang telah ditetapkan;
2) penyedia tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan, tidak memulai pelaksanaan pekerjaan;
3) penyedia menghentikan pekerjaan selama 28 (dua puluh delapan) hari dan penghentian ini tidak tercantum

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


dalam program mutu serta tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan;
4) penyedia berada dalam keadaan pailit;
5) penyedia selama Masa SPK gagal memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh PPK;
6) denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan penyedia sudah melampaui 5% (lima
perseratus) dari harga SPK dan PPK menilai bahwa Penyedia tidak akan sanggup menyelesaikan sisa
pekerjaan;
7) Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk menunda pelaksanaan atau kelanjutan pekerjaan, dan
perintah tersebut tidak ditarik selama 28 (dua puluh delapan) hari;
8) PPK tidak menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan yang disepakati sebagaimana
tercantum dalam SPK;
9) penyedia terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses Pengadaan yang
diputuskan oleh instansi yang berwenang; dan/atau
10) pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam
pelaksanaan pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang.
e. Dalam hal pemutusan SPK dilakukan karena kesalahan penyedia:
1) penyedia membayar denda; dan/atau
2) penyedia dimasukkan dalam Daftar Hitam.
f. Dalam hal pemutusan SPK dilakukan karena PPK terlibat penyimpangan prosedur, melakukan KKN dan/atau
pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan, maka PPK dikenakan sanksi berdasarkan peraturan
perundang-undangan.

25. PEMBAYARAN
a. Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh PPK, dengan ketentuan:
1) penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan hasil pekerjaan;
2) pembayaran dilakukan dengan [sistem bulanan/sistem termin/pembayaran secara sekaligus];
3) pembayaran dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang, tidak termasuk bahan/material dan peralatan
yang ada di lokasi pekerjaan;
4) pembayaran harus dipotong denda (apabila ada), pajak dan uang retensi.
b. Pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus) dan Berita Acara
penyerahan pertama pekerjaan diterbitkan.
c. PPK dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah pengajuan permintaan pembayaran dari penyedia harus
sudah mengajukan surat permintaan pembayaran kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar
(PPSPM).
d. Bila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran, tidak akan menjadi alasan untuk menunda
pembayaran. PPK dapat meminta penyedia untuk menyampaikan perhitungan prestasi sementara dengan
mengesampingkan hal-hal yang sedang menjadi perselisihan.

26. DENDA
Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial berupa Denda sebagai akibat wanprestasi atau cidera janji
terhadap kewajiban-kewajiban penyedia dalam SPK ini. PPK mengenakan Denda dengan memotong angsuran
pembayaran prestasi pekerjaan penyedia. Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab kontraktual
penyedia.

27. PENYELESAIAN PERSELISIHAN


PPK dan penyedia berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan secara damai semua perselisihan
yang timbul dari atau berhubungan dengan SPK ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan.
Jika perselisihan tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka perselisihan akan diselesaikan melalui mediasi,
konsiliasi, arbitrase, atau pengadilan negeri dalam wilayah hukum Republik Indonesia.

28. LARANGAN PEMBERIAN KOMISI


Penyedia menjamin bahwa tidak satu pun personil satuan kerja PPK telah atau akan menerima komisi dalam bentuk
apapun (gratifikasi) atau keuntungan tidak sah lainnya baik langsung maupun tidak langsung dari SPK ini. Penyedia
menyetujui bahwa pelanggaran syarat ini merupakan pelanggaran yang mendasar terhadap SPK ini.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


BAB X. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK)
A. Ketentuan Umum

1. Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini


harus mempunyai arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan sebagai
berikut:
1.1 Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang
berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau
pembuatan wujud fisik lainnya.
1.2 Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah
pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran
Kementerian/ Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah atau
Pejabat yang disamakan pada Institusi lain Pengguna
APBN/APBD.
1.3 Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA
adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan
APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan
APBD.
1.4 Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK
adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan
Pengadaan Pekerjaan Konstruksi.
1.5 Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah
panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas
memeriksa dan menerima hasil pekerjaan.
1.6 Aparat Pengawas Intern Pemerintah atau pengawas intern
pada Institusi lain yang selanjutnya disebut APIP adalah aparat
yang melakukan pengawasan melalui audit, reviu, evaluasi,
pemantauan dan kegiatan pengawasan lain terhadap
penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi.
1.7 Penyedia adalah badan usaha atau orang perseorangan yang
menyediakan Pekerjaan Konstruksi.
1.8 Subpenyedia adalah penyedia yang mengadakan perjanjian
kerja dengan penyedia penanggung jawab kontrak, untuk
melaksanakan sebagian pekerjaan (subkontrak).
1.9 Kemitraan/ Kerja Sama Operasi (KSO) adalah kerja sama
usaha antar penyedia baik penyedia nasional maupun penyedia
asing, yang masing-masing pihak mempunyai hak, kewajiban
dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis.
1.10 Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan, adalah
jaminan tertulis yang bersifat mudah dicairkan dan tidak
bersyarat (unconditional), yang dikeluarkan oleh Bank
Umum/Perusahaan Penjaminan/Perusahaan Asuransi yang
diserahkan oleh penyedia kepada PPK untuk menjamin
terpenuhinya kewajiban penyedia.
1.11 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disebut
Kontrak adalah perjanjian tertulis antara PPK dengan penyedia
yang mencakup Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) ini dan
Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK) serta dokumen lain yang
merupakan bagian dari kontrak.
1.12 Nilai Kontrak adalah total harga yang tercantum dalam
Kontrak.
1.13 Hari adalah hari kalender.
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
1.14 Direksi lapangan adalah tim pendukung yang
dibentuk/ditetapkan oleh PPK, terdiri dari 1 (satu) orang
atau lebih, yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus
kontrak untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan.
1.15 Direksi teknis adalah tim pendukung yang ditunjuk/ditetapkan
oleh PPK untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan.
1.16 Daftar kuantitas dan harga (rincian harga penawaran) adalah
daftar kuantitas yang telah diisi harga satuan dan jumlah biaya
keseluruhannya yang merupakan bagian dari penawaran.
1.17 Harga Perkiraan Sendiri (HPS) adalah perhitungan
perkiraan biaya pekerjaan yang ditetapkan oleh PPK,
dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat
dipertanggungjawabkan serta digunakan oleh Pokja ULP untuk
menilai kewajaran penawaran termasuk rinciannya.
1.18 Pekerjaan utama adalah jenis pekerjaan yang secara langsung
menunjang terwujudnya dan berfungsinya suatu konstruksi
sesuai peruntukannya yang ditetapkan dalam Dokumen
Pengadaan;
1.19 Harga Satuan Pekerjaan (HSP) adalah harga satu jenis
pekerjaan tertentu per satu satuan tertentu;
1.20 Metode pelaksanaan pekerjaan adalah cara kerja yang layak,
realistik dan dapat dilaksanakan untuk menyelesaikan seluruh
pekerjaan dan diyakini menggambarkan penguasaan dalam
penyelesaian pekerjaan dengan tahap pelaksanaan yang
sistimatis berdasarkan sumber daya yang dimiliki penawar;
1.21 Jadwal waktu pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan
kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan
pekerjaan, terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara
logis, realistik dan dapat dilaksanakan.
1.22 Personil inti adalah orang yang akan ditempatkan secara
penuh sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam
Dokumen Pengadaan serta posisinya dalam manajemen
pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan
yang diajukan untuk melaksanakan pekerjaan.
1.23 Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan adalah bagian
pekerjaan bukan pekerjaan utama yang ditetapkan dalam
Dokumen Pengadaan, yang pelaksanaannya diserahkan kepada
penyedia lain dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK.
1.24 Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini
terhitung sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai
dengan masa pemeliharaan berakhir.
1.25 Tanggal mulai kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia yang
dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), yang
diterbitkan oleh PPK.
1.26 Tanggal penyelesaian pekerjaan adalah tanggal penyerahan
pertama pekerjaan selesai, dinyatakan dalam Berita Acara
penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan oleh PPK.
1.27 Masa pemeliharaan adalah kurun waktu kontrak yang
ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak, dihitung sejak
tanggal penyerahan pertama pekerjaan sampai dengan tanggal
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
penyerahan akhir pekerjaan.
1.28 Kegagalan Konstruksi adalah keadaan hasil pekerjaan yang
tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan sebagaimana
disepakati dalam kontrak baik sebagian maupun keseluruhan
sebagai akibat kesalahan pengguna atau penyedia.
1.29 Kegagalan Bangunan adalah keadaan bangunan, yang setelah
diserahterimakan oleh penyedia kepada PPK dan terlebih
dahulu diperiksa serta diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima
Hasil Pekerjaan, menjadi tidak berfungsi, baik secara
keseluruhan maupun sebagian dan/atau tidak sesuai dengan
ketentuan yang tercantum dalam kontrak, dari segi teknis,
manfaat, keselamatan dan kesehatan kerja, dan/atau
keselamatan umum.

2. Penerapan SSUK diterapkan secara luas dalam pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi


ini tetapi tidak dapat bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam
Dokumen Kontrak lain yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki
dalam Surat Perjanjian.

3. Bahasa dan 3.1 Bahasa kontrak harus dalam Bahasa Indonesia. [kecuali dalam
Hukum rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan Bahasa
Indonesia dan bahasa nasional pemberi pinjaman/hibah
tersebut dan/atau bahasa Inggris.]

3.2 Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di


Indonesia. [kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri
menggunakan hukum yang berlaku di Indonesia atau hukum
yang berlaku di negara pemberi pinjaman/hibah (tergantung
kesepakatan antara Pemerintah dan negara pemberi
pinjaman/hibah)]

4. Larangan 4.1 Berdasarkan etika pengadaan barang/jasa pemerintah, para


Korupsi, pihak dilarang untuk:
Kolusi dan a. menawarkan, menerima atau menjanjikan untuk memberi
Nepotisme atau menerima hadiah atau imbalan berupa apa saja atau
(KKN) serta melakukan tindakan lainnya untuk mempengaruhi
Penipuan siapapun yang diketahui atau patut dapat diduga berkaitan
dengan pengadaan ini;
b. membuat dan/atau menyampaikan secara tidak benar
dokumen dan/atau keterangan lain yang disyaratkan untuk
penyusunan dan pelaksanaan Kontrak ini .

4.2 Penyedia menjamin bahwa yang bersangkutan (termasuk


semua anggota Kemitraan/KSO apabila berbentuk
Kemitraan/KSO) dan Sub penyedianya (jika ada) tidak akan
melakukan tindakan yang dilarang di atas.

4.3 Penyedia yang menurut penilaian PPK terbukti melakukan


larangan-larangan di atas dapat dikenakan sanksi-sanksi
administratif sebagai berikut:
a. pemutusan Kontrak;
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
b. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan
sebagaimana ditetapkan dalam SSKK;
c. sisa uang muka harus dilunasi oleh Penyedia; dan
d. dimasukkan dalam daftar hitam.

4.4 Pengenaan sanksi administratif di atas dilaporkan oleh PPK


kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan
Institusi.

4.5 PPK yang terlibat dalam KKN dan penipuan dikenakan sanksi
berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

5. Asal 5.1 Penyedia harus menyampaikan asal material/bahan yang


Material/ terdiri dari rincian komponen dalam negeri dan komponen
Bahan impor.

5.2 Asal material/bahan merupakan tempat material/bahan


diperoleh, antara lain tempat material/bahan ditambang,
tumbuh, atau diproduksi.

5.3 Material/bahan harus diutamakan yang manufaktur,


pabrikasi, perakitan, dan penyelesaian akhir pekerjaannya
dilakukan di Indonesia (produksi dalam negeri).

5.4 Jika dalam material/bahan digunakan komponen berupa


barang, jasa, atau gabungan keduanya yang tidak berasal dari
dalam negeri (impor) maka penggunaan komponen impor
harus sesuai dengan besaran TKDN dalam formulir
rekapitulasi perhitungan TKDN (apabila diberikan preferensi
harga) yang merupakan bagian dari penawaran penyedia

6. Koresponde 6.1 Semua korespondensi dapat berbentuk surat, e-mail dan/atau


nsi faksimili dengan alamat tujuan para pihak yang tercantum
dalam SSKK.

6.2 Semua pemberitahuan, permohonan, atau persetujuan


berdasarkan Kontrak ini harus dibuat secara tertulis dalam
Bahasa Indonesia, dan dianggap telah diberitahukan jika telah
disampaikan secara langsung kepada wakil sah Para Pihak
dalam SSKK, atau jika disampaikan melalui surat tercatat, e-
mail, dan/atau faksimili yang ditujukan ke alamat yang
tercantum dalam SSKK.

7. Wakil Sah Setiap tindakan yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk dilakukan,
Para Pihak dan setiap dokumen yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk
dibuat berdasarkan Kontrak ini oleh PPK atau Penyedia hanya dapat
dilakukan atau dibuat oleh pejabat yang disebutkan dalam SSKK.
Khusus untuk penyedia perseorangan, Penyedia tidak boleh
diwakilkan.

8. Pembukuan Penyedia diharapkan untuk melakukan pencatatan keuangan yang


akurat dan sistematis sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini
berdasarkan standar akuntansi yang berlaku.
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
9. Perpajakan Penyedia, Subpenyedia (jika ada), dan Personil yang bersangkutan
berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan
pungutan lain yang dibebankan oleh peraturan perpajakan atas
pelaksanaan Kontrak ini. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap
telah termasuk dalam Nilai Kontrak.

10. Pengalihan 10.1 Pengalihan seluruh Kontrak hanya diperbolehkan dalam hal
dan/atau pergantian nama Penyedia, baik sebagai akibat peleburan
Subkontrak (merger), konsolidasi, pemisahan, maupun akibat lainnya.

10.2 Penyedia dapat bekerjasama dengan penyedia lain dengan


mensubkontrakkan sebagian pekerjaan.

10.3 Penyedia hanya boleh mensubkontrakkan sebagian pekerjaan


dan dilarang mensubkontrakkan seluruh pekerjaan.

10.4 Penyedia hanya boleh mensubkontrakkan pekerjaan apabila


pekerjaan tersebut sejak awal di dalam Dokumen Pengadaan
dan dalam Kontrak diijinkan untuk disubkontrakkan.

10.5 Subkontrak sebagian pekerjaan utama hanya diperbolehkan


kepada Penyedia spesialis.

10.6 Penyedia hanya boleh mensubkontrakkan pekerjaan setelah


persetujuan tertulis dari PPK. Penyedia tetap bertanggung
jawab atas bagian pekerjaan yang disubkontrakkan.

10.7 Jika ketentuan di atas dilanggar maka Kontrak diputuskan dan


Penyedia dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam SSKK.

11. Pengabaian Jika terjadi pengabaian oleh satu Pihak terhadap pelanggaran
ketentuan tertentu Kontrak oleh Pihak yang lain maka pengabaian
tersebut tidak menjadi pengabaian yang terus-menerus selama Masa
Kontrak atau seketika menjadi pengabaian terhadap pelanggaran
ketentuan yang lain. Pengabaian hanya dapat mengikat jika dapat
dibuktikan secara tertulis dan ditandatangani oleh Wakil Sah Pihak
yang melakukan pengabaian.

12. Penyedia Penyedia berdasarkan Kontrak ini bertanggung jawab penuh terhadap
Mandiri personil dan subpenyedianya (jika ada) serta pekerjaan yang
dilakukan oleh mereka.

13. Kemitraan/ Kemitraan/KSO memberi kuasa kepada salah satu anggota yang
KSO disebut dalam Surat Perjanjian untuk bertindak atas nama
Kemitraan/KSO dalam pelaksanaan hak dan kewajiban terhadap PPK
berdasarkan Kontrak.

14. Penemuan- Penyedia wajib memberitahukan kepada PPK dan kepada pihak yang
penemuan berwenang semua penemuan benda/barang yang mempunyai nilai
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
sejarah atau penemuan kekayaan di lokasi pekerjaan yang menurut
peraturan perundang-undangan dikuasai oleh negara .

B. PELAKSANAAN, PENYELESAIAN, ADENDUM DAN PEMUTUSAN KONTRAK


15. Jadwal 15.1 Kontrak ini berlaku efektif pada tanggal penandatanganan
Pelaksanaan Surat Perjanjian oleh Para Pihak atau pada tanggal yang
Pekerjaan ditetapkan dalam SSKK.

15.2 Waktu pelaksanaan kontrak adalah jangka waktu yang


ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak dihitung sejak
tanggal mulai kerja yang tercantum dalam SPMK.

15.3 Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang


ditentukan dalam SSKK.

15.4 Apabila penyedia berpendapat tidak dapat menyelesaikan


pekerjaan sesuai jadwal karena keadaan diluar
pengendaliannya dan penyedia telah melaporkan kejadian
tersebut kepada PPK, maka PPK dapat melakukan penjadwalan
kembali pelaksanaan tugas penyedia dengan adendum kontrak.

B.1 Pelaksanaan Pekerjaan

16. Penyerahan 16.1 PPK berkewajiban untuk menyerahkan keseluruhan lokasi


Lokasi Kerja kerja kepada penyedia sebelum SPMK diterbitkan. Penyerahan
dilakukan setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan
lapangan bersama. Hasil pemeriksaan dan penyerahan
dituangkan dalam berita acara penyerahan lokasi kerja.

16.2 Jika dalam pemeriksaan lapangan bersama ditemukan hal-hal


yang dapat mengakibatkan perubahan isi Kontrak maka
perubahan tersebut harus dituangkan dalam adendum
Kontrak.

16.3 Jika penyerahan hanya dilakukan pada bagian tertentu dari


lokasi kerja maka PPK dapat dianggap telah menunda
pelaksanaan pekerjaan tertentu yang terkait dengan bagian
lokasi kerja tersebut, dan kondisi ini ditetapkan sebagai
Peristiwa Kompensasi.

17. Surat 17.1 PPK menerbitkan SPMK selambat-lambatnya 14 (empat belas)


Perintah hari sejak tanggal penanda-tanganan kontrak.
Mulai Kerja
(SPMK)
17.2 Dalam SPMK dicantumkan saat paling lambat dimulainya
pelaksanaan kontrak oleh penyedia.

18. Program 18.1 Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan program mutu


Mutu pada rapat persiapan pelaksanaan kontrak untuk disetujui oleh
PPK.

18.2 Program mutu disusun paling sedikit berisi:


Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
a. informasi mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan;
b. organisasi kerja penyedia;
c. jadwal pelaksanaan pekerjaan;
d. prosedur pelaksanaan pekerjaan;
e. prosedur instruksi kerja; dan
f. pelaksana kerja.

18.3 Program mutu dapat direvisi sesuai dengan kondisi lokasi


pekerjaan.

18.4 Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan program mutu


jika terjadi adendum Kontrak dan Peristiwa Kompensasi.

18.5 Pemutakhiran program mutu harus menunjukkan


perkembangan kemajuan setiap pekerjaan dan dampaknya
terhadap penjadwalan sisa pekerjaan, termasuk perubahan
terhadap urutan pekerjaan. Pemutakhiran program mutu
harus mendapatkan persetujuan PPK.

18.6 Persetujuan PPK terhadap program mutu tidak mengubah


kewajiban kontraktual penyedia.

19. Rapat 19.1 Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak diterbitkannya SPMK


Persiapan dan sebelum pelaksanaan pekerjaan, PPK bersama dengan
Pelaksanaan penyedia, unsur perencanaan, dan unsur pengawasan, harus
Kontrak sudah menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan
kontrak.

19.2 Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam rapat


persiapan pelaksanaan kontrak meliputi:
a. program mutu;
b. organisasi kerja;
c. tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan;
d. jadwal pelaksanaan pekerjaan;
e. jadwal pengadaan bahan/material, mobilisasi peralatan dan
personil;
f. penyusunan rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lokasi
pekerjaan.
20. Mobilisasi 20.1 Mobilisasi paling lambat harus sudah mulai dilaksanakan
dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterbitkan SPMK.

20.2 Mobilisasi dilakukan sesuai dengan lingkup pekerjaan, yaitu:


a. mendatangkan peralatan-peralatan terkait yang diperlukan
dalam pelaksanaan pekerjaan;
b. mempersiapkan fasilitas seperti kantor, rumah, gedung
laboratorium, bengkel, gudang, dan sebagainya; dan/atau
c. mendatangkan personil-personil.

20.3 Mobilisasi peralatan dan personil dapat dilakukan secara


bertahap sesuai dengan kebutuhan.

21. Pengawasan 21.1 Selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan, PPK jika


Pelaksanaan dipandang perlu dapat mengangkat Pengawas Pekerjaan yang
Pekerjaan berasal dari personil PPK atau konsultan pengawas. Pengawas
Pekerjaan berkewajiban untuk mengawasi pelaksanaan
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
pekerjaan.

21.2 Dalam melaksanakan kewajibannya, Pengawas Pekerjaan


selalu bertindak untuk kepentingan PPK. Jika tercantum dalam
SSKK, Pengawas Pekerjaan dapat bertindak sebagai Wakil Sah
PPK.

22. Persetujuan 22.1 Semua gambar yang digunakan untuk mendapatkan Hasil
Pengawas Pekerjaan baik yang permanen maupun sementara harus
Pekerjaan mendapatkan persetujuan Pengawas Pekerjaan.

22.2 Jika dalam pelaksanaan pekerjaan ini diperlukan terlebih


dahulu adanya Hasil Pekerjaan Sementara maka penyedia
berkewajiban untuk menyerahkan spesifikasi dan gambar
usulan Hasil Pekerjaan Sementara tersebut untuk disetujui oleh
Pengawas Pekerjaan. Terlepas dari ada tidaknya persetujuan
Pengawas Pekerjaan, penyedia bertanggung jawab secara penuh
atas rancangan Hasil Pekerjaan Sementara.

23. Perintah Penyedia berkewajiban untuk melaksanakan semua perintah Pengawas


Pekerjaan yang sesuai dengan kewenangan Pengawas Pekerjaan dalam
Kontrak ini.

24. Akses ke Penyedia berkewajiban untuk menjamin akses PPK, Wakil Sah PPK
Lokasi Kerja dan/atau Pengawas Pekerjaan ke lokasi kerja dan lokasi lainnya
dimana pekerjaan ini sedang atau akan dilaksanakan.

25. Pemeriksaan 25.1 Apabila diperlukan, pada tahap awal pelaksanaan Kontrak, PPK
Bersama bersama-sama dengan penyedia melakukan pemeriksaan lokasi
pekerjaan dengan melakukan pengukuran dan pemeriksaan
detail kondisi lokasi pekerjaan untuk setiap rencana mata
pembayaran.

25.2 Untuk pemeriksaan bersama ini, PA/KPA dapat membentuk


Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksana-an Kontrak atas usul PPK.

25.3 Hasil pemeriksaan bersama dituangkan dalam Berita Acara.


Apabila dalam pemeriksaan bersama mengakibatkan
perubahan isi Kontrak, maka harus dituangkan dalam
adendum Kontrak.

25.4 Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Personil dan/atau


Peralatan ternyata belum memenuhi persyaratan Kontrak maka
penyedia tetap dapat melanjutkan pekerjaan dengan syarat
Personil dan/atau Peralatan yang belum memenuhi syarat
harus segera diganti dalam jangka waktu yang disepakati
bersama.

26. Waktu 26.1 Kecuali Kontrak diputuskan lebih awal, penyedia berkewajiban
Penyelesaia untuk memulai pelaksanaan pekerjaan pada Tanggal Mulai
n Pekerjaan Kerja, dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
mutu, serta menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada
Tanggal Penyelesaian yang ditetapkan dalam SPMK.

26.2 Jika pekerjaan tidak selesai pada Tanggal Penyelesaian bukan


akibat Keadaan Kahar atau Peristiwa Kompensasi atau karena
kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia dikenakan
denda.

26.3 Jika keterlambatan tersebut semata-mata disebabkan oleh


Peristiwa Kompensasi maka PPK dikenakan kewajiban
pembayaran ganti rugi. Denda atau ganti rugi tidak dikenakan
jika Tanggal Penyelesaian disepakati oleh Para Pihak untuk
diperpanjang.

26.4 Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam angka 26 ini


adalah tanggal penyelesaian semua pekerjaan.

27. Perpanjanga 27.1 Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian


n Waktu pekerjaan akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka
penyedia berhak untuk meminta perpanjangan Tanggal
Penyelesaian berdasarkan data penunjang. PPK berdasarkan
pertimbangan Pengawas Pekerjaan memperpanjang Tanggal
Penyelesaian Pekerjaan secara tertulis. Perpanjangan Tanggal
Penyelesaian harus dilakukan melalui adendum Kontrak jika
perpanjangan tersebut mengubah Masa Kontrak.

27.2 PPK berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan harus


telah menetapkan ada tidaknya perpanjangan dan untuk
berapa lama, dalam jangka waktu 21 (dua puluh satu) hari
setelah penyedia meminta perpanjangan. Jika penyedia lalai
untuk memberikan peringatan dini atas keterlambatan atau
tidak dapat bekerja sama untuk mencegah keterlambatan maka
keterlambatan seperti ini tidak dapat dijadikan alasan untuk
memperpanjang Tanggal Penyelesaian.

28. Penundaan Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan secara tertulis penyedia


oleh untuk menunda pelaksanaan pekerjaan. Setiap perintah penundaan ini
Pengawas harus segera ditembuskan kepada PPK.
Pekerjaan

29. Rapat 29.1 Pengawas Pekerjaan atau penyedia dapat menyelenggarakan


Pemantauan rapat pemantauan, dan meminta satu sama lain untuk
menghadiri rapat tersebut. Rapat pemantauan diselenggarakan
untuk membahas perkembangan pekerjaan dan perencanaaan
atas sisa pekerjaan serta untuk menindaklanjuti peringatan
dini.

29.2 Hasil rapat pemantauan akan dituangkan oleh Pengawas


Pekerjaan dalam berita acara rapat, dan dokumennya
diserahkan kepada PPK dan pihak-pihak yang menghadiri
rapat.

29.3 Mengenai hal-hal dalam rapat yang perlu diputuskan,


Pengawas Pekerjaan dapat memutuskan baik dalam rapat atau
setelah rapat melalui pernyataan tertulis kepada semua pihak
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
yang menghadiri rapat.

30. Peringatan 30.1 Penyedia berkewajiban untuk memperingatkan sedini mungkin


Dini Pengawas Pekerjaan atas peristiwa atau kondisi tertentu yang
dapat mempengaruhi mutu pekerjaan, menaikkan Nilai
Kontrak atau menunda penyelesaian pekerjaan. Pengawas
Pekerjaan dapat memerintahkan penyedia untuk
menyampaikan secara tertulis perkiraan dampak peristiwa atau
kondisi tersebut di atas terhadap Nilai Kontrak dan Tanggal
Penyelesaian. Pernyataan perkiraan ini harus sesegera mungkin
disampaikan oleh penyedia.

30.2 Penyedia berkewajiban untuk bekerja sama dengan Pengawas


Pekerjaan untuk mencegah atau mengurangi dampak peristiwa
atau kondisi tersebut.

B.2 Penyelesaian Kontrak

31. Serah 31.1 Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus), penyedia
Terima mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK untuk
Pekerjaan penyerahan pekerjaan.

31.2 Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, PPK menugaskan


Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.

31.3 Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian


terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia.
Apabila terdapat kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil
pekerjaan, penyedia wajib memperbaiki/menyelesaikannya,
atas perintah PPK.

31.4 PPK menerima penyerahan pertama pekerjaan setelah seluruh


hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Kontrak
dan diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.

31.5 Pembayaran dilakukan sebesar 95% (sembilan puluh lima


perseratus) dari nilai kontrak, sedangkan yang 5% (lima
perseratus) merupakan retensi selama masa pemeliharaan, atau
pembayaran dilakukan sebesar 100% (seratus perseratus) dari
nilai kontrak dan penyedia harus menyerahkan Jaminan
Pemeliharaan sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai kontrak.

31.6 Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa


pemeliharaan sehingga kondisi tetap seperti pada saat
penyerahan pertama pekerjaan.

31.7 Setelah masa pemeliharaan berakhir, penyedia mengajukan


permintaan secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan akhir
pekerjaan.

31.8 PPK menerima penyerahan akhir pekerjaan setelah penyedia


melaksanakan semua kewajibannya selama masa pemeliharaan
dengan baik. PPK wajib melakukan pembayaran sisa nilai
kontrak yang belum dibayar atau mengembalikan Jaminan
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
Pemeliharaan.

31.9 Apabila penyedia tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan


sebagaimana mestinya, maka PPK berhak menggunakan uang
retensi untuk membiayai perbaikan/pemeliharaan atau
mencairkan Jaminan Pemeliharaan.

31.10 Jika Hasil Pekerjaan berupa bangunan maka umur konstruksi


bangunan ditetapkan dalam SSKK.

32. Pengambilal PPK akan mengambil alih lokasi dan hasil pekerjaan dalam jangka
ihan waktu tertentu setelah dikeluarkan surat keterangan
selesai/pengakhiran pekerjaan.

33. Pedoman 33.1 Penyedia diwajibkan memberikan petunjuk kepada PPK tentang
Pengoperasi pedoman pengoperasian dan perawatan sesuai dengan SSKK.
an dan
Perawatan 33.2 Apabila penyedia tidak memberikan pedoman pengoperasian
dan perawatan, PPK berhak menahan uang retensi atau
Jaminan Pemeliharaan.

B.3 Perubahan Kontrak


34. Perubahan 34.1 Kontrak hanya dapat diubah melalui adendum kontrak.
Kontrak
34.2 Perubahan Kontrak dapat dilaksanakan apabila disetujui oleh
para pihak, meliputi:
4) perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang
dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga
mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak;
5) perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya
perubahan pekerjaan; dan/atau
6) perubahan nilai kontrak akibat adanya perubahan
pekerjaan perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan,
dan/atau penyesuaian harga.

34.3 Perubahan kontrak sebagaimana dimaksud pada angka 34.2


tidak dapat dilakukan untuk bagian lump sum dari kontrak
gabungan lump sum dan harga satuan.

34.4 Untuk kepentingan perubahan kontrak, PA/KPA dapat


membentuk Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas
usul PPK.

35. Perubahan 35.1 Untuk pekerjaan yang menggunakan Kontrak Harga Satuan
Lingkup atau Kotrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada
Pekerjaan bagian harga satuan, apabila terdapat perbedaan yang
signifikan antara kondisi lokasi pekerjaan/lapangan pada saat
pelaksanaan dengan gambar dan spesifikasi yang ditentukan
dalam Kontrak, maka:
a. PPK bersama penyedia dapat melakukan perubahan
kontrak yang meliputi antara lain :
a. menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang
tercantum dalam kontrak;
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
b. mengurangi atau menambah jenis pekerjaan;
c. mengubah spesifikasi teknis dan gambar pekerjaan
sesuai dengan kebutuhan lokasi pekerjaan; dan/atau
d. melaksanakan pekerjaan tambah yang belum tercantum
dalam kontrak yang diperlukan untuk menyelesaikan
seluruh pekerjaan.
b. Pekerjaan tambah harus mempertimbangkan tersedianya
anggaran dan paling tinggi 10% (sepuluh perseratus) dari
nilai kontrak awal.
c. Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh PPK secara
tertulis kepada penyedia kemudian dilanjutkan dengan
negosiasi teknis dan harga dengan tetap mengacu pada
ketentuan yang tercantum dalam kontrak awal.
d. Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam Berita Acara
sebagai dasar penyusunan adendum kontrak.

35.2 Untuk pekerjaan yang menggunakan Kontrak Gabungan Lump


Sum dan Harga Satuan pada bagian Lump Sum, tidak dapat
dilakukan perubahan kontrak.

36. Perubahan 36.1 [Untuk pekerjaan yang menggunakan Kontrak Harga Satuan
Jadwal atau Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada
Pelaksanaan bagian harga satuan, perubahan jadwal dalam hal terjadi
Pekerjaan perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan oleh PPK
atas pertimbangan yang layak dan wajar untuk hal-hal sebagai
berikut:
a. pekerjaan tambah;
b. perubahan disain;
c. keterlambatan yang disebabkan oleh PPK;
d. masalah yang timbul di luar kendali penyedia; dan/atau
e. keadaan kahar.]

[Untuk pekerjaan yang menggunakan Kontrak Gabungan


Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian Lump Sum,
perubahan jadwal dalam hal terjadi perpanjangan waktu
pelaksanaan dapat diberikan oleh PPK atas pertimbangan yang
layak dan wajar untuk hal-hal sebagai berikut:
a. keterlambatan yang disebabkan oleh PPK;
b. masalah yang timbul di luar kendali penyedia; dan/atau
c. keadaan kahar.]

36.2 Waktu penyelesaian pekerjaan dapat diperpanjang paling


kurang sama dengan waktu terhentinya kontrak akibat
keadaan kahar.

36.3 PPK dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan atas


kontrak setelah melakukan penelitian terhadap usulan tertulis
yang diajukan oleh penyedia.

36.4 PPK dapat menugaskan Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan


Kontrak untuk meneliti kelayakan usulan perpanjangan waktu
pelaksanaan.

36.5 Persetujuan perpanjangan waktu pelaksanaan dituangkan


dalam adendum kontrak.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


B.4 Keadaan Kahar

37. Keadaan 37.1 suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dan
Kahar tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga kewajiban
yang ditentukan dalam Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi.

37.2 Yang digolongkan Keadaan Kahar meliputi:


a. bencana alam;
b. bencana non alam;
c. bencana sosial;
d. pemogokan;
e. kebakaran; dan/atau
f. gangguan industri lainnya sebagaimana dinyatakan melalui
keputusan bersama Menteri Keuangan dan menteri teknis
terkait.

37.3 Apabila terjadi Keadaan Kahar, maka penyedia


memberitahukan kepada PPK paling lambat 14 (empat belas)
hari sejak terjadinya Keadaan Kahar, dengan menyertakan
pernyataan Keadaan Kahar dari pejabat yang berwenang,
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

37.4 Jangka waktu yang ditetapkan dalam Kontrak untuk


pemenuhan kewajiban Pihak yang tertimpa Keadaan Kahar
harus diperpanjang paling kurang sama dengan jangka waktu
terhentinya Kontrak akibat Keadaan Kahar.

37.5 Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat Keadaan Kahar


yang dilaporkan paling lambat 14 (empat belas) hari sejak
terjadinya Keadaan Kahar, tidak dikenakan sanksi.

37.6 Pada saat terjadinya Keadaan Kahar, Kontrak ini akan


dihentikan sementara hingga Keadaan Kahar berakhir dengan
ketentuan, Penyedia berhak untuk menerima pembayaran
sesuai dengan prestasi atau kemajuan pelaksanaan pekerjaan
yang telah dicapai. Jika selama masa Keadaan Kahar PPK
memerintahkan secara tertulis kepada Penyedia untuk
meneruskan pekerjaan sedapat mungkin maka Penyedia
berhak untuk menerima pembayaran sebagaimana ditentukan
dalam Kontrak dan mendapat penggantian biaya yang wajar
sesuai dengan yang telah dikeluarkan untuk bekerja dalam
situasi demikian. Penggantian biaya ini harus diatur dalam
suatu adendum Kontrak.

B.5 Penghentian dan Pemutusan Kontrak

38. Penghentian 38.1 Penghentian kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah
Kontrak selesai atau terjadi Keadaan Kahar.

38.2 Dalam hal kontrak dihentikan, maka PPK wajib membayar


kepada penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah
dicapai, termasuk:
4) biaya langsung pengadaan Bahan dan Perlengkapan untuk
pekerjaan ini. Bahan dan Perlengkapan ini harus diserahkan
oleh Penyedia kepada PPK, dan selanjutnya menjadi hak
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
milik PPK;
5) biaya langsung pembongkaran dan demobilisasi Hasil
Pekerjaan Sementara dan Peralatan;
6) biaya langsung demobilisasi Personil.

39. Pemutusan Pemutusan kontrak dapat dilakukan oleh pihak penyedia atau pihak
Kontrak PPK.

40. Pemutusan 40.1 Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang
Kontrak Hukum Perdata, PPK dapat memutuskan Kontrak melalui
oleh PPK pemberitahuan tertulis kepada Penyedia setelah terjadinya hal-
hal sebagai berikut:
a. kebutuhan barang/jasa tidak dapat ditunda melebihi batas
berakhirnya kontrak;
b. berdasarkan penelitian PPK, Penyedia tidak akan mampu
menyelesaikan keseluruhan pekerjaan walaupun diberikan
kesempatan sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender
sejak masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan untuk
menyelesaikan pekerjaan;
c. setelah diberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan
sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender sejak masa
berakhirnya pelaksanaan pekerjaan, Penyedia tidak dapat
menyelesaikan pekerjaan;
d. Penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan
kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam
jangka waktu yang telah ditetapkan;
e. Penyedia tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan, tidak
memulai pelaksanaan pekerjaan;
f. Penyedia menghentikan pekerjaan selama 28 (dua puluh
delapan) hari dan penghentian ini tidak tercantum dalam
program mutu serta tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan;
g. Penyedia berada dalam keadaan pailit;
h. Penyedia selama Masa Kontrak gagal memperbaiki Cacat
Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh PPK;
i. Penyedia tidak mempertahankan keberlakuan Jaminan
Pelaksanaan;
j. Pengawas Pekerjaan memerintahkan Penyedia untuk
menunda pelaksanaan atau kelanjutan pekerjaan, dan
perintah tersebut tidak ditarik selama 28 (dua puluh
delapan) hari;
k. Penyedia terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau
pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh
instansi yang berwenang; dan/atau
l. pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN
dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan
pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang.

40.2 Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena kesalahan


Penyedia:
a. Jaminan Pelaksanaan dicairkan (untuk nilai paket di atas
Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah));
b. sisa Uang Muka harus dilunasi oleh penyedia atau Jaminan
Uang Muka dicairkan (apabila ada);
c. Penyedia membayar denda keterlambatan sebagaimana
tercantum dalam SSKK (apabila ada);
d. Penyedia dimasukkan dalam Daftar Hitam; dan
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
e. PPK membayar kepada Penyedia sesuai dengan pencapaian
prestasi pekerjaan yang telah diterima oleh PPK sampai
dengan tanggal berlakunya pemutusan Kontrak dikurangi
dengan denda keterlambatan yang harus dibayar Penyedia
(apabila ada), serta Penyedia menyerahkan semua hasil
pelaksanaan pekerjaan kepada PPK dan selanjutnya menjadi
hak milik PPK.

41. Pemutusan 41.1 Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang
Kontrak Hukum Perdata, Penyedia dapat memutuskan Kontrak melalui
oleh pemberitahuan tertulis kepada PPK apabila PPK tidak
Penyedia menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai
dengan yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SSKK.

41.2 Penyedia dapat memutuskan Kontrak apabila PPK gagal


mematuhi keputusan akhir penyelesaian perselisihan. Dalam
hal ini pemutusan Kontrak dilakukan paling kurang 30 (tiga
puluh) hari setelah Penyedia menyampaikan pemberitahuan
rencana pemutusan Kontrak secara tertulis kepada PPK.

41.3 Kejadian sebagaimana dimaksud angka 41.2 adalah:


a. akibat keadaan kahar sehingga Penyedia tidak dapat
melaksanakan pekerjaan sesuai ketentuan dokumen
kontrak;
b. PPK gagal mematuhi keputusan akhir penyelesaian
perselisihan.

41.4 Dalam hal terjadi pemutusan Kontrak, PPK membayar kepada


Penyedia sesuai dengan pencapaian prestasi pekerjaan yang
telah diterima oleh PPK sampai dengan tanggal berlakunya
pemutusan Kontrak dikurangi dengan denda keterlambatan
yang harus dibayar Penyedia (apabila ada), serta Penyedia
menyerahkan semua hasil pelaksanaan kepada PPK dan
selanjutnya menjadi hak milik PPK.

42. [Keterlamba 42.1 [Apabila Penyedia terlambat melaksanakan pekerjaan sesuai


tan jadwal, maka PPK harus memberikan peringatan secara tertulis
Pelaksanaan atau dikenakan ketentuan tentang kontrak kritis.
Pekerjaan 42.2 Kontrak dinyatakan kritis apabila :
dan Kontrak a. dalam periode I (rencana fisik pelaksanaan 0% - 70% dari
Kritis Kontrak), realisasi fisik pelaksanaan terlambat lebih besar 10%
dari rencana;
(Untuk b. alam periode II (rencana fisik pelaksanaan 70% - 100% dari
Pekerjaan Kontrak), realisasi fisik pelaksanaan terlambat lebih besar 5%
Konstruksi dari rencana.
Bangunan)] c. renana fisik pelaksanaan 70% - 100% dari Kontrak, realisasi
fisik pelaksanaan terlambat kurang dari 5% dari rencana dan
akan melampaui tahun anggaran berjalan.

42.3 Penanganan kontrak kritis


a. dalam hal keterlambatan pada angka 42.1 dan
penanganan Kontrak pada pasal kritis 42.2 penanganan
Kontrak Kritis dilakukan dengan Rapat Pembuktikan (show
cause meeting/SCM)
1) pada saat Kontrak dinyatakan krisis, direksi pekerjaan
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
menerbitkan surat peringatan kepada Penyedia dan
selanjutnya menyelenggarakan SCM.
2) dalam SCM direksi pekerjaan, direksi teknis dan
penyedia membahas dan menyepakati besaran
kemajuan fisik yang harus dicapai oleh Penyedia dalam
periode waktu tertentu (uji coba pertama) yang
dituangkan dalam Berita Acara SCM Sampul I
3) apabila Penyedia gagal pada uji coba pertama, maka
dilaksanakan SCM Sampul II yang membahas dan
menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus dicapai
oleh Penyedia dalam periode waktu tertentu (uji coba
kedua) yang dituangkan dalam Berita Acara SCM
Sampul II.
4) apabila Penyedia gagal pada uji coba tahap kedua, maka
diselenggarakan SCM Sampul II yang membahas dan
menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus dicapai
oleh Penyedia dalam periode waktu tertentu (uji coba
ketiga) yang dituangkan dalam Berita Acara SCM
Sampul II.
5) pada setiap uji coba yang gagal, PPK harus menerbitkan
surat perigatan kepada Penyedia atas keterlambatan
realisasi fisik pelaksanaan pekerjaan.
b. dalam hal keterlambatan pada angka 42.2 c PPK setelah
dilakukan rapat bersama atasan PPK sebelum tahun
anggaran berakhir dapat langsung memutuskan Kontrak
secara sepihak dengan mengesampingkan pasal 1266
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.]

43. Pemutusan Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena PPK/Pokja ULP
Kontrak terlibat penyimpangan prosedur, melakukan KKN dan/atau
akibat pelanggararan persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan, maka
lainnya PPK/Pokja ULP dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundang-
undangan.

44. Peninggalan Semua Bahan, Perlengkapan, Peralatan, Hasil Pekerjaan Sementara


yang masih berada di lokasi kerja setelah pemutusan Kontrak akibat
kelalaian atau kesalahan penyedia, dapat dimanfaatkan sepenuhnya
oleh PPK tanpa kewajiban perawatan. Pengambilan kembali semua
peninggalan tersebut oleh penyedia hanya dapat dilakukan setelah
mempertimbangkan kepentingan PPK.

C. HAK DAN KEWAJIBAN PENYEDIA


45. Hak dan Penyedia memiliki hak dan kewajiban:
Kewajiban a. menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai
Penyedia dengan harga yang telah ditentukan dalam kontrak;
b. berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan
prasarana dari PPK untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai
ketentuan kontrak;
c. melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PPK;
d. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal
pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak;
e. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat
dan penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja,
bahan-bahan, peralatan, angkutan ke atau dari lapangan, dan
segala pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
untuk pelaksanaan, penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang
dirinci dalam kontrak;
f. memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk
pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PPK;
g. menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan
pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak; dan
h. mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk
melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan
dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat
kegiatan penyedia.

46. Penggunaan Penyedia tidak diperkenankan menggunakan dan menginformasikan


Dokumen dokumen kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan
Kontrak dan kontrak untuk kepentingan pihak lain, misalnya spesifikasi teknis
Informasi dan/atau gambar-gambar, kecuali dengan ijin tertulis dari PPK.

47. Hak Atas Penyedia wajib melindungi PPK dari segala tuntutan atau klaim dari
Kekayaan pihak ketiga yang disebabkan penggunaan Hak Atas Kekayaan
Intelektual Intelektual (HAKI) oleh penyedia.

48. Penanggung 48.1 Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan


an dan menanggung tanpa batas PPK beserta instansinya terhadap
Risiko semua bentuk tuntutan, tanggung jawab, kewajiban,
kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum,
proses pemeriksaan hukum, dan biaya yang dikenakan
terhadap PPK beserta instansinya (kecuali kerugian yang
mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau
kelalaian berat PPK) sehubungan dengan klaim yang timbul
dari hal-hal berikut terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja
sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara
penyerahan akhir:
4) kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda
penyedia, Subpenyedia (jika ada), dan Personil;
5) cidera tubuh, sakit atau kematian Personil;
6) kehilangan atau kerusakan harta benda, dan cidera tubuh,
sakit atau kematian pihak ketiga;

48.2 Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal


penandatanganan berita acara penyerahan awal, semua risiko
kehilangan atau kerusakan Hasil Pekerjaan ini, Bahan dan
Perlengkapan merupakan risiko penyedia, kecuali kerugian
atau kerusakan tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau
kelalaian PPK.

48.3 Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak


membatasi kewajiban penanggungan dalam angka 48 ini.

48.4 Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil Pekerjaan atau


Bahan yang menyatu dengan Hasil Pekerjaan selama Tanggal
Mulai Kerja dan batas akhir Masa Pemeliharaan harus diganti
atau diperbaiki oleh penyedia atas tanggungannya sendiri jika
kehilangan atau kerusakan tersebut terjadi akibat tindakan
atau kelalaian penyedia.
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
49. Perlindunga 49.1 Penyedia dan Subpenyedia berkewajiban atas biaya sendiri
n Tenaga untuk mengikutsertakan Personilnya pada program Jaminan
Kerja Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) sebagaimana diatur dalam
peraturan perundang-undangan.

49.2 Penyedia berkewajiban untuk mematuhi dan memerintahkan


Personilnya untuk mematuhi peraturan keselamatan kerja.
Pada waktu pelaksanaan pekerjaan, penyedia beserta
Personilnya dianggap telah membaca dan memahami
peraturan keselamatan kerja tersebut.

49.3 Penyedia berkewajiban atas biaya sendiri untuk menyediakan


kepada setiap Personilnya (termasuk Personil Subpenyedia, jika
ada) perlengkapan keselamatan kerja yang sesuai dan
memadai.

49.4 Tanpa mengurangi kewajiban penyedia untuk melaporkan


kecelakaan berdasarkan hukum yang berlaku, penyedia akan
melaporkan kepada PPK mengenai setiap kecelakaan yang
timbul sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini dalam
waktu 24 (dua puluh empat) jam setelah kejadian.

50. Pemeliharaa Penyedia berkewajiban untuk mengambil langkah-langkah yang


n memadai untuk melindungi lingkungan baik di dalam maupun di luar
Lingkungan tempat kerja dan membatasi gangguan lingkungan terhadap pihak
ketiga dan harta bendanya sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak
ini.

51. Asuransi 51.1 Penyedia wajib menyediakan asuransi sejak SPMK sampai
dengan tanggal selesainya pemeliharaan untuk:
a. semua barang dan peralatan yang mempunyai risiko tinggi
terjadinya kecelakaan, pelaksanaan pekerjaan, serta pekerja
untuk pelaksanaan pekerjaan, atas segala risiko terhadap
kecelakaan, kerusakan, kehilangan, serta risiko lain yang
tidak dapat diduga;
b. pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya;
dan
c. perlindungan terhadap kegagalan bangunan.

51.2 Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam penawaran


dan termasuk dalam nilai kontrak.

52. Tindakan 52.1 Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu


Penyedia persetujuan tertulis PPK sebelum melakukan tindakan-
yang tindakan berikut:
Mensyaratk a. mensubkontrakkan sebagian pekerjaan;
an b. menunjuk Personil yang namanya tidak tercantum dalam
Persetujuan Lampiran A SSKK;
PPK atau c. mengubah atau memutakhirkan program mutu;
Pengawas d. tindakan lain yang diatur dalam SSKK.
Pekerjaan
52.2 Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu
persetujuan tertulis Pengawas Pekerjaan sebelum melakukan
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
tindakan-tindakan berikut:
a. menggunakan spesifikasi dan gambar dalam angka 15
SSUK;
b. mengubah syarat dan ketentuan polis asuransi;
c. mengubah Personil Inti dan/atau Peralatan;
d. tindakan lain yang diatur dalam SSKK.

53. Laporan 53.1 Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan kontrak


Hasil untuk menetapkan volume pekerjaan atau kegiatan yang telah
Pekerjaan dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan. Hasil
pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan kemajuan
hasil pekerjaan.

53.2 Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan


pelaksanaan pekerjaan, seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan di
lokasi pekerjaan dicatat dalam buku harian sebagai bahan
laporan harian pekerjaan yang berisi rencana dan realisasi
pekerjaan harian.

53.3 Laporan harian berisi:


a. jenis dan kuantitas bahan yang berada di lokasi pekerjaan;
b. penempatan tenaga kerja untuk tiap macam tugasnya;
c. jenis, jumlah dan kondisi peralatan;
d. jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan;
e. keadaan cuaca termasuk hujan, banjir dan peristiwa alam
lainnya yang berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan;
dan
f. catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan.

53.4 Laporan harian dibuat oleh penyedia, apabila diperlukan


diperiksa oleh konsultan dan disetujui oleh wakil PPK.

53.5 Laporan mingguan terdiri dari rangkuman laporan harian dan


berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu
minggu, serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan.

53.6 Laporan bulanan terdiri dari rangkuman laporan mingguan


dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu
bulan, serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan.

53.7 Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek, PPK membuat


foto-foto dokumentasi pelaksanaan pekerjaan di lokasi
pekerjaan.

54. Kepemilikan Semua rancangan, gambar, spesifikasi, desain, laporan, dan dokumen-
Dokumen dokumen lain serta piranti lunak yang dipersiapkan oleh penyedia
berdasarkan Kontrak ini sepenuhnya merupakan hak milik PPK.
Penyedia paling lambat pada waktu pemutusan atau akhir Masa
Kontrak berkewajiban untuk menyerahkan semua dokumen dan
piranti lunak tersebut beserta daftar rinciannya kepada PPK. Penyedia
dapat menyimpan 1 (satu) buah salinan tiap dokumen dan piranti
lunak tersebut. Pembatasan (jika ada) mengenai penggunaan dokumen
dan piranti lunak tersebut di atas di kemudian hari diatur dalam SSKK.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


55. Kerjasama 55.1 Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut harus diatur
Antara dalam Kontrak dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK.
Penyedia
dan Sub 55.2 Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagian pekerjaan yang
Penyedia disubkontrakkan tersebut.

55.3 Ketentuan-ketentuan dalam subkontrak harus mengacu kepada


Kontrak serta menganut prinsip kesetaraan.

56. Usaha 56.1 Penyedia dapat bekerja sama dengan Usaha Mikro, Usaha Kecil
Mikro, dan koperasi kecil, antra lain dengan mensubkontrakkan
Usaha Kecil sebagian pekerjaanya.
dan
Koperasi 56.2 Dalam melaksanakan kewajiban di atas penyedia terpilih tetap
Kecil bertanggungjawab penuh atas keseluruhan pekerjaan tersebut.

56.3 Bentuk kerjasama tersebut hanya untuk sebagian pekerjaan


yang bukan pekerjaan utama.

56.4 Membuat laporan periodik mengenai pelaksanaan ketetapan di


atas.

56.5 Apabila ketentuan tersebut di atas dilanggar, maka penyedia


dikenakan sanksi yang diatur dalam SSKK.

57. Penyedia Penyedia berkewajiban untuk bekerjasama dan menggunakan lokasi


Lain kerja bersama dengan penyedia yang lain (jika ada) dan pihak lainnya
yang berkepentingan atas lokasi kerja. Jika dipandang perlu, PPK dapat
memberikan jadwal kerja penyedia yang lain di lokasi kerja.

58. Keselamatan Penyedia bertanggung jawab atas keselamatan semua pihak di lokasi
kerja.

59. Pembayaran Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial berupa


Denda Denda sebagai akibat wanprestasi atau cidera janji terhadap
kewajiban-kewajiban penyedia dalam Kontrak ini. PPK mengenakan
Denda dengan memotong angsuran pembayaran prestasi pekerjaan
penyedia. Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab
kontraktual penyedia.

60. Jaminan 60.1 Jaminan Pelaksanaan diberikan kepada PPK selambat-


lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya
Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) sebelum
dilakukan penandatanganan kontrak dengan besar:
a. 5% (lima perseratus) dari nilai kontrak; atau
b. 5% (lima perseratus) dari nilai total Harga Perkiraan Sendiri
(HPS) bagi penawaran yang lebih kecil dari 80% (delapan
puluh perseratus) HPS.

60.2 Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan paling kurang sejak


Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
tanggal penanda-tanganan kontrak sampai dengan serah
terima pertama pekerjaan (Provisional Hand Over/PHO).

60.3 Jaminan Pelaksanaan dikembalikan setelah pekerjaan


dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus) dan diganti
dengan Jaminan Pemeliharaan atau menahan uang retensi
sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai kontrak;

60.4 Jaminan Uang Muka diberikan kepada PPK dalam rangka


pengambilan uang muka dengan nilai 100% (seratus
perseratus) dari besarnya uang muka;

60.5 Nilai Jaminan Uang Muka dapat dikurangi secara proporsional


sesuai dengan pencapaian prestasi pekerjaan;

60.6 Masa berlaku Jaminan Uang Muka paling kurang sejak tanggal
persetujuan pemberian uang muka sampai dengan tanggal
penyerahan pertama pekerjaan (PHO).

60.7 Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada PPK setelah pekerjaan


dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus).

60.8 Pengembalian Jaminan Pemeliharan dilakukan paling lambat


14 (empat belas) hari kerja setelah masa pemeliharaan selesai
dan pekerjaan diterima dengan baik sesuai dengan ketentuan
kontrak;

60.9 Masa berlaku Jaminan Pemeliharaan paling kurang sejak


tanggal serah terima pertama pekerjaan (PHO) sampai dengan
tanggal penyerahan akhir pekerjaan (Final Hand Over/FHO);

D. HAK DAN KEWAJIBAN PPK

61. Hak dan PPK memiliki hak dan kewajiban :


Kewajiban a. mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh
PPK penyedia;
b. meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan
pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia;
c. membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam
kontrak yang telah ditetapkan kepada penyedia;
d. mengenakan denda keterlambatan (apabila ada);
e. membayar uang muka (apabila diberikan);
f. memberikan instruksi sesuai jadwal;
g. membayar ganti rugi, melindungi dan membela Penyedia terhadap
tuntuan hukum, tuntutan lainnya dan tanggungan yang timbul
karena kesalahan, kecerobohan dan pelanggaran kontrak yang
dilakukan PPK; dan
h. mengusulkan penetapan sanksi Daftar Hitam kepada PA/KPA
(apabila ada).

62. Fasilitas PPK dapat memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana atau
kemudahan lainnya (jika ada) yang tercantum dalam SSKK untuk
kelancaran pelaksanan pekerjaan ini.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


63. Peristiwa 63.1 Peristiwa Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia dalam
Kompensasi hal sebagai berikut:
a. PPK mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi
pelaksanaan pekerjaan;
b. keterlambatan pembayaran kepada penyedia;
c. PPK tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi
dan/atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan;
d. penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal dalam
kontrak;
e. PPK menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk
melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan
pengujian ternyata tidak ditemukan
kerusakan/kegagalan/penyimpangan;
f. PPK memerintahkan penundaan pelaksanaan pekerjaan;
g. PPK memerintahkan untuk mengatasi kondisi tertentu yang
tidak dapat diduga sebelumnya dan disebabkan oleh PPK;
h. ketentuan lain dalam SSKK.

63.2 Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan pengeluaran


tambahan dan/atau keterlambatan penyelesaian pekerjaan
maka PPK berkewajiban untuk membayar ganti rugi dan/atau
memberikan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan.

63.3 Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika berdasarkan data


penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh
penyedia kepada PPK, dapat dibuktikan kerugian nyata akibat
Peristiwa Kompensasi.

63.4 Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian


pekerjaan akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka
penyedia berhak untuk meminta perpanjangan waktu
Penyelesaian berdasarkan data penunjang dan perhitungan
kompensasi yang diajukan oleh Penyedia kepada PPK.
Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan melalui
adendum Kontrak jika perpanjangan tersebut mengubah Masa
Kontrak.

63.5 Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/atau perpanjangan


waktu penyelesaian pekerjaan jika penyedia gagal atau lalai
untuk memberikan peringatan dini dalam mengantisipasi atau
mengatasi dampak Peristiwa Kompensasi.

E. PERSONIL DAN/ATAU PERALATAN PENYEDIA

64. Personil Inti 64.1 Personil inti dan/atau peralatan yang ditempatkan harus sesuai
dan/atau dengan yang tercantum dalam Dokumen Penawaran.
Peralatan
64.2 Penggantian personil inti dan/atau peralatan tidak boleh
dilakukan kecuali atas persetujuan tertulis PPK.

64.3 Penggantian personil inti dilakukan oleh penyedia dengan


mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada PPK dengan
melampirkan riwayat hidup/pengalaman kerja personil inti
yang diusulkan beserta alasan penggantian.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


64.4 PPK dapat menilai dan menyetujui penempatan/penggantian
personil inti dan/atau peralatan menurut kualifikasi yang
dibutuhkan.

64.5 Jika PPK menilai bahwa personil inti:


a. tidak mampu atau tidak dapat melakukan pekerjaan dengan
baik;
b. berkelakuan tidak baik; atau
c. mengabaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya;
maka penyedia berkewajiban untuk menyediakan pengganti
dan menjamin personil inti tersebut meninggalkan lokasi kerja
dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak diminta oleh PPK.

64.6 Jika penggantian personil inti dan/atau peralatan perlu


dilakukan, maka penyedia berkewajiban untuk menyediakan
pengganti dengan kualifikasi yang setara atau lebih baik dari
personil inti dan/atau peralatan yang digantikan tanpa biaya
tambahan apapun.

64.7 Personil inti berkewajiban untuk menjaga kerahasiaan


pekerjaannya. Jika diperlukan oleh PPK, Personil inti dapat
sewaktu-waktu disyaratkan untuk menjaga kerahasiaan
pekerjaan di bawah sumpah.

F. PEMBAYARAN KEPADA PENYEDIA

65. Harga 65.1 PPK membayar kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan
Kontrak dalam kontrak sebesar harga kontrak.

65.2 Harga kontrak telah memperhitungkan keuntungan, beban


pajak dan biaya overhead serta biaya asuransi yang meliputi
juga biaya keselamatan dan kesehatan kerja.

65.3 [Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum


dalam daftar kuantitas dan harga (untuk kontrak harga satuan
atau Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan).]

66. Pembayaran 65.1 Uang muka


a. uang muka dibayar untuk membiayai mobilisasi peralatan,
personil, pembayaran uang tanda jadi kepada pemasok
bahan/material dan persiapan teknis lain;
b. besaran uang muka ditentukan dalam SSKK dan dibayar
setelah penyedia menyerahkan Jaminan Uang Muka senilai
uang muka yang diterima;
c. dalam hal PPK menyediakan uang muka maka Penyedia
harus mengajukan permohonan pengambilan uang muka
secara tertulis kepada PPK disertai dengan rencana
penggunaan uang muka untuk melaksanakan pekerjaan
sesuai Kontrak;
d. PPK harus mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP)
kepada Pajabat Penandatangan Surat Perintah Membayar
(PPSPM) untuk permohonan tersebut pada huruf c, paling
lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah Jaminan Uang Muka
diterima;
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
e. Jaminan Uang Muka diterbitkan oleh bank umum,
perusahaan penjaminan, atau Perusahaan Asuransi Umum
yang memiliki izin untuk menjual produk jaminan
(suretyship) yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan;
f. pengembalian uang muka harus diperhitungkan berangsur-
angsur secara proporsional pada setiap pembayaran prestasi
pekerjaan dan paling lambat harus lunas pada saat
pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus perseratus).

65.2 Prestasi pekerjaan


a. pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati
dilakukan oleh PPK, dengan ketentuan:
1) penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan
kemajuan hasil pekerjaan;
2) pembayaran dilakukan dengan sistem bulanan, sistem
termin atau pembayaran secara sekaligus, sesuai
ketentuan dalam SSKK;
3) pembayaran dilakukan senilai pekerjaan yang telah
terpasang, tidak termasuk bahan/material dan
peralatan yang ada di lokasi pekerjaan;
4) pembayaran harus dipotong angsuran uang muka,
denda (apabila ada), pajak dan uang retensi; dan
5) untuk kontrak yang mempunyai sub kontrak,
permintaan pembayaran harus dilengkapi bukti
pembayaran kepada seluruh sub penyedia sesuai
dengan prestasi pekerjaan.
b. pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah pekerjaan
selesai 100% (seratus perseratus) dan Berita Acara
penyerahan pertama pekerjaan diterbitkan;
c. PPK dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah
pengajuan permintaan pembayaran dari penyedia harus
sudah mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP)
kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar
(PPSPM);
d. bila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran,
tidak akan menjadi alasan untuk menunda pembayaran.
PPK dapat meminta penyedia untuk menyampaikan
perhitungan prestasi sementara dengan mengesampingkan
hal-hal yang sedang menjadi perselisihan.

65.3 Denda dan ganti rugi


a. denda merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada
penyedia;
b. ganti rugi merupakan sanksi finansial yang dikenakan
kepada PPK karena terjadinya cidera janji/wanprestasi;
c. besarnya denda yang dikenakan kepada penyedia atas
keterlambatan penyelesaian pekerjaan untuk setiap hari
keterlambatan adalah:
1) 1/1000 (satu perseribu) dari sisa harga bagian kontrak
yang belum dikerjakan, apabila bagian pekerjaan yang
sudah dilaksanakan dapat berfungsi; atau
2) 1/1000 (satu perseribu) dari harga kontrak, apabila
bagian pekerjaan yang sudah dilaksanakan belum
berfungsi.
sesuai yang ditetapkan dalam SSKK;
d. besarnya ganti rugi yang dibayar oleh PPK atas
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga dari nilai
tagihan yang terlambat dibayar, berdasarkan tingkat suku
bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank
Indonesia, atau dapat diberikan kompensasi;
e. pembayaran denda dan/atau ganti rugi diperhitungkan
dalam pembayaran prestasi pekerjaan;
f. ganti rugi dan kompensasi kepada peserta dituangkan
dalam adendum kontrak;
g. pembayaran ganti rugi dan kompensasi dilakukan oleh PPK,
apabila penyedia telah mengajukan tagihan disertai
perhitungan dan data-data.

67. Hari Kerja 67.1 Semua pekerja dibayar selama hari kerja dan datanya disimpan
oleh penyedia. Daftar pembayaran ditandatangani oleh
masing-masing pekerja dan dapat diperiksa oleh PPK.

67.2 Penyedia harus membayar upah hari kerja kepada tenaga


kerjanya setelah formulir upah ditandatangani.

67.3 Jam kerja dan waktu cuti untuk pekerja harus dilampirkan.

68. Perhitungan 68.1 Pembayaran angsuran prestasi pekerjaan terakhir dilakukan


Akhir setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen) dan berita
acara penyerahan awal telah ditandatangani oleh kedua belah
Pihak.

68.2 Sebelum pembayaran terakhir dilakukan, penyedia


berkewajiban untuk menyerahkan kepada Pengawas Pekerjaan
rincian perhitungan nilai tagihan terakhir yang jatuh tempo.
PPK berdasarkan hasil penelitian tagihan oleh Pengawas
Pekerjaan berkewajiban untuk menerbitkan SPP untuk
pembayaran tagihan angsuran terakhir selambat-lambatnya 7
(tujuh) hari kerja terhitung sejak tagihan dan kelengkapan
dokumen penunjang diterima oleh Pengawas Pekerjaan.

69. Penangguha 69.1 PPK dapat menangguhkan pembayaran setiap angsuran


n prestasi pekerjaan penyedia jika penyedia gagal atau lalai
memenuhi kewajiban kontraktualnya, termasuk penyerahan
setiap Hasil Pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah
ditetapkan.

69.2 PPK secara tertulis memberitahukan kepada penyedia tentang


penangguhan hak pembayaran, disertai alasan-alasan yang
jelas mengenai penangguhan tersebut. Penyedia diberi
kesempatan untuk memperbaiki dalam jangka waktu tertentu.

69.3 Pembayaran yang ditangguhkan harus disesuaikan dengan


proporsi kegagalan atau kelalaian penyedia.

69.4 Jika dipandang perlu oleh PPK, penangguhan pembayaran


akibat keterlambatan penyerahan pekerjaan dapat dilakukan
bersamaan dengan pengenaan denda kepada penyedia.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


70. [Penyesuaia 70.1 [Harga yang tercantum dalam kontrak dapat berubah akibat
n Harga adanya penyesuaian harga sesuai dengan peraturan yang
(Untuk berlaku.
Kontrak
Harga 70.2 Penyesuaian harga diberlakukan pada Kontrak Tahun Jamak
Satuan atau yang masa pelaksanaannya lebih dari 12 (dua belas) bulan dan
Kontrak diberlakukan mulai bulan ke-13 (tiga belas) sejak pelaksanaan
Gabungan pekerjaan.
Lump Sum
dan Harga 70.3 Penyesuaian harga diberlakukan terhadap Kontrak Tahun
Satuan)] Jamak yang berbentuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak
Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan yang mengacu pada
Dokumen Pengadaan dan/atau perubahan Dokumen
Pengadaan, yang selanjutnya dituangkan dalam SSKK.

70.4 Penyesuaian Harga Satuan berlaku bagi seluruh kegiatan/mata


pembayaran, kecuali komponen keuntungan dan biaya
overhead sebagaimana tercantum dalam penawaran.

70.5 Penyesuaian Harga Satuan diberlakukan sesuai dengan jadwal


pelaksanaan yang tercantum dalam kontrak awal/adendum
kontrak.

70.6 Penyesuaian Harga Satuan bagi komponen pekerjaan yang


berasal dari luar negeri, menggunakan indeks penyesuaian
harga dari negara asal barang tersebut.

70.7 Jenis pekerjaan baru dengan Harga Satuan baru sebagai akibat
adanya adendum kontrak dapat diberikan penyesuaian harga
mulai bulan ke-13 (tiga belas) sejak adendum kontrak tersebut
ditandatangani.
70.8 Kontrak yang terlambat pelaksanaannya disebabkan oleh
kesalahan Penyedia diberlakukan penyesuaian harga
berdasarkan indeks harga terendah antara jadwal awal dengan
jadwal realisasi pekerjaan.

70.9 Penyesuaian Harga Satuan, ditetapkan dengan rumus sebagai


berikut:
Hn = Ho (a+b.Bn/Bo+c.Cn/Co+d.Dn/Do+.....)
Hn = Harga Satuan pada saat pekerjaan dilaksanakan;
Ho = Harga Satuan pada saat harga penawaran;
a = Koefisien tetap yang terdiri atas keuntungan dan
overhead;
Dalam hal penawaran tidak mencantumkan besaran
komponen keuntungan dan overhead maka a = 0,15.
b, c, d = Koefisien komponen kontrak seperti tenaga kerja,
bahan, alat kerja, dsb;
Penjumlahan a+b+c+d+....dst adalah 1,00.
Bn, Cn, Dn = Indeks harga komponen pada saat pekerjaan
dilaksanakan (mulai bulan ke-13 setelah
penandatanganan kontrak).
Bo, Co, Do = Indeks harga komponen pada bulan ke-12 setelah
penanda-tanganan kontrak.

70.10 Penetapan koefisien bahan, tenaga kerja dan alat kerja


Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
ditetapkan dalam SSKK.

70.11 Indeks harga yang digunakan bersumber dari penerbitan BPS.

70.12 Dalam hal indeks harga tidak dimuat dalam penerbitan BPS,
digunakan indeks harga yang dikeluarkan oleh instansi teknis.

70.13 Rumusan penyesuaian nilai kontrak ditetapkan sebagai berikut:


Pn = (Hn1xV1)+(Hn2xV2)+(Hn3xV3)+.... dst
Pn = Nilai Kontrak setelah dilakukan penyesuaian Harga
Satuan;
Hn = Harga Satuan baru setiap jenis komponen pekerjaan
setelah dilakukan penyesuaian harga menggunakan
rumusan penyesuaian Harga Satuan;
V = Volume setiap jenis komponen pekerjaan yang
dilaksanakan.

70.14 Pembayaran penyesuaian harga dilakukan oleh PPK, apabila


penyedia telah mengajukan tagihan disertai perhitungan dan
data-data;

70.15 Penyedia dapat mengajukan secara berkala selambat-


lambatnya setiap 6 (enam) bulan.]

G. PENGAWASAN MUTU

71. Pengawasan PPK berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap


dan pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. Apabila
Pemeriksaan diperlukan, PPK dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk
melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan
pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia.

72. Penilaian 72.1 PPK dalam masa pelaksanaan pekerjaan dapat melakukan
Pekerjaan penilaian atas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia.
Sementara
oleh PPK 72.2 Penilaian atas hasil pekerjaan dilakukan terhadap mutu dan
kemajuan fisik pekerjaan.

73. Cacat Mutu PPK atau Pengawas Pekerjaan akan memeriksa setiap Hasil Pekerjaan
dan memberitahukan penyedia secara tertulis atas setiap Cacat Mutu
yang ditemukan. PPK atau Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan
penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan Cacat Mutu, serta
menguji Hasil Pekerjaan yang dianggap oleh PPK atau Pengawas
Pekerjaan mengandung Cacat Mutu. Penyedia bertanggung jawab atas
perbaikan Cacat Mutu selama Masa Kontrak dan Masa Pemeliharaan.

74. Pengujian Jika PPK atau Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk
melakukan pengujian Cacat Mutu yang tidak tercantum dalam
Spesifikasi Teknis dan Gambar, dan hasil uji coba menunjukkan
adanya Cacat Mutu maka penyedia berkewajiban untuk menanggung
biaya pengujian tersebut. Jika tidak ditemukan adanya Cacat Mutu
maka uji coba tersebut dianggap sebagai Peristiwa Kompensasi.
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
75. Perbaikan 75.1 PPK atau Pengawas Pekerjaan akan menyampaikan
Cacat Mutu pemberitahuan Cacat Mutu kepada penyedia segera setelah
ditemukan Cacat Mutu tersebut. Penyedia bertanggung jawab
atas cacat mutu selama Masa Kontrak dan Masa Pemeliharaan.

75.2 Terhadap pemberitahuan Cacat Mutu tersebut, penyedia


berkewajiban untuk memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka
waktu yang ditetapkan dalam pemberitahuan.

75.3 Jika penyedia tidak memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka


waktu yang ditentukan maka PPK, berdasarkan pertimbangan
Pengawas Pekerjaan, berhak untuk secara langsung atau
melalui pihak ketiga yang ditunjuk oleh PPK melakukan
perbaikan tersebut. Penyedia segera setelah menerima klaim
PPK secara tertulis berkewajiban untuk mengganti biaya
perbaikan tersebut. PPK dapat memperoleh penggantian biaya
dengan memotong pembayaran atas tagihan penyedia yang
jatuh tempo (jika ada) atau uang retensi atau pencairan Surat
Jaminan Pemeliharaan atau jika tidak ada maka biaya
penggantian akan diperhitungkan sebagai utang penyedia
kepada PPK yang telah jatuh tempo.

75.4 PPK dapat mengenakan Denda Keterlambatan untuk setiap


keterlambatan perbaikan Cacat Mutu, dan mendaftarhitamkan
penyedia.

76. Kegagalan 76.1 Jika Hasil Pekerjaan sebagaimana ditetapkan dalam SSKK
Bangunan berupa bangunan maka PPK dan/atau penyedia terhitung sejak
tanggal penandatanganan berita acara penyerahan akhir
bertanggung jawab atas kegagalan bangunan sesuai dengan
kesalahan masing-masing selama umur konstruksi yang
tercantum dalam SSKK tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh)
tahun.

76.2 Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan


menanggung tanpa batas PPK beserta instansinya terhadap
semua bentuk tuntutan, tanggung jawab, kewajiban,
kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum,
proses pemeriksaan hukum, dan biaya yang dikenakan
terhadap PPK beserta instansinya (kecuali kerugian yang
mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau
kelalaian PPK) sehubungan dengan klaim kehilangan atau
kerusakan harta benda, dan cidera tubuh, sakit atau kematian
pihak ketiga yang timbul dari kegagalan bangunan.

76.3 Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak


membatasi kewajiban penanggungan penyedia dalam angka 70
ini.

76.4 Penyedia berkewajiban untuk menyimpan dan memelihara


semua dokumen yang digunakan dan terkait dengan
pelaksanaan ini selama umur konstruksi yang tercantum dalam
SSKK tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun.
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
H. PENYELESAIAN PERSELISIHAN

77. Penyelesaia 77.1 Para Pihak berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh


n menyelesaikan secara damai semua perselisihan yang timbul
Perselisihan dari atau berhubungan dengan Kontrak ini atau interpretasinya
selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan ini.

77.2 Penyelesaian perselisihan atau sengketa antara para pihak


dalam Kontrak dapat dilakukan melalui musyawarah, arbitrase,
mediasi, konsiliasi atau pengadilan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.

78. Itikad Baik 78.1 Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang
disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak.

78.2 Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur


tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak.

78.3 .............................................................................................................. A
pabila selama kontrak, salah satu pihak merasa dirugikan,
maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi
keadaan tersebut.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


BAB XI. SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK)

A. Korespondensi Alamat Para Pihak sebagai berikut:

Satuan Kerja PPK:


Nama :__________
Alamat :__________ _______
Telepon :__________ _______
Website :__________ _______
Faksimili :__________ _______
e-mail :__________ _______

Penyedia:
Nama :__________
Alamat :__________ _______
Telepon :__________ _______
Website :__________ _______
Faksimili :__________ _______
e-mail :__________

B. Wakil Sah Para Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut:


Pihak
Untuk PPK :___________________________

Untuk Penyedia :_______________


Pengawas Pekerjaan ________ sebagai wakil sah PPK (apabila
ada)

C. Tanggal Kontrak mulai berlaku sejak: ________ s.d. ________


Berlaku
Kontrak
Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan selama :
D. Jadwal Pelaksanaan
_____ ( ______ ) (hari kalender/bulan/tahun)
Pekerjaan
E. Masa Pemeliharaan Masa Pemeliharaan berlaku selama: __(_____) (bulan/tahun)

F. Umur Konstruksi Bangunan Hasil Pekerjaan memiliki umur konstruksi: ____


(__________) tahun sejak tanggal penanda-tanganan Berita
Acara penyerahan akhir.

G. Pedoman Gambar ‖As built‖ dan/atau pedoman pengoperasian dan


Pengoperasian dan perawatan harus diserahkan selambat-lambatnya: ___
Perawatan (__________) hari kalender/bulan/tahun setelah tanggal
penandatanganan Berita Acara penyerahan awal.
H. Pembayaran Batas akhir waktu yang disepakati untuk penerbitan SPP oleh
Tagihan PPK untuk pembayaran tagihan angsuran adalah ______ hari
kalender terhitung sejak tagihan dan kelengkapan dokumen
penunjang yang tidak diperselisihkan diterima oleh PPK.
I. Pencairan Jaminan Jaminan dicairkan dan disetorkan pada _______ [Kas
Negara/Kas Daerah]
J. Tindakan Penyedia Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan persetujuan
yang Mensyaratkan PPK adalah: __________
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
Persetujuan PPK
atau Pengawas
Pekerjaan Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan persetujuan
Pengawas Pekerjaan adalah: __________
K. Kepemilikan Penyedia diperbolehkan menggunakan salinan dokumen dan
Dokumen piranti lunak yang dihasilkan dari Pekerjaan Konstruksi ini
dengan pembatasan sebagai berikut: __________
L. Fasilitas PPK akan memberikan fasilitas berupa :
_________________
M. Sumber Pembiayaan Kontrak Pengadaan Pekerjaan Konstruksi ini dibiayai dari
__________________ [APBN/APBD]
N. Pembayaran Uang Pekerjaan Konstruksi ini dapat diberikan uang muka
Muka (YA/TIDAK).

[jika ‖YA‖]
Uang muka diberikan sebesar __% (________ per seratus) dari
Nilai Kontrak
O. Pembayaran Prestasi Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan cara:
Pekerjaan (Termin/Bulanan/Sekaligus).

Pembayaran berdasarkan cara tersebut di atas dilakukan


dengan ketentuan sebagai berikut: __________
Dokumen penunjang yang disyaratkan untuk mengajukan
tagihan pembayaran prestasi pekerjaan: __________
P. [Penyesuaian Harga] 1. [Untuk Penyesuaian Harga digunakan indeks yang
dikeluarkan oleh _________ [BPS/Instansi Teknis Lainnya]

2. Indeks yang dipergunakan adalah indeks _______


(perdagangan, industri, impor, dll) sebesar_______

3. Koefisien tetap adalah sebesar____________

4. Koefisien komponen kontrak adalah sebesar__________]


Q. Peristiwa Ketentuan selain yang diatur dalam SSUK mengenai
Kompensasi pemberian peristiwa kompensasi adalah: ________ (apabila
ada)
R. Denda Untuk pekerjaan ini besar denda keterlambatan untuk setiap
hari keterlambatan adalah 1/1000 (satu perseribu) dari [harga
kontrak/harga bagian kontrak yang belum dikerjakan]
S. Sanksi Pelanggaran terhadap ketentuan Pengalihan dan/atau
Subkontrak dikenakan sanksi _________
T. Penyelesaian Jika perselisihan Para Pihak mengenai pelaksanaan Kontrak
Perselisihan tidak dapat diselesaikan secara damai maka Para Pihak
menetapkan lembaga penyelesaian perselisihan tersebut di
bawah sebagai Pemutus Sengketa:

[Pengadilan Republik Indonesia yang berkompeten/Badan


Arbitrase Nasional Indonesia (BANI)]

[Jika BANI yang dipilih sebagai Lembaga Pemutus Sengketa


Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
maka cantumkan klausul arbitrase berikut tepat di bawah
pilihan yang dibuat di atas:

―Semua sengketa yang timbul dari Kontrak ini, akan


diselesaikan dan diputus oleh Badan Arbitrase Nasional
Indonesia (BANI) menurut peraturan-peraturan administrasi
dan peraturan-peraturan prosedur arbitrase BANI, yang
keputusannya mengikat kedua belah pihak yang bersengketa
sebagai keputusan tingkat pertama dan terakhir. Para Pihak
setuju bahwa jumlah arbitrator adalah 3 (tiga) orang. Masing-
masing Pihak harus menunjuk seorang arbitrator dan kedua
arbitrator yang ditunjuk oleh Para Pihak akan memilih
arbitrator ketiga yang akan bertindak sebagai pimpinan
arbitrator.‖]

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


Lampiran A – Syarat-Syarat Khusus Kontrak
Personil Inti, Subpenyedia dan Peralatan

- Personil Inti yang ditugaskan: [cantumkan nama, uraian detil tanggung jawab kerja,
minimum kualifikasi, dan jumlah orang bulan]

- Subpenyedia yang ditunjuk: [cantumkan nama Subpenyedia (jika ada) berikut uraian
personilnya seperti uraian personil Penyedia di atas]

- Peralatan yang digunakan: [cantumkan jenis peralatan khusus yang disyaratkan untuk
pelaksanaan pekerjaan]

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


BAB XII. SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR

PEKERJAAN SIPIL DAN ARSITEKTUR

PASAL 1
PEKERJAAN PERSIAPAN

1 Sebelum rekanan pemborong mengadakan persiapan dilokasi, sebelumnya harus


memenuhi prosedur tentang tata cara perijinan / perkenan untuk memulai dengan
persiapan-persiapan pembangunan kepada Pemerintah Daerah setempat yang
bersangkutan, terutama tentang dimana harus membangun bangunan sementara
(bouwkeet), bahan-bahan bangunan, jalan masuk dan sebagainya.
2 Pada saat mengadakan persiapan dan pengukuran Direksi lapangan sudah harus
mulai aktif untuk mengadakan pengawasan sesuai dengan tugasnya.
3 Untuk menghindari keraguan konstruksi, maka sebelum tiap-tiap bagian pekerjaan
dilaksanakan, diharuskan mendapat ijin tertulis dari Direksi lapangan untuk dapat
meneruskan bagian dari pekerjaan tersebut secara berkala.
4 Bila terjadi ketidak sesuaian antara batas-batas / letak tanah yang tersedia dengan
apa yang terlukis dalam gambar maka pemborong harus segera memberitahukan
secara tertulis kepada Penanggung Jawab Kegiatan dan Pengawas untuk
mendapatkan keputusan.
5 Pembongkaran dilaksanakan disesuaikan dengan ketentuan gambar yang ada /
petunjuk dari pengawas / direksi lapangan.

PASAL 2
PEKERJAAN URUGAN PASIR

1 Pekerjaan ini meliputi seluruh pekerjaan urugan pasir bawah lantai keramik seperti
yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar.
2 Bahan yang dipergunakan terdiri dari pasir yang baik, bebas dari bahan organik yang
dapat merusak struktur bangunan .
3 Penghamparan lapisan pasir dilakukan dengan ketebalan 10 cm, sehingga mencapai
ketebalan yang dinyatakan dalam gambar.

PASAL 3
PEKERJAAN BETON BERTULANG

3.1. LINGKUP PEKERJAAN


Bagian ini meliputi mulai dari pengadaan bahan-bahan, peralatan, tenaga/ personil dan
jasa-jasa lain sehubungan dengan pekerjaan beton bertulang untuk pembuatan pondasi
dan rangka bangunan ini sesuai dengan gambar rencana dan persyaratan-persyaratan
yang ada dalam rencana kerja dan syarat-syarat teknis ini.
Dalam hal ini Kontraktor harus menyediakan tenaga, dan segala peralatan serta
perlengkapan yang ada kaitannya dengan pekerjaan beton bertulang sesuai dengan
kapasitas yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan tersebut.
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
3.2. PENGENDALIAN PEKERJAAN
Kecuali disebutkan lain, maka semua pekerjaan beton bertulang harus mengikuti
ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
NI-2-PBI 1971 = Peraturan Beton Indonesia (1971)
SK SNI T-15-1991-03 = Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk
Bangunan Gedung
NI-3-1970 = Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia
PUUDI-1982 = Persyaratan Umum Beban Bangunan di Indonesia
SII = Standar Industri Indonesia
SII 0136-84 = Baja Tulangan Beton
SII 0784-83 = Jaringan Kawat Baja Las untuk Tulangan Beton
American Society for Testing Materials (ASTM 1993)
ASTM C13-88 = Method of Making and Curing Concrete Test Specimens
ASTM C33-86 = Specification for Concrete Aggregates
ASTM C39-86 = Test Method for Compressive Strength for Cylindrical
ASTM C42-87 = Method of Obtaining and Testing Drilled Cores and
Sawed Beams of Concrete
ASTM C143-89 = Test Method for Slump of Portland Cement Concrete
ASTM C150-86 = Specification for Portland Cement
ASTM C172-82 = Method for Air Content of Freshly Mixed Concrete by the
Pressure Method
ASTM C260-86 = Air-Entraining Admixtures for Concrete
ASTM C330-85 = Specification for Lightweight Aggregates for Structural
Concrete
ASTM C494-92 = Standar Specification for Chemical Admixtures for
Concrete

3.3. PEKERJAAN BETON COR DI TEMPAT

3.3.1 BAHAN-BAHAN
Untuk pekerjaan beton cor ditempat ini, harus menggunakan adukan beton
siap pakai (ready mixed concrete). Proses dilaksanakan dengan mesin
Batching Plant Fully Automatic Computerized System dengan printer memory.
a. Aggregat Kasar

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


- Agregat kasar berupa batu pecah yang diperoleh dari pemecahan batu
dengan Wet System Stone Crusher.
- Agregat kasar harus sesuai dengan spesifikasi agregat kasar untuk
beton menurut ASTM C33-86.
- Ukuran terbesar agregat kasar adalah 2,5 cm.
- Sistem penyimpanan harus sedemikian rupa agar memudahkan
pekerjaan dan menjaga agar tidak terjadi kontaminasi bahan yang tidak
diinginkan.
- Agregat kasar untuk beton harus terdiri dari butiran-butiran yang kasar,
keras tidak berpori dan berbentuk kubus. Bila ada butir-butir yang pipih
jumlahnya tidak boleh melampaui 20 % dari jumlah berat seluruhnya.
- Agregat kasar tidak boleh mengalami pembubukan hingga melebihi 50
% kehilangan berat menurut test mesin Los Angeles
- Agregat kasar harus bersih dari zat-zat organis, zat-zat reaktif alkali
atau substansi yang merusak beton.
- Kontraktor harus mengirimkan contoh bahan untuk agregat kasar yang
akan digunakan untuk campuran beton oleh sub kontraktor ready
mixed. Selanjutnya bahan agregat tersebut dikirim ke laboratorium yang
disetujui oleh Pengawas untuk diuji, apabila hasil pengujian
menunjukkan bahwa material tersebut tidak memenuhi syarat untuk
pembuatan campuran beton K-225 dan K-300, Pengawas berhak untuk
menolak bahan agregat kasar tersebut untuk digunakan. Biaya-biaya
yang timbul untuk pengujian di laboratorium adalah menjadi
tanggungan kontraktor dan harus sudah termasuk dalam penawaran
harga satuan beton bertulang.

Gradasi

Saringan Ukuran (mm) % Lewat saringan


1" 25 100
3/4" 20 90-100
3/8" 9,5 20-55
No.4 4,76 0-10

b. Agregat Halus

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


- Agregat halus dapat digunakan pasir alam yang berasal dari daerah
setempat dengan catatan memenuhi syarat seperti yang tercantum
dalam PBI'71 untuk Agregat Halus.
- Pasir harus bersih dari bahan organik, zat-zat alkali dan substansi-
substansi yang merusak beton.
- Pasir laut tidak boleh digunakan untuk beton.
- Pasir harus terdiri dari partikel-partikel yang tajam dan keras.
- Cara dan penyiapan harus sedemikian rupa agar menjamin kemudahan
pelaksanaan pekerjaan dan menjaga agar tidak terjadi kontaminasi
yang tidak diinginkan.
- Kontraktor harus mengirimkan contoh bahan pasir yang akan digunakan
untuk campuran beton oleh sub kontraktor ready mixed. Selanjutnya
bahan pasir tersebut dikirim ke laboratorium yang disetujui oleh
Pengawas untuk diuji, apabila hasil pengujian menunjukkan bahwa
material tersebut tidak memenuhi syarat seperti yang telah ditentukan,
maka Pengawas berhak untuk menolak bahan pasir tersebut untuk
digunakan. Segala biaya yang timbul untuk pelaksanaan pengujian
bahan di laboratorium adalah menjadi tanggungan kontraktor dan
harus sudah termasuk dalam harga satuan penawaran beton bertulang.
Gradasi

Saringan Ukuran (mm) % Lewat saringan


3/8" 9,5 100
No.4 4,76 90-100
No.8 2,38 80-100
No.16 1,19 50-85
No.30 0,595 25-65
No.50 0,297 10-30
No.100 0,147 5-10
No.200 0,074 0-5

b. PC (Portland Cement)
Semen yang harus dipakai adalah semen dengan mutu yang disyaratkan
sesuai dengan NI-bab 3.2. Kontraktor harus mengusahakan agar satu
merk semen saja yang dipakai untuk seluruh pekerjaan beton. Semen ini
harus dibawa ke tempat pekerjaan dalam zak yang tertutup oleh pabrik

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


dan terlindung serta harus dalam jumlah sesuai dengan urutan
pengirimannya.
Penyimpanannya harus dilaksanakan dalam tempat-tempat rapat air
dengan lantai terangkat dan ditumpuk sesuai urutan pengiriman. Semen
yang rusak atau tercampur apapun tidak boleh dipakai dan harus
dikeluarkan dari lapangan.

d. Air
Air untuk campuran beton harus bersih dan jernih sesuai dengan
persyaratan dalam NI-2 Bab 3.6. Sebelum air untuk pengecoran beton
dipergunakan, harus terlebih dahulu diperiksakan pada Laboratorium
PAM/PDAM setempat yang disetujui Pengawas dengan biaya sepenuhnya
ditanggung oleh Kontraktor. Kontraktor harus menyediakan air atas biaya
sendiri.

e. Additive
Dalam hal digunakan bahan additive dalam campuran beton, maka
kontraktor harus mendiskusikan terlebih dahulu dari penggunaan bahan-
bahan additive tersebut guna mendapatkan persetujuan dan petunjuk-
petunjuk mengenai cara-cara pelaksanaannya dari pihak Pengawas dan
Perencana sesuai dengan spesifikasi teknis dan brosur yang dikeluarkan
oleh pabrik yang memproduksi bahan additive tersebut. Bahan additive
untuk campuran beton K-225 dan K-300 ini dapat menggunakan dari
produk Fosrock, Sika atau yang setara. Jenis bahan additive yang
digunakan adalah untuk kemudahan kerja (workability) dan kekedapan
beton.

f. Mutu Beton
Mutu beton yang digunakan untuk seluruh pekerjaan beton cor di tempat
dalam pekerjaan ini adalah K-225, untuk lantai kerja digunakan Beton
Rabat dengan campuran 1 pc : 3 ps : 5 kr.

3.4. PELAKSANAAN PEKERJAAN BETON

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


Sebelum melaksanakan pekerjaan beton, Kontraktor harus mengadakan trial test
atau Mixed Design yang dapat membuktikan bahwa mutu beton yang disyaratkan
dapat tercapai. Dari hasil test tersebut ditentukan oleh Pengawas "Deviasi
Standar" yang akan dipergunakan untuk menilai mutu beton ditinjau terhadap mutu
(kekuatan tekan) dan tingkat kekedapannya selama pelaksanaan.

3.4.1 Pengecoran Beton

a. Pengecoran beton dapat dilaksanakan setelah Kontraktor mendapat ijin


secara tertulis dari Pengawas. Permohonan ijin rencana pengecoran harus
diserahkan paling lambat dua (2) hari sebelumnya. Sebelum pengecoran
dimulai, Kontraktor harus sudah menyiapkan seluruh stek-stek untuk
kolom praktis dan angker-angker untuk pengikat dudukan kuda-kuda
maupun penyaluran tulangan yang diperlukan, pada pelat kolom dan
balok-balok beton untuk bagian yang akan saling berhubungan atau pada
konstruksi sambungan, juga sudah disiapkan opening dan sparing-sparing
untuk pekerjaan M & E sesuai dengan gambar rencana dan gambar kerja
yang telah disetujui.
b. Memberitahukan Pengawas selambat-lambatnya 24 jam sebelum suatu
pengecoran beton dilaksanakan. Persetujuan Pengawas untuk mengecor
beton berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan cetakan dan pemasangan
besi serta bukti bahwa Kontraktor dapat melaksanakan pengecoran tanpa
gangguan. Persetujuan tersebut diatas tidak mengurangi tanggung jawab
Kontraktor atas pelaksanaan pekerjaan Beton secara menyeluruh.
c. Adukan beton tidak boleh dituang bila waktu sejak dicampurnya air pada
semen dan agregat atau semen pada agregat telah melampaui 1 jam dan
waktu ini dapat berkurang lagi jika Konsultan Pengawas menganggap perlu
didasarkan pada kondisi tertentu.
d. Beton harus dicor sedemikian rupa sehingga menghindarkan terjadinya
pemisahan material (segregation) dan perubahan letak tulangan. Cara
penuangan dengan alat concrete pump dan alat-alat bantu pembantu
seperti talang, pipa chute dan sebagainya, harus mendapat persetujuan
Pengawas.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


e. Alat-alat penuangan seperti talang, pipa chute dan sebagainya harus selalu
bersih dan bebas dari lapisan-lapisan beton yang mengeras. Adukan
beton tidak boleh dijatuhkan secara bebas dari ketinggian lebih dari 2
meter. Selama dapat dilaksanakan sebaiknya digunakan pipa yang terisi
penuh adukan dengan pangkalnya terbenam dalam adukan yang baru
dituang.
f. Penggetaran tidak boleh dilaksanakan pada beton yang telah mengalami
"initial set" atau yang telah mengeras dalam batas dimana akan terjadi
plastis karena getaran. Penggetaran harus dilakukan dengan seoptimal
mungkin untuk didapat mutu yang maksimal.
g. Semua pengecoran bagian dasar konstruksi beton yang menyentuh tanah
harus diberi lantai dasar setebal 5 cm atau sesuai gambar kerja agar
menjamin duduknya tulangan dengan baik dan penyerapan air semen
dengan tanah.
h. Bila pengecoran harus berhenti sementara sedang beton sudah menjadi
keras dan tidak berubah bentuk, harus dibersihkan dari lapisan air semen
(laintance) dan partikel-partikel yang terlepas sampai suatu kedalaman
yang cukup sampai tercapai beton yang padat. Segera setelah
pemberhentian pengecoran ini maka adukan yang lekat pada tulangan dan
cetakan harus dibersihkan.

i. Supplier ready mix harus mempunyai kapasitas supply minimal 40 m3/jam,


(atau hal ini dapat ditentukan di lapangan sesuai petunjuk Pengawas).

j. Untuk mencapai kapasitas 40 m3/jam, Supplier harus memiliki minimal 20


truk mixer, 1 buah concrete pump cadangan dan 1 buah bacthing plant
cadangan.
k. Selimut beton :
- Pelat lantai yang berhubungan dengan tanah : 5 cm
- Pelat lantai yang tidak berhubungan dengan tanah : 2 cm
- Balok yang berhubungan dengan tanah : 5 cm
- Balok yang tidak berhubungan dengan tanah : 4 cm

3.4.2 Dimensi Beton


Ukuran-ukuran yang tertera dalam Gambar Kerja adalah ukuran beton
struktur.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


3.4.3 Pemadatan Beton
a. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk menyediakan peralatan untuk
mengangkut dan menuang beton dengan kekentalan secukupnya agar
didapat beton padat tanpa menggetarkan secara berlebihan.
b. Pelaksanaan penuangan dan penggetaran beton sangat penting. Beton
digetarkan dengan vibrator secukupnya dengan dijaga agar tidak
berlebihan (overvibrate). Hasil beton yang berongga-rongga dan terjadi
pengantongan beton-beton tidak akan diterima.
a. Penggetaran tidak boleh digunakan untuk tujuan mengalirkan beton.
d. Pada daerah pembesian yang penuh (padat) harus digetarkan dengan
penggetar berfrekuensi tinggi, agar dijamin pengisian beton dan
pemadatan yang baik.
e. Penggetaran beton harus dilaksanakan oleh tenaga kerja yang
berpengalaman dan terlatih.

3.4.4 Lantai Kerja


Semua beton yang berhubungan dengan tanah sebagai dasarnya harus
diurug pasir padat setebal sesuai yang ditunjukkan dalam gambar, kemudian
dipasang lantai kerja dengan ketebalan sesuai gambar dengan adukan 1PC :
3PS : 5KR dibawah konstruksi beton tersebut.

3.4.5 Slump (kekentalan Beton)


Kekentalan beton untuk jenis konstruksi berdasarkan pengujian dengan PBI-
1971 adalah sebagai berikut :

Slump (mm)
Jenis Konstruksi
Max. Min.
- Kaki dan dinding pondasi 125 50
- Plat, balok dan dinding 150 75
- Kolom 150 75
- Plat diatas tanah 125 50

Bila tidak digunakan alat penggetar dengan frekuensi getaran tinggi harga
tersebut diatas dapat dinaikkan sebesar 50%, tetapi dalam hal apapun tidak
boleh melebihi 150 mm.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


3.4.6 Penyambungan Beton dan Water Stop
a. Pada prinsipnya pengecoran beton harus dilakukan secara menerus
(kontinu) selama satu periode pengecoran, apabila kontraktor tidak dapat
melakukannya karena sesuatu hal sehingga pengecoran harus berhenti
dan disambung, maka khusus untuk penyambungan didaerah beton yang
berhubungan dengan tanah/kedap air, harus dipasang water stop atas
biaya sendiri dari kontraktor, lokasi pemberhentian pengecoran akan
ditentukan oleh Pengawas.
b. Setiap penyambungan beton, permukaan harus dibersihkan / dikasarkan
dan diberi bahan bonding agent dari produk Fosrock, Sika atau yang
setaraf dan yang dapat menjamin kontinuitas adukan beton lama dengan
yang baru.
c. Tempat-tempat penyambungan pengecoran yang terletak dibawah
permukaan tanah atau tempat-tempat yang berhubungan dengan
genangan air hujan/air kotor harus diberi waterstop dan dipasang sesuai
petunjuk konsultan Pengawas dan brosur dari pabrik pembuat, biaya untuk
pengadaan dan pemasangan water stop menjadi tanggungan kontraktor.

3.4.7 Construction Joint (Sambungan Beton)


a. Rencana atau schedule pengecoran harus dipersiapkan untuk penyelesaian
satu struktur secara menyeluruh. Dalam schedule tersebut Pengawas akan
memberikan persetujuan dimana letak construction joints tersebut. Dalam
keadaan mendesak Pengawas dapat merubah letak construction joints.
Perlu atau tidaknya pada construction joint diberi water stop, dapat
dikonsultasikan dengan Pengawas.
b. Permukaan construction joins harus bersih dan dibuat kasar dengan
mengupas seluruh permukaan sampai didapat permukaan beton yang
padat dengan menyemprotkan air pada permukaan beton, sesudah 2 jam
tapi kurang dari 4 jam sejak beton dituang.
c. Bila pada sambungan beton timbul retak/bocor, perbaikan dilakukan
dengan menggunakan bahan-bahan additive yang disetujui Pengawas. Bila
dijumpai adanya kekeroposan beton, maka perlu dilakukan
penyuntikan/grouting.

3.4.8 Penyambungan Beton Keras danTulangan (Bangunan Eksisting)


Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
Pada prinsipnya penyambungan antara beton keras (eksisting) dengan
baja tulangan pada pekerjaan penambahan lantai di bangunan eksisting
harus meneruskan transfer gaya antara elemen yang akan disambung
(antara kolom eksisting dan balok baru atau balok eksisting dengan balok
baru).
Penyambungan antara beton keras dengan tulangan dengan
menggunakan Anchoring System . Digunakan material chemical bolt
produksi HILTI type HIT-HY 150 with rebar .
Pelaksanaan pekerjaan penyambungan ini harus sesuai dengan gambar
rencana dan setting operation yang ditentukan produk yang digunakan
sesuai dengan persetujuan Konsultan Pengawas.

3.4.9 Pengujian Laboratorium Beton Ready Mixed


Untuk setiap hari pengiriman beton ready mix harus diambil sampel atau benda
uji dalam bentuk kubus ukuran 15 x 15 x 15 cm atau bentuk silinder dengan
ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Jumlah benda uji yang harus
disediakan untuk setiap periode pengecoran beton, akan disesuaikan di
lapangan.
Jenis pengujian yang dilakukan di laboratorium adalah test kuat tekan beton.
Selain pengambilan sampel pada setiap truk, maka beton tersebut harus diuji
terlebih dahulu nilai slump-nya sebelum dapat diterima sebagai bahan
konstruksi.

3.5 PEMBESIAN

Sebelum pekerjaan pembesian dimulai, kontraktor harus menyerahkan gambar kerja


pembesian kepada Pengawas untuk mendapatkan persetujuan.
Besi tulangan beton harus disimpan dengan cara sedemikian rupa sehingga bebas
dari hubungan langsung dengan tanah lembab maupun basah. Besi tulangan harus
disimpan berkelompok berdasarkan ukuran masing-masing. Besi tulangan polos
maupun besi-besi tulangan ulir (deformed bars) harus sesuai dengan persyaratan
dalam NI-2 Bab 3.7, yang dinyatakan sebagai BJTD-40 (tulangan ulir) dan BJTP-24
(tulangan polos), seperti dinyatakan dalam gambar dengan persyaratan sebagai
berikut :
- BJTD -40 untuk dia.> 12 mm
- BJTP -24 untuk dia.  12 mm

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


Besi tulangan yang akan digunakan harus bebas dari karat dan kotoran lain, apabila
harus dibersihkan dengan cara disikat atau digosok tanpa mengurangi diameter
penampang besi, atau dengan bahan cairan sejenis "Vikaoxy Off" yang disetujui
Pengawas. Pengawas berhak memerintahkan untuk menambah besi tulangan di
tempat yang dianggap perlu sampai maksimum 5% dari tulangan dalam gambar
struktur, tanpa biaya tambahan.
Baja tulangan dapat difabrikasi diluar di lokasi pekerjaan dan pada tempat yang
terlindung dari cuaca hujan/panas. Pekerjaan pembesian terutama panjang dan
ukuran, bengkokan, sambungan dan panjang-panjang penyaluran harus sesuai
dengan syarat-syarat yang ditentukan dalam perencanaan. Baja tulangan yang telah
selesai difabrikasi kemudian dirakit/dipasang pada posisi bekisting yang telah siap
sebelumnya, penahan/pengikat tulangan pada bekisting dapat dilakukan dengan
bahan beton decking atau jangkar/kaki ayam supaya baja tulangan dapat terpasang
kokoh, kuat dan tepat pada posisinya.

3.6 KAWAT PENGIKAT


Ukuran minimal kawat pengikat adalah Ø 1 mm seperti yang disyaratkan dalam NI-2 Bab.
3.7.

3.7 CETAKAN BETON


3.7.1 Standard
Seluruh cetakan mengikuti persyaratan Normalisasi dibawah ini :
a. NI - 2 - 1971 = Peraturan Beton Indonesia
b. NI - 3 - 1970 = Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia

3.7.2 Persyaratan Bahan dan Pelaksanaan


a. Bahan pelepas acuan (realising agent) harus sepenuhnya digunakan pada
semua acuan untuk pekerjaan beton.
b. Cetakan untuk beton cor ditempat biasa Bahan cetakan harus dibuat dari
bahan multiplaks dengan tebal minimal 12 mm dengan penguat-penguat
kayu atau pipa secukupnya, sehingga keseluruhan form work dapat berdiri
stabil dan tidak terpengaruh oleh desakan-desakan beton pada waktu
pengecoran serta tidak terjadi perubahan bentuk.
c. Rencana desain seluruh cetakan menjadi tanggung jawab Kontraktor
sepenuhnya.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


d. Kontraktor harus membuat gambar kerja untuk rencana bekisting dan
diserahkan kepada Pengawas untuk mendapatkan persetujuan
e. Cetakan harus sesuai dengan bentuk, ukuran batas-batas bidang dari hasil
beton yang diinginkan oleh perencana dalam gambar rencana.
f. Cetakan harus sedemikian rupa agar menghasilkan permukaan beton yang
rata. Untuk itu dapat digunakan cetakan multiplex atau plat besi dengan
permukaan yang halus dan rata.
g. Sebelum beton dituang, konstruksi cetakan harus diteliti untuk memastikan
bahwa benar dalam letak yang diinginkan, kokoh, rapat, tidak terjadi
penurunan dan pengembangan pada saat beton dituangkan serta bersih
dari segala benda yang tidak diinginkan dan kotoran-kotoran.
Permukaan cetakan harus diberi minyak yang biasa diperdagangkan untuk
mencegah lekatnya beton pada cetakan. Pelaksanaannya agar berhati-hati
jangan terjadi kontak dengan besi yang dapat mengurangi daya lekat besi
dengan beton.
h. Permukaan cetakan harus dibasahi dengan rata agar tidak terjadi
penyerapan air beton yang baru dituang.
i. Cetakan beton dapat dibongkar dengan persetujuan tertulis dari
Pengawas atau jika umur beton telah melampaui waktu sebagai berikut :
* Bagian sisi balok : 48 jam
* Balok tanpa beban konstruksi : 7 hari
* Balok dengan beban konstruksi : 21 hari
* Plat lantai / atap : 21 hari
Dengan persetujuan Pengawas, cetakan beton dapat dibongkar lebih awal
dengan syarat benda uji yang kondisi perawatannya sama dengan beton
sebenarnya telah mencapai kekuatan 75 % dari kekuatan pada umur 28
hari.
Segala ijin yang diberikan oleh Pengawas sekali-kali tidak boleh menjadi
bahan untuk mengurangi/membebaskan tanggung jawab Kontraktor dari
adanya kerusakan-kerusakan yang timbul akibat pembongkaran cetakan
tersebut. Pembongkaran cetakan beton tersebut harus dilaksanakan
dengan hati-hati sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan cacat pada
permukaan beton, tetap dihasilkan sudut-sudut yang tajam dan tidak
pecah. Bekas cetakan beton untuk bagian-bagian konstruksi yang
terpendam dalam tanah harus dicabut dan dibersihkan sebelum
dilaksanakan pengurugan tanah kembali.
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
j. Hasil pengecoran
Semua permukaan beton yang dihasilkan harus rapi, bersih rata dan tanpa
cacat/keropos, lurus dan tepat pada posisinya sesuai dengan gambar
rencana.

PASAL 4
PEKERJAAN STRUKTUR RANGKA ATAP

1. LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan yang dimaksud meliputi :
Pekerjaan pemasangan atap, lengkap dengan asesori penutup wuwung, akhiran
wuwung, penutup jurai dan ampig, pada :
- Bangunan “existing”.
- Bangunan baru diatas ruang Serbaguna.
Dan atau sesuai Gambar Kerja.

2. PERSYARATAN BAHAN.
Bahan Utama : Metal sheet
Ketebalan : 0,45 mm untuk atap(4,58 kg/m2)
0,55 mm untuk Flashing/Capping (2,53 kg/m2)
Ukuran k : lebar efektif 920 mm dan atau sesuai gambar
kerja.
Tipe/Produk : Top 45 ideal, atau setaraf.
Warna : Ditentukan kemudian.

3. Accesoriess (baut pengikat, plat kait, lengkap dengan ring karet kedap air), lembar
pelindung (flashing), lembar penutup bubungan (capping), sealent dan lain-lain harus
dari bahan dan tipe yang sama dengan penutup atap dan atau mengikuti spesifikasi
yang ditentukan pabrik.

4. Kontraktor wajib memberikan contoh bahan untuk disetujui dengan desertai


keterangan tertulis mengenai spesifikasi bahan, detail bentuk, ukuran serta petunjuk
cara pemasangan.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


5. Bila Pemberi Tugas/Konsultan Pengawas menganggap perlu, maka Pemberi Tugas
berhak menuntut kepada Kontraktor agar dalam pelaksanaan pekerjaan ini harus
diawasi oleh tenaga ahli atau Supervisi khusus dari pabrik pembuat dengan dan atas
biaya tanggungan Kontraktor.

6. Lembaran penutup atap diangkut ke atas hanya apabila akan dipasang, rusuk atas
lembaran penutup atap harus menghadap sisi dimana pemasangan dimulai.

7. Kontraktor harus memeriksa dengan teliti serta seksama dan memastikan bahwa
permukaan atas semua gording atau atap sudah satu bidang. Jika belum satu bidang
dapat menyetel atau mengganjal bagian-bagian ini terhadap rangka
penumbung/gording. Dalam keadaan apapun juga untuk mengatur kemiringan atap,
ganjal tidak diperkenankan dipasang langsung di bawah plat kait. Hal ini harus
diperhatikan sungguh-sungguh oleh Kontraktor gangguan pengikatan, terutama jika
jarak penyangga kecil.

8. Untuk mendapatkan kekuatan pengikatan maksimal apabila dipergunakan plat kait,


jarak perletakan pertama maupun terakhir dari plat kait ujung/tepi lembaran harus
memenuhi persyaratan pabrik.

9. Lakukan pemeriksaan setempat terhadap penyetelan plat kait untuk mencegah


penggeseran. Untuk memperbaiki kelurusan, lembaran dapat distel 2 mm dengan
menarik plat kait menjauhi atau menekan ke arah lembaran pada saat mengikatkan
plat kait tersebut. Untuk mencegah plat kait menggeser ke bawah, harus
dipergunakan pengikat positif yaitu sekrup atau baut pada plat kait tersebut.

10. Pada lembaran akhir di bagian atas, sisi tepi atas lembaran tersebut harus ditekuk ke
bawah. Penekukkan dilakukan dengan alat yang disediakan pabrik untuk pekerjaan
tersebut. Penekukkan ini untuk mencegah masuknya air ke dalam bangunan.
Penekukkan dapat dilaksanakan sebelum ataupun sesudah lembaran dipasang.

11. Pada lembaran akhir di bagian akhir di bagian bawah, sisi tepi lembaran tersebut
harus ditekuk ke bawah untuk mencegah air mengalir melalui sisi bawah lembaran ke
dalam bangunan. Penekukkan dilakukan dengan alat yang disediakan pabrik untuk
pekerjaan tersebut.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


12. Arah pemasangan lembaran dari bawah ke atas kemudian dilanjutkan pemasangan
ke samping dengan arah tetap dari bawah ke atas dan seterusnya. Pada tumpangan
akhir, sebaliknya gunakanlah dua (2) lembar atau lebih dengan ukuran yang lebih
pendek. Tumpangan/overlap akhir harus memenuhi persyaratan pabrik.

13. Khusus untuk penutup bubungan/capping, Kontraktor harus sudah menyediakan


lubang pada ujung atas penutup bubungan/capping untuk tiang penangkap petir,
lengkap dengan karet. Diameter lubang harus tepat sama dengan diameter tiang
penangkap petir.

14. Kedua sisi tepi arah memanjang penutup bubungan/capping harus ditakik sesuai
dengan bentuk dan jarak rusuk lembaran setelah penutup bubungan/capping
terpasang. Penakikkan dilakukan dengan alat yang disediakan oleh pabrik khusus
untuk pekerjaan tersebut. Setelah ditakik, barulah kedua sisi tepi penutup
bubungan/capping ditekuk ke bawah dengan alat penekukyangdisediakan pabrik
untuk pekerjaan tersebut hingga menutup sampai lembah antara 2 rusuk lembaran.
Penutup bubungan/capping disekrupkan pada setiap rusuk lembaran.

15. Pemasangan flashing, capping, fixing strip dan lain harus dilakukan oleh Kontraktor
sesuai dengan persyaratan teknis dari pabrik pembuat walaupun belum ataupun tidak
tercantum dalam Gambar Pelengkap sehingga didapat hasil yang baik, terhindar dari
kemungkinan kebocoran. Dalam kasus ini, Kontraktor tidak dapat menuntut sebagai
pekerjaan tambah.

16. Kontraktor harus teliti dan rapi sehingga lembaran setelah terpasang rapi dan lurus,
garis-garis rusuk lembaran sejajar, lurus, tidak bergelombang ke arah horizontal
maupun vertical, menghasilkan penampilan yang baik.

17. Bagian lembaran setelah terpasang yang boleh diinjak hanyalah pada rusuk tepat di
atas gording.

PASAL 5
PASANGAN BATU BATA/TEMBOK

1 Pasangan tembok batu bata trasram, railling ramp, railling tangga dan dinding
KM/WC menggunakan campuran 1 pc : 3 ps.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


2 Pasangan tembok batu bata, menggunakan campuran 1 pc : 5 ps
3 Tembok yang dipasang harus tegak lurus, siku-siku dan rata.
4 Bata sebelum dipasang direndam air terlebih dahulu hingga kenyang.
5 Bata yang digunakan harus berkwalitas baik dan hasil pembakaran yang matang,
tidak boleh pecah-pecah maksimal 20% dan lain-lain menurut pemeriksaan Direksi.
6 Tidak diperbolehkan dipasang bata yang pernah dipakai (bekas) atau batu bata yang
pecah- pecah.
7 Pemasangan tembok bata hanya diperbolehkan maksimum tinggi 1,00 m untuk
setiap hari.
8 Pasangan tembok dipasang luas maksimum 12,00 m2 bila lebih harus dipasang beton
kolom praktis.
9 Perancah (andang) tidak diperbolehkan dipasang dengan menembus tembok.

PASAL 6
PEKERJAAN PLESTERAN

1 Basahi permukaan dinding yang akan diplester sampai basah dan rata dalam
kondisi jenuh air sebelum diplester.
2 Campuran spesi untuk plesteran beton dan trasram dibuat 1 pc : 3 ps sedang untuk
plesteran tembok dilaksanakan campuran 1 pc : 5 ps hasil ayakan yang halus dan
selalu ditakar.
3 Semua pekerjaan plesteran beton maupun plesteran tembok rata dan halus, dan
merupakan suatu bidang yang tegak lurus dan siku. Tidak boleh ada retak-retak
kemudian. Jika terjadi retak-retak, pemborong harus segera memperbaikinya.
4 Sebelum pelaksanaan plesteran tembok dilaksanakan jalur-jalur instalasi listrik,
sudah harus ditanam dalam tembok terlebih dahulu sesuai dengan rencana.
5 Pekerjaan plesteran tembok dilaksanakan pada seluruh pekerjaan tembok, baik
yang tampak maupun yang tidak tampak antara lain : tembok-tembok di atas
langit-langit, bagian dalam dan sebagainya.
6 Setelah pekerjaan plesteran selesai lakukan penyiraman selama - /+ 7 hari agar
tidak terjadi keretakan dinding.
7 Pekerjaan acian dinding baru bisa dimulai setelah plesteran dinding benar – benar
kering, kuat, karena jika terburu – buru melakukan pekerjaan acian maka akan
terjadi pemanasan pada dinding yang menyebabkan finishing dinding menjadi retak
– retak rambut.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


8 Untuk penyelesaian sudut-sudut, sponing (benangan) supaya digunakan plesteran
1 pc : 2 ps dilaksanakan lurus dan tajam.

PASAL 7
PEKERJAAN LANTAI / KERAMIK

1 Keramik menggunakan ukuran :


 Untuk lantai 40/40 cm, (homogenous, setara Roman)
 Untuk lantai WC 20x20 (ex. Roman atau setara )
2 Adukan spesi untuk keramik adalah 1 pc : 3 ps.
3 Semua keramik harus berkualitas KW 1 dan pemborong memperlihatkan kepada
Direksi untuk mendapat persutujuan mengadakan pesanan.
4 Pemasangan keramik seharusnya direndam terlebih dulu sampai basah jenuh
sehingga dalam proses pemasangan tidak menyerap air semen.
5 Menyelesaikan pekerjaan pipa yang akan ditanam di dalam keramik, agar nantinya
tidak terjadi bongkar pasang.
6 Membuat gambar kerja pemasangan keramik berdasarkan hasil pengukuran sehingga
dapat ditentukan lebar rencana potongan las – lasan pada pinggir ruangan.
7 Bila terdapat cacat-cacat pada seluruh bagian, keramik tidak boleh dipasang (afkir).
8 Sesudah pemasangan lantai keramik / dinding cukup kering dan nat-nat harus
tertutup pc secara penuh.
9 Pemasangan keramik pada lantai 2,3 dan lantai 4 sebelum pemasangan keramik harus
terlebih dahulu dilakukan pekerjaan urugan pasir dibawah keramik, ukuran ketebalan
disesuaikan dengan elevasi rencana.
10 Pemborong bertanggung jawab atas kerapian pemasangan dan kesamaan warna
serta kualitas dari keramik yang dipasang dan yang telah disetujui oleh Direksi dan
sebelumnya harus disiram dengan air hingga kenyang dan padat
11 Ruang Laboratorium menggunakan lantai Vinyl anti bakteri, anti mikroba dan anti
noda ex. Tajima vinyl flooring.
12 Lantai Ramp dipasang Karet dimana sebelum pelaksanaan lantai terlebih dahulu
diplester dengan spesi 1 : 3 dan diaci sampai halus dan rata.

PASAL 8
PEKERJAAN KACA

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1. Untuk daun pintu, daun jendela, BV dan partisi digunakan kaca polos dengan
ketebalan 5 mm
2. Untuk daun pintu entrance & dobel, digunakan kaca polos tempered dengan ketebalan
10 mm

PASAL 9
PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA

1 Pekerjaan kusen pintu dan jendela dibuat dari aluminium yang mana terlihat pada
gambar rencana,bila terdapat kelainan bentuk antara gambar dan gambar detail,
pemborong harus melaporkan pada pengawas.
2 Untuk kusen aluminium kualitas baik dengan ukuran seperti pada gambar. ex. Indal,
Alexindo setara, warna dark brown 4”
3 Daun pintu dan jendela menggunakan isian kaca 5 mm dengan rangka aluminium
serta daun ruang genzet menggunakan pintu besi. harus dilaksanakan dengan halus,
rapi, siku-siku dan baik hingga dapat dipasang secara waterpast dan tegak lurus.
4 Pemasangan Kusen Aluminium dengan menggunakan sistem fischer. Teknik ini
mengandalkan kekuatan sekrup fischer yang diborkan dan ditanam bersama kusen
merapat ke tembok sekeliling kusen pintu yang sudah diplester rapi dan sangat
akurat
ukuran dan sudut siku-sikunya. Untuk teknik pemasangan ini, apabila terjadi
kesalahan dalam pemasangannya maka dapat berakibat fatal.
5 Cara pemasangan kusen aluminium mengandalkan kekuatan sekrup yang
dipasangkan melekat pada dinding menjadikannya harus dipasang dengan presisi
dan diplester rapi agar tidak terjadi kebocoran dan kesalahan lainnya.
Jangan memilih kusen aluminium yang bermutu rendah, karena dapat mudah
memuai saat terjadi perubahan suhu drastis karena kaca yang dibingkai dapat
mudah lepas.
6 Sambungan yang kurang baik pada siku atau kaca dapat menyebabkan air hujan
dapat masuk, karena itu faktor penyambungan dan “sealant” atau karet penyekat
antara kaca dan alumunium harus dari bahan berkualitas dan tahan lama agar air
tidak mudah masuk ke dalam kusen atau ke ruangan. Pada dasarnya masalah
sealant ini tidak menimbulkan masalah pada kusen alumuniumnya karena bahan
alumunium tidak terpengaruh air

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


PASAL 10
PEKERJAAN ALAT PENGUNCI

1 Untuk melengkapi pintu-pintu dan jendela-jendela harus dipasang engsel, grendel,


kunci-kunci dan lain sebagainya, kesemuanya harus berkualitas baik.
2 Semua kunci, engsel, grendel dipasang lengkap dan setelah terpasang harus berfungsi
dengan baik.
3 Semua pintu harus dipasang engsel pintu buatan dalam negeri dengan model engsel
H, dimana masing-masing pintu harus dipasang 3 buah. Sedangkan untuk engsel daun
jendela masing-masing 2 buah dengan kualitas yang sama.
4 Sebelum dipasang, Kontraktor harus mengajukan contoh terlebih dahulu untuk
mendapatkan persetujuan Pengawas.
5 Pegangan pintu, engsel pintu, kunci pintu khusus aluminium disesuaikan dengan
gambar kerja.

PASAL 11
PEKERJAAN LANGIT – LANGIT

1 Sebelum memasang plafon terlebih dahulu periksa struktur atap dan lantai apakah
cukup kuat untuk menahan beban plafon yang akan dipasang, kemudian tentukan titik-
titik penggantung (rod hanger)plafon dengan jarak maksimal 1200mm. Tentukan dulu
ketinggian plafon yang diinginkan dengan memberikan tanda garis di sekeliling dinding
dan diberi pembatas dinding ( wall angle). Wall angle hanya berfungsi sebagai
parameter atau acuan ketinggian dan kelurusan plafon. Kemudian pasang rangka
pembatas ketinggian tepat pada garis tersebut dengan jarak sekrup 600mm atau tepat
dibawah rangka pembagi.
2 Untuk rangka langit-langit menggunakan rangka metal furing.
3 Pola / bentuk plafond / langit-langit sesuai gambar denah dan detail plafond.
4 Untuk langit-langit digunakan gypsum tebal 9 mm merk jaya board, Elephant atau
setara dengan kwalitas yang dapat disetujui Direksi / Pengawas, dengan mengajukan
contoh terlebih dahulu.
5 Pemasangan langit-langit gypsum harus lurus dan rata / horisontal sesuai pola.
6 Nat antara gypsum diusahakan tertutup atau tidak tampak sambungan.
7 Dimana langit - langit gypsum yang dipasang berhubungan dengan tembok (berhimpit)
maka harus dipasang list-list gypsum .
8 Paku langit-langit gypsum dipasang dengan jarak masing-masing maksimum : 15 cm
secara teratur (sesuai petunjuk).
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
PASAL 12
PEKERJAAN CAT DINDING

1 Yang termasuk pada pekerjaan pengecatan ini adalah semua dinding tembok yang
tampak dari luar dan dalam, plafond ,kolom,
2 Sebelum memulai dengan pekerjaan pengecatan tembok dan plafond harus diplameur
rata dan halus.
3 Bahan pengecatan menggunakan cat Vinilex, Catylac atau setara
4 Untuk Pengecatan Kalsipart digunakan cat weatershield, sebelum pengecatan
dilakukan pengecatan cat dasar pada kalsipart.

PASAL 13
PEKERJAAN ATAP
1. Lingkup Pekerjaan.

Pekerjaan yang dimaksud meliputi :


Pemasangan penutup atap type Spandek pada bangunan
Pemasangan penutup atap lainnya seperti yang tercantum pada gambar kerja.

2. Persyaratan Bahan.

Syarat Umum Spandek

Thickness (mm) Clean COLORBOND ZINCALUME Steel

TCT Kg/m Kg/m2 Kg/m Kg/m2

0.35 0.40 2.75 3.92

0.40 0.45 3.13 4.46

0.45 0.50 3.48 4.98

0.50 0.55 3.87 5.52

10.2.2. Spandek Wind Capacities (KPA) – Limit State

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


Thicknes Type Of Fastener Span (mm)
s Span Per Limit State
(mm) sheet

BMT TCT 600 900 1200 1500 1800 2100 2400

0.40 0.45 Single 4 Serviceabilit 2.50 1.92 1.41 1.02 0.73 0.50 0.30
y
Strength 10.65 7.10 5.55 4.45 3.85 3.50 3.35

End Serviceabilit 4.14 1.97 1.73 1.43 1.09 0.83 0.55


y
Strength 6.80 5.65 4.35 3.50 3.05 2.45 2.15

Internal Serviceabilit 2.24 2.09 1.87 1.52 1.17 0.92 0.76


y
Strength 10.45 7.05 4.80 3.75 3.50 3.10 2.60

3. Persyaratan Pelaksanaan.

Pemasangan bahan atap harus dilaksanakan jauh sebelum pelaksanaannya,


agar tidak terjadi hambatan waktu pelaksanaan pekerjaan. Lembaran
spandek disimpan dalam keadaan tetap kering, tidak boleh berhubungan dengan
tanah/lantai dan sebaiknya disimpan di dalam gudang beratap. Untuk
penyimpanan di tempat terbuka, harus diselimuti dengan terpal atau plastik
untuk mencegah agar air hujan/embun tidak masuk ke dalam celah tersebut. Air
yang masuk dapat memberikan cacat terhadap permukaannya akibat
kondensasi. Lembaran spandek tersebut juga jangan ditumpuk terbalik,
bagian atas harus tetap mengarah ke atas.
Sebelum pemasangan lembaran spandek harus diperiksa dulu pemasangan
gording baja, yang harus lurus, berjarak teratur, dan rapih. Data arah angin
di lokasi harus dicatat, agar pemasangan lembaran penutup atap dapat
disesuaikan dengan arah angin, sesuai dengan petunjuk dari pabrik. Untuk
memulainya, letakkan lembaran pertama dengan rusuknya menghadap ke atas,
distel terhadap bagian bangunan di sebelahnya dengan rusuk luar pada sisi
permukaan. Setelah mengikat lembaran pertama, tumpukkan rusuk luar
lembaran kedua (rusuk dengan sisi bengkok ke bawah) di atas rusuk dalam
lembaran pertama (rusuk dengan sisi ke luar di bagian bawahnya), dan
masukkan pengikat pada tumpukan rusuk-rusuk tadi untuk memegang
sambungan dengan kuat pada tempatnya sebelum mengikat lembaran yang
kedua. Ikutilah cara penyambungan lembaran kedua ini untuk pemasangan
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
lembaran selanjutnya. Jika dipakai dua atau lebih sambungan ujung lembaran
untuk mencakup atap secara keseluruhan, letakkan baris lembaran dari bawah ke
atas sebelum melanjutkan pemasangan ke samping. Lebar tumpukan pada
tumpangan akhir minimal 200 mm. Apabila berjalan di atas atap, harus pada
lembah lembaran dan bila terpaksa berdiri di atas rusuk-rusuk, hanya boleh di
atas penumpu.
Untuk mendapatkan hubungan yang kedap air, diperlukan rivet
dengan jarak maksimal 75 cm, untuk memegang tumpangan samping
lembaran pada tempatnya dengan kuat. Setiap lembaran disekrup/dibaut

pada puncak rusuknya ke setiap gording baja tumpuannya, pada setiap


gording sebanyak minimal 3 buah sekrup/baut. Jenis sekrup/baut sesuai dengan
jenis sekrup/baut yang dianjurkan oleh pabrik, dan jangan memakai pengikat
yang terbuat dari timah hitam.
Untuk melubangi bahan penutup atap harus digunakan bor listrik. Bila
diperlukan pemotongan harus dilakukan dengan menggunakan gergaji besi
yang bergerigi halus.
Untuk penutup bubung dipakai nok penutup atap yang sesuai menurut
anjuran pabrik pembuat . Harus pula diperhatikan lubang-lubang pada
pemasangan penangkal petir agar tertutup dengan sealant yang kuat,
fleksibel dan tahan cuaca.
Perlu diperhatikan bahwa paku, rivet dan kotoran lainnya harus dibersihkan
dari atap selama pekerjaan berlangsung dan pada akhir pekerjaan setiap
harinya. Korosi dan kemungkinan kerusakan pada lapisan finishing penutup atap
( Zincalume ) dapat terjadi ketika besi atau bahan dasar tembaga dibiarkan
tinggal tetap berhubungan dengan colorbond pada keadaan lembab. Kondisi
tidak saja akan menimbulkan noda-noda buruk, tetapi juga akan melemahkan
daya tahan lapisan penutup atap ( Zincalume ) karena daya pelindung normalnya
terbuang.
Pemasangan lembaran penutup atap (spandek) harus dilakukan sesuai
pedoman dari pabrik, dan dipasang dengan rapih dan kuat. Apabila dipakai bahan
yang lain dengan merk yang lain seperti disebutkan di atas, maka pemasangan
lembaran penutup atap disesuaikan dengan petunjuk dari pabrik yang
memproduksinya.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


PEKERJAAN ELEKTRIKAL DAN MEKANIKAL

PASAL 14
PERATURAN / ACUAN

1.1 PERATURAN PEMASANGAN


Pemasangan instalasi ini harus memenuhi peraturan-peraturan sebagai berikut :

1. INSTALASI ELEKTRIKAL / ELEKTRONIK


a. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000.
b. Peraturan yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang, seperti PLN,
Perumtel dan lain-lain.
c. Petunjuk Pedoman Perencanaan Jaringan Kabel Telepon.
d. Peraturan Standart Industri Indonesia (SII)
e. Peraturan-peraturan nasional maupun peraturan-peraturan setempat lainnya
yang berlaku
f. Petunjuk dari pabrik pembuat

2. INSTALASI PLAMBING & DRAINASE


a. Pedoman Plambing Indonesia.
b. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per. 05/ MEN/1982.
c. Keputusan Menteri P.U. No. 02/KPTS.1985.

1.2 GAMBAR – GAMBAR


1. Gambar-gambar rencana dan persyaratan-persyaratan ini merupakan suatu
kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya.
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
2. Gambar-gambar sistem ini menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan,
sedangkan pemasangan harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi
bangunan yang ada dan mempertimbangkan juga kemudahan service
maintenance jika peralatan-peralatan sudah dioperasikan.
3. Gambar-gambar Arsitek dan Struktur/Sipil harus dipakai sebagai referensi kerja
untuk membuat detail finishing instalasi.

1.3 KOORDINASI
1. Pemborong instalasi ini hendaknya bekerjasama dengan Pemborong Instalasi
lainnya, agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan
waktu yang telah ditetapkan.
2. Koordinasi yang baik perlu ada, agar instalasi yang satu tidak menghalangi
kemajuan instalasi yang lain.
3. Apabila pelaksanaan instalasi ini menghalangi instalasi yang lain, maka semua
akibatnya menjadi tanggung jawab Pemborong.

1.4 PELAKSANAAN PEMASANGAN


Pemborong harus mengadakan pemeriksaan ulang atas segala ukuran dan kapasitas
peralatan yang akan dipasang. Apabila ada sesuatu yang diragukan, Pemborong
harus segera menghubungi Direksi. Pengambilan ukuran dan / atau pemilihan
kapasitas peralatan yang salah akan menjadi tanggung jawab Pemborong.
1.5 TESTING DAN COMMISSIONING
1. Sebelum Testing dan Commisioning dilaksanakan pemborong wajib mengajukan
terlebih dahulu program Testing dan Commisioning.
2. Pemborong instalasi ini harus melakukan semua testing dan pengukuran yang
dianggap perlu dan atau yang diminta oleh Direksi., apakah keseluruhan instalasi
dapat berfungsi dengan baik dan dapat memenuhi semua persyaratan yang
diminta.
3. Semua bahan, perlengkapan dan instalasi lain yang diperlukan untuk mengadakan
testing tersebut merupakan tanggung jawab Pemborong.

1.6 MASA PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN


1. Selama masa pemeliharaan ini, Pemborong instalasi ini diwajibkan mengatasi
segala kerusakan yang terjadi tanpa adanya tambahan biaya.
2. Selama masa pemeliharaan ini, seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan
masih merupakan tanggung jawab Pemborong sepenuhnya.
3. Selama masa pemeliharaan ini, apabila Pemborong instalasi ini tidak
melaksanakan teguran dari Direksi atas perbaikan/ penggantian/ penyetelan yang
diperlukan, maka Direksi. berhak menyerahkan perbaikan/ penggantian/
penyetelan tersebut kepada pihak lain atas biaya Pemborong instalasi ini.
4. Serah terima pertama dari instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah ada bukti
pemeriksaan dengan hasil yang baik.
5. Serah terima setelah masa pemeliharaan instalasi ini baru dapat dilaksanakan
setelah Berita Acara serah terima kedua yang menyatakan bahwa instalasi ini
dalam keadaan baik, ditandatangani bersama Pemborong dan Direksi.

1.7 PENANGGUNG JAWAB PELAKSANAAN


Pemborong instalasi ini harus menempatkan seorang penanggung jawab
pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman yang harus selalu berada di lapangan,
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
yang bertindak sebagai wakil dari pemborong dan mempunyai kemampuan untuk
memberikan keputusan teknis dan yang bertanggung jawab penuh dalam menerima
segala instruksi yang akan diberikan oleh pihak Direksi. Penanggung jawab tersebut
di atas juga harus berada di tempat pekerjaan pada saat diperlukan/dikehendaki oleh
pihak Direksi.

1.8 PENAMBAHAN / PENGURANGAN / PERUBAHAN INSTALASI


1. Pelaksanaan instalasi yang menyimpang dari rencana karena penyesuaian dengan
kondisi lapangan, harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Direksi.
2. Perubahan material, dan lain-lainnya harus diajukan oleh pemborong kepada
Direksi, dan pekerjaan tambah / kurang / perubahan yang ada harus disetujui
oleh Direksi.

1.9 IJIN-IJIN
Pengurusan ijin-ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini serta seluruh
biaya yang diperlukannya menjadi tanggung jawab Pemborong.

PASAL 15
LINGKUP PEKERJAAN ELEKTRIKAL

1. URAIAN LINGKUP PEKERJAAN


Sebagai tertera dalam gambar-gambar rencana, pemborong pekerjaan
instalasi listrik ini harus melakukan pengadaan dan pemasangan serta menyerahkan
dalam keadaan baik dan siap dipergunakan. Garis besar lingkup pekerjaan yang
dimaksud adalah sebagai berikut :
1. Pengadaan, pemasangan dan pengujian Panel-panel Tegangan Rendah.
2. Pengadaan, pemasangan dan pengujian Instalasi Tegangan Rendah.
3. Pengadaan, pemasangan dan pengujian Instalasi Penerangan dan kotak-kontak
biasa.
4. Pengadaan, pemasangan dan pengujian Armature lampu penerangan dan kotak
kontak.
5. Pengadaan, pemasangan dan pengujian Sistem pembumian.
6. Mendapatkan pengesahan instalasi dari instansi yang berwenang.

2. BAHAN / PERALATAN DAN CARA PEMASANGAN


1. PANEL TEGANGAN RENDAH

a. Panel-panel harus dibuat dari plat besi tebal minimal 1,2 mm dengan rangka
besi dan seluruhnya harus dizinchromat dan diduco 2 kali dan harus dipakai
cat power coating, warna dan cat akan ditentukan kemudian oleh pihak
owner.
b. Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya
dan harus rata (horizontal).
c. Konstruksi dalam panel-panel serta letak komponen-komponen dan
sebagainya harus diatur sedemikian rupa, sehingga bila suatu saat
dilaksanakan perbaikan-perbaikan maka penyambungan / perbaikan pada
komponen dapat dilaksanakan dengan mudah tanpa mengganggu komponen
lainnya.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


d. Setiap kabel yang masuk / keluar dari panel harus dilengkapi dengan gland
dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam.
e. Komponen-komponen pengukuran yang dapat dipakai :
 Ampermeter
 Voltmeter
f. Produk Main CB menggunakan Merk Merlin Gerlin, Siemens, Mitsubishi atau
setara.
g. Semua panel harus ditanahkan.
h. Pentanahan Panel dapat langsung dilakukan sendiri-sendiri atau dapat
digabung dengan pentanahan pada panel induk dengan menggunakan kawat
BC sesuai pada gambar.
i. Panel-panel tersebut harus dilengkapi dengan surat keterangan lulus
pengujian dari pembuat panel yang menjamin bahwa setiap peralatan dalam
panel tersebut berfungsi baik dan bekerja sempurna dalam keadaan
operasional maupun gangguan berupa undervoltage, over current,
overthermis, short circuit dan lain-lain.

2. KABEL TEGANGAN RENDAH

a. Kabel-kabel yang dipakai harus dapat dipergunakan untuk tegangan min. 0,6
kV.
b. Pada prinsipnya kabel-kabel daya ( feeder ) yang dipergunakan adalah jenis
NYY.
c. Untuk kabel instalasi penerangan maupun stop kontak dipergunakan Kabel
NYA atau NYM dalam konduit PVC high impact.
d. Sebelum dipergunakan, kabel dan peralatan bantu lainnya harus dimintakan
persetujuan terlebih dahulu pada Pihak Direksi.
e. Besar Penampang kabel feeder sesuai dengan yang ditunjukkan pada gambar
dan harus mempunyai kemampuan diatas kemampuan dari Proteksi
circuitnya.
f. Untuk kabel instalasi harus mempunyai luas penampang minimum 2,5 mm2
dari merk Supreme, Tranka, Kabel metal, Kabelindo, Yumitomo, Etherna atau
setara.
g. Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark yang
jelas dan tidak mudah lepas untuk mengidentifikasi arah beban.
h. Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna untuk
mengidentifikasikan phasenya sesuai dengan PUIL.
- Phasa : merah, kuning dan hitam
- Netral : biru
- Ground : hijau kuning
i. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan.
j. Untuk kabel dengan diameter 16 mm2 atau lebih harus dilengkapi dengan
sepatu kabel untuk terminasinya.
k. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm2 atau lebih harus
mempergunakan alat pres hidraulis yang kemudian disolder dengan timah
pateri.
l. Semua kabel yang ditanam harus pada kedalaman 60 cm minimum, dimana
sebelum kabel ditanam ditempatkan lapisan pasir setebal 5 cm dan di atasnya
diamankan dengan batu bata sebagai pelindungnya. Lebar galian minimum
adalah 20 cm yang disesuaikan dengan jumlah kabel.
m. Semua kabel yang dipasang di atas langit-langit harus ditata dengan rapi dan
diklem.
n. Kabel penerangan yang terletak di langit-langit harus tetap di dalam konduit.
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
o. Semua kabel yang akan dipasang menembus dinding atau beton harus
dibuatkan sleeve dari pipa dengan diameter minimum 2 ½ kali penampang
kabel.
p. Penyambungan kabel untuk penerangan dan kotak-kontak harus di dalam
kotak terminal yang terbuat dari bahan yang sama dengan konduitnya,
diisolasi dan dilengkapi dengan skrup untuk tutupnya.
q. Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m di
setiap ujungnya.
r. Penyusunan konduit di atas langit-langit harus rapi dan tidak saling
menyilang.
s. Untuk kabel - kabel harus mempunyai sertifikasi lulus pengujian dari PLN
yang menjamin bahan isolasi kabel baik serta tidak melanggar ketentuan -
ketentuan PLN tentang isolasi kebel tegangan menengah maupun tegangan
rendah. Pengujian dengan megger tetap harus dilaksanakan, dengan nilai
tahanan isolasi minimum 50 mega ohm atau sesuai ketentuan dari PUIL 2000.

3. KOTAK KONTAK DAN SAKLAR


a. Kotak-kontak yang akan dipasang pada dinding tembok bata adalah type
pemasangan masuk / inbow (flus-mouting) dengan rating 10 A. Merk yang
boleh dipakai adalah Legrand, Berker, Merten, Clipsal.
b. Saklar menggunakan type inbow dipasang di dinding mempunyai rating 6 A.
merk yang digunakan Broco, Legrand atau setara.
c. Flush - box (inbow doos) untuk tempat saklar, kotak-kontak dinding harus
menggunakan bahan dengan mutu baik dan kuat.
d. Kotak-kontak dinding harus dipasang minimal 30 cm dari permukaan lantai
atau sesuai petunjuk Direksi. Khusus untuk ruang-ruang yang basah / lembab
harus menggunakan kotak-kontak jenis water dicht (WD) sedang untuk saklar
dipasang 150 cm dari permukaan lantai atau sesuai gambar.
e. Panel daya untuk mensupply kotak kontak Bed Head harus dibuat terpisah
dengan panel daya yang digunakan untuk mensupplay kotak kontak pada
ruang.

4. LAMPU PENERANGAN
a. Pemasangan lampu penerangan harus disesuaikan dengan rencana plafond
dari Arsitek atau sesuai gambar kerja.
b. Lampu tidak diperkenankan memberikan beban kepada rangka plafond,
dimana lampu yang terpasang harus mempunyai gantungan tersendiri.
c. Instalasi kabel penerangan yang berhubungan langsung dengan lampu yang
bersangkutan harus dilengkapi dengan fleksibel konduit.
d. Dalam satu armature yang berisi dua lampu atau lebih, jumlah ballas harus
sama dengan jumlah lampu. Tidak diperkenankan menggunakan satu ballast
untuk dua lampu atau lebih.
e. Pada umumnya jenis armature lampu yang digunakan menggunakan type
RMI, kecuali untuk Ruangan tertentu sesuai gambar, digunakan jenis TBIM
dengan cover acrylic dan harus rata pada plafon. Merk yang digunakan Saka,
Sui atau setara dengan menggunakan komponen lampu dari merk Phillips,
Osram atau setara. Untuk ballast digunakan merk philips atau setara.

5. GROUNDING PERALATAN LISTRIK


a. Kawat grounding dapat dipergunakan kawat telanjang (BCC = Bare Copper
Conductor).
b. Besarnya penampang kawat grounding yang dapat digunakan 35 mm2, atau
sesuai gambar perencanaan.
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
c. Elektroda pentanahan untuk grounding digunakan pipa galvanized minimum
berdiameter 1 ½” diujung pipa tersebut diberi / dipasang spit copper.
Electrode pentanahan yang dipantek dalam tanah minimal sedalam 6 m atau
sampai menyentuh permukaan air tanah.
d. Pentanahan Panel dapat langsung dilakukan sendiri-sendiri atau dapat
digabung dengan pentanahan pada panel induk dengan menggunakan kawat
BC sesuai pada gambar.
e. Grounding untuk peralatan listrik tidak boleh disambung dengan grounding
untuk penangkal petir ataupun untuk peralatan medis.

6. KONDUIT
Konduit yang dipakai untuk instalasi elektrikal maupun elektronik adalah dari jenis
PVC, dimana diameter dalam dari konduit minimum 1,5 kali diameter kabel dan
dari jenis High impact ex Clipsal atau EGA.

PASAL 16

PEKERJAAN PENANGKAL PETIR

1. Untuk spit (penangkal petir) digunakan header non radioaktip produk Viking, Kurn
atau setara dengan radius pelindung 100 m dan dipasang pada ketinggian
minimum 5 m dari titik tertinggi bangunan sesuai gambar.
2. Untuk penghantar penurun petir digunakan kabel NYY dengan luas penampang 1
x 70 mm2 lengkap dengan klem dan diberikan konduit.
3. Penyangga menggunakan Pipa GIP, sebelum dipasang harus dizinc-chromat
terlebih dahulu dan kemudian dicat besi anti karat sebanyak dua kali.
4. Untuk electrode pentanahan dipergunakan Copper Rod yang dihubungkan
dengan pipa GIP diameter 1 1/2”. Untuk electrode pentanahan dipergunakan
Copper Rod yang dihubungkan dengan pipa GIP diameter 1 1/2”.
5. Pada ujung bawah pipa harus dipasang spit copper yang dibuat runcing.
Electrode pentanahan yang dipantek dalam tanah minimal sedalam 6 m atau
sampai menyentuh permukaan air tanah.
6. Nilai tahanan pentanahan maksimum 2 ohm diukur setelah tidak turun hujan
minimal selama tiga hari berturut-turut.
7. Pekerjaan Penangkal Petir harus mendapatkan pengesahan kelayakan operasi /
sertifikat dari Depnaker atau instansi yang berwenang.
8. Grounding Penangkal Petir dibuat terpisah dengan grounding Listrik maupun
grounding peralatan medis.

PASAL 17
LINGKUP PEKERJAAN PLAMBING & DRAINASE

PERSYARATAN INSTALASI
1. Spesifikasi dan gambar menunjukkan diameter minimal dari pipa dan letak serta
arah dari masing-masing sistem pipa.
2. Seluruh pekerjaan, terlihat pada gambar dan atau spesifikasi dipasang
terintegrasi dengan kondisi bangunan dan menghindari gangguan dengan bagian
lainnya.
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
3. Bahan pipa maupun perlengkapan harus terlindungi dari kotoran, sebelum,
selama sesudah pemasangan.
4. Khusus pipa dan perlengkapan dari bahan plastik, Poli Vinil, Cloride (PVC), selain
disebut di atas harus juga terlindung dari cahaya matahari.
5. Untuk pipa besi (GI) di bawah tanah diberi lapisan cat / pita anti karat dengan
ketebalan 2-3 mm dan diberi plingkut, kain / karung goni, diplingkut dari cahaya
dan diberi pasir.
6. Semua barang yang dipergunakan harus jelas menunjukkan identitas pabrik
pembuat.

PERSYARATAN PEMASANGAN
1. Umum
a. Perpipaan harus dikerjakan dengan cara yang benar untuk menjamin
kebersihan, kerapihan, ketinggian yang benar, serta memperkecil banyaknya
penyilangan.
b. Pekerjaan harus ditunjang dengan suatu ruang yang longgar, tidak kurang
dari 50 mm diantara pipa-pipa atau dengan bangunan & peralatan.
c. Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan teliti sebelum
dipasang. Membersihkan semua kotoran, benda-benda tajam / runcing serta
penghalang lainnya.
d. Pekerjaan perpipaan harus dilengkapi dengan semua katup-katup yang
diperlukan antara lain katup penutup, pengatur, katup balik dan sebagainya,
sesuai dengan fungsi sistem dan yang diperlihatkan dalam gambar.
e. Sambungan lengkung, reducer dan sambungan-sambungan cabang pada
pekerjaan perpipaan harus mempergunakan fitting buatan pabrik.
f. Semua pekerjaan perpipaan harus dipasang secara menurun ke arah titik
buangan. Pipa vent harus disediakan.
g. Semua galian, harus juga termasuk pengurugan serta pemadatan kembali
sehingga kembali seperti kondisi semula.
h. Pekerjaan perpipaan tidak boleh digunakan untuk pentanahan listrik.

2. Cara Pemasangan Pipa dalam Tanah


a. Penggalian untuk mendapatkan lebar dan kedalaman yang cukup, minimum
75 cm di bawah tanah, di bawah pipa air minum.
b. Pemadatan dasar galian sekaligus membuang benda-benda keras.
c. Membuat tanda letak dasar pipa setiap interval 2 meter pada dasar galian
dengan adukan semen.
d. Urugan pasir minimum 10 cm di bawah dan 10 cm di atas pipa kemudian
diurug dengan tanah tanpa benda keras.
e. Apa yang telah tersambung diletakkan di atas dasar (dudukan).

3. Sambungan Lem PVC


a. Penyambungan antara pipa dan fitting PVC, mempergunakan lem yang sesuai
dengan jenis pipa, sesuai rekomendasi dari pabrik pipa.
b. Pipa harus masuk sepenuhnya pada fitting, Pemotongan pipa harus
menggunakan alat pemotong khusus agar pemotongan pipa dapat tegak lurus
terhadap batang pipa.
c. Pipa dan fitting PVC yang akan disambung harus dibersihkan dahulu dari
kotoran, diampelas sehingga cukup kasar sehingga memperkuat sambungan
lem pipa.
d. Cara penyambungan lebih lanjut dan terinci harus mengikuti spesifikasi dari
pabrik pipa.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


4. Sambungan Ulir
a. Penyambungan antara pipa dan fitting mempergunakan sambungan ulir.
b. Kedalaman ulir pada pipa harus dibuat sehingga fitting dapat masuk pada
pipa dengan diputar tangan sebanyak 3 kali.
c. Semua sambungan ulir harus menggunakan perapat Henep dan Zink white
dengan campuran minyak.
d. Semua pemotongan pipa harus memakai pipe cutter dengan pisau roda.
e. Tiap ujung pipa bagian dalam harus dibersihkan dari bekas cutter dengan
reamer.
f. Semua pipa harus bersih dari bekas bahan perapat sambungan.

5. Sambungan Las
a. Sistem sambungan las hanya berlaku untuk saluran bukan air minum.
b. Sambungan las ini berlaku antara pipa baja dan fitting las. Kawat las atau
elektrode yang dipakai harus sesuai dengan jenis pipa yang dilas.
c. Sebelum pekerjaan las di mulai Pemborong harus mengajukan kepada direksi,
contoh hasil las untuk mendapat persetujuan tertulis.
d. Tukang las harus mempunyai sertifikat dan hanya boleh bekerja sesudah
mempunyai surat ijin tertulis dari direksi.
e. Setiap bekas sambungan las harus segera dicat dengan cat khusus untuk itu.

6. Pembersihan
Setelah pemasangan dan sebelum uji coba pengoperasian dilaksanakan,
pemipaan di setiap service harus dibersihkan dengan seksama, menggunakan
cara-cara / metoda-metoda yang disetujui sampai semua benda-benda asing
disingkirkan.

PEKERJAAN INSTALASI AIR BERSIH


Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah pemasangan pipa air bersih berikut
accessories lainnya seperti : Stop kran, Elbow, Knee, Reducer, Tee, Get valve, Check
valve, Kran dan sebagainya yang diperlukan, supaya instalasi air bersih ini dapat
berfungsi dengan baik dan sempurna.
1. Penempatan, volume serta detail-detail ukuran lainnya sesuai dengan yang
tercatum dalam gambar..
2. Pemasangan instalasi air bersih hendaknya diserahkan kepada instalatir yang
cukup ahli yang mendapat persetujuan Direksi,dimana dalam hal ini Penyedia
Jasa tetap bertanggung jawab penuh dalam kebersihan dan kesempurnaan hasil
pekerjaan.
3. Pipa – pipa air bersih sedapat mungkin ditanam / disembunyikan, sesuai petunjuk
direksi dan konsultan pengawas.
4. Dalam pemasangan pipa-pipa air bersih, hendaknya Penyedia Jasa membantu
dalam pembuatan alur-alur pada dinding / lantai yang kemudian menutupnya
kembali dengan rapi.
5. Instalasi yang akan dikerjakan adalah instalasi luar dan instalasi dalam, berikut
Stop kran, Kran dan lain –lain.
6. Ketentuan – ketentuan dan persyaratan – persyaratan lainnya berlaku semua
ketentuan dan persyaratan untuk pekerjaan sanitair / mekanikal / plumbing atau
mengikuti ketentuan dan persyaratan untuk pekerjaan lain yang sejenis dalam
spesifikasi ini serta mengikuti petunjuk Direksi.
7. Pekerjaan jaringan air bersih ini dilaksanakan sampai mengalir dan pemasangan
dilaksanakan dengan pipa GI medium A ex Spindo, Rajin atau setara, Ø ¾ “, Ø
1 “, Ø1½ ” dan (sesuai gambar).
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
8. Spesifikasi dan gambar menunjukkan diameter minimal dari pipa dan letak serta
arah dari masing-masing sistem pipa.
9. Seluruh pekerjaan, terlihat pada gambar dan atau spesifikasi dipasang
terintegrasi dengan kondisi bangunan dan menghindari gangguan dengan bagian
lainnya.
10. Bahan pipa maupun perlengkapan harus terlindungi dari kotoran, sebelum
maupun sesudah pemasangan.
11. Semua barang yang dipergunakan harus jelas menunjukkan identitas pabrik
pembuat
12. Pompa harus mempunyai cadangan, sehingga jika ketika pompa yang satu tidak
berfungsi bisa digantikan oleh pompa pengganti.
13. Pompa menggunakan merk Ebara, Torishima atau setara, kapasitas dan head
sesuai gambar.
14. Pompa harus dipasang lengkap dengan asesories yang diperlukan termasuk
pressure tank, pressure switch, foot valve, check valve dan lain-lain.
15. Pekerjaan air bersih dinyatakan selesai jika semua alat-alat plumbing berfungsi
dengan normal. Dan dari hasil pengetesan tidak ditemukan adanya kebocoran.

PEKERJAAN INSTALASI AIR PANAS


1. Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah pemasangan pipa air panas berikut
accessories lainnya seperti : Stop kran, Elbow, Knee, Reducer, Tee, Get valve,
Check valve, Kran dan sebagainya yang diperlukan, supaya instalasi air panas ini
dapat berfungsi dengan baik dan sempurna.
2. Penempatan, volume serta detail-detail ukuran lainnya sesuai dengan yang
tercatum dalam gambar..
3. Pemasangan instalasi air panas hendaknya diserahkan kepada instalatir yang
cukup ahli yang mendapat persetujuan Direksi,dimana dalam hal ini Penyedia
Jasa tetap bertanggung jawab penuh dalam kebersihan dan kesempurnaan hasil
pekerjaan.
4. Pipa – pipa air panas sedapat mungkin ditanam / disembunyikan, sesuai petunjuk
direksi dan konsultan pengawas.
5. Dalam pemasangan pipa-pipa air panas, hendaknya Penyedia Jasa membantu
dalam pembuatan alur-alur pada dinding / lantai yang kemudian menutupnya
kembali dengan rapi.
6. Instalasi yang akan dikerjakan adalah instalasi luar dan instalasi dalam, berikut
Stop kran, Kran dan lain –lain.
7. Ketentuan – ketentuan dan persyaratan – persyaratan lainnya berlaku semua
ketentuan dan persyaratan untuk pekerjaan sanitair / mekanikal / plumbing atau
mengikuti ketentuan dan persyaratan untuk pekerjaan lain yang sejenis dalam
spesifikasi ini serta mengikuti petunjuk Direksi.
8. Pekerjaan jaringan air panas ini dilaksanakan sampai mengalir dan pemasangan
dilaksanakan dengan pipa Rifeng, Ø ¾ “, Ø 1 “, Ø1½ ” dan (sesuai gambar).
9. Spesifikasi dan gambar menunjukkan diameter minimal dari pipa dan letak serta
arah dari masing-masing sistem pipa.
10. Seluruh pekerjaan, terlihat pada gambar dan atau spesifikasi dipasang
terintegrasi dengan kondisi bangunan dan menghindari gangguan dengan bagian
lainnya.
11. Bahan pipa maupun perlengkapan harus terlindungi dari kotoran, sebelum
maupun sesudah pemasangan.
12. Semua barang yang dipergunakan harus jelas menunjukkan identitas pabrik
pembuat

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


PEKERJAAN INSTALASI AIR KOTOR DAN AIR BEKAS
1. Perpipaan harus dikerjakan dengan cara yang benar untuk menjamin kebersihan,
kerapihan, ketinggian yang benar minimum 250 mm dari lantai, serta meperkecil
banyaknya penyilangan.
2. Pekerjaan harus ditunjang dengan suatu ruang yang longgar, tidak kurang dari
50 mm diantara pipa-pipa atau dengan bangunan & peralatan
3. Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan teliti sebelum
dipasang, membersihkan semua kotoran, benda-benda tajam/runcing serta
penghalang lainnya.
4. Sambungan lengkung, reducer dan expander dan sambungan-sambungan cabang
pada pekerjaan perpipaan harus mempergunakan fitting buatan pabrik.
5. Semua pekerjaan perpipaan harus dipasang secara miring ke arah titik buangan
dengan kemiringan minimum 1 %. Pipa pembuangan dan ven harus disediakan
guna memperlancar aliran air.
6. Pekerjaan jaringan air kotor dan bekas ini dilaksanakan sampai mengalir dan
pemasangan dilaksanakan dengan pipa PVC Type D Ø 4 “, Ø 3 “, dan Ø 2’
(sesuai gambar).
7. Pekerjaan pipa PVC Type D Ø 4 “ dipasang untuk pembuangan dari closet, Spool
Hook. Dan PVC Type D Ø 2“ untuk pembuangan dari Urinoir dan wastafel.
Pembuangan tersebut masuk IPAL, untuk pembuangan dari floor drain dengan
PVC Type D Ø 3 “ juga masuk ke IPAL.
8. Semua galian, harus juga termasuk pengurungan serta pemadatan kembali
sehingga kembali seperti kondisi semula.

PASAL 18
PEMBERITAHUAN PENYERAHAN PEKERJAAN YANG PERTAMA

Apabila dalam waktu pelaksanaan dalam kontrak atau tanggal baru akibat perpanjangan
waktu sesuai dengan addendum kontrak telah berakhir, pemborong harus segera
menyerahkan pekerjaannya dengan baik sesuai dengan kontrak kepada Pemimpin Proyek
secara tertulis dan Pengawas berkewajiban :
Membuat evaluasi tentang hasil seluruh pelaksanaan sesuai dengan kontrak pemborongan.
Menanggapi / melaporkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen tentang hasil pekerjaan
Pemborong tersebut secara tertulis.

Pejabat Pembuat Komitmen akan mengadakan rapat proyek mengenai pekerjaan


penyerahan tersebut diatas berdasarkan :
Kontrak Pemborong.
Surat Penyerahan pekerjaan dari pemborong.
Surat tanggapan dari pengawas, setelah dapat menerima penyerahan pekerjaan tersebut.

PASAL 19
PEMELIHARAAN BANGUNAN SEBELUM PENYERAHAN KEDUA
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
Terhitung mulai dari tanggal diterimanya penyerahan pekerjaan yang pertama, hingga
Serah Terima yang Kedua kalender adalah merupakan masa pemeliharaan yang masih
menjadi tanggung jawab pemborong sepenuhnya, antara lain :
a Keamanan dan penjagaan
b Penyempurnaan dan pemeliharaan
c Pembersihan.
Apabila pemborong telah melaksanakan hal tersebut diatas sesuai dengan kontrak, maka
penyerahan pekerjaan yang kedua dapat dilaksanakan seperti pada tata cara (prosedur)
pada penyerahan pekerjaan yang pertama.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


BAB XIII. DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA

REKAPITULASI
RENCANAANGGARAN BIAYA
PEKERJAAN : PERENCANAAN PEMBUATAN GEDUNG PENAMPUNGAN
BLOK LAKI-LAKI
LOKASI : TANJUNG PINANG. KEPULAUAN RIAU
TAHUN : 2013

NO. URAIAN PEKERJAAN JUMLAH


HARGA
(Rp.)
I PEKERJAAN PERSIAPAN

II PEKERJAAN TANAH -

III PEKERJAAN STRUKTUR -

IV PEKERJAAN ATAP -

V PEKERJAAN PASANGAN -

VI PEKERJAAN LANTAI -

VII PEKERJAAN PLAFOND -

VIM PEKERJAAN PINTU & JENDELA -

IX PEKERJAAN PENGECATAN -

X PEKERJAAN SANITARY -

XI PEKERJAAN PENGGANTUNG PENGUNCI -

XII PEKERJAAN LISTRIK -

XIII PEKERJAAN DRAINASE LUAR/ KELILING BANGUNAN -

XIV PEKERJAAN PAGAR -

J
U
M
PP
L
n
A
JUMLAH10
H
TOTAL %
DIBUL -
ATKAN

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


RENCANA ANGGARAN BIAYA

PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBUATAN GEDUNG PENAMPUNGAN BLOK LAKI-LAKI


LOKASI TANJUNG PINANG KEPULAUAN RIAU 2013

TAHUN

NO. URAIAN PEKERJAAN SATUAN VOLUME HARGA JUMLAH


SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)
I PEKERJAAN PERSIAPAN
1 Dokumentasi, laporan dan as built drawing Ls 1.00 -
2 Papan Nama Proyek Ls 1.00 -
3 Direksi Keet.Gudang alat & Bahan m2 18.00 -
4 Pagar Pengaman Proyek T. 2 m ml 150.00 -
5 Pengukuran & Pemasangan Bouwplank ml 120.00 -
Sub Jumlah -
II PEKERJAAN TANAH
1 Pek. Urugan tanah Peninggian Lantai m3 236.42 -
2 Galian Tanah Pondasi m3 251.75 -
3 Pek. Pas. Dolken/Perancah di bawah Pondasi m3 1.07 -
4 Urugan Pasir Di bawah Pondasi T=10 cm m3 6.70 -
5 Lantai Kerja Di Bawah Pondasi T=5 cm m3 3.35 -
6 Urugan Tanah Kembali m3 214.56 -
7 Galian Tanah Balok Sloof/Tied Beam m3 12.19 -
8 Urugan Pasir Di Bawah Balok Sloof/Tied Beam T=10 cm m3 8.13 -
9 Lantai Kerja Di Bawah Balok Sloof/Tied Beam T=5 cm m3 4.06 -
Sub Jumlah
III PEKERJAAN STRUKTUR
1 Pek. Pondasi Telapak P1, h=300 mm , b=1000 mm
- besi U-39 kg 640.64 -
- beton k 225 m3 4.20 -
- bekisting m2 16.80 -
Kolom Pedestal 300 x 300 mm
- besi u-39 kg 416.30 -
- beton k 225 m3 1.89 -
- bekisting m2 23.52 -
2 Pek. Pondasi Telapak P2 , h= 300 mm, b=1000 mm
- besi u-39 kg 1,464.32 -
- beton k 225 m3 9.60 -
- bekisting m2 38.40 -
Kolom Pedestal 200 x 150 mm
- besi u-39 kg 622.72 -
- beton k 225 m3 1.44 -
- bekisting m2 31.36 -
3 Pek. Pondasi Telapak P3, h=300 mm, b=1000 mm
- besi u-39 kg 1,372.80 -
- beton k 225 m3 9.00 -
- bekisting m2 36.00 -
Kolom Pedestal 150x 150 mm
- besi u-39 kg 2,481.25 -
- beton k 225 m3 1.01 -
- bekisting m2 25.20 -
4 Pek. Tie Beam/Sloof 20/30
- besi u-24 kg 2,307.16 -
- besi u-39 kg 2,592.60 -
- beton k 225 m3 18.70 -
- bekisting m2 186.97 -
5 Pek. Tied Beam/Sloof 15/20
- besi u-24 kg 239.30 -
- besi u-39 kg 268.90 -
- beton k 225 m3 1.92 -
- bekisting m2 25.86 -
6 Pek. Tied Beam/Sloof 15/15
- besi u-24 kg 243.51 -
- besi u-39 kg 183.52 -
- beton k 225 m3 1.67 -
- bekisting m2 22.20 -
7 Pek. Ring Balk Balk 15/20
- besi beton dia 10 mm kg 2,558.40 -
- beton k 225 m3 10.15 -
- bekisting m2 186.00 -
8 Pek. Kolom 15/20
- besi beton dia 10 mm kg 3427.6 -
- beton k 225 m3 16.27 -
- bekisting m2 119.70 -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


9 Pek. Kolom Praktis 10/10
- besi beton dia 10 mm kg 1,881.60 -
- beton k 225 m3 3.84 -
- bekisting m2 153.60 -
10 Pek. Plat Lantai Beton t = 8 cm
- Besi Wiremesh M6 m2 760.00 -
- beton k 225 m3 60.80 -
- bekisting ml 121.00 -
11 Pek. Plat Lantai Beton t = 10 cm
- besi u-24 m2 588.01 -
- beton k 225 m3 12.10 -
- bekisting m2 62.71 -
12 Pek. Meja Beton t.8 cm
- besi u-24 kg 17.79 -
- beton k 225 m3 1.92 -
- bekisting m2 4.24 -
Sub Jumlah -
IV PEKERJAAN ATAP
1 Pek. Rangka Atap Baja Ringan m2 1,892.89 - -
2 Pek. Atap Spandek Motif Genteng m2 1,892.89 -
3 Pek. Bubung Atap Spandek m 55.42 -
4 Pek. Listplank m 135.60 -
5 Talang seng BJLS 28 m 40.08 -
6 Pek. Slembayung psg 2.00 -
7 papan Singap m2 20.00 -
Sub Jumlah -
V PEKERJAAN PASANGAN
1 Pek. Dinding Bata 1 : 3 m2 194.76 - -
2 Pek. Dinding Bata 1 : 5 m2 915.66 - -
3 Pek.Plesteran dan Acian 1:3 m2 194.76 - -
4 Pek.Plesteran dan Acian 1:5 m2 1,831.32 - -
Sub Jumlah
VI PEKERJAAN LANTAI
1 Urugan Pasir Bawah Lantai m3 76.00 - -
2 Keramik uk 40 x 40 m2 674.40 -
3 Keramik uk 20 x 20 (km/we) m2 78.46 -
4 Keramik dinding uk 20 x 25 (km/we) m2 83.55 -
5 Plint Keramik 10x40 ml 429.65 -
Sub Jumlah -
VII PEKERJAAN PLAFOND
1 Pas. Plafond Gypsum rangka holow m2 975.12 - -
2 Pas. List Gypsum 10 cm ml 557.66 - -
Sub Jumlah -
VIM PEKERJAAN PINTU & JENDELA
1 Tipe PJ1 unit 1.00 - -
2 Tipe p1 unit 10.00 - -
3 Tipe p2 unit 1.00 - -
4 Tipe p3 PVC unit 20.00 -
5 Tipe J1 unit 2.00 - -
6 Tipe J2 unit 3.00 - -
7 Tipe J3 unit 2.00 - -
8 Tipe J4 unit 24.00 - -
9 Tipe J5 unit 1.00 - -
10 Tipe BV1 unit 20.00 - -
Sub Jumlah -
IX PEKERJAAN PENGECATAN
1 Pek. Pengecatan Dinding Dalam (setara Vinilex) m2 1,110.42 - -
2 Pek. Pengecatan Dinding Luar (Weathershieid) m2 1,110.42 -
3 Pek. Pengecatan Plafond 3x (setara vinilex) m2 975.12 - -
Sub Jumlah _
X PEKERJAAN SANITARY
1 Pas. Kran Air bh 24.00 - -
2 Pas. Instalasi Air Kotor Pipa PVC dia 4" AW m' 45.00 - -
3 Pas. Instalasi Air Kotor Pipa PVC dia 2" AW m' 55.00 - -
4 Pas. Instalasi Air bersih Pipa PVC dia 3/4" AW m' 25.00 -
5 Fitting dan Accessories Is 1.00 -
6 Pas. Floor Drain bh 20.00 -
7 Pas. Wastafel Lengkap dengan Cermin bh 4.00 -
8 Pas. Kloset duduk/monoblok bh 20.00 -
9 Bak Fiberglas kap 0.3 m3 bh 20.00 -
10 Saluran Keliling gedung M3 24.76 -
11 Gril besi saluran ml 39.50 -
12 Septicktank + Rembesan unit 2.00 -
Sub Jumlah -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


XI PEKERJAAN PENGGANTUNG PENGUNCI
1 Pas. Kunci Tanam 2 Slaag bh 12.00 - -
2 Pas. Kunci Tanam Kamar mandi bh 20.00 - -
3 Door Closer bh 22.00 -
4 Engsel Pintu bh 44.00 -
5 Engsel Jendela bh 114.00 -
6 Grendel Jendela bh 52.00 -
7 Kait Angin Jendela bh 52.00 -
Sub Jumlah -
XII PEKERJAAN LISTRIK
1 Pas. Instalasi titik lampu dan Stop Kontak ttk 119.00 -
2 Pas. SaklarTunggal bh 30.00 -
3 Pas. Saklar Double bh 5.00 -
4 Pas. Stop kontak bh 22.00 -
5 Pas. Stop kontak AC bh 9.00 -
6 Pas. Lampu LED 20 Watt bh 2.00 -
7 Pas. Lampu LED 7 Watt bh 46.00 -
8 Lampu TL 2 x 20 Watt RMI bh 6.00 -
9 Lampu TL1 x 20 Watt RMI bh 30.00 -
10 Exhaust Fan 35 Wm lengkap instalasi NYM 3x2,5mm2, bh 1.00 -
11 Panel Box III Phase unit 1.00 -
Sub Jumlah _
XIII PEKERJAAN DRAINASE LUAR/KELILING BANGUNAN
1 Pek. Galian Tanah Keliling Bangunan m3 27.66 -
2 Pasir Urug T=5cm m3 2.37 -
3 Lantai kerja ad. 1:3:5, t = 5 cm m3 0.61 -
4 Pas. Buis Beton Keliling Bangunan + Batako ml 158.22 -
5 Pas. Grill Besi di Area Saluran Keliling Bangunan ml 40.67 -
Sub Jumlah
XIV PEKERJAAN PAGAR
1 Pas. Pagar Keliling :
Galian Pondasi m3 108.48 - -
Urugan Tanah Kembali m3 32.54 - -
Pek. Pas. Dolken/Perancah di bawah Pondasi m3 1.31 -
Lantai Kerja Di Bawah Pondasi T=5 cm m3 4.10 -
Pasir Urug Dibawah Pondasi T=10 cm m3 8.20 -
2 Pek. Pondasi Telapak, b=300 mm, h=1000 mm
Besi Beton U39 kg 2,236.96 -
Cor Beton K225 m3 24.60 -
Bekisting m2 98.40 -
- Kolom Pedestal 150x 150 mm
Besi Beton U39 kg 1,046.98 -
Cor Beton K225 m3 2.58 -
Bekisting m2 68.88 -
3 Pek. BalokSloof 15/20 m3 27.90 -
sloof 15/20
- besi u-24 kg 1,044.64 -
- beton k 225 m3 5.58 -
- bekisting m2 37.20 -
4 Pek. kolom 15/15
- besi u-24 kg 1,048.59 -
- beton k 225 m3 4.32 -
- bekisting m2 57.60 -
5 Pek. Ring Balok 15/20
- besi u-24 kg 1,044.64 -
- beton k 225 m3 5.58 -
- bekisting m2 37.20 -
6 Pek. Dinding Bata 1 : 5 m2 491.79 -
7 Pek.Plesteran dan Acian 1:5 m2 1,153.20 -
8 Pek. Pengecatan Dinding m2 1,153.20 -
9 Pek. Nat 2x2 m 930.00 -
10 Pasang Besi Siku 2L 50.50.5 & Acesories (plat.baut dll) kg 1,563.49 -
11 Teralis Pipa galvanish Dia. 1 1/4" dan Besi Dia.10 mm, uk. 60x150 mm kg 1,925.44 -
12 Pasang Kawat Berduri m 744.00 -
13 Pengecatan besi m2 176.42 -
14 Pemasangan Pintu Plat Besi Uk. 2,5 x 0,85 m unit 1.00 -
15 Pas. Paving Block m2 35.68 -
16 Pas. Kanstin m 50.72 -
17 Pembersihan Lokasi Is 1.00 -
Sub Jumlah -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


DAFTAR HARGA SATUAN PEKERJAAN

NO. URAIAN JUMLAH

1 2 3

1 A.01 1 Ml PENGUKURAN DAN PASANGAN BOUWPLANK Rp.


2 A.02 1 M2 MEMBERSIHKAN LAPANGAN DAN PERATAAN Rp.

3 A.03 1 M2 PEMBUATAN DIREKSI KEET DAN LOS BAHAN Rp.


4 A.04 1 M3 GALIAN TANAH BIASA KEDALAMAN MAX 1 M Rp.
5 A.05 1 M3 GALIAN TANAH BIASA KEDALAMAN MAX 2 M Rp.
6 A.06 1 M3 GALIAN TANAH KERAS KEDALAMAN MAX 1 M Rp.

7 A.06 1 M2 PEKERJAAN MEMBUANG TANAH SEJAUH 15 M Rp.


8 A.07 1 M3 URUGAN TANAH KEMBALI Rp.
9 A.08 1 M3 URUGAN TANAH Rp.
10 A.09 1 M3 MEMADATKAN TANAH (PER 20 CM) Rp.

11 A.10 1 M3 URUGAN PASIR URUG Rp.


12 A.11 1 M3 URUGAN SIRTU PENINGGIAN LANTAI Rp.
13 A.12 1 M3 PASANG PONDASI BATU KALI 1 Pc : 5 Ps Rp.
14 A.13 1 M3 PASANG AANSTAMPING BATU KOSONG Rp.

15 A.14 1 M3 PASANG PONDASI SIKLOP 40% BATU KALI Rp.


16 A.15 1 M3 MEMBUAT ADUKAN BETON LANTAI KERJA Rp.
17 A.16 1 M3 COR BETON SITE MIX K. 175 Rp.
18 A.17 1 M3 COR BETON SITE MIX K. 225 Rp.

19 A.18 1 Kg BESI BETON TERPASANG U - 24 Rp.


20 A.19 1 Kg BESI BETON TERPASANG U - 39 Rp.
21 A.20 1 M2 BEKISTING UNTUK SLOOF Rp.
22 A.21 1M2 BEKISTING UNTUK KOLOM Rp.

23 A.22 1 M2 BEKISTING UNTUK BALOK Rp.


24 A.23 1 M2 BEKISTING UNTUK PLAT LANTAI Rp.
25 A.24 1 M2 PASANGAN BATA MERAH TEBAL 1 BATA, 1 Pc : 5 Ps Rp.
26 A.25 1 M2 PASANGAN BATA MERAH TEBAL 1/2 BATA, 1 Pc : 2 Ps Rp.

27 A.26 1 M2 PASANGAN BATA MERAH TEBAL 1/2 BATA, 1 Pc : 3 Ps Rp.


28 A.27 1 M2 PASANGAN BATA MERAH TEBAL 1/2 BATA, 1 Pc : 5 Ps Rp.
29 A.28 1 M2 PASANGAN PLESTERAN 1 Pc : 2 Ps, TEBAL 25 MM + ACIAN Rp.
30 A.29 1 M2 PASANGAN PLESTERAN 1 Pc : 3 Ps, TEBAL 25 MM + ACIAN Rp.

31 A. 30 1 M2 PASANGAN PLESTERAN 1 Pc : 5 Ps, TEBAL 25 MM + ACIAN Rp.


32 A.31 1 M2 PASANGAN SIARAN ad. 1 : 2 Rp.
33 A.32 1 M2 PASANG LANTAI KERAMIK 20 X 20 CM POLOS Rp.
34 A.33 1 M2 PASANG LANTAI KERAMIK 20 X 20 CM BERCORAK/ ANTI SLIP (KM/WC) Rp.

35 A.34 1 M2 PASANG LANTAI KERAMIK 40 X 40 CM Rp.


36 A.35 1 M2 PASANG LANTAI GRANIT TILE 40 X 40 CM Rp.
37 A.36 1 M2 PASANG LANTAI KERAMIK 30 X 30 CM PUTIH Rp.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


NO. URAIAN JUMLAH

1 2 3
38 A.37 1 M2 PASANG LANTAI KERAMIK 30 X 30 CM BERCORAK/WARNA Rp.

39 A.38 1 M2 PASANG DINDING KERAMIK 20 X 20 CM POLOS Rp.


40 A.39 1 M2 PASANG DINDING KERAMIK 20 X 20 CM BERCORAK/WARNA Rp.
41 A.40 1 M2 PASANG DINDING KERAMIK 20 X 25 CM, Rp.
42 A.41 1 M2 PASANGAN PAVING BLOCK WARNA (8 CM) Rp.

43 A.42 1 M2 PASANG DINDING BORDER CORAK / WARNA Rp.


44 A.41 1 M2 PASANG DINDING BATU TEMPEL Rp.
45 A.43 1 Ml PASANG LISTPLANK KAYU 3/20 CM Rp.
46 A.44 1 UNIT PEKERJAAN PINTU FIBER + DAUN PINTU FIBER (LENGKAP) Rp.

47 A.45 1 M2 PEKERJAAN KACA Rp.


48 A.46 1 M2 PLAFOND GYPSUM BOARD RANGKA HOLLOW, TEBAL 9 mm Rp.
49 A.47 1 Ml LIST GYPSUM Rp.
50 A.48 MEMASANG 1 BUAH KLOSET JONGKOK PORSELEN Rp.

51 A.49 MEMASANG 1 BUAH WASTAFEL Rp.


52 A.50 MEMASANG 1 BUAH BAK MANDI FIBREGLASS VOLUME 0,3 M3 Rp.
1
53 A.51 MEMASANG 1 M PIPA PVC TIPE AW DIAMETER 0,5" Rp.
1
54 A.52 MEMASANG 1 M PIPA PVC TIPE AW DIAMETER 0,75" Rp.
1
55 A.53 MEMASANG 1 M PIPA PVC TIPE AW DIAMETER 1" Rp.
1
56 A.54 MEMASANG 1 M PIPA PVC TIPE AW DIAMETER 2" (ABU) Rp.
1
57 A.55 MEMASANG 1 M PIPA PVC TIPE AW DIAMETER 3" Rp.
1
58 A.56 MEMASANG 1 M PIPA PVC TIPE AW DIAMETER 4" Rp.

59 A.57 MEMASANG 1 BH BAK CUCI PIRING STAILES STEEL Rp.


60 A.58 MEMASANG 1 BH KRAN DIAMETER 0,75' ATAU 0,5" Rp.
61 A.59 MEMASANG 1 BH FLOOR DRAIN Rp.
62 A.60 1 UNIT PASANG KUSEN & PINTU ALUMINIUM PJ1 Rp.

63 A.61 1 UNIT PASANG KUSEN & PINTU ALUMINIUM P 1 Rp.


64 A.62 1 UNIT PASANG KUSEN & PINTU ALUMINIUM P 2 Rp.
65 A.63 1 UNIT PASANG KUSEN & PINTU ALUMINIUM Rp.
66 A.64 1 UNIT PASANG KUSEN JENDELA ALUMINIUM Jl Rp.

67 A.65 1 UNIT PASANG KUSEN JENDELA ALUMINIUM J2 Rp.


68 A.66 1 UNIT PASANG KUSEN JENDELA ALUMINIUM J3 Rp.
69 A.67 1 UNIT PASANG KUSEN JENDELA ALUMINIUM J4 Rp.
70 A.68 1 UNIT PASANG KUSEN JENDELA ALUMINIUM J5 Rp.

71 A.69 1 UNIT PASANG KUSEN JENDELA BV Rp.


72 A.70 1 BUAH PASANG KUNCI TANAM BIASA Rp.
73 A.71 1 BUAH PASANG KUNCI TANAM KAMAR MANDI Rp.
74 A.72 1 BUAH PASANG KUNCI SILINDER Rp.

75 A.73 1 BUAH PASANG ENGSEL PINTU Rp.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


NO. URAIAN JUMLAH

1 2 3
76 A.74 1 BUAH PASANG KAIT ANGIN Rp.
77 A.75 1 BUAH PASANG KUNCI SELOT Rp.
78 A.76 1 M2 PASANG KACA, TEBAL 5 MM Rp.
79 A.77 1 M2 PAS. KUDA - KUDA BAJA RINGAN Rp.
80 A.78 1 M2 PENGECATAN DINDING (3x) Rp.
81 A. 79 1 M2 PENGECATAN PLAFOND (3x) Rp.
82 A.80 1 M2 PENGECATAN BESI (3X) Rp.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


ANALISA SATUAN PEKERJAAN
TAHUN2013

NO. URAIAN KOEF SAT. HARGA SAT. JUMLAH

1 2 3 4 5 6 = (3x5)
A.01 1 Ml PENGUKURAN DAN PASANGAN BOUWPLANK
BAHAN :
Kayu 5/7 Albasiah 0.0120 m3 - -
Paku Biasa 2"-5" 0.0200 Kg - -
Kayu Papan 3/20 Kayu Albasiah 0.0070 m3 - -
Sub Jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.1000 OH - -
Tukang Kayu 0.1000 OH - -
Kepala Tukang 0.0100 OH - -
Mandor 0.0050 OH - -
Sub Jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.02 1 M2 MEMBERSIHKAN LAPANGAN DAN PERATAAN
Pekerja 0.1000 OH - -
Mandor 0.0500 OH - -
Sub Jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.03 1 M2 PEMBUATAN DIREKSI KEET DAN LOS BAHAN
BAHAN :
Kayu Albasiah 0.1000 m3 - -
Paku 4 - 7 0.2500 kg - -
Seng Gib BJLS 28 ( 80 x 180 cm) 1.1000 lbr - -
Triplex 3 mm 0.5000 lbr - -
PC (50 kg) 0.1000 zak - -
Pasir pasang 0.2500 m3 - -
Bata merah 70.0000 bh - -
Sub Jumlah -
UPAH :
Peralatan 0.0200 Is -
Ongkos Pasang 0.1500 Is - -
Sub Jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.04 1 M3 GALIAN TANAH BIASA KEDALAMAN MAX 1 M
BAHAN :

Sub Jumlah
UPAH :
Pekerja 0.7500 OH - -
Mandor 0.0250 OH - -
Sub Jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
A.05 1 M3 GALIAN TANAH BIASA KEDALAMAN MAX 2 M
BAHAN :

Sub Jumlah
UP AH :
Pekerja 1.1000 OH - -
Mandor 0.1000 OH - -
Sub Jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.06 1 M2 PEKERJAAN MEMBUANG TANAH SEJAUH 15 M
BAHAN :

Sub Jumlah
UP AH :
Pekerja 0.3300 OH - -
Mandor 0.0100 OH - -
Sub Jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.07 1 M3 URUGAN TANAH KEMBALI
BAHAN :
m3 -

Sub Jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.2500 OH - -
Mandor 0.0083 OH - -
Sub Jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.08 1 M3 URUGAN TANAH
BAHAN :
Tanah Urug 1.0000 m3 - -

Sub Jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.3667 OH - -
Mandor 0.0333 OH - -
Sub Jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.09 1 M3 MEMADATKAN TANAH ( PER 20 CM)
UP AH :
Pekerja 0.5000 OH - -
Mandor 0.0500 OH - -
Sub Jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
A.10 1 M3 URUGAN PASIR URUG
BAHAN :
Pasir Urug 1.2000 m3 - -

Sub Jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.3000 OH - -
Mandor 0.0100 OH - -
Sub Jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.11 1 M3 URUGAN SIRTU PENINGGIAN LANTAI
BAHAN :
Sirtu 1.2000 m3 - -

Jumlah Bahan -
UP AH :
Pekerja 0.2500 Oh - -
Mandor 0.0250 Oh - -
Jumlah Pekerja -
Jumlah Bahan + Pekerja -
Dibulatkan -
A.12 1 M3 PASANG PONDASI BATU KALI 1 Pc : 5 Ps
BAHAN :
Batu Belah 15/20 1.2000 m3 - -
PC 136.0000 kg - -
Pasir Pasang 0.5440 m3 - -
Sub Jumlah -
UP AH :
Pekerja 1.5000 OH - -
Tukang Batu 0.7500 OH - -
Kepala Tukang 0.0750 OH - -
Mandor 0.0750 OH - -
Sub Jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.13 1 M3 PASANG AANSTAMPING BATU KOSONG
BAHAN :
Batu Belah 15/20 1.2000 m3 - -
Pasir Urug 0.4320 m3 - -
Sub Jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.7800 OH - -
Tukang Batu 0.3900 OH - -
Kepala Tukang 0.0390 OH - -
Mandor 0.0390 OH - -
Sub Jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
A.14 1 M3 PASANG PONDASI SIKLOP 40% BATU KALI
BAHAN :
Be si Beton 75.0000 KG - -
Semen 202.0000 kg - -
Pasir Beton 0.3200 m3 - -
Koral 0.4900 m3 - -
Kawat beton 0.8000 kg - -
Sub Jumlah -
UP AH :
Pekerja 3.0000 OH - -
Tukang Batu 0.8500 OH - -
Kepala Tukang 0.0850 OH - -
Mandor 0.1500 OH - -
Sub Jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.15 1 M3 MEMBUAT ADUKAN BETON LANTAI KERJA
BAHAN :
Semen Portland 230.0000 kg - -
Pasir Beton 0.5400 M3 - -
Batu Pecah Mesin 2/3 0.8100 M3 - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 1.2000 OH - -
Tukang Batu 0.2000 OH - -
Kepala Tukang 0.0200 OH - -
Mandor 0.0600 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.16 1 M3 COR BETON SITE MIX K. 175
BAHAN :
PC 326.0000 kg - -
Pasir Beton 0.5600 m3 - -
Batu Pecah Mesin 2/3 0.8800 m3 -
Sub Jumlah -
UPAH :
Pekerja 1.6500 OH - -
Tukang Batu 0.2750 OH - -
Kepala Tukang 0.0280 OH - -
Mandor 0.0830 OH -
Sub Jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.17 1M3 COR BETON SITE MIX K. 225
BAHAN :
PC 371.0000 kg - -
Pasir Beton 0.6500 m3 - -
Batu Pecah Mesin 2/3 0.6500 m3 -
Sub Jumlah -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
UP AH :
Pekerja 1.6500 OH - -
Tukang Batu 0.2750 OH - -
Kepala Tukang 0.0280 OH - -
Mandor 0.0830 OH -
Sub Jumlah _
Jumlah -
Dibulatkan -
A.18 1 Kg BESI BETON TERPASANG U - 24
BAHAN :
Besi Beton 1.0500 kg - -
Kawat beton 0.0150 kg - -
Sub Jumlah
UPAH :
Pekerja 0.0070 OH - -
Tukang Besi 0.0070 OH - -
Kepala Tukang Besi 0.0007 OH - -
Mandor 0.0004 OH - -
Sub Jumlah
Jumlah -
Dibulatkan -
A.19 1 Kg BESI BETON TERPASANG U - 39
BAHAN :
Besi Beton 1.0500 kg - -
Kawat beton 0.0150 kg - -
Sub Jumlah _
UPAH :
Pekerja 0.0070 OH - -
Tukang Besi 0.0070 OH - -
Kepala Tukang Besi 0.0007 OH - -
Mandor 0.0004 OH - -
Sub Jumlah _
Jumlah -
Dibulatkan -
A.20 1 M2 BEKISTING UNTUK SLOOF
BAHAN :
Kayu Kelas III x 50% 0.0450 m3 - -
Paku 0.3000 kg - -
Minyak Bekisting 0.1000 ltr - -
Sub Jumlah _
UPAH :
Pekerja 0.5200 OH - -
Tukang Kayu 0.2600 OH - -
Kepala Tukang Kayu 0.0260 OH - -
Mandor 0.0260 OH - -
Sub Jumlah _
Jumlah -
Dibulatkan -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
A.21 1 M2 BEKISTING UNTUK KOLOM
BAHAN :
Kayu Kelas III x 50% 0.0400 m3 - -
Paku 0.4000 kg - -
Minyak Bekisting 0.2000 ltr - -
Balok Kayu Kelas III x 50% 0.0150 m3 - -
Plywood Tebal 9 mm x 75% 0.3500 lbr - -
Dolken Kayu x 50% 2.0000 btg - -
Sub Jumlah
UPAH :
Pekerja 0.6600 OH - -
Tukang Kayu 0.3300 OH - -
Kepala Tukang Kayu 0.0330 OH - -
Mandor 0.0330 OH - -
Sub Jumlah
Jumlah -
Dibulatkan -
A.22 1 M2 BEKISTING UNTUK BALOK
BAHAN :
Kayu Kelas 111x50% 0.0400 m3 - -
Paku 0.4000 kg - -
Minyak Bekisting 0.2000 ltr - -
Balok Kayu Kelas III x 50% 0.0180 m3 - -
Plywood Tebal 9 mm x 75% 0.3500 lbr - -
Dolken Kayu x 50% 2.0000 btg -
Sub Jumlah _
UPAH :
Pekerja 0.6600 OH - -
Tukang Kayu 0.3300 OH - -
Kepala Tukang Kayu 0.0330 OH - -
Mandor 0.0330 OH - -
Sub Jumlah _
Jumlah -
Dibulatkan -
A.23 1 M2 BEKISTING UNTUK PLAT LANTAI
BAHAN :
Kayu Kelas III x 50% 0.0400 m3 - -
Paku 0.4000 kg - -
Minyak Bekisting 0.2000 ltr - -
Balok Kayu Kelas III x 50% 0.0150 m3 - -
Plywood Tebal 9 mm x 75% 0.3500 lbr - -
Dolken Kayu x 50% 6.0000 btg - -
Sub Jumlah
UPAH :
Pekerja 0.6600 OH - -
Tukang Kayu 0.3300 OH - -
Kepala Tukang Kayu 0.0330 OH - -
Mandor 0.0330 OH - -
Sub Jumlah
Jumlah -
Dibulatkan -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
A.24 1 M2 PASANGAN BATA MERAH TEBAL 1 BATA, 1 Pc : 5 Ps
BAHAN :
Bata Merah 140.0000 bh - -
Semen Portland 22.2000 kg - -
Pasir Pasang 0.1020 m3 - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.6000 OH - -
Tukang Batu 0.2000 OH - -
Kepala Tukang 0.0200 OH - -
Mandor 0.0300 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.25 1 M2 PASANGAN BATA MERAH TEBAL 1/2 BATA, 1 Pc : 2 Ps
BAHAN :
Bata Merah 70.0000 bh - -
Semen Portland 18.9500 kg - -
Pasir Pasang 0.0380 m3 - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.3000 OH - -
Tukang Batu 0.1000 OH - -
Kepala Tukang 0.0100 OH - -
Mandor 0.0150 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.26 1 M2 PASANGAN BATA MERAH TEBAL 1/2 BATA, 1 Pc : 3 Ps
BAHAN :
Bata Merah 5 x 11 x 22 cm 70.0000 bh - -
Semen Portland 14.3700 kg - -
Pasir Pasang 0.0400 m3 - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.3000 OH - -
Tukang Batu 0.1000 OH - -
Kepala Tukang 0.0100 OH - -
Mandor 0.0150 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.27 1 M2 PASANGAN BATA MERAH TEBAL 1/2 BATA, 1 Pc : 5 Ps
BAHAN :
Bata Merah 5 x 11 x 22 cm 70.0000 bh - -
Semen Portland 9.6800 kg - -
Pasir Pasang 0.0450 m3 - -
Sub jumlah -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
UPAH :
Pekerja 0.3000 OH - -
Tukang Batu 0.1000 OH - -
Kepala Tukang 0.0100 OH - -
Mandor 0.0150 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.28 1 M2 PASANGAN PLESTERAN 1 Pc : 2 Ps, TEBAL 25 MM + ACIAN
BAHAN :
Semen Portland 15.5000 kg - -
Pasir Pasang 0.0130 m3 - -
Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.3000 OH - -
Tukang Batu 0.2000 OH - -
Kepala Tukang 0.0200 OH - -
Mandor 0.0130 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.29 1 M2 PASANGAN PLESTERAN 1 Pc : 3 Ps, TEBAL 25 MM + ACIAN
BAHAN :
Semen Portland 11.7500 kg - -
Pasir Pasang 0.0350 m3 - -
Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.3000 OH - -
Tukang Batu 0.2000 OH - -
Kepala Tukang 0.0200 OH - -
Mandor 0.0130 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.30 1 M2 PASANGAN PLESTERAN 1 Pc : 5 Ps, TEBAL 25 MM + ACIAN
BAHAN :
Semen Portland 7.9400 kg - -
Pasir Pasang 0.0390 m3 - -
Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.3000 OH - -
Tukang Batu 0.2000 OH - -
Kepala Tukang 0.0200 OH - -
Mandor 0.0130 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
A.31 1 M2 PASANGAN SIARAN ad. 1 : 2
BAHAN :
Semen Portland 4.3200 kg - -
Pasir Pasang 0.0160 M3 - -
Sub jumlah
UPAH :
Pekerja 0.1500 OH - -
Tukang Batu 0.0700 OH - -
Kepala Tukang 0.0070 OH - -
Mandor 0.0080 OH - -
Sub jumlah
Jumlah -
Dibulatkan -
A.32 1 M2 PASANG LANTAI KERAMIK 20 X 20 CM POLOS
BAHAN :
Keramik 20x20 cm 20.0000 bh -
Semen Portland 11.3800 kg - -
Pasir Pasang 0.0420 m3 - -
Semen Warna 1.5000 kg - -
Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.6200 OH - -
Tukang Batu 0.3500 OH - -
Kepala Tukang 0.0350 OH - -
Mandor 0.0300 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.33 1 M2 PASANG LANTAI KERAMIK 20 X 20 CM BERCORAK/ ANTI SLIP (KM/WC)
BAHAN :
Keramik 20 x 20 cm 20.0000 bh - -
Semen Portland 11.3800 kg - -
Pasir Pasang 0.0420 m3 - -
Semen Warna 1.5000 kg - -
Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.6200 OH - -
Tukang Batu 0.3500 OH - -
Kepala Tukang 0.0350 OH - -
Mandor 0.0300 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
A.34 1 M2 PASANG LANTAI KERAMIK 40 X 40 CM
BAHAN :
Keramik 40 x 40 cm 6.6300 bh -
Semen Portland 8.1600 kg - -
Pasir Pasang 0.0230 m3 - -
Semen Warna 0.9000 kg - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.2500 OH - -
Tukang Batu 0.1200 OH - -
Kepala Tukang 0.0120 OH - -
Mandor 0.0125 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.35 1 M2 PASANG LANTAI GRANIT TILE 40 X 40 CM
BAHAN :
Granit Tile 40 x 40 cm 6.6300 m2 -
Semen Portland 8.1600 kg - -
Pasir Pasang 0.0230 m3 - -
Semen Warna 0.9000 kg - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.2500 OH - -
Tukang Batu 0.1200 OH - -
Kepala Tukang 0.0120 OH - -
Mandor 0.0125 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.36 1 M2 PASANG LANTAI KERAMIK 30 X 30 CM PUTIH
BAHAN :
Keramik 30 x 30 cm 20.0000 m2 - -
Semen Portland 11.3800 kg - -
Pasir Pasang 0.0420 m3 - -
Semen Warna 1.5000 kg - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.6200 OH - -
Tukang Batu 0.3500 OH - -
Kepala Tukang 0.0350 OH - -
Mandor 0.0300 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.37 1 M2 PASANG LANTAI KERAMIK 30 X 30 CM BERCORAK/ WARNA
BAHAN :
Keramik 30x30 cm 6.6300 m2 - -
Semen Portland 8.1600 kg - -
Pasir Pasang 0.0230 m3 - -
Semen Warna 0.9000 kg - -
Sub jumlah -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
UPAH :
Pekerja 0.2500 OH - -
Tukang Batu 0.1200 OH - -
Kepala Tukang 0.0120 OH - -
Mandor 0.0125 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.38 1 M2 PASANG DINDING KERAMIK 20 X 20 CM POLOS
BAHAN :
Keramik 20x20 cm 20.0000 bh - -
Semen Portland 11.3800 kg - -
Pasir Pasang 0.0420 m3 - -
Semen Warna 1.5000 kg - -
Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.6200 OH - -
Tukang Batu 0.3500 OH - -
Kepala Tukang 0.0350 OH - -
Mandor 0.0300 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.39 1 M2 PASANG DINDING KERAMIK 20 X 20 CM BERCORAK/WARNA
BAHAN :
Keramik 20x20 cm 20.0000 m2 - -
Semen Portland 11.3800 kg - -
Pasir Pasang 0.0420 m3 - -
Semen Warna 1.5000 kg - -
Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.6200 OH - -
Tukang Batu 0.3500 OH - -
Kepala Tukang 0.0350 OH - -
Mandor 0.0300 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.40 1 M2 PASANG DINDING KERAMIK 20X25 CM,
BAHAN :
Keramik 20 x 25 cm 20.0000 bh -
Semen Portland 11.3800 kg - -
Pasir Pasang 0.0420 m3 - -
Semen Warna 1.5000 kg - -
Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.6000 OH - -
Tukang Batu 0.1000 OH - -
Kepala Tukang 0.0450 OH - -
Mandor 0.0300 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
A.41 1 M2 PASANGAN PAVING BLOCK WARNA (8 CM)
BAHAN :
Paving Block Warna 8 cm 1.0100 m2 - -
Pasir Beton 0.1000 m3 - -
Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.2500 OH - -
Tukang Batu 0.5000 OH - -
Kepala Tukang Batu 0.0250 OH - -
Mandor 0.0030 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.42 1 M2 PASANG DINDING BATU TEMPEL
BAHAN :
Batu Tempel Hitam 1.1000 m2 - -
Semen Abu-abu 11.7500 kg - -
Pasir Pasang 0.0350 m3 - -
Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.7000 OH - -
Tukang Batu 0.3500 OH - -
Kepala Tukang 0.0350 OH - -
Mandor 0.0350 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.43 1 Ml PASANG LISTPLANK KAYU 3/20 CM
Kayu Kamper banjar 0.007 M3 - -
Paku 0.01 Kg -
Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.1000 OH - -
Tukang Kayu 0.2000 OH - -
Kepala Tukang 0.0200 OH - -
Mandor 0.0050 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.44 1 UNIT PEKERJAAN PINTU FIBER + DAUN PINTU FIBER (LENGKAP)
BAHAN :
Pintu Fiber 1.0000 unit -
Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.5000 OH - -
Tukang Batu 0.0500 OH - -
Mandor 0.0100 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
A.45 1 M2 PEKERJAAN KACA
BAHAN :
Kaca = 5mm 1.1000 m2 - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.0150 OH - -
Tukang Kayu 0.1500 OH - -
Kepala Tukang Kayu 0.0150 OH - -
Mandor 0.0008 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.46 1 M2 PLAFOND GYPSUM BOARD RANGKA HOLLOW, TEBAL 9 mm
BAHAN :
Gypsum Board (120 x 240 x9) mm 0.3640 lbr - -
Besi Hollow 40x40x0.4mm (Galvanis] 1.1000 m1 - -
Besi Hollow 20x40x0.4mm (Galvanis] 2.2000 m1 - -
Screw Gypsum 0.2200 kg - -
Kumpon 0.3640 kg - -
Kain Kasa 0.1100 ml - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.4000 OH - -
Tukang Besi 0.2000 OH - -
Kepala Tukang 0.0200 OH - -
Mandor 0.0100 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.47 1 Ml LIST GYPSUM
BAHAN :
List Gypsum uk 4 - 10 mm 1.1000 m1 - -
Kumpon 0.2000 kg - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.0600 OH - -
Tukang Kayu 0.0600 OH - -
Kepala Tukang 0.0060 OH - -
Mandor 0.0030 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.48 MEMASANG 1 BUAH KLOSET JONGKOK PORSELEN
BAHAN :
Kloset Jongkok porselen setara INA 1.0000 bh - -
Semen Portland 0.1200 zak - -
Pasir Pasang 0.0100 m3 - -
Sub jumlah -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
UPAH :
Pekerja 0.6000 OH - -
Tukang Batu 0.3000 OH - -
Kepala Tukang 0.1500 OH - -
Mandor 0.0800 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.49 MEMASANG 1 BUAH WASTAFEL
BAHAN :
Wastafel 1.0000 bh - -
kaca cermin 1.0000 m2 - -
Perlengkapan 0.1200 Is -
Semen Portland 0.0600 kg - -
Pasir Pasang 0.0100 m3 - -
Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 1.2000 OH - -
Tukang Batu 1.4500 OH - -
Kepala Tukang 0.1500 OH - -
Mandor 0.1000 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.50 MEMASANG 1 BUAH BAK MANDI FIBREGLASS VOLUME 0,3 M3
BAHAN :
Bak Fibreglass 1.0000 bh - -
Perlengkapan 0.1800 hrg bak - -
Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 1.8000 OH - -
Tukang Batu 0.6000 OH - -
Kepala Tukang 0.5400 OH - -
Mandor 0.1100 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.51 MEMASANG 1 M1 PIPA PVC TIPE AW DIAMETER 0,5"
BAHAN :
Pipa PVC 1.2000 m1 - -
Perlengkapan 0.3500 hrg pipa - -
Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.0360 OH - -
Tukang Batu 0.0600 OH - -
Kepala Tukang 0.0060 OH - -
Mandor 0.0018 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
1
A.52 MEMASANG 1 M PIPA PVC TIPE AW DIAMETER 0,75"
BAHAN :
Pipa PVC 1.2000 m1 - -
Perlengkapan 0.3500 hrg pipa - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.0360 OH - -
Tukang Batu 0.0600 OH - -
Kepala Tukang 0.0060 OH - -
Mandor 0.0018 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.53 MEMASANG 1 M1 PIPA PVC TIPE AW DIAMETER 1"
BAHAN :
Pipa PVC 1.2000 m1 - -
Perlengkapan 0.3500 hrg pipa - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.0360 OH - -
Tukang Batu 0.0600 OH - -
Kepala Tukang 0.0060 OH - -
Mandor 0.0018 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A. 54 MEMASANG 1 M1 PIPA PVC TIPE AW DIAMETER 2" ( ABU )
BAHAN :
Pipa PVC 1.2000 m1 - -
Perlengkapan 0.3500 hrg pipa - -
Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.0540 OH - -
Tukang Batu 0.0900 OH - -
Kepala Tukang 0.0090 OH - -
Mandor 0.0027 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.55 MEMASANG 1 M1 PIPA PVC TIPE AW DIAMETER 3"
BAHAN :
Pipa PVC 1.2000 m1 - -
Perlengkapan 0.3500 hrg pipa - -
Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.0810 OH - -
Tukang Batu 0.1350 OH - -
Kepala Tukang 0.0135 OH - -
Mandor 0.0041 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
1
A.56 MEMASANG 1 M PIPA PVC TIPE AW DIAMETER 4"
BAHAN :
Pipa PVC 1.2000 m1 - -
Perlengkapan 0.3500 hrg pipa - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.0810 OH - -
Tukang Batu 0.1350 OH - -
Kepala Tukang 0.0135 OH - -
Mandor 0.0041 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.57 MEMASANG 1 BH BAK CUCI PIRING STAILES STEEL
BAHAN :
Bak Cuci Stainless Steel 1.0000 bh -
Water drain + asesories 1.0000 bh -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.0300 OH - -
Tukang Batu 0.3000 OH - -
Kepala Tukang 0.0300 OH - -
Mandor 0.0015 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.58 MEMASANG 1 BH KRAN DIAMETER 0,75' ATAU 0,5"
BAHAN :
Kran Air 1.0000 bh - -
Seal tape 0.0250 bh - -
Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.0100 OH - -
Kepala Tukang 0.0010 OH - -
Mandor 0.0005 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.59 MEMASANG 1 BH FLOOR DRAIN
BAHAN :
Floordrain 1.0000 bh - -

Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.0100 OH - -
Kepala Tukang 0.0010 OH - -
Mandor 0.0005 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
A.60 1 UNIT PASANG KUSEN & PINTU ALUMINIUM PJ 1
BAHAN :
Profil alumunium warna 4" 17.3900 m1 - -
Rangka daun pintu alumunium ex. YKK powder coating 16.5700 m1 - -
Kaca 5 mm 6.9400 m2 - -
Tralis besi 6.1700 m2 -
Acesories 1.0000 Is - -
Sub jumlah -
UP AH :
Ongkos pasang ( 20% ) 1.0000 Is - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.61 1 UNIT PASANG KUSEN & PINTU ALUMINIUM P 1
BAHAN :
Profil alumunium warna 4" 6.0500 m1 - -
Rangka daun pintu alumunium ex. YKK powder coating 5.9600 m1 - -
Kaca 5 mm 2.0600 m2 - -
Acesories 1.0000 Is - -
Sub jumlah -
UP AH :
Ongkos pasang ( 20% ) 1.0000 Is - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.62 1 UNIT PASANG KUSEN & PINTU ALUMINIUM P 2
BAHAN :
Profil alumunium warna 4" 5.3000 m1 - -
Rangka daun pintu alumunium ex. YKK powder coating 6.1000 m1 - -
Kaca 5 mm 1.2000 m2 - -
Acesories 1.0000 Is - -
Sub jumlah -
UP AH :
Ongkos pasang ( 20% ) 1.0000 Is - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.63 1 UNIT PASANG KUSEN & PINTU ALUMINIUM
BAHAN :
Profil alumunium warna 4" 4.6500 m1 - -
Rangka daun pintu alumunium ex. YKK powder coating 5.2000 m1 - -
Kaca 5 mm 0.2600 m2 - -
Acesories 1.0000 Is - -
Sub jumlah -
UP AH :
Ongkos pasang ( 20% ) 1.0000 Is - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
A.64 1 UNIT PASANG KUSEN JENDELA ALUMINIUM Jl
BAHAN :
Profil alumunium warna 4" 5.6000 m1 - -
Kaca 5 mm 1.5700 m2 - -
Acesories 1.0000 Is - -
Sub jumlah -
UP AH :
Ongkos pasang ( 20% ) 1.0000 Is - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.65 1 UNIT PASANG KUSEN JENDELA ALUMINIUM J2
BAHAN :
Profil alumunium warna 4" 6.5400 m1 - -
Rangka daun Jendela alumunium ex. YKK powder coating 7.0200 m1 - -
Kaca 5 mm 0.9800 m2 - -
Tralis besi 1.5000 m2 - -
Acesories 1.0000 Is - -
Sub jumlah -
UP AH :
Ongkos pasang ( 20% ) 1.0000 Is - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.66 1 UNIT PASANG KUSEN JENDELA ALUMINIUM J3
BAHAN :
Profil alumunium warna 4" 7.0600 m1 - -
Rangka daun Jendela alumunium ex. YKK powder coating m1 - -
Kaca 5 mm 2.9300 m2 - -
Tralis besi 2.9300 m2 - -
Acesories 1.0000 Is - -
Sub jumlah -
UP AH :
Ongkos pasang ( 20% ) 1.0000 Is - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.67 1 UNIT PASANG KUSEN JENDELA ALUMINIUM J4
BAHAN :
Profil alumunium warna 4" 10.9800 m1 - -
Rangka daun Jendela alumunium ex. YKK powder coating 7.0200 m1 - -
Kaca 5 mm 1.1400 m2 - -
Tralis besi 1.5200 m2 - -
Acesories 1.0000 Is - -
Sub jumlah -
UP AH :
Ongkos pasang ( 20% ) 1.0000 Is - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
A.68 1 UNIT PASANG KUSEN JENDELA ALUMINIUM J5
BAHAN :
Profil alumunium warna 4" 10.6800 m1 - -
Rangka daun Jendela alumunium ex. YKK powder coating 6.8200 m1 - -
Kaca 5 mm 1.0500 m2 - -
Tralis besi 1.4200 m2 - -
Acesories 1.0000 Is - -
Sub jumlah -
UP AH :
Ongkos pasang ( 20% ) 1.0000 Is - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.69 1 UNIT PASANG KUSEN JENDELA BV
BAHAN :
Profil alumunium warna 4" 2.3000 m1 - -
Rangka daun Jendela alumunium ex. YKK powder coating 2.1000 m1 - -
Kaca 5 mm 0.1300 m2 - -
Tralis besi 0.2700 m2 - -
Acesories 1.0000 Is - -
Sub jumlah -
UP AH :
Ongkos pasang ( 20% ) 1.0000 Is - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.70 1 BUAH PASANG KUNCI TANAM BIASA
BAHAN :
Kunci Tanam biasa 1.0000 bh - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.0100 OH - -
Tukang Kayu 0.5000 OH - -
Kepala Tukang 0.0100 OH - -
Mandor 0.0050 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.71 1 BUAH PASANG KUNCI TANAM KAMAR MANDI
BAHAN :
Kunci Tanam Kamar Mandi 1.0000 bh - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.0050 OH - -
Tukang Kayu 0.5000 OH - -
Kepala Tukang 0.0050 OH - -
Mandor 0.0025 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
A.72 1 BUAH PASANG KUNCI SILINDER
BAHAN :
Kunci Silinder 1.0000 bh - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.0050 OH - -
Tukang Kayu 0.5000 OH - -
Kepala Tukang 0.0050 OH - -
Mandor 0.00025 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.73 1 BUAH PASANG ENGSEL PINTU
BAHAN :
Engsel plntu 1.0000 bh - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.0150 OH - -
Tukang Kayu 0.1000 OH - -
Kepala Tukang 0.0150 OH - -
Mandor 0.00075 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.74 1 BUAH PASANG KAIT ANGIN
BAHAN :
Kait Angin 1.0000 ps - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.0150 OH - -
Tukang Kayu 0.1500 OH - -
Kepala Tukang 0.0150 OH - -
Mandor 0.00075 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.75 1 BUAH PASANG KUNCI SELOT
BAHAN :
Kunci Selot 1.0000 bh - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.0200 OH - -
Tukang Kayu 0.2000 OH - -
Kepala Tukang 0.0200 OH - -
Mandor 0.00100 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
A.76 1 M2 PASANG KACA, TEBAL 5 MM
BAHAN :
Kaca 1.1000 m2 - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.0150 OH - -
Tukang Kayu 0.1500 OH - -
Kepala Tukang 0.0150 OH - -
Mandor 0.00075 OH - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.77 1 M2 PAS. KUDA - KUDA BAJA RINGAN
Truss C. 75.75 5.0000 ml -
Reng TS. 40 5.0000 ml -
Screw / Dynabolt 4.5000 bh -
Talang Jurai Dalam 0.0100 ml -
Upah Kerja 1.0000 Is -
Sub jumlah
Jumlah -
Dibulatkan -
A.78 1 M2 PENGECATAN DINDING (3x)
BAHAN :
Cat tembok 0.2000 kg - -
Plamir tembok 0.1600 kg - -
Rol cat 0.0100 bh - -
Ampelas 0.5000 lbr - -
Steiger werk 1.0000 Is -
Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.0200 org - -
Tk. cat 0.0630 org - -
Kep. tukang cat 0.0063 org - -
Mandor 0.0025 org - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -
A.79 1 M2 PENGECATAN PLAFOND (3x)
BAHAN :
Cat tembok 0.2600 kg - -
Plamir tembok 0.1600 kg - -
Rol cat 0.0100 bh - -
Ampelas 0.5000 lbr - -
Steiger werk 1.0000 Is -
Sub jumlah -
UPAH :
Pekerja 0.0200 org - -
Tk. cat 0.0630 org - -
Kep. tukang cat 0.0063 org - -
Mandor 0.0025 org - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


1 2 3 4 5 6 = (3x5)
A.80 1 M2 PENGECATAN BESI (3X)
BAHAN :
Meni besi 0.1670 kg - -
Cat besi sekelas Seiv 0.2000 kg - -
Amplas besi 0.4000 lbr - -
Minyak cat / thiner B 0.1500 ltr - -
Kwas 3" 0.0500 bh - -
Sub jumlah -
UP AH :
Pekerja 0.0700 org - -
Tk. Cat 0.0090 org - -
Kep. tukang cat 0.0060 org - -
Mandor 0.0025 org - -
Sub jumlah -
Jumlah -
Dibulatkan -

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


DAFTAR HARGA SATUAN BAHAN
TAHUN ANGGARAN 2013

NO JENIS BAHAN-BAHAN SATUAN HARGA


SATUAN
(Rp.)
a b c d
AGREGAT KASAR, BAHAN PEREKAT & BAHAN JADINYA
1 Tanah Urug m3
2 Pasir urug m3
3 Pasir pasangkali m3
4 Pasir beton m3
5 Abu Batu m3
6 Batu pecah mesin 1/2 m3
7 Batu pecah mesin 2/3 m3
8 Batu pecah mesin 3/5 m3
9 Batu pecah mesin 5/7 m3
10 Batu belah pondasi m3
11 Agregat pecah tersaring kelas A m3
12 Agregat pecah tersaring kelas B m3
13 Sirtu m3
14 Bataco bh
15 Con Block 8x20x40 bh
16 Bata merah Kelas I bh
17 SementPC(50Kg) zak
18 Sement PC kg
19 SementWarna kg
20 Sement Warna zak
21 Adukan Ready Mix K - 175 m3
22 Adukan Ready Mix K - 200 m3
23 Adukan Ready Mix K - 225 m3
24 Adukan Ready Mix K - 250 m3
25 Adukan Ready Mix K - 300 m3

BAHAN FINISHING : LABURAN, PENGISI DAN ALATNYA


1 Cattembok kg
2 CatTembokAcrilic kg
3 CatTembok Eksterior Wheatershield kg
4 Cat kayu kg
5 Catbesi kg
6 Plamir tembok kg
7 Dempul kayu kg
8 Meni kayu/besi kg
9 Zinckromat kg
10 Rol cattembok bh
11 Kwas 3" bh
12 Pewarna plitur ( Otem ) bks
13 Oker kg
14 Bahan Plitur Kripik (Sirlak India) kg
15 Spritus ltr
16 Dempul lilin kg

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


NO JENIS BAHAN-BAHAN SATUAN HARGA
SATUAN
(Rp.)
a c d
17 Dempul plitur kg
18 Dempul halus/ impra (wood filler) kg
19 Terpentin ltr
20 Thinner A ltr
21 Thinner B ltr
22 Amplas lbr
23 Teak Oil kg
24 Bahan Bakar Solar ltr
25 Pelumas Alat Besar ltr
26 Pelumas bekisting / oli bekas ltr
27 Pelapis Anti Bocor Emulsi kg
28 Residu ltr
29 Plincote kg
30 Seal tape bh
31 Aspal kg
32 Minyak tanah ltr

BAHAN KAYU BERIKUT BAHAN JADINYA


1 Kayu balok Rasamala / Klas. II m3
2 Kayu papan Rasamala / Klas. II m3
3 Kayu balok Saninten / Puspa / Klas. II m3
4 Kayu papan Saninten / Puspa / Klas. II m3
5 Kayu Albasia m3
6 Kayu Balok Kamper Banjar m3
7 Kayu Papan Kamper Banjar m3
8 Kayu balok kamper samarinda m3
9 Kayu papan kamper samarinda m3
10 Kayu balok borneo super m3
11 Kayu papan borneo super m3
12 Kayu list propil Kamper 1 cm m'
13 Kayu list propil Kamper 2 cm m'
14 Kayu list propil Kamper 4 cm m'
15 Kayu list propil Kamper 5 cm m'
16 Kayu list propil Kamper 10 cm m'
17 Kayu Kaso 5/7 Borneo Super m3
18 Kayu Kaso 5/7 Rasamala m3
19 Kayu Reng 2/3 Borneo Super m3
20 Kayu Reng 2/3 Rasamala / Klas. II m3
21 Kayu Reng 3/4 Rasamala / Klas. II m3
22 Dolken 5 s/d 7 btg
23 Dolken 7 s/d 10 btg
24 Reng Bambu btg
25 Kaso Bambu btg

BAHAN PENUTUP RANGKA PLAFOND DAN BAHAN KAYU LAPIS


1 Eternit m2
2 Asbes Sement 4 mm (1 x 1 m ) lbr
3 Triplek 3 mm uk. 120 x 240 cm lbr
4 Triplek 6 mm uk. 120 x 240 cm lbr

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


NO JENIS BAHAN-BAHAN SATUAN HARGA
SATUAN
(Rp.)
a c d
5 Triplek 4 mm uk. pintu lbr
6 Teakwood uk. pintu 3 mm lbr
7 Teakwood 3 mm uk. 120 x 240 cm lbr
8 Multipleks 9 mm lbr
9 Teakblock 12 mm lbr
10 Teakblock 18 mm lbr
11 Play Wood 18 mm 120 x 240 lbr
12 Formika uk. pintu lbr
13 Gypsum lbr
14 Calci board lbr
15 GRC 120x240 cm t=6 mm lbr
16 ListplankGRC20cm m'
18 List Gypsum 10 cm m'
19 Kumpon kg
20 Kain Kasa m'
21 wall Paper m2
22 HPL 0,7mm ex. Arborite, tipe: solid colour snow white m2
23 Rockwool density 80 kg/m3. m2
24 karpet Hotel. Ex Lokal .t 4 mm m2

BAHAN LANTAI DAN PELAPIS DINDING


1 Keramik 20 x 20 cm [KM] Kwl DN Putih m2
2 Keramik 20 x 20 cm [KM] Kwl DN warna/corak m2
3 Keramik 40 x 40 cm [KM] Kwl DN Putih m2
4 Keramik 30 x 30 cm [KM] Kwl DN Putih m2
5 Keramik 30 x 30 cm [KM] Kwl DN warna/corak m2
6 Keramik 20 x 25 cm [KM] Kwl DN warna/corak m2
7 Plint Keramik 10 x 40 cm [KM] Kwl DN Putih bh
8 GranitTile 40x40 cm m2
9 Border Keramik 5 x 20 cm bh
10 Batu Tempel Hitam m2
11 Paving Block Natural 6 cm m2
12 Paving Block Natural 8 cm m2
13 Paving Block Warna 6 cm m2
14 Paving Block Warna 8 cm m2
15 Grass Block 20x20 bh
16 Grass Block 30x30 bh
17 Roster Beton 20x20 bh
18 Roster Beton 30x30 bh
19 Lantai GranitAlam LN m2
20 Kansteen bh

BAHAN SALURAN AIR KOTOR / BERSIH


1 Grevel uk. 20 cm m'
2 Grevel uk. 30 cm m'
3 Grevel uk. 40 cm m'
4 Pipa PVC / Paralon diam. 1/2 " btg
5 Pipa PVC / Paralon diam. 3/4 " btg
6 Pipa PVC / Paralon diam. 1" btg
7 Pipa PVC / Paralon diam. 1,5 " btg

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


8 Pipa PVC / Paralon diam. 2 " btg

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


NO JENIS BAHAN-BAHAN SATUAN HARGA
SATUAN
(Rp.)
a b c d
9 Pipa PVC / Paralon diam. 3 " btg
10 Pipa PVC / Paralon diam. 4 " btg
11 Talang gantung PVC btg
12 Pipa besi diameter 1" btg
13 Pipa besi diameter 1,25" btg
14 Pipa besi diameter 1,5" btg
15 Pipa besi diameter 2" btg
16 Pipa besi diameter 3" btg
17 Pipa besi diameter 4" btg
18 Pipa besi diameter 6" btg
19 Pipa besi hitam diameter 1" btg
21 Pipa besi hitam diameter 2" btg
23 Pipa besi hitam diameter 3" btg
24 Pipa besi hitam diameter 4" btg
25 Pipa besi hitam diameter 6" btg
26 Pipa besi Stenles t = 1 mm diameter 1" btg
27 Pipa besi Stenles t = 1 mm diameter 1.25" btg
28 Pipa besi Stenles t = 1 mm diameter 1.5" btg
29 Pipa besi Stenles t = 1 mm diameter 2" btg
30 Pipa besi Stenles t = 1 mm diameter 2.5" btg
31 Pipa besi Stenles t = 1 mm diameter 3" btg
32 Floor drain bh
33 Lem Kayu putih (FOX) Kg
34 Lem Kayu Kuning (Aibon) Kg
35 Besi Strip Kg
36 besi siku lubang 40 x 40 panjang 4000 mm btg

BAHAN LOGAM DAN BAHAN JADINYA


1 Besi beton U 24 kg
2 Besi beton U 39 kg
3 Kawat pengikat beton kg
4 Kawat Bronjong O 4 mm kg
5 Kawat Las Listrik O 4 mm kg
6 Besi/Baja Profil Ex. DN kg
7 Besi Baja Profil Siku kg
8 Atap Baja Ringan (Galvanis) m2
9 Atap Baja Ringan (zincalume) 081 mm m2
10 Kusen Alumunium 4" Warna m'
11 Kusen Alumunium 4" Silver m'
12 Pagar BRC uk 0.6x2.4 m O 5.5 mm bh
13 Wiremesh 5.4 m x 2.1 m O 8 mm m2
14 Rangka Besi Siku Tinggi 3 m (Rangka Waterturn) unit
15 Besi Hollow 40x40x0.4mm (Galvanis) m'
16 Besi Hollow 20x40x0.4mm (Galvanis) m'
17 Screw Gypsum kg

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


NO JENIS BAHAN-BAHAN SATUAN HARGA
SATUAN
(Rp.)
a c d
BAHAN PAKU DAN MUR BAUT
1 Paku1 - 3 cm kg
2 Paku 4 - 7 cm kg
3 Paku 8 - 12 cm kg
4 Paku Beton 2 - 5 cm bh
5 MurBautHTB bh
6 Mur Bautm 10 bh

BAHAN KACA
1 Kaca polos 3 mm m2
2 Kaca polos 5 mm m2
3 Kaca rayband 5 mm m2
4 Glass Block GN 20 x 20 cm bh

BAHAN SANITAIR
1 Kran Tembok 1/2 " bh
2 Kran Bebek 1/2 " bh
3 Closet jongkok lengkap standarputih unit
4 Wwastafel setara toto unit
5 TempatSabun bh
6 Urinoir unit
7 Kitchen Zink bh

BAHAN PENAMPUNG AIR


1 Tangki air Fiber glass 0,5 m3 bh
2 Tangki air Polyetilene Kapasitas 2 m3 bh
3 Bak KM fiber 60 x 60 cm bh

BAHAN PENGISAP AIR SUMUR DANGKAL


1 Pompa dragon tegal bh
2 Pompa dragon asli bh
3 Mesin pompa air 100 Watt Sanyo bh
4 Mesin poma air Jet pump 250 Watt Merk Sanyo bh

BAHAN PENUTUP ATAP


1 Atap spandek motif genteng 0.3 m2
2 Atap Asbes gelombang kecil 4 mm 80 x 180 cm lbr
3 Atap genteng pelentong (natural) 24 /m2 bh
4 Atap genteng morando (natural) 18 /m2 bh
5 Atap genteng morando (glazuur) 18 /m2 bh
6 Atap genteng beton (natural) bh
7 Atap genteng beton (warna) bh
8 Seng gelombang BJLS 03 uk. 80 x 180 cm m2
9 Seng plaat BJLS 30 Lebar 90 Cm m'
10 Alumunium Foil Single Side m2
13 Bubung genteng palentong bh
14 Bubung genteng morando Natural bh
15 Bubung genteng morando Glazuur bh
16 Bubung genteng beton ( 4bh /m2) natural bh

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


NO JENIS BAHAN-BAHAN SATUAN HARGA
SATUAN
(Rp.)
a c d
17 Bubung genteng beton ( 4 bh /m2) warna bh
18 Bubung asbes gelombang m'
19 Atap genteng metal lbr
20 Nok Genteng metal lbr
21 Wall Flashing genteng metal lbr
22 Atap Polycarbonate Berongga m'
23 Atap Policarbonate Gelombang 0.6 x 1.8 m m'

BAHAN ALAT PENGGANTUNG KUNCI


1 Kunci 2 slagg bh
2 Hak angin biasa bh
3 Slotjendela bh
4 Slot Pintu bh
5 Engsel jendela bh
6 Engsel pintu bh
7 Tarikan Jendela bh

BAHAN ALAT LISTRIK


1 Saklar bh
2 Stop Kontak bh
3 Stop Kontak Ac bh
4 Lampu Pijar bh
5 Lampu LED 7 watt bh
6 Lampu LED 40 watt bh
7 Lampu TL 2x20 watt bh
8 Lampu TL 1 x 20 watt bh
9 Panel Box III Phase unit
10 Lampu Down Light 20 watt bh

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


DAFTAR SATUAN UPAH
PEKERJA TAHUN
ANGGARAN 2013

NO. JENIS PEKERJA BANGUNAN SATUAN WAKTU


HARGA UPAH
Rp.

1 PEKERJA 1ORANG/HR
2 TUKANG GALI 1ORANG/ HR
3 TUKANG LISTRIK 1ORANG/HR
4 KEPALA TUKANG BATU 1ORANG/ HR
5 TUKANG KAYU 1ORANG/HR
6 KEPALA TUKANG KAYU 1ORANG/ HR
7 TUKANG CAT / PELITUR TERAMPIL 1ORANG/HR
8 KEPALA TUKANG CAT / PELITUR 1ORANG/ HR
9 TUKANG BESI BETON TERAMPIL 1ORANG/HR
10 KEPALA TUKANG BESI BETON 1ORANG/ HR
11 TUKANG BESI PROFIL TERAMPIL 1ORANG/HR
12 KEPALA TUKANG BESI PROFIL 1ORANG/ HR
13 TUKANG PIPA 1ORANG/HR
14 MANDOR 1ORANG/ HR

Keterangan (Untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Gabungan Harga


Satuan dan Lump Sum)

1. Daftar Kuantitas dan Harga harus dibaca sesuai dengan Instruksi Kepada
Peserta (IKP), Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) dan Syarat-Syarat
Khusus Kontrak (SSKK), Spesifikasi Teknis dan Gambar.

2. Pembayaran terhadap prestasi pekerjaan dilakukan berdasarkan


kuantitas pekerjaan aktual yang dimintakan dan dikerjakan sebagaimana
diukur oleh Penyedia dan diverifikasi oleh Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK), serta dinilai sesuai dengan harga yang tercantum dalam Daftar
Kuantitas dan Harga.

3. Harga dalam Daftar Kuantitas dan Harga telah mencakup semua biaya
pekerjaan, personil, pengawasan, bahan-bahan, perawatan, asuransi,
laba, pajak, bea, keuntungan, overhead dan semua risiko, tanggung
jawab, dan kewajiban yang diatur dalam Kontrak.

4. Harga harus dicantumkan untuk setiap mata pembayaran, terlepas dari


apakah kuantitas dicantumkan atau tidak. Jika Penyedia lalai untuk
mencantumkan harga untuk suatu pekerjaan maka pekerjaan tersebut
dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran lain dalam
Daftar Kuantitas dan Harga.

5. Semua biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi ketentuan Kontrak


harus dianggap telah termasuk dalam setiap mata pembayaran, dan jika
Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang
mata pembayaran terkait tidak ada maka biaya dimaksud harus dianggap
telah termasuk dalam harga mata pembayaran yang terkait.

6. Pokja ULP akan melakukan koreksi aritmatik atas kesalahan


penghitungan dengan ketentuan sebagai berikut:

(a) jika terdapat perbedaan antara penulisan nilai dalam angka dan
huruf pada Surat Penawaran maka yang dicatat nilai dalam huruf;
dan

(b) jika terjadi kesalahan hasil pengalian antara volume dengan harga
satuan pekerjaan maka dilakukan pembetulan, dengan ketentuan
volume pekerjaan sesuai dengan yang tercantum dalam Dokumen
Pengadaan dan harga satuan tidak boleh diubah.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


Keterangan (Untuk Kontrak Lump Sum)

1. Daftar Kuantitas dan Harga harus dibaca sesuai dengan Instruksi Kepada
Peserta (IKP), Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) dan Syarat-Syarat
Khusus Kontrak (SSKK), Spesifikasi Teknis dan Gambar.

2. Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan terhadap pekerjaan yang telah


dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam SSUK dan SSKK.

3. Harga dalam Daftar Kuantitas dan Harga telah mencakup semua biaya
pekerjaan, personil, pengawasan, bahan-bahan, perawatan, asuransi, laba,
pajak, bea, keuntungan, overhead dan semua risiko, tanggung jawab, dan
kewajiban yang diatur dalam Kontrak.

4. Harga harus dicantumkan untuk setiap mata pembayaran, terlepas dari


apakah kuantitas dicantumkan atau tidak. Jika Penyedia lalai untuk
mencantumkan harga untuk suatu pekerjaan maka pekerjaan tersebut
dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran lain dalam Daftar
Kuantitas dan Harga.

5. Semua biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi ketentuan Kontrak harus


dianggap telah termasuk dalam setiap mata pembayaran, dan jika mata
pembayaran terkait tidak ada maka biaya dimaksud harus dianggap telah
termasuk dalam harga mata pembayaran yang terkait.

6. Pokja ULP akan melakukan koreksi aritmatik terhadap volume pekerjaan


sesuai dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


Daftar 1: Mata Pembayaran Umum1

No. Uraian Pekerjaan Satuan Kuantitas Harga Total


Ukuran Satuan Harga2

Total Daftar 1
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)

1
Mata Pembayaran Umum memuat rincian komponen pekerjaan yang bersifat umum.
2
Semua jenis harga yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah harga sebelum PPN
(Pajak Pertambahan Nilai).

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


Daftar 2: Mata Pembayaran Pekerjaan Utama: __________1

No. Uraian Pekerjaan Satuan Kuantitas Harga Total


Ukuran Satuan Harga2

Total Daftar 2
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)

1
Cantumkan Mata Pembayaran Pekerjaan Utama yang menjadi pokok dari paket Pekerjaan
Konstruksi ini di antara bagian-bagian pekerjaan lain.
2
Semua jenis harga yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah harga sebelum
PPN (Pajak Pertambahan Nilai).

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


Daftar 3: Mata Pembayaran ______________________1

No. Uraian Pekerjaan Satuan Kuantitas Harga Total


Ukuran Satuan Harga2

Total Daftar 3
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)

1
Cantumkan Mata Pembayaran Jenis Pekerjaan selain yang sudah diuraikan dalam Mata
Pembayaran Pekerjaan Utama jika terdapat lebih dari satu jenis pekerjaan.
2
Semua jenis harga yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah harga sebelum
PPN (Pajak Pertambahan Nilai).

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


Daftar Rekapitulasi

Mata Pembayaran Harga


Daftar No. 1: Mata Pembayaran Umum
Daftar No. 2: Mata Pembayaran Pekerjaan Utama
Daftar No. 3: Mata Pembayaran __________
—dll.—
Jumlah (Daftar 1+2+3+___)
PPN 10%
TOTAL NILAI

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


BAB XIV. BENTUK DOKUMEN LAIN

A. BENTUK SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA (SPPBJ)

[kop surat K/L/D/I]

Nomor : __________ __________, __ __________ 20__


Lampiran : __________

Kepada Yth.
__________
di __________

Perihal : Penunjukan Penyedia untuk Pelaksanaan Paket Pekerjaan __________


_________________________________________

Dengan ini kami beritahukan bahwa penawaran Saudara nomor __________


tanggal __________ perihal __________ dengan [nilai penawaran/penawaran
terkoreksi] sebesar Rp_____________ (____________________) kami nyatakan
diterima/disetujui.

Sebagai tindak lanjut dari Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) ini
Saudara diharuskan untuk menyerahkan Jaminan Pelaksanaan dan
menandatangani Surat Perjanjian paling lambat 14 (empat belas) hari kerja
setelah diterbitkannya SPPBJ. Kegagalan Saudara untuk menerima penunjukan
ini yang disusun berdasarkan evaluasi terhadap penawaran Saudara, akan
dikenakan sanksi sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden No. 54 Tahun
2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir diubah dengan
Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya.

Satuan Kerja __________


Pejabat Pembuat Komitmen

[tanda tangan]

[nama lengkap]
[jabatan]
NIP. __________

Tembusan Yth. :
1. ____________ [PA/KPA K/L/D/I]
2. ____________ [APIP K/L/D/I]
3. ____________ [Pokja ULP]
......... dst

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


B. BENTUK SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)

[kop surat satuan kerja K/L/D/I]

SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)

Nomor: __________
Paket Pekerjaan: __________

Yang bertanda tangan di bawah ini:

_______________ [nama Pejabat Pembuat Komitmen]


_______________ [jabatan Pejabat Pembuat Komitmen]
_______________ [alamat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen]

selanjutnya disebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen;

berdasarkan Surat Perjanjian __________ nomor __________ tanggal


__________, bersama ini memerintahkan:

_______________ [nama Penyedia Pekerjaan Konstruksi]


_______________ [alamat Penyedia Pekerjaan Konstruksi]
yang dalam hal ini diwakili oleh: __________

selanjutnya disebut sebagai Penyedia;

untuk segera memulai pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan


ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

1. Macam pekerjaan: __________;

2. Tanggal mulai kerja: __________;

3. Syarat-syarat pekerjaan: sesuai dengan persyaratan dan ketentuan Kontrak;

4. Waktu penyelesaian: selama ___ (__________) hari kalender/bulan/tahun


dan pekerjaan harus sudah selesai pada tanggal __________

5. Denda: Terhadap setiap hari keterlambatan pelaksanaan/penyelesaian


pekerjaan Penyedia akan dikenakan Denda Keterlambatan sebesar 1/1000

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


(satu per seribu) dari Nilai Kontrak atau bagian tertentu dari Nilai Kontrak
sebelum PPN sesuai dengan Syarat-Syarat Khusus Kontrak.

__________, __ __________ 20__

Untuk dan atas nama __________


Pejabat Pembuat Komitmen

[tanda tangan]

[nama lengkap]
[jabatan]
NIP: __________

Menerima dan menyetujui:

Untuk dan atas nama __________

[tanda tangan]

[nama lengkap wakil sah badan usaha]


[jabatan]

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


C. BENTUK SURAT-SURAT JAMINAN

Jaminan Sanggahan Banding dari Bank

[Kop Bank Penerbit Jaminan]

GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN SANGGAHAN BANDING
No. ____________________

Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________


dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak
untuk dan atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di
_________________________________________ [alamat]

untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN

dengan ini menyatakan akan membayar kepada:


Nama : ___________________________________ [Pokja ULP]
Alamat : _______________________________________________

selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN

sejumlah uang Rp _____________________________________


(terbilang ________________________________________________________)
dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Sanggahan Banding atas pekerjaan
______________ berdasarkan Dokumen Pengadaan No. ______________
tanggal _________________, apabila:
Nama : _____________________________ [peserta pelelangan]
Alamat : _______________________________________________

selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN

ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal
batas waktu berlakunya Garansi Bank ini, sanggahan banding yang diajukan
oleh YANG DIJAMIN dinyatakan tidak benar.

Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:


1. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender, dari tanggal
_____________________ s.d. ____________________
2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan
melampirkan Surat Jawaban Sanggahan Banding yang menyatakan bahwa
Sanggahan Banding tidak benar dari ______________ [Menteri/Pimpinan
Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi Lain/Pejabat yang menerima
penugasan menjawab sanggah banding] paling lambat 14 (empat belas)

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana
tercantum dalam butir 1.
3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai
jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan
dari Penerima Jaminan berdasar Surat Jawaban Sanggahan Banding yang
menyatakan bahwa ―Sanggahan Banding tidak benar dan pengenaan
sanksi akibat Sanggahan Banding yang diajukan oleh Yang Dijamin tidak
benar‖.
4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya
benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual
untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal
1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
5. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain.
6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini,
masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di
Kantor Pengadilan Negeri ________.

Dikeluarkan di : _____________
Pada tanggal : _____________

[Bank]

Materai Rp.6000,00

Untuk keyakinan, pemegang


Garansi Bank disarankan untuk
________________
mengkonfirmasi Garansi ini ke
_____[bank]
[Nama dan Jabatan]

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


Jaminan Pelaksanaan dari Bank

[Kop Bank Penerbit Jaminan]

GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN PELAKSANAAN
No. ____________________

Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________


dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak
untuk dan atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di
_________________________________________ [alamat]

untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN

dengan ini menyatakan akan membayar kepada:


Nama : ___________________________________ [nama PPK]
Alamat : _______________________________________________

selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN

sejumlah uang Rp _______________________________________________


(terbilang ________________________________________________________)
dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Pelaksanaan atas pekerjaan
_________________ berdasarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa
(SPPBJ) No. ________________ tanggal _________________, apabila:
Nama : _____________________________ [nama penyedia]
Alamat : _______________________________________________

selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN

ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal
batas waktu berlakunya Garansi Bank ini, lalai/tidak memenuhi kewajibannya
kepada Penerima Jaminan berupa:
a. Yang dijamin tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya dengan
baik dan benar sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak;
b. Pemutusan kontrak akibat kesalahan Yang Dijamin.
sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan yang diikuti oleh Yang
Dijamin.

Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:


1. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender, dari tanggal
_____________________ s.d. ____________________
2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan
melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling
lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo
Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai
jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan
dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari
Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin
cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya.
4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya
benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual
untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal
1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
5. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain.
6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini,
masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di
Kantor Pengadilan Negeri ________.

Dikeluarkan di : _____________
Pada tanggal : _____________

[Bank]

Materai Rp.6000,00

Untuk keyakinan, pemegang


Garansi Bank disarankan untuk
________________
mengkonfirmasi Garansi ini ke
_____[bank]
[Nama dan Jabatan]

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


Jaminan Pelaksanaan dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan

[Kop Penerbit Jaminan]

JAMINAN PELAKSANAAN

Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _____________________ [nama],


_____________ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN,
dan _____________________ [nama penerbit jaminan], _____________
[alamat] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN,
bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada _____________________
[nama PPK], _________________________ [alamat] sebagai Pemilik
Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp
________________ (terbilang __________________________________)

2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk
melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar
bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan
pekerjaan __________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan Surat
Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) No. _______________ tanggal
________________untuk pelaksanaan pelelangan pekerjaan
______________ yang diselenggarakan oleh PENERIMA JAMINAN.

3. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan
efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________

4. Jaminan ini berlaku apabila:

a. TERJAMIN tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya


dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak;
b. Pemutusan kontrak akibat kesalahan TERJAMIN.

5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai


jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan
secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA
JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji.

6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali
bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya
harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi
hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus
sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari
kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.

Dikeluarkan di _____________
pada tanggal _______________

TERJAMIN PENJAMIN

Materai Rp.6000,00

_____________________ __________________
[Nama dan Jabatan] [Nama dan Jabatan]

Untuk keyakinan, pemegang


Jaminan disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan ini ke
_____[Penerbit Jaminan]

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


Jaminan Uang Muka dari Bank

[Kop Bank Penerbit Jaminan]

GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN UANG MUKA
No. ____________________

Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________


dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak
untuk dan atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di
_________________________________________ [alamat]

untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN

dengan ini menyatakan akan membayar kepada:


Nama : ___________________________________ [nama PPK]
Alamat : _______________________________________________

selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN

sejumlah uang Rp _____________________________________


(terbilang ________________________________________________________)
dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Uang Muka atas pekerjaan
_________________ berdasarkan Kontrak No. ________________ tanggal
__________________, apabila:
Nama : _____________________________ [nama penyedia]
Alamat : _______________________________________________

selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN

ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal
batas waktu berlakunya Garansi Bank ini, Yang Dijamin lalai/tidak memenuhi
kewajibannya dalam melakukan pembayaran kembali kepada Penerima
Jaminan atas uang muka yang diterimanya, sebagaimana ditentukan dalam
Dokumen Kontrak.

Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:


1. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender, dari tanggal
_____________________ s.d. ____________________
2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan
melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling
lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo
Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.
3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai
jaminan tersebut di atas atau sisa Uang Muka yang belum dikembalikan
Yang Dijamin dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari
Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima
Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera
janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya.
4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya
benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual
untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal
1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
5. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain.
6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini,
masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di
Kantor Pengadilan Negeri ________.

Dikeluarkan di : _____________
Pada tanggal : _____________

[Bank]

Materai Rp.6000,00

Untuk keyakinan, pemegang


Garansi Bank disarankan untuk
________________
mengkonfirmasi Garansi ini ke
_____[bank]
[Nama dan Jabatan]

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


Jaminan Uang Muka dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan

[Kop Penerbit Jaminan]

JAMINAN UANG MUKA

Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _____________________ [nama],


_____________ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN,
dan _____________________ [nama penerbit jaminan], _____________
[alamat] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN,
bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada _____________________
[nama PPK], _________________________ [alamat] sebagai Pemilik
Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp
________________ (terbilang __________________________________)

2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk
melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar
bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan
pekerjaan _______________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan
Kontrak No. _______________ tanggal _____________________ dari
PENERIMA JAMINAN.

3. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan
efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________

4. Jaminan ini berlaku apabila:


TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pembayaran kembali
kepada PENERIMA JAMINAN senilai Uang Muka yang wajib dibayar
menurut Dokumen Kontrak.

5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai


jaminan tersebut di atas atau sisa Uang Muka yang belum dikembalikan
TERJAMIN dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa
syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis
dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN
mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji.

6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali
bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya
harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi
hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus
sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari
kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.

Dikeluarkan di _____________
pada tanggal _______________

TERJAMIN PENJAMIN

Materai Rp.6000,00

_____________________ __________________
[Nama dan Jabatan] [Nama dan Jabatan]

Untuk keyakinan, pemegang


Jaminan disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan ini ke
_____[Penerbit Jaminan]

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


Jaminan Pemeliharaan dari Bank

[Kop Bank Penerbit Jaminan]

GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN PEMELIHARAAN
No. ____________________

Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________


dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak
untuk dan atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di
_________________________________________ [alamat]

untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN

dengan ini menyatakan akan membayar kepada:


Nama : ___________________________________ [nama PPK]
Alamat : _______________________________________________

selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN

sejumlah uang Rp _____________________________________


(terbilang ________________________________________________________)
dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Pemeliharaan atas pekerjaan
_________________ berdasarkan Kontrak No. _______________ tanggal
________________, apabila:
Nama : _____________________________ [nama penyedia]
Alamat : _______________________________________________

selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN

ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal
batas waktu berlakunya Garansi Bank ini, lalai/tidak memenuhi kewajibannya
kepada Penerima Jaminan berupa:
Yang Dijamin tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan
sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak.

Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:


1. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender, dari tanggal
_____________________ s.d. ____________________
2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan
melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling
lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo
Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.
3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai
jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari
Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin
cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya.
4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya
benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual
untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal
1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
5. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain.
6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini,
masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di
Kantor Pengadilan Negeri ________.

Dikeluarkan di : _____________
Pada tanggal : _____________

[Bank]

Materai Rp.6000,00

Untuk keyakinan, pemegang


Garansi Bank disarankan untuk
________________
mengkonfirmasi Garansi ini ke
_____[bank]
[Nama dan Jabatan]

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang


Jaminan Pemeliharaan dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan

[Kop Penerbit Jaminan]

JAMINAN PEMELIHARAAN

Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _____________________ [nama],


_____________ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN,
dan _____________________ [nama penerbit jaminan], _____________
[alamat] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN,
bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada _____________________
[nama PPK], _________________________ [alamat] sebagai Pemilik
Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp
________________ (terbilang __________________________________)
2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk
melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar
bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan
pekerjaan _________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan
Kontrak No. _______________ tanggal _____________________ dari
PENERIMA JAMINAN.
3. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan
efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________
4. Jaminan ini berlaku apabila:
TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan
sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak.
5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai
jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan
secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA
JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji.
6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali
bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya
harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi
hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus
sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari
kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.
Untuk keyakinan, pemegang
Jaminan disarankan untuk
Dikeluarkan di _____________
mengkonfirmasi Jaminan ini ke
_____[Penerbit Jaminan]
pada tanggal _______________

TERJAMIN PENJAMIN

Materai Rp.6000,00

_____________________ __________________
[Nama & Jabatan] [Nama & Jabatan]

Pembangunan Gedung Blok Laki-Laki RPTC Tanjung Pinang