You are on page 1of 12

MAKALAH GAS PLAN

SUMBER-SUMBER GAS

Disusun oleh

Muhammad Syafiq 121140047


Putriana Ayu Efrika 121140055
Anditta Taviani, W.P 121140060
Aribowo Budidarma 121140075
Renate R.I.A.S 121140078

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

YOGYAKARTA

2016
A. METODE MENEMUKAN SUMBER MINYAK ATAU GAS
Cara menemukan sumber minyak atau gas adalah dengan cara eksplorasi, metode yang
digunakan adalah:
1. Survey tempat yang sekiranya potensial untukmenjadi sumber minyak atau gas.
2. Menentukan kandungan atau banyaknya gas di tempat tersebut.
3. Pengeboran dengan skala 1:10. Yang berarti dari 10 kali pengeboran, minimal 1 yang didapat.

Gambaran sederhana cara mendapatkan gas.

CBM (Coal Bed Methane)


CBM adalah gas alam dengan dominan gas metana dan disertai oleh sedikit hidrokarbon
lainnya dan gas non-hidrokarbon dalam batubara hasil dari beberapa proses kimia dan fisika.
CBM sama seperti gas alam konvensional yang kita kenal saat ini, namun perbedaannya adalah
CBM berasosiasi dengan batubara sebagai source rock dan reservoirnya. Sedangkan gas alam
yang kita kenal saat ini, walaupun sebagian ada yang bersumber dari batubara, diproduksikan
dari reservoir pasir, gamping maupun rekahan batuan beku. Hal lain yang membedakan
keduanya adalah cara penambangannya dimana reservoir CBM harus direkayasa terlebih dahulu
sebelum gasnya dapat diproduksikan. Pengertian reservoir batubara masih baru dalam dunia
perminyakan di CBM berasal dari material organik tumbuhan tinggi, melalui beberapa proses
kimia dan fisika (dalam bentuk panas dan tekanan secara menerus) yang berubah menjadi
gambut dan akhirnya terbentuk batubara. Selama berlangsungnya proses pemendaman dan
pematangan, material organik akan mengeluarkan air, CO2, gas metana dan gas lainnya. Selain
melalui proses kimia, CBM dapat terbentuk dari aktifitas bakteri metanogenik dalam air yang
terperangkap dalam batubara khususnya lignit. CBM diproduksi dengan cara terlebih dahulu
merekayasa batubara (sebagai reservoir) agar didapatkan cukup ruang sebagai jalan keluar
gasnya. Proses rekayasa diawali dengan memproduksi air (dewatering) agar terjadi perubahan
kesetimbangan mekanika. Setelah tekanan turun, gas batubara akan keluar dari matriks
batubaranya. Gas metana kemudian akan mengalir melalui rekahan batubara (cleat) dan akhirnya
keluar menuju lobang sumur. Puncak produksi CBM bervariasi antara 2 sampai 7 tahun.
Sedangkan periode penurunan produksi decline) lebih lambat dari gas alam konvensional. CBM
mempunyai multi guna antara lain dapat dijual langsung sebagai gas alam, dijadikan energi dan
sebagai bahan baku industri. Eksploitasi CBM tidak akan merubah kualitas matrik batubara dan
menguntungkan para penambang batubara, karena gas emisinya telah dimanfaatkan sehingga
lapisan betubara tersebut menjadi aman untuk di tambang, selain itu CBM ini termasuk salah
satu sumber energi yang ramah lingkungan. Gambaran produksi CBM adalah sebagai berikut:

Di alam, sifat fisik dan kimia minyak bumi atau sering disebut sebagai crude oil yang
dihasilkan dari satu reservoir dengan reservoir lain pada umumnya tidaklah sama, karena
komponen hidrokarbon dalam minyak bumi berbeda atas komposisi hidrokarbon dan non-
hidrokarbon. Perbedaan komposisi akan menyebabkan perbedaan sifat fisik maupun kimia
minyak bumi. Demikian pula halnya dengan gas bumi atau sering disebut sebagai Gas Alam.Gas
ini dapat terjadi dalam keadaan sendiri atau terdapat bersama-sama dengan minyak
mentah.Tujuan mengklasifikasi Minyak bumi atau crude oil adalah untuk memperkirakan
produk- produk yang dihasilkan serta untuk menentukan harga untuk keperluan ekspor.
Komponen hidrokarbon minyak bumi dibedakan atas struktur hidrokarbon dan non-hidrokarbon.
Perbedaan komposisi akan menyebabkan perbedaan sifat fisik maupun kimia minyak bumi.
Gas Bumi sering disebut pula sebagai Gas Alam adalah suatu campuran kompleks dari
gas hidrokarbon mudah menguap dari golongan Parafin yang terdiridari 1 sampai 4 atom karbon
( C ) tiap molekulnya seperti : Metana (CH4), Metana (C2H6), Propana (C3H8) dan Butana
(C4H10) dan sejumlah kecil dari hidrokarbon dengan berat molekul yang lebih tinggi juga
terdapat. Selain hal tersebut, gas alam juga mengandung dalam jumlah berbeda kandungan CO2 ,
N2 , H2S , Helium (He) dan Uap air (H2O). Penyusun utama Gas Alam adalah Metana dengan
prosentasi mencapai 98% dari gas tersebut. Gas Alam keberadaanya dapat bersamaan dengan
minyak dalam bentuk gas yang terlarut (associated gas) atau terpisah dari minyak (free
unassociated gas). Pada umumnya, keberadaan gas yang terpisah dari minyak adalah berasal dari
reservoir gas.Produk gas alam yang berasal dari reservoir gas kemudian dicairkan disebut
sebagai Liquified Natural Gas (L N G) kandungan utama adalah C1 (Metana) dan C2 (Etana)
sedangkan produk gas alam yang berasal dari reservoir minyak sebagai gas ikutan (associated)
kemudian dicairkan disebut sebagai Liquified Petroleum Gas (L P G) dengan kandungan utama
adalah C3 (Propana) dan C4 (Butana). Gas Alam dapat digolongkan berdasarkan kandungan
Sulfur (H2S) dan bensin alam (natural gasoline). Gas alam yang tidak mengandung H2S disebut
sebagai “Sweet Gas” sedangkan gas alam yang mengandung H2S dalam jumlah tertentu disebut
sebagai “Sour Gas” yang bersifat korosif.Gas alam mengandung bensin alam (natural gasoline)
dalam jumlah tertentu disebut sebagai “Wet Gas”.Bensin ini dapat dipisahkan dari gas alam
dengan jalan pemampatan dan pendinginan sehingga terjadi proses kondensasi yang selanjutnya
bensin dapat dipisahkan dari gas.

Reservoir minyak dan gas bumi mempunyai tekanan dan temperatur tertentu.Besarnya
tekanan dan temperatur reservoir satu dengan lainnya tidaklah sama, hal ini tergantung dari
besarnya gradien tekanan dan temperatur serta kedalaman sumurnya. Adanya tekanan tersebut
menyebabkan minyak dan gas bumi menyembur kepermukaan secara alamiah (natural flow).
Tekanan Reservoir Didefisikan sebagai tekanan fluida di dalam pori-pori reservoir, yang
berada dalam keadaan setimbang, baik sebelum maupun sesudah dilakukannya suatu proses
produksi. Reservoir minyakdan gas bumi mempunyai tekanan disebut dengan tekanan reservoir,
yang menyebabkan minyak dan gas bumi menyembur kepermukaan (natural flow).Adanya
tekanan reservoir diakibatkan oleh tekanan overbourden batuan yang berada di atas lapisan
reservoir.Reservoir gas keringatau dry gas adalah reservoir gas yang menghasilkan gas alam
tidak mengandung gas H2S atau sering disebut sebagai Sweet Gas.Reservoir gas basah atau wet
gas Adalah reservoir gas yang menghasilkan gas alam mengandung bensin alam atau Natural
Gasoline dalam jumlah berarti. Bensin ini dapat dipisahkan dari gas alamnya dengan jalan
pemampatan dan pendinginan. Reservoir gas kondensat Adalah reservoir minyak yang apabila
diproduksikan kepermukaan akan menghasilkan minyak dan gas
Reservoir minyak, yaitu apabila dalam reservoir tersebut terdapat akumulasi minyak yang
dinilai ekonomis (tidak mutlak terdapat minyak saja, tetapi ada kemungkinan juga akumulasi
gas, disebut tudung gas/ gas cap.
a. Reservoir Minyak Tidak jenuh dimana Gas masih terlarut dalam minyak
b. Reservoir Minyak Jenuh dimana Gas sudah terlepas dari minyak sehingga terdapat fasa
minyak dan fasa gas yang terpisah.
Gas bumi dalam reservoir dibedakan menjadi 2:
a. Assosiatif gas (gas ikutan)
Gas bumi yang terdapat bersama-sama minyak bumi di dalam reservoir.
b. Non assosiatif gas (buakan gas ikutan)
Gas bumi di dalam reservoir yang tidak mengandung minyak bumi dalam jumlah
cukup besar.
Seperti halnya minyak bumi, gas alam juga terbentuk dari berbagai macam hewan,
tumbuhan dan mikroorganisme yang hidup ribuan hingga jutaan tahun yang lalu dan tertimbun di
dalam lapisan tanah dengan rentan waktu yang cukup lama. Karena pengaruh waktu, disertai
dengan adanya tekanan dan temperatur yang tinggi di dalam lapisan bumi membuat ikatan
karbon pada timbunan organik tersebut terlepas, sehingga berubah menjadi gelembung-
gelembung gas.

Seperti penjelasan di atas mengenai pembentukan gas alam, maka dapat diartikan bahwa
gas alam digolongkan sebagai energi/bahan bakar fosil karena berasal dari makhluk hidup dan
terbentuk secara alami. Gas alam merupakan campuran yang mudah terbakar, serta tersusun dari
senyawa kimia hidrokarbon dimana pada kondisi temperatur dan tekanan atmosfir akan
berbentuk fase gas.

Komposisi atau senyawa utama pada gas bumi yakni metana (CH4) yang mencapai 80%
per volumnya. Metana merupakan molekul hidrokarbon dengan rantai terpendek dan paling
ringan.Selain metana, terdapat juga kandungan hidrokarbon yang lebih berat dalam jumlah kecil,
seperti propana (C3H8), butana (C4H10), etana (C2H6), serta sulfur. Gas alam biasanya ditemukan
pada lokasi tempat pengeboran minyak bumi, tambang batu bara serta ladang gas itu sendiri.

B. Pengambilan Gas dari Reservoir

Tekanan dan Temperatur Reservoir. Reservoir minyak dan gas bumi mempunyai tekanan
dan temperatur tertentu. Besarnya tekanan dan temperatur reservoir satu dengan lainnya tidaklah
sama, hal ini tergantung dari besarnya gradien tekanan dan temperatur serta kedalaman
sumurnya. Adanya tekanan tersebut menyebabkan Gas bumi menyembur ke permukaan secara
alamiah (natural flow). Tekanan Reservoir Didefisikan sebagai tekanan fluida di dalam pori-pori
reservoir, yang berada dalam keadaan setimbang, baik sebelum maupun sesudah dilakukannya
suatu proses produksi. Reservoir minyak dan gas bumi mempunyai tekanan disebut dengan
tekanan reservoir, yang menyebabkan minyak dan gas bumi menyembur ke permukaan (natural
flow). Adanya tekanan reservoir diakibatkan oleh tekanan overbourden batuan yang berada di
atas lapisan reservoir.

Kebanyakan gas alam mengandung senyawa hidro karbon, contoh seperti gas metana
(CH4), benzena (C6H6), dan butana (C4H10). Meskipun mereka berada dalam fase cair pada
tekanan bawah tanah, molekul-molekul akan menjadi gas pada saat tekanan atmosfer normal.
Secara kolektif, mereka disebut kondensat atau cairan gas alam (NGLs). Gas alam yang diambil
dari tambang batu bara dan tambang (coalbed methane) merupakan pengecualian utama, yang
pada dasarnya campuran dari sebagian besar metana dan karbon dioksida (sekitar 10 persen).

Pabrik pengolahan gas alam memurnikan gas alam mentah yang diproduksi dari ladang
gas bawah tanah. Sebuah pabrik mensuplai gas alam lewat pipa-pipa yang dapat digunakan
sebagai bahan bakar oleh perumahan, komersial dan industri konsumen. Pada proses pengolahan,
kontaminan akan dihilangkan dan hidrokarbon yg lebih berat akan diolah lagi untuk keperluan
komersial lainnya. Untuk alasan ekonomi, beberapa pabrik pengolahan mungkin harus dirancang
untuk menghasilkan produk setengah jadi. Biasanya mengandung lebih dari 90 persen metana
murni dan lebih kecil jumlah etana nitrogen, karbon dioksida, dan kadang-kadang. Hal ini dapat
diproses lebih lanjut di pabrik hilir atau digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan bahan
kimia.
Jenis Sumur Gas Alam

Gas alam mentah terutama berasal dari salah satu dari tiga jenis sumur :

 1. Sumur minyak mentah ;

 2. Sumur gas ;

 3. Sumur kondensat.

Gas alam yang keluar dari sumur minyak mentah biasanya disebut associated gas. Gas ini ada
sebagai gas di atas minyak mentah yang terbentuk didalam tanah, atau bisa saja larut dalam
minyak mentah.

Gas alam yang keluar dari sumur gas dan sumur kondensat, di mana ada sedikit atau bahkan
tidak ada kandungan minyak mentah disebut non-associated gas. Sumur gas biasanya hanya
memproduksi gas alam mentah, sedangkan sumur kondensat menghasilkan gas alam
mentah bersama dengan hidrokarbon berat molekul rendah. Gas ini pada fase cair pada kondisi
ambien contoh; pentana disebut sebagai gas alam kondensat (kadang-kadang juga disebut bensin
alami atau hanya kondensat).

Gas alam bisa disebut sweet gas ketika relatif bebas dari hidrogen sulfida, namun, gas yang
mengandung hidrogen sulfida disebut sour gas.

Gas alam mentah juga dapat berasal dari cadangan metana dalam pori-pori lapisan batubara, dan
terutama teradsorpsi ke permukaan batubara itu sendiri. Gas tersebut disebut sebagai coalbed
gas atau coalbed methane. Coalbed gas telah menjadi sumber energi penting di akhir akhir ini.

Kontaminan dalam Gas Alam Mentah

Gas alam mentah utamanya terdiri dari metana (CH4), molekul hidrokarbon terpendek dan
paling ringan juga sejumlah:

 Gas hidrokarbon yang lebih berat : etana (C2H6), propana (C3H8), butana normal (n-
C4H10), isobutana (i-C4H10), pentana dan bahkan hidrokarbon dengan berat molekul
yang lebih tinggi. Ketika diproses dan dimurnikan menjadi produk jadi, semua ini secara
kolektif disebut sebagai NGL (Cairan Gas Alam).
 Gas asam : karbon dioksida (CO2), hidrogen sulfida (H2S), methanethiol (CH3SH) dan
ethanethiol (C2H5SH).

 Gas lain : nitrogen (N2) dan helium (He).

 Uap air. Juga sebagai larutan garam dan gas terlarut (asam).

Gas alam mentah harus dimurnikan untuk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh
perusahaan pipa transmisi utama dan distribusi . Standar kualitas bervariasi dari pipa ke pipa dan
biasanya tergantung dari desain sistem pipa dan pangsa pasar yang dilayaninya. Secara umum,
penetapan standar gas alam antara alain adalah:

 Nilai heating value (nilai kalori) harus berada dalam kisaran tertentu. Sebagai contoh, di
Amerika Serikat, harus sekitar 1.035 +/- 5% BTU per kaki kubik gas pada 1 atmosfer dan
60 derajat Fahrenheit (41 MJ +/- 5% per meter kubik gas pada 1 atmosfer dan 15,6
derajat Celsius).

 Penyesuaian dew-point untuk mengurangi kandungan air dan hidrokarbon berat di gas
alam sehingga tidak terjadi kondensasi selama proses transportasi dalam pipa.

 Kandungan hidrogen sulfida 0.25 grain H2S per 100 cubic feet gas atau sekitar 4
ppm. Spesifikasi untuk CO2 biasanya tidak lebih dari dua atau tiga persen per 100 cubic
feet gas.

C. Jenis Reservoir Berdasar Mekanisme Pendorong


Beberapa jenis reservoir berdasarkan mekanisme pendorong Reservoir Water Drive,
Reservoir Gas Cap Drive, Reservoir Solution Gas Drive, Reservoir Combination Drive.
Reservoir water drive Pada reservoir dengan type pendorongan "water drive”, energi yang
menyebabkan perpindahan minyak dari reservoir ke titik serap adalah disebabkan oleh
pengembangan air, penyempitan pori-pori dari lapisan dan sumber air di permukaan bumi yang
berhubungan dengan formasi yang mengandung 100% air (aquifer) sebagai akibat adanya
penurunan tekanan selama produksi.
D. Teknologi Pemulihan Minyak dan Gas yang Ditingkatkan
Pemisahan Udara untuk Injeksi Nitrogen: Diagram alir umum ini menunjukkan blok-
blok proses yang biasa ditemui pada injeksi nitrogen.
Diagram alir umum ini menampilkan blok proses pada Nitrogen Recovery Unit (NRU) yang
dapat dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan. Pabrik ini membuat hidrokarbon Anda layak
dijual. Nitrogen yang dibuang dapat dibuang atau didaur ulang untuk enhanced oil recovery.

Di ladang yang mengandung minyak dan gas, injeksi nitrogen mempertahankan tekanan sumur,
sehingga gas alam, cairan gas alam, (NGL), dan minyak mentah dapat segera dijual. Beberapa
proyek membutuhkan kemampuan untuk memisahkan nitrogen dari gas ladang untuk
peningkatan Btu; unit penolakan nitrogen memenuhi tujuan ini. Gas alam dengan BTU yang
rendah harus ditingkatkan untuk mencapai kualitas yang siap disalurkan lewat saluran pipa dan
dijual. Setelah nitrogen disingkirkan dari gas alam melalui unit penolakan nitrogen, gas itu dapat
dibuang atau diinjeksikan kembali untuk pemulihan minyak dan atau gas yang ditingkatkan.
Baik kandungan nitrogen dalam feed gas itu tetap maupun berbeda-beda

E. Sumber-sumber Gas Yang Ada Di Indonesia


1. Natuna
Lapangan gas Natuna, yang ditemukan pada tahun 1973, terletak di laut Natuna
kira-kira 225 km sebelah timur laut dari Pulau Natuna pada kedalaman laut 145
meter. Pulau Natuna terletak 600 km sebelah timur laut Singapura dan 1100 km
sebelah Utara Jakarta. Reservoar bersangkutan diperkirakan mengandung cadangan
hidrokarbon yang dapat dihasilkan kira-kira sebanyak 45 triliun kaki kubik atau 1.270
miliar meter kubik. Jumlah volume gas dalam reservoar, termasuk karbondioksida
yang merupakan 71ari volume keseluruhan, diperkirakan sebanyak 210 triliun kaki
atau 6000 miliar meter kubik.
Suatu proyek LNG sedang direncanakan untuk lapangan gas Natuna, yang akan
memproduksi dan memurnikan gas di lepas pantai dan mencairkannya di Pulau
Natuna. LNG yang dihasilkan akan dipasok kepada pembeli di Jepang (jarak 4700
km), Korea Selatan (4000 km) dan Taiwan (2400 km). Kilang LNG di Pulau Natuna
ini merupakan kilang ke tiga yang dimiliki Indonesia setelah di Arun dan Bontang.
Sumber gas di Natuna merupakan salah satu sumber gas terbesar di dunia, ditinjau
dari sudut volume gas yang ada di tempat maupun dari sudut volume hidrokarbon.
Dan sumber gas Natuna sanggup menunjang komitmen berskala besar dan berjangka
panjang.
2. Arun
Menurut data-data pengukuran elektronik melalui film-film yang diambil di
lapangan dan dianalisis di pusat analisis Mobil Oil di Dallas, Amerika Serikat, ladang
gas Arun terletak di dalam lapisan batu gamping pada kedalaman 10.000 kaki (3.048
meter). Kandungan gas mencapai 17,1 trilyun kaki kubik dengan tekanan 499 kg/cm,
suhu 177 °C, dan ketebalan 300 meter. Jumlah tersebut diperkirakan akan dapat
mensuplai enam unit dapur pengolahan (train) dengan kapasitas masing masing 300
juta SCFD (Standard Cubic Feet Day) untuk jangka waktu 20 tahun. Ladang gas
tersebut terdiri dari empat (4) buah kluster gas dan kondensat, kemudian gas dan
kondensat dikirim ke unit pengumpulan di Point "A" yang selanjutnya dikirim ke
kilang LNG Arun dengan memakai pipa:
 Gas menggunakan pipa berdiameter 42 inch.
 Kondensat menggunakan pipa berdiameter 16 inch.
 LPG propana menggunakan pipa berdiameter 20 inch.
Kilang LNG Arun di Blang Lancang meliputi daerah seluas 271 ha dengan
panjang 1,7 km dan lebar 1,5 km serta dilangkapi dengan pelabuhan khusus
pengangkut produksinya.
Kilang LNG Arun dilengkapi dengan 2 buah pelabuhan LNG untuk pengiriman
produksinya ke negara pembeli, sedangkan untuk pengiriman kondensat dilengkapi
dengan 2 buah sarana pemuat, yaitu Single Point Mooring (SPM) dan Multi Buoy
Mooring (MBM).
Gas alam di ladang NSO memiliki kandungan H2S dan CO2 yang tinggi sehingga
diperlukan proses pemisahan terlebih dahulu sebelum masuk ke train LNG. Upaya ini
dilakukan untuk menurunkan kadar H2S dari 1,59% menjadi 80 ppm dan CO2 dari
33,21% menjadi 25,54% mol, sehingga sesuai dengan spesifikasi rancangan train
LNG.
3. Tangguh
Proyek ini meliputi kegiatan pengeboran gas dari enam lapangan untuk menarik
cadangan gas sekitar 14,4 triliun kaki kubik melalui dua anjungan lepas pantai yang
terletak di Teluk Bintuni. Dari dua anjungan tersebut, gas akan mengalir melalui pipa
bawah laut menuju fasilitas proses LNG di pantai selatan teluk. Dari sana, LNG akan
dibawa ke pasar energi menggunakan tanker LNG.