Вы находитесь на странице: 1из 8

JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)

Volume 5, Nomor 1, Januari 2017 (ISSN: 2356-3346)


http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

ANALISIS IMPLEMENTASI PROMOSI K3 DALAM UPAYA


PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DI PT X (PROYEK
PEMBANGUNAN GEDUNG Y SEMARANG)

Nurhuda Destari, Baju Widjasena, Ida Wahyuni


Bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Diponegoro
Email : nurhuda.destari@gmail.com

Abstract : The construction sector is the highest contributor to the number of


occupational accidents in Indonesia, it is quoted on the website of the Ministry of
Public Works. Eighty five percent of the causes of accidents is the contribution of
unsafe work behavior. Occupational accidents are still found in PT X is like falls,
scratched, crushed, pierced by nails and falling objects. One of accidents and
illness prevention due to work done by carrying out occupational safety and
health promotion. The purpose of this study was to analyze the implementation of
occupational safety and health promotion in preventing occupational accidents in
PT X building project Y Semarang. The method of this research was qualitative
research with in-depth interview and observational approach. The subjects of this
study were 3 people as key informants and 3 for informants triangulation. The
results showed safety health and environment policy has written, dated, and
approved by the Director. Budgeting system for occupational safety and health
promotion program has been budgeted in the form of draft Budget. Occupational
safety and health promotion procedures has written only for the safety morning
program, while for other promotional programs there has been no written
procedures. Facilities and infrastructure necessary to support the implementation
of occupational safety and health promotion is already available in the form of
loudspeakers and place of execution. The conclusion from this research is PT X
building projects Y Semarang already implemented promotional programs such
as safety morning, safety induction, toolbox meetings, installation of signs and
safety posters. However, the implementation of the program had not maximized.

Keyword : Leader Commitment, Safety and Health Management System

PENDAHULUAN Dalam melaksanakan pekerjaan


Latar Belakang nya tenaga kerja ini akan
Keselamatan dan Kesehatan menghadapi ancaman bagi
Kerja (K3) merupakan suatu upaya keselamatan dan kesehatannya
perlindungan kerja agar tenaga kerja yang akan datang dari pelaksanaan
selalu dalam keadaan selamat dan tugas mereka tersebut. Oleh karena
sehat selama melakukan pekerjaan itu perlunya penerapan K3 di
ditempat kerja. Tenaga kerja faktor Perusahaan yang sesuai dengan
yang sangat menentukan bagi Undang-Undang No. 1 Tahun 1970,
perusahaan, tenaga kerja juga tentang Keselamatan Kerja dan
merupakan faktor produksi yang Undang-Undang No. 13 Tahun
memiliki peran penting dalam 2003, tentang Ketenagakerjaan,
kegiatan perusahaan. yang menyatakan kewajiban
pengusaha melindungi tenaga kerja

397
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 1, Januari 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

dari potensi bahaya yang Keselamatan dan Kesehatan Kerja


1
dihadapinya. . Namun pihak (SMK3). Hal ini disebabkan oleh
pengusaha dan pekerja masih kecelakaan kerja selama ini
banyak yang belum menyadari sebagian besar disebabkan oleh
pentingnya K3. Hal ini terbukti masih faktor manajemen, di samping faktor
banyaknya kasus kecelakaan kerja manusia dan teknis. Penerapan
yang terjadi di Indonesia. SMK3 sebagaimana tercantum
Kecelakaan kerja merupakan dalam PP 50 tahun 2012 yang
kejadian yang jelas tidak menyebutkan bahwa komunikasi
dikehendaki dan sering kali tidak dalam hal ini komunikasi K3
terduga semula yang dapat merupakan bagian dari kegiatan
menimbulkan kerugian baik waktu, pendukung.
harta benda atau properti maupun Salah satu bentuk Komunikasi K3
korban jiwa yang terjadi di dalam di Tempat kerja yaitu berupa
suatu proses kerja industri atau yang Promosi K3. Promosi K3 adalah
berkaitan dengannya.2 proses yang diterapkan baik di
Data dari International Labour tingkat lokal, nasional bahkan
Organization (ILO), setiap hari internasional pada tiap individu,
terjadi sekitar 6.000 kecelakaan komunitas, pemerintahan termasuk
kerja yang mengakibatkan hilangnya juga pihak perusahaan dan
nyawa pekerja, setara dengan satu organisasi non pemerintah yang
orang setiap 15 detik, atau 2,2 juta bertujuan untuk peningkatan
orang per tahun akibat sakit atau keselamatan. Proses ini termasuk
kecelakaan yang berkaitan dengan semua usaha yang dapat melibatkan
pekerjaan mereka.3 Di Indonesia perubahan lingkungan (fisik, sosial,
sendiri, terdapat 20 kasus teknologi, politik, ekonomi dan
kecelakaan yang setiap harinya organisasi) juga perubahan sikap
dialami para buruh dari setiap 100 dan prilaku karena pelaksanaannya
ribu tenaga kerja dan 30% di dapat meningkatkan pengetahuan
antaranya terjadi di sektor dan sikap terhadap perilaku
konstruksi.4 keselamatan.8 Pelaksanaan Promosi
Kecelakaan kerja secara umum K3 di tempat kerja dapat dilakukan
disebabkan oleh 2 hal pokok yaitu dengan dengan berbagai upaya
perilaku tidak aman (unsafe agar peraturan perundangan
behavior/unsafe action) dan kondisi mengenai K3 dapat disampaikan
tidak aman (unsafe condition). dengan baik, sehingga dapat
Heinrich (1980) dalam Suma’mur meningkatkan kesadaran karyawan
(1987) memperkirakan bahwa 85% akan pentingnya K3 untuk dirinya,
kecelakaan kerja terjadi adalah tenaga kerja, perusahaan, maupun
kontribusi dari perilaku kerja yang masyarakat sekitar perusahaan.
tidak aman.5 Santoso (2004), juga Bentuk promosi K3 di perusahaan
menyatakan bahwa 80-85% yaitu berupa poster, rambu-rambu
kecelakaan disebabkan oleh faktor keselamatan, spanduk, safety talk,
manusia.6 Penyebab kecelakaan safety induction, tool box meeting,
kerja di Indonesia adalah perilaku safety permit, pelatihan K3, razia
dan peralatan yang tidak aman.7 kedisplinan dll.9
Pencegahan dan pengurangan Semua tempat kerja
kecelakaan serta penyakit akibat membutuhkan program promosi K3
kerja dapat dilakukan dengan sebagai sarana pemberian informasi
menerapkan Sistem Manajemen kepada pekerja sehingga

398
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 1, Januari 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

kecelakaan kerja dapat dicegah, prasarana penunjangnya. PT X


salah satunya yaitu sektor memiliki beberapa proyek di wilayah
konstruksi. Kegiatan konstruksi Jawa Tengah, salah satunya adalah
memiliki risiko kecelakaan kerja proyek pembangunan gedung Y.
yang cukup tinggi. Berbagai Pekerja pada proyek ini terbagi
penyebab utamanya adalah menjadi 3 jenis, yaitu staff PT X
karakteristik proyek konstruksi yang yang berjumlah 41 orang; pekerja
bersifat unik dengan tingkat harian yang berjumlah 45-50 orang
kesulitan yang berbeda di setiap yang bertugas melakukan
proyek, lokasi kerja dengan kondisi pembersihan lingkungan proyek;
yang tidak dapat ditentukan, bersifat dan pekerja dari mandor yang
terbuka dan dipengaruhi cuaca, berjumlah 130 orang yang bertugas
waktu pelaksanaan yang terbatas, melakukan pekerjaan pemasangan
dinamis dan menuntut ketahanan bata, pemasangan wastafel dan
fisik yang tinggi, tenaga kerja yang kloset, dan pemasangan instalasi
tidak terlatih dan manajemen listrik.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Berdasarkan hasil survey
(K3 ) yang sangat lemah.10 pendahuluan, masih ditemukan
Pelaksanaan suatu proyek kecelakaan kerja yang terjadi di
konstruksi sangat berorientasi pada proyek pembangunan gedung Y,
tenaga kerja manusia. Menurut data yaitu kecelakaan kecil sampai
dari Departemen Tenaga Kerja dan kecelakaan ringan seperti terjatuh,
Transmigrasi (Depnakertrans) tahun tergores, terjepit, tertusuk paku,
2009 menunjukkan bahwa sekitar kejatuhan benda, dll. Hal tersebut
4,5 juta tenaga kerja di Indonesia disebabkan oleh pekerja yang tidak
bekerja pada sektor Konstruksi, berperilaku K3 dan kondisi
mencakup 7-8% dari jumlah tenaga lingkungan yang tidak aman.
kerja di semua sektor, dimana Menurut hasil wawancara dengan
diantaranya hanya mengenyam petugas K3, program promosi K3
pendidikan sampai Sekolah Dasar kurang berjalan di proyek
dan bahkan sekitar 1,5% tida pernah pembangunan Hotel Grandhika
mengenyam pendidikan formal Semarang yaitu seperti safety
sama sekali.11 morning yang awalnya dilakukan
Sektor konstruksi merupakan setiap 2 minggu sekali, tetapi
penyumbang angka kecelakaan sekarang hanya dilakukan 1 bulan
tertinggi di Indonesia. Dikutip dari sekali, dikarenakan padatnya jadwal
situs Kementerian Pekerjaan Umum, proyek yang kejar target; safety
data mengenai proporsi kecelakaan induction yang dilakukan bila ada
kerja di Indonesia, sektor konstruksi mandor dan pekerja baru, tetapi
dan industri manufaktur memiliki hanya dilakukan saat awal proyek
persentase paling tinggi yaitu saja. Selain itu pemasangan safety
sebesar 32%, berbeda dengan sign dan poster K3 di proyek masih
sektor transportasi (9%), kehutanan kurang diperhatikan, terbukti dari
(4%) dan pertambangan (2%). minimnya jumlah safety sign di
PT X merupakan salah satu lapangan sehingga kurangnya
perusahaan di bidang usaha jasa media promosi untuk pekerja agar
konstruksi yang diantaranya selalu waspada dengan bahaya di
menangani pelaksanaan tempat kerja.
pembangunan jalan, jembatan, Berdasarkan uraian diatas,
gedung bertingkat, sarana dan peneliti bermaksud menganalisis

399
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 1, Januari 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

implementasi promosi K3 dalam Dalam melaksanakan upaya


upaya pencegahan kecelakaan kerja pencegahan kecelakaan kerja, PT X
di PT X proyek pembangunan juga sudah memiliki prosedur dan
gedung Y Semarang. instruksi kerja pada setiap level
pekerjaan.
Metode Penelitian Kebijakan mengenai K3 di PT X
Penelitian ini menggunakan jenis awalnya sudah terpasang di depan
penelitian kualitatif deskriptif. Teknik kantor proyek, dikarenakan
pengambilan sampel dilakukan pekerjaan yang menyebabkan
dengan menggunakan teknik kantor proyek mengalami
Purposive Sampling, dimana perpindahan beberapa kali,
informan utama dalam penelitian ini sehingga Kebijakan K3 tersebut
adalah tiga orang petugas K3. tidak terpasang lagi.
Sedangkan informan triangulasi Pengorganisasian kebijakan
dalam penelitian ini adalah Kepala tersebut yaitu dengan dibentuknya
Bagian Engineer, Kepala Bagian bagian K3 yang bertanggung jawab
Produksi dan Kepala Bagian terhadap pelaksanaan semua aspek
Keuangan. K3 yang ada di proyek. Selain itu
Pengumpulan data penelitian untuk mewujudkan terlaksananya
dilakukan dengan cara observasi kebijakan K3, PT X proyek
dan wawancara mendalam kepada pembangunan gedung Y sudah
informan utama dan informan menyediakan dana khusus, sarana
triangulasi sebagai penguat. dan prasarana dan prosedur kerja
Pengumpulan fakta dari fenomena untuk mendukung pelaksanaan
atau peristiwa - peristiwa yang program promosi K3.
bersifat khusus, kemudian masuk Berdasarkan hasil wawancara
pada kesimpulan yang bersifat dengan informan utama dan
umum. triangulasi didapatkan hasil bahwa
Keabsahan data dilakukan PT X sudah melaksanakan upaya
dengan teknik triangulasi sumber pencegahan kecelakaan kerja, salah
yaitu dengan mengumpulkan bukti satunya yaitu program promosi K3
atau jawaban dari berbagai sumber yang terdiri dari safety morning,
berbeda. safety induction, toolbox meeting,
rambu-rambu dan poster K3.
Hasil Dan Pembahasan Pengawasan terhadap kebijakan
A. Analisis Kebijakan K3 K3 PT X dilaksanakan oleh Manajer
Berdasarkan hasil wawancara proyek selaku pimpinan tertinggi di
mendalam yang dilakukan oleh proyek. Dan apabila ada kendala-
informan utama dan triangulasi kendala terhadap pelaksanaan
didapatkan informasi bahwa, program K3 di proyek, hal tersebut
kebijakan K3 yang dimiliki PT X akan dibahas di dalam rapat
sudah tertulis, tertanggal, ditanda bersama pimpinan-pimpinan proyek
tangani oleh Direktur Utama PT X. atau istilahnya MRM (Manajemen
Kebijakan K3 tersebut diturunkan Regu Meeting), didalam MRM ada
dari Manajemen Pusat kepada Manajer Proyek, Kepala Bagian
Manajer Proyek. Tetapi untuk Engineering, Kepala Bagian
kebijakan mengenai program Produksi, Kepala Bagian Keuangan,
promosi K3 secara khusus belum pelaksana, mandor-mandor, dan
tertulis, tertanggal, dan belum bagian K3. MRM dilaksanakan 1
disahkan oleh pucuk pimpinan. minggu atau 2 minggu sekali.

400
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 1, Januari 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

B. Analisis Sumber Daya koordinator K3 dan dibantu oleh


Manusia petugas K3 lainnya. Sedangkan
Semua pekerjaan memiliki untuk pelaksanaan toolbox meeting
potensi untuk terjadinya kecelakaan adalah tanggung jawab masing-
kerja, termasuk di proyek masing mandor tetapi tetap diawasi
pembangunan gedung. Oleh sebab oleh petugas K3.
itu, dibutuhkannya upaya Pelaksanaan Sumber Daya
pencegahan kecelakaan kerja salah Manusia dalam promosi K3 yaitu
satunya dengan pengadaan personil pada safety morning sudah
K3 yang bertugas untuk mengurusi disampaikan oleh petugas K3 dan
segala aspek K3 yang ada di kepala bagian produksi dengan
proyek. Bagian yang mengurus bahasa yang mudah dipahami,
perencanaan karyawan perusahaan sehingga para pekerja sudah
adalah bagian HSE dan SDM divisi memberi respon dengan cara
yang bertugas untuk melaksanakan bertanya, begitu juga pada
perekruitan dan membagi karyawan pelaksanaan safety induction.
yang menjadi staff dan kontrak Sedangkan untuk pelaksanaan
divisi, termasuk staff K3 per proyek. toolbox meeting, yang bertugas
Dalam perekrutan petugas K3 juga memberi arahan adalah mandor,
dipertimbangkan berdasarkan yang sebelumnya di briefing oleh
pengalaman kerja dan pelatihan K3 pihak K3. Rambu-rambu dan poster
yang pernah diikuti. Petugas K3 K3 yang dibutuhkan sudah masuk
yang sudah mengikuti dalam dokumen RAB, walaupun itu
pelatihan/sosialisasi dalam bidang hanya rambu-rambu standar.
K3 yaitu koordinator K3 yang Wewenang untuk mengawasi
bersertifikasi Ahli muda K3 personil K3 adalah pimpinan-
konstruksi. pimpinan proyek, dan pimpinan yang
Berdasarkan wawancara dengan selalu berada di proyek adalah
informan utama didapatkan kepala bagian produksi, sehingga
informasi bahwa penunjukan kepala bagian produksi lah yang
petugas K3 di proyek adalah melakukan pengawasan terhadap
wewenang dan tanggung jawab dari kinerja petugas K3 dilapangan. Hasil
bagian SDM dan HSE Divisi. Dalam pengawasan akan dibahas dalam
pelaksanaan program atau kegiatan rapat bersama pimpinan-pimpinan
K3 di lapangan sudah ditunjuk satu proyek.
koordinator K3 yang bertugas untuk
mengkoordinir kerja petugas K3 C. Analisis Anggaran Dana
lainnya. Pembagian tugas untuk PT X sudah memiliki Rancangan
petugas K3 dalam proyek Anggaran Biaya khusus untuk K3.
pembangunan gedung Y ini yaitu Apabila di tengah proyek masih
dibagi berdasarkan perlantai. dibutuhkan dana untuk K3 maka
Sehingga semua aspek K3 yang bagian K3 akan melakukan
harus dipenuhi dilantai yang sudah pengajuan lagi kepada kepala
dibagi adalah tanggung jawab bagian engineering, apabila
petugas K3 tersebut. Misalnya pimpinan proyek sudah menyetujui,
pemasangan rambu-rambu K3, bagian keuangan akan
pengawasan kerja dan penggunaan mengeluarkan dananya.
APD yang sesuai. Pelaksanaan Anggaran dana tersebut
safety morning dan safety induction digunakan untuk program upaya
merupakan tanggung jawab pencegahan kecelakaan kerja di PT

401
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 1, Januari 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

X proyek pembangunan gedung Y Berdasarkan wawancara


Semarang, yaitu seperti pengadaan mendalam dengan informan utama
Alat Pelindung Diri (APD), Alat dan informan triangulasi bahwa
Pelindung Kerja (APK), safety net, pengawasan pelaksanaan prosedur
safety deck, rambu-rambu, poster program promosi K3 dilakukan oleh
K3, dan untuk pelaksanaan safety Koordinator K3. Bentuk
morning dan safety induction. pengawasannya juga berupa
laporan dari petugas K3 kepada
D. Analisis Prosedur Koordinator apabila ada masalah di
Berdasarkan hasil wawancara proyek mengenai K3 contohnya
mendalam dengan informan utama prosedur yang sudah ada kurang
dan triangulasi bahwa perencanaan cocok dengan keadaan lapangan,
prosedur mengenai program sehingga nanti akan disesuaikan.
promosi K3 menggunakan prosedur
yang berasal dari proyek terdahulu. E. Analisis Sarana dan Prasarana
Safety morning sudah memiliki Berdasarkan wawancara
prosedur, sedangkan untuk program mendalam dengan informan utama
yang lain seperti toolbox meeting, dan informan triangulasi bahwa
safety induction, pemasangan perencanaan penyediaan sarana
rambu-rambu dan poster K3 belum dan prasarana untuk program
ada prosedur tertulis. promosi K3 dilakukan oleh petugas
Berdasarkan wawancara K3 nya. Untuk program safety
mendalam dengan informan utama morning yang harus disiapkan
dan informan triangulasi bahwa adalah materi, alat pengeras suara
pengorganisasian prosedur dan dan kupon makan. Sedangkan untuk
instruksi kerja sudah diketahui oleh safety induction dan toolbox meeting
masing-masing mandor, sehingga hanya diperlukan pengeras suara.
mandor tersebut yang bertanggung Pengorganisasian penyediaan
jawab untuk menyampaikan kepada sarana dan prasarana untuk
pekerjanya. Sedangkan prosedur program promosi K3 dilakukan oleh
untuk program safety morning , petugas K3 nya. Untuk pembagian
bagian K3 akan memberitahukan tugasnya tidak ada, koordinator
kepada Kepala Bagian Engineering , hanya menunjuk salah satu petugas
karena Kepala Bagian Engineering untuk bertanggung jawab untuk
ikut serta dalam mengisi program menyediakan sarana dan prasarana
safety morning secara bergantian. sebagai penunjang pelaksanaan
Prosedur pelaksanaan program program promosi K3, dan untuk
promosi K3 sudah ada untuk safety pengawasannya dilakukan oleh
morning, prosedur tersebut berupa koordinator K3 dan pimpinan proyek.
langkah- langkah atau urutan Apabila pimpinan proyek merasa
kegiatannya. Sedangkan untuk ada yang kurang, hal tersebut akan
program promosi K3 yang lain langsung disampaikan kepada
seperti toolbox meeting, safety koordinator K3 untuk diperbaiki
induction, pemasangan rambu- dalam pelaksanaan program
rambu dan poster K3 belum memiliki selanjutnya.
prosedur khusus, sehingga hanya
dilaksanakan berdasarkan teori
diketahui oleh petugas K3 dan
pengalaman kerja sebelumnya.

402
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 1, Januari 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

Kesimpulan 5. PT X sudah melakukan


1. PT X sudah memiliki kebijakan penganggaran dana K3 .
K3 yang tertulis, tertanggal, Penganggaran dana disusun oleh
disahkan, dan ditandatangani petugas K3 berupa Rancangan
oleh pucuk pimpinan. Isi Anggaran Biaya (RAB) dan
kebijakan tersebut sesuai diajukan kepada Pimpinan untuk
dengan PP Nomor 50 Tahun disetujui
2012, yaitu secara jelas 6. PT X sudah memiliki sarana dan
menyatakan tujuan dan sasaran prasarana untuk mendukung
K3. pelaksanaan program promosi
2. PT X proyek pembangunan K3.
gedung Y Semarang Semarang
sudah menerapkan program
Daftar Pustaka
promosi K3 seperti safety
induction, safety morning, toolbox 1. Shiddiq, S, Wahyu dan Muis.
meeting, rambu-rambu dan Hubungan Persepsi K3 Karyawan
poster K3. Namun, implementasi dengan Perilaku Tidak Aman di
program tersebut masih belum Bagian Produksi Unit IV PT.
maksimal, sedangkan untuk Semen Tonasa. J Makassar:
pelatihan K3 (pelatihan Universitas Hasanuddin; 2013.
penggunaan alat kerja seperti 2. Tarwaka. Dasar-dasar
gerinda tangan, bor, scaffolding, Keselamatan Kerja Serta
dll), simulasi K3 (Tanggap Pencegahan Kecelakaan di
Darurat Bencana/Kebakaran) dan Tempat Kerja. Surakarta:
pengadaan untuk papan Harapan Press; 2012.
informasi K3 belum dilaksanakan.
3. PT X proyek pembangunan 3. ILO. Encyclopedia of
gedung Y sudah memiliki petugas Occupational Health and Safety.
K3 yaitu terdiri dari satu orang Geneva; 2003.
koordinator K3 dan dua orang 4. Angka Kasus Kecelakaan Kerja
staff K3. Pembagian tugas dan Menurun.
wewenang sudah dilaksanakan http://www.bpjsketenagakerjaan.g
oleh koordinator K3. Petugas K3 o.id/berita/2943/Angka-Kasus-
yang sudah mendapat pelatihan Kecelakaan-Kerja-Menurun.html,
K3 hanya satu orang. diakses tanggal 29 Maret 2016.
Pelaksanaan promosi K3 sudah
dilakukan pengawasan oleh 5. Suma’mur. keselamatan Kerja &
Kepala Bagian Produksi selaku Pencegahan Kecelakaan.
pimpinan yang selalu berada di Jakarta: PT Saksama; 1987.
proyek. 6. Santoso, G. Manajemen
4. PT X hanya memiliki prosedur Keselamatan dan Kesehatan
tertulis safety morning, Kerja. Jakarta: Prestasi Pustaka
sedangkan untuk program Publisher; 2004.
promosi K3 lainnya seperti safety 7. E, Prasetyo. Angka Kecelakaan
induction, toolbox meeting, Kerja di Indonesia Turun, Angka
rambu-rambu dan poster K3 Kematian Memprihatinkan. 2012.
belum terdapat prosedur tertulis.
Pelaksanaannya hanya 8. WHO. Safety and safety
berdasarkan pengalaman kerja Promotion: Conceptual and
pada proyek sebelumnya. Operational Aspects. Canada;
1998.

403
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 1, Januari 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

9. Tarwaka. Keselamatan Kerja dan


Ergonomi (K3E) Dalam Perspektif
Bisnis. Surakarta: Harapan Press;
2015.
10. Reini dan Febby. Kajian
Penerapan Pedoman
Keselamatan Kerja Pada
Pekerjaan Galian Konstruksi.
Jurnal Teknik Sipil FTSP ITB Vol
12, Hal 2; 2005.
11. Putranto Yohanes Bosco
K.E. Analisis Kondisi dan Perilaku
Pekerja Konstruksi Terhadap
Implementasi Sistem
Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (K3) di Proyek
Pembangunan Sahid Jogja
Lifestyle City. Yogyakarta; 2015.

404