You are on page 1of 7

RUMAH SAKIT UMUM

“ANWAR MEDIKA”
Semawut – Balongbendo Telp. (031) 8974943 – (031) 8972052, Fax. (031) 8988313
Website: www.rsanwarmedika.com Email: rsu.anwarmedika@gmail.com
SIDOARJO

KEPUTUSAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT UMUM ANWAR MEDIKA
Nomor : 10/SK-RSAM/I/2016

TENTANG
KEBIJAKAN ASESMEN PASIEN
DI RUMAH SAKIT UMUM ANWAR MEDIKA

Direktur Rumah Sakit Anwar Medika, setelah :


Menimbang :
a. bahwa proses asesmen yang efektif akan menghasilkan keputusan
mengenai kebutuhan penanganan pasien sesegera mungkin dan
berkesinambungan
b. asesmen merupakan proses dinamis dan berlangsung terus
menerus
c. bahwa asesmen pasien merupakan bagian dari pelayanan pasien di
Rumah Sakit Anwar Medika
d. bahwa dalam meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit Anwar
Medika maka diperlukan asesmen pasien yang efektif dan tepat
e. bahwa agar asesmen pasien di Rumah Sakit Anwar Medika dapat
terlaksana dengan baik, perlu adanya kebijakan Direktur Rumah
Sakit Anwar Medika sebagai landasan bagi penyelenggaraan
asesmen pasien di Rumah Sakit Anwar Medika
f. bahwa berdasarkan pertimbangan yang tersebut diatas perlu
ditetapkan dengan keputusan Direktur Rumah Sakit Anwar
Medika.
Mengingat :
1. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009
tentang Rumah Sakit
2. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009
tentang Kesehatan
3. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2004
tentang Praktik Kedokteran
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/
MENKES / Per/ III/2008 tentang Rekam Medis
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.02.02/MENKES/148/I/2010 tentang Izin Dan
Penyelenggaraan Praktik Perawat
6. Keputusan Ketua Badan Pengurus Yayasan Rumah Sakit Anwar
Medika Nomor 50/SK-RSAM/XII/2015 tentang Penetapan Revisi
VII Struktur Organisasi RSU Anwar Medika
7. Keputusan Direktur Rumah Sakit Anwar Medika Nomor 112/SK-
RSAM/XII/2015 tentang Pemberlakuan Revisi VII Struktur
Organisasi RSU Anwar Medika

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :
Pertama : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ANWAR
MEDIKA TENTANG KEBIJAKAN ASESMEN PASIEN
RUMAH SAKIT ANWAR MEDIKA
Kedua : Kebijakan Asesmen Pasien Rumah Sakit Anwar Medika
sebagaimana tercantum daam Lampiran Keputusan ini
Ketiga : Penyelenggaraan Asesmen Pasien Di Rumah Sakit Anwar Medika
dilaksanakan oleh staf yang berwenang dan berkompeten di
bidangnya yang ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit Anwar
Medika.
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila
dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini
akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : SIDOARJO
Pada Tanggal : 04 Januari 2016 :

DIREKTUR
RSU “ANWAR MEDIKA”

dr. Nungky Taniasari, M. ARS


NIK. AM. 488
Lamp. : Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Anwar Medika
Nomor : 10/SK-RSAM/I/2016
Tentang : Pemberlakuan Kebijakan Asesmen Pasien

KEBIJAKAN ASESMEN PASIEN RAWAT INAP

1. Asesmen pasien rawat inap terdiri dari tiga proses utama :


a. Pengumpulan informasi dan data mengenai status fisik, psikologis dan
sosial ekonomi serta riwayat kesehatan pasien
b. Analisis data dan informasi termasuk hasil Laboratorium dan pencitraan
diagnostik untuk identifikasi kebutuhan pelayanan pasien
c. Pengembangan rencana perawatan untuk memenuhi kebutuhan pasien
yang telah di identifikasi
2. Rumah Sakit Anwar Medika dalam melayani setiap pasien yang datang ke
Instalasi Rawat Jalan harus dibuatkan berkas rekam medis Rawat Inap
3. Rumah Sakit Anwar Medika menjamin semua pasien yang dilayani di Rumah
Sakit Anwar Medika harus di identifikasi kebutuhan pelayanannya melalui
suatu proses asesmen yang baku
4. Rumah Sakit Anwar Medika menetapkan asesmen berdasarkan Undang –
Undang, Peraturan dan standar profesi
5. Setiap pasien rawat inap harus mendaftar lebih dahulu pada Tempat
Pendaftaran Pasien Rawata Inap ( TPP RI ) dan mendapatkan rekam medis.
6. Setiap pasien rawat inap harus ditetapkan DPJP
7. Pemberian informasi perkiraan biaya operasi bisa dilakukan oleh perawat
Instalasi Rawat Jalan yang berkoordinasi dengan petugas keuangan dan
petugas kamar operasi.
8. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat dilaksanakan 24 jam yang didukung
dengan pelayanan radiologi dan laboratorium 24 jam.
9. Instalasi Gawat Darurat dipimpin oleh dokter yang memiliki sertifikat ATLS
dan PPGD yang masih berlaku
10. Asesmen awal di Instalasi Gawat Darurat dilaksanakan dalam waktu
maksimal 3 jam atau lebih cepat sesuai kondisi pasien atau kebijakan Rumah
Sakit.
11. Observasi dilakukan pada pasien yang berkebutuhan khusus
12. Bila menerima pasien rujukan maka dilakukan asesmen awal untuk
melengkapi kebutuhan pelayanan pasien
13. Rumah Sakit menetapkan bahwa asesmen awal setiap pasien meliputi evaluasi
faktor fisik, psikologis, sosial dan ekonomi termasuk pemeriksaan fisik dan
riwayat kesehatan.
14. Rumah sakit Anwar Medika menjamin bahwa kebutuhan pelayanan medis dan
keperawatan ditetapkan berdasarkan asesmen awal dan dicatat pada catatan
klinisnya
15. Rumah Sakit Anwar Medika menjamin bahwa asesmen awal medis dan
keperawatan pada pasien emergensi harus didasarkan atas kebutuhan dan
keadaannya.
16. Asesmen harus selesai dalam kerangka waktu yang ditetapkan oleh Rumah
Sakit Anwar Medika
17. Asesmen awal medis dan keperawatan harus lengkap dalam waktu 24 jam
setelah pasien masuk rawat inap atau lebih cepat tergantung kondisi pasien
atau sesuai kebijakan Rumah Sakit Anwar medika
18. Temuan pada asesmen didokumentasikan pada rekam medis pasien dan siap
tersedia bagi para penanggungjawab asuhan pasien.
19. Asesmen awal medis harus didokumentasikan sebelum tindakan anaestesi
atau bedah
20. Pasien di skrining untuk status gizi dan kebutuhan fungsional serta dikonsul
untuk asesmen lebih lanjut dan pengobatan apabila dibutuhkan
21. Semua pasien rawat inap dan rawat jalan di skrining untuk rasa sakit dan
dilakukan asesmen apabila ada rasa nyeri
22. Rumah Sakit Anwar Medika melaksanakan asesmen awal individual untuk
populasi tertentu yang dilayani Rumah Sakit
23. Pasien yang akan meninggal akan dilakukan asesmen dan asesmen ulang
sesuai kebutuhan individual mereka
24. Asesmen awal termasuk penetapan kebutuhan untuk tambahan asesmen
khusus
25. Asesmen awal termasuk menentukan kebutuhan rencana pemulangan pasien
( discharge planning )
26. Semua pasien dilakukan asesmen ulang pada interval tertentu atas dasar
kondisi dan pengobatan untuk menetapkan respons terhadap pengobatan atau
untuk pemulangan pasien. Asesmen ulang medis dilakukan oleh dokter dalam
waktu 1 x 24 jam dan didokumentasikan pada catatan terintegrasi. Asesmen
ulang keperawatan dilakukan oleh perawat ruang rawat inap per shift ( 3 x per
hari ) dan didokumentasikan pada catatan perkembangan keperawatan.
27. Pasien yang mengalami kondisi kegawatan di ruang rawat inap dikonsulkan
ke DPJP oleh perawat rawat inap dan didokumentasi di catatan terintegrasi.
28. Rumah Sakit Anwar Medika menetapkan staf yang kompeten melaksanakan
asesmen dan asesmen ulang
29. Staf medis, keperawatan dan staf lain yang bertanggungjawab atas pelayanan
pasien bekerjasama dalam menganalisa dan mengintegrasikan asesmen pasien
30. Kebutuhan pelayanan paling urgent atau penting di identifikasi terlebih dahulu
31. Tenaga kesehatan yang melakukan asesmen memenuhi kualifikasi yang
ditetapkan Rumah Sakit Anwar Medika dalam melaksanakan asesmen dan
asesmen ulang. Yang termasuk tenaga kesehatan adalah dokter dan para medis
(perawat; fisioterapis; tenaga gizi ; bidan dan farmasi ).
32. Pelayanan penunjang asesmen pasien ( laboratorium dan radiologi diagnostik
imaging ) diatur sesuai kebijakan masing-masing pelayanan.
33. Asesmen tambahan :
a. Adalah asesmen yang dibuat setelah ada asesmen utama
b. Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah ditetapkan Rumah Sakit
Anwar Medika
c. Harus tertulis dalam rekam medis yang telah ditetapkan Rumah Sakit
Anwar Medika
34. Asesmen nyeri
a. Adalah asesmen untuk menilai tingkat nyeri pasien yang dirawat di
Rumah Sakit Anwar Medika
b. Skala penyusunan nyeri berdasar Wong Baker Scale; NIPS; FLACCS;
Comfort Scale
c. Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah ditetapkan Rumah Sakit
Anwar Medika
d. Harus tertulis dalam rekam medis yang telah ditetapkan Rumah Sakit
Anwar Medika
35. Asesmen resiko Jatuh
a. Adalah penilaian terhadap kondisi pasien yang menyebabkan pasien
beresiko jatuh selama perawatan di Rumah Sakit Anwar Medika
b. Pengukuran resiko jatuh menggunakan skala yang telah ditetapkan oleh
Rumah Sakit Anwar Medika
c. Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah ditetapkan Rumah Sakit
Anwar Medika
d. Harus tertulis dalam rekam medis yang telah ditetapkan Rumah Sakit
Anwar Medika
e. Menggunakan Morse Score ( untuk pasien dewasa dan anak – anak ) ;
Humpty Dumpty( untuk pasien pediatri ) ; Ontario Score ( untuk pasien
geriatri )
36. Rumah Sakit Anwar Medika menetapkan pelayanan Instalasi Laboratorium
untuk memenuhi kebutuhan pasien dan semua jenis pemeriksaan sesuai
dengan standar nasional, undang-undang dan peraturan
37. Rumah Sakit Anwar Medika menetapkan program keamanan ( safety ) di
Laboratorium untuk dijalankan dan didokumentasikan
38. Staf Laboratorium benar-benar kompeten dan berpengalaman melaksanakan
tes dan membuat interpretasi hasil
39. Hasil pemeriksaan Laboratorium tersedia / selesai dalam waktu sesuai
ketetapan rumah sakit
40. Di Laboratorium ditetapkan prosedur melaporkan hasil tes diagnostik yang
kritis
41. Semua peralatan untuk pemeriksaan Laboratorium diperiksa secara teratur,
ada upaya pemeliharaan dan kalibrasi dan ada pencatatan terus menerus untuk
kegiatan tersebut
42. Reagensia esensial dan bahan lain yang diperlukan sehari-hari selalu tersedia
dan dievaluasi untuk memastikan akurasi dan presisi hasil
43. Prosedur untuk pengambilan sampel, identifikasi, penanganan, pengiriman
yang aman dan pembuangan spesimen dipatuhi
44. Ditetapkan nilai normal dan rentang nilai yang digunakan untuk interpretasi
dan pelaporan hasil Laboratorium klinis
45. Seorang yang kompeten bertanggungjawab untuk mengelola pelayanan
Laboratorium klinik atau pelayanan Patologi Klinik
46. Ada prosedur kontrol mutu, dilaksanakan dan didokumentasikan di Instalasi
Laboratorium
47. Rumah Sakit secara rutin mereview hasil kontrol mutu untuk semua
pelayanan Laboratorium luar
48. Bila Rumah Sakit memakai pelayanan Laboratorium luar maka secara teratur
menerima laporan dan mereview kontrol mutu dari laboratorium luar tersebut.
Individu yang kompeten mereview hasil kontrol mutu
49. Rumah Sakit mempunyai akses dengan tenaga dalam bidang diagnostik
spesialis bila diperlukan
50. Ada pelayanan radiologi dan pelayanan diagnostik imaging untuk memenuhi
kebutuhan pasien dan semua pelayanan memenuhi standar nasional, per
undang – undang an dan peratutan yang berlaku
51. Pelayanan radiologi dan pelayanan diagnostik imaging disediakan Rumah
Sakit atau tersedia di luar Rumah Sakit melalui pengaturan pihak luar

Ditetapkan di : SIDOARJO
Pada Tanggal : 04 Januari 2016 :

DIREKTUR
RSU “ANWAR MEDIKA”

(dr. Nungky Taniasari, M. ARS )


NIK. AM. 488