You are on page 1of 16

ARTIKEL ILMIAH

PERENCANAAN ULANG STRUKTUR GEDUNG KONDOMINIUM HOTEL


AMARSVATI LOMBOK DENGAN PORTAL BAJA BETON KOMPOSIT
“ENCASED COMPOSITE MEMBERS”
“Redesign of Condominium Hotel Amarsvati Lombok with Steel Concrete Composite
Frame “Encased Composite Members”

Untuk memenuhi sebagian persyaratan


mencapai derajat Sarjana S-1 Jurusan Teknik Sipil

Oleh
MUHAMMAD IKBAL
F1A 012 101

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MATARAM
2017
ARTIKEL ILMIAH

PERENCANAAN ULANG STRUKTUR GEDUNG KONDOMINIUM HOTEL


AMARSVATI LOMBOK DENGAN PORTAL BAJA BETON KOMPOSIT “ENCASED
COMPOSITE MEMBERS”
“Redesign of Condominium Hotel Amarsvati Lombok with Steel Concrete
Composite Frame “Encased Composite Members”

Oleh:

Muhammad Ikbal
F1A 012 101

Telah diperiksa dan disetujui oleh:

1. Pembimbing Utama

Suparjo, ST., MT. Tanggal: September 2017


NIP. 19670814 199412 1 001

2. Pembimbing Pendamping

Hariyadi, ST., MSc(Eng)., Dr. Eng. Tanggal: September 2017


NIP. 19731027 199802 1 001

Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Sipil
Fakultas Teknik
Universitas Mataram

Jauhar Fajrin, ST., MSc (Eng)., Ph.D.


NIP. 19740607 199802 1 001

ii
iii1
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR GEDUNG KONDOMINIUM HOTEL
AMARSVATI LOMBOK DENGAN PORTAL BAJA BETON KOMPOSIT “ENCASED
COMPOSITE MEMBERS”
“Redesign of Condominium Hotel Amarsvati Lombok with Steel Concrete
Composite Frame “Encased Composite Members”

Muhammad Ikbal1, Suparjo2, Hariyadi3


Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Mataram
Jalan Majapahit nomor 62, Mataram 83125, Telepon (0370) 636126
E-Mail: mhikbal@outlook.com

ABSTRAK
Bangunan tinggi harus didesain sebagai bangunan tahan gempa menggunakan sistem
dan komponen material yang kuat, penampang yang efisien, beban batas layan yang memenuhi
persyaratan keamanan dan kenyamanan. Salah satu alternatif dilakukan perencanaan struktur
gedung baja beton komposit, dimana konsep perencanan ini memanfaatkan kelebihan dari
material baja dan beton dengan desain elemen komposit pada balok dan kolom menggunakan
profil Baja yang diselubungi beton “encased composite members”. Menggunakan sistem rangka
pemikul momen, konsep perencanaan menggunakan metode LRFD (Load Resistance Factor
Design) dengan analisa gempa SNI 1726-2012 dan metode DAM (Direct Analysis Method) SNI
1729-2015. Studi kasus perencanaan ulang pada gedung 13 lantai Hotel Amarsvati Lombok yang
menggunakan struktur beton bertulang.

Hasil perencanaan didapatkan dimensi elemen komposit terbesar yaitu dengan kolom
dimensi 650/650 dan balok induk dimensi 300/600, sedangkan balok induk dimensi 350/700
menggantikan balok tinggi dalam perencanaan eksiting dengan dimensi 700/1500. Berdasarkan
hasil perbandingan terhadap struktur eksisting, secara keseluruhan efisien berat struktur sebesar
14,05%, efisiensi dimensi penampang pada kolom lantai dasar sebesar 14,6% sedangkan pada
balok induk sebesar 36,7%. Berdasarkan persyaratan simpangan struktur, hasil kinerja struktur
komposit pada simpangan maksimum arah x sebesar 146,88mm dan arah Y sebesar 117,84mm,
sehingga memenuhi persyaratan simpangan yang diijinkan yaitu sebesar 187,88mm.

Kata kunci: Encased Composite Member, LRFD, Direct Analysis Method.


PENDAHULUAN sistem strukturnya relatif lebih berat. Sisi lain,
secara alami beton punya karakter lebih awet,
A. Latar Belakang
ketahanan lingkungan yang baik, tidak korosi,
Material baja dan beton umumnya tahan panas (tidak terbakar), dan mudah untuk
menjadi material utama pada bangunan dibentuk. Ini yang menyebabkan konstruksi
gedung, dengan perbedaan kedua material beton lebih monolit atau menerus.
tersebut mempengaruhi karasteristik pada Karakter berbeda oleh material beton
bangunan gedung. Material baja secara alami dan baja pada kondisi tertentu memiliki sifat
mempunyai rasio kuat berbanding berat- yang saling melengkapi, gabungan antara
volume yang tinggi, sehingga dihasilkan kedua material baja dan beton dapat dihasilkan
bangunan yang relatif ringan. Selain itu, elemen struktur komposit yang
material baja punya karakter kekuatan tinggi, menggabungkan keunggulan beton-bertulang
relatif kaku dan sangat daktail. Pada satu sisi dengan pemakaian profil baja, yang biasa
penggunaan material baja memerlukan detail dipakai pada konstruksi baja, untuk bersama-
sambungan yang baik karena sulit dihasilkan sama memikul gaya-gaya yang bekerja
struktur yang monolit. Material beton berbeda sehingga pemakaian material menjadi efisien.
dari segi kekuatan, kekakuan atau Salah satu alternatif penggunaan
daktilitasnya, masih kurang jika dibandingkann struktur baja beton komposit yaitu dengan
material baja. Material beton punya rasio kuat komposit profil baja diselubungi beton
dibanding berat-volume yang rendah, hasilnya
1
1
Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Mataram
2
Dosen Jurusan Teknik Sipil Universitas Mataram
3
Dosen Jurusan Teknik Sipil Universitas Mataram
“encased composite members (AISC)” baik karakteristik penting yang dimiliki oleh struktur
pada elemen kolom maupun balok. Selain baja adalah kekuatan tinggi, modulus
menambah kekakuan pada elemen struktur, elastilitas tinggi, serta daktilitas tinggi.
penggunanaan komposit tersebut juga Sedangkan karakteristik penting yang dimiliki
memberikan ketahanan terhadap api apabila oleh struktur beton adalah ketahanan yang
terjadi kebakaran pada struktur bangunan. baik terhadap api, mudah dibentuk, dan murah.
Sebagai bahan strudi perencanaan, (Dong Keon Kim (2005) dalam Insan Wiseso
stuktur baja beton komposit “encased (2010)).
composite members” akan dijadikan struktur
Balok profil baja yang dicor dalam
utama dalam perencanaan ulang struktur
beton banyak digunakan sejak awal abad ke-
bangunan gedung yaitu pada perencanaan ini
19 sampai ditemukannya bahan berbobot
dipilih gedung kondotel Amarsvati Lombok.
ringan untuk perlindungan terhadap api pada
Komposit kolom dan balok yang diselubungi
25 tahun terakhir. Beberapa balok seperti ini
beton akan direncanakan untuk menggantikan
direncanakan secara komposit, sedangkan
struktur utama gedung kondotel Amarsvati
lainnya tidak. Pada awal dekade 1930,
yang menggunakan struktur beton bertulang.
konstruksi jembatan mulai menggunakan
B. Rumusan Masalah penampang komposit. Sebelum awal dekade
1) Bagaimana merencanakan elemen 1960, konstruksi komposit untuk gedung tidak
struktur komposit “encased composite ekonomis. Namun praktek dewasa ini
members” yang meliputi balok dan kolom memanfaatkan aksi komposit pada hampir
komposit. semua keadaan dimana profil baja dan beton
2) Bagaimana merencakan sambungan saling melekat, baik pada perencanaan
antar komponen struktur balok, kolom, jembatan maupun pada gedung. (Salmon &
dan pondasi yang memenuhi kriteria Johnson 1991).
perancangan struktur. Ketentuan perencanaan Lantai
3) Bagaimana permodelan dan analisa komposit pada bagungunan gedung pertama
struktur dengan menggunakan program kali diberlakukan dalam spesifikasi AISC 1952.
ETABS. Bentuk komposit pada sistem ini baja dapat
C. Tujuan Perencanaan diselubungi beton secara keseluruhan, atau
tanpa diselubungi beton yaitu menggunakan
1) Mengetahui cara perencanaan bangunan
penghubung geser. Pada kondisi komposit
gedung menggunakan struktur baja beton
baja diselubungi beton, kondisi geser diterima
komposit “encased composite member”
oleh ikatan dan gesekan antara profil baja dan
yang meliputi elemen balok dan kolom.
beton. (McCormac & Csernack 2012).
2) Mengetahui perencanaan sambungan
struktur komposit dan pondasi yang B. Landasan Teori
memenuhi kriteria perencanaan. Sruktur Komposit
3) Merbandingan efisiensi berat dan Perpaduan baja dengan beton dapat
kekuatan elemen struktur desain eksisting menjadi salah satu material konstruksi sistem
dengan desain perencanaan ulang yang komposit. Dengan asumsi bahwa baja dan
menggunakan struktur baja beton beton bekerja secara bersamaan dalam
komposit. memikul beban yang bekerja pada suatu
struktur, sehingga diharapkan akan
TINJAUAN PUSTAKA
menghasilkan desain profil atau elemen yang
A. Tinjauan Pustaka lebih ekonomis. Umumnya jenis struktur
Sistem struktur komposit sendiri komposit dapat dilihat pada gambar 1.
terbentuk akibat adanya interaksi antara
komponen struktur baja dengan beton, yang
karakteristik dasar masing-masing bahan
dimanfaatkan secara optimal. Beberapa

2
geser yang diizinkan, Vn/Ωv, harus ditentukan
berdasarkan satu dari yang berikut:
1) Kekuatan geser penampang baja yang
tersedia
Profil ini memenuhi kriteria SNI 1729
Pasal G2.1(a) sesuai dengan catatan
pengguna akhir pasal.
Vn = 0,6 Fy Aw Cv (6)
2) Kekuatan geser yang tersedia dari bagian
Gambar 1 Macam-macam struktur komposit
beton bertulang (beton ditambah tulangan
Perencanaan Balok Komposit baja) sendiri seperti dijelaskan oleh ACI 318
Berdasarkan SNI 1729-2015 Pasal dengan ϕv = 0,75 (LRFD) dan Ωv = 2,00
I3.3, kekuatan lentur nominal Mn, harus (ASD)
ditentukan dengan menggunakan satu dari 1
Vc = ( ) 𝜆√𝑓′𝑐 . 𝑏𝑤 . 𝑑 (7)
6
metode yang berikut:
3) Kekuatan geser yang tersedia dari profil
a) Superposisi dari tegangan elastis pada baja dan tulangan
penampang komposit, yang
Kekuatan geser nominal dari
memperhitungkan efek penopangnya,
penampang baja seperti dijelaskan dalam Bab
untuk keadaan batas dari leleh (momen
G SNI 1729-2015 ditambah kekuatan nominal
leleh)
dari baja tulangan seperti dijelaskan oleh ACI
b) Distribusi tegangan plastis pada 318 dengan kombinasi ketahanan atau faktor
penampang baja sendiri, untuk keadaan keamanan dari ϕv = 0,75 (LRFD) dan Ωv = 2,00
batas dari leleh (momen plastis) pada (ASD)
penampang baja. Perencanaan Kolom Komposit
ϕb = 0,90 (LRFD) Ωb = 1,67 (ASD) Kekuatan tekan desain, ØcPn, dan
c) Distribusi tegangan plastis pada kekuatan tekan yang diizinkan, Pn/Ωc,
penampang komposit atau metode komponen ini dibebani secara aksial simetris
kompatibilitas-regangan, untuk keadaan ganda harus ditentukan untuk keadaan batas
batas dari leleh (momen plastis) pada tarik dari tekuk lentur berdasarkan
penampang komposit. kelangsingan komponen struktur sebagai
berikut:
ϕc = 0,75 (LRFD) Ωc = 2,00 (ASD)
Kekuatan tekan aksial nominal tanpa
mempertimbangkan efek kelangsingan, Pno
dihitung,
Pno = Fy.As + Fysr.Asr + 0,85.f’c.A (6)
Gambar 2 Kapasitas Plastis untuk persegi panjang,
profil WF terbungkus beton melentur di sumbu x-x perhitungan efek kelangsingan
(Sumber: Petunjuk Teknis Penggunaan SNI 1729)
menurut SNI 1729 Pasal I2.1b sebagai berikut:
𝑍𝑐 𝑃𝑛𝑜
MB = Zsx . Fy + Zr . fy +
2
0,85 𝑓′𝑐 (1) a) Untuk, ≤ 2,25
𝑃𝑒
ℎ2
Zr = (Asr – Asrs) ( − 𝐶𝑠 ) (2) 𝑃𝑛𝑜
2 maka Pn = Pno (0,658 𝑃𝑒 ) (7)
ℎ1 ℎ2 2 𝑃𝑛𝑜
Zc =
4
− 𝑍𝑠𝑥 − 𝑍𝑟 (3) b) Untuk, ≤ 2,25
𝑃𝑒
Untuk perhitungan kuat lentur pada maka, Pn = 0,877 Pe (8)
penampang A yaitu dengan persamaan untuk nilai Pe digunakan persamaan berikut,
berikut: Pe = π2 . (EIeff) / (KL)2 (9)
0,85 𝑓′𝑐 . 𝑍𝑐𝑛
MA = 𝑀𝐵 − 𝐹𝑦 . 𝑍𝑠𝑟𝑖 − (4)
2 Persamaan interaksi momen lentur
Zcn = h1 hn2 - Zsn (5) dan aksial pada penampang kolom komposit
Persyaratan SNI 1729-2015 I4.1 adalah,
𝑃𝑟
Kekuatan geser desain, ϕv.Vn, dan kekuatan (b) Jika
𝑃𝑐
≥ 0,2 maka:

3
𝑃𝑟 8 𝑀𝑟𝑥
+ ( +
𝑀𝑟𝑦
) ≤ 1,0 (10) ϕb Mn = ϕb Mpl = ϕb Fpy tp2 Yp (15)
𝑃𝑐 9 𝑀𝑐𝑥 𝑀𝑐𝑦

(c) Jika
𝑃𝑟
< 0,2 maka: c) Sambungan Baja ke Beton pada Base Plate
𝑃𝑐
Base plat yang biasa, umumnya terdiri
𝑃𝑟 8 𝑀𝑟𝑥 𝑀𝑟𝑦
+ ( + ) ≤ 1,0 (11) dari pelat landasan dan baut angkur. Adapun
2𝑃𝑐 9 𝑀𝑐𝑥 𝑀𝑐𝑦
pelat landasan tersambung ke kolom baja
Persyaratan Pendetailan struktur Komposit dengan las. Agar terjadi kontak merata antara
terbungkus beton pelat landasan dan struktur beton pondasi.
Batasan tulangan transversal yang Fungsi baut angkur bisa untuk leveling dan
tercantum dalam SNI 1729 Pasal I1.1(3), yang pasti adalah untuk menahan gaya geser.
I2.1a(2) dan SNI 2847 sedangkan Batas (Dewobroto, 2016)
Tulangan memanjang dan baja struktural
tercantum di SNI 1729 Pasal I1.1(4), I2.1 dan
SNI 2847.

Gambar 4 Pelat dasar (Base Plate) kolom komposit


(sumber: Load and Resistance Factor Design of W-
Shapes Encased in Concrete Design Guide 06,
1992)

Kuat tumpu beton untuk luas beton tumpuan


lebih besar dari pelat landasan,
𝐴2
𝑃𝑝 = 0,85 𝑓′𝑐 𝐴1 √ ≤ 1,7 𝑓 ′ 𝑐 𝐴1 (16)
𝐴1

𝐴2
𝑓𝑝 𝑚𝑎𝑘𝑠 = 𝜙𝑐 0,85 𝑓𝑐 ′ √ (17)
𝐴1

a) Eksentrisitas kecil
𝑀𝑢 𝑁
𝑒= ≤ (18)
𝑃𝑢 6
𝑃𝑢 6𝑒
𝑓1 = (1 + ) (19)
𝐵𝑁 𝑁
Gambar 3 Konfigurasi tulangan memanjang kolom b) Eksentrisitas menengah
komposit (sumber: Steel Design Guide Series 06 𝑁 𝑀𝑢 𝑁
≤𝑒= ≤ (20)
“Load and Resistance Factor Design of W-Shape 6 𝑃𝑢 2
Encased in Concrete”) 𝑓1 =
2𝑃𝑢
=
2𝑃𝑢
(21)
𝑁
𝐵𝑁 3( −𝑒)𝐵
2
Perencanaan Sambungan
c) Tebal pelat minimum
a) Sambungan Baut 4 𝑀𝑝𝑙
Rumus kuat baut per satu (1) bidang geser 𝑡𝑝 ≥ √ (22)
𝜙𝑓 𝑦
adalah d) Panjang baut angkur minimum
Rn = Fnv Ab (12)
𝑓𝑦
Rumus kuat geser blok baut adalah sebagai 𝐿 min = (23)
4 .𝑑 .√𝑓𝑐′
berikut:
Rn = 0,6Fu Anv + Ubs Fu Ant ≤ 0,6Fy Agv + Ubs Fu METODOLOGI PERENCANAAN
Ant (13) Kondisi eksisting Hotel Amarsvati
Besarnya tahanan slip untuk kondisi batas slip, terdiri dari 2 menara gedung yang dipisah
Rn = μ Du hf Tb ns (14) dengan dilatasi pada lantai 1, tinggi gedung
b) Sambungan Momen Pelat Ujung 50.1m menggunakan struktur beton bertulang
Kapasitas momen sambungan end- dan pada perencanaan komposit ini hanya
plate berdasarkan terjadinya leleh pada pelat pada elemen balok dan kolom dengan
ujung adalah sebagai berikut. permodelan didasarkan pada menara tunggal.

4
Analisa struktur pada perencanaan ini Tabel 1 Kombinasi beban Analisa struktur
menggunakan bantuan program ETABS v.16. No Kombinasi Keterangan
1 1.4D Kombinasi
perencanaan pembebanan yang 2 1.2D+1.6L beban gravitasi
3 0.9D-1.0EQX-0.3EQX-1.0HDX-0.3HDX-NOTX
digunakan mengacu pada SNI 1727-2013 4 0.9D-1.0EQY-0.3EQY-1.0HDY-0.3HDY-NOTY
5 0.9D+1.0EQX+0.3EQX+1.0HDX+0.3HDX+NOTX
berdasarkan LRFD dan bemba gempa pada 6 0.9D+1.0EQY+0.3EQY+1.0HDY+0.3HDY+NOTY
Kombinasi
lateral Gempa
7 1.2D+1.0EQX+0.3EQX+L+1.0HDX+0.3HDX+NOTX
aturan SNI 1726-2012 dengan metode Statik 8 1.2D+1.0EQY+0.3EQY+L+1.0HDY+0.3HDY+NOTY
Ekivalen
9 1.2D-1.0EQX-0.3EQX+L-1.0HDX-0.3HDX-NOTX
Ekuivalen dan Respon spektrum. Secara 10 1.2D-1.0EQY-0.3EQY+L-1.0HDY-0.3HDY-NOTY
11 0.9D-1.0RSX-0.3RSX-1.0HDX-0.3HDX-NOTX
keseluruhan perencanaan gedung komposit 12 0.9D-1.0RSY-0.3RSY-1.0HDY-0.3HDY-NOTY
13 0.9D+1.0RSX+0.3RSX+1.0HDX+0.3HDX+NOTX Kombinasi
didasarkan pada peraturan struktur baja SNI 14 0.9D+1.0RSY+0.3RSY+1.0HDY+0.3HDY+NOTY lateral Gempa

1729-2015 dengan metode DAM “Direct 15


16
1.2D+1.0RSX+0.3RSX+L+1.0HDX+0.3HDX+NOTX
1.2D+1.0RSY+0.3RSY+L+1.0HDY+0.3HDY+NOTY
Respon
spektrum
Analysis Method” 17
18
1.2D-1.0RSX-0.3RSX+L-1.0HDX-0.3HDX-NOTX
1.2D-1.0RSY-0.3RSY+L-1.0HDY-0.3HDY-NOTY
Hasil perencanaan struktur komposit 19
20
1.2D+W+L
0.9D+W
Kombinasi
beban angin
akan dibandingkan dengan struktur eksisting Keterangan :
D : Beban mati
meliputi berat total struktur dan kekuatan L : Beban hidup
HD : Beban tek anan hidrodinamik k olam
elemen struktur pada kolom dan balok. Analisa NOT : Beban Notional
EQ : Beban gempa statik ek ivalen
berat struktur berdasarkan program ETABS, RS : Beban gempa Respon spek trum

sedangkan kekuatan elemen struktur kolom Beban gempa menggunakan metode


dan balok secara keseluruhan melalui program analisis respon spektrum dengan kondisi tanah
analisa cross section XTRACT. lunak (SE), R = 8, Ie = 1, Ts = 1,05 dtk.
Beban lateral akibat tekanan dinamik
hidrostatik termasuk dalam tipe beban mati
pada kombinasi beban lateral. Penerapan
beban “Notional” berdasarkan SNI 1729-2015
Pasal C termasuk ke dalam kombinasi beban
lateral dengan arah mengikuti penerapan
beban gempa.

Permodelan Struktur
a) Permodelan Penampang Komposit ETABS

(a) (b)
Gambar 6 (a) Permodelan Profil WF, (b)
Permodelan Komposit

b) Permodelan Frame 3D

Gambar 5 Bagan Alir Perencanaan

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pembebanan Struktur
Proses pembebanan disini dengan (a) (b)
memasukan beban-beban yang bekerja pada
struktur hotel adalah sebagai berikut, Gambar 7 (a) Permodelan utama 3D Frame (b)
Permodelan Cladding Wind Load

5
Perencanaan Komponen Struktur Profl Baja WF 350.150.9.15
a) Pelat Lantai Analisa Kuat Lentur (Mn),
Tabel 2 Tipe pelat lantai ℎ2
Zr = (Asr – Asrs) ( − 𝐶𝑠 ) = 194706,29 mm3
Total 2
Design
Pelat Material Thickness ℎ1 ℎ2 2
Type
mm
Zc = − 𝑍𝑠𝑥 − 𝑍𝑟 = 25821143,7 mm 3
4
PELAT A Slab Beton f'c 30 MPa 120 𝑍𝑐
M = Zsx . Fy + Zr . fy + 0,85 𝑓′𝑐 = 653,14 kNm
PELAT B Slab Beton f'c 30 MPa 160 2
PELAT C Slab Beton f'c 30 MPa 120
PELAT D Slab Beton f'c 30 MPa 130
hn berada dibawah flens
PELAT E Slab Beton f'c 30 MPa 200 0,85 . 𝑓′𝐶 (𝐴𝑐 +𝐴𝑠 −𝑑𝑏𝑓 +𝐴𝑠𝑟𝑠 )−2𝑓𝑦𝑟 (𝐴𝑠 −𝑑𝑏𝑓 )−2 𝑓𝑦𝑟 𝐴𝑠𝑟𝑠
PELAT F Slab Beton f'c 30 MPa 150
2[0,85 𝑓′𝐶 (ℎ1 −𝑏𝑓 )+2 𝑓𝑦 𝑏𝑓 ]

b) Analisa Balok Komposit hn = 161,55 Zsn = 305328,65 mm 3


Output ETABS: Kombinasi 1,2D+1,6L Zcn = h1 . hn2 - Zsn = 7524528,65 mm 3
Mr = 327,83 kNm
0,85 𝑓′𝐶 𝑍𝑐𝑛
Vu = 294,08 kN Mn = M – fy . Zsn - = 480,87 kNm
2
Penampang Balok: 𝑀𝑟 327,83
Rasio, = = 0,76 OK
𝛷𝑀𝑛 0,9 𝑥 480,87

Analisa kekuatan geser profil baja (Vns),


Cv = 1 Persamaan G2-3 SNI 1729
700

600

500
Aw = d . tw = 350 x 9 = 3150 mm2

450
Kekuatan geser nominal,
Vns = 0,6 . fy . Aw . Cv = 472,5 kN
300 𝑉275 294,08 250
350 Rasio = 𝑟
= = 0,83 OK
Gambar 8 Penampang Balok Komposit 𝜙𝑣 𝑉𝑛𝑠 0,75 𝑥 472,5
B 350/700 B 300/600 B 275/500 B 250/450
Kode Balok = Balok B1 Tulangan geser balok komposit,
WF 450.175.13.26 h1 WF 350.150.9.15
= 300 mm Jarak
WF sengkang ikat untuk f’c > 30 MPa, WF 200.100.7.10
250.125.10.19
𝐴𝑣 𝑥 𝑓𝑦𝑟
h2 = 600 mm s = = 308,5 mm
6 D16 6 D16 6 D16
0,062 𝑥 √𝑓′𝑐 𝑥 𝑏𝑤 4 D16
diameter tulangan db = D16
Jarak sengkang ikat ≤ 0,5 (h1, h2)terkecil
250 jumlah tulangan,
D10-250n = 6 buah D10-200 D10-200
Smaks = 0,5x300 = 150 mm
sengkang dbs = Ø10
s pakai = 150 mm
selimut beton cover = 40
maka, digunakan sengkang Ø10-150

Tabel 3 Hasil Analisa Balok Komposit


Dimensi Profil Output ETABS Hasil Analisa Rasio Lentur Rasio Geser
No Sengkang
bxh d x bf x tw x tf Mu (kNm) Vu (kN) Mn (kNm) Vu (kN) < 1.00 < 1.00
1 350 x 700 WF 450.175.13.26 252.97 165.59 866.87 658.13 0.29 0.25 Ø10-250
2 300 x 600 WF 350.150.9.15 327.83 294.09 432.78 354.38 0.76 0.83 Ø10-150
3 275 x 500 WF 250.125.10.19 145.6 76.23 338.66 281.25 0.43 0.27 Ø10-200
4 250 x 450 WF 200.100.7.10 36.88 16.87 159.31 157.5 0.23 0.11 Ø10-200

c) Analisa Kolom Komposit sengkang dbs = 10 mm “Ø10”


Output ETABS: komninasi selimut beton cover = 40 mm
1,2D+EQX+L+HDX+NotionalX Profil Baja
Pu = 6545,73 kN WF 600.350.12.25
Mrx = 180,263 kNm
Mry = 647,785 kNm
Vu = 163,201 kN SKETSA
650

PENAMPANG
550

Penampang Kolom,
KOLOM
Kode Kolom = Kolom K1
KOMPOSIT
h1 = 650 mm
h2 = 650 mm 550
650
diameter tulangan db = 25 mm Gambar 9 Penampang kolom komposit
TYPE KOLOM : K 650/650 K 550/550
jumlah tulangan n = 20 tulangan
PROFIL BAJA : WF 400.400.12.25 WF 300.300.12.1
6
TULANGAN : 20 D25 12 D25

SENGKANG : D10-300 D10-250


Analisa Kuat Tekan Kolom Komposit ℎ1 ℎ2 2
Zc = − 𝑍𝑠𝑦 − 𝑍𝑟 = 64077747 mm3
4
Kekuatan tekan aksial nominal tanpa 𝑍𝑐
memperhitungkan efek kelangsingan, Pno M = Zsy . Fy + Zr . fy + 0,85 𝑓′𝑐 = 2348,34 kNm
2
dihitung dari SNI 1729 Pasal I2.1b: Nilai hn
Pno = fy As + fyAsr +0,85f’c Ac = 19884,775 kN 0,85𝑓′𝑐 (𝐴𝑐 + 𝐴𝑠 − 2𝑥𝑡𝑓𝑥𝑏𝑓) − 2𝑓𝑦 (𝐴𝑠 − 2𝑥𝑡𝑓 𝑥𝑏𝑓 )

perhitungan efek kelangsingan menurut SNI 2[4𝑥𝑡𝑓 𝑥𝑓𝑦 + (ℎ1 − 2𝑥𝑡𝑓 )0,85𝑓𝑐 ]
1729 Pasal I2.1b sebagai berikut: hn = 98,18 mm
𝑡𝑤 𝑏𝑓
𝐴𝑠 maka, ( < ℎ𝑛 < )
C1 = [0,1 + 2 ( )] = 0,22 2 2
𝐴𝑐 + 𝐴𝑠
𝑏𝑓 𝑏𝑓
EIeff = Es Isy + 0,5 Es Isr + C1 Ec Icy Zsn = Zsy – 2 tf ( + ℎ𝑛 ) ( − ℎ𝑛 )
2 2
EIeff = 184352 kNm2 Zsn = 482343,081 mm3
Parameter K “DAM AISC” = 1,00 Zcn = ℎ1 . ℎ𝑛 2 − 𝑍𝑠𝑛 = 5783202,97 mm3
𝜋2 𝐸𝐼𝑒𝑓𝑓 0,85 𝑓′𝑐 . 𝑍𝑐𝑛
Pe = = 37162,12 kN Mn = 𝑀 − 𝑍𝑠𝑛 . 𝑓𝑦 −
(𝐾𝐿)2 2
𝑃𝑛𝑜 21357,95 Mn = 2154,014 kNm
= = 0,535 < 2,25 𝑀𝑟
𝑃𝑒 29863,43
Rasio = (𝜙 = 0,33 OK
𝑃𝑛𝑜 𝑏 𝑀𝑛 )
Pn = Pno (0,658 𝑃𝑒 ) = 15894,859 kN
Kombinasi Aksial dan Lentur
ϕcPn = 0,75 x 15894,86 = 11921,144 kN 𝑃𝑟
𝑃𝑟 Cek (𝜙 > 0,2 = 0,549 > 0,2
rasio = (𝜙 = 0,549 OK 𝑐 𝑃𝑛 )
𝑐 𝑃𝑛 )
𝑃𝑟 8 𝑀𝑟 𝑥 𝑀𝑟 𝑦
Maka, (𝜙 + ((𝜙 + ) ≤ 1,0
𝑐 𝑃𝑛 ) 9 𝑏 𝑀𝑛𝑥 ) (𝜙𝑏 𝑀𝑛𝑦 )
Analisa momen sumbu X 8
ℎ2 0,548 + (0,086 + 0,33) ≤ 1,0
Zr =(Asr–Asrs) ( − 𝐶𝑠 ) = 2578125 mm2 9
2
ℎ1 ℎ2 2
0,923 ≤ 1,0 (OK)
Zc = − 𝑍𝑠𝑥 − 𝑍𝑟 = 61960625 mm3
4
𝑍𝑐 Kuat Geser yang tersedia
M = Zsx . Fy + Zr . fy + 0,85 𝑓′𝑐 = 2850,62 kNm
2 Menghitung kekuatan geser penampang baja
Nilai hn yang tersedia,
0,85𝑓′𝑐 (𝐴𝑐 + 𝐴𝑠 − 𝑑𝑏𝑓 + 𝐴𝑠𝑟𝑠 ) − 2𝑓𝑦 (𝐴𝑠 − 𝑑𝑏𝑓 ) 2 𝑓𝑦𝑟 𝐴𝑠𝑟𝑠 Cv = 1 “Persamaan G2-3 SNI 1729”
2[0,85𝑓𝑐 (ℎ1 − 𝑏𝑓 ) + 2𝑓𝑦 𝑏𝑓 ]
Aw = d . tw = 4800 mm2
hn = 180,12 mm Kekuatan Geser nominal dihitung sebagai:
𝑑 𝑑
− 𝑡𝑓 < ℎ𝑛 ≤ = 175 mm < hn < 200 mm Vns = 0,6 . fy . Aw . Cv = 720 kN
2 2
𝑑 𝑑 𝑉𝑟 163,2
Zsn = Zsx - bf ( − ℎ𝑛 ) ( + ℎ𝑛 ) Rasio = = = 0,30 OK
2 2 𝜙𝑣 𝑉𝑛𝑠 0,75 𝑥 972
Zsn = 1094357,6 mm3
Tulangan Geser Kolom komposit
Zcn = ℎ1 . ℎ𝑛 2 − 𝑍𝑠𝑛 = 19993036 mm3 1
0,85 𝑓′𝑐 . 𝑍𝑐𝑛 Av = 𝑥 𝜋 𝑥 𝐷2 = 78,57 mm2
Mn = 𝑀 − 𝑍𝑠𝑛 . 𝑓𝑦 − 4
2 Jarak sengkang ikat untuk f’c > 30 MPa,
Mn = 2322,12 kNm 𝐴𝑣 𝑥 𝑓𝑦𝑟
𝑀𝑟 180,263 s= = 154,25 mm
Rasio = (𝜙 = (0,9 = 0,086 OK 0,062 𝑥 √𝑓′𝑐 𝑥 𝑏𝑤
𝑏 𝑀𝑛 ) 𝑥 2322,12)
Jarak sengkang ikat ≤ 0,5 (h1, h2)terkecil
Analisa Momen Arah Y Smaks = 0,5x650 = 325 mm
Zr = (Asr – Asrs) (
ℎ2
− 𝐶𝑠 ) = 2578125 mm3 s pakai =300 mm
2
maka, digunakan sengkang Ø10-300

Tabel 4 Hasil Analisa Kolom Komposit


Kolom Pofil Ouput ETABS Hasil Analisa Rasio Kontrol
Sengkang
b xh d x bf x tw x tf Pu (kN) Mrx (kNm) Mry (kNm) Vu (kN) Pn (kN) Mnx (kNm) Mny (kNm) Vn (kN) Aksial Lentur < 1.00

650 x 650 H 400.400.12.25 6545.7 180.26 647.79 163.2 11921 2089.91 1938.61 540 0.92 OK Ø10-300

550 x 550 H 300.300.12.19 5423.9 52.54 234.91 170.74 9221.1 1025.02 982.23 405 0.85 OK Ø10-250

500 x 500 H 260.258.11.17 3925.5 41.22 212.43 154.46 7549.3 797.76 774.38 386.1 0.81 OK Ø10-200

450 x 450 H 216.206.10.17 712.99 172.04 297.69 134.73 5273.8 503.24 490.8 291.6 0.91 OK Ø10-200

7
Perencanaan Sambungan Antara Elemen 68,70𝑥106
= √1,111𝑥 ( )
Struktur 0,9𝑥250𝑥1899,632

a) Sambungan WF Balok pada Flans WF = 13,4 mm Baut Ø16 Baut Ø16

Kolom tf profil kolom = 17 mm WF 216x206x10x17

Baut Ø16 Baut Ø16

Momen ultimit profil WF 350.150.9.15 Syarat, tmin ≤ tf OK“Tanpa pengaku badan”


WF 350x150x9x15 WF 350x150x9x15

Zs = 305328,65 mm2 (sumber:


Pelat ujung16mm Pelat ujung16mm
Analisa balok komposit 300x600)
Mu = ɸb . Mp Ffu WF 216x206x10x17 Ffu

= ɸZs . Fy

45
WF 350x150x9x15

WF 350x150x9x15
= 68,70 kNm
Baut
Mutu pelat ujung Fpy = 250 MPa

335

335
260
Ø16
Mu Mu

215

215
1
Pt = 𝑥𝜋𝑥𝑑𝑏 2 𝑥𝐹𝑛𝑡 = 124,7 kN
4
ɸMnp = ɸ2𝑥𝑃𝑡 𝑥 ∑ 𝑑𝑖
Ffu Ffu
= ɸ2𝑥124,7𝑥((253 + 298)𝑥10−3 )
= 103,07 kN
216
ɸMnp > Mu OK
Gambar 11 Konfigurasi Sambungan Rigid Balok-
Pf = 30 mm Kolom
S = 84 mm, maka Pf = s
X0 = 1055 c) Sambungan Balok pada Web Kolom
Yp = 1864 Mutu baja sambungan = BJ 37
𝑌𝑟 𝑥𝑀𝑢
Diameter baut Ø = 16 mm
tp = √1,111𝑥 ( ) = 15,1 mm Luas baut Ab = 201 mm2
𝜑𝑏 𝑥𝐹𝑝𝑦 𝑥𝑌𝑝

digunakan tp 16 mm Mutu baut A325 baut mutu tinggi


tp Plat ujung 16mm Fub = 620 MPa
150
88 Momen Mu WF balok = 76,33 kNm
Geser Vu = 174,035 kN
45

45 30

Baut Ø16
Geser:
28
1 bidang geser : ϕRn = 37,41 kN
WF 350.150.9.15 Mu 2 bidang geser : ϕRn = 74,83 kN
298

215

Tumpu:
253

Web balok: ϕRn = 95,90 kN


Flens: ϕRn = 159,84 kN
30

Tarik:
160
ϕRn = 70,15 kN
Gambar 10 Konfigurasi sambungan Flush jumlah baut pada flans balok = 6 baut
end-Plate WF 350x150x9x15 Balok 300/600
jumlah baut plat siku-kolom = 3 baut
b) Perencanaan Sambungan Rigid Balok jumlah buat pada web kolom = 3 baut
Kolom
Fcy = 250 MPa
51

Φb = 0,9 43 50
Baut Ø16
50 50 50 43

c = 45
h1 = 215 mm Baut Ø16 Baut Ø16
35

h2 = 260 mm
60

Baut Ø16
Mu
bcf = 250 mm Mu
60

WF 350x150x9x15 WF 350x150x9x15

g = 88
35

Baut Ø16 Baut Ø16

1
s = √ 𝑥(𝑏𝑐𝑓 𝑥𝑔) = 74,16
2
43 50 50 50 50 43
s = 74 Baut Ø16
51

Yc = 1899,632
𝑀𝑢
tmin = √1,111𝑥 ( ) Gambar 12 Potongan Arah Y Sambungan balok –
ɸ𝑏 𝑥𝐹𝑐𝑦 𝑥𝑌𝑐
web kolom

8
Tb = 91 kN untuk baut 16
35 50 50 35
Baut Ø16
ns = 1 & 2 untuk kolom atas akibat
Pelat ujung16mm Pelat ujung16mm
Pelat siku t =14mm
tambahan pelat pengisi
Ffu Ffu ɸ =1

parameter tahanan geser:

45
WF 350x150x9x15

WF 350x150x9x15
35
Diameter baut Ø = 16 mm
60
Luas baut Ab = 201 mm2
335

335
260

Mu Mu
215

215
60
Mutu baut A325 baut mutu tinggi
35

35
fnv = 330 MPa, ns = 2

Ffu Ffu Menghitung tahanan slip baut


Pelat siku t =14mm untuk 1 bidang kontak,
Baut Ø16 ϕRn = ϕ μ Du hf Tb ns = 30,849 kN/baut
35 50 50 35
WF 216x206x10x17
untuk 2 bidang kontak,
216 ϕRn = ϕ μ Du hf Tb ns = 61,698 kN/baut
Gambar 13 Konfigurasi sambungan Balok Kolom Menghitung tahanan geser baut
untuk 1 bidang kontak,
d) Sambungan antar WF Balok ϕRn = 0,75 Fnv Ab ns = 49,78 kN/baut
Fub = 620 MPa, Fup = 370 MPa untuk 2 bidang kontak,
Fyp = 240 MPa, db = 16 mm ϕRn = 0,75 Fnv Ab ns = 99,57 kN
Ab = 201,14 mm2 , tp = 7 mm
φRn WF300 = φ (2,4 fup db tp) hasil perencanaan sambungan kolom terlihat
= 74,592 MPa pada gambar berikut,
φRn WF250 = φ (2,4 fup db tp)
260
= 74,592 MPa
Pelat pengisi Pelat pengisi
Tahanan geser baut dengan dua bidang geser t = 20mm t = 20mm
φRn = φ (0,5 fup ns Ab) = 93,53 kN/baut H 260.258.11.17

Pelat t = 7mm
Geser blok pada WF balok
50

Agv = 630 mm2, Anv = 462 mm2


50

2
Ant = 189 mm , Agt = 245 mm2 Baut Ø16
50

30

fup Ant < 0,6 fu Anv


Baut Ø16

400
50

50

Tn = 0,6 fup Anv + fyp x Agt = 161,36 kN


35
50

φTn = 0,75 x 161,364 kN = 121,02 kN 35 50 50 35


50

φTn > Vu OK
50

WF 350.150.9.15

H 300.300.12.19
60 30

Baut Ø16
Typical
120

120

60
30

WF 200.100.7.10 70 70 Pelat t = 7mm


WF 250.125.10.19
130

35 50 50 35
Baut Ø16
60

Gambar 14 Sambungan Type Geser WF Balok


260
300

e) Sambungan perpanjangan WF kolom Gambar 15 Sambungan WF Kolom


Momen Mu = 262,696 kNm
Geser Vu = 240,140 kN f) Sambungan Pelat dasar “Base Plate”
Lokasi sambungan pada lantai 11 Pu = 1991556,58 N = 1991,56 kN
Parameter tahanan slip: Mu = 273589401 Nmm = 273,59 kNm
μ = 0,3 Fy = 250 MPa
Du = 1,13 f’c = 30 MPa
Jumlah pelat pengisi = 1 maka, hf = 1 B = 550 mm

9
N = 550 mm pancang beton bertulang tampang lingkaran,
m = 85 m diameter tiang pancang sebesar 0,60m
n = 115 kedalaman 18m. Mutu bahan yang digunakan
ɸ = 0,65 f’c 30 MPa dan Fy 400 MPa.
Mu 273589401
e = = = 137,37 mm
Pu 1991556,58
Digunakan baut angkur ϕ25 dengan spesifikasi

D22-120
material ASTMA449 (Fy 400 MPa)
650
Panjang angkur La = 3,25 (8 d) = 650 mm
3000 650
Panjang Tumpu

D22-120
N 550
𝐴 = 3 ( -e) =3 ( -137,37) =412, 876 𝑚𝑚 D22-120
2 2
2Pu A-A A-A
f1 = =17,54 < fp(maks) = 21,095 MPa
AB D22-120

3000
Mpl = 105217,8 Nmm/mm
Gambar 17 Denah Penulangan Pile Cap
4Mpl 4 𝑥 105217,8
tp ≥√ =√ = 43,25 𝑚𝑚 700
ø fy 0,9 𝑥 250
D22-120
Digunakan Tp = 45 mm D16-200
PRESTRESING
Muka Tanah
STEEL 4T16 +4T12
Kontrol Panjang baut angkur,
𝑓𝑦 400 500
𝐿𝑚𝑖𝑛 = = = 456 𝑚𝑚 3000
4 √𝑓′𝑐 𝑑 4 √30 25
Lmin < La desain, OK
1000
Pu

Mu
H 400x400x12x25 Lantai Kerja
Pasir Urug
Baut Baut Baut 8
Ø25 Ø25 Ø25 1500
tebal pelat 45 mm

Tiang Pancang
600 600 600

Potongan A-A
SKALA 1 : 25
650

Gambar 18 Detail Potongan Pile Cap

Kontrol Simpangan
Simpangan ijin pada pasal 7.12.1 SNI
1726-2012 untuk struktur gedung baja beton
komposit pada daerah kategori resiko I yaitu,
“0,020 hsx” (hsx tinggi tingkat di bawah tingkat
x)
Tabel 5 Simpangan tiap lantai
H 400x400x12x25
Y-dir Batas
550
700

RESPON ELV X-dir (mm)


(mm) (mm)
8
Story14 50.1 146.88 117.84 187.88
Story13 47.5 144.77 115.92 178.13
Story12 43.5 139.85 110.97 163.13
550 Story11 39.5 132.37 105.26 148.13
700 Story10 36.25 125.06 99.52 135.94
Story9 33 116.34 92.61 123.75
Gambar 16 Hasil desain sambungan base plate Story8 29.75 106.29 84.59 111.56
Story7 26.5 95.80 76.25 99.38
Perencanaan Pondasi Story6 23.25 84.32 67.08 87.19
Melihat karakteristik tanah dan Story5 20 71.89 57.12 75.00
kedalaman tanah keras maka pada Story4 16.75 59.26 47.01 62.81
Story3 13.5 46.05 36.43 50.63
perencanaan ulang gedung Hotel Amarsvati
Story2 10.25 32.86 25.88 38.44
menggunakan jenis fondasi tiang pancang, Story1 7 21.35 17.65 26.25
dimensi pile cap 3x3m dengan jenis tiang
10
Perbandingan Berat dan Kekuatan Elemen Tabel 6 Hasil analisa XTRACT penampang Kolom
Struktur dan Balok
Output XTRACT
Berdasarkan hasil perhitungan berat Struktur Elemen Dimensi
Pu Mu
struktur pada program ETABS, dapat dihitung Beton Bertulang Balok 400/700 - 776 kNm
Persen Penurunan hasil redesign yaitu Komposit Balok 300/600 - 596,6 kNm
Beton Bertulang Kolom 550/900 21990 kN 2644 kNm
sebesar 14,05%. Penampang komposit dapat Komposit Kolom 650/650 20040 kN 2518 kNm
mengurangi dimensi penampang beton
bertulang, sehingga menghasilkan efisiensi KESIMPULAN DAN SARAN
dimensi pada balok dan kolom. Pada balok Kesimpulan
menghasilkan efisiensi dimensi sebesar 35,7% 1. Kinerja dan Elemen Struktur
sedangan pada kolom sebesar 14,6%. a) Hasil kinerja struktur baja beton komposit
yang memenuhi persyaratan terhadap
gempa. Simpangan maksimum arah X
sebesar 146,88mm, simpangan
maksimum arah Y sebesar 117.84 mm
memenuhi kinerja batas layan struktur
maksimum yang diijinkan sebesar 187.88
mm.
b) Material yang digunakan adalah mutu
beton f’c 30 MPa, mutu baja profil BJ 41
Gambar 19 Perbandingan Berat struktur (fy 250 MPa), mutu pelat sambung BJ 37
(fy 240 MPa), mutu baja tulangan (fyr 400
MPa).
c) Perencanaan dimensi komponen struktur
adalah sebagai berikut:
(1) Dimensi Balok dan Kolom
Tabel 7 Dimensi Balok, Kolom Desain dan
Eksisting
Balok Komposit Balok Eksisting Kolom Komposit Balok Komposit
B350/700 B700/1500 K650/650 K550/900
B300/600 B500/1000 K550/550 K450/800
B275/500 B400/700 K500/500 K350/700
B250/450 B350/600 K450/450 K300/600
Gambar 20 Perbandingan berat beton dan baja
pada struktur komposit (2) Fondasi
Digunakan Pile Cap dimensi 3 x 3 m
Hasil analisa XTRACT Untuk dengan 9 tiang pancang diameter
membandingkan kekuatan elemen 0,6m kedalaman 18 m.
struktur balok dan kolom hasil 2. Sambungan Struktur
perencanaan terhadap eksisting dalam hal Sambungan struktur menggunakan baut
ini pada kolom lantai dasar dan balok mutu tinggi Baut mutu tinggi A325 M16
induk. “diameter 16 mm” kuat Tarik Fnt 620 MPa
dan geser Fnv 330 MPa.
3. Berat Struktur dan kekuatan elemen
Struktur
a) Komponen struktur baja beton
komposit hasil perencanaan
ulang memiliki efisiensi berat
struktur sebesar 14,05%.
(a) (b) (c) (d) b) Berat kolom menghasilkan
efisiensi sebesar 13,21% dan
Gambar 21 Permodelan XTRACT (a) Balok Beton
(b) Kolom Beton (c) Balok Komposit (d) Kolom efisiensi berat balok sebesar
komposit 27,62%.

11
c) Pada kolom lantai dasar dengan AISC.(2010). “Specification for structural Steel
efisiensi dimensi sebesar 14,6%, building (ANSI/AISC 360-10)”, American
kolom komposit memiliki kuat Institute of Steel Construction, Chicago,
tekan 20040 kN dan momen Illinois, June 2010.
ultimate sebesar 2518 kNm,
AISC.(2011). “Design Example Version 14.2”
hampir sama dengan kolom
American Institute of Steel Construction,
eksisting memiliki kuat tekan
Chicago, Illinois, April 2016.
21990 kN dan momen ultimate
2644 kNm Badan Standarisasi Nasional. (2012). “Standar
d) Pada Balok induk dengan Perencanaan Ketahanan Gempa untuk
efisiensi dimensi sebesar 35,7%, Struktur Bangunan Gedung, Standar
Balok komposit memiliki momen Nasional Indonesia 03-1726-2012”.
ultimate sebesar 596,6 kNm Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.
hampir sama dengan balok induk
eksisting memiliki momen Badan Standarisasi Nasional.(2013). “Beban
ultimate sebesar 776 kNm. Minimum Untuk Perancangan
Bangunan Gedung dan Struktur Lain
Saran SNI 1727-2013”. Jakarta : Departemen
Berdasarkan hasil analisis Pekerjaan Umum.
perencanaan struktur baja beton komposit
pada gedung Hotel Amarsvati terdapat Badan Standarisasi Nasional.(2013). “Tata
beberapa saran untuk perencanaan Cara Perencanaan Perhitungan Struktur
selanjutnya: Beton untuk Bangunan Gedung SNI
a) Perlu dilakukan perencanaan selanjutnya 2847-2013”. Jakarta : Departemen
yang mempertimbangkan aspek Pekerjaan Umum.
manajemen pelaksanaan dan aspek
Badan Standarisasi Nasional. (2015).
ekonomi, sehingga diharapkan
“Spesifikasi Untuk Bangunan Gedung
perancangan dapat dilaksanakan dengan
Baja Struktural SNI 1729-2015”.
baik.
Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.
b) Penelitian selanjutnya perlu dilakukan
perencanaan ulang struktur gedung dengan Desain Spektral Indonesia, diakses 5 Februari
struktur portal baja komposit terisi beton 2017,
“Filled Composite Members” http://www.puskim.pu.go.id/Aplikasi/des
ain_spektra_indonesia_2011/.

DAFTAR PUSTAKA Dewobroto, W.(2016). “Struktur Baja Perilaku,


Analisis & Desain – AISC 2010”, Lumina
ACI.(2006). “Seismic Design of Liquid-
Press, Jakarta.
Containing Concrete tructures and
Comentary (ACI 350.3-06)”, American McCormac, Jack C., Csernak, Stephen F.
Concrete Institute, U.S.A. (2012). “Structural Steel Design Fifth
AISC.(1992). “Load and Resistance Factor Edition”. Pearson, USA.
Design of W-Shapes Encased in
Concrete (None-Table Version)”, Pedoman Bahan Konstruksi Bangunan dan
American Institute of Steel Construction, Rekayasa Sipil.(2015). “Spesifikasi
Chicago, Illinois. untuk Bangunan Gedung Baja
Struktural“, Petunjuk Teknis
AISC.(2006). “Steel Design Guide Series 1 2nd Penggunaan SNI 1729, Kementerian
Edition Base Plate and Anchor Rod Pekerjaan Umum dan Perumahan
Design”, American Institute of Steel Rakyat, Jakarta.
Construction, Chicago, Illinois.
Salmon, C.G., & Johnson, J.E.(1991). “Struktur
Baja Desain dan Perilaku Edisi Kedua.
12
Diterjemahkan oleh: Ir. Wira M.S.CE”.
Erlangga, Jakarta.

Setiawan, A.(2008). “Perencanaan Struktur


Baja dengan Metode LRFD
(Berdasarkan SNI 03-1729-2002)”,
Erlangga, Jakarta.

Wiseso, I.(2010). “Modifikasi Perencanaan


Gedung Sekolah Bangsa”.

13