You are on page 1of 3

KRITIK SENI RUPA

Judul karya: temukan aku di Indonesia


Nama seniman: iwan febrianto
Bahan:
Ukuran: 60x50 cm
Tahun pembuatan: 2013

Karya karya Iwan Febrianto yang berjudul “Temukan Aku di Indonesia” dengan
ukuran 60cm x 50cm ini menghadirkan figur seekor burung “Jalak Bali“. Burung
Jalak merupakan salah satu burung endemik Bali. Hal ini memperkuat terbukti
dengan penempatan ojek Barong pada bagian atas, dan bagian bawah yang
merupakan gambar objek bunga kamboja. Karya Iwan Febrianti ini dominan
menggunakan warna hitam putih pada bidang keseluruhan gambar, motif
geomtris pada bentuk oval yang melingkari figur burung. Objek ini disajikan secara
dua dimensi dari depan secara vetikal dan dikomposisikan berada ditengah-tengah
bidang kertas, tidak ada pergerakan dalam penggambaran objek,. Iwan
Febrianto juga menghadirkan motif-motif ukiran pada sekeliling objek burung Jalak
tersebut.

Secara proporsi bentuk burung ini diadopsi dengan bentuk aslinya, namun
bentuk burung tersebut digarap tidak begitu realis, namun giresan yang di tampilkan
pula masih terlihat sedikit kasar, seperti terlihat pada penggambaran background di
hadapa burung yang seakan terlihat kaku. Penggarapan karya ini dominan warna
hitam putih, namun akan kebih bagus jika penggarapannya diterapkan jika
menggunakan warna.

Pemberian gambar barong yang digambarkan tidak terlalu realis namun mampu
memberikan kesan dominan pada penciptaan karya serta adanya keseimbangan
antara satu sama lain. Pencitraan gradasi warna pada karya ini sangat tepat,namun
sedikit kurang tepat jika arsiran background pada bagian pojok kanan atas dan pojok
kiri bawah berbeda. Terlihat kurang dominan antara penggunaan pointilis dan
arsiran garis dalam pembuatan gradasi pada background. Akan lebih baik jika
penggunaan arsiran di sama ratakan sehingga mampu memberi kesan serasi dan
diminan. Dalam karya ini pula Iwan febrianto memberikan sentuhan motif geometris
segita dan tidak terlalu ditonjolkan dalam mengarsirnya.

Motif ukiran juga disajikan dalam karya ini, penempatan yang teratur, namun
lekukan-lekukan ukiran masih terkesan kaku tidak melekuk secara lembut. Serta
pemberian warna yang cenderung gelap atau menonjolkan sedikit warna terang
yaitu hanya satu warna putih. Peletakan objek secara vertikal dan penempatan
burung di tengah.

Dalam karya pameran yang diciptakan oleh Iwan febrianto ini menghadirkan
objek burung jalak Bali dan Gunungan, pada karya yang dibahas nampaknya sang
seniman menghadirkan representasi bentuk yang berfariasi melalui
teknik arsiran yang dikuasainya dengan tema atau maksud penciptaan karya yang
masih minim. Dibandingkan dengan karya yang sebelumnya gambar “Temukan Aku
di Indonesia” ini lebih unik dari yang lain. Seniman mampu menunjukkan bahwa
inilah burung jalak Bali yang mulai langka atau bahkan sudah punah. Dalam gambar
karya Iwan Febrianti ini yang menjadi titik fokus adalah penggambaran lingkaran
putih pada sisi kanan kepala burung Jalak, dan tatapan burung Jalak pula mengarah
pada lingkaran putih tersebut. Pesan yang mungkin ingin di sampaikan oleh seniman
adalah berikan cahaya kehidupan pada burung jalak agar tetap lestari dan tidak
terseleksi oleh alam dan punah.

Kemudian pemberian gambar barong yang terkesan tajam, dan dapat diartikan pula
bahwa dalam melestarikan kehidupan suatu ekosistem atau kehidupan burung jalak
ini harus teliti, selalu memantau bagaimana kehidupan burung jalak agar tidak punah
seperti tajamnya mata barong. Pemberian sentuhan lingkaran bermotif geometris
dominan segitiga yang mengelilingi burung jalak Bali ini dapat di simbolkan bahwa
seniman ingin memberikan informasi bahwa maksud lingkaran ini adalah kandang
atau kurungan. Iwan Febrianto ingin mengajak bersama-sama, gotongroyong, satu
kesatuan dalam menjaga kelestarian burung Jalak Bali ini dengan simbol lingkarang
yang mengikat serta tidak ada ujung dan selalu berbutar.

Selanjutnya pemberian motif ukiran dan bunga kamboja, dari pemberian motif ukiran
yaitu ukiran sendiri memiliki ciri khas dengan lekukan yang lembut dan meliuk-liuk
yang dapat diartikan bahwa dalam melestarikan ekosistem kehidupan burung Jalak
Bali ini, harus memperhatikan sikap manusianya yang harus tetap lembut tanpa
adanya kekerasan seperti entah menghancurkan ekosistem kehidupan burung Jalak
dengan memburu. Pemaknaan dari bunga kamboja sendiri memiliki ciri khas
keharuman, wangi dan kedamaian setiap insan yang mencium keharuman bunga
kamboja.

Secara keseluruhan pemaknaan karya Iwan Febrianto yang berjudul “Temukan Aku
di Indonesia” dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam melestarikan burung Jalak Bali
harus memperhatikan bagaimana etikanya, serta bergotongroyong bersama-sama
dalam melestarikan burung Identitas pulau Dewata ini. Hendaknya tetap
memberikan kebebasan hidup anatara sesama makhluk hidup, agar dapat dikenal
oleh hal layak bahwa burung Jalak adalah identitas pulau Dewata Bali, yang dapat
disimbolkan seperti halnya keharuman bunga kamboja, yang mampu dikenal oleh
masyarakat di luar pulau Dewata.

Secara teknik karya ini bagus dan representatif untuk dipamerkan dapat diamati dari
ide yang dituangkan oleh Iwan Febrianto yang telah tersampaikan dengan jelas apa
maksud yang dia ciptakan ini. katepatan tema, ide/gagasan dan pembuatan gambar
saling memiliki satu kesatuan. Dari bentuk menurut kami cukup proporsional, dapat
dilihat dari penggambaran bagian perbagian objek gambar. Dibandingkan yang lain
lukisan dengan judul “Temukan Aku di Indonesia” ini berbeda dengan yang
sebelumnya, dapat di amati bahwa gambar ini memiliki maksud dan tujuan yang
ingin disampaikan oleh Iwan.

Dengan demikian lukisan ini cocok untuk dipamerkan. Gambar yang sebelumnya
kurang menonjolkan apa maksud dan tujuan yang ingin di sampaikan, namun
gambar berjudul “Temukan Aku di Indonesia ini” berhasil dalam menyampaikan ide
dan gagasan serta pencapaian klimaks yang bagus dalam menciptakan gambar
burung Jalak bali ini tanpa ada penambahan aksen-aksen atau ornamen- ornamen
yang berlebihan. Sehingga mampu menarik perhatian yang melihatnya. bagus
dalam menciptakan lukisan ikan ini.