You are on page 1of 140

SERI BUKU SAKU INTERNIS

FORMULA INTERNIS
(RUMUS PRAKTIS)
Jilid 1

2011
IDA BAGUS KRISNA WIWEKA

1
KARDIOLOGI

2
Mean Arterial Pressure (MAP)

Sistole + 2 Diastole
MAP =
3

MAP – CVP = CO x SVR

Note :
CVP= central venous pressure; CO= cardiac output;
SVR= systemic vascular resistance
MAP normal ≥ 60 mmHg
3
Baca EKG Normal secara Praktis

Rumus 5.3.2
5 Gelombang P ≤ 5 kotak kecil
[normal: 0,12- 0,20 detik]

3 Gelombang QRS ≤ 3 kotak kecil


[normal : 0,06-0,10 detik]

2 Gelombang QT ≤ 2 kotak besar


[normal: < ½ interval R-R]

Note:
1 kotak kecil = 0,04 detik
4
Baca EKG: Menghitung frekuensi [1]

1 Frekuensi = 1500/jumlah kotak kecil (R-R)

2 Frekuensi = 300/jumlah kotak besar (R-R)

Note:
Metode ini berlaku bila jarak R-R relatif sama (reguler)

Frekuensi =[Jumlah QRS dalam 6 kotak paling besar] x 10


3
Frekuensi =[Jumlah QRS dalam 10 kotak paling besar] x 6

Note:
1 kotak paling besar = 5 kotak besar 5
Baca EKG: Menghitung frekuensi [2]

Rumus 1-3/3-1 dan 5-6/6-5


R-R : 1 kotak besar  300 bpm
R-R : 2 kotak besar  150 bpm
R-R : 3 kotak besar  100 bpm
R-R : 4 kotak besar  75 bpm
R-R : 5 kotak besar  60 bpm
R-R : 6 kotak besar  50 bpm
R-R : 7 kotak besar  42,8 bpm 6
Baca EKG: kondisi patologis

Rumus >5.>3.>2

P-R >5 kotak kecil AV block

QRS >3 kotak kecil  RBBB; LBBB

Q-T >2 kotak besar  long QT ~ hipokalsemia

7
Baca EKG: AV block derajat 1

PR > 5 kotak kecil stabil

8
Baca EKG: AV block derajat 2
(Mobitz tipe 1 [Wenckebach])

PR > 5 kotak kecil progresif


Bradikardi

9
Baca EKG: AV block derajat 2
(Mobitz tipe 2)
PR konstan; 1P-QRS

Note :
● 1P-QRS : ada 1 gel P yang tidak diikuti oleh QRS
10
Baca EKG: AV block derajat 3

Bradikardi; P >< QRS

Note :
● P >< QRS : P tak berhubungan dengan QRS
11
Baca EKG: Atrial Fibrilasi (AF)

Aritmia – P wave

Note :
● Ciri khas AF : Aritmia dengan tidak adanya gel. P sama sekali 12
Baca EKG: SVT

Narrow QRS tachycardias > 150 bpm

Note:
SVT = supra ventricular tachycardia (HR 170-230 bpm); narrow QRS
regular & rapid pattern; at rest narrow QRS tachycardias >
150 bpm ( ingat gambaran KEPALA BATMAN)

13
Baca EKG: Hiperkalemia

P-QRS-R-T
P pendek; QRS lebar; R rendah; T tinggi

14
Baca EKG: Hipokalemia

U-T-S- Prolong
U utama; T turun/datar/terbalik;
ST turun; PR prolong

15
Baca EKG:
Hipokalsemia/Hiperkalsemia
Hipokalsemia: long QT
Hiperkalsemia: short QT

Note :
● Long QT : bila QT > ½ R-R
16
Heparinisasi

Rumus 5.1
Bolus iv 5000 unit Heparin ( INVICLOT R )bila
5 BB > 65 kg; 4000 unit bila BB < 65 kg
dilanjutkan dengan :

1 Drip iv 1000 unit/jam Heparin ( INVICLOT R )


bila BB > 65 kg; 800 unit/jam bila BB < 65 kg

INGAT : dosis bolus 60 unit/kg BB


dosis drip 12- 18 unit/kg BB/jam
MONITOR aPTT target 1,5 s/d 2,5 x control
or titration goal aPTT : 50-70 detik 17
Terapi Furosemide pada ALO
(Prof. Djoko Soemantri)

Rumus 5
5 ampul lasix dipump/drip dalam D5%
dihabiskan dalam 24 jam (4 mg/jam)

5 ampul lasix dipump/drip dalam D5%


dihabiskan dalam 12 jam (8 mg/jam)
Note:
● 1 ampul lasix = 20 mg/2 mL furosemide ( 5 amp= 100mg/10 mL),
-diberikan dalam 24 jam berarti 100 mg/24 jam = 4 mg/jam
-diberikan dalam 12 jam berarti 100 mg/12 jam = 8 mg/jam
● ALO = Acute lung oedema eg. Acute heart failure 18
Fluid Challenge Test
(DR Budi S Pikir)

Rumus 2.5
1. Pasang CVC
2. Challenge cairan PZ 100 cc :
- bila CVP naik > 5 cm H2O berarti cairan cukup
- bila CVP naik < 2 cmH2O atau naik antara 2-5
cmH2O berarti masih kurang cairan
3. Challenge cairan s/d CVP naik > 5 cm H2O

Note :
CVP normal : 8-12 cmHg setara 12-18 cmH20
19
Terapi Ardium pada
“Acute Attack Venous Disease”

Rumus 6.4
6 tablet pada 4 hari pertama
Hari 1-4 : 6 tablet (3 x 2 tab)
Hari 5-7 : 4 tablet ( 2 x 2 tab)
Hari 8 > : 2 tablet ( 2 x 1 tab)
Note :
● Ardium (hesperidin, diosmin) : 500 mg/tablet
● ESO : GI disturbance 20
ENDOKRINOLOGI
METABOLIK

21
Pump Insulin (Novorapid)
(Prof Askandar)

Rumus x 12
Angka depan kadar GDA dikalikan 12 adalah
kebutuhan insulin iv dalam 24 jam
Note :
Kadar GDA 465, maka kebutuhan insulin pump iv =
12 x 4 = 48 unit Novorapid/24 jam
[48 unit Novorapid dioplos dalam syringe pump dengan PZ
sampai dengan 50 cc]= 50 cc/24 jam =kecepatan 2 cc/jam
22
Kebutuhan Insulin

Spuit yg dipakai
 Unit Insulin = Kebut. Insulin x
Vial insulin

Note :
Spuit ada 2 jenis : 40 u/cc; 100 u/cc
Vial ada 2 jenis : 40 u/cc ; 100 u/cc
Contoh:
1. Kebutuhan insulin 4 unit, spuit 100 unit/cc, vial 40 unit/cc, maka :
 unit insulin = 4 x 100/40 = 10 unit (pada spuit 100 unit/cc)
2. Kebutuhan insulin 4 unit, spuit 40 unit/cc, vial 100 u/cc, maka :
 unit insulin = 4 x 40/100 = 1,6 unit (pada spuit 40 u/cc)
23
Ankle Brachial index (ABI)

TD sistole arteri Tibialis post


ABI =
TD sistole arteri Brachialis

Note :
ABI = ankle brachial index
Normal > 1 ; ABI < 1  PAPO

24
Terapi Kalitake
(Prof Askandar)

Rumus 3
30 gram kalitake
30 cc air putih
30 menit sebelum makan
3 x sehari
3 hari kemudian kontrol kalium serum
Plus diet pantang buah dan kaldu
25
Perbandingan Karbohidrat
(Prof Askandar)
Rumus 2,5:1 & 5:1
RUMUS 2,5 g : 1 unit Insulin Glukosa
RUMUS 5 g : 1 unit Insulin Fruk;Xyl;Sorb;Malt

CAIRAN INSULIN
D 40% 4 unit
D 10 % 20 unit
D5% 10 unit
M 10% 10 unit
Potacol-R 6-8 unit
Tutofusin OPS 6 unit
KaEN MG3 20 unit
Triofusin 500 10 unit 26
Konversi OHO-Insulin

Rumus 2.5.24

2 mg Glimepiride setara
5 mg Glibenclamide setara
24 unit insulin

27
Terapi Tirotoksikosis

Rumus 3 PLP

3 x 200 mg PTU tab


3 x 8 tetes Lugol solution
3 x 20 mg Propranolol

28
Terapi Hiponatremia Asimptomatik
(Prof Askandar)

Rumus 7 x BB =…meq

CONTOH :
7 x 60 kg BB = 420 meq Na/ 24 jam
Dipenuhi dengan : 420/154 meq
=2,7 liter NaCL 0,9 %/hari
Beri separuhnya : 1,5 L/ 24 jam

29
Mengukur Kadar AIC
(Dr Sony Wibisono)

GDA rerata/hari
AIC = 20

Note :
Ukur kadar GDA 3 x dalam sehari,
lalu dibagi 20

30
Berat Badan Relatif (BBR)

BB(kg)
BBR (%) = X 100%
TB(cm)- 100

Note :
<90 % = Underweight
90-110 % = Normal
>110 % = Overweight
>120% = Obese/ gemuk

31
Index Massa Tubuh (IMT)

BB(kg)
IMT =
TB(m)2

Note :
<20 = Underweight
20-25 = Normal
25-30 = Overweight
> 30 = Obese/ gemuk

32
Mengukur Berat Badan Ideal

BB ideal =

[TB (cm) – 100] ± 10%[TB (cm) – 100]

Contoh:
BB = 76 kg ; TB 168 cm maka BB ideal =
168-100 = 68 ± 6,8

33
Osmolaritas cairan

Osmolality = 2 (Na+ K) + GDA + BUN


18 2,8

Normal = 280-295 mOsm/kg

Anion gap
Anion gap = (Na+ + K+) + (HCO3- + Cl-)

Normal < 12 ( tanpa K+); < 16 (dengan K+)


34
Terapi Hipokalemi berat (< 2,0)
(Prof Askandar)

Rumus 4
25 mec KCL dilarutkan dalam 25 cc PZ
(syringe pump) via vena sentral (CVP)
dengan kecepatan:

10 meq/jam I
10 meq /jam II
10 meq/jam III
10 meq/jam IV
Jam ke-5  cek kalium ulang
35
Terapi Hipokalemia Praktis

Rumus 1-2-3-4
Kalium serum KCL flacon
3.0 – 3,5 1 fl/ 500cc PZ/24 jam
2,5- 3,0 2 fl/ 500 cc PZ/24 jam
2 fl/ 500 cc PZ/ 12 jam
2,0 – 2,5
+ 1 fl /500 cc PZ/ 12 jam
2 fl/ 500 cc PZ/12 jam
< 2,0
+ 2 fl/ 500 cc/12 jam

Note : 1 flacon KCL 7,46 % = 25 mec


36
Terapi Medik Hiperprolaktinemia
(Prof. Askandar)
Bromokriptin 2,5-5-7-(10)- 3 hari

2,5 mg 3 hari
5 Mg 3 hari
7 mg 3 hari
10 mg s/d kadar prolaktin
terkontrol normal
Note :
Bromokriptin (Parlodel) diminum:
setelah makan malam sebelum tidur
Kadar LDL-C serum
(Rumus Friedewald)

LDL = Chol tot - [ ]TG


5
- HDL

TG
= VLDL
5

Note:
● Rumus ini tidak dapat digunakan bila kadar TG > 400 mg/dL
● Rumus Friedewald: pemeriksaan LDLchol secara indirek
sehingga butuh puasa 12 jam, boleh minum air putih
38
Memperkirakan Risiko Aterosklerosis

Kolesterol total
HDL

Note:
● Nilai normal : 2 s/d 3 ( < 4)
● Makin tinggi rasio Kolesterol total /HDL
 makin tinggi risiko aterosklerosis
39
Memperkirakan Risiko Aterosklerosis

Kolesterol LDL
Apo B

Note:
● Nilai normal Apo B : ♂ (73-109 mg/dL); ♀ (66-101 mg/dL
● Ratio LDL/Apo B < 1,2  small dense LDL yg meningkatkan
risiko PJK 3 x lipat dibandingkan LDL dgn ukuran partikel
yang normal 40
Jadwal Terapi Kortikosteroid
(Prof Askandar)

Rumus 7.1.5
Terapi kortikosteroid :

Jam 7 pagi
Jam 1 siang
Jam 5 sore

41
Diagnosis Gestasional Diabetes (GDM)

Rumus 9.1.1.1
(x2 ; -3; -1)
TTGO 100 gram glukosa:
GDP > 95
GD 1 j PP > 180
GD 2 j PP > 150
GD 3 j PP > 140
NOTE :
Jika positif > 2 kriteria, maka diagnosis GDM tegak 42
Terapi Gabapentin
(u/ Burning Pain)

Rumus 1.2.3
Hari 1 : 1 x 300 mg
Hari 2 : 2 x 300 mg
Hari 3 : 3 x 300 mg,
Dipertahankan atau ditingkatkan
maksimal 2400 mg dalam 3 dosis bagi (3 x 600 mg)
Note :
● Posologi: Gabapentin 300 mg/kapsul = Neurontin
● Maximum dose : 3 x 2 kapsul !
43
Terapi Pregabalin
(u/ Burning Pain)

Rumus 2.7
Lyrica 2 x 75 mg (3-7 hari)
Lyrica 2 x 150 mg ( setelah 7 hari)
Lyrica 2 x 300 mg (maximum dose)

Note :
• Pregabalin (Lyrica): 50 mg/cap; 75 mg/cap; 150 mg/cap
● ESO : dizziness, somnolen, vertigo, blurred vision, libido ,
appetite , iritabilitas, euforia, confusion
44
GASTRO-ENTERO
HEPATOLOGI

45
Diagnosis GERD dgn pHmetri
(Dr Pangestu Adi)

Rumus 5.4.5

5 Elektrode pHmeter diletakkan 5 cm di atas


sphincter esofagus

4 pH menunjukkan < 4

5 Dilakukan selama 5 menit

46
Terapi SRMD/Ulkus peptik [1]
(Omeprazole)

Rumus 8

“Bolus OMZ 80 mg iv (2 ampul),


dilanjutkan dengan infus kontinyu
8 mg/jam ( 5 ampul OMZ /24 jam)”

47
Terapi SRMD/Ulkus peptik [2]
(Omeprazole)

Rumus 2.5

2 Bolus OMZ 2 ampul,


dilanjutkan dengan infus kontinyu

5 5 ampul OMZ /24 jam


48
Terapi SRMD/Ulkus peptik
(Esomeprazole)

Rumus 2.3

2 Bolus Nexium 2 ampul,


dilanjutkan dengan infus kontinyu

3 3 ampul Nexium /24 jam


(40 mg/8 jam)
49
Terapi Abses Hepar

Rumus 5.8

Abses hepar Ø < 5 cm = konservatif


Abses hepar Ø 5-8 cm = pungsi
Abses hepar Ø > 8 cm = drainase

50
Terapi EH dengan Hepamerz

Rumus 4.8

“Hepamerz 4 amp drip dalam 250 cc PZ


dihabiskan dalam 4 jam (EH I-II)”

“Hepamerz 8 amp drip dalam 500 cc PZ


dihabiskan dalam 8 jam (EH III-IV)”

51
Kebutuhan Albumin 20%

…..mL = (C2-C1) x 4 x BB (kg)

40 x BB (kg)
…..gram = (C2-C1) x x2
100

Note :
C2 = konsentrasi albumin darah yg diharapkan (g/dL)
C1 = konsentrasi albumin darah sebelum pemberian albumin (g/dL)
Albumin 20% = 20 gram/100cc
52
Terapi Octreotide (SandostatinR)

Rumus 2.8
“Bolus 1 ampul pelan dilanjutkan dengan:
2 ampul dalam 500 cc PZ dihabiskan dalam
8 jam (dapat diulangi sampai dengan 2-3 hari)”

ATAU

“Bolus 1 ampul pelan dilanjutkan dengan:


2 ampul dalam pump dihabiskan dalam

8 jam (dapat diulangi sampai dengan 2-3 hari)”


53
Terapi Perdarahan Variceal
[Stilamin (somatostatin), Merck]
R/
Stilamin 3000 mcg/ampul no II
D5% atau PZ
Syringe pump/infusion pump

Note :
Dosis awal 250 mcg bolus iv lambat 3-5 menit (1/12 ampul)
atau 250 mcg/jam ( 3,5 mcg/kgBB/jam)
Dosis pemeliharaan : 250 mcg/jam infus kontinyu= 3000 mcg/12
jam
Terapi lanjutan: selama 48 -72 jam setelah perdarahan berhenti
Indikasi: perdarahan varises esofagus; perdarahan non varises:
ulkus peptikum, gastritis erosifa
KI: pregnancy, hipersensitivitas
Terapi Perdarahan Variceal
[Stilamin (somatostatin), Merck]

Rumus 1/12
250 mcg/ jam 1 (1/12 ampul)

2750 mcg/ 11 jam kemudian ( 11/12 ampul)


3000 mcg/ 12 jam berikutnya ( 1 amp/12 jam)
3000 mcg/ 24 jam berikutnya (hari ke-2 1 amp/24 jam)

Note :
● Dosis awal 250 mcg bolus iv lambat 3-5 menit (1/12 ampul)
atau 250 g/jam ( 3,5 mcg/kgBB/jam)
● Dosis pemeliharaan : 250 mcg/jam infus kontinyu= 3000 mcg/12 jam
Terapi lanjutan: selama 48 -72 jam setelah perdarahan berhenti
● Posologi Stilamin : 3000 mcg/ampul - 1 hari butuh 2 ampul 55
Terapi Diuretik pada Ascites grade 3

Rumus 2
Menggunakan 2 preparat: Spironolakton dan Furosemide
Spironolakton 100-400 mg/hari (awal: 200 mg)
dikombinasi Furosemide 40-160 mg/hari (awal: 2 ampul)
(dievaluasi tiap 2-3 hari)

Note :
● Ascites grade 1 (hanya tampak pada USG abdomen)
● Ascites grade 2 ( tampak pada DP undulasi, shifting dullness)
● Ascites grade 3 (tampak kasat mata, tense ascites)
● Furosemide 1 ampul= 20 mg/2 mL; Spironolakton 25 mg/tab; 100 mg/tab
56
TROPIK INFEKSI

57
Terapi Artesunat

Rumus 2.1.1
Artesunat diberikan iv (drip): BB 60 kg
Hari I : 2 ampul diikuti 12 jam kemudian:
1 ampul
Hari II-VI : 1 ampul

Note :
1 ampul Artesunat = 60 mg
Dosis : 2 mg/kgBB 12 jam kmd 1 mg/kgBB/hari
Dosis pemeliharaan : 1 mg/kgBB/hari  hari II-VI 58
Terapi Artemeter

Rumus 2.1
Artemeter diberikan im : BB 50 kg
Hari I : 2 ampul diikuti

Hari II-V : 1 ampul

Note :
1 ampul Artesunat = 80 mg
Dosis : 3,2 mg/kgBB hari I
Dosis pemeliharaan : 1,6 mg/kgBB/hari  hari II-V
59
Terapi Koartem (per oral)

Rumus 1.8.24.36.48.60
Jam 1 : 4 tablet
Jam 8 : 4 tablet
Jam 24 : 4 tablet
Jam 36 : 4 tablet
Jam 48 : 4 tablet
Jam 60 : 4 tablet
Note :
1 tablet Koartem : 20 mg artemeter + 120 mg lumefantrine
6 dosis pemberian berisi 4 tablet = 24 tablet dalam 60 jam 60
Terapi Artesdiaquine Per Oral

Rumus 4.3

4 x 1 tablet atau 2 x 2 tablet


Selama 3 hari

Note:
1 tablet Artesdiaquine : 50 mg Artesunat + 200 mg Amodiaquine
Terapi Malaria Berat: 1st line KINA
(Dr. Usman Hadi/Konsensus Malaria’03)

Rumus 5.4.8
500 mg KINA HCL (1 ampul) dilarutkan
dalam 500 cc D 5% infus selama 4 jam,
Diberikan setiap 8 jam, dapat diulang
setiap 8 jam sampai px dapat minum obat
Note:
● 1 ampul KINA HCL 25%=500 mg/2ml
● Dosis: 10 mg/kg BB

Jam 4 8 12 16 20 24
62
ke-0
Terapi Klorokuin pada
Malaria tanpa Komplikasi

Rumus 4.4.2
Klorokuin hari I : 4 tablet (600 mg)

hari II : 4 tablet (600 mg)

hari III : 2 tablet (300 mg)

Note : 1 tablet klorokuin = 150 mg


63
Defisit Cairan

Bj plasma - 1,025
Defisit Cairan = x 4 x BB(kg)
(mL) 0,001

Note :
 Rumus ini berlaku untuk penderita diare
 Rehidrasi dilakukan dalam 2 jam
pertama berdasarkan defisit cairan

64
Menghitung Kebutuhan Cairan Penderita Diare
(Yuwono modifikasi)

Rumus 2.5.8

Diare ringan : kebutuhan cairan (liter) = 2 % BB

Diare sedang : kebutuhan cairan (liter) = 5 % BB

Diare berat : kebutuhan cairan (liter) = 8 % BB

65
Terapi cairan pada DBD dengan
HCT < 20%; PLT < 100.000/cmm
(WHO, 1997)

Rumus 20

1500 + { 20 x [BB (kg) -20]} cc/hari

Misal:
BB= 50 kg  kebutuhan cairan = 1500 + { 20 x 30 } cc
= 2100 cc/hari

66
Terapi cairan pada DBD dengan
HCT > 20%; PLT < 100.000/cmm
(WHO, 1997)

Rumus 7-5-3

7 7 mL/kgBB/jam selama 4-6 jam


Jika terjadi perbaikan:

5 5 mL/kgBB/jam selama 6-8 jam


Jika terjadi perbaikan:

3 3 mL/kgBB/jam selama 6-8 jam


Jika terjadi perbaikan , stop dm
24-48 jam 67
Terapi Cairan pada DSS (Prof Nasronudin)
Rumus 3-5-7-10-15
KRISTALOID
15-30’
Respon (-) 15 cc/kgBB/jam Evaluasi 15-30’
Respon (+)
20 cc/kgBB/jam 10 cc/kgBB/jam Evaluasi 1-2 jam
Respon (-) Respon (+)

KOLOID 7 cc/kgBB/jam Evaluasi 1-2 jam


10 cc/kgBB/jam
Respon (+)
Respon (-)
5 cc/kgBB/jam Evaluasi 1-2 jam
20-30 cc/kgBB/jam
(Max: 1500cc/hari) Respon (+)
Respon (-)
3 cc/kgBB/jam Evaluasi 2 x24 jam
Pasang CVP (< 8)

KRISTALOID : 30 cc/kgBB/jam Respon (-)


KOLOID : 30 cc/kgBB/jam + Dopamin
68
Terapi ADS difteri
(Protap Tropik-Infeksi RSU Dr. Soetomo)
Rumus 2.4.8
2 Difteri nasal/faucial ringan:
20.000-40.000 unit iv dalam 60 menit

4 Difteri faucial sedang:


40.000-60.000 unit iv

8 Difteri berat (bullneck):


80.000-120.000 unit iv

Pada difteri maligna


(toksik,miokarditis,obstruksi laring,bulneck)
Tx: prednison 60 mg/hari
69
Terapi PCP
(Dr Laksmi W)
Rumus 4.5.6

4 Kotrimoksazol forte 4 x 1 tab  BB 40 kg

5 Kotrimoksazol forte 5 x 1 tab  BB 50 kg

6 Kotrimoksazol forte 6 x 1 tab  BB 60 kg

Note :
Pada penderita AIDS  selama 21 hari
Pada penderita immunocompetent selama 14 hari
70
Tes Besredka ADS
Rumus 0,1; 0,3; 0,5
0,1 ml larutan 1:20 (dlm PZ) sc
0,1 ml larutan 1:10 sc
0,1 ml tanpa dilarutkan sc
0,3 ml tanpa dilarutkan im
0,5 ml tanpa dilarutkan im
0,1 ml tanpa dilarutkan iv
Bila tak ada reaksi alergi, maka sisanya
diberikan iv secara perlahan
Note:
● 1 vial ADS 20.000 unit/10 cc
● Contoh: 40.000 unit (difteri nasal faucial)= 20 ml
● Cara besredka dilakukan bila skint test (+);interval 20 menit
Menghitung CD4

CD4 = [ 0,3 x TLC ]- 8,2

CD4 mutlak CD4 persentase


> 500 > 29%
200-500 14 % samai 28 %
< 200 < 14%

Note:
● CD4= cluster differentiation 4; TLC= total lymphocyte count
● Nilai normal CD4 = rata-rata 800 hingga 1050 (sel/mm3), dengan
kisaran mewakili dua standard deviation kurang lebih 500 hingga 1400.
● TLC < 120 bergabung dengan gejala klinis disarankan sebagai pengganti
jumlah CD4 <200 sebagai indikasi untuk ART di pedoman WHO 72
Skor Daldiyono (Diare Akut)
Kebutuhan cairan :

Skor
x 10% x BB (kg) x 1 liter
15

No Parameter Skor No Parameter Skor


1 Rasa haus/muntah 1 1 Vox cholerica (serak) 2
2 TDS 60-90 mmHg 1 Turgor kulit 
2 1
3 TDS < 60 mmHg 2
3 Washer women hand 1
4 Nadi > 120 x/m 1
4 Ekstremitas dingin 1
5 Apatis 1
5 Sianosis 2
6 Somnolen, sopor, koma 2
6 Umur 50-60 tahun -1
7 RR > 30 x/m 1
7 Umur > 60 tahun -2
8 Facies cholerica (keriput) 2
73
Terapi Diazepam pada Tetanus

Rumus 5.10

Spasme ringan : Diazepam 5-10 mg, tiap 4-6 jam po


Spasme sedang : Diazepam 5-10 mg iv
Spasme berat : Diazepam 50 -100 mg dalam 500 mL D5%
kecepatan 40 mg/jam 14 tetes/menit macro
(12 jam)

Note :
● Diazepam 2 mg/tab; 5 mg/tab
● Diazepam 10 mg/ampul/2 mL awas : depresi napas!
74
Terapi Tetagam P pada Tetanus

Rumus 1.12

● Profilaksis : 1 ampul im
● Terapi : 12 ampul i m multiple site

Note :
● Tetagam P : 250 IU/ampul
75
Terapi ATS pada Tetanus

Rumus 1500; 40000

● Profilaksis : 1.500 IU im
● Terapi : 40.000 IU im

Note :
● ATS 1500 IU/ampul; ATS 20.000 IU/vial
● TAT 40.000 unit (20.000 u iv dan 20.000 u im), caranya: TAT 20.000 u
dilarutkan dlm 200 mL PZ, drip dalam 30-45 menit , sisanya TAT 20.000 u im
● Ingat skint test dulu!
76
HEMATOLOGI
ONKOLOGI MEDIK

77
Kemoterapi Ca Mama

Rumus 6.6.6 (CEF)

600-750 mg/m2 iv : Cyclophosphamide


60 mg/m2 iv : Epirubicin
600 mg/m2 iv : 5-Fluorouracil

Note :
Kemoterapi CEF diulangi tiap 3 minggu
Biasanya CEF C : 600-1000 mg; E: 50 mg; F: 500 mg
Posologi: C 200 mg; 1000 mg; E 50 mg; F 500 mg
78
Kebutuhan Besi (Fe)

Kebutuhan besi = (15 – Hb sekarang ) x BB x 3


(mg)

Anemia Kurang Besi (AKB)

Rumus < 16
SI
TIBC
< 16  AKB
Note : SI = serum iron; TIBC=total iron binding capacity
79
Absolute Neutrophil Count (ANC)

WBC x (PMN + % Band)


ANC =
100

Lekopenia = WBC < 4000/cmm


Netropenia = ANC ≤ 1500/cmm

Netropenia ringan 1000-1500/cmm


sedang 500-1000/cmm
berat < 500/cmm

80
Kebutuhan Faktor VIII
1 unit F VIII/kg BB meningkatkan F VIII sebesar 2%

BB (kg) x peningkatan F VIII (%) yg diharapkan


Kebutuhan
F VIII (Unit) =
2

Preparat F VIII:
Kriopresipitat : 1 unit (bag) Krio = 70-80 unit F VIII
F VIII concentrate : 1 unit (flacon) Koate = 250 unit F VIII

81
Terapi Hemofili A
dengan hemartrosis

Rumus BB x 20

Contoh: BB 50 kg
50 kg x 20 = 1000 unit F VIII/hari
diberikan 1-2 hari
Kadar F VIII yg diharapkan = 40%

82
Terapi Hiperkalsemia [1]

Rumus 4

“ZOMETA 4 mg drip dalam 100 cc PZ


dihabiskan dalam ¼ jam,

dapat diulangi tiap 4 minggu”

83
Terapi Hiperkalsemia [2]

Rumus 5
“Bonefos 5 ampul dalam 500 cc PZ
dihabiskan dalam 5 jam”
Atau

“Bonefos 5 cc (1 ampul) dalam 500 cc PZ /hari

selama 5 hari berturut-turut


Note:
Bonefos = Clodronate ( 1 ampul = 60 mg/cc= 5 cc)
Syarat : kliren kretinin harus baik 84
Prosedur Transfusi Darah

Rumus 18.1.6

Jarum transfusi terbaik berukuran 18-19 G


Kecepatan transfusi 1 cc/kgBB/jam
1 unit diberikan < 6 jam

Note:
Jarum ukuran 23 G  hemolisis
Transfusi > 6 jam  bahaya kontaminasi >>
85
Transfusi FFP [1]

Rumus 1
“10-15 cc/kgBB/jam pertama, dilanjutkan
dengan 1 cc/kg BB/jam sampai dengan PPT
dan APTT menunjukkan nilai < 1,5 x nilai
kontrol yang normal’’
(Maximal dose : 20 cc/kgBB/ hari)

Note :
Practically di ruangan :
Transfusi FFP 2-4 bag (dalam waktu < 4 jam), 6 jam kemudian cek FH
post koreksi, bila FH > 1,5 nilai kontrol maka dikoreksi lagi

1 bag FFP = 150 cc/bag 86


Transfusi FFP [2]

Rumus 3.1 & 1.3

“3 bag FFP pada jam ke-1 dilanjutkan


dengan 1 bag dalam 3 jam berikutnya
(periksa FH 6 jam kemudian)”

Note :
Practically di ruangan :
Rumus ini berlaku untuk BB ± 50 kg
Bila FH > 1,5 nilai kontrol maka dikoreksi lagi
1 bag FFP = 150 cc/bag
87
Terapi Besi Parenteral (Venofer)

Rumus 2

“2 ampul Venofer dilarutkan dalam 200 cc PZ


didrip dengan kecepatan < 50 cc/15 menit
( = 1-3 cc/menit ) 20 tetes/menit macrodrip”

Note :
Blood loss = iron loss
1 unit of blood contains 200 mg of iron
2 ampouls venofer = 200 mg of iron
88
NEFROLOGI &
HIPERTENSI

89
Menghitung eGFR Secara Praktis
(Prof. Soewanto)

60
eGFR =
SCr

Note :
eGFR = estimated Glomerular filtration rate
SCr = serum creatinin
90
Menghitung Anion Gap (AG)
(Dr. Djoko Santoso)

AG = ( Na+ + K+)- (HCO3-+ Cl-)

Note :
● Nilai normal AG = 12 (tanpa K+) atau 16 (dengan K+)
● Nilai Cl- normal = 110-115
● AG tinggi dengan Cl normal  asidosis metabolik
(tidak refrakter)
● AG tinggi dengan Cl rendah, HCO3 rendah  asidosis
metabolik refrakter
91
Kebutuhan Nabic

Nabic = 0,2 x BB x BE

Note :
Nabic=kebutuhan Nabic; BB= berat badan (kg);
BE = Base excess

92
Asidosis Metabolik Kompensasi

Rule of Thumb
pH 7,23
PCO2 23
Note :
● Hasil contoh BGA ph 7,23 pada penderita Asidosis metabolik,
maka kompensasi yang diharapkan adalah
pCO2nya 23, jika < 23 berarti kompensasinya berlebihan, jika
> 23 berarti ada retensi CO2 di paru (asidosis respiratorik)
● Thumb = 7,23 7 di thumb sehingga yang tampak
hanya 23 (nilai pCO2) 93
Kliren Kreatinin (Coccroft-Gault)

(140- umur) x BB (kg)


KK = ♂
72 x SCr

(140- umur) x BB (kg)


KK = x 0,85 ♀
72 x SCr

94
Hiponatremia Hipotonik Hipovolemia
Koreksi :
Defisit sodium = (120-Na actual) x 0,6 x BB(kg)

Hipernatremia Hipertonik Euvolemia

Koreksi :

Kebutuhan air
atau D5% (liter)
= [ Na actual
3
1 ] x 0,6 x BB(kg)

95
Hiponatremia Hipotonik Euvolemia
Koreksi :  Hitung free water excess?

Free water excess = actual TBW- desired TBW

Actual TBW= 0,6 x BB (kg)

Actual Na
Desired TBW= 0,6 x BB (kg) x
Desired Na

FEW= (0,6 x BB) -


Actual Na
120 [
X 0,6 x BB (kg) ]
96
Infus Nor Epinefrin (NE)
Rumus 5
1 ampul NE (4 mg/ 4 cc) dalam D5% s/d 100 cc,
Jika dimulai dengan dosis 50 nano maka
kecepatan infus = 5 tetes/menit microdrip
(= 5 cc/jam)

Note :
Dosis Nor Epinefrin 50-300 nanogram/kg BB/menit (Vascon)
Posologi Vascon: 4 mg/4 cc  4 mg/ampul
Rumus berlaku untuk BB 50-55 kg
97
Infus Nor Epinefrin (NE)
Darurat pakai D5% 500 cc
Rumus 7
1 ampul NE (4 mg/4 cc) dalam D5% s/d 500 cc,
Jika dimulai dengan dosis 50 nano maka
kecepatan infus = 7 tetes/menit macrodrip

Note :
Dosis Nor Epinefrin 50-300 nanogram/kg BB/menit (Vascon)
Posologi Vascon: 4 mg/4 cc  4 mg/ampul
Rumus berlaku untuk BB 50-55 kg
98
Infus NE
Rumus x 2,5

Dosis NE x BB x 2,5 = … tetes/ menit macrodrip

Note :
NE 1 ampul dalam D5% s/d 500 cc ( jangan pakai PZ)
Dosis : 0,05-2 μg/kg BB/menit
( NE = 4 mg/4cc= 1 ampul)
99
Infus Nikardipin
Rumus 0,5 . 15
1 ampul Nikardipin (10 mg) dalam PZ s/d 100 cc,
Jika dimulai dengan dosis 0,5 μg maka
kecepatan infus = 15 tetes/menit microdrip
(= 15 cc/jam)

Note :
Dosis Nikardipin 0,5-6 μg/kg BB/menit (Perdipin)
Posologi Perdipin : 2 mg/cc; 10 mg/cc= 10 mg/ampul
Rumus berlaku untuk BB 50 kg
Incompatible dengan: Nabic, RL,RLD5 100
Pump Nikardipin
Rumus 0,5 . 7,5
1 ampul Nikardipin (10 mg) dalam PZ s/d 50 cc,
Jika dimulai dengan dosis 0,5 μg maka
kecepatan pump 7,5 tetes/menit microdrip
(= 7,5 cc/jam)

Note :
Dosis Nikardipin 0,5-6 μg/kg BB/menit (Perdipin)
Posologi Perdipin : 2 mg/cc; 10 mg/cc= 10 mg/ampul
Rumus berlaku untuk BB 50 kg 101
Infus Diltiazem
Rumus 1.6
1 ampul Diltiazem (50 mg) dalam PZ s/d 100 cc,
Jika dimulai dengan dosis 1 μg maka
kecepatan infus 6 tetes/menit microdrip
(= 6 cc/jam)

Note :
Dosis Diltiazem 1-15 μg/kg BB/menit (Herbesser)
Posologi Herbesser : 50 mg/ampul ; 100 mg/ampul
Rumus berlaku untuk BB 50 kg 102
Pump Diltiazem
Rumus 1.3
1 ampul Diltiazem (50 mg) dalam PZ s/d 50 cc ,
Jika dimulai dengan dosis 1 μg maka
kecepatan pump 3 tetes/menit microdrip
(= 3 cc/jam)

Note :
Dosis Diltiazem 1-15 μg/kg BB/menit (Herbesser)
Posologi Herbesser : 50 mg/ampul ; 100 mg/ampul
Rumus berlaku untuk BB 50 kg
Incompatible dengan: Nabic, RL,RLD5 103
Infus Diltiazem

Rumus : 10

Dosis Diltiazem x BB (kg)


Kecepatan infus
(tetes/menit macrodrip)
= 10

Note :
Diltiazem (herbesser) 1 ampul dalam Pz atau D5 s/d 500 cc
(1 ampul = 100 mg)
Dosis 0,5-15 μg/kgBB/menit 104
Infus Nitrogliserin
Rumus 5.3
1 ampul Nitrogliserin (10 mg/10cc) dlm PZ s/d 100 cc,
Jika dimulai dengan dosis 5 μg maka
kecepatan infus 3 tetes/menit microdrip
(= 3 cc/jam)

Note :
Dosis Nitrogliserin 5-30 μg/menit (Nitrocyn)
Posologi Nitrocyn : 10 mg/10 cc
105
Pump Nitrogliserin
Rumus 5. 1,5
1 ampul Nitrogliserin (10 mg/10 cc) dlm PZ s/d 50 cc ,
Jika dimulai dengan dosis 5 μg maka
kecepatan pump 1,5 tetes/menit microdrip
(= 1,5 cc/jam)

Note :
Dosis Nitrogliserin 5-30 μg/menit (Nitrocyn)
Posologi Nitrocyn : 10 mg/10 cc
106
Infus ISDN (Farsorbid)
Rumus 1 . 10
1 ampul Farsorbid (10 mg/10cc) dlm PZ s/d 100 cc,
Jika dimulai dengan dosis 1 mg maka
kecepatan infus 10 tetes/menit microdrip
(= 10 cc/jam)

Note :
Dosis ISDN 1-10 mg/jam (Farsorbid)
Posologi Farsorbid : 10 mg/10 cc
107
Infus Dopamin

Kecepatan infus BB (kg) x dosis


(tetes/menit macro)
=
20

Note :
Dosis Dopamin 3-20 μg/kg BB/menit (Dopamin)
Posologi Dopamin : 200 mg/10 cc
Rumus berlaku untuk penggunaan PZ atau D5 500 cc

INGAT : tetes/menit macrodrip = 3 x tetes/menit microdrip


mL/jam = tetes/menit microdrip
108
Infus Dopamin (BB 60 kg)

Rumus x 3

Dosis dopamin x 3 = … tetes/ menit macrodrip

Note
Dopamin 1 ampul dalam PZ atau D5% s/d 500 cc
Dosis 3-20 μg/kgBB/menit ( Dopamin = 200 mg/10 cc /ampul)

109
Infus Dobutamin

Kecepatan infus BB (kg) x dosis


(tetes/menit macro)
=
25

Note:
Dosis Dobutamin 3-20 μg/kg BB/menit (Dobuject)
Posologi Dobuject : 250 mg/10 cc
Rumus berlaku untuk penggunaan PZ atau D5 500 cc

INGAT : tetes/menit macrodrip = 3 x tetes/menit microdrip


mL/jam = tetes/menit microdrip
110
Infus Dobutamin (BB 60 kg)

Rumus x 2,5

Dosis dobutamin x 2,5 = … tetes/ menit macrodrip

Note :
Dobutamin 1 ampul dalam PZ/D5 s/d 500 cc
Dosis : 3-20 μg/kgBB/menit (Dobutamin = 250 mg/10 cc= 1 vial)

111
Pump Dobutamin (BB 50kg)

Rumus 5 . 3
1 ampul Dobutamin ( 250 mg/50cc) di pump,
Jika dimulai dengan dosis 5 μg maka
kecepatan pump 3 tetes/menit microdrip
(= 3 cc/jam)
Note :
Dosis : 5-20 μg/kgBB/menit (Dobutamin = 250 mg/50 cc)
Rumus berlaku untuk BB 50 kg
112
Infus/Drip Epinefrin
(BB 60 kg; dalam PZ 500cc)

Rumus 0,1 . 6
1 ampul Epinefrin (1 mg/cc) dalam PZ s/d 500 cc,
Jika dimulai dengan dosis 0,1 μg/kgBB/menit
maka kecepatan infus 60 tetes/menit macrodrip

Note :
Epinefrin 1 ampul = 1 mg/cc ( 1 ampul/cc)=0,1%
Dosis : 0,1-2 μg/kgBB/menit
113
Pump Epinefrin
(BB 60 kg; dalam PZ 50 cc)

Rumus 0,1 . 18
1 ampul Epinefrin (1 mg/cc) dalam PZ s/d 50 cc,
Jika dimulai dengan dosis 0,1 μg/kgBB/menit
maka kecepatan pump 18 tetes/menit microdrip
atau = 18 cc/jam
Note :
Epinefrin 1 ampul = 1 mg/cc ( 1 ampul/cc)=0,1%
Dosis : 0,1-2 μg/kgBB/menit
114
Pump Lasix 10 mg/jam

Rumus 6.1
6 ampul Lasix (120 mg/12 cc), Jika dimulai dengan
dosis 10 mg/jam maka habis dalam 12 jam dengan
kecepatan pump 1 tetes/menit microdrip
(= 1 cc/jam)

Note
Dosis lasix = 5 - 20 mg/jam
Posologi Lasix = 20 mg/2 cc = 20 mg/ampul
Perhitungan kec pump 12 cc/12jam= 1cc/jam
115
Infus/ Drip Lasix 10 mg/jam

Rumus 5.10
5 ampul Lasix (100 mg/10 cc), dalam PZ s/d 100 cc ,
Jika dimulai dengan dosis 10 mg/jam maka habis
dalam 10 jam dengan kecepatan infus
10 tetes/menit microdrip (= 10 cc/jam )
Note
Dosis lasix = 5 - 20 mg/jam
Posologi Lasix = 20 mg/2 cc = 20 mg/ampul
Perhitungan kec. infus  100 cc/ 10 jam = 10 tetes/menit
microdrip = 10 cc/jam 116
Terapi Asidosis Metabolik Berat

Rumus 6
“NABIC 100 meq, 6 tetes/menit dalam 6 jam
makrodrip, dilanjutkan NABIC 100 meq
6 tetes/menit microdrip dalam 18 jam berikutnya”

Note :
Rumus 6 berlaku bila secara klinis penderita “Kusmaul” atau
secara laboratoris asidosis berat ( BE < - 20 ) dan tidak ada
edema paru
117
Terapi Hiperkalemia Refrakter

Rumus 10

“Dextrose 10% 500 ml ditambah


Actrapid 10 unit, dengan
kecepatan 10 tetes/ menit”

118
Terapi Hipokalemia Berat (< 2 mmol/L)

Agresif (via vena perifer) :

50 mec/ 500 cc PZ/ 12 jam + 50 mec /500 cc PZ / 12 jam

ATAU
Agresif (via vena sentral) :

KCL 25 mec/25 cc PZ/ MONITOR :


syringe pump 1. ECG monitor
dg kecepatan 10-20 mec/jam 2. Kalium serum/ 4 jam

119
Kebutuhan Kalsium

Kalsium terkoreksi (g/dL)=

Kalsium terukur + 0,8 (4,4- albumin serum)

Note :
● 4,4 menunjukkan kadar rata-rata albumin serum normal
● Jika albumin serum dbn  kalsium terkoreksi = kalsium terukur,
berarti nilai kalsium pada hasil lab darah dapat menjadi
parameter untuk melakukan koreksi bila ada abnormalitas
● Jika albumin serum < normal  kalsium terukur (hasil lab) yang
< normal (< 8) bisa saja menunjukkan kalsium terkoreksi yang
normal (8-10) sehingga tidak membutuhkan koreksi
120
IMUNISASI
DEWASA

121
Imunisasi Aktif : Hepatitis A Dewasa
Rumus 0;6-12 im
Age, years No. of Doses Dose Schedule, months
HAVRIX (GlaxoSmithKline)a
1–18 2 720 ELUb (0.5 mL) 0, 6–12
≥ 19 2 1440 ELU (1.0 mL) 0, 6–12
VAQTA (Merck)
1–18 2 25 units (0.5 mL) 0, 6–18
≥ 19 2 50 units (1.0 mL) 0, 6–18

Note :
● Vaksin Hepatitis A = Havrix 720 Junior 0,5 mL/vial; Vaqta o,5 mL/vial;
● Avaxim 80 0,5 mL/syringe (u/ umur 2-15 th;
Avaxim 160 0,5 mL/syringe ( u/ umur > 15 th)
122
Imunisasi Aktif: Varicella-Zoster

Rumus 0; 4-8 sc

Bulan 0 : 0,5 mL Varilrix sc


Bulan 4-8 : 0,5 mL Varilrix sc

Note :
● Vaksin Varicella-Zoster: Varilrix 0,5 mL/vial
● Indikasi: px risiko tinggi ( health worker, wisatawan dll)
123
Imunisasi Aktif : Hepatitis B Dewasa

Rumus 0;1;6 im
Bulan 0 : 1 mL Engerix-B im
Bulan 1 : 1 mL Engerix-B im
Bulan 6 : 1 mL Engerix-B im

Note :
● Vaksin Hepatitis B = Engerix-B adult 20 mcg/mL/vial
● Syarat : HBs Ag (-), Anti HBs (-)
● KI : hamil dan menyusui, alergi, acute febrile illness
● ESO : panas, sefalgia, malaise, nausea-dizziness, local rx
124
Imunisasi Aktif : HPV (Ca Cervix)

Rumus 0;1;6 im
Bulan 0 : 0,5 mL Cervarix im
Bulan 1 : 0,5 mL Cervarix im
Bulan 6 : 0,5 mL Cervarix im
Note :
● Vaksin HPV = Cervarix 0,5 mL/vial
● KI : Alergi,STD, HPV related lesion,hamil +laktasi, acute febrile
illness, trombositopenia, ggn koagulasi, HIV, imunosupresan
● ESO : local rx, panas, sefalgia, rash, myalgia-atralgia, fatique, GI
disturbance
Jangan Intra vascular dan intra dermal !! 125
Imunisasi Aktif : MMR Dewasa

Rumus 0,5 sc
● Vaksinasi ke-1 : 0,5 mL MMR II sc
● > 28 hari  vaksinasi ke-2
(pada yang berisiko terpapar [health worker, traveler])

Note :
● Vaksin MMR = MMR II atau Trimovax Merieux 0,5 mL/vial
● KI : hamil, febris, lekemia, TB, imunosupresan tx ,alergi,
imunodefisiensi
● ESO : local rx, panas, sefalgia, GI disturbance, neuritis
126
Imunisasi Aktif: Meningitis

Rumus 0,5; 3 sc
● Vaksinasi ke-1 : 0,5 mL Mencevax sc
● Vaksinasi ulangan setelah 3 tahun

Note :
● Vaksin meningitis : Mencevax Acwy 0,5 mLvial
● KI : Alergi,hamil +laktasi, acute febrile illness,immunocompromized
● ESO : local rx
● Indikasi : Traveler ke Timur tengah (daerah Gurun Sahara)
Jangan Intra vascular !! 127
Imunisasi Aktif: Typhoid fever

Rumus 0,5; 3 im

● Vaksinasi ke-1 : 0,5 mL Typhim Vi im


● Vaksinasi ulangan setelah 3 tahun

Note :
● Vaksin typhoid fever: Typhim Vi 0,5 mL/pre-filled syringe; 10mL/vial (20 doses)
Typherix 0,5 mL/pre-filled syringe
● Indikasi: Pekerja jasa boga, wisatawan di daerah endemis (usia > 2 tahun)

Jangan Intra vascular !! 128


Imunisasi Aktif: Influenza

Rumus 0,5; 1 im

● Vaksinasi ke-1 : 0,5 mL Vaxigrip im


● Vaksinasi ulangan setelah 1 tahun

Note :
● Vaksin Influenza: Vaxigrip 0,25 mL/syringe; 0,5 mL/syringe
● Indikasi: usia > 50 th; penghuni panti jompo, asrama, biara dll; orang
muda dg penyakit jantung, paru kronis, DM, disfungsi ginjal, Hbpati,
imunosupresi, petugas kesehatan
129
Imunisasi Aktif: Pneumokok

Rumus 0,5; > 5 im


● Vaksinasi ke-1 : 0,5 mL Pneumo 23 im
● Vaksinasi ulangan setelah > 5 tahun

Note :
● Vaksin pneumokok: Pneumo 23 0,5 mL/syringe
● Indikasi: usia > 65 tahun; usia < 65 tahun dengan: PJK, POK, DM, SH,
kebocoran CSS, asplenia, HIV, leukemia, Limfoma, MM, keganasan,
PGK, SN, kemoterapi, imunosupresif
● Revaksinasi dianjurkan bila vaksinasi sebelumnya > 5 tahun, px
berisiko tinggi,usia < 65 tahun ketika vaksinasi terdahulu dan
sekarang > 65 tahun; tingkat antibodi cepat turun 130
Imunisasi Aktif: Difteri dan Tetanus

Rumus 0;1-2;6-12;10
Bulan 0 : 0,5 mL Td im
Bulan 1-2 : 0,5 mL Td im
Bulan 6-12 : 0,5 mL Td im
Penguat setiap 10 tahun

Note :
● Vaksin Td= tetanus difteri toxoid yg diadsorpsi
● TT (tetanus toxoid) hanya u/ booster tetanus setiap 10 tahun
● Bulan 0; 1-2;6-12 imunisasi primer 131
Imunisasi Aktif: Rabies (pre exposure)

Rumus 0;28;1;3 im
Vaksinasi Dosis Waktu Pemberian

Hari ke-0= 1 x pemberian im


Dasar 0,5 mL
Hari ke-28 = 1 x pemberian im
Ulangan 0,5 mL 1 th setelah pemberian pertama
Ulangan selanjutnya 0,5 mL Tiap 3 tahun

Note :
● Vaksin rabies (VAR) : Verorab 0,5 mL/vial
132
Imunisasi Aktif: Rabies (post exposure)

Rumus 0;7;21 im
Dosis
Vaksinasi Waktu Pemberian
Anak Dewasa
Hari ke-0= 2 x pemberian im

Dasar 0,5 mL 0,5 mL Hari ke-7 = 1 x pemberian im

Hari ke-21 = 1 x pemberian im

Ulangan - - -

Note :
● Vaksin rabies (VAR) : Verorab 0,5 mL/vial

133
Serum Anti Rabies (SAR)
heterolog/homolog

Rumus 40.20
Jenis serum Dosis Waktu Pemberian Keterangan
Serum heterolog 40 IU/kgBB Bersama dengan Skin test dulu
VAR pada hari ke-0
Serum homolog 20 IU/kgBB Bersama dengan Tanpa skin test
VAR pada hari ke-0

Note:
● Serum hetorolog (Kuda): vial 20 ml (1 ml = 100 IU)
● Serum homolog : vial 2 ml ( 1 ml = 150 IU )
● Cara pemberian :
Disuntikkan secara infiltrasi di sekitar luka sebanyak mungkin, sisanya
disuntikkan intramaskuler. 134
LAIN-LAIN

135
Terapi Colchicine Pada Artritis Gout
Rumus 0,5 mg
●Gout Akut:
Colchicine (Recolfar) 0,5 mg/jam, maksimal
3 tablet pada hari I
Atau
2 x 0,5 mg/hari selama 5 hari
(pada KK > 50 mL/menit)
●Profilaksis Gout:
Colchicine (Recolfar) 0,5 mg/minggu up to 0,5 mg/hari

Note :
Colchicine (Recolfar) 0,5 mg/tablet; KI: gangguan fungsi hati dan ginjal ; ESO: diare
136
Menentukan Kecepatan Infus
Kecepatan infus Dosis (mg/jam)
(tetes/menit micro)
=
Konsentrasi (mg/cc)

Tetes/ menit
microdrip
= cc/jam

Tetes/ menit Tetes/menit x 3


microdrip
= 0
macrodrip

Tetes/menit  cairan (mL)


(Macrodrip)
= 0
waktu (jam) x 3 137
Menentukan Kecepatan Infus

Kecepatan infus …… mL
(tetes/menit macro)
=
…..Jam x 3

Kecepatan infus …… mL
(tetes/menit micro)
=
…..Jam

138
Central Venous Pressure (CVP)

CVP ( mmHg) = CVP (cmH2O) x 0,7

Note :
CVP normal = 11-17 cmH2O
= 8-12 mmHg

139
140