You are on page 1of 4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keperawatan adalah suatu bentuk layanan kesehatan professional yang
merupakan bagian integral dari layanan kesehatan berbasis ilmu dan kiat
keperawatan, yang berbentuk bio-psiko-sosio-spiritual komprehensif yang
ditujukan bagi individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat baik sehat
maupun sakit, yang mencakup keseluruhan proses kehidupan manusia
(Nursalam, 2010).
Bidang layanan keperawatan sangat luas salah satunya adalah
keperawatan maternitas. Keperawatan maternitas adalah bidang layanan
keperawatan yang ditunjukkan kepada wanita usia subur yang meliputi masa
sebelum hamil, masa hamil, masa melahirkan, masa nifas, masa diantara
melahirkan, neonatur dan keluarga yang berfokus pada kebutuhan dasar
dalam melakukan adaptasi fisik dan psikososial dengan menggunakan proses
keperawatan (Asmadi, 2012).
Peningkatan kesehatan bagi dan oleh kalangan perempuan menjadi
sangat penting dalam mencapai target MDGs (Millenium Development
Goals). Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang
menjadi indikator bidang kesehatan dalam indeks pembangunan manusia
(IPM) sangat ditentukan oleh kesehatan perempuan, dan hingga kini
kesehatan masyarakat kita (terutama perempuan) masih sangat
memprihatinkan meskipun sudah terjadi penurunan. Hingga saat ini Angka
Kematian Ibu di Indonesia merupakan yang tertinggi di kawasan ASEAN.
Pada tahun 2015 angka kematian Ibu di Indonesia tercatat 4.999, di tahun
2016 AKI menjadi 4912 dan di tahun 2017 (semester I) sebanyak 1712 kasus.
Berkat kemajuan pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan untuk
meminimalisir angka kematian ibu khusnya di Indonesia, diterapkan operasi
sectio caesaria yang hanya boleh dilakukan bila ada indikasi saat kehamilan
maupun saat proses persalinan yaitu plasenta menutup jalan lahir, bayi yang
besar, bayi dengan letak lintang, chepalo pelvic disproporsi sehingga di
khawatirkan persalinan akan macet, dan preeklamsi berat (Wikjosastri, 2012).
Operasi caesaria atau Sectio caesaria (SC) adalah membuka perut
dengan sayatan pada dinding perut dan uterus yang dilakukan secara vertical
atau mediana, dari kulit sampai fasia. Persalinan melalui sectio caesaria
bukanlah alternatif yang lebih aman karena diperlukan pengawasan yang
khusus terhadap indikasi dilakukannya maupun perawatan ibu setelah
tindakan SC, karena tanpa pengawasan yang baik dan cermat akan berdampak
pada kematian ibu (Wiknjosastro, 2010).
Menurut WHO (2016) sebanyak 18.5 juta SC dilakukan setiap
tahunnya di seluruh dunia dan sekitar 10 % dari negara-negara di dunia
memiliki tingkat SC 10-15 %. Di Indonesia angka persalinan dengan Sectio
Caesarea mencapai 9,8% (RISKESDAS, 2013).
Bedasarkan hasil survey di RS , di ruang Siti Walidah terdapat
sebanyak klien rawat inap post SC. Berdasarkan uraian tersebut penulis
tertarik untuk melakukan studi kasus yang berjudul “ Asuhan Keperawatan
Pada Ny. X Post Op Sectio Caesaria dengan Indikasi Pre Eklamsi Berat di
Ruang Siti Walidah RS. Muhammadiyah Palembang”

B. Rumusan Masalah
Bagaimana Asuhan Keperawatan Pada Ny. X Post Op Sectio Caesaria
dengan Indikasi Pre Eklamsi Berat di Ruang Siti Walidah RS.
Muhammadiyah Palembang

C. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Mampu melakukan Asuhan Keperawatan Pada Ny. X Post Op Sectio
Caesaria dengan Indikasi Pre Eklamsi Berat di Ruang Siti Walidah RS.
Muhammadiyah Palembang
2. Tujuan Khusus
a. Melakukan pengkajian Pada Ny. X Post Op Sectio Caesaria dengan
Indikasi Pre Eklamsi Berat di Ruang Siti Walidah RS.
Muhammadiyah Palembang
b. Merumuskan diagnosa keperawatan Pada Ny. X Post Op Sectio
Caesaria dengan Indikasi Pre Eklamsi Berat di Ruang Siti Walidah
RS. Muhammadiyah Palembang
c. Menyusun intervensi keperawatan Pada Ny. X Post Op Sectio
Caesaria dengan Indikasi Pre Eklamsi Berat di Ruang Siti Walidah
RS. Muhammadiyah Palembang
d. Melakukan implementasi keperawatan Pada Ny. X Post Op Sectio
Caesaria dengan Indikasi Pre Eklamsi Berat di Ruang Siti Walidah
RS. Muhammadiyah Palembang
e. Melakukan evaluasi keperawatan Pada Ny. X Post Op Sectio Caesaria
dengan Indikasi Pre Eklamsi Berat di Ruang Siti Walidah RS.
Muhammadiyah Palembang
f. Melakukan discharge planning keperawatan Pada Ny. X Post Op
Sectio Caesaria dengan Indikasi Pre Eklamsi Berat di Ruang Siti
Walidah RS. Muhammadiyah Palembang

D. Tempat dan Waktu


Tempat dan waktu pengkajian pada Ny.X

E. Manfaat
1. Bagi Rumah Sakit
Dapat memberikan informasi dan sumbangan pikiran dalam
pelaksanaan Asuhan Keperawatan Maternitas pada Ny.X
2. Bagi Institusi Pendidikan
Laporan studi kasus ini diharapkan menjadi referensi tambahan yang
bermanfaat khususnya bagi mahasiswa keperawatan serta dapat dijadikan
sumber rujukan bagi penulis yang akan datang tentang asuhan
Keperawatan Maternitas.
3. Bagi Mahasiswa
Meningkatkan keterampilan mahasiswa tentang pelaksanaan asuhan
keperawatan pada Ny.X , serta menjadikan suatu kesempatan yang
berharga bagi mahasiswa untuk dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang
telah diperoleh selama masa kuliah.

F. Metode Penulisan
Metode yang dipakai adalah dengan proses keperawatan yang terdiri dari
pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
Adapun teknik penulisannya adalah deksriptif. Deskriptif merupakan
gambaran kasus yang dikelola dengan cara pengumpulan data yang diperoleh
saat pengkajian.
1. Wawancara
Mengadakan tanya jawab dengan pihak terkait klien maupun tim
kesehatan mengenai data klien dengan post op Sectio Caesaria.
Wawancara dilakukan selama proses keperawatan berlangsung.
2. Observasi
Dengan mengadakan pengamatan dan melaksanakan asuhan
keperawatan secara langsung pada klien dengan post op Sectio
Caesaria.
3. Dokumentasi
Dokumentasi ini diambil dan dipelajari dari catatan medis, catatan
perawatan untuk mendapatkan data-data mengenai perawatan dan
pengobatan.
4. Kepustakaan
Menggunakan dan mempelajari literatur medis maupun perawatan
yang menunjang sebagi teoritis untuk menegakkan diagnosa dan
perencanaan keperawatan.