You are on page 1of 15

NAMA : GIAN RICARDO HALIM

NRP : 03411640000009
KELAS : ANALISIS DATA WELL LOG (A)

Induksi, Mikrolog, dan Laterolog untuk Pengukuran Resistivitas

1. Resistivity Log (Log Tahanan Jenis)


Resistivity log adalah suatu alat yang dapat mengukur tahanan batuan formasi beserta
isinya, yang mana tahanan ini tergantung pada porositas efektif, salinitas air formasi, dan
banyaknya hidrokarbon dalam pori-pori batuan. Standar log resistivity seperti laterolog dan
induction log menggunakan gelombang elektromagnetik dengan frekuensi sekitar 35 sampai
20000 Hz. Pada reservoir, nilai konduktifitas dipengaruhi oleh salinitas dan distribusi dari air
formasi yang dikontrol oleh tipe porositas dan wettabilitas dari formasi (Harsono, 1997).
Gambar resistivity log dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Kurva Resistivity Log


(Adi Harsono: “Evaluasi Formasi dan Aplikasi Log”, Schlumberger, Edisi-8. Jakarta, 1 Mei 1997)

a. Normal Log
Skema rangkaian dasar normal log dapat dilihat pada gambar 3.2. dengan
menganggap bahwa pengukurannya pada medium yang mengelilingielectrode-
elektrode adalah homogen dengan tahanan batuan sebesar R ohm-meter. Elektroda A
dan B merupakan elektroda potensial, sedangkan M dan N merupakan elektroda arus.
Setiap potensial (V) ditransmisikan mengalir melingkar keluar melalui formasi den
besarnya potensial tersebut adalah :
(1.1)

dimana:
R= tahanan formasi,
ohm-mi = intensitas arus konstan dari elektroda A,
AmpAM = jarak antara elektroda A dan M
π = konstanta = 3.14
Jarak antara A ke M disebut spacing, dimana untuk normal log ini terdiri dari
dua spacing, yaitu:
 Short normal device, dengan spacing 16 inchi
 Long normal device, dengan spacing 64 inchi.

Pemilihan spacing ini tergantung dari jarak penyelidikan yang dikehendaki.


Short normal device digunakan untuk mengukur resistivitas pada zona terinvasi,
sedangkan long normal device digunakan untuk mengukur resistivitas formasi yang
tidak terinvasi filtrat lumpur atau true resistivity (Rt).

b. Lateral Log
Tujuan log ini adalah untuk mengukur Rt, yaitu resistivity formasi yang
terinvasi. Skema dasar dari lateral log device dapat dilihat pada gambar 3.4. Alat ini
terdiri dari dua elektrode arus A dan B serta dua elektrode potensial M dan N. Jarak
spasi M dan N adalah 32 inch, sedangkan jarak A dan O adalah 18,8 inch. Titik O
merupakan titik referensi dari pengukuran terhadap kedalaman, sedangkan elektrode B
diletakkan jauh di permukaan. Arus listrik yang konstan dialirkan melalui elektrode A,
sedangkan perbedaan potensial antara M dan N di tempatkan pada permukaan lingkaran
yang berpusat di titik A. Perbedaan potensial yang dipindahkan ke elektrode M dan N
adalah :

(1.2)

Persamaan (1.2) diturunkan dengan asumsi bahwa formasinya homogen dan


lapisan cukup tebal. Apabila arus yang diberikan (I) konstan maka besarnya potensial
yang dicatat pada referensi O adalah sebanding dengan besarnya resistivitas formasi
(R) dengan syarat asumsi tersebut dipenuhi dan pengaruh diameter lubang bor
diabaikan. Pada kenyataannya nilai resistivitas yang dicatat oleh resistivity log adalah
resistivitas semu bukan resistivitas yang sebenarnya (Rt). Hal ini disebabkan
pengukuran dipengaruhi oleh diameter lubang bor (d), ketebalan formasi (e), tahanan
lumpur (Rm), diameter invasi air filtrat lumpur (Di), tahanan zone invaded (Ri) dan
uninvaded (Rt), tahanan lapisan batuan diatas dan dibawahnya (Rs). Pembacaan yang
baik didapatkan dalam lapisan tebal dengan resistivitas relatif tinggi. Log ini digunakan
secara optimal di dalam susunan sand dan shale yang tebal dengan ketebalan dari 10 ft
dan range resistivity optimum setara 1-500 ohm-m.

Gambar 2. Skema Rangkaian Dasar Normal Log

(“Resistivity Measurement Tools”, Schlumberger, October 1984)

Gambar 3. Skema Rangkaian Dasar Lateral Log


(“Resistivity Measurement Tools”, Schlumberger, October 1984)
c. Induction Log
Pengukuran tahanan listrik menggunakan log resistivity memerlukan lumpur
yang konduktif sebagai penghantar arus dalam formasi. Oleh sebab itu tidak satu pun
peralatan pengukuran resistivitas diatas dapat digunakan pada kondisi lubang bor
kosong, terisi minyak, gas, oil base mud dan fresh water serta udara. Untuk mengatasi
ini maka dikembangkan peralatan terfokuskan yang dapat berfungsi dalam kondisi
tersebut. Rangkaian peralatan dari dasar Induction log secara skematis dapat dilihat
pada Gambar 4.

Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut, arus bolak-balik dengan frekuensi


tinggi (±20000 cps) yang mempunyai intensitas konstan dialirkan melalui transmitter
coil yang ditempatkan pada insulating sehingga menimbulkan arus induksi didalam
formasi. Alat induction menentukan resistivitas dengan cara mengukur konduktivitas
batuan. Dalam kumparan transmitter dialirkan arus bolak balik berfrekuensi tinggi
dengan amplituda konstan yang akan menimbulkan medan magnit dalam batuan.
Medan magnet ini menimbulkan arus Eddy atau arus Foucault yang dinamakan ground
loop. Besar arus ini sebanding dengan konduktivitas batuan.

Gambar 4. Prinsip Kerja Alat Log Induksi (Schlumberger, 1996)

Alat induksi akan mengubah sinyal yang diterima ke arus DC yang sebanding
kemudian dikirim ke komputer dipermukaan. Kemudian komputer menerjemahkan
sinyal DC ini ke nilai konduktivitas dan seterusnya diubah ke nilai resistivitas dalam
Ohm.

Gambar 5. Respon kurve log induksi terhadap kondisi formasi (Schlumberger, 1996)

Medan magnet ini akan menimbulkan arus berputar yang akan menginduksi
potensial dalam receiver coil. Coil kedua ini ditempatkan pada mandrel yang sama
dengan jarak tertentu dari coil pertama.

Besarnya signal yang dihasilkan receiver akan diukur dan dicatat di permukaan
yang besarnya tergantung pada konduktivitas formasi yang terletak diantara kedua coil
tersebut. Nilai konduktifitas formasi (Cf) berbanding terbalik dengan nilai resistivity.
Gambar 6. Skema Rangkaian Dasar Induction Log

(Gatlin, C. : “Petroleum Engineering Drilling and Well Completion”, Prentice Hall Inc., New York,
1962)

Tujuan utama dari induction log adalah menghasilkan suatu daerah investigasi
yang jauh didalam lapisan-lapisan tipis untuk menentukan harga Rt. Induction log dapat
diturunkan didalam semua jenis lumpur dengan syarat sumur belum dicasing. Hasil
terbaik dari induction log adalah dalam suatu kondisi sebagai berikut, didalam susunan
shale dengan Rt lebih kecil dari 100 ohm-m dan ketebalan lapisan lebih besar dari 20
m, Rxo lebih besar dari Rt dan jika Rxo lebih kecil dari Rt maka induction log akan
kurang memberikan hasil yang memuaskan. Induction log tidak sensitif terhadap
perubahan Rt bila resistivitynya tinggi. Perbedaan resistivity sekitar 400-500 ohm-m
tidak dapat dideteksi.

Kondisi yang baik untuk operasi induction log ini adalah menggunakan lumpur
yang tidak banyak mengandung garam (Rmf > Rw) serta pada formasi dengan Rt
kurang dari 100 ohm-m tapi akan lebih baik lagi jika kurang dari 50 ohm-m. Induction
log ini mempunyai beberapa kelebihan dari log-log sebelumnya, antara lain:

1. Batas lapisan dapat dideliniasikan dengan baik dan resistivity yang diukur tidak
dipengaruhi oleh batas tersebut.
2. Dalam fresh mud, pengukuran Rt hanya memerlukan koreksi yang sederhana
atau tidak memerlukan sama sekali.
3. Dapat dikombinasikan dengan SP log dan Kurva Normal sehingga dapat
melengkapi informasi yang diperoleh.

2. Laterolog (Guard Log)


Pengukuran dengan laterolog adalah untuk memperkecil pengaruh lubang bor,
lapisan yang berbatasan dan pengukuran lapisan yang tipis serta kondisi lumpur yang
konduktif atau salt mud. Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut (lihat Gambar 1.),
suatu arus Io yang konstan dialirkan melalui elektrode Ao lewat elektrode A1 dan A2
dimana arus tersebut diatur secara otomatis oleh kontak pengontrol sehingga dua
pasang elektrode penerima M1 M2 dan M’1 M’2 mempunyai potensial yang sama.
Selisih potensial diukur diantara salah satu elektrode penerima dengan electrode
di permukaan. Jika perbedaan antara potensial pasangan M’1 M’2 dan M1 M2 dibuat
nol, maka tidak ada arus yang mengalir dari Ao . Disini arus listrik dari Ao dipaksa
mengalir horizontal kearah formasi.Ada beberapa jenis laterolog, yaitu jenis Laterolog
7, Laterolog 3, danLaterolog 8.
Perbedaan dari ketiga jenis laterolog tersebut hanya terdapat pada jumlah
elektrodenya, dan ketebalan lapisan yang dideteksi berbeda. Alat ini mengukur harga
Rt terutama pada kondisi pengukuran Rt dengan Induction Log mengalami kesulitan
(banyak kesalahan).
Laterolog ini hanya dapat digunakan dalam jenis lumpur water base mud.
Dianjurkan pada kondisi Rt/Rm dan Rt/Rs besar (salt mud, resistivitas tinggi yaitu lebih
besar dari 100 ohm-m) dan tidak berfungsi di dalam oil base mud, inverted mud, lubang
berisi gas, atau sumur sudah dicasing.

Gambar 7. Skema Alat Laterolog


(Adi Harsono: “Evaluasi Formasi dan Aplikasi Log”, Schlumberger, Edisi-8. Jakarta, 1 Mei 1997)

Alat laterolog direkayasa untuk mengukur resistivitas batuan yang dibor dengan
salty mud atau lumpur yang sangat konduktif serta dipakai untuk mendeteksi zona –
zona yang mengandung HC. Prinsip kerja alat laterolog,sonde pada alat resistivitas ini
memiliki elektroda penyangga (bucking electrode) untuk memfokuskan arus survei dan
memaksanya mengalir dalam arah yang tegak lurus terhadap sonde. Arus yang
terfokuskan ini memungkinkan pengukuran dilakukan pada batuan dengan arah yang
lebih pasti. Ini merupakan perbaikan terhadap pengukuran yang memakai arus yang
tidak terfocus, yaitu alat ES (Electrical Survey) yang terdahulu, dimana arus survey
lebih suka mengalir dalam lumpur karena resistivitas lumpur yang lebih rendah dari
resistivitas batuan.

Beberapa alat laterolog berdasarkan cakupan kedalamannya, yaitu:


 Laterolog Log Shallow (LLS) : jangkauan kedalaman dangkal
 Laterolog Log Medium (LLM) : jangkauan kedalaman menengah
 Laterolog Log Deep (LLD) : jangkauan kedalaman dalam.

Perbandingan antara pengukuran Laterolog dan Induksi

Hampir setiap alat pengukur resistivitas saat ini dilengkapi dengan alat
pemfokus. Alat tersebut berfungsi untuk mengurangi pengaruh akibat fluida lubang bor
dan lapisan di sekitarnya (Harsono,1997). Dua jenis alat pungukur resistivitas yang ada
saat ini: induksi dan laterolog memiliki karakteristik masing-masing yang membuatnya
digunakan untuk situasi yang berbeda (Harsono,1997).
Log induksi biasanya direkomendasikan untuk lubang bor yang yang
menggunakan lumpur bor konduktif sedang, non-konduktif (misalnya oil-base muds)
dan pada lubang bor yang hanya berisi udara (Harsono,1997). Sementara itu laterolog
direkomendasikan pada lubang bor yang menggunakan lumpur bor sangat konduktif
(misalnya salt muds) (Harsono,1997).
Alat induksi, karena sangat sensitif terhadap konduktivitas baik digunakan pada
formasi batuan dengan resistivitas rendah sampai sedang (Harsono,1997). Sedangkan
laterolog karena menggunakan peralatan yang sensitif terhadap resistivitas sangat
akurat digunakan pada formasi dengan resistivitas sedang sampai tinggi
(Harsono,1997).
Perbandingan daerah yang cocok untuk pemakaian log induction dan lateral
log:
 Log Induction bekerja dalam:
a) Fresh mud
b) Resistivitas formasi < 200 ohm-m
c) Rmf/Rw > 2.0
 Log Lateral akan bekerja lebih baik pada:
a) Salt mud
b) Resistivitas formasi > 200 ohm-m
c) Rmf/Rw < 2.0
d) Large borehole > 12 in serta deep invasion (> 40 in).
Dengan adanya invasi maka industri logging telah menciptakan tiga tipe alat
Resistivitas yaitu:
1) Deep Investigation
2) Medium Investigation
3) Shallow Investigation

Gambar 8. Lingkungan Pemboran (Halliburton, 2001)

3. Microresistivity Log
Log ini dirancang untuk mengukur resistivitas formasi pada flush zone (Rxo)
dan sebagai indikator lapisan porous permeable yang ditandai oleh adanya mud cake.
Hasil pembacaan Rxo dipengaruhi oleh tahanan mud cake (Rmc) dan ketebalan mud
cake (hmc). Ketebalan dari mud cake dapat dideteksi dari besar kecilnya diameter
lubang bor yang direkam oleh caliper log. Alat microresistivity log yang sering
digunakan, yaitu: Microlog (ML), Microlaterolog (MLL), Proximity Log (PL), Micro
Spherical Focused Log (MSFL).

a) Microlog (ML)
Microlog dirancang untuk mengukur secara tepat lapisan tipis dan
permeabel, karena dengan pengukuran ini dapat ditentukan secara tepat net pay
dalam suatu interval total.
Pada prinsipnya microlog menggunakan tiga electrode dengan ukuran kecil
yang dipasang di dalam lempeng (pad) karet, dengan tujuan agar tetap dapat
mengikuti variasi bentuk lubang bor.
Alat ini mempunyai tiga electrode yang mempunyai jarak 1 inch. Elektrode-
elektrode tersebut yaitu A0, M1, dan M2 yang dipasang pada salah satu baris pada
rubber.
Telah diketahui bahwa RXO berguna untuk koreksi pengukuran Rt. Log
yang dirancang khusus untuk menyelidiki lapisan rembesan yang hanya beberapa
inci dari lubang bor. Jenis log RXO adalah: PL, MLL, MSFL (Micro Spherically
Focussed Log), dan Microlog lama. Dibawah ini adalah peninjauan kembali dari
bermacam-macam kegunaan dari log RXO. Dalam hubungan dengan log Rt
memberikan penentuan dari :
 Hidrokarbon yang dipindahkan
 Porositas formasi bersih
 Resistivitas filtrasi lumpur Rmf
 Resistivitas lumpur Rm
 Ketebalan dari kerak lumpur hmc dan koreksi
 Log Rt terhadap pengaruh rembesan
 Log porositas terhadap pengaruh hidrokarbon

Microlog adalah alat yg paling unggul untuk penentuan lapisan permeabel dan
ketebalan kerak-lumpur. Prinsip kerja alat MSFL Serupa dengan alat mikrolog,
pengukuran terhadap MSFL dibuat dengan sebuah bantalan elektroda khusus yang
ditekan ke dinding lubang bor dengan bantuan sebuah kaliper. Pada bantalan tersebut
dipasang suatu rangkaian bingkai-bingkai logam yang konsentrik disebut elektroda
yang mempunyai fungsi memancarkan, mefokuskan dan menerima kembali arus listrik
yang hampir sama seperti cara kerja elektroda Leterolog. Karena bantalannya kecil dan
susunan elektrodanya berdekatan, maka hanya beberapa inci dari formasi dekat lubang
bor yang diselidiki. Sehingga kita akan mempunyai suatu pengukuran dari resistivitas
didaerah rembesan. Pengukuran terhadap diameter lubang secara bersamaan oleh
kaliper yang merupakan bagian tak terpisahkan dari alat MSFL. MSFL merupakan alat
yang memancarkan arus listrik kedalam formasi sehingga diperlukan lumpur konduktif.
Ini tidak dapat dilakukan dalam lumpur minyak. Sehingga hidrokarbon yang pindah
tidak dapat ditentukan dalam lumpur minyak dengan alat ini.
Gambar 9. Prinsip Kerja Alat Micro Spherically Focussed Log (Schlumberger, 1996)
(“Resistivity Measurement Tools”, Schlumberger, October 1984)

Pada elektrode A0 diberikan arus listrik tertentu kemudian potensialnya diukur


pada elektrode M1 dan M2 yang dicatat di permukaan oleh Galvanometer. Pada saat
pengukuran, ketiga elektrode tersebut ditempatkan pada dinding lubang bor dengan
menggunakan pegas yang dapat dikembangkan antara 6 inch sampai 16 inch. Ada dua
sistem pengukuran yang umum dilakukan :
1. Sistem A0 M1 M2 yang merupakan short lateral/inverse (R 1x) dengan spacing
A0 O = 1 ½ inch, dimana O adalah titik tengah antara M1 dan M2 .Pada sistem
ini arus listrik yang diberikan dari Ao kemudian diukur perbedaan potensialnya
pada titik antara elektrode M1 dan M2 .Sistem inverse pada intinya mengukur
resistivity mud cake pada lapisan permeable.
2. Sistem A0 M2 merupakan micronormal dengan spacing AM2 = 2 inch. Sistem
ini mempunyai investigasi pengukuran lebih kurang dua kali lebih jauh dari
sistem A0 M1 M2 dan pada sistem ini arus listrik yang diberikan dari A0 diukur
perbedaan potensialnya pada M2. Micronormal digunakan untuk mengukur
resistivity dari flush zone (Rxo). Adanya mud cake inilah yang menyebabkan
terjadinya pemisahan dari kedua kurva microlog tersebut. Lapisan porous
permeable ini ditandai dengan adanya mud cake pada permukaan dinding
lubang bor yang dinyatakan oleh munculnya separasi dari dua kurva microlog.
Microlog tidak akan memberikan keterangan yang berarti jika arus yang di
pancarkan hanya berada di sekitar mud cake (short circuit). Hal ini dapat terjadi jika
resistivitas formasi sangat tinggi dan tidak berfungsi pada keadaan oil basemud.
Separasi dua kurva positif jika R2”> R 1”x1” dan fluida hidrokarbon yang terkandung
dalam batuan porous tersebut merupakan hidrokarbon air tawar.

Separasi negatif dapat terjadi jika R2”< R 1”x1” dan fluida yang terkandung
biasanya air asin. Bila SP log tidak menghasilkan kurva yang baik, microlog dapat
digunakan untuk menentukan letak lapisan-lapisan yang porous dan permeabel.
Kriteria yang harus dipertimbangkan agar pengukuran microlog optimum yang
pertama sebagai indikator lapisan porous permeabel didalam susunan sand-shale
dengan range tahanan batuan formasi 1 – 200 ohm-m, porositas batuan lebih besar dari
15 %, Rxo/Rmc lebih kecil dari 15, ketebalan mud cake kurang dari ½ inch dan
kedalaman invasi lumpur lebih besar atau sama dengan 4 inch.
Microlog juga bermanfaat dalam memperkirakan porositas, menghitung faktor
formasi (F), melokasikan lapisan permeable dan memperkirakan water-oil contact
dibawah kondisi tertentu. Dan juga mencarikan batasan yang akurat dari batas lapisan
dan deliniasi dari zone produktif dan zone non produktif.

b) Microlaterolog (MLL)
Microlaterolog (MLL) Alat ini digunakan untuk menentukan Rxo pada batuan
yang keras, dimana lumpur yang digunakan mempunyai kadar garam yang tinggi.
Sehingga dengan mengetahui Rxo maka harga F bisa ditentukan berdasarkan F = Rxo/R
mf sehingga selanjutnya besarnya porositas efektif dapat ditentukan. MLL hanya
merekam satukurva yaitu tahanan flush zone (Rxo). Alat ini mempunyai 4 elektrode
yaitu sebuah elektrode pusat (Ao) dan 3 elektrode cincin M1, M2, dan A1 yang letaknya
konsentris terhadap Ao, seperti yang ditunjukkan dalam gambar 3.7.
Gambar 10. Distribusi Arus dan Posisi Elektrode MLL di dalam Lubang Bor

(Adi Harsono: “Evaluasi Formasi dan Aplikasi Log”, Schlumberger, Edisi-8. Jakarta, 1 Mei 1997)

Cara kerja MLL pada prinsipnya sama dengan laterolog, yaitu sejumlah arus
konstan Io yang diketahui intensitasnya dialirkan melalui elektrode pusat Ao dan
lainnya dialirkan melalui elektrode paling luar A1. Kemudian arus listrik secara
otomatis dan kontinyu diatur sedemikian rupa sehingga perbedaan potensial antara
elektrode M1 dan M2 praktis sama dengan nol sehingga tidak ada arus yang mengalir
dari Ao tapi dari M1 dan M2. Jadi arus dari Ao dipaksa mengalir horizontal kearah
formasi. Resistivity yang diukur adalah sebanding dengan potensial yang dicatat. MLL
hanya dapat digunakan dalam kondisi water base mud khususnya salt mud, dan tidak
berfungsi di dalam oil base mud, inverted emulsion mud serta keadaan lubang bor yang
terisi gas atau sudah dicasing. Jika invasi lumpur dangkal (kurang dari 4 inch) MLL
mungkin mengukur tahanan batuan zone uninvaded (Rt) karena MLL digunakan untuk
daerah penyelidikan sampai 4 inch. Ketebalan mud cake juga mempengaruhi
pembacaan harga Rxo.

c) Proximity Log (PL)


Proximity Log pada prinsipnya adalah sama dengan ML ataupun MLL, akan
tetapi PL dirancang untuk mengukur daerah yang lebih dalam lagi yaitu pada
penyelidikan 16 inch dan tidak tergantung pada ketebalan mud cake yang terbentuk.
Proximity Log mempunyai beberapa karakteristik, yaitu: dapat mengukur Rxo tanpa
dipengaruhi oleh mud cake sampai ketebalan mud cake ¾ - 1 inch, mempunyai radius
investigasi yang lebih besar dari ML maupun MLL, kurang sensistif terhadap
ketidakhomogenan lubang bor, biasanya alat ini diturunkan bersama-sama dengan ML
untuk mendeteksi adanya mud cake. Dalam pembacaan PL banyak dipengaruhi oleh
besarnya harga tahanan batuan zone uninvaded (Rt). Oleh karena itu harus diadakan
koreksi. Hasil pembacaan proximity log (RPL) dinyatakan dalam persamaan sebagai
berikut :

(1.3)

dimana J adalah faktor pseudo geometric dari zone invaded. Harga J merupakan fungsi
dari diameter invasi (Di). Sebagai harga pendekatan, jika Di > 40 inch harga J
mendekati 1 (satu). Jika Di < 40 inch maka harga R PL berada diantara R xo dan Rt,
biasanya lebih mendekati harga R. PL akan mengukur Rt jika invasi filtrat lumpur
sangat dangkal, sehingga secara praktis harga RPL = Rt. Operasi pengukuran dengan
alat ini akan memperoleh hasil yang optimum pada kondisi batuan invaded karbonat
atau sand, range tahanan batuannya 0.5 – 100 ohm-m, invasi lumpur dalam, dan
ketebalan mud cake lebih kecil dari ¾ inch.

MicroSpherical Focused Log (MSFL) MSFL biasanya di-run bersama dengan


alat log induksi atau laterolog. Serupa dengan alat microlog, pengukuran terhadap
MSFL dibuat dengan sebuah bantalan elektroda khusus yang ditekan ke dinding lubang
bor dengan batuan sebuah kaliper. Pada bantalan tersebut dipasang suatu rangkaian
bingkai logam yang konsentrik disebut elektroda yag mempunyai fungsi memancarkan,
memfokuskan, dan menerima kembali arus istrik yang hamper sama dengan cara kerja
elektroda laterolog. Bantalan pada MSFL ini kecil dan elektrodenya berdekatan
sehingga hanya beberapa inchi dari formasi dekat lubang bor yang diselidiki yang
mengakibatkan kita mempunyai suatu pengukuran dari resistivity di daerah rembesan.
Pengukuran terhadap diameter lubang bor secara bersamaan oleh caliper yang
merupakan bagian tak terpisahkan dari alat MSFL.
Gambar 11. Penampang Bantalan MSFL

(“Resistivity Measurement Tools”, Schlumberger, October 1984)

Referensi :

Harsono, A. (1997). Evaluasi Formasi dan Aplikasi Log Edisi-8. Induction Log. Jakarta:
Schlumberger OilField Services.

Resistivity Measurement Tools, Schlumberger, October 1984