You are on page 1of 11

Hubungan Antara Perilaku dan Pola Asuh Ibu dalam Pencegahan Karies

Gigi dengan Kejadian Early Childhood Caries (ECC) pada Anak


Prasekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Bandarharjo

Raras Sekti Pudyasari*), Henry Setyawan Susanto**), Retno Hestiningsih**)


*)
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro
**)
Staf Pengajar Bagian Epidemiologi dan Penyakit Tropik Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Diponegoro
Koresponden : sekti.raras@gmail.com

ABSTRACT
Early Childhood Caries (ECC) is defined as the presence of one or more cavities,
missing teeth resulting from caries, patched teeth of any primary tooth in a child
aged 6 years old or the younger. The prevalence of dental caries of children
under 12 years in Indonesia in 2013 is 89%. The purpose of this study is to
analyze behavior and parenting styles of mother in the prevention of dental caries
with Early Childhood Caries (ECC) in preschool children in the work area of
Bandarharjo Public Health Center. The type of research is analytic observational
research with cross sectional design. The population in this study is preschool
children with total of 1344 children, while the sample is taken as many as 158
children using multistage random sampling method. The result shows that there
are 137 preschool children (86,7%) have dental caries with the def-t index in the
number of 7,63 that is included as very high category. The results of bivariate
analysis with Rank Spearman test show that there is a relation between mother
knowledge (p=0,001; rho= -0,272; POR=1,5), mother attitude (p=0,000; rho=-
0,567; POR=2), mother practice (p=0,000; rho=-0,624; POR=2,8), mother
parenting styles(p=0,000; rho=-0,441; POR=4,7) with the incidence of dental
caries in preschool children. It is suggested for parents to accompany their
children for brushing with the correct method after eating and before sleeping for
2-3 minutes, to reduce cariogenic consumption and take routine control to the
dentist. It is important for Bandarharjo Public Health Center to increase dental
and oral health program in its working area.

Keywords :dental caries, behavior, parenting styles, preschool

PENDAHULUAN (kavitas atau non-kavitas), adanya


Karies botol atau yang sering disebut gigi yang hilang karena karies atau
Early Childhood Caries (ECC) adanya gigi yang ditambal pada gigi
adalah adanya satu atau lebih karies sulung anak usia 0 – 71 bulan.(1)

1
Survei Kesehatan Rumah Tangga kesehatan gigi. Data Riset Kesehatan
(SKRT) tahun 2009 menunjukkan Dasar (RISKESDAS) Nasional tahun
bahwa penduduk Indonesia yang 2013 melaporkan 40,4% anak usia
menderita karies gigi sebesar 73%. <1 – 9 tahun di Indonesia mengalami
Berdasarkan hasil RISKESDAS masalah gigi.(4) Karies gigi dapat
tahun 2013, prevalensi masalah menimbulkan berbagai masalah pada
kesehatan gigi di Indonesia adalah anak yang dapat berlanjut hingga
25,9% yang menunjukkan adanya anak mencapai usia dewasa. Dampak
peningkatan masalah gigi dan mulut. yang ditimbulkan dapat
Untuk prevalensi karies gigi mempengaruhi berbagai aspek dalam
berdasarkan provinsi terlihat bahwa kehidupan anak-anak dari segi fisik,
hampir semua provinsi di Indonesia emosi, mental dan juga kehidupan
mengalami kenaikan prevalensi sosial.(6,7). Berdasarkan hasil
karies dari tahun 2007 ke tahun penelitian Taupiek Rahman tahun
2013, di Jawa Tengah prevalensi 2014 pada siswa Taman Kanak-
karies aktif sebesar 47,6%.(2–4) Untuk Kanak di Kecamatan Kertak Hanyar
prevalensi karies aktifnya tertinggi menjelaskan bahwa terdapat
sebesar 66,7% yang mana angka hubungan antara status gizi pendek
tersebut dimiliki oleh Kota (stunting dengan tingkat karies gigi
Semarang.(5) Hal ini menunjukkan pada siswa-siswi taman kanak-kanak
bahwa penyakit karies atau gigi tersebut. Hasil penelitian indeks
berlubang masih menjadi masalah karies menunjukkan pada kelompok
bagi masyarakat, tentu saja tidak bisa anak gizi stunting lebih tinggi
di anggap ringan. dibandingkan kelompok anak gizi
Anak usia prasekolah adalah normal (3,3).(8)
satu kelompok yang rentan terhadap Karies gigi merupakan
penyakit gigi dan mulut karena penyakit gigi dan mulut yang
umumnya pada usia prasekolah, multifaktorial artinya adalah karies
anak-anak tersebut masih dapat terjadi apabila terdapat faktor
mempunyai perilaku atau kebiasaan penyebab yang saling berhubungan
diri yang kurang menunjang terhadap dan mendukung, yaitu host (gigi dan

2
saliva), mikroorganisme, substrat, Bandarharjo, Kecamatan Semarang
dan waktu.(9) Pengetahuan, sikap dan Utara, Kota Semarang. Penelitian ini
perilaku orang tua terhadap merupakan penelitian kuantitatif
kesehatan gigi dan mulut akan menggunakan jenis studi analitik
menentukan status kesehatan gigi observasional dengan desain
anak kelak. Mulai tumbuhnya gigi penelitian cross sectional. Populasi
merupak proses yang penting dari dalam penelitian ini adalah anak
pertumbuhan anak. Orang tua harus prasekolah dengan jumlah total 1344
mengetahui cara merawat gigi anak yang mana sampel penelitian
anaknya dan orang tua harus diambil sebanyak 158 anak dengan
mengajari anaknya cara merawat gigi menggunakan metode multistage
dengan baik. Walaupun masih random sampling. Pengambilan data
memiliki gigi susu, seorang anak primer dilakukan dengan melakukan
harus memiliki perhatian yang serius wawancara kepada orangtua dengan
dari orang tua. Kondisi gigi susu menggunakan kuesioner terhadap
anak sangat menentukan perilaku dan tipe pola asuh ibu dalam
pertumbuhan gigi permanen anak.(10) pencegahan karies gigi serta lembar
Selain itu pula perilaku dan observasi berisi tentang status karies
kebiasaan orang tua akan sangat gigi pada anak.
menentukan status kesehatan gigi
anaknya. HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis Univariat
MATERI DAN METODE Berdasarkan tabel
Tujuan Penelitian ini untuk 1.menunjukkan bahwa sebagian
menganalisis perilaku dan pola asuh besar ibu mempunyai pengetahuan,
ibu dalam pencegahan karies gigi sikap dan praktik dalam kategori
terhadap kejadian Early Childhood baik, yaitu 73,4%; 59,5% dan 58,2%
Caries (ECC) pada anak prasekolah. dari jumlah ibu. Untuk Pola asuh ibu
Sasaran pada penelitian ini adalah responden siswa taman kanak-kanak
anak prasekolah beserta ibunya yang sebagian besar termasuk dalam
berada di wilayah kerja Puskesmas

3
kategori tipe pola asuh demokratif tersebut karena nilai p < 0,05. Dari
yaitu sebanyak 79 ibu (50%). hasil uji rank spearman didapat nilai
Tabel 1. Analisis Univariat Variabel rho=-0,272 menunjukkan bahwa
Bebas dan Terikat
adanya kekuatan hubungan yang
Variabel Kategori f %
lemah dengan arah hubungan negatif.
Pengeta- Kurang 42 26,6
huan Ibu baik Nilai POR 1,5 (95% Cl = 1,1 – 2,1);
Baik 116 73,4
menunjukkan bahwa anak dengan
Sikap Ibu Kurang 64 40,5
baik pengetahuan ibu yang kurang baik
Baik 94 59,5
memiliki 1,5 kali lipat untuk terkena
Praktik Kurang 66 41,8
Ibu baik karies gigi dibandingkan ibu
Baik 92 58,2
responden yang mempunyai
Baik 87 55,1
Pola Asuh Permitif 63 39,9 pengetahuan baik. Dalam uji
Ibu Demokra 79 50,0 hubungan antara pengetahuan ibu
tif
Otoriter 16 10,1 dengan karies gigi pada anak
Status Karies 137 86,7 prasekolah, arah hubungan negatif
Karies Tidak 21 13,3
Karies memiliki arti berlawanan arah yaitu
def-t Sangat 29 18,4 semakin besar pengetahuan ibu,
Rendah
Rendah 6 3,8 maka semakin kecil indeks karies
Sedang 17 10,8 giginya (kejadian karies gigi).
Tinggi 21 13,3
Sangat 85 53,8 Tabel 2. Hubungan Pengetahuan Ibu
Tinggi dengan Karies Gigi Anak
Pengetahu- Karies Gigi
Total
Analisis Bivariat an Ibu Karies Tidak
Kurang n 40 2 42
Pengetahuan Ibu Baik % 95,2 4,8 100
Analisis uji hubungan n 97 19 116
Baik
% 83,6 16,4 100
menggunakan uji rank spearman, n 137 21 158
Total
hasil uji statistik pada penelitian ini % 86,7 13,3 100
p = 0,001; rho = -0,272; POR= 1,5
didapatkan nilai nilai p adalah 0,001.
Hasil penelitian tersebut
Nilai tersebut menunjukkan adanya
sesuai dengan penelitian yang
hubungan antara pengetahuan ibu
dilakukan oleh Tommy (2012), yang
dengan karies gigi pada anak, hal
mana dalam penelitian tersebut

4
menunjukkan adanya hubungan karies gigi sangat penting karena
antara pengetahuan ibu dengan dapat mempengaruhi perlakuan ibu
kejadian ECC pada anak (p =0,001), pada anak setiap harinya, termasuk
dengan nilai rasio prevalens sebesar pengetahuan tentang anjuran
3,3 (Cl 95% = 1,9 – 5,6). kunjungan ke dokter gigi, pengertian
Sebagian besar ibu sudah karies, penyebab karies, dan
mengetahui bagaimana menjaga bagaimana terjadinya karies gigi.(11)
kesehatan gigi dan mulut. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Sikap Ibu
73,4% dari total ibu responden Tabel 3. Hubungan Sikap Ibu dengan
Karies gigi Anak
memiliki kategori pengetahuan yang
Karies Gigi
baik. Diketahui sebagai besar ibu Sikap Ibu Total
Karies Tidak
sudah mempunyai pengetahuan Kurang n 64 0 42
Baik % 100 0 100
terkait pencegahan karies gigi pada
n 73 21 116
Baik
anak yang sudah baik. Namun % 77,7 22,3 100
n 137 21 158
pengetahuan ibu terutama Total
% 86,7 13,3 100
pengetahuan terkait tanda karies gigi, p = 0,000; rho= -0,567; POR= 2,0
penyebab karies gigi dan dalam Analisis uji hubungan dengan
pencegahan terkait oral hygiene menggunakan uji rank spearman,
seperti lama anjuran minimal waktu hasil uji statistik pada penelitian ini
dalam menyikat gigi dan banyaknya didapatkan nilai nilai p adalah 0,000.
pasta gigi yang diberikan untuk anak Nilai tersebut menunjukkan adanya
yaitu seukuran butiran biji kacang hubungan antara sikap ibu dengan
polong masih kurang. karies gigi pada anak, hal tersebut
Hubungan tingkat karena nilai p (0,000) < 0,05. Dari
pengetahuan ibu terhadap karies hasil uji rank spearman didapat nilai
dapat di pengaruhi oleh berbagai r= -0,567 menunjukkan bahwa
macam faktor seperti pendidikan, adanya kekuatan hubungan yang kuat
media informasi, sosial budaya dan dengan arah hubungan negatif. Nilai
ekonomi, lingkungan, pengalaman POR 2,0 (95% Cl = 1,5 – 2,6);
dan usia. Pengetahuan ibu terkait menunjukkan bahwa anak dengan

5
sikap ibu yang kurang baik memiliki Praktik Ibu
2,0 kali lipat untuk terkena karies Tabel 4. Hubungan Praktik Ibu
dengan Karies Gigi Anak
gigi dibandingkan ibu responden
yang mempunyai sikap baik. Dalam Karies Gigi
Praktik Ibu Anak Total
uji hubungan antara sikap ibu dengan Karies Tidak
karies gigi pada anak prasekolah, Kurang n 66 0 42
Baik % 100 0 100
arah hubungan negatif memiliki arti n 71 21 116
Baik
berlawanan arah yaitu semakin besar % 77,2 22,8 100
n 137 21 158
sikap ibu, maka semakin kecil indeks Total
% 86,7 13,3 100
karies giginya (kejadian karies gigi). p= 0,000; rho = -0,624; POR= 2,8
Analisis uji hubungan
Hasil penelitian tersebut
menggunakan uji rank spearman,
sesuai dengan penelitian yang
hasil uji statistik pada penelitian ini
dilakukan oleh Dwi (2014).
didapatkan nilai p adalah 0,000. Nilai
Diketahui dalam penelitian tersebut
tersebut menunjukkan adanya
menunjukkan adanya hubungan
hubungan antara praktik ibu dengan
antara sikap ibu dengan kejadian
karies gigi pada anak, hal tersebut
ECC pada anak prasekolah (p
karena nilai p <0,05. Dari hasil uji
=0,021), dengan nilai rasio
rank spearman didapat nilai rho= -
prevalensi sebesar 3,2 (Cl 95% = 1,1
0,624 menunjukkan bahwa adanya
– 9,1). Sikap ibu yang baik tentang
kekuatan hubungan yang kuat
pencegahan karies gigi merupakan
dengan arah hubungan negatif. Nilai
faktor predisposisi yang penting
POR 2,8 (95% Cl = 1,5 – 2,6);
dalam upaya pencegahan karies gigi
menunjukkan bahwa anak dengan
pada anak. Sikap yang negatif dan
praktik ibu yang kurang baik
motivasi yang kurang dari ibu
memiliki 2,8 kali lipat untuk terkena
tentang kesehatan gigi dan mulut
karies gigi dibandingkan ibu
dapat menghambat ibu untuk dapat
responden yang mempunyai praktik
berperilaku positif, Sikap dan
baik. Dalam uji hubungan antara
motivasi tersebut dibutuhkan sebagai
praktik ibu dengan karies gigi pada
stimulus yang akan membentuk
anak prasekolah, arah hubungan
perilaku individu.

6
negatif memiliki arti berlawanan arah ibu karena anak usia prasekolah
yaitu semakin besar praktik ibu, masih membutuhkan bimbingan dan
maka semakin kecil indeks karies bantuan orang lain dalam menjaga
giginya (kejadian karies gigi). kesehatan gigi dan mulutnya.
Hasil tersebut diperkuat
dengan penelitian yang dilakukan Pola Asuh Orang Tua
oleh penelitian Dwi (2014) yang Pola asuh adalah gambaran
menggunakan uji Chi Square tentang sikap dan perilaku orang tua
menunjukkan ada hubungan antara dalam mendidik, berinteraksi,
praktik ibu dengan kejadian karies bersosialisasi dan berkomunikasi
gigi pada anak (p= 0,001) p < 0,05. dengan anak dalam kehidupan
Hasil nilai POR yaitu 13,3 (Cl 95% = sehari-hari, yang dibagi menjadi 3
3,7 – 46,8) yang artinya bahwa anak tipe yaitu otoriter, permisif dan
yang mempunyai ibu dengan praktik demokratif. Untuk mengetahui pola
yang buruk mempunyai risiko 13,3 asuh orang tua, peneliti
lebih besar untuk terkena karies menggunakan kuesioner Parenting
dibandingkan dengan ibu yang Style and Dimension Questionare
mempunyai praktik baik.(12) . Praktik (PSDQ) yang dikembangkan oleh
pencegahan terhadap karies gigi akan Robinson pada tahun 2001.
berpengaruh langsung pada kejadian Analisis uji hubungan
karies gigi. Praktik ibu dalam menggunakan uji rank spearman,
pemeliharan kesehatan gigi dan hasil uji statistik pada penelitian ini
mulut yang baik dapat menurunkan didapatkan nilai nilai p adalah 0,000.
terjadinya karies gigi dan sebaliknya Nilai tersebut menunjukkan adanya
praktik ibu dalam pemeliharaan hubungan antara pola asuh orang tua
kesehatan gigi dan mulut yang buruk dengan karies gigi pada anak, hal
dapat meningkatkan terjadinya karies tersebut karena nilai p <0,05. Dari
gigi. Besar dan kecilnya risiko hasil uji rank spearman didapat nilai
timbulnya karies gigi pada anak rho= -0,441 menunjukkan bahwa
dipengaruhi oleh kesadaran dan adanya kekuatan hubungan yang
kebiasaan anak tersebut serta peranan lemah dengan arah hubungan negatif.

7
Nilai POR pada pola asuh otoriter tidak mudah mengalami gangguan
4,7 (95% Cl = 1,7 – 3,8); psikologis.(13).
menunjukkan bahwa anak dengan
pola asuh otoriter memiliki 4,7 kali KESIMPULAN
lipat untuk terkena karies gigi Berdasarkan hasil penelitian,
dibandingkan pola asuh yang diketahui bahwa sebanyak 86,7%
lainnya. anak dari jumlah responden
Tabel 6. Hubungan Pola Asuh Orang mengalami karies gigi dengan rata-
Tua dengan Karies Gigi
rata indeks karies (def-t) yaitu 7,63
Anak
yang termasuk dalam kategori sangat
Karies Gigi
Pola Asuh Anak Total tinggi. Banyak faktor risiko yang
Karies Tidak
dapat menyebabkan karies gigi pada
Permi- n 62 1 63
tif % 98,4 1,6 100 anak, diantaranya perilaku ibu dan
Demo- n 60 19 79
pola asuhnya dalam pencegahan
kratif % 75,9 24,1 100
Otori- n 15 1 16 karies gigi. Berdasarkan analisis
ter % 93,8 6,3 100
bivariat, adanya hubungan antara
n 137 21 158
Total
% 86,7 13,3 100 antara variabel pengetahuan, sikap,
p= 0,000; rho= -0,441; POR=4,7 dan pola asuh ibu dengan kejadian
Untuk mencegah terjadinya
Karies gigi pada anak Prasekolah.
gangguan kesehatan pada anak maka
diperlukan penerapan pola asuh yang
SARAN
baik. Pola asuh orang tua yang baik
Adapun saran dalam penelitian ini
dilakukan dengan selalu
adalah sebagai berikut :
mengekspresikan kasih sayang
Bagi Orang Tua
(memeluk, mencium, memberi
a. Selain pendampingan dan
pujian), melatih emosi dan
pengawasan, orang tua juga
melakukan pengontrolan pada anak
mempraktikkan langsung teknik
sehingga anak akan merasa
menggosok gigi pada anak
diperhatikan. Anak yang merasa
dengan waktu minimal setelah
diperhatikan dan disayangi oleh
makan dan sebelum tidur selama
orangtuanya akan lebih ekspresif dan
2-3 menit.

8
b. Untuk mengurangi risiko karies Puskesmas Bandarharjo
gigi, diharapkan lebih b. Bekerja sama dengan sektor unit
memperhatikan konsumsi lain, bagian KIA untuk
makanan anak, terutama pemantauan karies gigi pada
makanan jajanan yang balita di posyandu setiap bulan
mengandung gula. Selain itu, Bagi Instansi Pendidikan
membiasakan anak Prasekolah
mengkonsumsi makanan yang a. Lebih meningkatkan kembali
mengandung serat seperti buah peran UKGS (Unit Kesehatan
dan sayur juga sangat Gigi Sekolah) seperti melakukan
diperlukan. praktik langsung gosok gigi
c. Perlunya kunjungan berkala 6 setiap hari setelah jam makan
bulan sekali ke dokter/ bekal bersama
puskesmas untuk memperoleh
berbagai nasihat preventif yang
DAFTAR PUSTAKA
tepat terkait kesehatan gigi
mulut juga agar anak terbiasa 1. American Academy of Pediatric

dengan perawatan gigi dan Dentistry. Definition of Early

memungkinkan seorang dokter Childhood Caries ( ECC ). Am

lebih cepat mengidentifikasi Acad Pediatr Dent. 2008;4:15.

karies pada gigi anak 2. Kementerian Kesehatan RI.

Bagi Puskesmas Bandarharjo Pusat Data dan Informasi

a. Lebih meningkatkan lagi (INFODATIN) Situasi

program UKGS (Unit Kesehatan Kesehatan Gigi dan Mulut.

Gigi Sekolah) dalam pelayanan Jakarta: Badan Penelitian dan

kesehatan gigi dan mulut, seperti Pengembangan Kesehatan

melakukan pemeriksaan gigi Departemen Kesehatan Republik

secara rutin minimal 6 bulan Indonesia; 2014. 1-8 p.

sekali dan penyuluhan terkait 3. Kementerian Kesehatan RI.

kesehatan gigi dan mulut ke Riset Kesehatan Dasar

sekolah-sekolah di wilayah kerja (RISKESDAS) 2007. Jakarta:

9
Badan Penelitian dan Diagnosis of Early Childhood
Pengembangan Kesehatan Caries. Scientific Article.
Departemen Kesehatan Republik Quebec Dent J; 2006 Apr;6–8.
Indonesia; 2008. 130-147 p. 8. Rahman T, Adhani R, Triwanti.
4. Kementerian Kesehatan RI. Hubungan Antara Status gizi
Riset Kesehatan Dasar Pendek (STUNTING) dengan
(RISKESDAS) 2013. Jakarta: Tingkat Karies Gigi (Tinjauan
Badan Penelitian dan pada Siswa-Siswi Taman
Pengembangan Kesehatan Kanak-Kanak di Kecamatan
Departemen Kesehatan Republik Kertak Hanyr Kabupaten Banjar
Indonesia; 2013. 110-119 p. tahun 2014). Dentino J Kedokt
5. Kementerian Kesehatan RI. Gigi. 2016;I(1):88–93.
Riset Kesehatan Dasar dalam 9. Casamassimo PS, Fields HW,
Angka Provinsi Jawa Tengah McTigue DJ, Nowak AJ.
2013. Jakarta: Badan Penelitian Pediatric Dentistry: Infancy
dan Pengembangan Kesehatan Through Adolescence Fifth
Departemen Kesehatan Republik Edition. Missouri: Elsevier;
Indonesia; 2013. 177-194 p. 2013. 178-183 p.
6. Goran K, S. P. Pediatric 10. Afiati R, Adhani R, Ramadhani
Dentistry: A Clinical Approach. K, Diana S. Hubungan Perilaku
3nd ed. [Internet]. Copenhagen: Ibu Tentang Pemeliharaan
Wiley-Blackwell; 2017. 102-110 Kesehatan Gigi dan Mulut
p. Available from: Terhadap Status Karies Gigi
https://books.google.co.id/books Anak. Dentino J Kedokt Gigi.
?id=ZwdDDQAAQBAJ&printse 2017;II(1):56–62.
c=frontcover&dq=.+Pediatric+D 11. Harun Achmad M. Buku Saku
entistry:+A+Clinical+Approach. Karies dan Perawatan Pulpa
2nd+ed&hl=id&sa=X&redir_esc pada Gigi Anak. Jakarta: Sagung
=y#v=onepage&q=impact Seto; 2015. 54-227 p.
caries&f=false 12. Ernawati D. Perilaku Ibu Dalam
7. Msefer S. Importance of Early Upaya Pencegahan Karies Gigi

10
pada Anak Prasekolah (Early
Childhood Caries) Usia 4 - 5
Tahun di Desa Mirit Kecamatan
Mirit Kabuoaten Kebumen.
Universitas Diponegoro; 2014.
13. Fatimah L. Hubungan Pola Asuh
Orang Tua dengan
Perkembangan Anak di R.A
Darussalam Desa Sumber
Mulyo, Jogoroto, Jombang. Pros
Semin. 2012;1(2):6.

11