You are on page 1of 8

MAKALAH TERSTRUKTUR

SELEKSI CALON ANGGOTA KPU


KABUPATEN HALMAHERA BARAT

Oleh:
AMAT RERY

Makalah Terstruktur ini Diajukan Sebagai Bukti Pemenuhan Salah Satu Syarat
Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten Halmahera Barat
Periode Tahun 2019 – 2024
A. BAGIAN PERTAMA

1. Uraikan secara singkat siapa diri Anda dan bagaimana Anda dibesarkan dalam
keluarga?

Nama Saya Amat Rery, lahir pada tanggal 30 Agustus 1966, saya dibesarkan dari
kalangan keluarga POLRI yang pada masa sebelum Reformasi, Image yang timbul
ditengah-tengah masyarakat bahwa kami adalah Keluarga Pendukung Pohon Beringin
(Partai Golkar) karena profesi dari ayah saya adalah seorang Polisi, ironis memang
tapi itulah faktanya. Mendapat tekanan dan perintah dari atasan, mau tidak mau
banyak keluarga polisi yang bersikap demikian. Namun tidak dengan keluarga Kami,
Ayah kami mengajarkan kami untuk bersifat netral, memilih itu bukan tentang
perintah tetapi panggilan hatimu dan penilaian dirimu, tutur nasehat Ayah kami, ia
mengajarkan banyak hal kepada kami anaknya, dimulai dari sikap disiplin sejak kecil
dan pembagian pola kerja yang ditanamkan sedari dini, sehingga kami bersaudara
sudah punya tugas rumah masing-masing, apabila tugas rumah belum diselesaikan,
maka kami pasti tidak mendapat izin untuk keluar bermain.

2. Uraikan mengenai pekerjaan saat ini dan bagaimana Anda menggunakan waktu di luar
pekerjaan resmi sehari-hari.

Saat ini saya bekerja sebagai Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten
Halmahera Barat Divisi Perencanaan dan Data yang membidangi Pemutahiran Data
dan Daftar Pemilih Pemilu. Dalam menggunakan waktu diluar pekerjaan resmi sehari-
hari adalah bersosialisasi dengan masyarakat dan menjelaskan pentingnya
menggunakan hak demokrasinya dalam setiap pelaksanaan pemilihan. Apakah itu
pemilihan kepala daerah, ataupun pemilu DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD
Kab/Kota serta pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Dimana setiap pemilih yang akan
menggunakan hak demokrasinya harus terdaftar dalam daftar pemilih. Untuk itu peran
aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk pro aktif dalam mengkroscek namanya
apakah sudah terdaftar dalam daftar pemilih di desanya masing-masing.
Dan pada malam hari serta hari liburlah waktu saya tercurah untuk keluarga saya.
Karena bagi saya waktu bekerja adalah saatnya untuk bekerja dan waktu libur adalah
saatnya untuk bersama keluarga.

3. Dalam organisasi apa saja Anda luangkan waktu Anda (mohon sebutkan organisasi-
organisasi tempat Anda terdaftar dalam 2 tahun terakhir).

Sebagai Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) kami tidak diperkenankan aktif
dalam organisasi apapun.

4. Sebutkan minimal 5 (lima) nama orang (di luar keluarga dan tempat anda
bekerja/kantor) yang sering berintreksi dengan Anda.

Diantara beberapa orang yang sangat peduli dan teman berdiskusi dan berinteraksi
saya diantaranya adalah :
1. Bapak Kasman Tan, SE beralamat di BTN Kel. Maliaro Ternate.
2. Ibu Hj. Nur Azizah beralamat di Perumnas Ternate.
3. Bapak Bustamin, SH, MH beralamat di Desa Dehe, Kec. Jailolo Selatan.
4. Ibbu Nurhayati Halet beralamat di Desa Dehe, Kec. Jailolo Selatan.
5. Bapak Muhtar Dulman beralamat di Desa Moiso, Kec. Jailolo Selatan.

5. Siapakah orang-orang yang banyak mempengaruhi hidup Anda? Mengapa?

Diantara orang yang paling mempengaruhi hidup saya adalah Orang Tua Saya dan
Istri Saya, karena Hidup saya pasti akan saya habiskan dengan mereka, Hidup semasa
kecil sampai remaja sangan banyak berinteraksi dengan Orang Tua daripada
lingkungan, maka tak heran, masa remaja saya lebih banyak saya habiskan dirumah
ketimbang di lingkungan masyarakat, setelah saya menikah istri saya pulalah yang
mulai mempengaruhi hidup saya, karena tempat berkonsultasi, mencurahkan isi hati
dan tempat saling berbagi adalah dengannya, maka tak heran mereka adalah orang-
orang yang sangat mempengaruhi hidup saya.
6. Berikanlah skor dari 0 – 100 yang mencerminkan skor integritas Anda (di mana 100%
sangat berintegritas dan 0% sangat tidak berintegritas). Jelaskanlah mengapa Anda
menilai skor Anda demikian.

Bila ditanya tentang integritas, maka intgritas saya adalah 80 %, mengapa tidak 100%,
karena saya masih manusia, saya bukan malaikat yang intgritasnya 100 % kepada
Tuhannya, mungkin saya hanya 80 % karena masih banyak sisi kekurangan saya yang
bisa jadi saya tidak mengetahuinya.
Mengapa saya yakin saya mempunyai integritas 80%, karena dikalangan masyarakat
dan lingkungan, saya dikenal sebagai orang yang jujur, ulet dan mempunyai pengaruh
ditengah-tengah masyarakat.
Dan selama saya menjabat sebagai Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU)
Kabupaten Halmahera Barat, saya tidak pernah terlibat dengan korupsi, kolusi,
nepotisme ataupun suatu tindakan yang melanggar hukum dan perundang-undangan
yang berlaku, baik di lingkungan tempat kerja maupun dalam lingkungan
bermasyarakat.

B. BAGIAN KEDUA
1. Kecurangan/manipulasi dalam pemilu seringkali terjadi dan seolah-olah tidak
terelakkan. Ada kecurangan yang bisa ditoleransi dan ada kecurangan/manipulasi yang
sama sekali tidak dapat ditoleransi. Setujukah Anda dengan pernyataan tersebut?
Jelaskan dengan menyebut alasan-alasannya dan beri contoh pada kasus-kasus yang
Anda pernah ketahui atau alami sendiri.

Saya kurang setuju bila dikatakan kecurangan bisa ditoleransi, karena kecurangan
merupakan salah satu perbuatan yang melanggar Undang-Undang, maka setiap
kecurangan harus ditindak, bila kecurangan itu diaggap kecil, maka penindakan juga
harus dilakukan sebagai efek jera bagi pelaku kecurangan, karena kecurangan-
kecurangan yang besar terjadi itu dimulai dari kecurangan-kecurangan kecil. Saya
masih ingat saat Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2004-2009 dimana terdapat
Ketua PPK Kecamatan Ibu Utara (Bpk. Pdt. Salopa) mengalihkan sebagaian perolehan
suara pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) dan Muhamad Yusuf Kalla (JK) ke Megawati Soekarno Putri dan K.H. Hasyim
Muzadi, hal ini terbukti pada saat pelaksanaan rekapitulasi perolehan suara ditingkat
Kabupaten Halmahera Barat sehingga yang bersangkutan diproses secara hukum dan
dipenjara selama 2 (dua) tahun.
Bila hal ini dibiarkan, ini akan menjadi api-api kecil yang kemudian bisa menjadi
besar, apabila ada kecurangan/manipulasi ditoleransi tanpa ada peringatan/teguran
maka tidak akan ada efek jera bagi pelaku pelanggar kecurangan tersebut.

2. Pernahkah Anda menghadapi situasi di mana Anda seolah-olah terpaksa harus


melakukan kecurangan/manipulasi untuk mencapai tujuan tertentu? Apakah yang
Anda lakukan untuk mengatasinya?

Saya belum pernah terlibat dalam situasi untuk melakukan kecurangan, dan sekiranya
ada pihak yang harus memaksa, bagi saya lebih baik menolaknya walaupun akhirnya
harus dipecat dari jabatan, dikucilkan dari pergaulan, karena kejujuran adalah harga
mati yang tidak dapat ditawari.

3. Dalam kehidupan bermasyarakat seringkali kita dihadapakan pada situasi dimana


Anda harus memutuskan sesuatu sementara dasar hukum yang melandasainya kurang
jelas. Apakah yang Anda jadikan pegangan dan mengapa?

Bila terjadi dalam situasi dan kondisi ini, maka sebelum kita mengambil kebijakan
dari Norma Hukum, maka kebijakan Norma Sosial sebagai solusi, maksudnya adalah
jangan terburu-buru mengambil keputusan bila dasar hukumnya masih kurang jelas,
lakukan pendekatan sosial kepada masyarakat agar jangan main hakim sendiri, berikan
pemahaman bahwa ada pihak yang lebih berwenang yang bisa menarik keputusan,
karena kita bukan sang pengadil yang bisa mengadili sesuai keinginan dan kehendak
masyarakat banyak, tetap berpegang terhadap KUHP bila berkaitan dengan tindakan
kriminal dan berpegang kepada Undang-Undang bila menyangkut hal lainnya.

C. BAGIAN KETIGA
1. Apakah Anda pernah melakukan kegiatan sosial/politik/ekonomi/budaya yang
menurut Anda penting? Ceritakan, apakah tujuan aktivitas itu? Apakah peran Anda
dalam kegiatan tersebut? Seberapa besar dampak yang telah dihasilkan bagi
masyarakat? Jelaskan. Apakah ada dukungan atau kendala yang Anda jumpai dalam
mencapai tujuan yang anda impikan? Apakah ada rencana untuk memperbesar
aktivitas Anda?

Sampai saat ini saya belum pernah melakukan kegiatan sosial/politik/ekonomi/budaya,


yang saya lakukan hanyalah bersosialisasi dengan kelompok-kelompok masyarakat
disekitar tempat tinggal saya tentang betapa pentingnya hak demokrasi yang diberikan
negara untuk menyalurkan hak politik dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu).

2. Sebutkan beberapa orang yang Anda anggap berperan besar yang ikut serta dalam
aktivitas Anda? Apa peran mereka?

Diantara orang-orang yang berperan besar dalam kehidupan saya yakni :


Orang Tua : mereka adalah Pondasi awal saya dalam mengarungi hidup, mereka
sumber inspirasi, sumber kekuatan, sumber tauladan dan pemberi contoh.
Istri dan anak-anak : adalah energi saya, diibaratkan sebagai mesin bagi motor, sumber
energi untuk bergerak, karena mereka saya bekerja dengan gigih dan tekun.

3. Sebutkan alasan Anda, apakah pengalaman Anda dalam melakukan kegiatan


berorganisasi selama ini berguna pada saat Anda menjadi salah seorang anggota KPU
Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota (bila anda terpilih).

Pengalaman saya sebagai Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupatem


Halmahera Barat selama 1 (satu) periode (2014-2019) adalah guru yang paling
berharga, dimana dalam pelaksanaan tugas dituntut untuk selalu bekerjasama serta
kompak dalam mengambil suatu keputusan dalam organisasi yang dilakukan dengan
musyawarah (pleno), maka bila saya menjadi anggota KPU, setidaknya sudah ada
pengalaman yang bias menjadi panduan saya dalam pelaksanaan tugas sebagai
anggota KPU.
D. BAGIAN KEEMPAT
1. Apa tanggapan Anda terhadap pernyataan berikut. Setiap manusia dalam bertindak
selalu dapat dipengaruhi oleh pihak lain, baik tindakan buruk atau baik dalam
menyelenggarakan Pemilu, anggota KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota juga
dapat dipengaruhi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu, baik yang
sejalan atau tidak sejalan dengan misi KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota. Pihak
manakah menurut Anda yang dapat dijadikan mitra kerja dalam mendukung misi KPU
Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota dan sebaliknya pihak manakah yang harus Anda
waspadai dapat mengganggu misi KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota.

Seluruh pihak yang ingin memajukan Bangsa dan Negara ini, yang ingin KPU
menjadi sebuah lembaga Independen yang bersih adalah Mitra Kerja KPU, namun bila
ada iming-iming atau permintaan yang akhirnya menggores dan mencoreng prinsip
dari Visi dan Misi KPU, maka tidak layak untuk menjadi Mitra KPU, maka diantara
pihak yang seharusnya menjadi mitra dari KPU adalah lembaga independent seperti
KPK, TNI dan POLRI yang tidak terikat dengan unsur kepentingan pemilihan
sedangkan lembaga-lembaga yang harus diwaspadai untuk dijadikan mitra mengingat
mereka adalah pejabat yang sangat berkepentingan terhadap pemilihan umum adalah
pihak DPR - DPRD dan DPD beserta para pimpinan-pimpinan Partai Politik.

2. Bila Anda terpilih sebagai calon anggota KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota,
apa yang akan anda lakukan agar anda terpilih.

Sebagai manusia biasa saya hanya bisa berdo’a kepada Allah SWT dan tunduk serta
patuh pada putusan tim seleksi yang menilai kami. Kiranya Dia sang pemilik hati
dapat menggerakkan hati Tim Seleksi dan pimpinan KPU RI untuk memilih saya
sebagai salah satu anggota KPU Kabupaten Halmahera Barat.

3. Bila Anda terpilih menjadi anggota KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota, apakah
strategi yang menurut Anda tepat untuk menghindari intervensi negatif dari pihak lain.
Jelaskan!
Menurut saya strategi yang baik untuk menghindari intervensi negatif dari pihak lain
adalah sikap terbuka, pimpinan terbuka kepada bawahan, terbuka kepada media,
terbuka kepada masyarakat, biarkan masyarakat yang menilai, kita hanya berusaha
yang terbaik dan pegang kuat independensi dalam diri setiap anggota.

4. Seberapa besar pengaruh keluarga atau teman pada diri Anda? Siapa saja orang-orang
yang harus Anda dengarkan dan mengapa suara mereka penting Anda dengar?

Orang tua dan Istri mempunyai pengaruh yang besar terhadap diri saya, jelas mereka
adalah tempat saya bercerita dan mencurahkan isi hati, maka nasehat orang tua dan
istri saya adalah sangat penting.

E. BAGIAN KELIMA
1. Sejak kapan Anda tertarik dengan masalah Kepemiluan dan Demokrasi? Mengapa?

Saya sangat tertarik dengan kepemiluan dan demokrasi ini semenjak saya ditugaskan
sebagai staf pada Sekretariat KPU Kabupaten Halmahera Barat. Hal ini yang membuat
saya sering berinteraksi dengan Partai Politik dalam keseharian tugas saya.

2. Bila Anda pernah menulis buku dan /atau artikel mengenai Kepemiluan dan
Demokrasi, apa dan dimuat/diterbitkan dimana serta apa basis argumentasi buku
dan/atau artikel tersebut?

Untuk saat ini saya belum ada menulis buku dan artikel mengenai kepemiluan dan
demokrasi.