You are on page 1of 6

Bentuk kerjasama dan dampak yang dihasilkan pada masa perang dunia I

Disusun oleh :

Feren Novia Amalia

Ridwan Nur Prasetyo

Dian Fitri R

Nia Yuli P

Riki Nur

Pendidikan IPS A 2016

Pendahuluan

Pada masa sebelum perang dunia ke I kaisar jepang menjunjuk seorang kanselir yang
bernama Panggeran Otto von Bismarck (1815-1898) dimana Panggeran Otto von Bismarck
mendapat julukan “kanselir besi”. Bismarck merupakan kanselir yang berhasil merubah Jerman
menjadi keadaan yang lebih baik. Menurut Mansbach (2012:125) menyatakan bahwa unifikasi
Jerman telah menyebabkan kenaikan pendapatan perkapita naik 4 kalii lipat antara 1860 dan
1913. Dalam hal tersebut kenaikan perekonomian tersebut tentunya memicu Negara-negara lain
di Eropa mengenai kekhawatiran Jerman akan menjadi Negara terbesar di Eropa.

Menurut Mansbach (2012:125) Bismarck pada dasarnya seorang yang konservatif dan
setelah menyatukan Jerman, dia tidak mempunyai ambisi territorial lagi. sebaliknya, dia
berusaha menjaga status quo di Eropa dengan menjerat musuh-musuh potensial dalam
perjanjian-perjanjian yang dibuat untuk tetap mengisolasi Prancis yang telah menjadi
musuh bebuyutan Jerman karena Jerman merebut dua propinsi perbatasan Negara itu
yakni Alsace dan Lorraine setelah perang Prancis-Prusia.
Dalam mengatasi serangan dari musuh-musuh Bismarck membentuk aliansi ganda
(1879) yaitu terdiri dari Jerman dan Austria-Hongaria yang sepakat salig membantu ketika salah
satu diserang oleh musuh. Menurut Mansbach (2012:126) dia juga membentuk Liga Tiga Kaisar
(1872,1881) yang menjanjikan solidaritas diantara tiga raja konservatif Eropa ( kaisar Rusia,
kaisar Jerman dan kaisar Hongaria-Austria). Selain kedua perjanjian tersebut juga terdapat
Perjanjian Jaminan (1887) yangterdapat perjanjian bahwa dalam keadaan tertentu Rusia dan
Jerman akan bersikap netral jika salah satu dari kedua negara terlibat dalam perang namun
terdapat pengecualian dimana jika Jerman menyerang Perancis dan Rusia menyerang Austria.
Perjanjian tersebut justru memunculkan sebuah pertentangan karena pada hakikatnya Rusia dan
Austria terlibat dalam persaingan di Balkan hingga memunculkan perang antar keduanya. Ketika
pada tahun 1890 kaisar Wilhelm(1859-1941) memecat Bismarck karena dianggapnya telah
melakukan kesalahan besar. kaisar Wilhelm merupakan kaisar yang bertolak belakang dengan
Bismarck, kaisar Wilhelm mempunyai ambisi besar untuk mendirikan kekaisaran Jerman. kaisar
Wilhelm banyak melakukan profokasi seperti halnya bahwa Jerman tidak menyukai Inggris.
Menurut Mansbach (2012:127)dalam wawancara di Koran London Daily menyebutkan bahwa
dia menghina orang Rusia, Prancis dan Jepang.

Keadaan semakin panas ketika dimulainya perlombaan senjata angkatan laut dimulai
antara Anglo-Jerman sehingga memicu persaingan perlombaan senjata dan kemungkinan untuk
perang. Dalam hal tersebut meskipun inggris menganggap bahwa pertumbuhan industry,
penduduk, perdagangan hingga koloni Jerman masih dapat di atasi namun tetap saja
menimbulkan kekawatiran . dalam hal tersebut musuh angkata laut yag berbahaya bagi Jerman
adalah Inggris. persaingan semakin menjadi ketika ingris mulai membangun jenis kapal tempur
baru yang mempunyai kualitas sangat baik mulai dari pesenjataan hingga kecepatan kapal.
Persaingan juga di tunjukan oleh Jerman ketika jerman berhasil menciptakan Dreadnought yang
kecanggihanya mengalahkan kapal Inggris. persaingan senjata ini juga di iringi dengan
perlombaan senjata di daratan antara Prancis dan Rusia melawan Jerman dan Austria-Hongaria.
Dalam hal tersebut menyebabkan kekawatiran dalam berbagai pihak sehingga banyak merekrut
tentara. keteganggan yang terjadi memyebabkan kebangkitan di seluruh Eropa. Menurut
Mansbach (2012:130) kebangkitan tersebut contohnya nasionalisme jerman terfokus pada
pencapaian sebuah kekaisaran dunia untuk mengimbangi kebesaran ekonomi dan militer Negara
itu yang terus meningkat. Di Prancis, nasionalisme terfokus pada usaha mendapatkan kembali
Alsace-Lorraine dan membatalkan keputusan perang Fransco-Prusia.

Ketika itu suasana semakin panas ketika terjadi krisis di Balkan pada 1908 dan
menghantarkan eropa kedalam jurang perang. Ketika Bosnia-Honggaria di Balkan yang jatuh
ketangan Austria-Hongaria pada 1878, ketika eropa terfokus pada peristiwa-peristiwa lain
termasuk di Turki dan kekalahan lain dalam perang Rusia-Jepang(1904-1905), Austria-Hoggaria
memutuskan untuk menganeksasi Bosnia-Honggaria menjadikanya bagian dari kekaisaranya.
Krisis diawali dengan pertemuan menteri negeri Austria dan Rusia pada 19 September 1908.
Menurut Mansbach (2012:132) terjadi tukar menukar dukungan: Rusia mengabaikan aneksasi
Austria dan sebagai imbalanya Austria mendukung usaha Rusia untuk mendapatkan jalan bebas
bagi kapal-kapa perang Rusia melewati Konstantinopel dan Darnella dari laut Hitam ke laut
Tenggah. Namun, kesalahpahaman soal waktu meracuni hubungan Austria-Rusia. Austria
mengumumkan aneksasi Bosnia-Herzegovim pada 3 Oktober sebelum Rusia memperole izin
Negara-negara Eropa lain sebagaimana dikehendaki dalam perjanjianr Karena kelemahan militer
rusia dan menambah tekad Rusia untuk membalas dendam pada 1914.

Pembunuhan Archduke Franz Ferdinand, pewaris mahkota Austro-Hungaria, dan istrinya,


Archduchess Sophie, di Sarajevo pada 28 Juni 1914, menjadi pencetus permusuhan, yang
dimulai pada Agustus 1914. Selama Perang Dunia I, Blok Entente – Inggris, Prancis, Serbia, dan
kekaisaran Rusia (belakangan juga bergabung Italia, Yunani, Portugal, Rumania, dan Amerika
Serikat) – berperang melawan Blok Sentral – Jerman dan Austria-Hungaria (belakangan
bergabung Turki Ottoman dan Bulgaria). Negara-negara yang tergabung kedalam perang dunia 1
dihasilkan karena berbagai macam faktor yang mempengaruhinya. Dalam hal tersebut selama
perang dunia I tentunya banyak mengasilkan kerjasama dengan berbagai macam pihak yang
terkadang bentuk kerjasama tersebut dilandasi dengan sebuah perjanian yang diharapkan mampu
memberikan keuntungan yang seimbang bagi pihak-pihak yang melakukan kerjasama. Perang
dunia I juga disebut dengan perang besar sehingga dalam hal tersebut akan meninggalkan banyak
dampak dalam berbagai bidang.

Pembahasan

A. Pembentukan Tripel Entente dan Aliance

B. Perjanjian Versailles
Perjanjian Versailles merupakan sebuah perjanjian yang menandakan berakhirnya
Perang Dunia I sekutu dengan Jerman. Melalui konferensi paris jerman menandatangani
genjatan sejanta pada bulan November 1918 di Compiegne Forest. Negara sekutu
melakukan negosiasi pada 7 Mei 1919, disaat peringatan RMS Lusitania, aturan yang
diterapkan yaitu Jerman menyerahkan sebagian wilayah ke beberapa negara tetangga dan
juga melepaskan wilayah koloni serta dibatasinya tentara militer Jerman.
Dalam konferensi ini dihadiri oleh para pemimpin Negara yang menang antara
lain Woodrow Wilson dari Amerika, David Lloyd George dari Inggris, Georges
Clemenceau dari Prancis, dan Victoria Orlando dari Italia. perjanjian Versailles tidak
sebagian menyebutnya Mahkamah Agung Sekutu, karena pada perjanjian tersebut semua
isi perjanjian ditetapkan oleh pihak negara-negara Sekutu, 28 Juni 1919 perwakilan
Jerman diundang ke Versailles untuk menandatangani perjanjian tersebut.
Dalam perjanjian tersebut Jerman harus betanggung jawab penuh atas penyebab
peperangan melalui pasal 231-247.

LATAR BELAKANG PERJANJIAN VERSAILES


Pada tanggal 11 November 1918, perwakilan Jerman menandatangani gencatan senjata,
dan dalam Perjanjian Versailles pada tahun 1919 para negara pemenang perang yaitu Amerika
Serikat, Inggris Raya, Prancis, dan negara-negara sekutu lainnya memberikan ketentuan
hukuman kepada jerman dalam kewilayahan, kemiliteran, dan juga ekonomi. Sebagian barat,
Jerman harus memberikan daerah Alsace-Lorraine ke Pranci serta Belgia hasil perjanjian
tersebut mendapatkan Eupen dan Malmedy.
Dalam perjanjian tersebut Jerman telah kehilangan wilayah koloninya. Namun,
sebenarnya perjanjian Versailles terjadi karena adanya perang dunia pertama yang tercetus
karena pada perang dunia pertama Pangeran Franz Ferdinand dari Austro-Hongaria beserta istri
mengalami pembunuhan di Sarajevo Bosnia yang dilakukan oleh nasionalis Yugoslavia dengan
teroris Serbia Gavrilo Princip, 28 Juni 1914. Pada saat itu Bosnia salah satu kawasan Austria
yang telah dituntut oleh Serbia.
Terjadinya ultimatum Habsburg terhadap Kerajaan Serbia, sehingga hitungan minggu
saja peperangan pun tak terelakan. Sehingga konflik tersebut menyebar ke seluruh dunia, dengan
melalui bantuan Jerman pihak Austria-Hungaria untuk memutuskan perang Serbia. Pada tanggal
28 Juli 1914 Austria-Hungaria menyerang Serbia, pihak serbia dibantu Rusia ketika diserang
oleh tentara Jerman.

Jerman, Austria-Hungaria, dan beberapa sekutunya merupakan Blok Sentral sedangakan


negara-negara yang menentang mereka yaitu Blok Sekutu. Peperangan berlanjut dan negara-
negara lain pun ikut campur tangan. Seperti Italia bergabung yang bergabung dengan sekutu
karena dan disusul pada tahun 1917, Amerika Serikat mengikuti perang dan memihak sekutu.

ISI PERJANJIAN VERSAILES


Dengan pecahnya perang dunia yang pertama ini melatar belakangi perjanjian Versailles,
dibawah ini isi perjanjian Versailles yaitu:

1. Jerman harus memberikan daerah Elzas Lotaringen kepada Perancis, daerah Eupen,
Malmedy, dan Meresnet kepada Belgia, daerah Prusia Barat dan Posen kepada Polandia
serta penyerahan kota Danzig dengan wilayahnya muara sungai Wisla pada Laut Baltik
menjadikan Freie Stadt Danzig sebagai kota merdeka yang dilindungi dibawah Liga
Bangsa-Bangsa.
2. Penyerahaan Jerman daerah Saar kepada Liga Bangsa-Bangsa atau LBB dalam waktu 15
tahun dan selanjutnya akan diadakan plebisiapakah rakyat memilih bergabung dengan
Jerman atau Perancis.
3. Penyerahan jerman daerah jajahannya ke sekutu yaitu Inggris, Perancis, dan Jepang.
4. Jerman harus memberikan ganti rugi perang kepada negara-negara sekutu dengan besar
yang harus dibayar 132 milyar mark emas.
5. Jerman harus memberikan kapal dagangnya kepada sekutu Inggris.
6. Angkatan perang Jerman diperkecil dan juga tidak mengadakan wajib militer.
7. Dan daerah Rhein diduduki oleh sekutu.
Dibawah ini dampak dari Perang dunia ke 1, yang berakhir dengan perjanjian Versailles
Kesimpulan