You are on page 1of 16

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK IBNU SINA

NOMOR :
TENTANG
KEBIJAKAN ALAT PELINDUNG DIRI

DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK IBNU SINA

Menimbang : a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit


Ibu dan Anak Ibnu Sina, maka diperlukan pengelolaan alat
pelindung diri yang bermutu tinggi.
b. Bahwa agar pengelolaan alat pelindung diri di Rumah Sakit Ibu
dan Anak Ibnu Sina dapat terlaksana dengan baik, perlu adanya
panduan Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Ibnu Sina sebagai
landasan bagi penyelenggara alat pelindung diri di Rumah Sakit
Ibu dan Anak Ibnu Sina.
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimanadimaksud dalam
a dan b, perlu di tetapkan dengan Keputusan Direktur Rumah
Sakit Ibu dan Anak Ibnu Sina.

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009


Tentang Rumah Sakit.
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1691
Tahun 2011 Tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
3. Keputusan Menteri Nomor 382 Tahun 2007 Tentang Pelaksanaan
PPI di RS dan FPK lain.
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1087
Tahun 2010 Tentang Standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja
di Rumah Sakit.
MENETAPKAN

KESATU : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT TENTANG


KEBIJAKAN ALAT PELINDUNG DIRI RUMAH SAKIT IBU
DAN ANAK IBNU SINA
KEDUA : Memberlakukan kebijakan Alat Pelindung Diri Rumah Sakit Ibu dan
Anak Ibnu Sina sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan
ini.
KETIGA : Dengan dikeluarkannya peraturan Direktur Rumah Sakit Ibu dan
Anak Ibnu Sina ini, maka apabila terdapat peraturan yang
bertentangan dengan peraturan Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak
Ibnu Sina ini maka peraturan-peraturan yang terdahulu dinyatakan
tidak berlaku.
KEEMPAT : Apabila di kemudian hari terdapat kekurangan dan/atau kekeliruan
dalam peraturan Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Ibnu Sina ini
maka akan diadakan perubahan dan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal :

Direktur RSIA Ibnu Sina

Drg. Wahyu Prabowo


LAMPIRAN PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK IBNU SINA
NOMOR :
TANGGAL :
TENTANG : KEBIJAKAN ALAT PELINDUNG DIRI

1. PENDAHULUAN
a. Pemakaian alat pelindung diri (APD) sangat penting untuk kesehatan dan keselamatan.
b. Baju pengaman di pakai oleh karyawan, sebagai tambahan di samping baju yang mereka
pakai, untuk melindungi pasien dan petugas kesehatan dari risiko infeksi.
c. Pemakaian baju pengaman yang sesuai merupakan salah satu dari elemen standar
kewaspadaan tindakan pencegahan, yang harus di ikuti setiap saat di dalam perawatan
pasien.
d. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan praktik evidence-based, memastikan baju
pengaman yang di pakai sesuai dan benar, dalam rangka mencegah transmisi infeksi.

2. TUJUAN
Kebijakan ini menekankan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) sebagai bagian dari standar
kewaspadaan tindakan pencegahan.

3. RUANG LINGKUP
Kebijakan ini diperuntukkan untuk semua karyawan yang bekerja di Rumah Sakit Ibu dan
Anak Ibnu Sina.

4. DEFINISI
Alat pelindung diri (APD) merupakan suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk
melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi
bahaya di tempat kerja (Permentenaker, 2010).

5. TANGGUNG JAWAB ORGANISASI


a. Direktur
Bertanggung jawab untuk memastikan semua berjalan dengan seharusnya di dalam
implementasi, pemantauan revisi dari kebijakan ini dan kebijakan ini berada di tempat,
dapat di akses dan di mengerti oleh semua karyawan.

b. Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang medis bertanggung jawab untuk memastikan
bahwa semua Kordinator Unit:
1) Menyebarluaskan kebijakan ini di lingkungan kerja mereka.
2) Mengimplementasikan kebijakan ini di lingkungan kerja mereka.
3) Mengidentifikasi dan menetapkan sumberdaya yang sesuai untuk memenuhi
kebijakan ini
4) Memastikan bahwa semua karyawan berada di bawah pengawasan mereka untuk di
beritahu tentang kebijakan ini di dalam pelatihan.

c. Semua Kordinator Unit juga bertanggung jawab untuk memastikan audit internal di
lakukan.

d. Kordinator unit bertanggung jawab terhadap implementasi dari kebijakan ini di dalam
lingkup mereka sendiri dan harus memastikan bahwa :
1) Semua karyawan dan karyawan baru memiliki akses tentang kebijakan, SPO dan
formulir yang berhubungan dengan kebijakan ini.
2) SPO tertulis yang mendukung dan sesuai dengan kebijakan berada di tempat dan di
gunakan untuk memonitor kepatuhan.

e. Semua karyawan bertanggung jawab atas implementasi kebijakan ini dan memastikan:
1) Mereka mengerti dan mematuhi kebijakan ini.
2) Akan menggunakan kebijakan yang berhubungan dengan kebijakan dan SPO alat
pelindung diri di Rumah Sakit Petukangan
3) Tidak mematuhi kebijakan akan mendapatkan sanksi
4) Semua karyawan dapat mengisi semua laporan kejadian di mana adatidaknya
keputusan.

6. JENIS DARI APD DAN PENGKAJIAN RISIKO


Alat pelindung Diri (APD) harus di pakai sebagai tambahan baju dan seragam yang mereka
pakai untuk melidungi pasien dan petugas kesehatan.
a. Jenis APD yang di pakai berdasarkan jenis risiko yang di nilai dari intervensi klinis yang
akan di lakukan.
b. Faktor-faktor yang harus di pertimbangkan :
1) Kemungkinan untuk terpapar darah dan cairan tubuh kecuali keringat.
2) Jenis jaringan tubuh
3) Kemungkinan jenis dan alur transmisi dari agen infeksius.
c. Berikut ini APD yang minimum harus tersedia :
1) Sarung tangan (steril/nonsteril/plastik/umum-rumah tangga)
2) Apron dan baju tahan air
3) Kacamata pelindung/penutup muka (pelindung wajah dan mata)
4) Masker
5) Topi

7. SARUNG TANGAN
a. Sarung tangan harus di pakai saat :
1) Jika terdapat risiko atau kemungkinan terjadi risiko kontaminasi akibat kontak
langsung dengan darah atau cairan tubuh, membrane mukosa, kulit yang tidak kontak
dan bahan lainnya dengan potensi infeksius (contoh, pasien yang tidak bisa menahan
BAB/BAK)
2) Memegang atau menyentuh peralatan perawatan pasien dan lingkungan sekitar pasien
yang terlihat atau berpotensi terkontaminasi.
3) Sarung tangan merupakan komponen yang penting dalam pencegahan infeksi pada
tindakan yang memerlukan kontak langsung (termasuk terhadap pasien yang terinfeksi
mikroorganisme yang multi resistensi merujuk ke kebijakan pencegahan transmisi dan
isolasi)
4) Sarung tangan harus di pakai satu kali saja.
5) Sarung tangan box yang bersih, dan non steril dapat di pakai untuk tindakan rutin
keperawatan non invasiv.
6) Gunakan sarung tangan plastik untuk membersihkan lingkungan atau peralatan medis.
7) Setelah membuka sarung tangan, prosedur membersihkan tangan harus segera di
lakukan dan tangan di keringkan secara menyeluruh.
b. Jenis-jenis sarung tangan :
1) Sarung tangan di gunakan harus tepat yang disesuaikan dengan tindakan klinis yang
akan di lakukan.
2) Sarung tangan umum atau rumah tangga.
 Sarung tangan umum atau rumah tangga dapat di pakai ulang di pergunakan untuk
perkerjaan domestik, dan di ganti jika terdapat robek atau rusak.
 Sarung tangan umum atau rumah tangga di pakai oleh karyawan bagian umum atau
out source untuk pekerjaan kebersihan yang telah di beri kode dengan warna :
 Merah untuk toilet, kamar mandi, ruang alat kotor
 Biru untuk area dapur
 Kuning untuk area klinis

8. APRON PLASTIK
a. Apron plastik di pakai untuk mencegahpenyebaran mikroorganisme dari pasien satu ke
pasien lain dan juga melindungi seragam dan kulit dari kontaminasi.
b. Baju tahan air yang menutupi tubuh harus di pakai saat ada risiko percikan yang ekstensif
dari darah atau cairan tubuh, sekret dan ekskresi kecuali keringat pasien, terhadap
permukaan kulit dari petugas kesehatan.
c. Tidak ada indikasi penggunaan rutin dari apron saat memasuki unit risiko tinggi contoh
HCU.
9. KACA MATA ATAU PELINDUNG WAJAH
a. Kaca mata dan pelindung wajah harus di gunakan ketika tindakan yang akan di lakukan
dapat menyebabkan percikan darah dan cairan tubuh sampai ke mata atau wajah.
b. Jika alat yang di pakai ulang di pakai maka harus di bersihkan dengan sabun dan air atau
alkohol dan di keringkan.
c. Kaca mata dan pelindung wajah harus sesuai dan tepat pada saat pemakaian.

10. MASKER
Terdapat dua jenis dari masker yang di gunakan praktik medis :
a. Masker operasi :
1) Longgar, sekali pakai yang menutupi hidung dan mulut.
2) Masker operasi ini dapat juga di pakai pada pasien yang batuk-batuk untuk membatasi
potensial penyebaran sekret infeksius dari pasien tersebut ke orang lain.
3) Masker operasi harus di pakai ketika melakukan teknik operasi aseptik.
4) Beberapa keadaan yang di pertimbangkan untuk memakai masker operasi:
 Masker harus di ganti apabila sudah kotor atau basah.
 Masker tidak boleh di pakai kembali apabila sudah di lepas.
 Masker operasi di pakai ketika melakukan teknik operasi aseptik.
 Hindari menyentuh bagian depan dari masker saat di pakai.
 Prosedur membersihkan tangan harus di lakukan setelah memegang masker atau
setelah membuang masker yang sudah di pakai.
b. Masker pernafasan (N95)
1) Untuk proteksi dari penyebaran lewat udara.
2) Masker ini di peruntukan untuk membantu mengurangi paparan terhadap partikel-
pertikel di udara.
3) Jika di pakai dengan benar, masker akan menutup/melekat dengan baik pada wajah
sehingga dapat mengurangi risiko kebocoran.
c. Masker harus di buang sebagai sampah medis.
11. TOPI/PENUTUP KEPALA
Pada prinsipnya di pakai saat operasi dengan keadaan aseptik dilakukan.Penutup kepala dapat
mengurangi resiko rambut dan kulit kepala yang jatuh dan melindungi si pemakai dari
kontaminasi darah atau cairan tubuh.

12. URUTAN PEMAKAIAN APD


Lihat lampiran 2

13. MELEPASKAN APD


APD harus dilepaskan untuk meminimalkan potensi kontaminasi silang.Setelah tindakan atau
prosedur telah selesai dilakukan, sarung tangan, apron atau baju pelindung dan kaca mata
pelindungharus dilepaskan ( jika dipakai) dan dibuang sebagai sampah medis.Jika masker juga
dipakai, harus dilepas paling akhir (lihat lampiran ke 3).

14. PELATIHAN
Pelatihan karyawan
a. Semua karyawan harus mendapatkan pelatihan tentang pengendalian infeksi sebagai
bagian dari program induksi.
b. Pengendalian infeksi harus termasuk di dalam pembaharuan tahunan yang di wajibkan
untuk semua staff medis.
c. Semua karyawan harus di latih dengan baik dan menyadari pentingnya mengikuti
kebijakan rumah sakit.

15. PEMANTAUAN DAN KEPATUHAN TERHADAP KEBIJAKAN INI


Audit dan pemantauan dari pemakaian APD ini akan di lakukan sebagai bagian dari pra-
rencana program audit pengendalian infeksi dan melalui sistem pelaporan kejadian di Rumah
Sakit.

16. KEBIJAKAN / DOKUMEN TERKAIT


a. SPO hand hygiene (terlampir)
b. SPO penggunaan APD (terlampir)
LAMPIRAN 1. PEMILIHAN JENIS SARUNG TANGAN

Sarung tangan Indikasi pemakaian Contoh


Sarung tangan Non Steril - Potensi terpapar darah,  Fungsi vena
cairan tubuh, secret  Pemeriksaan gigi
dan ekskresi  Pengosongan kantong
- Kontak dengan kulit urin kateter
tidak intak atau  Aspirasi naso gastric
membrane mukosa  Penatalaksanaan
operasi
Minor dan abrasi
Sarung tangan Steril - Kontak dengan area Prosedur atau tindakan
yang rentan infeksi operasi aseptic, contohnya :
atau alat klinis dimana  Pemasangan kateter
harus urin
mempertahankan  Perawatan luka dan
keadaan steril pemakaian verban
yang kompleks
 Pemasangan kanul
vena
Sentral dan pergantian
verban
 Pungsi lumbal
 Perawatan dari luka
operasi atau drain
 Tindakan
dental/perawatan gigi
yang memerlukan
kondisi steril
Sarung tanagn yang dapat - Untuk kegiatan diluar  Memegang atau
dipakai kembali perawatan pasien membersihkan alat
yang terkontaminasi
 Tugas kebersihan
 Pembersihan alat
diunit sterilisasi
Sarung tangan plastic sekali Selain yang disebutkan diatas  Memegang atau
parka aktivitas non-perawatan membersihkan alat
yang terkontaminasi
LAMPIRAN 2 . MEMAKAI ALAT PELINDUNG DIRI

Untuk mengurangi risiko dari risiko penyebaran infeksi, APD harus dipakai dengan baik.Table
dibawah ini menjelaskan urutan dan prosedur memakai dan melepaskan APD.Langkah ke dua dan
ke tiga dapat berubah selama masih sesuai dengan prinsipnya.
Prosedur membersihkan tangan harus dilakukan di antara setiap langkah dan segera
setelah melepaskan APD.

MEMAKAI APD
Urutan dari pemakaian
Jubah
 Menutup badan dari leher hingga lutut, lengan sampai pergelangan tangan dan
menyelimuti sampai kebelakang pinggang.

Masker
 Ikatkan tali atau tali elastis di bagaian tengah kepala dan leher.

Kaca mata atau pelindung wajah


 Letakkan menutupi wajah dan mata dan sesuaikan sampai pas.

Sarung Tangan
 Panjangkan hingga menutupi pergelangan tangan yang ditutupi oleh jubah
LAMPIRAN 3 - MELEPASKAN APD

Urutan melepaskan APD


Sarung tangan
 Bagian luar sarung tangan kontaminasi
 Pegang sarung tangan dengan sarung tangan lainnya, lepaskan
 Pegang sarung tangan dengan tangan yang masi bersarung tangan
 Jari-jari yang tidak bersarung tangan melepaskan sarung tangan di pergelangan tangan
 Lepaskan sarung tangan tersebut melingkupi sarung tangan lainnya
 Masukan sarung tangan ke sampah medis

Kaca mata atau pelindung wajah


 Bagian luar dari kaca mata atau pelindung wajah terkontaminasi
 Untuk melepaskan, pegang bagian ikat kepala atau telinga
 Letakkan pada tempat untuk mencuci atau sampah medis

Jubah
 Bagian depan jubah dan lengan terkontaminasi
 Buka ikatan jubah
 Tarik di leher dan pundak, sentuh bagian jubah saja
 Balikkan jubah dalam keluar
 Lipat atau buntalkan jubah dan masukan ke sampah medis
Masker
 Bagian depan masker terkontaminasi
 JANGAN DISENTUH
 Buka ikatan
 Pegang bagian bawah, dan masukkan ke sampah medis
LAMPIRAN 4 - TABEL APD YANG DIPERLUKAN PADA PERAWATAN PASIEN

Prosedur Kebersiha Sarung Sarung Masker Pelindung Jubah Penutu


n Tangan Tangan Tangan Steril Operasi Mata p
Kepala
Observasi 
rutin(contoh
pengukuran
tekanan
darah)
Pemeriksaa
n medis Untuk Jika Jika ada Jika ada
secara kontak ada resiko resiko
umum dengan resiko percikan percikan
kulit percika
yang n
luka
Pemeriksaa
n luka/ Kontak Kontak Irigasi Irigasi luka Untuk
pembalutan dengan langsung luka dengan luka
jaringa dengan luka dengan resiko yang
n resiko terjadi sudah
tubuh terjadi percikan terinfek
percika si
n
Monitor
gula darah
dan
hemoglobin
Membantu
melahirkan
normal
Memasang
intravena Kemungkina
line n terjadi
percikan
Memasang
CVC
Perawatan
alat melalui
pembuluh
darah
Prosedur
antiseptic
tanpa
menyentuh
( contoh
lumbal
puncture)
Memasang
urin kateter Jika Jika terjadi Jika
terjadi paparan terjadi
paparan paparan
Suction
endotrachea Menggunaka Jika
l altube n (system terjadi
paparan
tracheostom suction
y terbuka)
Prosedur
perawatan
gigi mayor
Prosedur
rutin Jika
pemeriksaa terjadi
n paparan