You are on page 1of 2

NON FARMAKOLOGI

Pengobatan tidak dibutuhkan pada orang yang sehat meskipun terinfeksi virus CMV. Sementara,
penderita infeksi CMV dengan gejala ringan biasanya dapat pulih dengan sendirinya dalam waktu 3
minggu. Meskipun demikian, pengobatan perlu dilakukan bagi penderita infeksi CMV dengan sistem
imunitas yang lemah atau bayi yang terinfeksi CMV. Pengobatan ini bertujuan untuk melemahkan virus
dan mengurangi risiko timbulnya masalah kesehatan lebih serius, karena belum ada obat yang dapat
menyembuhkan infeksi CMV.

PENCEGAHAN CYTMEGALVIRUS

1. Ibu atau pengasuh hendaknya memelihara kebersihan perorangan, mencuci tangan yang bersih bila
kontak dengan air seni atau air ludah bayi. Tisu pembersih dan pampers hendaknya dibuang. Kebiasaan
tidak minum dari gelas bekas orang lain sebaiknya tetap dipelihara.

2. Laporan dari satu penelitian menyabutkan bahwa 70% bayi yang tertular virus sewaktu di dalam
kandungan masih mengeluarkan virus melalui air seni mereka sampai berusia 1-3 tahun.

3. Demikian juga pada perawat ibu hamil yang mungkin terinfeksi virus tetap memelihara kesehatan
perorangan dengan baik.

4. Pemberian vaksi sitomegalo dapat memberikan perlindungan bagi yang beresiko tertular virus.

5. Perawat bayi perlu diberi penyuluhan mengenai infeksi virus sitomegalo.

6. Perawat yang tidak sedang hamil, tidak selalu bisa menularkan virus pada bayi yang diasuhnya.

7. Selama hamil, cuci tangan yang bersih dengan sabun dan air mengalir setelah melakukan kontak
dengan popok dan cairan sekresi mulut.

8. Ibu hamil yang mencurigakan tertular virus sitomegalo, sebaiknya diperiksa dan perlu perhatian
pada bayinya apakah juga sudah tertular virus.

9. Periksaan dengan tes anti body terhadap virus sitomegalo.

10. Menemukan virus pada cairan serviks, bukan merupakan indikasi melakukan operasi section caesar.

11. Menemukan virus pada ASI, juga bukan halangan untuk menyusui bayinya, mengingat keuntungan
menyusui, lebih utama dibanding kerugian tertular virus sitomegalo.

12. Pemeriksaan skrening virus sitomegalo, juga tidak perlu dilakukan pada anak-anak sekolah

KOMPLIKASI CYTMEGALVIRUS

Komplikasi Cytomegalovirus umumnya bervariasi dan dapat terjadi pada siapa saja, tergantung
kesehatan pasien ketika terinfeksi dan kondisi pasien secara keseluruhan. Komplikasi biasanya muncul
pada penderita infeksi CMV dengan sistem imunitas lemah, antara lain hilangnya penglihatan, gangguan
sistem pencernaan (peradangan usus besar, esofagits, dan hepatitis), gangguan sistem saraf (ensefalitis),
serta pneumonia.

Komplikasi juga mungkin terjadi pada bayi dengan infeksi CMV bawaan. Bentuk komplikasi yang dapat
terjadi, antara lain kehilangan pendengaran, gangguan penglihatan, kejang, kurangnya koordinasi tubuh,
gangguan pada otot, serta penurunan fungsi intelektual.

Pada kasus yang jarang terjadi, cytomegalovirus dapat meningkatkan risiko mononukleosis pada orang
dewasa yang sehat. Jenis komplikasi lain yang mungkin terjadi pada orang sehat, antara lain gangguan
pada sistem pencernaan, hati, otak, dan sistem saraf