You are on page 1of 8

MAKALAH

KONSTRUKSI
BANGUNAN
“PONDASI”

Oleh :
NASIB SITUMORANG
5182250010
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
FAKULTAS TEKNIK
TEKNIK SIPIL S1
REGULER C
2018
A. Pengertian Pondasi
Pondasi adalah kontruksi yang paling terpenting pada suatu bangunan. Karena pondasi
berfungsi sebagai penahan seluruh beban (beban hidup atau beban mati) yang berada di atasnya
dan gaya – gaya dari luar. Pondasi merupakan bagian dari struktur yang berfungsi
meneruskan beban menuju lapisan tanah pendukung dibawahnya. Dalam struktur apapun, beban
yang terjadi baik yang disebabkan oleh berat sendiri ataupun akibat beban rencana harus
disalurkan ke dalam suatu lapisan pendukung dalam hal ini adalah tanah yang ada di bawah
struktur tersebut. Beton bertulang adalah material yang paling cocok sebagai pondasi untuk
struktur beton bertulang maupun bangunan baja, jembatan, menara, dan struktur lainnya.

Pada pondasi tidak boleh terjadi penurunan pondasi setempat ataupun penurunan pondasi
merata melebihi dari batas – batas tertentu, yaitu:
Jenis bangunan Penurunan maksimum
1) Bangunan umum 2.54 Cm
2) Bangunan pabrik 3.81 Cm
3) Gudang 5.08 Cm
4) Pondasi mesin 0.05 Cm

Banyak faktor dalam pemilihan jenis pondasi, antara lain beban yang direncanakan
bekerja, jenis lapisan tanah dan faktor non teknis sepertibiaya konstruksi, dan waktu konstruksi.
Jenis pondasi yang dipilih harus mampu menjamin kedudukan struktur terhadap semua gaya yang
bekerja. Selain itu, tanah pendukungnya harus mempunyai kapasitas daya dukung yang cukup
untuk memikul beban yang bekerja sehingga tidak terjadi keruntuhan. Dalam kasus tertentu,
apabila sudah tidak memungkinkan untuk menggunakan pondasi dangkal, maka digunakan
pondasi dalam. Pondasi dalam yang sering dipakai adalah pondasi tiang pancang.

Menurut Bowles (1984), pondasi tiang pancang banyak digunakan pada struktur gedung
tinggi yang mendapat beban lateral dan aksial. Pondasi jenis ini juga banyak digunakan pada
struktur yang dibangun pada tanah mengembang (expansive soil). Daya dukung tiang pancang
yang diperoleh dari skin friction dapat diaplikasikan untuk menahan gaya uplift yang terjadi. Faktor
erosi pada sungai juga menjadi pertimbangan penggunaan tiang pancang pada jembatan.

Agar Kegagalan fungsi pondasi dapat dihindari, maka pondasi Bangunan harus diletakkan
pada lapisan tanah yang cukup keras, padat, dan kuat mendukung beban bangunan tanpa
menimbulkan penurunan yang berlebihan.
Pondasi terdiri dari :

- Pondasi dangkal/langsung ( shallow foundation )


- Pondasi dalam/ tidak langsung ( deep foundation )

Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi untuk
menempatkanbangunan dan meneruskan beban yang disalurkan dari struktur atas ke tanah dasar
pondasi yangcukup kuat menahannya tanpa terjadinya differential settlement pada sistem
strukturnya.Untuk memilih tipe pondasi yang memadai, perlu diperhatikan apakah pondasi itu
cocok untuk berbagai keadaan di lapangan dan apakah pondasi itu memungkinkan untuk
diselesaikan secaraekonomis sesuai dengan jadwal kerjanya.Hal-hal berikut perlu dipertimbangkan
dalam pemilihan tipe pondasi:
1. Keadaan tanah pondasi
2. Batasan-batasan akibat konstruksi di atasnya (upper structure)
3. Keadaan daerah sekitar lokasi
4. Waktu dan biaya pekerjaan
5. Kokoh, kaku dan kuat

Umumnya kondisi tanah dasar pondasi mempunyai karakteristik yang bervariasi,


berbagaiparameter yang mempengaruhi karakteristik tanah antara lain pengaruh muka air
tanahmengakibatkan berat volume tanah terendam air berbeda dengan tanah tidak terendam
air meskipun jenis tanah sama.Jenis tanah dengan karakteristik fisik dan mekanis masing-masing
memberikan nilai kuat dukung tanah yang berbeda-beda.

Dengan demikian pemilihan tipe pondasi yang akan digunakan harusdisesuaikan dengan
berbagai aspek dari tanah di lokasi tempat akan dibangunnya bangunantersebut.Suatu pondasi
harus direncanakan dengan baik, karena jika pondasi tidak direncanakan denganbenar akan ada
bagian yang mengalami penurunan yang lebih besar dari bagian sekitarnya.Ada tiga kriteria yang
harus dipenuhi dalam perencanaan suatu pondasi, yakni :

1. Pondasi harus ditempatkan dengan tepat, sehingga tidak longsor akibat pengaruh luar.
2. Pondasi harus aman dari kelongsoran daya dukung.
3. Pondasi harus aman dari penurunan yang berlebihan.

Macam – macam pondasi

1 . Pondasi dangkal
Pondasi dangkal/langsung adalah pondasi yang digunakan pada kedalaman 0.8 – 1 meter,
karena daya dukung tanah telah mencukupi. Pondasi dangkal juga sering disebut pondasi
langsung/ stahl. Pondasi langsung dipakai pada kondisi tanah baik , yaitu dengan kekerasan tanah
atau sigma tanah = 2 Kg / Cm2 , dengan kedalaman tanah keras lebih kurang = 1,50 Cm, kondisi air
tanah cukup dalam.
Bahan material yang dipergunakan untuk pondasi jenis ini biasanya dipakai : batu kali, batu
gunung, atau beton tumbuk, sedangkan bahan pengikatnya digunakan semen dan pasir sebagai
bahan pengisi. Pada umumnya bentuk pondasi batu kali dibuat trapesium dengan lebar bagian
atas paling sedikit 25 cm, karena bila disamakan dengan lebar dinding dikhawatirkan dalam
pelaksanaan pemasangan pondasi tidak tepat dan akan sangat mempengaruhi kedudukan dinding
pada pondasi sehingga dapat dikatakan pondasi tidak sesuai lagi dengan fungsinya. Sedangkan
untuk lebar bagian bawah trapesium tergantung perhitungan dari beban di atasnya, tetapi pada
umumnya dapat dibuat sekitar 70 – 80cm.

Saat ini masih sulit bagi kita untuk mendefinisikan pondasi dangkal, karena sangat
tergantung dari masing-masing ahli tanahyang menginterpretasikan. Sebagai contoh Tarzaghi
mendefinisikan pondasi dangkal sebagai berikut:

 Apabila kedalam fondasi lebih kecil atau sama dengan lebar fondasi, maka fondasi tersebut
bisa dikatakan sebagai fondasi dangkal.
 Anggapan bahwa penyebaran tegangan pada struktur pondasi ke tanah dibawahnya
berupa lapisan penyangga (bearing stratum) lebih kecil atau sama dengan lebar pondasi.
Stabilitas dari suatu pondasi dangkal bisa kita tentukan dengan banyak cara dan stabilitas ini
ditentukan oleh beberapa faktor :

a. Kapasitas daya dukung tanah (bearing capacity)

Yaitu daya dukung tanah dimana konstruksi diletakkan kapasitas daya dukung ini sangat
ditentukan oleh:
- Jenis pondasi dangkal : Meliputi bentuk pondasi, dimensi, dan kedalaman pondasi.
- Sifat-sifat tanah Yaitu sifat-sifat tanah dimana pondasi dangkal diletakkan dan terutama yang erat
kaitannya dengan karakteristik indeks dan karakteristik struktur tanah yang meliputi antara lain :

b. penurunan (settlement)

Penurunan yang terjadi pada struktur pondasi dangkal yang terjadi akibat beban struktur yang
dipikul oleh pondasi tersebut, dalam perhitungannya dikenal :

- Penurunan seketika (immediate settlement) yaitu penurunan diakibatkan oleh elastisitas tanah
- Penurunan konsolidasi (consolidation settlement) yaitu penurunan yang diakibatkan peristiwa
konsolidasi atau peristiwa keluarnya air dari ruang pori partikel tanah.

Jika dilihat dari bentuk penurunannya maka penurunan bisa dibedakan menjadi dua yaitu :
- Penurunan seragam (uniform), penurunan yang terjadi Stot< penurunan yang disyaratkan Syrt.
- Penurunan tak seragam (non uniform)

Dengan melihat kriteria stabilitas dari suatu pondasi dangkal maka didalam perancangan dua
kriteria tersebut perlu diperhatikan dan harus selalu memenuhi persyaratan selain memenuhi
persyaratan terhadap factor keamanan.

Secara singkat dapat disimpulkan bahwa pondasi dangkal harus memenuhi keadaan-keadaan
sebagai berikut:
1. Kapasitas daya dukung batas Qult > tegangan kontak yang diakibatkan oleh beban luar
2. Penurunan pondasi yang terjadi < penurunan disyaratkan
3. Struktur secara keseluruhan harus stabil dalam arah vertikal, horinzal dan terhadap guling
Jenis – jenis pondasi dangkal

1 . Pondasi telapak

Pondasi yang berdiri sendiri dalam mendukung kolom atau pondasi yang mendukung bangunan
secara langsung pada tanah bilamana terdapat lapisan tanah yang cukup tebal dengan kualitas
baik yang mampu mendukung bangunan itu pada permukaan tanah atau sedikit dibwah
permukaan tanah.

Untuk memudahkan hitungan konstruksi fondasi telapak, maka digunakan beberapa anggapan
praktis bahwa :

1. Plat pondasi adalah kaku sempurna, jadi tidak akan melengkung karena beban
terpusat, dan tetap merupakan bidang lurus.
2. Desakan yang terjadi pada tanah dibawah dasar pondasi berbanding langsung
dengan penurunan pondasi.
3. Karena tanah tidak dapat menahan tegangan tarik, maka bila dari hitungan secara
teoritis akan timbul tegangan tarik tersebut harus diabaikan.

Gambar Detail Pondasi Telapak

Pondasi telapak umumnya berbentuk bujur sangkar atau persegi panjang. Pada pondasi telapak
yang mendukung beban sentris tanpa momen, bentuk pondasi dapat digunakan bentuk bujur
sangkar, bila beban sentris yang bekerja berupa gaya tekan V, maka plat pondasi akan
memberikan desakan pada tanah.

2 . Pondasi menerus
Pondasi yang digunakan untuk mendukung sederetan kolom yang berjarak dekat sehingga
bila dipakai pondasi telapak sisinya akan terhimpit satu sama lainnya.

Pondasi menerus biasa digunakan untuk pondasi dinding, terutama digunakan pada
bengunan/rumah tinggal tidak bertingkat, seluruh beban atap/beban bangunan umumnya dipikul
oleh dinding dan diteruskan ketanah melalui pondasi menerus sepanjang dinding bangunan.

Untuk bangunan kecil di atas tanah baik, pondasi menerus setengah bata cukup diletakkan pada
kedalaman 60-80 cm di bawah muka tanah, bila dinding satu bata, kedalaman pondasi biasanya
80- 100 cm, sedangkan konstruksi pondasi cukup dari pasangan batu, lebar dasar pondasi
umumnya dibuat tidak kurang dari dua setengah kali tebal tembok. Diatas pondasi pasangan batu
perlu dipasang balok beton bertulang yang berfungsi sebagai balok pengikat dan juga dapat
meratakan beban dinding.
3 . Pondasi raft (rakit)
Pondasi yang digunakan untuk mendukung bangunan yang terletak pada tanah lunak atau
digunakan bila susunan kolom-kolom jaraknya sedemikan dekat disemua arahnya, sehingga
menggunakan pondasi telapak, sisinya berhimpit satu sama lainnya.

2 . PONDASI DALAM
Pondasi dalam adalah pondasi yang dibuat umumnya memiliki kedalaman hingga 3 meter
atau lebih dari permukaan tanah. Penerapan pondasi ini karena mempertimbangkan beban
struktur diatasnya dan tanah keras masih berada jauh dibawah permukaan tanah.Pondasi dalam
biasanya dipasang pada kedalaman lebih dari 3 m di bawah elevasi permukaan tanah. Pondasi
dalam dapat dijumpai dalam bentuk pondasi tiang pancang, dinding pancang dan caissons atau
pondasi kompensasi . Pondasi dalam dapat digunakan untuk mentransfer beban ke lapisan yang
lebih dalam untuk mencapai kedalam yang tertentu sampai didapat jenis tanah yang mendukung
daya beban strutur bangunan sehingga jenis tanah yang tidak cocok di dekat permukaan tanah
dapat dihindari.

Jenis – jenis pondasi dalam :


1 . Pondasi pile
1. Pondasi Pile
Pondasi pile merupakan jenis pondasi yang dibuat dalam berbentuk ramping yang ditujukan untuk
mengirimkan beban melalui jenis lapisan tanah dengan jenis daya dukung rendah hingga tercapai
jenis tanah yang lebih dalam atau lapisan batuan yang memiliki kapasitas daya dukung
yang tinggi. Pondasi pile digunakan ketika dengan pertimbangan nilai ekonomi, konstruksi atau
tanah yang diinginkan untuk mengirimkan beban diluar jangkauan praktis dibandingkan
menggunakan jenis pondasi dangkal. Selain mendukung struktur, pondasi pile juga digunakan
untuk menahan beban struktur melawan gaya angkat dan juga membantu struktur dalam
melawan kekuatan gaya lateral dan gaya guling.

Pondasi pile dapat dijumpai dalam berbagai jenis misalnya v pile dan beton pancang dimana .
Secara struktural pondasi pile sebelum bebab dari kolom diteruskan terhadap pile, maka diatas
pile sendiri dibuat konstruksi penghubung yang biasanya disebut dengan pile cap.

2 . Pondasi piers
adalah pondasi untuk meneruskan beban berat struktural yang dibuat dengan
cara melakukan penggalian dalam, kemudian struktur pondasi pier dipasangkan kedalam galian
tersebut. Satu keuntungan pondasi pier adalah bahwa pondasi jenis ini lebih murah dibandingkan
dengan membangun pondasi dengan jenis pondasi menerus, hanya kerugian yang dialami adalah
jika lempengan pondasi yang sudah dibuat mengalami kekurangan ukuran maka kekuatan jenis
pondasi tidak menjadi normal. Pondasi pier standar dapat dibuat dari beton bertulang pre cast.
Karena itu, aturan perencanaan pondasi pier terhadap balok beton diafragman adalah
mengikuti setiap ukuran ketinggian pondasi yang direncanakan. Pondasi pier dapat
divisualisasikan sebagai bentuk tabel , struktur adalah sistem kolom vertikal yang terbuat
dari beton bertulang ditempatkan di bawah bangunan yang ditanamkan dibawah tanah yang
sudah digali. Lempengan beton diafragma ini mentransfer beban
bangunan terhadap tanah. Balok dibangun di atas dinding diafragma vertikal (pondasi pier) yang
menahan dinding rumah atau struktur. Banyak rumah didukung sepenuhnya dengan jenis pondasi
ini, dimana beton yang dipasang juga berguna sebagai dinding ada ruang bawah tanah, dimana
ruang tersebut digunakan sebagai gudang penyimpanan atau taman. Beton pondasi pier biasanya
dibuat dalam bentuk pre cast dalam berbagai ukuran dan bentuk, dimana sering dijumpai dalam
bentuk persegi memanjang dengan ketinggian sesuai dengan ukuran kedalaman yang diperlukan.
Tapi beton dapat juga dibuat dalam bentuk bulatan. Setelah beton bertulang cukup kering
kemudian di masukkan ke dalam tanah yang sudah digali dan disusun
secara bersambungan. Setelah tersusun dengan baik kemudian baru dilanjutkan dengan
konstruksi diatasnya.

3 . Pondasi caissons
bentuk pondasi dalam yang dibangun di dalam permukaan tanah, pondasi di
tempatkan sampai ke dalaman yang dibutuhkan dengan cara membuat lobang dengan
sistim pengeboran atau pengerukan tanah. Setelah kedalaman sudah didapatkan kemudian
pondasi pile dilakukan dengan pengecoran beton bertulang terhadap lobang yang sudah di bor.
Sisitim pengeboran dapat dialakukan dalam berbagai jenis baik sistim maual maupun sistim
hidrolik. Besar diameter dan kedalaman galian dan juga sistim penulangan beton bertulang
didesain berdasarkan daya dukung tanah dan beban yang akan dipikul. Fungsional pondasi ini juga
hampir sama
pondasi pile
yang mana
juga ditujukan

untuk menahan beban struktur melawan gaya angkat d juga membantu struktur dalam melawan
kekuatan gaya lateral dan gaya guling