You are on page 1of 3

ARTIKEL KIMIA

“LANGIT BIRU YANG BERHUBUNGAN DENGAN


EFEK TYNDALL”

OLEH :
Nama : Intan Agustin
No absen / induk : 17/ 5183
Kelas : XI-MIA1
Sekolah : SMAN 1 GEDANGAN
TAHUN AJARAN 2015 / 2016
Efek tyndall adalah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-
partikel koloid. Melalui penelitian ini , Tyndall menemukan gejala penghamburan sinar
oleh partikel koloid yang kemudian dikenal dengan efek tyndall. Pada peristiwa efek rumah
kaca dan pada fenomena langit berwarna juga dapat ditelaah penyebabnya dari efek tyndall
tersebut.
Efek rumah kaca yang menyebabkan bumi makin lama makin panas. Itu merupakan
suatu hal yang mengerikan buat kita hidup didunia ini. Tetapi disatu sisi sebenarnya efek
rumah kaca ini yang membuat kita bisa terus hidup. Menurut hasil pengukuran
spectrofotometer Tyndall , gas-gas yang berada diatmosfer memiliki kemampuan berbeda
dalam menyerap panas. Gas yang memiliki daya serap panas yang tinggi disebut gas rumah
kaca , karena menyimpan panas sehingga kita tetap hangat pada malam hari.
Efek tyndall juga dapat memberi warna pada langit jika pada pagi hari berwarna
jingga , siang hari berwarna biru dan sore hari berwarna merah. Hal ini disebabkan karena
Udara yang mengandung partikel koloid yang berupa debu , awan , dan kabut.Debu yang
diangkasa itu termasuk suatu sitem koloid yang akan terkena efek tyndall ketika terkena
cahaya matahari.Dan tidak semua frekuensi cahaya matahari yang mengenai koloid akan
dihamburkan. Dan seperti cahaya putih yang mengenai prisma, maka akan
terpecah/terdispersi menjadi beberapa warna tergantung panjang gelombang penyusun
sinar putih tersebut atau berdasarkan besar pembelokan tersebut.Jika semakin pendek
panjang gelombang , semakin banyak cahaya yang dihamburkan , maka sudut pembelokan
terbesar akan menghasilkan warna merah, sedangkan pembelokan terkecil akan
menghasilkan warna ungu, sesuai urutan warna pelangi, me-ji-ku-hi-bi-ni-u (MErah-
JIngga-KUning-HIjau-BIru-NIla-Unggu).
Dan dapat disimpulkan bahwa efek tyndall terjadi karena partikel koloid akan
menghamburkan cahaya yang diterimanya ke segala arah cahaya. Cahaya yang dilewatkan
pada larutan sejati akan diteruskan.

PUKUL:

19.25 -22.30 WIB

SUMBER :

 kristantodeni.blogspot.co.id/2011/01/langit-biru-hubungannya-dengan-koloid.html
 padmichem.blogspot.co.id
 www.rumuskimia.net/2016/04/efek-tyndall.html
Efek tyndall dapat memberi warna pada langit jika pada pagi hari berwarna jingga ,
siang hari berwarna biru dan sore hari berwarna merah. Hal ini disebabkan karena udara
yang mengandung partikel koloid yang berupa debu , awan , dan kabut.Debu yang
diangkasa itu termasuk suatu sitem koloid yang akan terkena efek tyndall ketika terkena
cahaya matahari.Dan tidak semua frekuensi cahaya matahari yang mengenai koloid akan
dihamburkan. Dan seperti cahaya putih yang mengenai prisma, maka akan
terpecah/terdispersi menjadi beberapa warna tergantung panjang gelombang penyusun
sinar putih tersebut atau berdasarkan besar pembelokan tersebut.Jika semakin pendek
panjang gelombang , semakin banyak cahaya yang dihamburkan , maka sudut pembelokan
terbesar akan menghasilkan warna merah, sedangkan pembelokan terkecil akan
menghasilkan warna ungu, sesuai urutan warna pelangi, me-ji-ku-hi-bi-ni-u (MErah-
JIngga-KUning-HIjau-BIru-NIla-Unggu).
Jika diperjabarkan satu-persatu , akan dimulai dari mengapa langit berwarna biru
pada siang hari ? menurut orang yang awam pasti karena matahari sudah terbit , tetapi
ketika kita menyelidiki dari segi kimia. Memang benar matahari pada siang hari sudah
terbit tapi matahari cenderung tegak lurus dengan permukaan bumi , sehingga sinar
matahari dapat langsung mencapai permukaan bumi tanpa ada hambatan yang berarti
karena ada jarak tempuh lebih pendek , hambatan yang sedikit ini menyebabkan sinar
matahari sedikit terdispersi/terbelok dengan sudut yang kecil , dan menghasilkan warna
biru. Jadi , tidak jauh berbeda dari pemikiran orang awam dengan orang yang lebih detail
dari peristiwa tersebut hany perbedaannya yakni tidak mendalami arti setiap peristiwa
didunia ini.
Dan ketika langit berwarna merah-jingga dipagi hari dan sore hari disebabkan
karena adanya partikel debu diangkasa cenderung lebih terkonsentrasi dibagian bawah
karena pengaruh gravitasi. Pada saat pagi dan sore hari memang matahari berada dibawah
sehingga sinarnya terhambat oleh konsentrasi partikel debu diangkasa. Hambatan ini
menyebabkan adanya efek tyndall yang mengakibatkan cahaya matahari membelok dan
terdispersi dengan sudut yang relatif besar dan menghasilkan warna merah-jingga. Oleh
karena itu , langit terlihat merah-jingga.
Dan dapat disimpulkan bahwa efek tyndall terjadi karena partikel koloid akan
menghamburkan cahaya yang diterimanya ke segala arah cahaya. Cahaya yang dilewatkan
pada larutan sejati akan diteruskan.

PUKUL:

19.25 WIB-22.30 WIB

SUMBER :

 kristantodeni.blogspot.co.id/2011/01/langit-biru-hubungannya-dengan-koloid.html
 padmichem.blogspot.co.id
 www.rumuskimia.net/2016/04/efek-tyndall.html