You are on page 1of 12

Masalah-masalah yang Berkaitan dengan Ekonomi Makro

Berbicara tentang negara, khususnya ekonominya terdapat banyak sekali permasalahannya. Baik
di negara maju, negara berkembang, terlebih pada negara miskin. Pada roda perekonomian
sebuah negara semakin cepat berputar menunjukan tingginya kesejahteraan masyarakatnya, dan
sebaliknya. Jadi, jika anda mempelajari teori ekonomi makro fokuskan perhatian anda terhadap
pemahaman ekonomi yang tidak terlalu terfokus pada uang (karena image ekonomi di
masyarakat memang seperti itu). Berfokus pada kemakmuran negara, dan kemakmuran itu hanya
terjadi jika roda perekonomian masyarakatnya berjalan dengan cepat. Semakin cepat
perputarannya, menunjukan bahwa masyarakat secara umum terpenuhi kebutuhan ekonominya
dengan baik.

Pertumbuhan Ekonomi yang Berjalan Lambat

Siapa sebenarnya pelaku yang mengakibatkan roda perekonomian seuatu negara berputar?
Jawabannya pastilah pada rumah tangga konsumsi dan produksi (ekonomi mikro). Baik itu
rumah tangga produksi dan konsumsi dihitung satu, mengerti maksudnya? Begini, banyak
lulusan sarjana yang sebenarnya diharapkan mampu berwirausaha (membentuk rumah tangga
produksi yang baru) malah berbondong-bondong memutuskan untuk bekerja kantoran di
perusahaan rumah tangga produksi yang sudah ada. Mereka berusaha mencari mencari
kenyamanan finansial (umumnya berfikir terjamin) juga status sosial sebagai karyawan.

Tidak ada masalah jika antara yang mencari pekerjaan dan yang membuka lapangan pekerjaan
jumlahnya seimbang. Ini permasalahan budaya di indonesia saat ini (yang saya rasakan), seperti
mengagung-agungkan posisi pegawai dari pada wirausaha. Entah itu imbas dari pemerintahan
kolonial belanda dahulu atau entahlah. Secara jujur bahkan orang tua saya pun selalu memaksa
menjadi pegawai, jika perlu merantau (hanya untuk menjadi pegawai). Padahal untuk
berwirausaha di tempat sendiri cukup menjanjikan dari segi peluang dan penghasilannya.

Kembali ke pokok permasalahan jika jumlah orang yang bersaing mencari kerja lebih banyak
jumlahnya dari pada yang memutuskan membuka lapangan kerja (wirausaha). Hal demikian
seberapapun banyaknya jumlah orang yang bergabung dalam suatu perusahaan dan tetap
dihitung sebagai kesatuan dari sebuah rumah tangga produksi (perusahaan). Sedangkan
berputarnya perekonomian dan pertumbuhan ekonomi terjadi jika terdapat banyak rumah tangga
baik konsumsi juga produksi melakukan interaksi ekonomi. Seharusnya anda sudah memahami
jika tidak seimbang antara rumah tangga produksi dan konsumsi berimbas pada terhambatnya
pertumbuhan ekonomi.

Tingginya Tingkat Jumlah Pengangguran dan Kemiskinan

Tujuan di bentuknya sebuah negara salah satunya untuk memakmurkan rakyatnya. Jika tidak
makmur berarti masalah kan ya? Dan menurut anda, apa saja indikasi utama dari
ketidakmakmuran masyarakat pada suatu negara? Tentu saja kemiskinan. Kemiskinan terjadi
dikarenakan ketidak mampuan seseorang untuk membeli barang kebutuhan pokoknya seperti
sandang dan pangan apalagi papan. Bisa saja itu diakibatkan oleh upah yang didapatkan terlalu
kecil sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

Lalu bagaimana dengan pengangguran? Yang bekerja saja masih dikategorikan miskin jika
pendapatannya terlalu kecil dari pengeluaran, terlebih saat ini harga kebutuhan pokok sudah bisa
dikategorikan mahal oleh kebanyakan masyarakat. Pengangguran berarti sama sekali tidak
mempunyai penghasilan, sedangkan manusia setidaknya harus makan untuk bertahan hidup. Jadi
dengan demikian pengangguran merupakan masalah yang sangat serius pada aspek
perekonomian makro.

Masalah Inflasi dan Deflasi serta Defisit APBN

Saya mengalami dahulu ketika terjadi inflasi pada tahun 1997 – 1998, dimana harga kebutuhan
secara umum melonjak sangat tinggi sehingga sangat kacau sekali pada saat itu. Kenaikan harga
secara menyeluruh mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat, yang tadinya mampu
membeli barang-barang mewah sekarang hanya mampu membeli kebutuhan pokok saja. Yang
tadinya hanya mampu membeli kebutuhan pokok jadi tidak mampu membeli apapun.

Sama seperti inflasi, deflasi pun berdampak buruk terhadap ekonomi mikro. Deflasi merupakan
kebalikan dari inflasi dimana harga barang turun secara keseluruhan. Dampak dari kejadian ini
tentu saja terhadap rumah tangga produksi yang tidak mampu lagi menutupi biaya produksinya.
Ujung-ujungnya ini berdampak ke PHK masal dan sudah bisa diprediksi selanjutnya apa lagi jika
bukan kacaunya perekonomian sebuah negar.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), adalah rencana keuangan tahunan
pemerintahan negara Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. APBN berisi
daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara
selama satu tahun anggaran. Nah apabila mengalami defisit yang artinya pengeluaran negara
melebihi pendapatannya maka sudah pasti mempengaruhi kemakmuran rakyatnya.

Utang Luar Negeri Yang Tinggi

Salah satu penyebab utang luar negeri adalah pinjaman pemerintah untuk mengatasi misalnya
defisit APBN. Selanjutnya saya ambil contoh di negara Indonesia :

1. Utang luar negeri memang dibutuhkan Indonesia sebagai tambahan modal Negara yang
menyangkut dengan pembangunan prasarana fisik. Sebagaimana telah diketahui bahwa
infrastruktur merupakan investasi yang mahal dalam sebuah pembangunan, terlebih
pembangunan yang dilakukan dalam tingkat Negara.
2. Utang luar negeri dapat digunakan sebagai penyeimbang neraca pembayaran Negara.
Tentunya dalam hal ini pemerintah memang berusaha untuk melakukan penyeimbangan
pada neraca pembayaran Negara Indonesia sendiri.

Dampak Buruk Utang Luar Negeri

Utang luar negeri memang tidak buruk, jika bersifat wajar. Namun jika jumlahnya tidak wajar
tentu saja akan mempengaruhi stabilitas perekonomian nasional. Hal ini terkait resiko yang bisa
terjadi jika pemerintah kurang mengantisipasinya.

1. Bantuan utang luar negeri justru akan memperlambat pertumbuhan yang erat kaitannya
dengan adanya substitusi terhadap investasi dan tabungan luar negeri, serta membesarnya
defisit neraca pembayaran Negara. Apalagi jika mengingat bahwa Indonesia masih
termasuk Negara berkembang yang memang memerlukan banyak modal.
2. Memperlebar kesenjangan standar hidup masyarakat antara orang yang kaya dengan
orang yang miskin di Negara dunia ketiga (Negara berkembang), seperti Indonesia. Yang
mana, orang yang kaya semakin kaya dan gelamor, sedangkan orang yang miskin
semakin miskin dan terpuruk kualitas ekonomi hidupnya.
3. Menghambat pertumbuhan dengan semakin terkurasnya tabungan Negara dan buruknya
pendapatan yang diperoleh Negara sendiri.
4. Memperlebar kesenjangan tabungan dan devisa Negara yang ada, serta menciptakan
kesenjangan lainnya, seperti kesenjangan antara kota dan desa yang biasanya tampak
dengan berbedanya laju pembangunan atau kesenjangan antara sector modern dan
tradisional.
5. Menciptakan kaum birokrat yang korup, mematikan inisiatif, dan menciptakan mental
pengemis bagi Negara penerimanya. Sebagaimana telah terbukti di Indonesia sendiri, di
mana banyak sekali pihak-pihak atau individu yang melakukan korupsi. Bahkan tidak di
kalangan pemerintah saja, namun sudah menjalar ke kalangan masyarakat umum dan
juga banyaknya pengemis di kalangan masyarakat bawah.
6. Resiko kesinambungan fiskal, di mana utang yang besar biasanya berpotensi untuk
membahayakan kesinambungan anggaran pemerintah dalam mengelola Negara.
7. Resiko nilai tukar, di mana resiko nilai mata uang yang juga berubah-ubah setiap waktu
berpotensi untuk memberikan tambahan beban pembayaran terhadap utang luar negeri
yang dilakukan. Apalagi bila nilai tukar rupiah sedang menurun.
8. Resiko perubahan tingkat bunga, di mana tingkat bunga yang semakin tinggi akan
semakin memberatkan Negara peminjam. Sedemikian sehingga biaya pembayaran hutang
akan semakin tinggi.
9. Resiko pembiayaan kembali (refinancing), di mana volume utang Negara yang sudah
jatuh tempo harus dilunasi. Sedemikiam sehingga volume yang cukup besar dapat
mengakibatkan timbulnya resiko berupa lebih tingginya biaya dari peminjaman baru yang
akan dilakukan.
10. Resiko operasional, di mana pengelolaan utang luar negeri memiliki resiko kegagalan
jika operasional pengelolaannya sehari-hari tidak dilakukan dengan baik. Entah dari sisi
sumber daya manusianya maupun dari sisi sumber daya kelembagaannya, seperti system
informasi manajemen, kelengkapan prosedur operasi baku (SOP), dan lain-lain.

Kebijakan Pemerintah Terkait Permasalahan Ekonomi


Makro

Negara memiliki wewenang untuk mengintervensi kegiatan ekonomi. Campur tangan pemerintah
dilakukan semata-mata terhadap kesejahteraan rakyatnya. Termasuk pada kasus permasalahan
ekonomi yang menyangkut hajat hidup orang banyak maka pemerintah berwenang untuk
mengeluarkan kebijakan-kebijakan ekonomi makro. Contohnya:

 Kebijakan fiskal => Merupakan langkah yang dilakukan pemerintah untuk membuat
perubahan dalam pendapatan dan pengeluaran negara yang bertujuan untuk
mempengaruhi jalannya perekonomian.
 Kebijakan moneter => Adalah kebijakan pemerintah yang terkait dengan perilaku bank
sentral dalam penawaran dan pengaturan uang yang beredar yang bertujuan untuk
mempengaruhi agregat.
 Kebijakan segi penawaran => Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mempertinggi
efisiensi kegiatan perusahaan, dimana perusahaan dapat menawarkan produknya dengan
harga terjangkau dan kualitas yang baik.

Untuk mempelajari lebih jauh terkait kebijakan fiskal dan moneter silahkan pelajari disini.

Memahami Tentang Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional merupakan seluruh pendapatan yang diterima oleh seluruh anggota
masyarakat atau seluruh rumah tangga keluarga (RTK) dalam suatu negara dalam kurun waktu
tertentu, umumnya dalam waktu satu tahun. Pendapatan nasional juga bisa diartikan sebagai
produksi nasional, yang berarti nilai hasil produksi yang dihasilkan oleh seluruh anggota
masyarakat suatu negara dalam waktu tertentu, umumnya satu tahun.

Produk Domestik Bruto (GDP)

Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan
jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara atau domestik
selama satu tahun. Mengerti kan maksudnya, mungkin anda bertanya-tanya jika ada perusahaan
arab yang mendirikan pabrik kemudian memproduksi (beternak) unta di pulau halmahera untuk
kemudian dijual dagingnya, apakah masuk pendapatan nasional PDB / GDP? Jawabannya tentu
saja termasuk, dikarenakan pulau halmahera termasuk wilayah Indonesia.
GDP = Pendapatan Masyarakat DN (dalam negeri) + Pendapatan Asing DN (dalam negeri)

Produk Nasional Bruto (GNP)

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) merupakan nilai produk berupa barang dan jasa
yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun, termasuk yang
dihasilkan oleh warga negara tersebut diluar negeri. Misalnya anda mendirikan usaha cendol di
ukraina, karena anda orang indonesia maka pendapatan anda dimasukan dalam GNP.
dikarenakan GNP memperhitungkan pendapatan warga negara di luar negeri. maka pendapatan
warga asing didalam negeri akan diperhitungkan mengurangi totalnya, seperti yang disajikan
dalam persamaan berikut:

GNP = Pendapatan WNI DN + Pendapatan WNI LN (luar negeri) – Pendapatan Asing DN

Produk Nasional Netto (NNP)

Produk Nasional Neto (PNN) atau Net National Product (NNP) adalah jumlah barang dan jasa
yang dihasilkan masyarakat selama satu periode (biasanya satu tahun) yang telah dikurangi
penyusutan (depresiasi). Jumlah PNN sama dengan jumlah pendapatan rumah tangga konsumsi
sebagai imbalan atas penyerahan faktor-faktor produksi. Sedangkan penyusutan adalah
penggantian barang modal bagi peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi
umumnya bersifat taksiran, sehingga dapat menimbulkan kekeliruan meskipun relatif kecil.

NNP = GNP – depresiasi (penyusutan barang modal)

Pendapatan Nasional Neto (NNI)

Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) merupakan pendapatan yang dihitung menurut
jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Pajak tidak
langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak hadiah,
pajak penjualan, dan sebagainya.

NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung

Pendapatan Perseorangan (PI)

Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap
orang dalam masyarakat, temasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.
Misalnya gaji seorang pegawai negeri, maupun pendapatan pengusaha yang didapatkan secara
berantai. Transfer Payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa
produksi, melainkan diambil sebagian dari pendapatan nasional tahun lalu. Seperti pembayaran
dana pensiunan, tunjangan pengangguran, dan sebagainya.

PI = NNI – Pajak Perusahaan – Iuran – Laba Ditahan + Transfer Payment

Pendapatan Yang Siap Dibelanjakan (DI)


Disebut juga dengan Disposible Income yaitu pendapatan yang siap dimanfaatkan untuk
membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi
investasi. Kemudian, pajak langsung adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada
pihak lain, seperti pajak pendapatan.

DI = PI – Pajak Langsung

Investasi Dalam Pandangan Ekonomi Makro

Investasi dalam konteks ekonomi makro berarti membeli, membuat, mengadakan dari modal
berbentuk barang (tidak untuk di konsumsi) yang nantinya akan memproduksi barang lainnya.
Contoh mesin pabrik untuk menghasilkan barang seperti sandal, sepatu, kain dan sebagainya.

Peranan Investasi

Banyaknya investasi akan membutuhkan banyak tenaga kerja sehingga sangat tepat jika semakin
besar investasi maka perekonomian suatu negara akan tumbuh dan berkembang.

1. Investasi merupakan komponen pengeluaran yang cukup besar dan tidak mudah habis,
maka perubahan besar dalam investasi akan sangat mempengaruhi pernintaan.
2. Investasi mendorong terjadinya akumulasi modal, penambahan stok bangunan gedung
dan peralatan lainnya, akan meningkatkan output potensial suatu bangsa dan merangsang
pertumbuhan ekonomi untuk jangka panjang.

Investasi dan Perhitungannya

Peranan investasi sangat penting agar ekonomi rakyat dapat berjalan dengan baik, sehingga bisa
menekan angka kemiskinan dan pengangguran, Investasi sendiri adalah suatu komponen dari
PDB (Produk Domestik Bruto) dengan persamaan:
PDB = C + I + G + (X-M)

Dimana:

C = Consume/ Konsumsi

I = Investasi

G = Goverment/ Pemerintah

X = Export = Ekspor

M = Import = Impor

Kesempatan Kerja Pada Ekonomi Makro

Kesempatan Kerja adalah jumlah lapangan kerja yang tersedia bagi masyarakat baik yang telah
ditempati (employment) maupun jumlah lapangan kerja yang masih kosong (vacancy).
Kesempatan kerja menggambarkan tersedianya lapangan kerja di masyarakat. kesempatan kerja
diartikan sebagai permintaan akan tenaga kerja di pasar tenaga kerja (demand for labour force).

Kesempatan kerja erat hubungannya dengan kemampuan perusahaan-perusahaan dalam


menampung atau menyerap sumber daya manusia dalam kaitannya dengan proses produksi. Bisa
anda bayangkan jika tidak ada orang-orang yang bisa menjadi pengusaha maka para penganggur
pun semakin banyak jumlahnya. Adapun jenis-jenis kesempatan kerja yaitu sebagai berikut:

Full Employment (Kesempatan Kerja Penuh)

Full employment adalah keadaan yang terjadi atau berlangsung di suatu perekonomian yang
ditandai oleh semua orang yang mampu dan bersedia dapat bekerja, baik dipekerjakan maupun
mempunyai kesempatan untuk bekerja. Full employment yang ditandai oleh jumlah pekerja yang
tersedia atau kesempatan kerja sama besarnya dengan atau bisa juga melebihi jumlah pekerjaan
yang tersedia atau kesempatan kerja sama besarnya dengan atau melebihi jumlah orang-orang
yang mencari pekerjaan. Pada kondisi ini akan sangat mudah mendapatkan pekerjaan.

Under Employment (Kesempatan Kerja yang Berkurang)

Hal ini terjadi apabila jumlah lapangan kerja tidak cukup untuk menampung banyaknya tenaga
kerja. Under employment juga bisa terjadi di negara-negara sangat maju, seperti sering terjadi di
negara-negara industri.

Segala Hal Tentang Neraca Pembayaran

Pada ekonomi makro neraca pembayaran ialah daftar yang memberikan gambaran ringkas semua
transaksi ekonomi internasional yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah suatu negara
dalam kurun waktu tertentu, biasanya dalam kurun waktu satu tahun.

Hasil akhir dari tiap kegiatan ataupun transaksi akan berbentuk sebuah laporan keuangan. Dalam
ruang lingkup perdagangan sebuah negara, laporan tersebut disebut neraca pembayaran.

Penyusunan neraca pembayaran sebuah negara mesti didasarkan pada aturan yang telah
ditetapkan IMF. Aturan tersebut termuat dalam balance of payment textbook. Dalam neraca
pembayaran tersebut terdapat dua jenis transaksi, yakni transaksi debit yang menimbulkan
kewajiban pemayaran ke negara lain dan transaksi kredit yang menimbulkan hak penerimaan
dari negara lain.
Fungsi Neraca Pembayaran

Suatu negara menyusun pembayaran karena memiliki fungsi yang penting bagi perekonomian
negara tersebut. Sebuah neraca pembayaran disusun dengan fungsi sebagai berikut:

 Sebagai pertimbangan bagi pemerintah untuk mengambil langkah di dalam kegiatan


ekonomi
 Sebagai dasar pengambilan kebijakan fiskal dan moneter.
 Sebagai dasar pertimbangan pemerintah untuk mengetahui perkembangan hubungan
ekonomi internasional dengan negara lain.
 Sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam perdagangan luar negeri.
 Merupakan alat untuk mengukur besarnya utang dan piutang luar negeri.
 Merupakan alat untuk mengetahui struktur dan komposisi transaksi suatu negara dengan
duni internasional.
 Merupakan alat untuk mengetahui keadaan perekonomian suatu negara.

Komponen neraca pembayaran

Neraca pembayaran terdiri atas beberapa komponen di bawah ini:

 Neraca barang => neraca yang mencatat semua transaksi ekspor dan impor barang yang
dilakukan oleh sebuah negara.
 Neraca jasa => neraca yang mencatat semua transaksi ekspor dan impor jasa suatu
negara.
 Neraca hasil modal => neraca yang mencatat nilai investasi atau penanaman modal
langsung dari pihak swasta asing, pinjaman luar negeri yang diberikan bank swasta
internasional dan pinjaman atau hibah dari negara lain.
 Neraca lalu lintas modal => mencatat perubahan aset negara di luar negeri dan aset asing
di negara tersebut.
 Neraca moneter => mencatat semua perubahan yang terjadi pada cadangan devisa sebuah
negara.

Posisi neraca pembayaran

Barikut ini dijelaskan posisi neraca pembayaran dan penjelasannya:

 Neraca pembayaran surplus => dikatakan surplus jikalau penerimaan dari luar negeri
lebih besar dari pembayaran ke luar negeri.
 Neraca pembayaran defisit => terjadi dikarenakan penerimaan dari luar negeri lebih kecil
dibandingkan pembayaran ke luar negeri.
 Neraca pembayaran seimbang => pada dasarnya seluruh neraca pembayaran sebuah
negara dalam kondisi seimbang. Seluruh neraca pembayaran disusun dengan prinsip
pebukuan yang berpasangan di mana sisi debit dan kredit harus seimbang.
Pengusaha Sebagai Tulang Punggung Ekonomi Makro
Suatu Negara Mereka Pahlawan Ekonomi Negeri Ini

Apa yang bisa anda simpulkan dari uraian diatas? Masalah ekonomi berawal dari tidak
seimbangnya antara konsumsi dan produksi pada sebuah negara. Apa yang terjadi jika jumlah
produksi jauh di bawah jumlah konsumsi maka akan mengakibatkan harga menjadi melambung
tinggi.

Jumlah produksi barang dan jasa dipengaruhi oleh investasi. Dengan keberadaan investasi akan
menyerap tenaga kerja kemudian jumlah produksi pun bertambah. Ada dua sisi yang
diuntungkan yaitu berkurangnya tingkat pengangguran juga ketersediaan barang akan seimbang
dengan permintaan. Kedepannya apa lagi jika bukan kemakmuran yang dicapai.

Namun meskipun demikan investasi bukanlah yang utama sebagai penggerak pertumbuhan
ekonomi dalam konteks makro. Pengusaha lah yang berjuang menjalankannya. Dengan peran
mereka dalam menciptakan lapangan kerja baru akan mengatasi segala masalah ekonomi dalam
cakupan yang sangat luas. Dengan demikian tentunya anda bisa mengerti kenapa pemerintah
begitu gencar dalam mendukung UMKM, karena disanalah tempat untuk menekan
pengangguran.