You are on page 1of 2

Referensi:

Rachman, et.all. 2014. Syndrome of Inappropriate Antidiuretic Hormone Secretion


(SIADH) akibat Kemoterapi pada Pasien Lansia dengan Keganasan. Universitas
Indonesia: Falkutas Kedokteran.

Komplikasi atau gejala sisa dari SIADH, meliputi:


1. Hipourikemia
Hipourikemia adalah kadar urea dalam darah sangat rendah. Nilai normal urea dalam
darah adalah 20 mg – 40 mg setiap 100 ccm darah. Penurunan kadar urea sering dijumpai pada
penyakit hati yang berat. Pada nekrosis hepatik akut, sering urea rendah asam-asam amino
tidak dapat dimetabolisme lebih lanjut. Pada sirosis hepatis, terjadipengurangan sintesis dan
sebagian karena retensi air oleh sekresi hormone antidiuretik yang tidak semestinya.
2. Overload tipe hipotonik
Ketidakseimbangan cairan tubuh dimana seluruh tubuh akan berada dalam keadaan
hipotonik, disertai dengan osmolaritas tubuh menurun. Sehingga didalam tubuh, cairan
ekstraseluler akan pindah ke kompartemen intraseluler. Terjadi expansi air berlebihan
diseluruh kompartemen cairan dan kadar elektrolit berkurang karena dilusi (rendahnya
elektrolit serum). Dalam kondisi berpindahnya cairan seperti ini, tubuh sangat sulit
mengkompensasinya. Faktor penyebab tubuh menjadi overload hipotonik adalah SIADH
(kumpulan gejala karena malfungsi hormon antidiuretik)
3. Penurunan Osmolaritas (plasma)
Tekanan normal osmolaritas plasma darah ialah 285+ 5 mOsm/L. Sementara penurunan
osmolaritas plasma terjadi akibat Kerja hormon ADH yang berlebihan dan gangguan pada
ginjal dalam meekskresikan cairan.Pada keadaan ini tertjadi perpindahan cairan dari ekstrasel
ke intrasel, termasuk ke sel otak. Hal ini akan menyebabkan terjadinya edema otak yang mana
keadaan ini merupakan keadaan berat yang dapat menyebabkan kejang dan penurunan
kesadaran.
4. hipokalemia
Nilai norman kalium dalam darah adalah (3,5 - 5,0 MEQ/L). Penyebab utama kehilangan
kalium adalah penggunaan obat-obatan diuretik yang juga menarik kalium misalnya: tiazid dan
furosemid) (Tamsuri anas 2009).
5. hipomagnesemia
Nilai normal magnesium dalam darah adalah (1,4 – 2,1 Mg/l). Hipomagnesemia dapat terjadi
karena penggunaan beberapa obat dalam jangka waktu lama (diuretik, siplantin) (Tamsuri anas
2009).