You are on page 1of 12

IMPLEMENTASI TEORI DAN MODEL PEMBELAJARAN MENULIS TEKS

BAHASA JERMAN BERBASIS TERJEMAHAN DAN TATA BAHASA (


GRAMMATIK-ÜBERSETZUNG)

Mardiana

Universitas Negeri Makassar


E-mail: Dodhyana012@gmail.com

Abstrak

Penulisan ini didasari pembelajaran bahasa Jerman. Siswa kurang mengenal


kosakata dan memahami tata bahasa dari bahasa Jerman, dengan metode terjemahan
tata bahasa diharapkan bisa membantu dalam memperkaya kosakata dan memahami
tata bahasa Jerman. Penulisan ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh metode terjemahan tata bahasa terhadap kemampuan kosakata dalam
menulis teks bahasa jerman. Hasil penulisan menunjukkan bahwa metode terjemahan
tata bahasa efektif dalam meningkatkan kemampuan kosakata dalam menulis teks
bahasa Jerman

Kata Kunci: Metode terjemahan tata bahasa, menulis teks bahasa Jerman.
A. PENDAHULUAN memperkaya kosakata. Tapi, karena
bahasa yang digunakan dalam sehari-
Metode terjemahan tata bahasa
hari bahasa Indonesia dialek Makassar
ini sering digunakan dalam
jadi pembelajaran menulis menjadi
pembelajaran bahasa asing. Prinsip
salah satu masalah dalam mengajarkan
yang dijadikan landasan dalam metode
bahasa Jerman. Siswa kurang
ini adalah bahasa asing bisa tercapai
mengenal kosakata bahasa Jerman
dengan cara latihan-latihan terjemahan
jangankan untuk memahami
dari bahasa yang diajarkan terhadap
maknanya, melafalkan vokal äu saja
bahasa sumber siswa atau sebaliknya.
siswa sudah merasa kesulitan.
Latihan-latihan terjemahan merupakan
Contonya dalam kata /Häuser..
latihan utama dalam metode
Sebenarnya minat belajar bahasa
terjemahan tata bahasa. Metode ini
Jerman baik sekali tapi karena ada
ditujukan untuk pembelajaran
masalah mengenai bahasanya jadi
membaca dan menulis. Pentingnya
masalah juga dalam menyampaikan
metode ini diantara-nya; (1) dengan
materi yang sesuai dengan standar
menerjemahkan memberikan
kompetensi dan kompetensi dasar
gambaran batasan-batasan materi
(SKKD) mata pelajaran bahasa dan
pembelajaran dengan bahasa sumber,
sastra Jerman. Contonya dalam
(2) siswa bisa memahami kosakata dan
pembelajaran menulis yang tergolong
tata bahasanya, dan (3) memperkaya
lebih sulit diajarkan dibandingkan
kosakata siswa. Oleh karena itu, tujuan
dengan pembelajaran membaca.
pembelajaran yang ingin dicapai oleh
metode ini dibatasi dengan Keterampilan menulis jadi
kemampuan kosakata siswa dalam kegiatan yang harus sering digunakan
pembelajaran menulis teks bahasa dalam pembelajaran bahasa Jerman,
Jerman. dengan banyak menulis diharapkan
dapat memperkaya kosakata yang
Pentingnya kegiatan menulis
dikuasai siswa. Masalah dalam
salah satunya adalah dapat
pembelajaran menulis yang ditemukan sarjana Jerman (Johann Seidenstucker,
dalam pembelajara diantaranya; (1) Karl Plotz, H.S. Ollendorf, jeung
siswa kurang mengenal kosakata dari Johann Meidinger) yang tujuannya to
bahasa Jerman, (2) siswa tidak know everything about samething
memahami arti dari tiap kosakata dan rather than the thing it self atau untuk
tata bahasa Jerman, dan (3) mengetahui segala sesuatu mengenai
penggunaan metode kurang variatif sesuatu dibanding ihwal itu sendiri. Di
dan tidak sesuai dengan kompetensi Amerika Serikat, sesungguhnya
dasar. Untuk mengatasi masalah- metode terjemahan tata bahasa ini
masalah di atas perlu metode yang pertama dikenal sebagai Metode
sesuai dengan kompetensi dasarnya. Prussia. Metode terjemahan tata
Hal ini dilakukan supaya kemampuan bahasa mendominasi pengajaran
siswa menguasai kosakata dalam bahasa asing dari tahun 1840-an
menulis meningkat, dengan sampai tahun 1940-an, dan dalam
meningkatnya hasil diajar siswa bentuk yang telah dimodifikasipun
diharapkan tujuan pembelajaran juga tetap terpakai secara luas di beberapa
akan tercapai. Metode yang dianggap bagian dunia ini sampai sekarang.
cocok untuk meningkatkan
Terjemahan merupakan salah
kemampuan kosakata siswa dalam
satu teknik tertua untuk menunjukkan
menulis adalah metode terjemahan tata
makna dari suatu kata bahasa asing,
bahasa. Berdasarkan uraian di atas,
dan tata cara ini telah digunakan di
penulis bermaksud menulis tentang
dalam pengajaran bahasa asing pada
metode terjemahan tata bahasa dalam
zaman kekaisaran romawi. (teknik ini
pembelajaran menulis teks bahasa
mulai ditinggalkan orang pada akhir
Jerman.
abad pertengahan (abad ke-15), tetapi
B. KAJIAN PUSTAKA menjadi populer lagi pada zaman
kebangunan kembali (Rennanisance)
Metode terjemahan tata bahasa
(abad ke-16)). Leksikografi dwibahasa
merupakan hasil karya pemikiran
sudah ada untuk yang pertama kalinya pengajaran bahasa Latin dan Yunani,
pada tahun 2500 SM di antara kedua bahasa tersebut telah tersebar di
masyarakat akkadia. Pada awal abad beberapa bidang pengajaran sepanjang
ke-8 tidak hanya daftar kosa kata abad pertengahan di Eropa. Seorang
Yunani-Latin yang dikembangkan, ilmuwan bernama Plotz mengadopsi
melainkan juga daftar kosa kata latin beberapa tekniknya/uslubnya pada
dan bahasa-bahasa daerah. Para guru akhir abad ke-19. Dia melakukan hal
bahasa pada abad ke-19 pada itu sampai uslub/teknik-tekniknya itu
umumnya berkeyakinan bahwa satu- berpindah kepada dua Negara lain di
satunya metode yang jitu untuk dunia. Barangkali metode ini
memancarkan makna dari bahasa asing merupakan metode terbanyak yang
adalah melalui terjemahan. tersebar di negara Indonesia dan lebih
Dasar-dasar Grammar khusus di pondok-pondok pesantren.
Translation Method sudah ada pada
Metode ini sering juga disebut
zaman kebangunan kembali. Para guru
“metode tradisional”. Ini tidak berarti
bahasa pada zaman itu berpandangan
bahwa metode ini yang paling tua.
bahwa dengan latihan menerjemahkan
Istilah “tradisional” mungkin dipakai
dua hal dapat direguk sekaligus, yakni
bahwa metode ini merupakan
pengenalan rasa bahasa dan
pencerminan dari bahasa-bahasa
penguasaan tata bahasa.
Yunani kuno dan Latin diajarkan (Van
Sulit menentukan secara pasti Els, op.cit). Walaupun kedua bahasa
sejarah lahirnya metode ini. Hal ini ini tidak lagi begitu banyak digunakan
disebabkan metode ini ada di diantara para ilmuwan sebagai bahasa
sebagian besar negara-negara di dunia pengantar (abad ke-15), tetapi masih
ini. Akan tetapi juga sulit banyak sekolah/universitas yang
menghubungkan metode ini dengan mengharuskan pelajar/mahasiswanya
salah satu ilmuwan, akan tetapi dikenal belajar bahasa-bahsa ini karena
bahwa metode ini berhubungan dengan dianggap mempunyai “nilai
pendidikan yang tinggi” dalam Variasi metode diharapkan
membaca buku-buku dalam bahasa- dikuasai oleh guru agar proses
bahasa klasik, dan juga karena pembelajaran tatabahasa bahasa
“disiplin batin” yang dilatih melalui Jerman lebih menarik dan diminati,
analisis logis bahasanya, dan pengelola madrasah mampu
penghafalan kaidah-kaidah bahasa dan menyediakan media pembelajaran
pola-pola kalimat yang rumit serta tata bahasa yang lebih kondusif
penerapan kaidah-kaidah dan pola- (seperti: kamus lengkap bahasa
pola dalam latihan terjemahan. Jerman, buku-buku penunjang,
bahan-bahan media pembelajaran),
C. PEMBAHASAN
dan peneliti lain menindaklanjuti
1. Metode Tata Bahasa
dengan penelitian lain guna
Metode Tata bahasa memperoleh hasil yang maksimal
memiliki unsur penting dalam untuk perbaikan pembelajaran
upaya belajar bahasa. Untuk itu tatabahasa bahasa Jerman.
upaya pengembangan menjadi
2. Metode Terjemah
sesuatu yang amat penting. Dapat
Metode Terjemah adalah
disarankan agar (1) guru mampu
metode yang banyak dipakai
melakukan penyempurnaan dan
dalam pengajaran bahasa asing.
pembaharuan dalam penguasaan
Prinsip yang dijadikan landasan
metode pembelajaran tata bahasa
dalam metode ini adalah bahwa
sesuai dengan perkembangan dan
penguasaan bahasa asing yang
tuntutan jamannya. Dalam memilih
dipelajari itu dapat dicapai dengan
dan menetapkan bahan ajar
jalan latihan-latihan terjemahan dari
sebaiknya guru menyertakan media
bahasa yang diajarkan ke dalam
pembelajaran bahasa Jerman untuk
bahasa ibu murid atau sebaliknya.
mempermudah proses
Latihan-latihan terjemahan ini
pembelajaran.
merupakan latihan-latihan utama Sasaran Model Pembelajaran,
dalam metode ini. yaitu:

Urutan bahan yang 1. Guru menerjemahkan kosa kata


diberikan dalam pelajaran biasanya yang baru, kemudian
sama dengan urutan bahan yang menugaskan siswa untuk
diberikan dalam metode tata bahasa. menghapal vocabulary itu dan
Pilihan terhadap kata-kata yang meminta untuk diperdengarkan
diberikan didasarkan atas teks yang kembali pada hari berikutnya;
dipakai. Dalam setiap pelajaran 2. Guru meminta sebagian siswa
diberikan aturan-aturan tata untuk membaca teks dan
bahasanya, daftar kata-kata beserta mengoreksinya. Kemudian guru
terjemahannya dalam bahasa ibu membaca teks tersebut kalimat
murid dan latihan- latihan per kalimat, kemudian meminta
terjemahan dari dan ke bahasa yang salah seorang siswa yang pandai
diajarkan ini. untuk menerjemahkan kalimat itu
atau guru itu sendiri yang
Metode Terjemah terutama
menerjemahkannya;
ditujukan untuk bahasa tertulis.
3. Guru mengeluarkan kaidah-kaidah
bukan untuk bahasa lisan. Oleh
nahwu dari teks tersebut kemudian
karena itu. latihan-latihan untuk
menjelaskannya dengan penjelasan
penguasaan bahasa lisan tidak
yang terperinci, begitu juga
terdapat dalam metode ini. Dengan
terkadang bisa meminta siswa
demikian tujuan yang dapat dicapai
untuk menyusun kalimat yang
dengan metode ini hanya terbatas
sesuai dengan kaidah tersebut,
pada membaca, mengarang dan
dan selanjutnya siswa memulai
terjemahan, sedangkan kemampuan
untuk menjawab latihan soal-soal;
berbicara diabaikan.
4. Guru memberi tugas kepada siswa
untuk menghapalkan tata bahasa
di luar kepala dan 2. Menjadikan siswa hapal akan
memperdengarkannya pada daftar-daftar vocabulary dan
kesempatan/jam pelajaran yang sinonimnya di luar kepala;
akan datang; 3. Mengajari siswa membaca secara
5. Terkadang siswa menerjemahkan detail/terinci dan analisis;
teks dengan terjemahan bebas. 4. Mengajari siswa menulis topik-
topik karangan dengan mengambil
Metode tata bahasa dan
cuplikan kalimat-kalimat, alinea-
terjemah ini mengarah pada:
alinea dari sastrawan dan penyair;
1. Menghasilkan siswa yang terdidik, 5. Melatih siswa menerjemahkan teks
terlatih akan pengetahuan sastra yang tinggi.
kebudayaan sastra yang tinggi, dan
Adapun prosedur pelaksanaan
mempunyai daya apresiasi sastra;
model pembelajaran, yaitu:
2. Menghasilkan siswa yang hapal
akan materi-materi nahwu dan 1. Guru mulai dengan memberikan
teks-teks sastra; definisi-definisi jenis kata,
3. Menghasilkan siswa yang imbuhan jenis kata itu, kaidah-
berkompeten untuk kaidah yang harus dihafalkan
menerjemahkan secara bebas dari dalam Bahasa Ibu, contoh-contoh
bahasa induk kepada bahasa yang menggarisbawahi kaidah-
sasaran. kaidah Bahasa Asing, dan
perkecualian kaidah-kaidah Bahasa
Untuk merealisasikan tujuan
Asing yang diajarkan itu.
ini, metode tata bahasa dan terjemah
2. Guru melatih pelajar dalam
menggunakan teknik sebagai berikut :
terjemahan kalimat-kalimat dan
1. Otak siswa dipenuhi dengan kemudian paragraf-paragraf.
kaidah-kaidah nahwu dan daftar Materi yang digunakan dipilih dari
tashrif serta wazan-wazanya; buku-buku sastra yang bahasannya
memiliki ragam yang “estetis”.
3. Guru memberi daftar kosakata yang diajarkannya itu. Tang
untuk dihafalkan. Kata-kata itu perlu dikuasainya hanyalah teks
lepas dari konteks kalimat, dan yang akan dipergunakannya.
guru menyuruh para pelajar untuk Metode ini mudah dilaksanakan
memberi terjemahan kosa kata dan dapat dipakai dalam kelas
Bahasa Asing itu. yang jumlah muridnya besar
4. Guru memberi pekerjaan rumah Dalam pengajaran bahasa asing
yang berupa persiapan terjemahan tampaknya metode ini banyak
halaman-halaman dari buku sastra sekali terpakai, dan di Indonesia
itu untuk dibicarakan pada tampaknya metode ini masih
pertemuan berikutnya. banvak terpakai dewasa ini.
d) Dalam tempo yang cepat guru
Segi-segi yang menguntungkan
dapat menanamkan pengetahuan
dalam metode ini adalah:
tentang kata-kata. Hal ini
a) Para pelajar mahir menerjemahkan dimungkinkan oleh pemakaian
dari dan ke Bahasa Asing. bahasa ibu murid dalam hampir
b) Para pelajar hafal kaidah-kaidah setiap situasi pengajaran.
Bahasa Asing yang disampaikan Dengan jalan memberikan
dalam Bahasa Ibu. terjemahan. memberikan
c) Metode ini praktis. dapat penjelasan-perjelasan dan
dipakai pada setiap jenis dan batasan-batasan dalam bahasa
keadaan sekolah, tidak ibu murid tentang bahan yang
memerlukan banvak tenaga dan diajarkan itu dapatlah
biaya. Guru yang dihindarkan pemborosan waktu
mengajarkannya tidak perlu dan tenaga yang tak perlu.
terlatih betul dalam bahasa yang e) Pembelajar dapat segera
diajarkannya itu. Guru tak perlu menguasai arti kata-kata yang
menguasai betul ucapan tata diajarkan dan kebingungan
bahasa dan vokabuler bahasa pembelajar terhadap arti kata-
kata dan aturan-aturan tata yang terbaik adalah melihatnya
bahasanya dapat dicegah. Oleh dalam konteks pemakaiannya.
karena latihan membandingkan Pengertian kata-kata yang
kedua bahasa itu. maka sesungguhnya hanya dapat
kesalahan-kesalahan pemakaian diperoleh dengan jalan
bahasa bagi pembelajar dapat rnemperluas pengaiaman dalam
dihindari. bahasa itu. Kata-kata selalu
Kelemahan-kelemalian yang mempunyai nilai tertentu dalam
terdapat dalam metode ini adalah setiap pemakaiannya. Pengertian
sebagai berikut: kata- kata yang sesungguhnya
hanya dapat diperoleh dengan jalan
a) Tujuan yang dapat dicapai hanya
memperluas pengaiaman dalam
terbatas pada pengetahuan kata-
bahasa itu. Kata-kata selalu
kata dan aturan aturan tata
mempunyai nilai tertentu dalam
bahasanya, dan membaca,
setiap pemakaiannya. Kata-kata
walaupun yang terakhir ini
hanya mempunyai satu arti tertentu
membaca yang dapat digolongkan
dalam setiap pemakaiannya, Ikatan
kepada membaca yang kurang
yang timbul antara kata-kata
baik. Kemampuan mengarang dan
bahasa itu dan bahasa ibu berkat
berbicara tidak dapat dicapai
latihan-latihan terjemahan itu pada
dengan sebaik-baiknya.
hakekatnya bukanlah suatu
b) Untuk mencapai pengetahuan dan
keuntungan, sebab jika
penguasaan kata-kata media yang
menggunakan bahasa dari itu
dipakainya kurang sempurna. Tak
mereka selalu akan teringat akan
ada kata-kata atau ungkapan-
hubungannya dengan bahasa
ungakapan yang terdapat dalam
ibunya. Dengan demikian
suatu bahasa tersedia ekivalennya
hubungan itu pada hakekatnya
yang persis sama dengan bahasa
hanya merupakan halangan bagi
lain. Cara mempelajari kata-kata
kelancaran dalam menggunakan seperti inipun akan terjadi,
bahasa baru itu. walapun kedua bahasa itu sudah
c) Walaupun untuk penguasaan dikuasai dengan baik.
bahasa pasif, keuntungan langsung f) Bagi pembelajar mengemukakan
yang diperoleh dari pemakaian pikiran dalam bahasa ibu lebih
metode ini sesungguhnya tidak mudah terasa daripada dalam
ada, oleh karena kebiasaan bahasa baru yang dipelajarinya.
menterjemahkan kata demi kata Jika pengajar terlalu membiarkan
merupakan penghalang bagi usaha pembelajar menggunakan bahasa
menangkap pengertian yang ibunya, kemauannya menggunakan
terkandung dalam kelompok kata. bahasa baru akan menjadi kurang
Menangkap pengertian yang karena bahasa baru itu terasa sukar
terkandung dalam kelompok kata baginya, walaupun
merupakan hal yang sangat penting pembicaraannya itu masih dalam
dalam perbuatan membaca yang batas-batas vokabuler yang telah
baik. diketahuinya.
d) Oleh karena waktu yang terbanyak g) Pada kelas-kelas yang lebih tinggi
dipergunakan adalah untuk latihan- tujuan pelajaran sering berpindah
latihan terjemahan, maka waktu kepada terjemahan itu sendiri.
yang dapat dipakai untuk latihan- Pada kelas-kelas permulaan hal ini
latihan kemampuan berbicara hams dicegah oleh karena untuk
menjadi terbatas sekali. dapat melakukan terjemahan-
e) Pencampuradukan pemakaian terjemahan itu diperlukan
bahasa baru dengan bahasa ibu penguasaan bahasa, tata bahasa
selalu akibatnya kurang baik, oleh dan vocabulary dan hal ini belum
karena pikiran menjadi ragu-ragu dicapai dalam pembelajaran
kalau ada suatu waktu harus h) Metode terjemahan merupakan
dipindahkan menggunakan bahasa penghalang bagi latihan-latihan
yang satu ke bahasa yang lain. Hal
berbicara dan latihan latihan DAFTAR PUSTAKA
kebiasaan membaca yang baik.
Mardhotillah, Nur Fitri. 2015.
D. KESIMPULAN DAN
“Metode Terjamahan Tata Bahasa
SARAN
dalam Pembelajaran Membaca
Berdasarkan hasil penulisan di Karangan Eksposisi”. Oktober 2015
atas, analisis dan pembahasan dapat http://ejournal.upi.edu/index.php/lokab
disimpulkan bahwa metode terjemahan asa/article/download/3164/2184
tata bahasa memberikan pengaruh
Massofa.” Metode Terjemahan dalam
yang signifikan terhadap kemampuan
Pengajaran Bahasa”. 29 Juni 2018.
kosakata dalam menulis teks bahasa
https://massofa.wordpress.com/2008/0
Jerman. Dengan kata lain, metode
6/29/metode-terjemahan-dalam-
teremahan tata bahasa lebih efektif
pengajaran-bahasa/.
daripada yang tidak memakai metode
terjemahan tata bahasa dalam Bagus, Agus. “makalah metode
meningkatkan kemampuan kosakata tatabahasa dan terjemahan”. 2 Mei
dalam menulis teks bahasa Jerman. 2013.
Oleh karena itu, MTTB ini dapat https://agusbagus92.wordpress.com/20
dijadikan salah satu metode alternatif 13/05/02/makalah-metode-tatabahasa-
dalam pembelajaran menulis. dan-terjemahan/.

Dengan kita mengetahui Suherman. “Metode Ajar”.


Metode Tata Bahasa dan Terjamah http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR
hendaknya kita bisa mempersiapkan ._PEND._BAHASA_JERMAN/19510
diri untuk mengunakan metode ini di 5081980031-
dalam peruses belajar mengajar A._SUHERMAN/POWER_POINT/M
sebagai seorang calon guru. ETOD_AJARAN.pdf.

Albantani, Azkia M. “Metode Tata


Bahasa – Terjemah”.
https://www.academia.edu/12097890/
Metode_Tata_Bahasa_-_Terjemah.