You are on page 1of 4

TUGAS LAPORAN

SENI BUDAYA

Nama : Asetsi Pirmo


Kelas : X-MIPA
Hari/Tanggal : Rabu, 27 Februari 2019
Guru Mata Pelajaran : Arne, S. Pd

YAYASAN PENDIDIKAN DWIMA SANAMAN MANTIKEI


(YPDSM)
SMA GARING TARANTANG
2019
Kritik Seni Tentang Kolaborasi Musik

Bangsa Indonesia terdiri banyak suku bangsa yang tersebar dari sabang sampai merauke,
terdiri dari berbagai daerah dan suku-suku yang hampir pada setiap daerah tersebut mewariskan
hasil-hasil karyanya berupa kesenian yang besar dan meyakinkan. Hasil kesenian tersebut
ternyata hingga saat sekarang masih hidup dan terpelihara. Kenyataan memberi harapan tentang
kelangsungan hidup seni-seni tradisi yang memiliki nilai-nilai tinggi dan adhiluhung dengan
berbagai variasinya, serta semakin besarnya perhatian masyarakat dan pemerintah dalam
mengelola masalah tersebut. Atas dasar tersebut amat disayangkan apabila kesenian yang
demikian itu sampai mengalami kepunahan karena adanya arus globalisasi dengan masuknya
budaya barat ke Indonesia, untuk itu sudah sewajarnya kita bangsa Indonesia dan para generasi
mudanya ikut andil dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni budaya yang kita miliki.
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa cabang kesenian tradisi yang ada di Indonesia meliputi
Seni Tari, Seni Musik, Seni Rupa, Seni Suara, Seni Sastra, dsb. Dalam bidang Seni musik masih
terbagi-bagi lagi menjadi bermacam-macam jenisnya, dan salah satunya adalah seni musik
tradisional yang dapat di kolaborasikan dengan musik modern, dengan adanya kolaborasi musik
tradisional dengan musik modern, musik tradisional tidak akan mengalami kepunahan dan tidak
hilang dari dunia musik di Indonesia.

1. DESKRIPSI
Deskripsi adalah tahapan dalam kritik untuk menemukan, mencatat dan mendeskripsikan segala
sesuatu yang dilihat apa adanya dan tidak berusaha melakukan analisis atau mengambil
kesimpulan. Dari yang saya lihat di video yang saya kritik saya mendeskripsikannya adalah
sebagai berikut :
 Pemain Musik Terdiri dari 8 pemusik
 Alat musik yang dimainkan yaitu : Gitar Bass, Gitar Elektrik, Angklung, Seruling,
Drum, gendang, dan Jimbe.
 Para personil mengenakan baju kaos bewarna hitam, dan memakai celana panjang.
 Cahaya lampu tidak begitu terang, hanya bagian tengah yang terang dan berwarna warni.
 Di bagian depan panggung terdapat tanaman hijau sebagai penghias panggung.
 Musik yang dimainkan pada saat pembuka alunan musiknya begitu pelan. Pada
pertengahan alunan musik nya berangsur angsur cepan dan mulai menaikan tempo.
Dibagian akhir musiknya cepat dan begitu bersemangat.

2. ANALISIS FORMAL
a. Gaya Perseorangan
 Pemain Gitar
Pemain Gitarnya kurang begitu energik, saat memainkan gitar pemainnya terlalu
sering melihat ke personil yang lain, sehingga berkesan musik yang di mainkan salah, dan
dapat mengurangi nilai keindahan penampilan. Teknik memainkan gitar cukup baik,
lumayan rapi, namun lebih di tingkatkan lagi agar lebih menarik. Effek yang digunakan
sebaiknya yang lebih dalam/tajam agar tampak lebih menarik untuk didengar.

 Pemain Gendang
Pemain gendang sangat bagus. Karena dari awal tempo yang dimainkan sangat
teratur. Dan dengan pola yang begitu rapi, namun harus hati hati saat Fill karena
seringkali kelebihan ketukan.
 Pemain bass
Suara Gitar Bass kurang terdengar, pemaniinya kelihatan kurang menikmati
permainan musiknya, karena sering diam dan tidak banyak bergerak. Suara bas sebaiknya
ditambah karena tanpa bass musik kurang menari untuk di dengar.
 Pemain Angklung
Pemain Angkung nya cukup rapi dan penempatan melodi yang dimainkan cukup
baik, namun lebih baik lagi jika dimainkan dengan tempo yang lebih cepat dan lebih
ramai.
 Pemain Seruling
Pemain serulingnya cukup baik, namun mungkin lebih bagus jika serulingnya
lebih dominan dengan suara melodi gitar, agar ciri khas musik tradisional dan musik
modernya menyatu.
 Pemain Drum
Suara drum tidak begitu terdengar, sehingga musiknya menjadi kurang ramai.
Menurut saya suara drum ini lah yang lebih mendomonankan suara musik modern
sesudah giitar elektrik. Pemain drum nya tidak begitu kelihatan, sebaiknya penataan
panggung nya di perbaiki lagi.
 Pemain Jimbe
Pemain jimbe begitu baik, karna pola yang dimainkan begitu rapat, dan dapat
dimainkan dengan baik.

b. Kreativitas
Menurut saya musik yang mereka mainkan begitu unik, mulai dari pembukaan
menggunakan suara yang keluar dari rongga mulut atau tenggorokan (akafela). Mereka dapat
menggabungkan antara alat musik tradisional dan alat musik moderen, dan dapat
menghasilkan pertunjukan musik yang cukup menarik untuk di saksikan.
Penggabungan antara alat musik tradisional dengan alat musik modern yang mereka
mainkan cukup memberi suasana yang berbeda, suasana tradisionalnya begitu kental, namun
di tambah dengan alat musik modern musik yang dimainkan semakin berirama dan semakin
hidup.

c. Teknik Mewujutkan Karya


Teknik memainkan alat musik cukup baik, tempo yang teratur, dan penyusunan irama
yang cukup teratur sehinga tidak naik turun. Dari segi pakaian/kostum agak kurang menarik,
mungkin dengan memakai pakaian adat dan juga pakaian yang modern sehingga begitu
tampak antara tradisional dan modern nya. Pemakaian pakaian yang cerah juga dapat
membuat suasana yang bersemangat dan juga di sesuaikan dengan musik yang dibawaakan.

3. INTERPRESTASI
Pesan yang disampaikan dari karya ini adalah musik tradisional Jangan di tinggalkan,
karna musik Tradisional adalah musik asli dari indonesia. Musik tradisional merupakan
kekayaan serta ciri khas suatu Negara, maka menjaga, memelihara dan melestarikan budaya
dengan alat alat musik tradisional merupakan kewajiban dari setiap individu, dengan kata
lain kebudayaan merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan oleh setiap suku
bangsa. Musik tradisional juga dapat di kolaborasikan dengan musik moderen yang tidak
kala menarik untuk di saksikan.

KESIMPULAN
Musik tradisional jangan pernah di tinggalkan karena musik tradisional adalah
warisan nenek moyang suatu bangsa yang di turunkan secara turun temurun. Musik
tradisional ini merupakan suatu cirikhas sebuah bangsa, maka menjaga, memelihara dan
melestarikan budaya dengan alat alat musik tradisional merupakan kewajiban dari setiap
individu, dengan kata lain kebudayaan merupakan kekayaan yang harus dijaga dan
dilestarikan oleh setiap suku bangsa. Musik tradisional juga dapat di kolaborasikan
dengan musik moderen yang tidak kala menarik untuk di saksikan.