You are on page 1of 2

Goresan Insan Yang Berbeda

Lambat laun pijakannya kian mengurai centi

Seakan tak meragu, tak meresah kalbu

Hiruk pikuk yang seharusnya jadi penghibur sosial dunia,

Mencekik leher tanpa izin bercuap

Bahkan, rasanya menusuk sang daun pendengaran yang ingin mendengarkan suara
kebahagiaan

Puing-puing yang tadinya melindungi,

Tiba-tiba berubah menjadi monster

Dia hanya diam, memabukkan pandangan ketika memandangnya

Sesungguhnya aku ini kenapa?

Kenapa semua insan seolah enggan aku terima?

Para insan itu mencoba merangkulku, tapi aku?

Aku melangkahkan kakiku

Lalu, mengabaikannya

Menjauhkan diri dari dunia dunia

Menulikan seluruh apa yang kudengar

Seakan selembar kertas tak berguna, aku mencoba sadar

Apa yang ada dalam diriku ini bukanlah sama keduanya

Aku alien yang entah dari planet mana

Ketika tawa dunia mengguncang

Aku mengurai derai air mata

Mengucurkan berpuluh ribuan keringat

Katakanlah aku takut menerima dunia


Organku bahkan jiwaku

Jika aku diizinkan memilih...

Aku ingin lenyap dalam pusaran angin

Tenggelam dalam derasnya ombak

Mengecil dalam kesunyian

Agar aku tidak merasakan

Aku yang selalu mengurai hati diatas mekarnya mawar merah berduri

Di muka bumi ini