You are on page 1of 13

MAKALAH

KURIKULUM 2013 PADA PERGURUAN TINGGI DAN

SEKOLAH MENENGAH ATAS

Disusun Oleh :

1. Ali Mahmudi 180513626611


2. Sabrina Rahmanintya Hanum 170544633048
3. Tsania Cantika 170544633045
4. Pramatagi Flosyanini 120533633004

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS TEKNIK

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dah hidayah-
Nya sehingga dapat menyusun makalah ini dengan lancer dan tanpa halangan suatu apapun.
Makalah Kurikulum Pada Perguruan Tinggi dan Sekolah Menengah ini disusun untuk
memenuhi tugas mata kuliah Kurikulum Pendidikan Kejuruan dan guna menambah wawasan
penulis dan pembaca mengenai bagai mana kurikulum yang ada pada di perguruan tinggi dan
sekolah menengah.

Penulis menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam menyusun makalah ini. Penulis sangat senang apabila ada kritik dan saran yang
diberikan demi kebaikan makalah ini. Penulis juga berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat untuk semua pihak.

Malang, Februari 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................... ii

DAFTAR ISI.............................................................................................................. iii

BAB I

PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1

A. Latar Belakang ............................................................................................... 1


B. Rumusan Masalah .......................................................................................... 1
C. Tujuan ............................................................................................................ 1

BAB II

PEMBAHASAN ........................................................................................................ 2

A. Kurikulum dan Kurikulum 2013 .................................................................... 2


B. Kurikulum 2013 Pada Perguruan Tinggi Universitas .................................... 3
C. Kurikulum 2013 Pada Perguruan Tinggi Institut ........................................... 4
D. Kurikulum 2013 Pada Perguruan Tinggi Politeknik atau vokasi................... 5
E. Kurikulum 2013 Pada SMA dan SMK .......................................................... 6

BAB III

PENUTUP.................................................................................................................. 9

A. Kesimpulan .................................................................................................... 9
B. Saran .............................................................................................................. 9

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 10

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam proses pembelajaran Kurikulum Pendidikan Kejuruan dituntut untuk bias
mempelajari dan memahami tentang pembelajaran yang berkaitan dengan kurikulum. Di
dalam pembelajaran kurikulum terdapat berbagai macam materi yang dipelajari, salah
satunya adalah mempelajari dan memahami implementasi atau penerapan kurikulum
yang ada pada perguruan tinggi dan sekolah menengah. Implementasi atau penerapan
Kurikulum pada universitas, institut, politeknik, dan pendidikan tinggi vokasi tentusaja
memiliki persamaan dan perbedaan, begitu pula dengan implementasi kurikulum 2013
yang ada pada SMA dan SMK juga memiliki kesamaan dan perbedaan. Untuk itu
makalah ini akan membahas tentang bagaima kurikulum yang ada pada perguruan tinggi
yaitu di universitas, institut, politeknik, pendidikan tinggi vokasi, dan sekolah menegah
yaitu SMA dan SMK.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang di maksud kurikulum dan kurikulun 2013 ............................ ?
2. Bagaimana Kurikulum Pada universitas ................................................. ?
3. Bagaimana Kurikulum Pada institut ....................................................... ?
4. Bagaimana Kurikulum Pada Pendidikan tinggi vokasi .......................... ?
5. Bagaimana Kurikulum Pada Politeknik .................................................. ?
6. Bagaimana Kurikulum Pada SMA dan SMK ......................................... ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud kurikulum 2013.
2. Untuk mengetahui Bagaimana Kurikulum 2013 yang ada di universitas.
3. untuk mengetahui Bagaimana Kurikulum 2013 yang ada di institut.
4. Untuk mengetahui Bagaimana Kurikulum 2013 yang ada di pendidikan tinggi
vokasi.
5. Bagaimana Kurikulum 2013 yang ada di Politeknik.
6. Bagaimana Kurikulum 2013 yang ada di SMA dan SMK.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Kurikulum 2013
Kata kurikulum berasal dari bahasa Latin currere, yang berarti lapangan
perlombaan lari. Kurikulum juga bisa berasal dari kata curriculum yang berarti a
running course, dan dalam bahasa Prancis dikenal dengan carter berarti to run
(berlari). Dalam berbagai sumber referensi disebutkan bahwa definisi kurikulum
memiliki ragam pengertian, seperti Menurut Nurgiantoro, bahwa kurikulum, yaitu
alat untuk mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan.
Menurut Undang-undang Nomor 32 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan
Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Menurut E. Mulyasa (2013: 6-7), Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang


berbasis kompetensi sekaligus berbasis karakter (competency and character based
curriculum), yang dapat membekali peserta didik dengan berbagai sikap dan
kemampuan yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dan tuntutan
teknologi. Melalui pengembangan Kurikulum 2013 yang berbasis karakter dan
kompetensi, kita berharap bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat, dan
masyarakatnya memiliki nilai tambah (added value), dan nilai jual yang bias
ditawarkan kepada orang lain dan bangsa lain di dunia, sehingga kita bias bersaing,
bersanding, bahkan bertanding dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan global.
Hal ini dimungkinkan, kalau implementasi Kurikulum 2013 betul-betul dapat
menghasilkan insan yang produktif, kreatif, inovatif, dan berkarakter.

Pendidikan karakter dalam Kurikulum 2013 bertujuan untuk meningkatkan


mutu proses dan hasil pendidikan, yang mengarah pada pembentukan budi pekerti dan
akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar
kompetensi lulusan pada setiap satuan pendidikan. Melalui implementasi Kurikulum
2013 yang berbasis kompetensi sekaligus berkarakter, dengan pendekatan tematik dan
kontekstual diharapkan peserta didik mampu secara mandiri mningkatkan dan
menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta

2
mempersonilisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam
perilku sehari-hari.

B. Kurikulum Pada Perguruan Tinggi Universitas

Universitas terdiri dari beberapa fakultas yang bisa menyelenggarakan


pendidikan akademik dan vokasi dalam sejumlah ilmu pengetahuan, teknologi, atau
seni. Universitas dapat menyelenggarakan pendidikan dalam berbagai rumpun ilmu
tanpa batas, misalnya rumpun ilmu agama yaitu syariah, ekonomi islam, ilmu
penerangan agama hindu dan lain sebagainya, kemudian rumpun ilmu social yaitu
seperti sosiologi, psikologi, ekonomi dan sebagainya,

Kurikulum yang di terapkan di universitas sama dengan jenis perguruan tinggi


lainnya yaitu berpedoman atau mengacu pada Standar Nasional Perguruan Tinggi
(SNPT) dan visi misi yang di buat oleh universitas.

Salah satu contoh kurikulum yang ada di universitas yaitu kurikulum di


Universitas negeri Yogyakarta. UNY memiliki struktur kurikulum sebagai berikut :

NO Struktur
1. Kurikulum UNY terdiri atas kurikulum program kependidikan dan non
kependidikan
2. Struktur kurikulum program kependidikan terdiri atas lima (5) kelompok
matakuliah, sebagai berikut:
a. Matakuliah Universiter (MKU)
b. Matakuliah Dasar Kependidikan (MKDK)
c. Matakuliah Bidang Keahlian (MKBK)
d. Matakuliah Keterampilan Proses Pembelajaran (MKKPP)
e. Matakuliah Pengembangan Pendidikan (MKPP).
3. Struktur Kurikulum program non kependidikan terdiri atas dua (2) kelompok
matakuliah, sebagai berikut:
a. Matakuliah Universiter (MKU),
b. Matakuliah Bidang Keahlian (MKBK).
4. Struktur Kurikulum program magister dan program doktor terdiri atas 2 (dua)
kelompok matakuliah, sebagai berikut :
a. Matakuliah Pondasi Keilmuan dan Matrikulasi
b. Matakuliah Keahlian

5. Struktur Kurikulum program profesi guru terdiri atas 2 (dua) kelompok


matakuliah, sebagai berikut :

3
a. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Bidang Studi yang Mendidik
b. Praktik Pengalaman Lapangan
6. Struktur Kurikulum program profesi lainnya disesuaikan dengan kebutuhan
pengembangan masing-masing profesi.

Selain itu UNY sedang menjalankan dan mengembangkan kurikulum terbaru


yaitu yang mengacu pada Kualifikasi kompetensi Nasional Indonesia (KKNI), sesuai
dengan Perpres Nomor 12 tahun 2014 yang menyatakan bahwa kurikulum di
Perguruan Tinggi (PT) harus mengacu pada KKNI, yaitu program studi yang
mengharuskan sistem perguruan ding memperjelas profil lulusannya, sehingga dapat
disesuaikan dengan kelayakan dalam sudut pandang analisa kebutuhan masyarakat.

Salah satu ciri kurikulum yang berbasis KKNI yang ada di UNY yaitu
memiliki perbedaan dengan kurikulum yang sebelumnya yaitu pada kompetensi
lulusan, jadi selain mendapatkan ijazah mahasiswa yang lulus juga mendapatkan Surat
Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), yang berisi tentang daftar kompetensi dan
pengetahan yang dimiliki tiap lulusan, jadi setiap mahasiswa akan terlihat apa yang
menjadi keahlian yang telah dikuasai dan dipelajari.

C. Kurikulum Pada Perguruan Tinggi Institut


Institut merupakan kelembagaan perguruan tinggi yang mempunyai program
studi dengan keilmuan sejenis. misalnya institut pertanian memiliki program studi
pertanian, institut teknologi mengajarkan berbagai ilmu yang berhubungan dengan
teknik.
Salah satu contoh penerapan kurikulum di perguruan tinggi institut yaitu
kurikulum di Institut Pendidikan Indinesia (IPI). Institut Pendidikan Indonesia
sebagai Lembaga pendidikan tinggi dalam menyusun kurikulumnya memilih
penyusunan kurikulum berbasis kompetensi. Langkah- langkah yang ditempuh adalah
sebagai berikut: (1) penyusunan profil lulusan, yaitu peran dan fungsi yang
diharapkan dapat dijalankan oleh lulusan nantinya di masyarakat, (2) penetapan
kompetensi lulusan yang diwujudkan dalam capaian pembelajaran berdasarkan profil
lulusan, (3) penentuan bahan kajian yang terkait dengan bidang IPTEKS program
studi, (4) penetapan kedalaman dan keluasan kajian (sks) yang dilakukan dengan
menganalisis hubungan antara kompetensi dan bahan kajian yang diperlukan, (5)
pemetaan berbagai bahan kajian tersebut kedalam mata kuliah, (6) penyusunan
struktur kurikulum dengan cara mendistribusikan mata kuliah tersebut dalam

4
semester, (7) pengembangan rancangan pembelajaran, dan secara simultan, (8)
pemilihan metode pembelajaran yang tepat untuk mencapai kompetensinya. Tahapan-
tahapan di atas dapat diuraikan lebih lanjut sebagai berikut.
Institut Pendidikan Indinesia (IPI) memiliki karakteristik kurikulum yaitu
sebagai berikut, (1) Standar kompetensi lulusan merupakan kriteria minimal tentang
kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan
yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan. (2) Standar
kompetensi lulusan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan
digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi pembelajaran, standar
proses pembelajaran, standar penilaian pembelajaran, standar dosen dan tenaga
kependidikan, standar sarana dan prasarana pembelajaran, standar pengelolaan
pembelajaran, dan standar pembiayaan pembelajaran. (3) rumusan capaian
pembelajaran lulusan sebagaimana mengacu pada deskripsi capaian pembelajaran
lulusan pada KKNI, (4) mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap
spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan
intelektual dan psikomotorik
D. Kurikulum Pada Perguruan Tinggi Politeknik atau Vokasi
Pendidikan vokasi (UUPT No.12 tahun 2012 penjelasan pasal 16 ayat 1)
adalah pendidikan yang menyiapkan Mahasiswa menjadi profesional dengan
keterampilan/kemampuan kerja tinggi. Kurikulum pendidikan vokasi disiapkan
bersama dengan Masyarakat profesi dan organisasi profesi yang bertanggung jawab
atas mutu layanan profesinya agar memenuhi syarat kompetensi profesinya. Dengan
demikian pendidikan vokasi telah mencakup pendidikan profesinya.
Ciri khas pendidikan tinggi politeknik atau vokasi yaitu adalah memberikan
kemampuan aplikatif dan kemampuan inovatif. Pada titik puncaknya, baik pendidikan
tinggi vokasi, profesi dan pendidikan akademik memiliki derajad yang sama namun
memiliki domain dan peran yang berbeda untuk saling berkomplementer. Jenjang
pendidikan vokasi pada program pendidikan Diploma1 (D1), Diploma 2 (D2),
Diploma 3 (D3) dan Diploma 4 (D4) merupakan program terminasi sebagai satu
program utuh, setiap jenjang diploma akan menghasilkan keahlian atau kompetensi
sesuai dengan level pada KKNI. Sedangkan jenjang pendidikan vokasi S2 terapan dan
S3 terapan merupakan jenjang pendidikan setelah lulus Diploma4 atau sarjana (S1)
terapan.

5
Jalur dan jenjang pendidikan D1 dan D2 merupakan pendidikan untuk
Akademi Komunitas. Perguruan tinggi Akademi Komunitas menyelenggarakan
pendidikan vokasi setingkat Diploma 1 dan Diploma 2 dalam satu atau beberapa
cabang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi tertentu yang berbasis keunggulan lokal
atau untuk memenuhi kebutuhan khusus. Mahasiswa yang selesai menempuh program
pendidikan ini akan mendapat Ahli Pratama dan Ahli Muda.
Salah satu contoh implementasi kurikulum yang ada di politeknik yaitu
Politeknik Elektronik Negeri srabaya (PENS), yaitu dengan menggunakan kurikulum
skema 321 berbasis KKNI yaitu 3 semester di kampus, 2 semester kegiatan PKL di
industri, dan 1 semester di akhir dikampus . Dengan menerapkan sistem kurikulum ini
akan memiliki peluang memberikan kesempatan bagi ;lulusan politeknik untuk dapat
cepat diterima bekerja di industri. Untuk itu diperlukan kerja sama dengan industri
yang lebih erat dan banyak (tergantung jumlah mahasiswa pada masing-masing
prodi/politeknik) untuk dapat menjamin bahwa setelah 2 semester PKL di industri
lulusan yang memiliki kompetensi yang sesai dengan capaian pemelajaran yang
diharapkan.
Untuk Jenjang D3 Untuk Jenjang D3
 Semester 1+2 = di kampus (kuliah  Semester 1+2 = di kampus (kuliah +
+ praktik) praktik)
 Semester 3 = di industri (PKL)  Semester 3 = di industri (PKL)
 Semester 4 = di kampus (kuliah +  Semester 4+5 = di kampus (kuliah +
praktik) praktik)
 Semester 5 = di industri (PKL)  Semester 6 = di industri (PKL)
 Semester 6 = di kampus (Uji  Semester 7+8 = di kampus (kuliah +
kompetensi + TA) Uji kompetensi + TA)

E. Kurikulum Pada SMA dan SMK


Kurikulum SMK/MAK dirancang dengan pandangan bahwa SMA/MA dan
SMK/MAK pada dasarnya adalah pendidikan menengah, pembedanya hanya pada
pengakomodasian minat peserta didik saat memasuki pendidikan menengah. Oleh
karena itu, struktur umum SMK/MAK sama dengan struktur umum SMA/MA, yakni
ada tiga kelompok Mata pelajaran: Kelompok A, B, dan C.

6
Mata pelajaran Kelompok A dan C adalah kelompok Mata pelajaran yang
substansinya dikembangkan oleh pusat. Mata pelajaran Kelompok B adalah kelompok
mata pelajaran yang substansinya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi
dengan muatan lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah. Kegiatan
Ekstrakurikuler SMA/MA, SMK/MAK: Pramuka (wajib), OSIS, UKS, PMR, dan
lain-lain, diatur lebih lanjut dalam bentuk Pedoman Program Ekstrakurikuler. Dan
bidang keahlian pada SMK/MAK meliputi:
a. Teknologi dan Rekayasa
b. Teknologi Informasi dan Komunikasi
c. Kesehatan
d. Agribisnis dan Agroteknologi
e. Perikanan dan Kelautan
f. Bisnis dan Manajemen
g. Pariwisata
h. Seni Rupa dan Kriya
i. Seni Pertunjukan.

Dalam penetapan penjurusan sesuai dengan bidang/program/ paket keahlian


mempertimbangkan Spektrum Pendidikan Menengah Kejuruan yang ditetapkan oleh
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pemilihan Peminatan Bidang Keahlian dan program keahlian dilakukan saat peserta
didik mendaftar pada SMK/MAK. Pilihan pendalaman peminatan keahlian dalam
bentuk pilihan Paket Keahlian dilakukan pada semester 3, berdasarkan nilai rapor
dan/atau rekomendasi guru BK di SMK/MAK dan/atau hasil tes penempatan
(placement test) oleh psikolog. Pada SMK/MAK, Mata Pelajaran Kelompok
Peminatan (C) terdiri atas:

a. Kelompok Mata Pelajaran Dasar Bidang Keahlian (C1)


b. Kelompok Mata Pelajaran Dasar Program Keahlian (C2)
c. Kelompok Mata Pelajaran Paket Keahlian (C3).

Berikut ini Struktur Kurikulum SMA/MA dan SMK/MAK :

ALOKASI WAKTU PER


MATA PELAJARAN
MINGGU
Kelompok A (Wajib) X XI XII
1 Pendidikan Agama dan Budi 3 3 3

7
Pekerti
Pendidikan Pancasila dan
2 2 2 2
Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia 4 4 4
4 Matematika 4 4 4
5 Vokasi Indonesia 2 2 2
6 Bahasa Inggris 2 2 2
Kelompok B (Wajib)
7 Seni Budaya 2 2 2
Pendidikan Jasmani, Olah Raga,
8 3 3 3
dan Kesehatan
9 Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 2
Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B
24 24 24
per minggu
Kelompok C (Peminatan)
Mata Pelajaran Peminatan Akademik
18 20 20
(SMA/MA)
Mata Pelajaran Peminatan Akademik dan
24 24 24
Vokasi (SMK)
Jumlah Jam Pelajaran Yang Harus
42 44 44
Ditempuh Perminggu (SMA)
Jumlah Jam Pelajaran Yang Harus 48 48 48
Ditempuh Perminggu (SMK)

8
BAB III

PPENUTUP

A. KESIMPULAN
B. SARAN

9
DAFTAR PUSTAKA

1. http://bpa.uad.ac.id/wp-content/uploads/2017/10/Panduan-Penyusunan-Kurikulum-
Pendidikan-Vokasi-2016.pdf
2. https://www.pens.ac.id/2017/08/18/2017-08-18-2-483-genjot-pendidikan-vokasi-
pens-terpilih-sebagai-politeknik-terbaik-se-indonesia/
3. https://www.pens.ac.id/2017/08/18/2017-08-18-2-483-genjot-pendidikan-vokasi-
pens-terpilih-sebagai-politeknik-terbaik-se-indonesia/
4. http://baki.uny.ac.id/sites/baki.uny.ac.id/files/Peraturan%20Akademik%202015_0.pdf
5. https://republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/15/02/19/nk0hzg-uny-
berlakukan-kurikulum-2014-seperti-apa
6. https://institutpendidikan.ac.id/wp-content/uploads/2018/08/Pedoman-Penyusunan-
dan-Pengembangan-Kurikulum-IPI.docx

10