You are on page 1of 11

PROSES PENCACAHAN LIMBAH PLASTIK

(KRESEK) SEBAGAI BAHAN CAMPURAN ASPAL


MENGGUNAKAN MESIN PENCACAH PLASTIK
PUSAT LITBANG KEBIJAKAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI
BADAN LITBANG - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

Bahan Limbah Plastik:


a. Jenis plastik yang dapat digunakan berupa limbah plastik dari jenis Low Density
Polyethylene (LDPE) khususnya plastik kresek.
b. Limbah plastik yang digunakan harus hasil olahan yang telah dipilah, dicacah dan
dicuci.
c. Cacahan limbah plastik yang digunakan harus kering, bersih dan terbebas dari
bahan organik atau bahan yang tidak dikehendaki.
d. Penggunaan limbah plastik dari 4% sampai dengan 6% terhadap berat aspal.
Penggunaan yang lebih dari 6% harus mendapat persetujuan dari Pengawas
Pekerjaan. Limbah plastik harus memenuhi ketentuan.

Spesifikasi Mesin Pencacah Plastik:


a. Nama Alat : Pencacah Plastik LDPE (Kresek)
b. Tipe : MPP.02.KR
c. Dimensi : 80 x 40 x 150 cm
d. Material Plastik : LDPE (Plastik Kresek)
e. Ukuran Cacahan : 4,75 mm
f. Kapasitas Mesin : ±20 kg/jam (±240 kg/shift); 1 shift = 12 jam
g. Berat Mesin : 400 kg
h. Sistem Pencacah : Rotary knife th. 2 cm
i. Saringan : SS 316 Plate 2mm ф 5mm – Catching Size 40 x 35 cm
j. Daya Mesin : 10 HP – 7,5 KW

Gambar 1. Komponen mesin

Material Mesin Pencacah Plastik:


a. Dinding Tuper : Plate CS ф 1,2mm – Coated
b. Body Samping/Body Mesin : Plate CS ф 2,3mm – Coated
c. Rangka Body Mesin : Canal CS 80 x 50mm – Coated
d. Pisau Putra/Pencacah : Harderner Steel 2cm
e. Rotor Dudukan Pisau : Cast Iron ф 2,5cm
f. As Rotor : SS Round Bar ф 8mm

Proses Pencacahan Limbah Plastik (Kresek) Sebagai Bahan Campuran Aspal 1


PUSAT LITBANG KEBIJAKAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI
BADAN LITBANG - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

g. Corong Pengisian : Plate CS ф 1,2mm – Coated


h. Penampang Produk : Plate CS ф 1,2mm – Coated

Tata Cara Penggunaan Mesin Pencacah Plastik:


a. Mesin membutuhkan sumber daya listrik sekitar 7500 Watt.
b. Mesin menggunakan aliran listrik 3 fase (4 jalur) yang dihubungkan melalui panel
mesin (dengan tombol on & off) ke MCB. (mesin – panel mesin – MCB).
c. Putaran pisau berputar searah jarum jam.
d. Plastik kresek dapat dimasukkan ke dalam lubang mesin pencacah dari atas dan
dapat disodok untuk mempercepat proses pencacahan.
e. Plastik kresek disaring menggunakan saringan berdiameter 5 mm yang terbuat dari
bahan stainless steel.

Tata Cara Pemasangan/Instalasi Mesin Pencacah Plastik (termasuk transportasi)


a. Mesin diturunkan dari truk pengangkut menggunakan crane kapasitas minimal 500
kg atau katrol dengan kapasitas minimal 250 kg dan diletakkan pada tatakan yang
terdiri dari 2 balok kayu sebagai perletakan di lantai untuk mengindari pergerakan
dari mesinnya.

Gambar 2. Mobilisasi mesin menggunakan crane

Proses Pencacahan Limbah Plastik (Kresek) Sebagai Bahan Campuran Aspal 2


PUSAT LITBANG KEBIJAKAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI
BADAN LITBANG - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

Gambar 3. Posisi kayu tatakan di bawah mesin

b. Pemasangan instalasi listrik menggunakan aliran 3 fase dengan keluaran RSTN di


mana terdapat 4 kabel, yaitu R untuk merah, S untuk kuning, T untuk hitam, dan
N (neutral) untuk hitam. Urutan kelistrikannya adalah dinamo mesin dihubungkan
ke panel mesin, lalu panel mesin dihubungkan ke panel utama/MCB/generator set.
Sementara pada dinamo hanya terdapat 3 jalur, yaitu jalur RST dan tidak ada
netral.

R S T

Gambar 4. Input kabel RST pada dinamo mesin

Proses Pencacahan Limbah Plastik (Kresek) Sebagai Bahan Campuran Aspal 3


PUSAT LITBANG KEBIJAKAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI
BADAN LITBANG - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

output input

Gambar 5. Panel mesin yang berisikan input (dari mesin) ditambah aliran N (neutral)
yang bersatu dengan output ke kabel utama (dari mesin terdapat 3 kabel ke output, dari
panel terdapat 4 kabel ke panel utama/MCB/gen set)

Gambar 6. Panel utama dan generator set menggunakan kepala kabel

Proses Pencacahan Limbah Plastik (Kresek) Sebagai Bahan Campuran Aspal 4


PUSAT LITBANG KEBIJAKAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI
BADAN LITBANG - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

Tata Cara Pemeliharaan Mesin Pencacah Plastik

1. Pisau Diam; pisau diam harus dikeringkan dan dibersihkan setelah digunakan. Pisau
diam dapat ditajamkan kembali menggunakan gerinda atau batu asah. Apabila
mata pisau diam sudah bergerigi (tidak lurus lagi) dan sudah memiliki celah (gap)
dengan pisau gerak di atas 0,3 mm, maka pisau diam harus diganti dengan yang
baru. Dalam proses gerinda, dapat menggunakan bantuan kaca sebagai
pembanding untuk meluruskan pisau.

Gambar 7. Cara Menggunakan Gerinda

2. Pisau Gerak; pisau penggerak harus dibersihkan setelah digunakan. Pisau


penggerak dapat ditajamkan kembali menggunakan gerinda atau batu asah.
Apabila mata pisau gerak sudah bergerigi (tidak lurus lagi) dan sudah memiliki
celah (gap) dengan pisau diam di atas 0,3 mm, maka pisau gerak harus diganti
dengan yang baru. Instalasi pisau gerak dan pisau diam harus presisi dan hati-hati.

Pisau Gerak

Pisau Diam
Baut

Gambar 8. Pisau Gerak, Pisau Diam, dan Baut pada Pisau

Proses Pencacahan Limbah Plastik (Kresek) Sebagai Bahan Campuran Aspal 5


PUSAT LITBANG KEBIJAKAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI
BADAN LITBANG - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

3. Baut; sebelum menggunakan mesin, pastikan semua baut sudah terpasang dengan
kencang. Terutama pada baut yang terletak pada pisau gerak, karena apabila baut
terlepas maka pisau tersebut dapat merusak pisau yang lain.

4. Roda Penyeimbang; pemberian pelumas pada napple (as roda penyeimbang)


secara berkala, dalam pemakaian selama 10 hari nonstop setelahnya harus diberi
pelumas.

Napple
Napple

Gambar 9. Lubang untuk Memasukkan Pelumas

5. Belt; sebelum dan sesudah menggunakan mesin, pastikan tidak ada bagian belt
yang terbelit/terselip.

6. Dinamo; mesin dapat digunakan selama 6 jam non-stop dan istirahat selama 30 –
60 menit untuk menjaga ketahanan dinamo. Setelah running selama 6 jam dinamo
akan terasa panas, oleh karena itu sangat penting untuk didinginkan kembali guna
mempertahankan kapasitas kerja mesin.

7. Body; perawatan bagian body dapat dicat kembali apabila cat aslinya telah hilang.
Setelah selesai digunakan, sebaiknya body mesin dikeringkan karena penggunaan
limbah kresek yang basah.

Proses Pencacahan Limbah Plastik (Kresek) Sebagai Bahan Campuran Aspal 6


PUSAT LITBANG KEBIJAKAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI
BADAN LITBANG - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

Dinamo
Belt

Gambar 10. Tampak Mesin

8. Pulley; dapat diberi pelumas secara berkala untuk menjaga putaran pulley tetap
stabil.

Gambar 11. Pulley Dinamo

9. Saringan; saringan dapat dibersihkan dan dikeringkan setelah digunakan.

Saringan

Gambar 12. Saringan

Proses Pencacahan Limbah Plastik (Kresek) Sebagai Bahan Campuran Aspal 7


PUSAT LITBANG KEBIJAKAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI
BADAN LITBANG - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

Setelah menggunakan mesin dengan sumber plastik yang basah atau lembab, maka
mesin harus dikeringkan terlebih dahulu, yaitu dengan membuka corong lalu
menjalankan mesin beberapa menit.

F A Q:
1. Bagaimana jika mesin tiba-tiba mati?
Mesin tiba-tiba mati biasanya disebabkan karena supply plastik yang terlalu banyak
pada pisau gerak. Saat mesin mati tiba-tiba, tekan tombol off terlebih dahulu pada
panel mesin. Buka corong tempat memasukkan plastik, lalu keluarkan semua plastik
yang tersangkut pada pisau gerak.

2. Belt selip
Selipnya belt merupakan kejadian yang kasat mata. Untuk mengatasi hal ini, tekan
tombol off terlebih dahulu pada panel mesin. Keluarkan belt dari roda penyeimbang,
belt diluruskan, lalu dipasang kembali pada roda penyeimbang.

Proses Pencacahan Limbah Plastik (Kresek) Sebagai Bahan Campuran Aspal 8


PUSAT LITBANG KEBIJAKAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI
BADAN LITBANG - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

CARA KERJA:
1.

PLASTIK KRESEK
setelah dipilah dan dibersihkan

2.

Proses Pencacahan Limbah Plastik (Kresek) Sebagai Bahan Campuran Aspal 9


PUSAT LITBANG KEBIJAKAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI
BADAN LITBANG - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

3.

SAMPAH PLASTIK dipotong-potong

4.

SAMPAH PLASTIK disaring

5.
HASIL CACAHAN

Proses Pencacahan Limbah Plastik (Kresek) Sebagai Bahan Campuran Aspal 10