You are on page 1of 2

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Data dan Sumber Data


Data dan sumber data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah

data sekunder. Data sekunder diperoleh melalui studi pustaka yaitu

dengan membaca buku-buku yang berkaitan dengan penelitian yang

dilakukan, serta dari penelitian-penelitian sebelumnya. Data sekunder

juga diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik) Propinsi Jawa Tengah,

BPS Kabupaten Demak, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan

Kabupaten Demak.

3.2. Variabel Penelitian


Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu:
1. Variabel respon (𝑦)
Variabel respon dalam penelitian ini adalah nilai output produksi
belimbing.
2. Variabel Pediktor (𝑥)
Variabel prediktor dalam penelitian ini ada 6 variabel yaitu :
X1 : Luas Lahan
X2 : Jumlah Pohon
X3 : Pupuk Kandang
X4 : Pupuk Phonska
X5 : Insektisida
X6 : Hari Kerja

3.3. Langkah-Langkah Analisis


Dalam penelitian ini digunakan analisis regresi ridge. Adapun langkah
analisis sesuai dengan tujuan penelitian adalah sebagai berikut:
1. Melakukan Pengujian beberapa asumsi klasik sebagai berikut :
a. Melakukan Uji Normalitas
b. Melakukan Uji Multikolionieritas
c. Melakukan Uji Heteroskedastisitas
d. Melakukan Uji Autokorelasi
2. Jika terdapat masalah Multikolinieritas, maka perlu dilakukan penanganan
yaitu dengan metode Regresi Ridge. Beberapa langkah pemodelan regresi
ridge untuk mengatasi masalah Multikolinieritas sebagai berikut :
a. Mentransformasi data dengan proses pemusatan dan penskalaan
(Proces centering and scaling)
b. Mencari estimator parameter regresi ridge dengan nilai 𝑐 untuk
ridge trace, 𝑐 yang dipilih adalah nilai 𝑐 yang meminimumkan𝐵̂ (𝑐)
c. Menghitung nilai 𝐵̂ (𝑐)
3. Setelah melakukan pengujian asumsi klasik (data normal, tidak ada
masalah multikolinieritas, bebas dari autokorelasi, dan bebas
heteroskedatisitas) maka langkah selanjutnya untuk mengetahui faktor-
faktor yang berpengaruh adalah dengan menggunakan analisis regresi
ridge. Melakukan pengujian Hipotesis pada tiap variabel sebagai berikut :
H0 : variabel tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah
produksi.
H1 : variabel berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi

Menentukan pengambilan keputusan untuk 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 atau


𝐹(1−𝛼;𝑘;(𝑛−𝑘−1)) . Jika 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝐹(1−𝛼;𝑘;(𝑛−𝑘−1)) untuk derajat bebas 𝑘 dan
𝑛 − 𝑘 − 1 maka hipotesis 𝐻0 ditolak pada taraf 𝛼 dan berarti juga bahwa
𝐻1 diterima. Jika 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≤ 𝐹(1−𝛼;𝑘;(𝑛−𝑘−1)) maka 𝐻0 diterima pada taraf
(𝛼).
4. Interpretasi pemodelan produksi belimbing di Kabupaten Demak, Jawa
Tengah menggunakan regresi ridge.