You are on page 1of 18

ENERGI YANG DIHASILKAN DARI BAHAN

BAKAR NUKLIR

Kelompok 10 :

M. Kelvin Nandita 40040117640010

Devanie Aulia A 40040117640037

Miftakhu Falaah 40040117640038

Shabrina Berdiansyah 40040117640050

PROGRAM STUDI S.Tr TEKNOLOGI REKAYASA KIMIA INDUSTRI

SEKOLAH VOKASI

UNIVERSITAS DIPONEGORO

TAHUN 2018/2019
Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga
makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak
terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan
sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi
makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih


banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran
dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Semarang,26 Agustus, 2018

Penyusun
BAB I

Pendaduluan

1.1 Latar Belakang

Nuklir khususnya zat radioaktif hingga kini telah dipergunakan hampir di seluruh dunia baik
dibidang energi maupun non energi. Untuk bidang non energi misalnya dalam industri,
peternakan, pertanian, kesehatan, pengawetan bahan makanan, alat kedokteran, bidang
hidrologi, dan lain sebagainya. Sedangkan yang dipergunakan dalam bidang energi yang saat
ini telah dimanfaatkan dan dikembangkan secara besar-besaran yaitu pembangkit listrik
tenaga nuklir (PLTN). Dimana tenaga nuklir yang digunakan untuk membangkitkan tenaga
listrik realtif murah, aman dan tidak mencemari lingkungan.

2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat di rumuskan masalah sebagai berikut:
2.1 Apa pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir?
2.2 Bagaimana cara Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir?
2.3 Apa saja Komponen Bahan Bakar nuklir?
2.4 Apa saja reaktor PLTN ?
2.5. Apa saja kelebihan dan kekurangan PLTN?

3. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah dapat dirumuskan tujuan sebagai berikut:
3.1 Menjelaskan pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
3.2 Menjelaskan cara kerja Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
3.3 Menjelaskan Komponen Bahan Bakar nuklir
3.4 Menjelaskan reaktor PLTN
3.5 Menjelaskan kelebihan dan kekurangan PLTN
BAB II

Pembahasan

2.1 Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah stasiun pembangkit listrik thermal
di mana panas yang dihasilkan diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir
pembangkit listrik. PLTN termasuk dalam pembangkit daya base load, yang dapat
bekerja dengan baik ketika daya keluarannya konstan. Daya yang dibangkitkan per
unit pembangkit berkisar dari 40 MWe hingga 1000 MWe. Unit baru yang sedang
dibangun pada tahun 2005 mempunyai daya 600-1200 MWe. Hingga tahun 2005
terdapat 443 PLTN berlisensi di dunia , dengan 441 diantaranya beroperasi di 31
negara yang berbeda. Keseluruhan reaktor tersebut menyuplai 17% daya listrik dunia.

Dalam bidang termodinamika, energi memiliki tiga bentuk dan sifat. Energi bisa
berbentuk kinetik, potensial, dan internal. Energi memiliki sifat bisa disimpan,
dipindahkan, dan diubah bentuknya. Energi kinetik bisa dijumpai pada benda yang
bergerak, energi potensial dijumpai pada benda yang memiliki ketinggian terhadap
referensi tertentu, dan energi internal terdapat dalam ikatan antar atom atau molekul,
muatan elektron pada atom/molekul, gerak atom atau molekul, dan sebagainya. Energi
bisa disimpan dalam ke-tiga bentuknya tersebut, kinetik; misalnya pada flywheel,
potensial; misalnya pada air berketinggian tertentu, dan internal; misalnya pada bahan
bakar atau bahan kimia. Bentuk energi juga bisa diubah diantara ke-tiga bentuk di
atas: kinetik-potensial-internal.

2.2 Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) beroperasi dengan prinsip yang


sama dengan pembangkit listrik konvensional yang menggunakan bahan bakar
yang berasal dari fosil. Hanya panas yang digunakan untuk menghasilkan uap
tidak dihasilkan dari fosil tetapi dihasilkan dari reaksi pembelahan inti bahan fisi
(Uranium) dalam suatu reaktor nuklir. Tenaga panas tersebut digunakan untuk
membangkitkan uap di dalam sistem pembangkit uap (Steam Generator) dan
selanjutnya sama seperti pembangkit listrik konvensional, uap digunakan untuk
mengerakan turbin-generator sebagai pembangkit tenaga listrik. Proses
pembangkitan listrik ini tidak membebaskan asap atau debu yang mengandung
logam berat yang dibuang ke lingkungan atau melepaskan partikel yang
berbahaya seperti CO2, SO2, NO ke Lingkungan, sehingga PLTN ini merupakan
pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Dapat dilihat pada (Gambar 1) Skema
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) serta Komponen-komponen utama
dari sebuah reaktor nuklir.

Gambar 1 . Skema Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

Reaktor merupakan suatu alat proses dimana terjadinya suatu reaksi berlangsung.
Reaktor terbagi atas dua yaitu reaktor nuklir fisi (pembelahan) dan reaktor fusi
(penggabungan).

2.2.1 Pembelahan Inti (Reaksi Fisi)

Panas yang dipergunakan untuk membangkitkan uap diproduksi dari pembelahan


inti atom yang dapat diihat pada (Gambar 2). diuraikan sebagai berikut: Apabila
satu neutron (dihasilkan dari sumber neutron) tertangkap oleh inti atom U-235,
inti atom akan terbelah menjadi 2 atau 3 bagian/fragmen. Energi yang semula
mengikat fragmen tersebut diubah menjadi energi kinetik sehingga mereka
bergerak dalam kecepatan tinggi.

2.2.2 Reaksi Berantai Terkendali

Reaksi berantai dapat berlangsung dalam waktu singkat dan dapat menghasilkan
energi yang sangat besar. Untuk dapat dimanfaatkan tenaga panasnya, reaksi
berantai yang berlangsung di reaktor nuklir harus dikendalikan sehingga dihasilkan
energi yang sesuai dengan kebutuhan. Pengendalian ini dilakukan dengan
menggunakan batang kendali yang mampu menyerap neutron. Batang kendali
dibuat dari bahan yang dapat menyerap neutron seperti Boron atau Cadmium.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam reaksi nuklir pada PLTN:

1. Reaksi pembelahan berantai hanya dimungkinkan apabila ada moderator.

2. Kandungan U-235 di dalam bahan bakar nuklir maksimum adalah 3,2%.


Kandungan ini kecil sekali dan terdistribusi seraca merata dalam isotop U-
238, sehingga tidak mungkin terjadi reaksi. pembelahan berantai secara tidak
terkendali di dalamn Dapat dilihat pada gambar

3. Pengendalian reaksi dengan batang kendali ya.

2.3 Komponen Utama Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

Komponen-komponen utama dalam reactor nuklir PLTN:


1. Bahan bakar nuklir
Bahan bakar adalah komponen utama dalam memegang peranan penting untuk
berlangsungnya reaksi nuklir. Bahan bakar yang umum dipakai adalah unsur
berat fissil yang dapat menghasilkan reaksi nuklir berantai di dalam reaktor
nuklir. Bahan bakar dibuat dari isotop alam seperti Uranium dan thorium yang
mempunyai sifat dapat membelah apabila bereaksi dengan neutron.

2. Moderator

Fungsi moderator adalah untuk memperlambat laju neutron cepat (moderasi) yang
dihasilkan dari reaksi inti hingga mencapai kecepatan neutron termal dan untuk
memperbsar kemungkinan terjadinya reaksi nuklir selanjutnya (reaksi berantai).

3. Bahan Pendingin

Pendingin reaktor berfungsi sebagai sarana pengambilan panas hasil fisi dalam
elemen bakar untuk dipindahkan/dibuang ketempat lain/lingkungan melalui
penukar panas (H.E). Sesuai fungsinya maka bahan yang baik sebagai pendingin
adalah fluida yang koefisien perpindahan panasnya sangat bagus

4. Perangkat Batang Kendali


Batang kendali berfungsi sebagai pengendali jalannya operasi reactor agar laju
pembelahan neutron di teras reactor dapat diatur sesuai dengan kondisi operasi
yang dikehendaki. Selain itu batang kendali juga berfungsi untuk
memadamkan reactor atau menghentikan reaksi pembelahan. Sesuai dengan
fungsinya, bahan batang kendali adalah material yang mempunyai tampang
lintang serapan neutron yang sangat besar, dan tampang hamburan yang kecil.

5. Tangki Reaktor
Tangki bisa berupa tabung atau bola yang dibuat dari logam campuran dengan
ketebalan sekitar 25 cm. Fungsi dari tangki adalah sebagai wadah untuk
menempatkan komponen-komponen reaktor lainnya dan sebagai tempat
berlangsungnya reaksi nuklir. tangki yang tebal juga berfungsi sebagai
penahan radiasi agar tidak keluar dari sistem reaktor.

6. Teras Reaktor
Teras reaktor yaitu komponen reaktor yang berfungsi sebagai tempat untuk
bahan bakar. Teras reaktor dibuat berlubang (kolom) untuk menempatkan
bahan bakar reaktor yang berbentuk batang. Teras reaktor dibuat dari bahan
logam yang tahan panas dan tahan korosi.

7. Perangkat Reaktor
Detektor adalah komponen penunjang yang mutlak diperlukan dalam reaktor
nuklir. Semua informasi tentang kejadian fisis di dalam teras reaktor, yang
meliputi popularitas neutron, laju pembelahan, suhu dan lain-lain, hanya dapat
dilihat melalui detektor yang dipasang di dalam teras reaktor.

8. Reflektor
Neutron yang keluar dari pembelahan bahan fisil, berjalan dengan kecepatan
tinggi ke segala arah, karena sifatnya yang tidak bermuatan listrik maka
gerakannya bebas menembus medium dan tidak berkurang bila tidak
menumbuk suatu inti atom medium.

2.4 Jenis-Jenis Reaktor PLTN


1. Reaktor Air Ringan (Light Water Reactor, LWR)
Pada tipe reaktor air ringan sebagai bahan bakar, digunakan uranium dengan
pengayaan rendah sekitar 2%-4%, bukan uranium alam karena sifat air yang
menyerap neutron. Kemampuan air dalam memoderasi neutron (menurunkan
kecepatan/ energi neutron) sangat baik, maka jika digunakan dalam reaktor
(sebagai moderator neutron dan pendingin) ukuran teras reaktor menjadi lebih
kecil (kompak) bila dibandingkan dengan reaktor nuklir tipe reaktor gas dan
reaktor air berat.

2. Reaktor Air Tekan

Reaktor PWR menggunakan air sebagai pendingin. Reaktor ini memiliki dua
sistem sirkulasi pendingin, yaitu pendingin primer dan pendingin sekunder.
Sirkulasi pendingin primer berisi air yang berhubungan langsung dengan sumber
panas. Air pendingin sekunder dibuat bertekanan tinggi sehingga tidak akan
mendidih walaupun berada dalam temperatur yang sangat tinggi. panas dari
sistem pendingin primer kemudian akan dipindahkan ke sistem pendingin
sekunder.

3. Reaktor Air Didih

Reaktor PWR menggunakan air sebagai pendingin dan moderator. Panas yang
dihasilkan oleh reaksi fisi dalam elemen bakar akan diserap oleh air, sehingga air
akan mendidih dan berubah menjadi uap. Uap yang dihasilkan akan dimanfaatkan
untuk menggerakkan turbin-generator sehingga dihasilkan listrik.

4. Reaktor Air Berat (Heavy Water Reactor, HWR)


Dalam hal kemampuan memoderasi neutron, air berat berada pada urutan
berikutnya setelah air ringan, tetapi air berat hampir tidak menyerap neutron.
Oleh karena itu jika air berat dipakai sebagai moderator, maka dengan hanya
menggunakan uranium alam (tanpa pengayaan) reactor dapat beroperasi dengan
baik. Bejana reaktor (disebut kalandria) merupakan tangki besar yang berisi air
berat, di dalamnya terdapat pipa kalandria yang berisi perangkat bahan bakar.

5. Reaktor Air Berat Tekan (Presurrezid Heavy Water Reactor, PWHR)

CANadian Deuterium Uranium Reactor (CANDU) adalah suatu PLTN yang


tergolong pada tipe reaktor pendingin air berat tekan dengan pipa tekan. Reaktor
ini merupakan reaktor air berat yang banyak digunakan. Bahan bakar yang
digunakan adalah uranium alam. Kanada menjadi pelopor penyebaran reaktor
tipe ini di seluruh dunia

6. Reaktor Air Berat Pendingin Gas (Heavy Water Gas Cooled Reactor,
HWGCR)

HWGCR atau sering dibalik GCHWR adalah suatu tipe reaktor nuklir yang
menggunakan air berat sebagai bahan moderatornya, sehingga pemanfaatan
neutronnya optimal. Gas pendingin dinaikkan temperaturnya sampai pada tingkat
yang cukup tinggi sehingga efisiensi termal reactor ini dapat ditingkatkan

7. Reaktor Pendingin Gas (Gas Cooled Reactor, GCR)


Reaktor ini menggunakan bahan bakar logam uranium alam, moderator grafit
pendingin gas karbondioksida. Bahan kelongsong terbuat dari paduan magnesium
(Magnox), oleh karena itu reactor ini disebut sebagai reaktor Magnox. Reaktor
Magnox mempunyai pembangkitan daya listrik cukup besar dan efisiensi
ekonomi yang baik

8. Reaktor Pendingin Gas Suhu Tinggi (High Temperature Gas Cooled Reactor,
HTGR)

Reaktor ini menggunakan gas helium sebagai pendingin. Karakteristika menonjol


yang unik dari reaktor HTGR ini adalah konstruksi teras didominasi bahan
moderator grafit, temperatur operasi dapat ditingkatkan menjadi tinggi dan
efisiensi pembangkitan listrik dapat mencapai lebih dari 40 %. Terdapat 3 bentuk
bahan bakar dari HTGR, yaitu dapat berupa: bentuk batang seperti reaktor air
ringan (dipakai di reaktor Dragon dan Peach Bottom); bentuk blok, dimana di
dalam lubang blok grafit yang berbentuk segi enam dimasukkan batang bahan
bakar (dipakai di reaktor Fort St. Vrain, MHTGR, HTTR); bentuk bola (peble)

8. Reaktor Pendingin Gas Suhu Tinggi (High Temperature Gas Cooled Reactor,
HTGR)

Reaktor ini menggunakan gas helium sebagai pendingin. Karakteristika menonjol


yang unik dari reaktor HTGR ini adalah konstruksi teras didominasi bahan
moderator grafit, temperatur operasi dapat ditingkatkan menjadi tinggi dan
efisiensi pembangkitan listrik dapat mencapai lebih dari 40 %.
10. Reaktor Pebble Bed (Pebble Bed Reactor, PBR)
Reaktor ini mempergunakan bahan bakar keramik uranium (U), plutonium (Pu)
dan thorium (Th) berbentuk bola (pebble). Bola-bola diletakkan ke dalam silinder
reaktor yang bagian bawahnya berbentuk seperti corong sebagai tempat keluarnya
bahan bakar yang sudah habis terpakai.Gas helium yang dialirkan di sela-sela
tumpukan bola-bola keramik berfungsi sebagai pendingin yang menyerap panas
hasil reaksi fisi untuk kemudian dipindahkan ke air pendingin melalui steam
generator.

2.5 Kelebihan Dan Kekurangan PLTN

2.5.1 kelebihan
 Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca (selama operasi normal) , gas
rumah kaca hanya dikeluarkan ketika Generator Diesel Darurat dinyalakan
dan hanya sedikit menghasilkan gas.
 Tidak mencemari udara karena tidak menghasilkan gas-gas berbahaya
seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, aerosol, mercury dll.
 Sedikit menghasilkan limbah padat (selama operasi normal).
 Biaya bahan bakar rendah, hanya sedikit bahan
2.5.2 Kekurangan
 Risiko kecelakaan nuklir
 Limbah nuklir yaitu limbah radioaktif tingkat tinggi yang dihasilkan
dapat bertahan hingga ribuan tahun. Untuk limbah dari industri
pengguna zat radioaktif, bisa diolah di Instalasi Pengolahan Limbah
Zat Radioaktif,
BAB III

Penutup

Kesimpulan

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah stasiun pembangkit listrik thermal di
mana panas yang dihasilkan diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit
listrik. Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pembangkit listrik tenaga nuklir
(PLTN) beroperasi dengan prinsip yang sama dengan pembangkit listrik konvensional
yang menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil.
Referensi:

Adiwardojo., Lasman A.,Ruslan.,Parmanto, E.,Effendi, E.,2010. Mengenal


Reaktor Nuklir dan Manfaatnya. Jakarta: Pusat Diseminasi Iptek Nuklir-
Badan Tenaga Nuklir Nasional.

Akhadi, M. Mengenal Proses Kerja dan Jenis-jenis Pembankit Listrik Tenaga


Nuklir. http://www.elektroindonesia.com/elektro/ener36a.html. (Diakses
Pada Tanggal 11 November 2014).

BATAN, Pengenalan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Jurnal


ATOMOS No.ISSN 0215-0611. Media Informasi Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi Nuklir. :Pusat Diseminasi Iptek Nuklir-BATAN.

Damayanti, M., Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. https://www.academia.edu

/6135585/PEMBANGKIT_LISTRIK_TENAGA_NUKLIR. (Diakses
Pada Tanggal 11 November 2014).
Pertanyaan dan Jawaban

1. Kriteria khusus apa saja yang ada pada PLTN dalam menggunakan bahan bakar
nuklir? Novia Dwi Nisrina (007)
Energi termal yang digunakan oleh pembangkit listrik tenaga nuklir untuk
menghasilkan energi listrik dihasilkan oleh reaktor nuklir. Dalam reaktor, reaksi
fisi rantai terjadi secara terkendali. Elemen yang fisi, bahan bakar nuklir, adalah
uranium alami atau uranium yang diperkaya. Uranium murni adalah uranium alami
dengan rasio isotop uranium-235 yang lebih tinggi.
Selain reaktor, pembangkit listrik tenaga nuklir selalu terdiri dari turbin
uap, alternator, dua atau tiga sirkuit – menara pendingin kondenser primer,
sekunder dan tersier – dan satu atau lebih yang biasanya berisi air. Efisiensi
totalnya antara 30% sampai 40%.
Masa pengoperasian pembangkit listrik tenaga nuklir biasanya dilakukan
dalam kurun waktu sekitar tiga puluh tahun. Masalah utama yang dihadirkan
dalam penggunaan pembangkit listrik tenaga nuklir ini adalah pengelolaan limbah
nuklir yang dihasilkan.
2. Sejauh mana perkembangan manfaat dari uranium selain untuk PLTN? Altaera
Yuha Syahputri (039)
Manfaat uranium untuk kehidupan manusia sangat banyak sekali, ia dapat
dijadikan sebagai tenaga nuklir yang sangat penting. Uranium memiliki banyak
manfaat bagi kehidupan manusia, asalkan manusianya dapat mengelola dan
mendesain uranium dengan sedemikian rupa, maka dapat dimanfaatkan dalam
berbagai bidang. Namun, jangan sampai menyalahgunakan keberadaan uranium,
misalnya dipakai sebagai bahan dasar pembuat peledak yang dijual di pasar gelap.
Berikut adalah manfaat dari uranium itu sendiri :
1. Memberantas Hama Penyakit
Caranya, yaitu dengan menyinarkan radiasi pada hama serangga. Hal itu
mengakibatkan serangga jantan akan mengalami kemandulan. Setelah itu dilepas
di areal pertanian
2. Pembuatan Bibit Unggul
Dengan cara radiasi, sebuah spesies tanaman di bidang pertanian dapat dicari
dan dijadikan bibit unggul. Hasil seperti itu sudah dilakukan di Indonesia untuk
menemukan bibit unggul tanaman padi dengan varietas terbaik. Dengan begitu,
masyarakat Indonesia dapat memproduksi dan mengkonsumsi padi bibit
unggul yang aman dan sehat, dll.
3. Menyimpan Bahan Makanan Lebih Lama
Perlu diketahui bahwa bahan makanan, seperti kentang dan bawang merah jika
disimpan terlalu akan bertunas. Oleh karena itu, sebelum disimpan terlebih
dahulu disinari radiasi dengan dosis tertentu. Dengan begitu, bahan makanan
tersebut tidak akan bertunas dan lebih lama disimpan untuk dijadikan
persediaan. Itulah sedikit informasi yang bisa diberikan mengenai manfaat
uranium.

3. Bagaimana proses radiasi nuklir saat dijadikan sebagai energi nuklir? Rizqi F
Harun (028)
Beberapa bahan yang ada di alam, seperti uranium, apabila direaksikan
dengan neutron, akan mengalami reaksi pembelahan dan menghasilkan energi
yang dapat digunakan untuk memanaskan air hingga menjadi uap. Selanjutnya uap
tersebut dapat digunakan untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir komersial yang pertama adalah Reaktor
Magnox, yang dibangun pada tahun 1950-an di Inggris.
Sedangkan penggunaan radioisotop secara sengaja untuk suatu tujuan
tertentu dilakukan oleh George du Hevesy pada tahun 1911. Pada saat itu, ia masih
berstatus seorang pelajar yang sedang meneliti bahan radioaktif alam. Karena
berasal dari luar kota dan dari keluarga yang sederhana ia tinggal di suatu asrama
yang sekaligus menyajikan makanan pokok sehari-hari. Pada suatu ketika, ia
curiga bahwa makanan yang disajikan dicampur dengan makanan sisa dari hari
sebelumnya, tetapi ia tidak bisa membuktikan kecurigaannya itu. Untuk itu ia
menaruh sejumlah kecil bahan radioaktif kedalam makanan yang sengaja tidak
dihabiskannya. Keesokan harinya ketika makanan yang jenisnya sama disajikan, ia
melakukan pemeriksaan makanan tersebut dengan menggunakan peralatan deteksi
radiasi yang sederhana, dan ternyata ia mendeteksi adanya radioisotop dalam
makanan yang dicurigainya. Mulai saat itulah ia mengembangkan penggunaan
bahan radioaktif sebagai suatu perunut (tracer) untuk berbagai macam keperluan.
Salah satunya sebagai energi untuk pembangkit listrik yang bertenaga nuklir.
4. Bagaimana seharusnya keadaan lingkungan di daerah PLTN itu sendiri?
Gaudentius Billyartinus (014)
PLTN adalah tenaga penghasil listrik terbesar dibandingkan PLTU/PLTA.
Hasil yang besar pun juga memiliki efek samping yang besar. Apabila PLTN
bocor maka uap nya akan mengakibatkan radiasi nuklir yang berbahaya dan dapat
mematikan manusia disekitarnya. Jadi lingkungan yang tepat yaitu jauh dari
penduduk agar tidak terjadi hal yang membahayakan.
5. Bahan bakar apa saja yang terdapat pada PLTN? Hafizh Asbi K (040)
Bahan bakar PLTN yang paling umum digunakan adalah reaksi plutonium
dan uranium. Mereka diubah melalui reaktor dengan cara memanaskan air menjadi
uap selanjutnya uap akan digunakan untuk memutar turbin dan akan menghasilkan
listrik
6. Perbedaan reaksi fisi dan reaksi fusi? Rifatul Jannah (034)
Fusi nuklir dan fisi nuklir merupakan berbagai jenis reaksi yang
melepaskan energi karena adanya bertenaga tinggi ikatan atom antara partikel yang
ditemukan dalam inti. Dalam fisi, atom dibagi menjadi dua atau lebih kecil, atom
ringan. Sebaliknya, reaksi fusi terjadi ketika dua atau lebih atom yang lebih kecil
sekering bersama-sama, menciptakan lebih besar, atom lebih berat.
Reaksi fusi adalah reaksi peleburan dua atau lebih inti atom menjadi atom
baru dan menghasilkan energi, juga dikenal sebagai reaksi yang bersih. Reaksi fisi
adalah reaksi pembelahan inti atom akibat tubrukan inti atom lainnya, dan
menghasilkan energi dan atom baru yang bermassa lebih kecil, serta radiasi
elektromagnetik. Reaksi fusi juga menghasilkan radiasi sinar alfa, beta dan gamma
yang sangat berbahaya bagi manusia. Contoh reaksi fusi nuklir adalah reaksi yang
terjadi di hampir semua inti bintang di alam semesta. Senjata bom hidrogen juga
memanfaatkan prinsip reaksi fusi tak terkendali. Contoh reaksi fisi adalah ledakan
senjata nuklir dan pembangkit listrik tenaga nuklir.
7. Energi apa saja yang dihasilkan dari PLTN? Apakah sama energinya dengan
PLTU? Nabil Uzzul Islam (024)
PLTU dan PLTN sama-sama menghasilkan uap yang akan menggerakkan
turbin. Sementara PLTA menghasilkan energi potensial kinetik dari air dan
selanjutnya dihubungkan ke generator untuk menggerakkan turbin.
8. Bahan bakar dari PLTN dan bom nukilr itu apakah sama? Leonardus Perdana
(006)
Dari cara kerja PLTN dan juga tentang cara kerja bom atom, kita bisa melihat
persamaan prinsip kerja keduanya, yaitu reaksi fisi nuklir berantai. Akan tetapi
ada perbedaan-perbedaan mendasar yang membuat PLTN TIDAK BISA
MELEDAK seperti bom atom
1. Kemurnian bahan bakar untuk reaktor nuklir tidak sebesar untuk bom
atom
Tingkat kemurnian U-235 di reaktor nuklir hanya 3-5%, sementara untuk bom
atom minimal 90% agar tidak terjadi fizzle.
2. Susunan bahan bakar di dalam reaktor berbeda dengan bom atom.
Di reaktor nuklir, bahan bakar disusun sedemikian rupa sehingga kekritisannya
tidak sebesar bom atom. Yang dimaksud dengan kekritisan adalah kemampuan
suatu sistem untuk melakukan reaksi fisi secara berantai.
3. Ada sistem pengendali yang mengatur jalannya reaksi fisi
Material yang digunakan pada sistem pengendali ini sifatnya menyerap neutron
dan disusun pada alat yang disebut dengan batang kendali (control rods).
Batang kendali ini digerakkan keluar atau masuk ke dalam reaktor tergantung
besarnya reaksi fisi yang diinginkan. Kalau ingin reaksi fisi yang lebih banyak,
batang kendali akan ditarik keluar dari reaktor. Kalau ingin reaksi fisi yang
lebih sedikit, batang kendali akan didorong masuk ke dalam reaktor.
4. Waktu reaksi yang lebih lambat
Neutron yang menumbuk inti U-235 di reaktor nuklir adalah neutron berenergi
rendah yang sudah bereaksi dengan moderator. Di samping neutron yang
dihasilkan dari reaksi fisi, ada juga neutron yang dihasilkan dari peluruhan
material hasil pembelahan. Neutron ini disebut dengan neutron kasip (delayed
neutron). Meskipun konsentrasi neutron ini cukup rendah dibandingkan dengan
neutron hasil fisi, tapi perannya sangat besar untuk mengendalikan reaktor.
5. Ada sifat-sifat material yang menghambat terjadinya reaksi fisi berantai.
Jika terjadi reaksi fisi, akan dihasilkan energi dan akan meningkatkan suhu
bahan bakar. Tapi kalau suhu bahan bakar naik, justru banyaknya reaksi fisi
akan berkurang. Ibaratnya orang naik mobil, kalau pedal gas ditekan, mobil
akan semakin cepat. Tapi kemudian pedal rem akan otomatis bekerja, sehingga
mobil kembali lambat.
9. Hambatan apa sajakah yang terdapat pada PLTN itu sendiri? Indah Yuniarti (023)
Energi nuklir disangka tidak aman yang ditunjukkan oleh kecelakaan
Chernobyl dan Fukushima. Faktanya, risiko kematian akibat nuklir sangat kecil.
Dalam rantai pembangkitan tenaga listrik, kematian pekerja maupun anggota
masyarakat akibat nuklir adalah yang terkecil di banding sumber energi lain.
Bangsa Indonesia ceroboh dan tidak siap dengan energi nuklir yang
memerlukan SDM dengan disiplin tinggi. Faktanya, bangsa Indonesia telah lebih
dari 40 tahun mengelola dan merawat reaktor riset dengan aman dan selamat, yang
notabene jauh lebih sulit pengoperasiannya dari pada PLTN karena harus lebih
sering dinyalakan, dimatikan dan dimanuver untuk eksperimentasi. Hal ini dicapai
bukan saja karena SDM nuklir kita cakap atau berdisiplin tinggi, tapi juga karena
desain peralatan dan fasilitas nuklir pada umumnya sudah memperhatikan
kemungkinan-kemungkinan kegagalan akibat kelalaian manusia, kerusakan alat,
bahkan ketidak sempurnaan desain itu sendiri.
Limbah nuklir berbahaya dan tidak ada solusinya. Faktanya limbah nuklir
jauh lebih aman daripada limbah industri lain, karena secara umum tatakelola
limbah nuklir lebih diatur dan diawasi secara nasional dan internasional,
sebagaimana pengoperasian PLTN itu sendiri. Limbah nuklir jauh lebih sedikit
dibanding limbah B3 dari industri lain sehingga mudah dikelola dan diawasi.
10. Pada operasi PLTN, radiasi yang dihasilkan besar atau rendah? Aulya Akmala
(013)
Radiasi yang dihasilkan pada PLTN itu sendiri sebenarnya rendah, akan
tetapi untuk radiasi nuklir itu sangat besar efeknya. Dari cara kerja PLTN maupun
cara kerja bom atom itu sangat berbeda. Dimana PLTN yang beroperasi saat ini di
dunia juga bekerja berdasarkan proses siklus Rankine. Oleh karena itu secara garis
besar prinsip pembangkitan listriknya juga mirip dengan PLTU. Akan tetapi
bedanya, bahan bakarnya diganti dengan bahan bakar nuklir. Proses terbentuknya
energi tidak berada di tungku, melainkan di teras reaktor.