You are on page 1of 4

Jurnal Manajemen Pendidikan

Vol 2, No 1 (2013): April


SEKOLAH UNGGULAN: PENDEKATAN PENGEMBANGAN KAPASITAS SEKOLAH
Fakulti Pendidikan Universiti Teknologi Malaysia, Skudai 81310-Johor Bahru Malaysia,
Bambang Suminto
Article Info ABSTRACT
Published date: Abstract. One of the major themes in educational effectivenessresearch
02 Oct 2013 is about school capacity building. This study investigates the
implementation of the International Standard School (SBI) policy in
Indonesia which can be seen as an effort of school capacity building
improvement in the particular country. Using program coherence
dimension from capacity building framework, a qualitative study
conducted in a secondary school that located in a small city in West
Java, Indonesia, that involved in the program. It is found that the
interpretation to the SBI policy was changing, which established
international standard classrooms is the salient aspect of the
implementation of the policy. It is discovered that become an SBI
school has positive consequence with regard to acknowledgment its
quality by the central government, besides the school can collect extra
fund from parents with amount nearly ten times that received from the
central government. Document analysis reveals the school difficulties to
reach ‘international requirements’ with particular to master in English
by its teachers.Abstrak.Salah satu tema utama dalam penelitian tentang
sekolah unggul adalah tentang pembangunan kapasitas sekolah.
Makalah ini mengkaji penerapan Sekolah Berstandar Internasional
(SBI), suatu kebijakan sekolah unggul di Indonesia yang dapat dilihat
sebagai upaya peningkatan kapasitas sekolah.Dengan menggunakan
dimensi koherensi program dalam konteks pengembangan kapasitas
sekolah, studi kualitatif ini dilakukan di sekolah menengah yang terletak
di sebuah kota kecil di Jawa Barat, Indonesia yang terlibat dalam
program ini. Hasil studi menunjukkan bahwa interpretasi terhadap
kebijakan sekolah unggul dalam konteks SBI mengalami perubahan di
konteks sekolah, yang paling nyata adalah munculnya kelas standar
internasional sebagai implementasi kebijakan tersebut. Hal lain adalah
kebijakan inimembuat pihak sekolah mendapat pengakuan kualitas oleh
pemerintah pusat sebagai sekolah unggul, dan saat yang bersamaan
pihak sekolah dapat mengumpulkan danatambahan dari orang tua
dengan jumlah yang besar. Analisis dokumen sekolah mengungkapkan
kesulitan sekolah untuk mencapai persyaratan internasional seperti
penguasaan bahasa Inggris oleh guru.Kata-kata Kunci: Perkembangan
pendidikan Indonesia, sekolah unggul, sekolah standar nasional,
peningkatan kapasitas sekolah, sekolah menengah negeri.
Copyrights © 2013
Original source: http://e-jurnal.ikippgrismg.ac.id/index.php/jmp/article/view/401
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Vol 2, No 1 (2014): Tadbir
PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Utina, Sitriah Salim ( IAIN Sultan Amai Gorontalo)
Article Info ABSTRACT
Published date: Pendidikan merupakan hak setiap warga Negara, tanpa ada
01 Feb 2014 pengecualian. Pendidikan merupakan suatu wadah bagi setiap individu
dalam proses belajar, untuk mengembangkan IQ, EQ, SQ, maupun skill
serta potensi yang ada dalam dirinya. Belajar merupakan proses penting
dalam pembentukan kepribadian dan kedewasaan seseorang. Dalam
penjelasan Undang-undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas
dapat dipahami bahwa setiap anak berhak untuk meningkatkan segala
potensi yang ada dalam dirinya melalui pendidikan. Akan tetapi tidak
semua anak terlahir dalam kondisi normal dan sempurna. Tidak sedikit
kita jumpai anak-anak yang lahir dengan kondisi yang kurang normal,
yang memiliki gangguan pada perkembangan fisik dan mentalnya.
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan istilah lain untuk
menggantikan kata †œAnak Luar Biasa†• (ALB) yang
menandakan adanya kelainan khusus. Anak berkebutuhan khusus
mempunyai karakteristik yang berbeda antara satu dan yang lainnya.
Anak Berkebutuhan Khusus yaitu; Anak yang mengalami hendaya
(impairment) penglihatan (tunanetra), Anak dengan hendaya
pendengaran dan bicara (tunarungu wicara), Anak dengan hendaya
perkembangan kemampuan (tunagrahita), Anak dengan hendaya
kondisi fisik atau motorik (tunadaksa), Anak dengan hendaya perilaku
maladjustment, Anak dengan hendaya autism (autism children), Anak
dengan hendaya hiperaktif (attention deficit disorder with hyperactive),
Anak dengan hendaya belajar (learning disability atau specific learning
disability). Anak dengan hendaya kelainan perkembangan ganda
(multihanddicapped and developmentally disabled children).Prinsip
pendidikan anak disability yaitu: Prinsip Kasih Sayang, Prinsip Layanan
Individual, Prinsip Kesiapan, Prinsip Keperagaan, Prinsip Motivasi,
Prinsip Ketrampilan, Prinsip Penanaman dan Penyempurnaan Sikap.
Copyrights © 2014
\Original source: http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/tjmpi/article/view/191
Jurnal \Manajemen Pendidikan
Vol 11, \No 1 (2016): Januari 2016
\Peningk\\atan Kedisiplinan Datang di Sekolah Melalui Layanan Konseling Behavioral di SMK
Daroji, Da\roji
Article Info\ ABSTRACT
Published d\ate: The purpose of this study is to determine the effectiveness of behavioral
02 Jan 2016 counseling techniques behavior contract to improve discipline arrive on
time at school in class XII student of SMK N 1 Surakarta odd semester
of 2014/2015 academic year.This research is a measure of guidance and
counseling (PTBK). This study is conducted in two cycles, with each
cycle consisting of planning, action, observation, and reflection. The
subjects are  students of class XII SMK Negeri 1 Surakarta totaling
three  students. Source of data derived from students. The data
collection technique is by observation and interviews. The validity of
the data using a triangulation method. Analyzed using percentages and
clinical analysis.The results showed that through group counseling to
reduce anxiety entering the work of students from pre-cycle to the first
cycle and from the first cycle to the second cycle. In the first cycle, the
average percentage change of 21.21%. The anxiety of students has
decreased, although not significantly. In the second cycle, the average
percentage change of54.33%, which means the results of the research
has reached an indicator of success. The conclusions of this research is
behavioral counseling with the contract effective technique to improve
discipline arrive on time in class XII student of SMK Negeri 1Surakarta
odd semester of 2014/2015 academic year.
Copyrights © 2016
Original source: http://journals.ums.ac.id/index.php/jmp/article/view/1825
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan perilaku teknik konseling perilaku kontrak untuk
meningkatkan kedisiplinan tiba tepat waktu di sekolah pada siswa kelas XII SMK N 1 Surakarta semester ganjil
tahun akademik 2014/2015. Penelitian ini merupakan ukuran bimbingan dan konseling (PTBK). Penelitian ini
dilakukan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek
penelitian adalah siswa kelas XII SMK Negeri 1 Surakarta yang berjumlah tiga siswa. Sumber data berasal dari
siswa. T\eknik pengumpulan data adalah dengan observasi dan wawancara. Validitas data menggunakan metode
triangu\lasi. Analisis menggunakan persentase dan analisis klinis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui
konsel\ing kelompok untuk mengurangi kecemasan memasuki pekerjaan siswa dari pra-siklus ke siklus pertama dan
dari s\\iklus pertama ke siklus kedua. Pada siklus pertama, rata-rata persentase perubahan 21,21%. Kecemasan siswa
telah\ menurun, meskipun tidak signifikan. Pada siklus kedua, rata-rata persentase perubahan sebesar 54,33%, yang
bera\rti hasil penelitian telah mencapai indikator keberhasilan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konseling
per\ilaku dengan teknik kontrak efektif untuk meningkatkan kedisiplinan tiba tepat waktu pada siswa kelas XII SMK
N\\egeri 1Surabaya semester ganjil tahun ajaran 2014/2015.
Hak Cipta © 2016

\\
DOI: https://doi.org/10.24246/j.jk.2017.v4.i2.p161-170

Keywords: interpersonal communication, leadership behavior, self-efficacy, team cohesiveness

Abstract

The purpose of this research is to explain ways to improve communication, especially


interpersonal communication in an organization through self-efficacy, leadership and team
cohesiveness. This research uses quantitative research approach. Data analysis using path
analysis. Research conducted in 2015 at 3 Private Universities in Bogor. Prior to use, the
research instrument was piloted against 30 respondents to gain validity and reliability. Prior to
hypothesis testing, test requirement analysis is tested linearity and normality test. The research
findings are that interpersonal communication in the organization is positively and significantly
influenced by self-efficacy, leadership behavior, and team cohesiveness. This means that the
higher the self-efficacy, leadership behavior and team cohesiveness, the higher the interpersonal
communication activity in the organization.

DOI: https://doi.org/10.24246/j.jk.2017.v4.i2.p161-170
Kata kunci: komunikasi interpersonal, perilaku kepemimpinan, self-efficacy,
tim kohesif
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan cara-cara untuk
meningkatkan komunikasi, khususnya komunikasi interpersonal dalam suatu
organisasi melalui self-efficacy, kepemimpinan dan kekompakan tim. Penelitian
ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Analisis data menggunakan
analisis jalur. Penelitian dilakukan pada tahun 2015 di 3 Perguruan Tinggi
Swasta di Bogor. Sebelum digunakan, instrumen penelitian diujicobakan
terhadap 30 responden untuk mendapatkan validitas dan reliabilitas. Sebelum
pengujian hipotesis, analisis persyaratan uji diuji linearitas dan uji
normalitas. Temuan penelitian adalah bahwa komunikasi interpersonal dalam
organisasi dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh self-efficacy,
perilaku kepemimpinan, dan kekompakan tim. Ini berarti bahwa semakin tinggi
self-efficacy, perilaku kepemimpinan dan kekompakan tim, semakin tinggi
aktivitas komunikasi interpersonal dalam organisasi.