You are on page 1of 6

Tradisi Baritan Sebagai Bentuk Tolak Balak Bagi Masyarakat Dusun

Sumberjo yang Beraneka Ragam Agama


Mitha Wahyuni, Putri Rizky Arneta

Email : mithawahyuni7@gmail.computririzkyarneta@gmail.com

Program Studi Seni Budaya Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Genteng

Abstrak

Tradisi Baritan merupakan upacara adat yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat
terhadap peristiwa alam. Tradisi ini tumbuh dan berkembang dikalangan masyarakat yang berprofesi
sebagai nelayan dan petani. Pada masyarakat petani tradisi ini disebut juga sedekah bumi sedangakan
pada masyarakat nelayan disebut juga sedekah laut. Meskipun berbeda nama, namun tradisi ini
mempunyai tujuan yang sama, yakni sebagai ungkapan rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa atas
hasil tani atau tangkapan laut yang melimpah. Selain itu, tradisi ini juga dilakukan dengan
memanjatkan doa untuk memohon keselamatan.

Kepercayaan masyarakat pada tradisi Baritan sudah melekat sejak zaman nenek moyang mereka. Karena
itu, sudah hal yang lumrah jika masyarakat selalu melaksanakan kegiatan ini setiap tahun. Menurut
para sespuh lingkungan, proses terjadinya Baritan adalah karena adanya berbagai macam bencana pada
zaman dahulu, untuk itu warga desa mengadakan selametan. Tapi zaman dahulu belum banyak masjid
atau musholla yang didirikan untuk mengadakan Baritan, maka dari itu Baritan diadakan di jalan atau
di perempatan.

Asal mula pemberian nama Baritan ialah "mbubarake Peri lan Setan" (membubarkan peri dan setan).
Sesuai dengan makna kepanjangannya, Baritan memang sebuah ritual yang ditujukan agar masyarakat
dusun Sumberjo kecamatan Sempu kabupaten Banyuwangi terhindar dari balak dan bencana, sehingga
kehidupan senantiasa aman, tenteram, dan damai.

Kata kunci : Tradisi, Baritan, kepercayaan, masyarakat.

Pendahuluan dengan kepribadian yang berbeda-beda


setiap daerah. Hal ini tentu saja
Di Indonesia ada begitu banyak budaya
memberikan dampak positif dan juga
dan tradisi yang sudah melekat dan
dampak negatif. Dampak positifnya
mengakar dalam kehidupan
adalah dengan beragamnya budaya
bermasyarakat. Penyebab utamanya
menjadikan negara Indonesia kaya akan
tidak lain dan tidak bukan adalah
tradisi dan budaya, hal ini juga akan
karena beragamnya suku bangsa
menambah rasa toleransi dan saling Desa Jambewangi dipecah menjadi
menghargai antar masyarakat, dusun Jambewangi, dusun Tlogo Sari,
memperkuat persatuan dan kesatuan dusun Paras Tembok, Dusun Panjen,
bangsa. Sedangkan salah satu dampak dan dusun Sumberjo yang memiliki
negatifnya adalah dapat menimbulkan kepala desa pertama yaitu Bapak Djojo
perpecahan jika tidak bisa menghargai Redjo yang sering kali disebut lurah
satu sama lain. Jambewangi.

Dalam suatu daerah dengan tradisi Tradisi Baritan yang dilaksanakan di


yang sama, pasti ada keberagaman lain, dusun Sumberjo tentu saja memiliki
seperti halnya tradisi Baritan di dusun makna dan pengaruh bagi
Sumberjo ini. Dusun Sumberjo terletak masyarakatnya. Makna sendiri berarti
di desa Jambewangi, kecamatan Sempu, bentuk responsi dari suatu hal yang
Banyuwangi. Konon nama Jambewangi diperoleh dari pemikiran dalam
sebelumnya adalah nama sebuah dusun komunikasi sesuai hasil belajar yang
yang masuk wilayah desa Sempu, dimiliki. Ujaran manusia itu
sedangkan nama asal usul Jambewangi mengandung makna yang utuh.
diambil dari nama desa asal para Keutuhan makna itu merupakan
pendatang yang pertama kali membuka perpaduan dari empat aspek yakni
hutan (babat) di daerah itu. Kemudian pengertian (sense), perasaan (feeling),
dijadikan sebagai lahan pertanian dan nada (tone), dan amanat (intension).
pemukiman atau dusun adapun daerah Memahami aspek itu dalam seluruh
asal pendatang tersebut adalah desa konteks adalah bagian dari usaha untuk
Jambewangi kecamatan Wlingi memahami makna dalam komunikasi.
kabupaten Blitar propinsi Jawa Timur. Sedangkan pengaruh sendiri berarti
Pemberian nama yang sama dengan suatu daya atau kekuatan yang timbul
nama desa asal para pendatang dari sesuatu, baik itu orang maupun
bertujuan agar mereka bisa krasan benda serta segala sesuatu yang ada di
tinggal di daerah baru tersebut. alam sehingga mempengaruhi apa-apa
yang ada disekitarnya.
Bagi masyarakat dusun Sumberjo tradisi beberapa gambar tradisi saat penelitian
Baritan merupakan kegiatan perayaan dan teknik wawancara langsung dan
yang dilakukan seluruh warga dusun referensi yaitu dengan mewawancarai
Sumberjo setiap malam satu suro. langsung narasumber penelitian juga
mencari beberapa referensi di internet.
Tradisi ini umumnya identik dengan
masyarakat muslim, namun di dusun
Sumberjo ini bukan hanya masyarakat
muslim yang mengikuti tradisi tersebut,
tetapi juga masyarakat hindu dan
kristen. Tujuan dari Baritan masyarakat
Sumberjo sendiri adalah untuk
membersihkan desa, memperlancar
rezeki, memanjangkan umur, terhindar
Gbr
dari segala bencana dan hal-hal yang 1:
buruk.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan


bahwasannya tradisi Baritan sangatlah
bermakna dan memberikan banyak
dampak positif bagi masyarakat dusun Gambar wawancara dengan Bapak
Sumberjo. Waristo,pembaca do'a tradisi baritan dusun
Sumberjo

Metode penelitian (Doc. Mitha 2018)

Analisis Acara
Tempat penelitian ini adalah Dusun
Sumberjo RT 01/RW 04 Jambewangi, Baritan dilakukan warga dusun perRT,
Sempu. Waktu penelitian dilaksanakan jadi hanya lingkup kecil saja. PerRT
pada hari Kamis malam Jumat legi melakukan Baritan pada pertigaan jalan
pukul 17.00 WIB. Teknik pengambilan utama Dusun Sumberjo. Biasanya
data menggunakan 2 teknik yaitu dimulai sebelum maghrib dan setelah
dokumentasi untuk mengambil kentongan dibunyikan, warga segera
berkumpul di pertigaan jalan utama perbedaan kelas diantara masyarakat
dengan membawa nasi beserta lauk Dusun Sumberjo.
pauk sejumlah anggota keluarganya.
Setelah semua berkumpul, nasi ditaruh
di tengah sedangkan para warga duduk
melingkar mengelilingi nasi tersebut.

Gbr 3: Gambar warga melingkari nasi yang


telah dibawa

(Doc. Mitha 2018)

Baritan dilaksanakan oleh seluruh


Gbr 2: Gambar pengumpulan nasi ditengah
warga kampung yang ada pada RT
warga
tersebut, tidak ada batasan umur untuk
(Doc. Putri 2018)
warga yang boleh ikut Baritan. Mulai
Tokoh atau sesepuh lingkungan
dari anak bayi sampai orang tua boleh
kemudian melakukan doa untuk
ambil bagian dalam Baritan, dengan
keselmatan warga. Doa diawali dari
mengajak anak-anak ikut serta dalam
tokoh umat hindu kemudian tokoh dari
Baritan, harapannya agar tetap ada yang
umat islam dan terakhir tokoh dari
melestarikan budaya tradisi Baritan.
umat kristen. Acara selanjutnya ialah
menukarkan nasi yang dibawa tadi
dengan nasi yang dibawa warga yang
lain. Peraturannya ialah warga tidak
boleh membawa nasi yang dibawanya
sendiri, harus membawa makanan yang
dibawa oleh tetanganya. Ini
dimaksudkan bahwa tidak ada
Gbr 4: Gambar anak-anak yang ikut untuk membersihkan desa,
memeriahkan tradisi baritan
memperlancar rezeki dan
(Doc. Putri 2018)
memanjangkan umur, terhindar dari
Analisis Tanggapan warga Sumberjo segala bencana dan hal-hal buruk.

Masyarakat sangat antusias akan Tradisi Baritan bagi masyarakat dusun


adanya tradisi Baritan, karena selain Sumberjo sangat bermakna, karena
untuk mendoakan keselamatan juga masyarakat sangat mempercayai bahwa
untuk menyambung tali silaturahmi. tradisi ini membersihkan desa dan
Mungkin dalam kesehariannya ada mencegah dari hal-hal yang tidak benar.
yang sibuk dengan urusan kerja, dengan
Tradisi Baritan memberikan banyak
adanya Baritan ini mereka bisa bertemu
manfaat bagi masyarakat di dusun
dan mengobrol basa-basi. Di sini juga
Sumberjo. Bukan hanya membersihkan
melebur antara warga kaya ataupun
desa dan mencegah hal-hal yang buruk,
miskin, mereka duduk bersama,
tradisi Baritan juga menyatukan seluruh
bercanda bersama. Selain itu, Baritan
kalangan masyarakat di dusun
juga diadakan rutin setahun sekali,
Sumberjo, meningkatkan toleransi dan
maka dari itu banyak warga yang tidak
persatuan masyarkat Sumberjo, terbukti
mau melewatkan momen bersejarah ini.
dari ikut sertanya masyarakat Hindu
Bahkan ada yang sengaja sejenak
dan Kristen dalan tradisi tersebut.
meninggalkan kesibukannya hanya
untuk tradisi Baritan. Tetapi itu tidak Kesimpulan
semua yang melakukan, karena
Masyarakat dusun Sumberjo meskipun
sebagian besar warga desa bermata
di era yang sudah modern ini, mereka
pencaharian sebagai petani.
tetap melestarikan budaya nenek
Analisis Pengaruh dan Makna moyang yang luhur. Hal ini patut
diapresiasi dan dijadikan contoh oleh
Makna Tradisi Baritan yaitu suatu
desa-desa lain. Tanggapan mereka
tradisi untuk membersihkan desa yang
dengan adanya tradisi Baritan ialah
biasanya dilakukan pada malam satu
sangat antusias, karena berbagai faktor
suro. Tujuan dari tradisi ini adalah
menguntungkan yang menyebabkan content://com.sec.android.app.sbrowser
tradisi Baritan selalu berkesan dan terus /readinglist/0927182722.mhtml
berkembang hingga saat ini.
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jambe
Di Dusun Sumberjo terdapat beberapa wangi,_Sempu,_Banyuwangi
macam agama, yaitu islam, hindu, dan
http://www.jambewangi.com/tag/tradis
kristen.
i-baritan/
Tradisi Baritan sangat bermakna bagi
masyarakat Sumberjo, karena
masyarakat sangat mempercayai bahwa
tradisi baritan dapat membersihkan
desa dan mencegah hal-hal yang buruk.

Tradisi Baritan juga meningkatkan rasa


toleransi dan persatuan dalam
masyarakat Sumberjo, karena dengan
adanya tradisi ini, buka hanya umat
Islam tetapi juga hindu dan Kristen
yang ikut dalan tradisi tersebut, hal ini
menjadi bukti nyata bahwa masyarakat
Sumberjo sangat menghargai perbedaan
dan saling toleransi satu sama lain.

DAFTAR PUSTAKA

https://belajar.kemdikbud.go.id/PetaB
udaya/Repositorys/Baritan/

content://com.sec.android.app.sbrowser
/readinglist/1002185831.mhtml