You are on page 1of 6

TUGAS KAPITA SELEKTA

- Case-1 High Relief Ardiba Sand Fm


- Case-2 Lower Zone-Sudan
- Case-3 2D-Guadrapole Gas Field-Block -55 Venezuela

Oleh :
Aldinofrizal
140710140029
ANALISA CASE-2

Dari peta kontur Lower Zone-Sudan dengan interval kontur sebesar 10m, dapat
terlihat bahwa adanya struktur berupa sinklin dengan kontur paling tinggi yaitu 30m dan
paling rendah yaitu 100m. Struktur ini bisa terbentuk akibat adanya gaya endogen
berupa kompresi dari sisi-sisi nya, Gaya ini diakibatkan oleh adanya tektonik lempeng
yang terus bergeser dan adanya aktivitas magma, walaupun hanya bergeser beberapa
centimeter saja tiap tahunnya, struktur ini pun bisa terbentuk walau dalam waktu yang
sangat lama, sehingga struktur pada peta kemungkinan terberbentuk jaman dahulu
sekali, yaitu ribuan bahkan mungkin jutaan tahun yang lalu. Namun suatu saat jika
diberi gaya lebih lanjut yang sangat kuat, tidak mustahil struktur tersebut akan patah,
dan menjadi struktur patahan

Terlihat bahwa tidak adanya kontur yang berimpit, menandakan bahwa tidak ada
kemiringan yang relative curam pada wilayah tersebut. Sehingga mengindikasikan
wilayah tersebut berada relative jauh dari sumber gaya kompresi yaitu batas-batas
tektonik lempeng dan aktivitas magma. Lokasi yang jauh dari sumber gaya otomatis
akan mendapatkan gaya yang lebih kecil dibanding dengan wilayah yang berada di
dekat sumber gaya, karena gaya yang timbul akan terdisipasi oleh perlapisan batuan
yang ada sepanjang jarak antara sumber gaya dan wilayah yang ditinjau .

Sisi-sisi dari sinklin ini dapat berupa antiklin ataupun perlapisan horizontal biasa.
Hal itu bergantung pada besar gaya yang mengenai wilayah ini, namun jika melihat
kontur yang cukup landai, bisa mengindikasikan total gaya yang mengenai wilayah ini
tidak terlalu besar, sehingga diduga sisi-sisi dari struktur ini berupa lapisan horizontal
biasa.

Struktur sinklin ini sendiri biasanya mengandung air, dikarenakan massa jenis air
yang cenderung berat sehingga membuat migrasi nya kearah bawah akibat gaya
gravitasi. Namun hal itu pun tetap perlu di korelasi kan dengan data log, karena bisa
saja batuan yang terdapat di wilayah case-2 tidak memiliki porositas dan permeabilitas
yang baik untuk menjadi lapisan akuifer.
ANALISA CASE-1

Dari peta kontur daerah North west-Sudan dengan interval kontur 50m dan skala
5,6 cm : 10 km, dapat terlihat adanya struktur antiklin(ditandai dengan warna kuning)
dengan nilai kontur paling tinggi yaitu 100m dan paling rendah yaitu 350m. Antiklin atau
4-way dip closure ini dapat terbentuk akibat adanya gaya endogen berupa kompresi
dari sisi-sisinya sehingga terjadi perlipatan, dan membentuk antiklin. Gaya ini
diakibatkan oleh adanya tektonik lempeng yang terus bergeser dan adanya aktivitas
magma, walaupun hanya bergeser beberapa centimeter saja tiap tahunnya, struktur ini
pun bisa terbentuk walau dalam waktu yang sangat lama, sehingga struktur pada peta
kemungkinan terberbentuk jaman dahulu sekali, yaitu ribuan bahkan mungkin jutaan
tahun yang lalu. Namun suatu saat jika diberi gaya lebih lanjut yang sangat kuat, tidak
mustahil struktur tersebut akan patah, dan menjadi struktur patahan..

Terlihat bahwa interval kontur yang cukup besar dan perbandingan skala yang
cukup besar, menandakan bahwa struktur ini memiliki kemiringan yang relative curam.
Hal ini dapat mengindikasikan bahwa gaya yang mengenai wilayah ini cukup besar,
Terdapat beberapa dugaan terjadinya struktur ini, yaitu wilayah ini berada dengan pusat
gaya endogen yaitu batas-batas tektonik lempeng dan aktivitas magma. Kedua, wilayah
ini bisa saja berada jauh dari sumber gaya, tetapi gaya yang terjadi pada masa itu
pastilah sangat besar sehingga bisa membuat struktur dengan kemiringan yang cukup
curam ini. Atau struktur ini terbentuk akibat gaya yang tidak terlalu besar namun
dikenakan gaya berkali-kali dalam waktu yang berbeda.

Sisi-sisi dari antiklin ini dapat berupa sinklin ataupun perlapisan horizontal biasa.
Hal itu bergantung pada besar gaya yang mengenai wilayah ini, namun jika melihat
kontur yang cukup curam, bisa mengindikasikan total gaya yang mengenai wilayah ini
cukup besar, sehingga diduga sisi-sisi dari struktur ini berupa sinklin.

Struktur antiklin biasanya merupakan trap untuk oil dan gas. Dikarenakan
hidrokarbon yang memiliki sifat migrasi yaitu selalu bergerak kearah atas akibat massa
jenis nya yang kecil. Jika hanya melihat peta kontur wilayah north west-Sudan ini tidak
terlihat adanya morfologi yang dapat merusak petroleum system wilayah ini, sehingga
migrasi hidrokarbon dari basin bisa terjadi, dan wilayah ini merupakan prospek. Namun
hal-hal lain seperti batuan yang dapat menjadi seal untuk oil dan gas pun perlu
diperhatikan, agar migrasi dapat terhenti sehingga oil dan gas terperangkap dan dapat
dilakukan eksploitasi. Sehingga perlu diperlukan data-data pendukung lain seperti data
analisis log.
ANALISA CASE-3

Dari peta kontur 2D-Guardapole Gas Field-Block -55 Venezuela dapat terlihat
adanya struktur patahan dengan interval kontur 50m, nilai kontur tertinggi 1000 dan nilai
kontur terendah 1800m. Wilayah warna kuning menunjukan adanya indikasi gas prone,
penentuan batas wilayah gas prone ini berdasarkan adanya gas well, sedangkan
wilayah berwarna biru menunjukan struktur patahan, Patahan atau sering disebut 3-way
dip closure karena memiliki arah penyebaran kontur ke 3 arah, pada peta kontur case-3
terlihat memang kontur menyebar ke 3 arah untuk tiap patahannya.

Struktur patahan dari dengan arah horizontal merupakan major fault pada
wilayah ini sedangkan patahan arah vertical merupakan minor fault. Minor fault sendiri
terjadi akibat adanya gaya lanjutan yang diberikan oleh major fault bisa ketika fault
terbentuk atau bisa saja terjadi beberapa waktu setelah major fault terbentuk. Ketika
major fault terbentuk pastilah terdapat energy yang dilepas, dan mengakibatkan
perlapisan batuan disekitarnya dikenai gaya, salah satunya wilayah yang sekarang
merupakan minor fault tadi, Perlapisan batuan di wilayah itu tidak mampu menahan
gaya lagi sehingga terjadilah minor fault.

Patahan sendiri dapat terjadi akibat adanya gaya endogen. Gaya ini diakibatkan
oleh adanya tektonik lempeng yang terus bergeser dan adanya aktivitas magma,
Walaupun gaya yang mengenai wilayah ini tidak terlalu besar, namun jika terus
menerus diberi gaya, lama-kelamaan wilayah ini akan tidak mampu menahan gaya lagi
sehingga perlapisan batuan disana akan patah, dan membentuk patahan. Suatu saat
setiap patahan pun akan melepaskan energy nya kembali, karena wilayah ini akan
terus dikenai gaya secara kontinyu akibat dari tektonik lempeng dan aktivitas magma.

Struktur patahan seringkali menjadi trap untuk hidrokarbon, karena jika awalnya
terdapat dua lapisan, lapisan A dibawah merupakan lapisan dengan permeabilitas baik
dan lapisan B diatas merupakan lapisan seal. Jika terjadi patahan normal, maka lapisan
B akan turun dan menutup jalannya migrasi dari hidrokarbon, sehingga struktur patahan
tadi menjadi sebuah trap hidrokarbon. Sama halnya dengan kasus pada wilayah case-3
ini. Namun sebaiknya sebelum menentukan sebuah wilayah merupakan prospek atau
lead diperlukan data-data lain seperti analisis log dan petroleum system pada wilayah
itu dan wilayah disekitarnya. Namun jika hanya melihat pada peta case-3 yang memiliki
dua buah patahan memungkinkan terbentuknya seal untuk hidrokarbon, dan dari sifat
hidrokarbon yang memiliki sifat migrasi, maka wilayah ini bisa dikatakan sebagai
prospek.