You are on page 1of 9

KAJIAN ANALISA REVIEW KARYA ARSITEKTUR

INDONESIA DAN LUAR NEGERI

OLEH
RIFDATUL UMMAH
18051010055

JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS ARSITEKTUR DAN DESAIN
UNIVERSITAS NASIONAL “VETERAN”
JAWA TIMUR
2018
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Biodata Arsitek Frederich Silaban


Frederich Silaban dillahirkan
di Bonandolok, Sumatera Utara pada tanggal 16
Desember 1912 dan meninggal di Jakarta 14
Mei 1984 pada umur 71 tahun. Beliau adalah
seorang opzichter/arsitek generasi awal di
negeri Indonesia. Dia merupakan seorang arsitek
otodidak. Pendidikan formalnya hanya setingkat
STM (Sekolah Teknik Menengah) namun
ketekunannya membuahkan beberapa kemenangan
sayembara perancangan arsitektur, sehingga dunia
profesipun mengakuinya sebagai arsitek. Dan seiring
perjalanan waktu, ia terkenal dengan berbagai karya
besarnya di dunia arsitektur dan rancang bangun di mana beberapa hasil karyanya
menjadi simbol kebanggaan bagi daerah tersebut.
Frederich Silaban menerima anugerah Tanda Kehormatan Bintang Jasa
Sipil berupa Bintang Jasa Utama dari pemerintah atas prestasinya dalam merancang
pembangunan Masjid Istiqlal.
Frederich Silaban juga merupakan salah satu penandatangan Konsepsi Kebudayaan
yang dimuat di Lentera dan lembaran kebudayaan harian Bintang Timur mulai
tanggal 16 Maret 1962 yakni sebuah konsepsi kebudayaan untuk mendukung upaya
pemerintah untuk memajukan kebudayaan nasional.
Selain itu, Frederich Silaban juga berperan besar dalam pembentukan Ikatan
Arsitek Indonesia (IAI). IAI yang dibentuk dari pertemuan besar pertama para
arsitek dua generasi di Bandung pada tanggal 16 dan 17 September 1959.
pertemuan ini dihadiri 21 orang, tiga orang arsitek senior, yaitu: Ars. Frederich
Silaban, Ars. Mohammad Soesilo, Ars. Liem Bwan Tjie dan 18 orang arsitek muda
lulusan pertama Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Bandung tahun 1958 dan
1959. Dalam pertemuan tersebut dirumuskan tujuan, cita-cita, konsep Anggaran
Dasar dan dasar-dasar pendirian persatuan arsitek murni, sebagai yang tertuang
dalam dokumen pendiriannya, “Menuju dunia Arsitektur Indonesia yang sehat”.
Pada malam yang bersejarah itu resmi berdiri satu-satunya lembaga tertinggi dalam
dunia arsitektur profesional Indonesia dengan nama Ikatan Arsitek Indonesia
disingkat IAI.
Karya karya frederich silaban antara lain Gedung Universitas HKBP Nommensen
- Medan (1982), Stadion Utama Gelora Bung Karno - Jakarta (1962), Rumah A Lie
Hong - Bogor (1968), Monumen Pembebasan Irian Barat - Jakarta (1963), Markas
TNI Angkatan Udara - Jakarta (1962), Gedung Pola - Jakarta (1962), Gedung BNI
1946 - Medan (1962), Menara Bung Karno - Jakarta 1960-1965 (tidak terbangun),
Monumen Nasional / Tugu Monas - Jakarta (1960), Gedung BNI 1946
- Jakarta (1960), Gedung BLLD, Bank Indonesia, Jalan Kebon Sirih - Jakarta
(1960), Kantor Pusat Bank Indonesia, Jalan Thamrin - Jakarta (1958), Rumah
Pribadi Friderich Silaban - Bogor (1958), Masjid Istiqlal - Jakarta (1954), Gedung
Bentol - Jawa Barat (1954), Gerbang Taman Makam Pahlawan Kalibata - Jakarta
(1953), Kampus Cibalagung, Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian
(STPP)/Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) - Bogor (1953), Rumah Dinas
Walikota - Bogor (1952), Kantor Dinas Perikanan - Bogor (1951), Tugu
Khatulistiwa - Pontianak (1938).
1.2 Tugu Monas
Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang
didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan
rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan
kolonial Hindia Belanda. Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17
Agustus 1961 di bawah perintah presiden Sukarno, dan dibuka untuk umum
pada tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi
lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-
nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan
Merdeka, Jakarta Pusat.

Pembangunan terdiri atas tiga tahap. Tahap pertama,


kurun 1961/1962 - 1964/1965 dimulai dengan dimulainya secara resmi
pembangunan pada tanggal 17 Agustus 1961 dengan Sukarno secara
seremonial menancapkan pasak beton pertama. Total 284 pasak beton
digunakan sebagai fondasi bangunan. Sebanyak 360 pasak bumi ditanamkan
untuk fondasi museum sejarah nasional. Keseluruhan pemancangan fondasi
rampung pada bulan Maret 1962. Dinding museum di dasar bangunan selesai
pada bulan Oktober. Pembangunan obelisk kemudian dimulai dan akhirnya
rampung pada bulan Agustus 1963. Pembangunan tahap kedua berlangsung
pada kurun 1966 hingga 1968 akibat terjadinya Gerakan 30
September sehingga tahap ini sempat tertunda. Tahap akhir berlangsung pada
tahun 1969-1976 dengan menambahkan diorama pada museum sejarah.
Meskipun pembangunan telah rampung, masalah masih saja terjadi, antara
lain kebocoran air yang menggenangi museum. Monumen secara resmi dibuka
untuk umum dan diresmikan pada tanggal 12 Juli 1975 oleh Presiden
Republik Indonesia Soeharto. Lokasi pembangunan monumen ini dikenal
dengan nama Medan Merdeka. Lapangan Monas mengalami lima kali
penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan
Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat
taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga.
Pada hari-hari libur Medan Merdeka dipenuhi pengunjung yang berekreasi
menikmati pemandangan Tugu Monas dan melakukan berbagai aktivitas
dalam taman.
1.3 Biografi Arsitek

Gustave Eiffel dikenal sebagai perancang dari Menara Eifel yang


menjadi ikon kota Paris, Perancis. Ia lahir pada tangga 15 Desember
1832 dan wafat 27 Desember 1923, ia merupakan seorang insinyur
Perancis dan pengusaha, spesialis struktur logam. Lahir di Dijon, Côte-
d’Or, Perancis, ia paling terkenal dalam membangun Menara Eiffel,
dibangun dari 1887-1889 untuk Pameran Universal 1889 di Paris,
Perancis. Hal ini kurang dikenal bahwa ia merancang angker untuk
Patung Liberty di New York Harbor, Amerika Serikat. Ia memperoleh
keahliannya dalam konstruksi dengan merancang besi untuk
jembatan.

Gustave Eiffel juga merancang La Ruche di Paris, yang akan seperti


Menara Eiffel, menjadi landmark kota. Sebuah lingkaran bertingkat tiga
struktur yang lebih mirip sarang lebah besar, itu diciptakan sebagai
struktur sementara untuk digunakan sebagai anggur rotunda di Great
Exposition of 1900. Eiffel’s reputasi mengalami kemunduran parah ketika
ia terlibat dalam skandal keuangan putaran Ferdinand de Lesseps dan
pengusaha gagal mendukung proyek Terusan Panama Perancis. Eiffel
sendiri tidak ada hubungannya dengan keuangan, dan penghakiman
bersalah kemudian terbalik. Dalam tahun-tahun berikutnya Eiffel mulai
belajar aerodinamis. Eiffel meninggal pada tanggal 27 Desember 1923 di
rumah besarnya di Rue Rabelais di Paris dan dikebumikan di Cimetière de
Levallois-Perret, di Paris.

Rancangannya yang Terkenal :

1. Menara Eiffel
2. Patung Liberty
3. Observatorium Nice

1.4 Menara Eiffel


Sejarah Pembangunan Menara Eiffel
Sejarah Pembangunan Menara Eiffel
Eiffel adalah salah satu bangunan paling terkenal di Paris, Prancis. Bahkan sejak
dibangun pertama kali pada tahun 1889, menara ini telah dikunjungi setidaknya 200 juta
orang dari berbagai belahan dunia. Pada tahun 2006 saja ada lebih dari 6 juta orang rela
datang jauh-jauh untuk melihat struktur beton yang memiliki tinggi 325 meter ini.

Eiffel memiliki sejarah yang sangat panjang dalam pembangunannya hingga selesai.
Berbagai masalah pernah terjadi di menara yang saat ini digunakan sebagai pemancar
radio dan juga pengamatan. Meski demikian, Menara Eiffel justru bertransformasi
menjadi ikon romantis dunia. Tak sedikit film, cerita fiksi, dan pagelaran penuh cinta
diadakan di sini. Mari mengenal Menara Eiffel dalam dengan mengenal sejarahnya di
bawah ini.

Ide dan Rencana Pembuatan Menara Eiffel

Kita semua mengenal Gustav Eiffel sebagai orang di balik megahnya menara hebat ini.
Bahkan nama dari menara pun mencatut nama dari perancangnya ini. Awalnya Gustav
justru ingin membangun menara di Barcelona. Sayangnya rencana yang ia tawarkan
dianggap sangat aneh dan bangunannya tak sesuai. Selain itu, menara juga dianggap
mengeluarkan biaya yang terlalu mahal. Akhirnya ia urung membuat menara jenis apa
pun di sekitar Eropa.

Ide pembuatan Menara Eiffel akhirnya muncul dari dua anak buah Gustav bernama
Maurice Koechlin dan Emile Nouguier. Ia sama sekali tidak tertarik pada awalnya. Namun
begitu melihat rencana itu berjalan dengan lancar, Gustav mulai mengambil alih. Ia pun
membeli hak paten dari menara ini hingga sekarang dikenal sebagai Menara Eiffel yang
sangat megah dan dikenal banyak orang.

Misi Pembangunan Menara Eiffel

Menara ini awalnya dibangun untuk pameran dunia. Pihak pengembang ingin menjadikan
menara ini sebagai tanda seratus tahun Revolusi Prancis. Menara ini adalah simbol
kekuatan dari Prancis yang sangat luar biasa. Di tengah keterpurukan Eropa di abad ke-
18 mereka mampu berjuang dan membuat sebuah revolusi yang sangat besar. Bahkan
berpengaruh ke banyak negara di dunia.

Gustav Eiffel mengatakan jika menara ini juga merupakan simbol ilmu pengetahuan
modern. Simbol perkembangan ilmu pengetahuan dunia dari masa ke masa. Menara ini
adalah tanda di mana sains hidup bersama manusia. Itulah mengapa di bangunan ini
terdapat sekitar 72 nama dari para ilmuwan dan insinyur yang sangat terkenal di Prancis.

Pembangunan Struktur dan Bentuk Menara Eiffel

Pembangunan struktur dari Menara Eiffel dimulai pada tahun awal 1889 dan baru dibuka
untuk umum pada 6 Mei 1889. Dalam pembangunannya menara, sekitar 300 pekerja
dilibatkan untuk mengatur struktur dengan total berat mencapai 10.000 ton. Para pekerja
harus berjuang dengan kuat untuk mengatur 18.038 potongan besi tempa dan sekitar 2,5
juta paku keling. Setelah berkutat selama berbulan-bulan, bangunan ini selesai dengan
ketinggian dari tanah mencapai 300 meter. Lalu ditambah dengan antena menjadi 324
meter.
Bentuk Menara Eiffel awalnya mendapatkan banyak kritikan. Terlebih strukturnya disusun
dengan bentuk yang tidak memiliki nilai seni. Bahkan mirip struktur jembatan yang
berada di sungai. Gustav Eiffel mengatakan jika bentuk ini dibuat sesuai dengan
perhitungan matematika. Tiupan angin di udara pun diperhitungkan agar menara tidak
akan roboh meski dibuat sangat tinggi menjulang.

Pembukaan Menara Eiffel dan Efeknya Bagi Penduduk

Menara Eiffel dibuka pertama kali pada Mei 1889. Saat itu menara sudah dilengkapi
dengan lift yang akan membawa pengunjung dari bawah menuju puncak. Hal ini
mengundang banyak sekali wisatawan dari berbagai wilayah Prancis. Bahkan ada juga
yang datang jauh-jauh dari negara sekitar hanya untuk melihat Kota Paris dari ketinggian
yang fantastis. Di zaman itu berada di ketinggian 300 meter adalah hal yang luar biasa.

Meski menjadi daya tarik yang sangat kuat bagi sebagian orang, protes terhadap
pembangunan menara ini kerap dilakukan. Banyak warga sekitar merasa tidak senang
dengan menara ini. Pertama karena takut jika sewaktu-waktu bangunan ini ambruk
mereka bisa menjadi korban. Lalu yang kedua karena merusak pemandangan. Struktur
megah ini menghalangi banyak hal di udara.
Hal senada juga diungkapkan oleh para seniman lukis di kota ini. Mereka menganggap
jika menara ini hanya membuat objek yang mereka gambar jadi hilang. Namun seiring
berkembangnya waktu justru Menara Eiffellah yang menjadi objek gambar mereka.
Terlebih lagi banyak wisatawan yang datang akan meningkatkan penjualan lukisan
mereka.

Fungsi Menara Eiffel di Era Modern

Meski awalnya hanya digunakan untuk peringatan satu abad Revolusi Prancis, menara
ini sekarang telah menjelma menjadi salah satu menara paling dikagumi di dunia.
Bahkan Eiffel adalah Prancis itu sendiri. Saat ini Menara Eiffel dikenal sebagai objek
wisata paling banyak dikunjungi di dunia. Dalam setahun lebih dari 3 juta orang datang
ke sini untuk menikmati menara buatan Gustav Eiffel.
Saat ini Menara Eiffel digunakan untuk menara pemancar radio. Banyak sekali stasiun
berita lokal menggunakan menara ini untuk bisa menjangkau semua pendengarnya
seantero Paris. Selain itu, Menara Eiffel juga digunakan untuk pengamatan, baik cuaca
maupun penerbangan yang ada di Prancis. Saat ada even tertentu seperti Natal, tahun
baru, atau olimpiade, menara ini akan dihiasi dengan banyak sekali lampu. Saat malam
hari menara ini akan bersinar dengan indah.

1.5 Bdndm

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Frederich_Silaban

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Monumen_Nasional
https://www.biografiku.com/biografi-gustave-eiffel-perancang/