You are on page 1of 3

NAMA : KAIDEN BUDI WAHONO

NIM ` : 18.200.87
MATA KULIAH : BAHASA INGGRIS AKADEMIK

Judul jurnal: The Impact of Perceived Stigma, Quality of Life, and Spiritual Beliefs on Suicidal
Ideations among HIV-Positive Patients
Nooshin Zarei1 and Hassan Joulaei2

Abstract
Background:
Suicidal ideation is considered a major health problem associated with HIV/AIDS. Suicide rates
among people living with HIV/AIDS (PLHA) are more than three times higher in the general
population and that is a significant difference.

Aim:
This study aimed at investigating the related factors of suicidal ideations among HIV-positive
patients in Southwest Iran.

Material and methods:


Cross-sectional study. 351 adult volunteer HIV-infected patients that referred to the Voluntary
Counseling and Testing (VCT) center in the south of Iran were evaluated based on convenience
sampling. Data was collected utilizing a structured questionnaire from March to August 2015.

Results:
Over the six months prior to the study, 15.4% of the entire sample had been diagnosed with
suicidal ideation. There was a significant correlation between the quality of life, spiritual
beliefs, perceived stigma, and age with suicidal ideation. Suicidal ideation is significantly
different in terms of gender andmarital status. Perceived stigma and spiritual beliefs showed
the highest effect on suicidal ideations, respectively.

Conclusions:
Having religious beliefs due to accelerating psychological adaptation can motivate HIV patients
to survive and have also been considered effective in preventing women from suicide.
Perceived stigma and quality of life are other factors that should be taken into consideration as
key elements in suicide preventive programs.

Keywords:
there is no keyword.
Analisa PICO:
No. Kriteria Jawab Pembenaran & Critical thinking
1 P Ya Populasi :
semua pasien yang dinyatakan positif HIV di pusat VCT provinsi Fars Iran
Barat Daya.
Problem :
Pemikiran atau ide untuk bunuh diri merupakan masalah kesehatan
yang utama pada penderita HIV/AIDS.
Kemungkinan terjadinya bunuh diri pada orang dengan HIV/AIDS
(ODHA) cukup signifikan, yaitu tiga kali lipat lebih besar dibanding orang
normal.
2 I Ya Intervensi yang diberikan
Responden diminta untuk mengisi Kuisioner yang didalamnya ada
pertanyaan mengenai : informasi demografis, 7 item pertanyaan untuk
stigma yang dirasakan, 21 item untuk mengukur kualitas hidup,
13 item untuk keyakinan spiritual dan agama, dan 4 item untuk
mengukur ide bunuh diri dengan menggunakan skala Likert.
3 C Ya Hasil penelitian menyimpulkan bahwa :
1. Terdapat korelasi negatif yang signifikan antara kualitas hidup
dengan pemikiran untuk bunuh diri.
2. Terdapat korelasi negatif yang signifikan antara keyakinan spiritual
dengan pemikiran untuk bunuh diri.
3. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara stigma yang
dirasakan dengan pemikiran untuk bunuh diri.
Pembanding :
Hasil penelitian tersebut selaras dengan studi sebelumnya yang
menyimpulkan bahwa pasien dengan kualitas hidup yang lebih buruk
mengalami risiko bunuh diri lebih tinggi dibandingkan pasien yang
memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Hasil studi Amiya et al, menyimpulkan bahwa keinginan bunuh diri
merupakan gejala depresi berkorelasi positif dengan stigma yang
dirasakan orang dengan HIV/AIDS.
4 O Ya Dari 351 ODHA yang diteliti,
1. 54 ODHA (15,4%) memiliki kecenderungan kasus bunuh diri dalam
enam bulan sebelum penelitian.
2. laki-laki lebih memiliki kecenderungan bunuh diri lebih tinggi (𝑀 =
10.31, SD = 23.99) dibanding perempuan (𝑀 = 4,32, SD = 16,51), dan
perbedaannya secara statistik signifikan (𝑡 = −2.712, 𝑝 = 0.007).
3. Keyakinan spiritual pada perempuan lebih tinggi (𝑀 = 10,53, SD =
1,24) dibandingkan keyakinan spiritual pada laki-laki (𝑀 = 9.37, SD =
2.01) dan perbedaannya signifikan (𝑡 = 6.63, 𝑝 = 0,0001).
4. Kualitas hidup pada wanita lebih tinggi (𝑀 = 291,97, SD = 145,13)
dibandingkan dengan kualitas hidup laki-laki (𝑀 = 204.29, SD =
143.32) dan perbedaannya secara statistik signifikan (𝑡 = 5.25, 𝑝 =
0.0001).
5. Ada perbedaan yang signifikan dalam durasi infeksi HIV antara pasien
dengan ide bunuh diri (5,10 ± 2,59) dan tanpa ide bunuh diri (4,25 ±
2,57) (𝑡 = 2.18, 𝑝 = 0,044).
6. Berdasarkan status perkawinan, ODHA bujangan lebih beresiko
melakukan bunuh diri (𝑀 = 1,48, SD = 1,009) dibandingkan dengan
ODHA yang sudah menikah (𝑀 = 1.21, SD = 0.769).
7. Resiko bunuh diri pada ODHA berbeda berbeda berdasarkan status
sosial ekonomi (𝑓 = 8.003, 𝑝 = 0001).
Menurut hasil uji Spearman :
1. Terdapat korelasi negatif yang signifikan antara kualitas hidup
dengan pemikiran untuk bunuh diri dengan (r hitung = −0,258)
2. Terdapat korelasi negatif yang signifikan antara keyakinan spiritual
dengan pemikiran untuk bunuh diri, dengan (r hitung = −0,265)
3. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara stigma yang
dirasakan dengan pemikiran untuk bunuh diri, dengan (r hitung =
0,543)

Kesimpulan :
Faktor kepercayaan spiritual, kualitas hidup dan stigma yang diterima berhubungan dengan
pemikiran untuk bunuh diri pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA).