You are on page 1of 17

LAPORAN PPI BULAN OKTOBER 2018

RSIA PURI BUNDA

1 . SDM
A . Pola Ketenagaan

KUALIFIKASI
Jabatan PANITIA
NO
PPI
Kebutuh
Pendidikan Pelatihan an

IPCO
1. S1 Kedokteran  Pelatihan PPI dasar
1

2. IPCN
D3 Keperawatan
 Pelatihan PPI dasar
1

3. IPCLN D3 Kebidanan  Pelatihan PPI dasar 8


Internal
B. Kondisi Saat Ini

NO JABATAN PANITIA PPI KUALIFIKASI KEBUTUHAN TERSEDIA

1 IPCO  Pendidikan S1 1 1 ( 100 % )


Kedokteran
 Mengikuti
Pelatihan dasar
PPI
2 IPCN  Pendidikan D3 1 1 ( 100 % )
Keperawatan
 Mengikuti
Pelatian dasar
PPI
3 IPCLN  Pendidikan D3
 Mengikuti
pelatihan dasar 7 8 ( 100% )
PPI internal

Evaluasi :
 IPCN belum mengikuti pelatihan surveilan advance
 Belum ada petugas IPCLN advance yang mengikuti pelatihan dasar PPI eksternal
 Untuk surveilan masih dirangkap oleh IPCN

Rencana tindak lanjut :


1. Berkoordinasi dengan bagian HRD untuk pelaksanaan pelatihan surveilan advance IPCN
2. Mengajukan penddikan pelatihan PPI dasar untuk IPCLN
2.KEGIATAN PELAYANAN
 Surveilans :
 Infeksi jarum infus perifer
 Infeksi saluran kemih
 Infeksi luka operasi

3. Kejadian infeksi
a. Keperawatan

UNIT DATA KEJADIAN KETERANGAN

Dwarawati Infeksi jarum infus perifer Ditemukan sebanyak 2 orang (7,57‰)


/phlebitis sebab chemical yaitu dari 264 jumlah
hari perawatan pasien terpasang infus
dalam 1 bulan. Terjadi perubahan
penurunan dibanding bulan September.
Ditemukan sebanyak 4 orang (16,59‰)
yaitu dari 241 jumlah hari perawatan
pasien terpasang infus pasien terpasang
infuse dalam 1 bulan.
Infeksi saluran kemih Tidak ditemukan
Infeksi daerah operasi Ditemukan sebanyak 0 orang (0%) dari
38 jumlah pasien operasi dalam 1 bulan.
Terjadi penurunan dibanding bulan
September Ditemukan sebanyak 1 orang
(4,54%) dari 41 jumlah pasien operasi
dalam 1 bulan.
Audit kepatuhan cuci tangan Kepatuhan cuci tangan perawat 80%
mengalami penurunan kepatuhan cuci
tangan dibanding bulan September yaitu
Kepatuhan cuci tangan perawat 82,5%
Audit Kepatuhan APD Kepatuhan APD perawat 83,33%
Hastina Infeksi jarum infus Ditemukan sebanyak 4 orang (9,92‰)
perifer/phlebitis sebab chemical yaitu dari 403 jumlah
hari perawatan pasien terpasang infus
dalam 1 bulan. Terjadi perubahan
penurunan dibanding bulan September.
Ditemukan sebanyak 6 orang (16,94 ‰)
yaitu dari 354 jumlah hari perawatan
pasien terpasang infus pasien terpasng
infus dalam 1 bulan.
Infeksi saluran kemih Tidak ditemukan
Infeksi daerah operasi Ditemukan sebanyak 0 orang (0%) dari
90 jumlah pasien operasi dalam 1 bulan.
Terjadi penurunan dibanding bulan
September Ditemukan sebanyak 3 orang
(4,05%) dari 74 jumlah pasien operasi
dalam 1 bulan.
Audit kepatuhan cuci tangan Kepatuhan cuci tangan 82,5 %
mengalami penurunan kepatuhan cuci
tangan dibanding bulan September yaitu
kepatuhan cuci tangan perawat 85%
Audit Kepatuhan APD Kepatuhan APD perawat 100 %
Amarta Infeksi jarum infus Ditemukan sebanyak 0 orang ( 0 ‰)
perifer/phlebitis sebab mekanik yaitu dari 242 jumlah
hari perawatan pasien terpasang infus
dalam 1 bulan. Terjadi perubahan
penurunan dibanding bulan September
Ditemukan sebanyak 2 orang (8,40‰)
dari 238 jumlah hari perawatan pasien
terpasang infus pasien terpasang infuse
dalam 1 bulan
Infeksi saluran kemih Tidak ditemukan
Infeksi daerah operasi Ditemukan sebanyak 1 orang (1,14%)
dari 87 jumlah pasien operasi dalam 1
bulan. Terjadi penurunan dibanding bulan
September Ditemukan sebanyak 3 orang
(3,61%) dari 83 jumlah pasien operasi
dalam 1 bulan.
Audit kepatuhan cuci tangan Kepatuhan cuci tangan 82,5 % tidak
mengalami peningkatan/penurunan
kepatuhan cuci tangan dibanding bulan
September yaitu Kepatuhan cuci tangan
perawat 85 %
Audit Kepatuhan APD Kepatuhan APD perawat 83,33 %
R Patologi Infeksi jarum infus perifer Ditemukan sebanyak 4 bayi (210,52‰)
yaitu dari 19 jumlah hari perawatan
pasien terpasang infus dalam 1 bulan.
Terjadi perubahan peningkatan dibanding
bulan September. Ditemukan sebanyak 7
bayi (134,61 ‰) 52 dari jumlah hari
perawatan pasien terpasang infus pasien
terpasang infuse dalam 1 bulan.
Infeksi saluran kemih Tidak ditemukan
Infeksi luka operasi Tidak ditemukan
Audit kepatuhan cuci tangan Kepatuhan cuci tangan 80% mengalami
penurunan kepatuhan cuci tangan
dibanding bulan September yaitu
Kepatuhan cuci tangan perawat 85%
Audit Kepatuhan APD Kepatuhan APD perawat 83,33 %
R. Anak Infeksi jarum infus perifer Ditemukan sebanyak 0 orang ( 0‰)
sebab chemical yaitu dari 0 jumlah hari
perawatan pasien terpasang infus dalam 1
bulan. Terjadi perubahan penurunan
dibanding bulan September Ditemukan
sebanyak 6 anak (122,44‰) dari 49
jumlah hari perawatan pasien terpasang
infus pasien terpasang infuse dalam 1
bulan
Infeksi saluran kemih Tidak ditemukan
Infeksi luka operasi Tidak ditemukan
Audit kepatuhan cuci tangan Kepatuhan cuci tangan 80 % tidak
mengalami peningkatan/penurunan
kepatuhan cuci tangan dibanding bulan
September yaitu Kepatuhan cuci tangan
perawat 80%
Audit Kepatuhan APD Kepatuhan APD perawat 100 %
R bayi Infeksi jarum infus perifer Tidak diketemukan
fisiol Infeksi saluran kemih Tidak ditemukan
Infeksi luka operasi Tidak ditemukan
Audit kepatuhan cuci tangan Kepatuhan cuci tangan 82,5 % tidak
mengalami peningkatan/penurunan
kepatuhan cuci tangan dibanding bulan
September yaitu Kepatuhan cuci tangan
perawat 82,5 %
Audit Kepatuhan APD Kepatuhan APD perawat 100 %

B. Non Keperawatan

UNIT DATA KEJADIAN KETERANGAN


Kesling Pembuangan sampah benda Tidak ditemukan pembuangan sampah benda
tajam tajam yang tidak sesuai prosedur.

4. Kejadian Terpajan Benda Tajam

UNIT DATA KEJADIAN KETERANGAN


Tidak ditemukan

EVALUASI :

1. Infeksi jarum infus perifer

 Masih ditemukan infeksi jarum infus perifer


 Kemungkinan tehnik pemasangan tindakan perawatan dan tindakan penyuntikan yang
tidak sesuai dengan prosedur.
 Penggantian infus belum dilakukan secara maksimal
 Kepatuhan cuci tangan perawat sebelum dan sesudah tindakan invasive belum maksimal
dilakukan
 Pendokumentasian penggantian infus belum konsisten
 Kasus plebhitis di Rumah Sakit Puri Bunda diatas standart yaitu 10,77‰ mengalami
penurunan dibandingkan bulan September yaitu 26,76 ‰ dengan kriteria standar ≤ 25,5
‰.

2. Infeksi luka operasi

 Ditemukan 4 pasien dari 245 total pasien operasi (1,63% ) mengalami penurunan jumlah
IDO dibanding bulan September yang ditemukan 9 pasien dari 205 total pasien operasi
(4,39%), yang diluar standart yaitu ≤ 1,5 %

3. Infeksi Saluran kemih

 Tidak ditemukan

4. Pengelolaan sampah
 Tidak ditemukan sampah benda tajam disampah medis

5. Petugas kebersihan

 Tidak ditemukan

6. Kejadian terpajan benda tajam

 Tidak ditemukan

9. Laundry

 Tidak ditemukan

10. Kesling

 Tidak ditemukan

11. Angka kepatuhan cuci tangan Bulan Oktober 2018 di RSIA Puri Bunda adalah 81,25 %.

Rekomendasi :

1. Keperawatan

 Meningkatkan pengawasan dalam tindakan invasive perawatan.


 Pengawasan dan pembinaan sikap dan perilaku tenaga keperawatan dalam bekerja sesuai
SPO yang berlaku dan berkesinambungan.
 Menggalakan program cuci tangan sesuai SPO yang berlaku.
 Pengawasan dalam menjalankan SPO managemen limbah benda tajam, medis dan non
medis.
 Pengawasan yang terus menerus dalam hal menjaga kesterilan melakukan tindakan
invasif dengan audit kepatuhan tindakan invasif dengan prinsip asepsis.
 Mengadakan pelatihan – pelatihan pencegahan dan pengendalian infeksi baik didalam
maupun diluar RSIA Puri Bunda.

2. Non Keperawatan
 Pengawasan dan pembinaan sikap dan prilaku petugas kebersihan dalam bekerja sesuai
SPO yang berlaku.

5. INDIKATOR KLINIK

Jenis Indikator AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER Standart


Angka Infeksi 19/991 25/934 10/928 < 25,05 ‰
Intra Vasculer (19,17‰) (26,76‰) (10,77‰)
Vena Perifer
( Plebitis )
Angka infeksi 0/0 0/0 0/0 <1,5 %
saluran kemih (0%) (0%) (0%)
( ISK )

SIKLUS PDCA KEJADIAN INFEKSI INTRA VASCULER VENA PERIFER ( PLEBITIS )

1 PLAN (P) Kami berencana untuk melakukan monitoring kejadian phlebitis pada
pemasangan Intra vena line lebih maksimal
2 Do (D) Implementasi di lapangan
Bulan Agustus : 19,17/ mill
Bulan September : 26,76/ mill
Bulan Oktober : 10,77/ mill
CHECK (C) Angka kejadian PHLEBITIS mengalami penurunan sebesar 15,99 %
dibandingkan bulan sebelumnya Analisa terjadinya phlebitis Oktober :
1. Jenis phlebitis
- Bulan Agustus : 19 kejadian
Mekanik : 6 pasien
Chemical : 13 pasien
Bakterial : 0
- Bulan September : 25 kejadian
Mekanik : 2 pasien
Chemical : 23 pasien
Bakterial : 0
- Bulan Oktober : 10 kejadian
Mekanik : 0 pasien
Chemical : 10 pasien
Bakterial : 0

2. Lokasi pemasangan
- Terpasang bulan Agustus pada metacarpal 19 pasien
- Terpasang bulan september pada metacarpal 25 pasien
- Terpasang bulan oktober pada metacarpal 10 pasien

3. Lama pemasangan
- Bulan Agustus : 19 kejadian
Hari 1 : 5 pasien
Hari 2 : 4 pasien
Hari 3 : 5 pasien
Hari 4 :5 pasien
- Bulan September : 25 kejadian
Hari 1 : 2 pasien
Hari 2 : 6 pasien
Hari 3 : 11 pasien
Hari 4 : 6 pasien
- Bulan Oktober : 10 kejadian
Hari 1 : 1 pasien
Hari 2 : 3 pasien
Hari 3 : 4 pasien
Hari 4 : 2 pasien

4. - Golongan obat Agustus


1 gol : 6 pasien
2 gol : 9 pasien
3 gol : 4 pasien
- Golongan obat September
1 gol : 7 pasien
2 gol : 8 pasien
3 gol : 8 pasien
- Golongan obat Oktober
1 gol : 3 pasien
2 gol : 4 pasien
3 gol : 3 pasien

4 ACT (A) Rencana tindak lanjut :


1. Sosialisasi dan pelatihan ulang mengenai lokasi dan cara
pemasangan IV line yang baik
2. Sosialisasi mengenai system perawatan IV line
3. Sosialisasi cara pemberian obat-obatan IV yang memiliki
kepekatan lebih dibanding obat-obatan IV yang lain

Angka Kejadian Phlebitis (‰)


45
40
38.23
35
30 28.41 27.94 29.78 29.5 27.31 26.76
25
21.54 Angka Kejadian Phlebitis (‰)
20 19.17
15
10 10.77 Linear (Angka Kejadian Phlebitis
5 (‰))
0
Jenis Indikator AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER Standart
Angka Infeksi 1/222 9/205 4/245 < 1,5 %
daerah operasi (0,45%) (4,39%) (1,63%)
( IDO )

SIKLUS PDCA KEJADIAN INFEKSI DAERAH OPERASI ( IDO )

1 PLAN (P) Kami berencana untuk melakukan monitoring kejadian infeksi daerah
operasi lebih maksimal
2 Do (D) Implementasi di lapangan
Bulan Agustus : 0,45%
Bulan September: 4,39%
Bulan Oktober : 1,63%
3 Check (C) Angka kejadian IDO mengalami penurunan sebesar 2,76% dibandingkan
bulan sebelumnya Analisa terjadinya infeksi daerah operasi Bulan
Oktober :
1. Klasifikasi luka
Bersih : 4 pasien
Bersih terkontaminasi : tidak ada
Terkontaminasi : tidak ada
Kotor : tidak ada
2. Jenis lokasi operasi
Superficial : 4 pasien
Dalam ( Fascia/Otot) : tidak ada
Organ rongga : tidak ada
3. Lokasi spesifik untuk infeksi organ/ rongga
Sal. Gastrointestinal : tidak ada
Sal. Genital perempuan : tidak ada
Intra-abdominal : 4 pasien
Endokardium : tidak ada
Peric ardium : tidak ada
Vaginal : tidak ada
4. Faktor yang memperberat terjadinya infeksi
Faktor ketidak patuhan petugas terhadap hand hygiene dan APD :
Hand hygiene :
Bulan Agustus : 9,8%
Bulan September: 7,9%
Bulan Oktober : 8,2%
APD (Alat Pelindung Diri)
Bulan Agustus : 5.9 %
Bulan September : 5,6%
Bulan Oktober : 4,9 %
5. Waktu terjadinya luka infeksi pasca operasi
Hari 5 : 1 pasien, Hari 6 : 1 pasien, Hari 7 : 1 pasien, Hari 9 : 1
pasien.
4 ACT (A) Rencana tindak lanjut :
1. Sosialisasi ulang mengenai pentingnya cuci tangan dan APD
saat memberikan pelayanan terhadap pasien, terutama di
ruang keperawatan.
2. Sosialisasi mengenai edukasi perawatan post SC pada pasien
dan keluarga
JUMLAH KASUS IDO
5
4.39
4
3.68
3.2 3.2 3.3
3 2.97
2 2.01 JUMLAH KASUS IDO
1.63
1 Linear (JUMLAH KASUS IDO)
0.4 0.45
0

ANGKA KEPATUHAN PENGGUNAAN APD (ALAT PELINDUNG DIRI) DI


KEPERAWATAN RAWAT INAP

Jenis Indikator Agustus September Oktober Standart


Mutu
Angka kepatuhan 549,99/6 600/6 549,99/6 >75 %
penggunaan Alat (91,66%) (100%) (91,66%)
pelindung diri (
APD )

SIKLUS PDCA ANGKA KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI


(APD) DI KEPERAWATAN RAWAT INAP

1 PLAN (P) Kami berencana memaksimalkan kepatuhan dan ketaatan alat


pelindung diri petugas
2 DO (D) Implementasi di lapangan:
Bulan Agustus : 91,66 %
Bulan September : 100 %
Bulan Oktober : 91,66 %
3 CHECK (C) Angka kepatuhan penggunaan alat pelindung diri mengalami
penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Analisa ketidak
patuhan petugas terhadap alat pelindung diri antara lain karena
faktor :
1. Kurangnya kesadaran petugas akan pentingnya alat
pelindung diri.
2. Adanya tindakan kegawatan yang membuat petugas
segera melakukan tindakan dan lupa mengenakan APD
4 ACT (A) Rencana tindak lanjut :
Sosialisasi ulang tentang pentingnya APD dan resiko
yang mungkin terjadi bila petugas tidak mengenakan
APD.

ANGKA KEPATUHAN PENGGUNAAN APD (%)


120
100 100
91.66 91.66 91.66
86.11
80 80.55 83.33 83.33
74.98 77.77
60 ANGKA KEPATUHAN
PENGGUNAAN APD (%)
40
Linear (ANGKA KEPATUHAN
20 PENGGUNAAN APD (%))
0

SIKLUS PDCA ANGKA KEPATUHAN CUCI TANGAN DI KEPERAWATAN RAWAT


INAP

Jenis Indikator Agustus September Oktober Standart


Mutu
Angka kepatuhan 505/6 497,5/6 487,5/6 >75 %
cuci tangan (84,16%) (82,91%) (81,25%)
1 PLAN (P) Kami berencana memaksimalkan kepatuhan dalam cuci tangan
di semua petugas
2 DO (D) Implementasi di lapangan:
Bulan Agustus : 84,16 %
Bulan September : 82,91 %
Bulan Oktober : 81,25 %
3 CHECK (C) Angka kepatuhan cuci tangan mengalami penurunan sebesar
1,66 % dibandingkan bulan sebelumnya. Analisa ketidak
patuhan petugas terhadap cuci tangan antara lain karena faktor :
1. Kurangnya kesadaran petugas akan pentingnya cuci
tangan
2. Adanya tindakan kegawatan yang membuat petugas
segera
melakukan tindakan dan lupa cuci tangan
4 ACT (A) Rencana tindak lanjut :
Sosialisasi ulang tentang pentingnya cuci tangan dan
resiko yang
mungkin terjadi bila petugas tidak menerapkan prinsip 5
moment cuci tangan

ANGKA KEPATUHAN CUCI TANGAN (%)


86
84 84.16
82.91
82 82.1
81.25
80 80 80.41 ANGKA KEPATUHAN CUCI
79.16 79.58
78 78.33 TANGAN (%)
77.91
76 Linear (ANGKA KEPATUHAN
CUCI TANGAN (%))
74
Malang, 20 Desember 2018

Pembuat Laporan

Dewi Khoirun Nisa’, Amd. Kep

Mengetahui

IPCO DIREKTUR

dr. Riris Linda R. dr. Merry Nuthea